PDA

View Full Version : danau toba



blues-sky
21-08-2007, 01:50 PM
http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/danau_toba1.jpg












Perjalanan dengan kapal motor menuju Pulau Samosir terasa sangat romantis. Dibelai semilir angin segar dan dibuai pemandangan alam nan syahdu.


Tak sabar rasanya menginjakkan kaki di bumi Medan, Sumatera Utara. Penerbangan dua jam, Jakarta–Medan awalnya terasa membosankan. Namun, rasa jenuh tersebut segera hilang ketika pesawat kian dekat dengan kota tujuan. Dari atas tampak pemandangan yang tersaji dari ketinggian, apalagi ketika pesawat hendak mendarat. Kehijauan pohon-pohon dan deretan-deretan kebun kelapa sawit yang terbentang luas, terasa menyegarkan dilihat dari ketinggian. Suasana sejuk, semakin terasa ketika melihat sungai yang meliuk dengan airnya yang kemilau seperti perak.



http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/danau_toba2.jpg












Menelusuri jalan-jalan di Kota Medan pada pagi hari, terasa menyenangkan, melihat deretan bangunan-bangunan modern layaknya Jakarta. Sama sekali tidak terlihat bangunan tradisional di sepanjang jalan di kota ini. Bahkan, yang cukup mengagetkan adalah munculnya sebuah bangunan bergaya arsitektur China di Jalan Kesawan. Mulai dari atap hingga ukiran-ukiran yang terlihat, semua kental nuansa China.

Ternyata, bangunan berarsitek China tersebut adalah sebuah kediaman keturunan China yang terkenal dengan nama Tjong A Fie (1860–1921). Tjong A Fie adalah seorang pebisnis dan bankir Tionghoa yang terkenal di Kota Medan. Tjong A Fie meninggal pada tahun 1921.



http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/danau_toba3.jpg












Berbeda dengan kebanyakan jalan tol di Jakarta, jalan tol ini hanya ditempuh kurang dari 15 menit. Uiknya, sekaligus berbahaya, tepat di KM 32, jalan tol yang seharusnya satu arah, di sini jalan tol menjadi dua arah. Bahkan tanpa pembatas di antara dua jalur sehingga rombongan pun tidak berkutik ketika sebuah truk semen berjalan pelan persis di depan mobil rombongan, tanpa bisa menyalip layaknya jalan tol di Jakarta.

Memasuki Parapat, kehijauan dan kesegaran udara yang berhembus semilir terasa sangat menghibur, apalagi menyaksikan kehijauan pohon-pohon karet dan perkebunan kelapa sawit, menjadi pemandangan utama yang datang silih berganti dari jendela mobil. Hamparan bukit-bukit menghijau, semakin membuat rombongan tidak henti-henti memuji keindahan kota ini.

http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/dana_toba_tarian1.jpg












Rombongan semakin terpesona ketika mobil berhenti di sebuah kedai kopi. Yang menarik dari warung kopi ini adalah pemandangan dan bangunannya yang terletak di bibir tebing, sedangkan di bawahnya terhampar pemandangan Danau Toba dan Pulau Samosir di tengah-tengahnya.

Pukul 07.00 pagi, kabut tipis masih menyelimuti daerah ini. Rombongan pun berhenti dan mulai beraksi dengan mengabadikan keindahan itu dengan kamera foto.

Setelah puas mengabadikan keindahan Danau Toba dan Pulau Samosir di tengahnya, rombongan pun kembali melanjutkan perjalanan. Mulai dari sini, jalan terasa menjadi lebih berkelok dan mulai menurun. Hingga akhirnya sebuah dermaga, menghentikan perjalanan rombongan. Itulah dermaga tempat kapal-kapal yang menamakan diri dengan KM Toba Cruise berjejer menunggu penumpang yang ingin menyeberang menuju Pulau Samosir di tengahnya.

http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/danau_toba_makam.jpg












Tidak berbeda dengan tempat penyeberangan lain, di Dermaga Parapat pun banyak anak-anak dengan perahu dayung kecil, berteriak-teriak agar penumpang kapal melemparkan uang koin yang mereka miliki ke dalam danau. Dengan kemahirannya anak-anak bertelanjang dada ini menyelam dan menemukan koin yang dilemparkan.

Terlepas dari itu, Danau Toba sendiri terlihat seperti laut karena ukurannya yang sangat besar. Tercatat, danau ini, memiliki panjang kira-kira 100 km dan lebar 30 km. Adapun Pulau Samosir juga sangat luas. Dibutuhkan waktu sekitar delapan jam untuk mengelilingi pulau itu dengan mobil. Dari Parapat terlihat bahwa bukit-bukit di Samosir memiliki ketinggian kira-kira 20 meter dari permukaan air danau.

Perjalanan dengan KM Toba Cruise 8 ternyata membutuhkan waktu lebih-kurang 30 menit, air danau yang makin biru, dan pemandangan menarik tidak henti-henti disajikan ketika mengarungi danau ini menuju Pulau Samosir. Deretan perkampungan dari kejauhan dan bangunan-bangunan gereja di ketinggian bukit, membuat perjalanan dengan KM Toba Cruise 8 terasa romantis. Belum lagi hembusan angin dan menikmati gemericik air yang menerpa sisi kapal. Dari atas kapal ini juga terlihat Wisma Soekarno, tempat presiden pertama Indonesia itu diasingkan dengan desain bangunan yang dicat dengan warna putih nan megah.

http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/danau_toba_tarian2.jpgSetengah jam di atas KM Toba Cruise 8, rombongan mulai memasuki Pelabuhan Wisata Tomok, Kecamatan Simarindo, Medan, Sumatera Utara. Sebuah dermaga terlihat menjulang, dengan ukiran-ukiran tradisional Batak, yaitu sepasang cecak. Bukti kerukunan suku Batak, diabadikan di tugu selamat datang ini, dengan ukiran timbul masing-masing sepasang pengantin dengan pakaian tradisional Simalungun, Toba Karo, Pak-Pak, Mandailing, dan tulisan besar bertuliskan "Horas" dan "Selamat Datang di Tomok".
=D>=D>

al-capone
02-09-2007, 11:47 PM
gw dah 7 tahun gak maen ke danau toba. kira2 dah gmn ya suasana disana?

XYakuza
16-12-2007, 03:30 PM
Hohas bah......... Toba.
Terakhir tahun 2000 saya ke Parapat.Samosir ,Like Toba dan banyak kenangan indah disana

sikuikia
26-12-2007, 03:37 PM
Kalo ke danau toba... jangan lupa ke samosir... trus test musrhom-nya.... :) :)