PDA

View Full Version : NBA



Pages : [1] 2 3 4 5 6

itach1ez
29-03-2007, 04:42 PM
Bagi para pengemar bola basket NBA bisa share hasil, news dan segala yang berhubungan dengan NBA di thread ini.:)

http://logotypes.designer.am/t/nba2.png

itach1ez
29-03-2007, 04:53 PM
EASTERN CONFERENCE


ATLANTIC DIVISION



Boston Celtics

http://www.nba.com/media/nba/bos.gif

New Jersey Nets
http://www.nba.com/media/nba/njn.gif

New York Knicks
http://www.nba.com/media/nba/nyk.gif

Philadelphia 76ers
http://www.nba.com/media/nba/phi.gif

Toronto Raptors
http://www.nba.com/media/nba/tor.gif

CENTRAL DIVISION


Chicago Bulls
http://www.nba.com/media/nba/chi.gif

Cleveland Cavaliers
http://www.nba.com/media/nba/cle.gif

Detroit Pistons
http://www.nba.com/media/nba/pistons_80x64.gif

Indiana Pacers
http://www.nba.com/media/nba/ind.gif

Milwaukee Bucks
http://www.nba.com/media/nba/mil.gif


SOUTHEAST DIVISION


Atlanta Hawks
http://www.nba.com/media/nba/atl.gif

Charlotte Bobcats
http://www.nba.com/media/bobcats/bobcat_logo_80w.gif

Miami Heat
http://www.nba.com/media/nba/mia.gif

Orlando Magic
http://www.nba.com/media/nba/orl.gif

Washington Wizards
http://www.nba.com/media/nba/was.gif

itach1ez
29-03-2007, 05:05 PM
WESTERN CONFERENCE


SOUTHWEST DIVISION


Dallas Mavericks
http://www.nba.com/media/nba/dal.gif

Houston Rockets
http://www.nba.com/media/nba/hou.gif

Memphis Grizzlies
http://www.nba.com/media/mem.gif


NO/Okl. City Hornets
http://www.nba.com/media/nba/noh.gif

San Antonio Spurs
http://www.nba.com/media/sas.gif


NORTHWEST DIVISION


Denver Nuggets
http://www.nba.com/media/nba/den.gif

Minnesota Timberwolves
http://www.nba.com/media/nba/min.gif

Portland Trail Blazers
http://www.nba.com/media/por.gif

Seattle Super Sonics
http://www.nba.com/media/nba/sea.gif

Utah Jazz
http://www.nba.com/media/nba/uth.gif



PACIFIC DIVISION


Golden State Warriors
http://www.nba.com/media/nba/gsw.gif

Los Angeles Clippers
http://www.nba.com/media/nba/lac.gif

Los Angeles Lakers
http://www.nba.com/media/nba/lal.gif

Phoenix Suns
http://www.nba.com/media/nba/pho.gif

Sacramento Kings
http://www.nba.com/media/nba/sac.gif

pwekok
30-03-2007, 10:47 AM
bro, sape aja yang udah lolos Play Opp ? :D

Ethuang
30-03-2007, 11:11 AM
bro itach1ez penggemar NBA jg toh?? Arsenal ikutan NBA jg bro :))
gw jg suka cm sayang akhir2 ini jarang d tayangin ma tipi lokal :((

itach1ez
30-03-2007, 05:52 PM
bro, sape aja yang udah lolos Play Opp ? :D

Yang sudah dipastikan lolos ke play-off NBA baru 3 tim di wilayah timur yaitu Detroit , Cleveland dan Chicago Bulls sedangkan di wilayah barat sudah 5 yang lolos Dallas Mavericks, Phoenix Suns, San Antonio Spurs, Utah Jazz dan Houston Rockets.;)

itach1ez
30-03-2007, 05:54 PM
bro itach1ez penggemar NBA jg toh?? Arsenal ikutan NBA jg bro :))
gw jg suka cm sayang akhir2 ini jarang d tayangin ma tipi lokal :((


Iya bro ada Indovision gak coba aja nonton disitu;)

pwekok
30-03-2007, 06:47 PM
gw ngejagoin Dallas. Ada Nowitzki nya :"> :))

itach1ez
30-03-2007, 06:51 PM
gw ngejagoin Dallas. Ada Nowitzki nya :"> :))

Ya Nowitzki, Steve Nash dan Kobe Bryant menjadi calon MVP tahun ini.:)
Bro pwekok juga suka NBA ya:-/

itach1ez
30-03-2007, 07:13 PM
Nih spesial buat bro pwekok :


Dirk Nowitzki #41 Forward




http://www.nba.com/media/act_dirk_nowitzki.jpghttp://www.nba.com/media/playerfile/mavericks_logo.gif

2006-07 Statistics

PPG 24.9
RPG 9.30
APG 3.4
EFF +27.71

Born : Jun 19,1978
Height : 7-0/2,13
Weight: 245 lbs. / 111,1 kg
From : Germany
Years Pro : 8

pwekok
30-03-2007, 07:36 PM
Nih spesial buat bro pwekok :


Dirk Nowitzki #41 Forward




http://www.nba.com/media/act_dirk_nowitzki.jpghttp://www.nba.com/media/playerfile/mavericks_logo.gif




2006-07 Statistics




PPG 24.9


RPG 9.30


APG 3.4


EFF +27.71




Born : Jun 19,1978


Height : 7-0/2,13


Weight: 245 lbs. / 111,1 kg


From : Germany


Years Pro : 8




wah makasih banyak bro :)) iya gw lumayan suka juga. Man ga terlalu ngapalin. Minta propilnya Jordan ma Tim Duncan dung :D

Ethuang
31-03-2007, 07:49 AM
Iya bro ada Indovision gak coba aja nonton disitu;)
gw blm mampu langganan tv kabel......halah :( !!!
btw via thread ini gw bs tau perkembangan NBA kan ;)!!

Ethuang
31-03-2007, 07:51 AM
Sabtu, 31 Mar 2007,
Big Ben Garang Pakai Sepatu Baru


Antar Bulls Tembus Playoff
CHICAGO - Aksi center Chicago Bulls, Ben Wallace, semakin garang ketika memakai sepatu murah merek Starbury II. Kegarangan Wallace yang memakai sepatu murah edisi terbaru yang harganya Rp 150 ribu tersebut ditunjukkan ketika ikut andil mengantarkan Bulls melumat Detroit Pistons 83-81 di United Center, kemarin WIB. Center berjuluk Big Ben itu mampu mendonasikan 19 rebound dan enam poin.

Kemenangan tersebut membuat Bulls menembus babak playoff untuk kali ketiga beruntun. Mereka menjadi tim ketiga Wilayah Timur yang tampil di playoff. Sebelumnya, Pistons dan Cleveland Cavaliers juga melaju ke playoff yang digulirkan 21 April mendatang. Kesukseskan tuan rumah juga berkat guard Bulls, Kirk Hinrich. Ketika pertandingan menyisakan 2,8 detik, dua tembakan bebasnya menjadi penyelamat muka tuan rumah di hadapan pendukungnya. Padahal, Pistons pada awal kuarter keempat sempat unggul dengan terpaut 12 poin, 79-67.

Hasil manis atas Pistons, yang merupakan tim terbaik di Wilayah Timur, membuat Bulls makin percaya diri untuk menatap postseason. Mereka juga masih berusaha bertengger di peringkat terbaik. Saat ini, mereka menargetkan mengalahkan tim Cavaliers pada Minggu besok. Sisa pertandingan Bulls sendiri 9 laga lagi. "Tiap hari, kami mencari kemenangan. Target kami berikutnya adalah Cavaliers. Sebab, setiap pertandingan sangat penting bagi kami," kata guard Bulls, Ben Gordon, yang tercatat sebagai top scorer dengan mengoleksi 25 poin. Ini adalah kemenangan keempat beruntun Bulls dan kesebelas dari 14 laga terakhir mereka.

Tim berlambang kepala banteng itu juga tidak ingin menorehkan hasil seperti dua playoff sebelumnya yang selalu terhenti langkahnya pada babak pertama. Karena itu, mereka membidik hasil yang lebih bagus pada musim ini. Apalagi, Bulls memiliki center andalan, Ben Wallace, yang hijrah dari Pistons. Pertahanan kuat pemain berjuluk Big Ben itu sangat dibutuhkan Bulls. "Kami tak terlalu khawatir dengan unggulan. Kami hanya berusaha untuk tampil terbaik sebagai tim," tegas Big Ben.

Sedangkan di kubu Pistons, Tayshaun Prince tercatat sebagai top scorer dengan mendulang 26 poin. Hasil buruk ini adalah ketiga dalam 10 laga terakhir. Tim besutan Flip Saunders itu masih tak diperkuat oleh dua pemain andalan Richard Hamilton dan Chris Webber yang terserang flu.

Sedangkan center Rasheed Wallace harus terkena skorsing satu laga. Ini akibat technical foul yang dilakukannya di kuarter ketiga kepada Ronald Murray yang merupakan ke-19. Sesuai dengan aturan NBA setiap pebasket yang telah mengoleksi 18 technical foul maka, tiap satu technical foul dia terkena skorsing satu laga berikutnya. Karena itu, Wallace tak bisa memperkuat timnya yang tandang ke Milwaukee Bucks.

Ethuang
31-03-2007, 07:53 AM
Sabtu, 31 Mar 2007,
Hasil Kemarin WIB:

Chicago Bulls v Detroit Pistons------------------83-81
Memphis Grizzlies v Portland Trail Blazers---96-92
Golden State Warriors v Phoenix Suns------124-119


Tim-Tim Lolos Playoff

Wilayah Timur
1. Detroit Pistons
2. Cleveland Cavaliers
3. Chicago Bulls

Wilayah Barat
1. Dallas Mavericks
2. Phoenix Suns
3. San Antonio Spurs
4. Utah Jazz
5. Houston Rockets

solaha
31-03-2007, 07:54 AM
bro itach1ez.. salut dibukanya nba ini..
ini thread yang gue tunggu2.. boleh partisipasi kan;) :D

solaha
31-03-2007, 08:54 AM
2006-07 NBA Regular Season Standings
per 30 March 2007

Eastern Conference Standings

Atlantic W L Pct GB Home Road
Toronto 39 32 .549 -- 26-10 13-22
New Jersey 33 38 .465 6.0 19-17 14-21
New York 31 40 .437 8.0 19-18 12-22
Philadelphia 28 43 .394 11.0 18-17 10-26
Boston 22 49 .310 17.0 11-25 11-24

Central W L Pct GB Home Road
x-Detroit 45 26 .634 -- 21-13 24-13
x-Cleveland 43 29 .597 2.5 27-10 16-19
x-Chicago 43 30 .589 3.0 28-9 15-21
Indiana 31 40 .437 14.0 20-16 11-24
Milwaukee 25 45 .357 19.5 16-17 9-28

Southeast W L Pct GB Home Road
Washington 38 32 .543 -- 26-9 12-23
Miami 38 33 .535 0.5 24-12 14-21
Orlando 33 39 .458 6.0 21-14 12-25
Charlotte 27 45 .375 12.0 17-19 10-26
Atlanta 27 46 .370 12.5 15-21 12-25


Western Conference Standings
Southwest W L Pct GB Home Road
x-Dallas 60 11 .845 -- 32-4 28-7
x-San Antonio 51 20 .718 9.0 25-9 26-11
x-Houston 46 26 .639 14.5 26-10 20-16
New Orl/OKC 32 40 .444 28.5 21-15 11-25
Memphis 19 54 .260 42.0 12-24 7-30

Northwest W L Pct GB Home Road
y-Utah 47 24 .662 -- 29-7 18-17
Denver 35 35 .500 11.5 19-18 16-17
Minnesota 30 41 .423 17.0 20-14 10-27
Seattle 29 42 .408 18.0 19-17 10-25
Portland 29 43 .403 18.5 16-20 13-23

Pacific W L Pct GB Home Road
y-Phoenix 53 18 .746 -- 29-7 24-11
LA Lakers 38 33 .535 15.0 23-12 15-21
LA Clippers 34 37 .479 19.0 23-13 11-24
Golden State 34 39 .466 20.0 26-11 8-28
Sacramento 30 40 .429 22.5 19-15 11-25


x-Clinched Playoff Spot;
y-Division Champ;

solaha
31-03-2007, 09:11 AM
Bro.. posting beritanya dari senin ya.. mungkin sudah basi.. :">

Senin, 26/03/2007 14:38 WIB
Warriors (dan Tuhan) Hentikan Bryant
Andi Abdullah Sururi

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5495358_KobeLidah-situsnya.jpg
(kobebryant8.net)
Los Angeles - Rekor mencetak minimal 50 poin dalam empat game berturut-turut milik Kobe Bryant terhenti justru di kandang LA Lakers. Adalah Golden State Warriors (dan tuhan) yang menyudahinya.

Meskipun Lakers menang 115-113, Senin (25/3/2007), namun Bryant "hanya" mendulang 43 poin. Ia kurang tujuh angka saja dari menorehkan rekor lebih fantastis.

Dua hari lalu, saat Lakers menekuk New Orleans Hornetts, Bryant menjadi orang kedua dalam sejarah NBA yang mampu mengukir 50 angka atau lebih empat partai berturut-turut.

Ia hanya kalah dari bintang legendaris yang telah almarhum, Wilt Chamberlain, yang pernah tujuh kali beruntun menorehkan sedikitnya 50 poin di bulan Desember 1961. Chamberlain juga pernah melakukan hal yang sama di lima game dan empat game sebanyak tiga kali di musim 1961-1962.

Bryant sempat terlihat akan bisa mencapai rekor langka itu ketika membukukan 17 poin di sembilan menit pertama. Namun Warriors menggandakan kekuatannya dalam bertahan.

"Kami menahan dia di angka 43, dengan (bantuan) Tuhan," seloroh pelatih Warriors, Don Nelson, usai pertandingan seperti dikutip AP.

Bryant sendiri hanya tersenyum ketika rekornya terhenti. "Malam telah berakhir," tukasnya.

Waktu ditanya apakah kecewa, ia menjawab, "Apa? Tidak! Aku selalu mengatakan, Wilt adalah video game berbentuk manusia. Buatku, bisa benafas bersama dia, satu tarikan nafas pendek sekalipun, rasanya pasti luar biasa."

Selain menyangkut Bryant, hasil ini merupakan kemenangan kelima Lakers berturut-turut, atau yang terlama di musim ini. Peluang menduduki unggulan keenam di babak playoff pun kian terbuka lebar.

solaha
31-03-2007, 09:12 AM
Selasa, 27/03/2007 12:28 WIB
Shaq Geser Reggie Miller
Meliyanti Setyorini

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5495361_Shaq-putih-AFPGetty.jpg

Miami - Reggie Miller tidak lagi berada di posisi 12 pemilik total poin terbanyak di NBA setelah Shaquille O'Neal menggeser mantan guard Indiana Pacers itu dari posisinya.

Saat membela Miami Heat melawan Atlanta Hawks, Selasa (27/3/2007) WIB, Shaq berbekal total poin 25,269 --10 poin di belakang total poin Miller.

Namun pada penampilannya di American Airlines Arena, center bertubuh raksasa itu menjadi inspirator timnya yang menang 106-89.

Shaq melampaui total poin milik Miller lewat sebuah free throw di babak pertama. Pebasket 32 tahun itu mengakhiri pertandingan dengan sumbangan 22 poin dan 11 rebound.

Dalam daftar pemilik total poin terbanyak, Shaq menjadi pemain aktif di posisi teratas dengan raihan total 25,291 poin. Adapun pemilik poin terbanyak sepanjang masa masih ditempati oleh Kareem Abdul-Jabbar dengan raihan total 38,387 poin.


Foto: Shaquille O'Neal dihadang Josh Smith (AFP/Getty Images/Douc Benc) (mel/a2s)

solaha
31-03-2007, 09:16 AM
Kamis, 29/03/2007 14:49 WIB
Mavs Tambah Kemenangan, Nowitzki Cedera
Andi Abdullah Sururi

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5495431_NBA.jpg
Dallas - Dallas Mavericks menambah rekor kemenangannya di musim ini saat menjamu Milwaukee Bucks. Namun sukses tersebut harus ditebus dengan cederanya Dirk Nowitzki.

Bintang asal Jerman itu tak bisa menyelesaikan pertandingan gara-gara engkelnya cedera di saat babak pertama tersisa hampir empat menit. Ia salah bertumpu di kak pemain Bucks, Brian Skinner.

Nowitzki sempat bermain sebentar di awal kuarter ketiga, tapi langsung "dikandangkan" seterusnya oleh pelatih Avery Johnson. Sampai momen itu ia menghasilkan 17 poin -- kurang satu angka dari rekor 15.000 poin dalam karirnya.

Sejak Nowitzki out, Jason Terry mengambil peran sebagai motor permainan Mavericks. Ia menorehkan 27 angka, termasuk angka terpenting melalui free throw di detik-detik akhir, yang membuat timnya menang tipis 105-103.

Ini adalah kemenangan ke-60 bagi anak-anak Dallas di musim ini, sekaligus kali ketiga mereka menyentuh rekor tersebut dalam lima musim terakhir. Posisi tertinggi di Wilayah Barat pun tetap dikuasai dengan 11 game tersisa.

Semetara itu Utah Jazz membantu pelatih Jerry Sloan merayakan hari jadinya yang ke-65 dengan titel juara divisi. Hal tersebut tercipta setelah Carlos Boozer dkk mengalahkan Minnesota Timberwolves 108-102, yang membuat Jazz memuncaki klasemen Divisi Northwest.

Pada pertandingan lain Toronto Raptors menundukkan Miami Heat 96-83 sekaligus menyalip rivalnya itu di posisi ketiga klasemen Wilayah Timur. Heat pun melorot ke urutan enam di bawah Washington Wizards dan Chicago Bulls.

solaha
31-03-2007, 09:18 AM
Jumat, 30/03/2007 14:15 WIB
Warriors Akhirnya Kalahkan Suns
Andi Abdullah Sururi

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5495431_NBA.jpg
Oakland - Baru di percobaan keempat di musim ini Golden State Warriors berhasil mengalahkan Phoenix Suns. Sementara itu Chicago Bulls mengamankan tempatnya di babak playoff.

Bertanding di kandang sendiri di Oracle Arena, Oakland, dalam lanjutan kompetisi NBA hari Jumat (30/3/2007), Warriors menekuk salah satu tim favorit juara itu dengan skor 124-119.

Ini adalah kemenangan pertama tim asuhan Don Nelson itu dari empat kali pertemuannya dengan Suns di musim ini. Yang lebih penting, capaian ini membuka peluang Warrior lolos ke babak playoff sebagai unggulan kedelapan dari Wilayah Barat -- tapi harus bersaing ketat dengan Los Angeles Clippers.

Bintang kemenangan tuan rumah adalah Jason Richardson yang mengukir 36 poin -- tertinggi di musim ini. Stephen Jackson menambahkan 29 angka dan Baron Davis mencetak 21 poin, 12 assist, plus delapan rebound.

Dari kubu Suns, Leandro Barbosa menjadi topskor dengan 27 poin, disusul Boris Diaw (18), Amare Stoudamire (17), dan Steve Nash (14). Suns saat ini sudah dipastikan menjuarai Divisi Pasifik untuk ketiga kalinya berturut-turut.

Sementara itu Chicago Bulls untuk kali ketiga secara beruntun akan tampil di babak playoff. Mereka mengamankan tiket tersebut setelah menundukkan Detroit Pistons 83-81 di depan suporternya sendiri.

Ini adalah kemenangan keempat berturut-turut Bulls atau yang ke-11 dalam 14 game. Mereka tertinggal tiga game di belakang Pistons, sang pimpinan sementara Wilayah Timur, tapi hanya terpaut setengah game dari Cleveland Cavaliers untuk memperebutkan posisi unggulan kedua.

solaha
01-04-2007, 01:55 AM
USA - NBA - 31-March 2007

Phoenix Suns 125 24 36 35 30
Denver Nuggets 108 36 29 21 22

Los Angeles Lakers 104 22 26 19 28 9
Houston Rockets 107 31 22 22 20 12

Sacramento Kings 101 19 31 20 31
Los Angeles Clippers 105 30 27 21 27

Seattle Supersonics 120 40 29 32 19
Memphis Grizzlies 93 28 27 17 21

Ethuang
01-04-2007, 05:10 AM
Minggu, 01 Apr 2007,
Kobe Cetak 53 Poin, Lakers Kalah


LOS ANGELES - Guard Los Angeles Lakers Kobe Bryant kembali mencetak lebih dari 50 poin. Sayang, penampilan impresif pemain bernomor 24 tersebut gagal membawa timnya meraih kemenangan saat menjamu Houston Rockets di Staples Center kemarin.

Lakers harus mengakui keunggulan Rockets dengan skor 104-107 setelah melewati overtime. Pada laga yang ditonton 18.997 pendukung Lakers itu, Kobe mencetak 53 poin.

Torehan lebih dari 50 angka itu adalah kelima dalam tujuh pertandingan terakhir. Sebelumnya, pemain All-Star itu juga mencetak poin di atas 50 dalam empat laga beruntun dan Lakers menang. Pertama, dia mencetak 65 poin melawan Portland Trail Blazers, 50 poin melawan Minnesota Timberwolves, 60 poin menghadapi Memphis Grizzlies, dan 50 poin mengalahkan New Orleans/Oklahoma City Hornets.

Itu membuatnya tercatat sebagai pemain kedua terpanjang yang membukukan lebih 50 poin secara berturut-turut. Sedangkan, rekor terbaik masih dipegang dipegang Wilt Chamberlain yang berhasil melakukannya dalam 7 pertandingan beruntun pada Desember 1961.

Pada laga melawan Rockets tersebut, Kobe berusaha membawa kemenangan bagi timnya. Tembakan tiga angkanya berhasil memaksa pertandingan dilanjutkan dengan perpanjangan waktu karena kuarter keempat berakhir seri 95-95. Padahal, Lakers sempat tertinggal 12 poin pada awal kuarter terakhir itu.

Di lima menit perpanjangan waktu, Kobe tak bisa tampil impresif seperti sebelumnya. Dia gagal melakukan tiga tembakan dua angka dan satu tembakan tiga angka. Sebaliknya, Rockets, yang dimotori Yao Ming dan Tracy McGrady, menambah 12 angka dan Lakers hanya 9 poin.

Pelatih Rockets, Jeff Van Gundy, pun merasa puas dengan kemenangan itu. Dia juga memuji penampilan Kobe. "Kami telah menjaga Kobe dengan baik. Tapi, dia sulit untuk di jaga," tuturnya.

Di kubu Rockets, Yao Ming dan T-Mac, panggilan akrab Tracy McGrady, masing-masing mencetak 39 dan 30 poin.


HASIL KEMARIN:

Charlotte Bobcats v Milwaukee Bucks 97-81
Philadelphia 76ers v Boston Celtics 88-82
Toronto Raptors v Washington Wizards 123-118 (OT)
San Antonio Spurs v Utah Jazz 102-93
Detroit Pistons v New Jersey Nets 110-105
Orlando Magic v Indiana Pacers 95-87
Miami Heat v Minnesota Timberwolves 92-77
Dallas Mavericks v New York Knicks 105-103
Seattle SuperSonics v Memphis Grizzlies 120-93
Houston Rockets v Los Angeles Lakers 107-104
Phoenix Suns v Denver Nuggets 125-108
Los Angeles Clippers v Sacramento Kings 105-101

itach1ez
01-04-2007, 06:37 PM
bro itach1ez.. salut dibukanya nba ini..
ini thread yang gue tunggu2.. boleh partisipasi kan;) :D

Thanks bro sola, boleh kok partisipasi ;)

itach1ez
01-04-2007, 06:45 PM
The Trail Blazers will play their final 10 games of the season without power forward Zach Randolph, their leading scorer and rebounder, who had surgery on his right hand Friday.

Randolph injured the hand against Minnesota on Sunday, but he played with a protective wrap at Chicago on Monday and at home against Memphis on Thursday. Randolph scored a career-high 43 points and added 17 rebounds against the Grizzlies.

Randolph, however, showed up at practice Friday with the hand severely swollen and was sent to a specialist for X-rays.

"He came in this morning, and you could see something was going on with his thumb," Blazers coach Nate McMillan said.

The X-rays revealed ligament damage and bone fragments, and doctors recommended immediate surgery.

"The danger was, if he didn't take care of it now, there would be a chance it would not heal the right way," Blazers general manager Kevin Pritchard said.


Randolph underwent what Pritchard called a "relatively simple" 30-minute surgery at Legacy Salmon Creek Hospital in Vancouver. Randolph will spend five weeks in a cast, then five weeks in a splint.
Randolph was averaging a career-high 23.6 points along with 10.1 rebounds in 68 games this season. He had 36 double doubles.
Randolph's absence comes as the Blazers are about to play their next seven games against teams in position to make the playoffs, beginning tonight with a home game against the Los Angeles Clippers.


"Whenever you lose 23 and 10, you are going to face a challenge," McMillan said.

itach1ez
01-04-2007, 07:04 PM
The first play was something out of a dream, with Kobe Bryant somehow tracking down the rebound of Kwame Brown's missed free throw and burying a miracle 3-pointer to tie the score with 11.8 seconds left in regulation of Friday night's game.

The second play was something out of a nightmare, with Bryant picking up his pivot foot and the referee calling traveling with 16.6 seconds to play in overtime of the Lakers' 107-104 loss to the Houston Rockets at Staples Center.

Needless to say, Bryant never has had such a spectacular game end in such inglorious fashion. He scored 53 points, including 17 in the last 4:07 of regulation to breathe life into the Lakers, only to commit one of the most fundamental turnovers late.

So it was that the Lakers staged an improbable comeback from 12 points down late in the fourth quarter, then blew a four-point lead in the final minute of overtime to suffer an agonizing loss.

The Lakers (38-34) suffered their second consecutive home loss and remain 2 1/2 games ahead of Denver for sixth in the Western Conference standings. The Lakers will play the Nuggets twice in their final 10 games.

"They deserved to win it in regulation," Bryant said. "We deserved to win it in overtime."

Start with the end of regulation, when the Rockets opted for the easiest strategy to keep the ball out of Bryant's hands. They simply backed off Brown, let Lamar Odom inbound the ball to him and then jumped out to foul the 42percent free-throw shooter.

"He's one of the worst free-throw shooters of all-time - and especially in the fourth quarter," Houston coach Jeff Van Gundy said. "If they gift it to you by giving it to him - the guy makes I think 31or 32 percent in the fourth quarter."

What followed was predictable ... at first. Brown missed both free throws with the Lakers trailing 95-92. But Bryant followed the path of the rebound, beat Shane Battier to the ball, planted his feet and drilled the 3-pointer from in front of the Houston bench.

The Lakers held on to send the game to overtime as Tracy McGrady came up short on a jumper over Bryant just before the final horn. Bryant made just 6 of 19 shots in the fourth quarter but was mesmerizing when it counted.

He scored 12 straight points for the Lakers, hitting shots over and around 7-foot-6 Yao Ming. Not that Bryant did it alone as Brown blocked and stripped Yao on defense and Ronny Turiaf caught Bryant's airballed 3-pointer and scored with 1minute left.

They went into overtime with Bryant leaping to bump chests with Odom after his 3-pointer off Brown's missed free throw. It was part of his eighth 50-point game of the season, which was enough for Bryant to average 40.4 points in the month of March.

Bryant had done so twice in his career before this month (February 2003 and January 2006). Wilt Chamberlain, Elgin Baylor and Bryant - those names again - are the only players to accomplish the feat in NBA history.

Bryant kept rolling in overtime as he drilled three jumpers to stake the Lakers to a 103-100 lead. Odom split a pair of free throws with 1:03 left to push the lead to four points.

But the Lakers would find the 53rd minute of the game the cruelest of all.
First, Bryant was called for a three-shot foul on Tracy McGrady.
Lakers coach Phil Jackson would say after the game that referee Bob Delaney was out of position to make the call on what should have been an offensive foul on Yao.

McGrady made all three free throws as Houston closed to 104-103. Bryant missed a 3-pointer and Juwan Howard came up with the offensive rebound off a McGrady miss and flipped a pass to Yao to give the Rockets the lead with 22.3 seconds left.

The Lakers called timeout and Bryant brought up the ball the length of the court. He crossed midcourt where Yao and Shane Battier were waiting to trap and picked up his dribble to make a pass.
Bryant appeared to have established his left foot as his pivot foot, then picked it up to change directions. Referee Luis Grillo made the call, which Jackson admitted afterward was the correct one even if it left Bryant in disbelief.

"I think he did travel," Jackson said. "There's a lot of times they don't call that at the end of the game. I think he made the correct call."
Bryant said: "They didn't say anything. I didn't get a chance to talk to them too much. They can make that call any time in the game."
Rafer Alston sank two free throws for Houston after he was fouled and Bryant missed a contested 3-pointer that could have tied the game with 2.9 seconds remaining. He walked off the court clapping his hands in the direction of Delaney.

Yao finished with 39 points and sent the Lakers' big men to the bench one after another in the second quarter in foul trouble. McGrady added 30 points despite making just 7 of 24 shots. It was the 11th win in the past 13 games for the Rockets.

Odom had 16 points and 17 rebounds for the Lakers but missed six free throws. Brown had 15 points and seven rebounds while fighting through 40 minutes on his injured left ankle.

Jackson said he was happy with the effort, something he couldn't say after Tuesday's loss to Memphis, when he sent his players home from practice the next day having told them they let down the coaches, the fans and themselves.

"It's just what it is," Jackson said. "You know you can go in the shower, look at yourself in the mirror and feel like you played hard, you did the job you had to do and things didn't turn out your way."

Ethuang
02-04-2007, 05:37 AM
Senin, 02 Apr 2007,
Dicari: Most Valuable Player NBA 2006-2007


Kobe: Saya Pilih Nowitzki
Musim NBA 2006-2007 tinggal tiga pekan lagi. Ada dua topik yang sekarang hangat dibicarakan. Pertama perebutan posisi playoff, kedua perebutan gelar Most Valuable Player (MVP). Untuk gelar pemain terbaik itu, mungkin bakal ada pemenang baru musim ini.
--------------------

National Basketball Association (NBA) penuh dengan pemain-pemain terbaik di dunia. Tapi, hanya mereka yang istimewa yang bisa memenangi gelar Most Valuable Player (MVP). Yaitu mereka yang dalam 82 pertandingan mampu membuat timnya berjaya sekaligus penonton terpukau. Dan mereka harus melakukannya secara konsisten.

Dalam dua musim terakhir, Steve Nash meraih gelar tersebut. Gaya bermain cepatnya membuat Phoenix Suns menjadi salah satu tim paling disuka. Selain sering menang, juga enak ditonton.

Hingga bulan lalu, Nash kembali menjadi kandidat kuat MVP untuk kali ketiga berturut-turut. Hingga bulan lalu, dia bersaing keras bersama Dirk Nowitzki, power forward Dallas Mavericks, yang sekarang memiliki rekor kemenangan terbaik di NBA.

Tapi, dalam tiga pekan terakhir, peta kekuatan sedikit bergeser. Nowitzki masih kandidat kuat, karena dia adalah pemain terbaik di tim yang secara konsisten meraih kemenangan demi kemenangan, di kandang maupun saat bertandang.

Sekarang, posisi Nash sebagai kandidat kedua tergeserkan oleh superstar Los Angeles Lakers, Kobe Bryant. Bagaimana tidak, Bryant mencatat prestasi gemilang, meraih 50 poin atau lebih dalam empat pertandingan berturut-turut. Sabtu lalu, dia kembali melakukan prestasi yang sama. Bahkan Michael Jordan dulu hanya mampu melakukannya tiga kali berturut-turut.

Bukan hanya itu, Bryant juga luar biasa di kalangan para penggemar NBA. Buktinya, musim ini penjualan kostum nomor 24-nya merupakan yang terlaris di NBA.

Siapa bakal menang? Sang MVP nantinya bakal ditentukan oleh para jurnalis yang meliput NBA secara utuh, dari seluruh penjuru Amerika Serikat. Jumlahnya 125 orang. Masing-masing bakal menyerahkan daftar pemenang, posisi 1 sampai 5. Setiap posisi punya poin, dan pemain dengan jumlah poin terbanyak menjadi MVP.

Karena itu, tidak akan mudah menebak siapa bakal menang. Dan sang MVP nantinya mungkin hanya akan menang tipis.

Apalagi, peta kekuatan masih bisa berubah lagi pada tiga pekan terakhir regular season. Nash masih bisa melejit lagi ke puncak daftar kandidat. Selain itu, ada dua pemain lain yang patut diperhitungkan, yaitu LeBron James (Cleveland Cavaliers) dan Tim Duncan (San Antonio Spurs). Kejutan juga bisa muncul dari Gilbert Arenas (Washington Wizards) dan Carlos Boozer (Utah Jazz).

Namun, untuk saat ini, duel MVP masih antara Nowitzki dan Bryant. Kedua pemain ini juga bisa mendapat poin simpati, karena sama-sama belum pernah meraih gelar tersebut.

Bryant sendiri berulang kali menyebut dirinya tidak layak menjadi MVP. Dia bilang, gelar itu harus diberikan kepada pemain yang membantu timnya meriah kemenangan terbanyak. Sementara Lakers sekarang hanya ada di urutan enam di Wilayah Barat. "Kalau saya yang memilih, saya akan memberikan suara saya untuk Nowitzki," kata Bryant, seperti dilansir USA Today. "Saya tahu dia pekerja keras, dan itu sesuatu yang sangat saya hargai," lanjutnya.

solaha
02-04-2007, 08:58 AM
Sabtu, 31/03/2007 15:36 WIB
Mavericks Raih Kemenangan ke-61
Andi Abdullah Sururi

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5511183_Nowitzki-RobertSULLIVAN.jpg
Dirk Nowitzki (AFP/Robert Sullivan)
Dallas - Rekor kemenangan Dallas Mavericks bertambah panjang. Kini tim asuhan
Avery Johnson itu sudah membukukan 61 kemenangan di musim ini dari 72 pertandingan.

Tim terakhir yang menjadi korban Mavericks adalah New York Knicks, yang ditundukkan dengan angka tipis 105-103, dalam pertandingan di American Airlines Center, Dallas, Sabtu (31/3/2007).

Dirk Nowitzki, yang cedera engkel pada pertandingan dua hari lalu, kembali tampil dan tetap memotori kemenangan anak-anak Dallas. Ia mendulang 30 poin, yang 17 di antaranya bermakna krusial karena dicetak di kuarter keempat.

Selain salah satu kandidat peraih gelar Mos Valuable Player (MVP) itu, bintang Mavericks yang lain adalah Josh Howard. Blok akrobatiknya di detik-detik terakhir membuat keunggulan tuan rumah terjaga. Howard juga membukukan 20 poin plus delapan rebound.

Efek langsung dari kemenangan berbau rekor ini adalah Mavericks kini unggul 7 1/2 game dari Phoenix Suns untuk menempati posisi unggulan teratas di Wilayah Barat.

Pada pertandingan lain bintang LA Lakers Kobe Bryant mengukir 50 poin untuk kali kelima dalam tujuh pertandingan terakhirnya, tapi timnya gagal meraih kemenangan. Menjamu Houston Rockets, tim yang dilatih Phil Jackson itu kalah 107-104.

Bryant melakukan dua kali blunder di masa-masa akhir, yang mendatangkan keuntungkan buat Rockets. Dari kubu tim tamu, Yao Ming menjadi penampil terbaik dengan 39 poin dan 11 rebound. Sesama All-Star Tracy McGrady pun bermain bagus dengan menorehkan 30 angka dan 10 assist buat Rockets.

Hasil pertandingan:
Boston 82 vs Philadelphia 88
Toronto 123 vs Washington 118 OT
Milwaukee 81 vs Charlotte 97
Miami 92 vs Minnesota 77
Indiana 87 vs Orlando 95
Utah 93 vs San Antonio 102
New Jersey 105 vs Detroit 110
New York 103 vs Dallas 105
Denver 108 vs Phoenix 125
LA Clippers 105 vs Sacramento 101
Memphis 93 vs Seattle 120
Houston 107 vs LA Lakers 104 (a2s/a2s)

solaha
02-04-2007, 09:00 AM
Minggu, 01/04/2007 14:35 WIB
Cavaliers Ungguli Bulls
Andi Abdullah Sururi

http://serv2.imagehigh.com/imgss/5511180_NBA.jpg
Chicago - Posisi dua di klasemen Wilayah Timur untuk sementara diduduki Cleveland Cavaliers setelah LeBron James dkk mengalahkan rival terdekatnya, Chicago Bulls, pada pertandingan Minggu (1/4/2007).

Bertanding sebagai tim tamu, Cavaliers menang 112-108 lewat perpanjangan waktu. James tampil sebagai bintang dengan mengukir 39 poin, termasuk tujuh angka penting di masa overtime.

Anak-anak Cleveland kini mengungguli pasukan Chicagi dengan 1 1/2 game untuk bertahan di peringkat dua klasemen wilayahnya. Tiga juara divisi dijamin masuk unggulan empat besar di babak playoff, yang berarti Bulls akan diposisikan sebagai unggulan kelima meskipun memiliki rekor ketiga terbaik di Wilayah Timur.

Pada pertandingan lain New Jersey Nets menundukkan Philadelphia 76ers dengan 86-82. Alhasil mereka menjaga peluang ke babak playoff dan kini mendiami peringkat tujuh Wilayah Timur, sama dengan Orlando Magic.

Kemenangan penting juga dipetik LA Clippers. Bertandang ke markas Portland Trail Blazers, mereka unggul 99-86. Clippers kini bersaing dengan LA Lakers dan Denver Nuggets untuk posisi unggulan keenam atau ketujuh di Wilayah Barat.

Hasil pertandingan:
Cleveland 112 vs Chicago 108 OT
Philadelphia 82 vs New Jersey 86
New York 94 vs New Orl/OKC 103 OT
LA Clippers 99 vs Portland 86
(a2s/a2s)

solaha
02-04-2007, 09:01 AM
Thanks bro sola, boleh kok partisipasi ;)

tq bro itach1ez.. ;) :D

Ethuang
03-04-2007, 07:31 AM
Selasa, 03 Apr 2007,
Mavericks Wajib Waspada


PHOENIX - Bagi Dallas Mavericks, Phoenix Suns bisa jadi batu ganjalan terbesar dalam upaya mempertahankan gelar juara Wilayah Barat. Buktinya, dalam dua kali pertemuan terakhir selama rentang 18 pekan, Mavericks harus mengakui ketangguhan lawannya tersebut.

Kemarin, saat tandang ke kandang Suns, US Airways Center, Mavericks kalah dengan skor 104-126. Pada 14 Maret lalu, Suns menang 129-127 atas runner-up NBA musim lalu itu di Dallas lewat dua kali overtime.

Permainan menyerang yang diterapkan pelatih Suns, Mike D? Antoni, sulit dibendung pemain-pemain Mavericks. Strategi small, fun, and fast yang diterapkan D?Antoni berjalan dengan apik. Ini membuat akurasi tembakan pemain-pemain Suns cukup akurat. Persentase akurasi mereka mencapai 65 persen (46 dari 71), yang merupakan rekor tertinggi musim ini.

Bahkan, pada kuarter keempat, keberhasilan tembakan pemain tuan rumah mencapai 86 persen (13 dari 15), termasuk tembakan tiga angka dari 4 percobaan yang semuanya berhasil.

Guard Suns, Leandro Barbosa, memimpin parade top skor dengan mencetak 29 poin. Rekannya yang juga MVP dua musim berturut-turut, Steve Nash, menambahkan 23 angka dan 11 assist.

Amare Stoudemire juga layak diacungi jempol dengan torehan 24 angkanya. Kemenangan itu membuat pertemuan Suns dan Mavericks menjadi imbang 2-2.

Namun, torehan manis Suns tak membuat D?Antoni besar kepala. "Itu adalah permainan bagus yang bisa kami mainkan," kata D?Antoni merendah seperti yang dilansir Associated Press.

"Ini tak membuat kami lebih bagus dari Mavericks. Mereka telah menorehkan rekor terbaik dan menjadi unggulan pertama. Yang pasti, playoff nanti bakal sangat kompetitif dan kita lihat apa yang terjadi nanti," paparnya.

Dari kubu Mavericks, Josh Howard membukukan 28 poin diikuti Jerry Stackhouse (25) dan Jason Terry (20). Bintang utama mereka, Dirk Nowitzki, yang dijaga ketat forward Suns, Shawn Marion, mencetak 21 poin.

"Mereka punya strategi yang bagus hari ini. Sebuah permainan yang terencana," komentar pelatih Dallas Avery Johnson. "Mereka melakukan eksekusi dengan bagus," tambahnya.

Sementara itu, dari Air Canada Centre, tuan rumah Toronto Raptors menumbangkan Charlotte Bobcats 107-94. Torehan itu membuat Raptors untuk kali pertama, setelah setelah absen dalam empat musim terakhir, berhasil lolos lagi ke babak playoff.

Raptors (41-32) menduduki posisi pimpinan klasemen Divisi Atlantik dan di Wilayah Timur menduduki peringkat ketiga. Untuk memperebutkan posisi unggulan ketiga di wilayahnya, Chris Bosh dkk masih harus menghadapi kejaran Washington Wizards dan Miami Heat yang merupakan jawara dan runner-up Divisi Southeast.

solaha
03-04-2007, 10:26 PM
Senin, 02/04/2007 13:06 WIB
Suns-Mavericks Imbang
Andi Abdullah Sururi



Phoenix - Phoenix Suns kembali menundukkan Dallas Mavericks pada pertemuan terakhir mereka di babak reguler musim ini. Kedudukan kedua tim terbaik Wilayah Barat tersebut menjadi sama.

Dalam duel terakhir mereka, Senin (2/4/2007), Suns menang 126-104 atas Mavs sekaligus membuat kedudukan kedua tim imbang, 2-2. Sebelumnya skuad Dallas mampu memenangi dua pertarungan pertama mereka dan anak-anak Phoenix lantas membalasnya dua kali pula hanya dalam selang waktu 18 hari.

"Ini soal sebaik mana kami bisa menampilkan permainan kami," ujar pelatih Phoenix Mike D'Antoni usai pertandingan dikutip Ticker.

Suns membuat Shot sebanyak 65 persen, yang tertinggi di musim ini serta rekor di antara tim-tim lain yang bermain di US Airways Center -- dulunya bernama America West Arena. Khusus di kuarter keempat, shot Steve Nash dkk mencapai 86 persen.

Leandro Barbosa memimpin parade topskor dengan mencetak 29 poin untuk tuan rumah. Rekannya yang juga MVP dua musim berturut-turut, Nash, menambahkan 23 angka dan 11 assist.

Amare Stoudemire juga layak diacungi jempol berkat torehan 24 angkanya hari ini. Pada 14 Maret lalu, saat Suns menang 129-127 di Dallas lewat dua kali overtime, ia menghasilkan 41 poin.

Sementara dari kubu Mavericks, Josh Howard membukukan 28 poin, diikuti Jerry Stackhouse (25) dan Jason Terry (20). Adapun bintang utama mereka, Dirk Nowitzki,yang dijaga ketat oleh Shawn Marion, menghasilkan 21 angka.

"Mereka punya strategi yang bagus hari ini. Sebuah permainan yang terencana," komentar pelatih Dallas Avery Johnson. "Mereka melakukan eksekusi, dan kami tak pernah meninggalkan hotel."

Meski dipuji dan menang, tapi D'Antoni mengelak dikatakan timnya lebih baik dari Mavs. "Dallas punya rekor terbaik dan mereka akan jadi unggulan pertama (di babak playoff. Tapi saya pikir ini akan sangat kompetitif dan kita lihat saja apa yang terjadi nanti."
(a2s/krs)

solaha
03-04-2007, 10:27 PM
Senin, 02/04/2007 14:23 WIB
Raptors Lolos Playoff
Andi Abdullah Sururi



Chris Bosh (canada.com)
Toronto - Setelah absen dalam empat musim terakhir, Toronto Raptors akhirnya berhasil lolos lagi ke babak <>playoff. Ini ditentukan berkat kemenangan atas Charlotte Bobcats, Senin (2/4/2007).

Raptors masih memimpin klasemen Divisi Atlantik dan di Wilayah Timur menduduki peringkat ketiga. Untuk memperebutkan posisi unggulan ketiga di wilayahnya, Chris Bosh dkk masih harus menghadapi kejaran Washington Wizards dan Miami Heat.

Atas suksesnya sejauh ini, pihak Raptors memberi pengakuan pada Bryan Colangelo, yang sejak musim lalu diambil dari Phoenix Suns dan diangkat sebagai General Manager.

Di bawah Colangelo, anak-anak Toronto meningkat kepercayaan diri dan prestasinya, terutama jika dibandingkan dengan capaian musim lalu ketika rekor mereka hanya 27-55.

"Dia membawakan sikap juara. Dia mengeluarkan itu dari semua orang. Dan itu diawali dari manajemen," tukas Chris Bosh, yang pada game ini tampil gemilang dengan mencetak 24 poin dan 16 rebound.

Kiprah Sam Mitchell sebagai pelatih juga tak mungkin dikesampingkan. Hanya saja ia hingga kini belum mendapat kepastian apakah kontraknya yang akan habis di akhir musim ini bakal diperpanjang.

Pada pertandingan lain Detroit Pistons mengungguli Miami Heat 94-88. Indiana Pacers juga meraih kemenangan, yakni 100-99 atas San Antonio Spurs, sekaligus menyudahi enam kemenangan beruntun tim lawannya itu.

Hasil pertandingan:
Miami 88 vs Detroit 94
Chicago 105 vs Atlanta 97
Memphis 117 vs Golden State 122
Dallas 104 vs Phoenix 126
Washington 121 vs Milwaukee 107
Cleveland 96 vs Boston 98
Minnesota 105 vs Orlando 104 OT
Utah 86 vs Houston 83
Charlotte 94 vs Toronto 107
San Antonio 99 vs Indiana 100
Denver 114 vs Seattle 103
Sacramento 103 vs LA Lakers 126 (a2s/mel)

solaha
03-04-2007, 10:28 PM
Selasa, 03/04/2007 13:06 WIB
Mavs Kontrak Pebasket Tertua
Meliyanti Setyorini



Dallas - Kevin Willis menjadi pebasket aktif tertua di NBA saat ini setelah dikontrak Dallas Mavericks. Pria 44 tahun itu sekaligus pebasket tertua yang pernah bermain untuk Mavs.

Dilansir ESPN, Selasa (3/7/2007), kontrak Willis tak lama yakni hanya 10 hari.

Kelahiran 6 September 1962 itu telah berlatih dengan Mavs kemarin waktu setempat dan bersama rekan-rekannya akan dibawa pelatih Avery Johnson ke Sacramento, guna menghadapi Sacramento Kings pada hari Selasa (Rabu WIB).

Willis sudah malang-melintang di NBA sejak tahun 1984 dan berpengalaman dengan tujuh tim. Sebelum dengan Mavs, Willis pernah membela Atlanta Hawks, Miami Heat, Golden State Warriors, Houston Rockets, Toronto Raptors, Denver Nuggets dan San Antonio Spurs. Dia pun pernah meraih cincin juara bersama Spurs tahun 2003.

Terakhir, pemain berposisi center itu bermain untuk Hawks sebanyak 29 pertandingan di musim 2004-05. Ketika itu dia pun tercatat sebagai pebasket tertua dalam usia 42 tahun.

Namun dua musim terakhir Willis tidak bermain. Selama 20 musim, pemain yang pernah terpilih dalam All Star itu memiliki rata-rata 12,2 poin dan 8,4 rebound.

Alasan Mavs merekrut pebasket yang telah tampil di 1.419 pertandingan NBA itu terkait dengan cederanya center andalan mereka, Erick Dampier. Dampier absen membela Mavs saat melawan Phoenix Suns pada hari Minggu, dan diragukan
tampil melawan Kings. Center lain yang dimiliki Mavs adalah DeSagana Diop.

solaha
03-04-2007, 10:29 PM
Selasa, 03/04/2007 14:20 WIB
Phil Jackson Masuk Hall of Fame
Andi Abdullah Sururi



(AFP/Jonathan Daniel)
Atlanta - Tentu tidak gampang seseorang masuk museum rekor atau sejenisnya. Tapi untuk pelatih sekaliber Phil Jackson, didaftarkan ke dalam Basketball Hall of Fame tentu tidaklah sulit.

Ya. Atas prestasinya yang luar biasa, Jackson memperoleh penghargaan yang tidak sembarang orang mendapatkannya itu. Sembilan cincin juara NBA adalah "kendaraannya".

Dari sembilan gelar juaranya, enam yang pertama ia raih saat menukangi Chicago Bulls di periode 199-1993 dan 1996-1998. Sedangkan tiga sisanya sewaktu menangani LA Lakers berturut-turut dari 2000 sampai 2002.

"Saya diberkati karena telah melatih di berbagai liga dan kota selama 25 tahun. Tapi kesempatan melatih dua klub berbakat di NBA, Bulls dan Lakers, pada kejuaraan ini mengungkapkan semuanya," komentar Jackson dikutip AP.

"Saya menerima penghargaan ini diiringi dengan pengakuan terhadap semua pemain, staf pelatih, dan orang-orang yang membawakan segala kehebatan pada tim-tim itu."

Sembilan cincin juara yang dikoleksi pria berusia 61 tahun itu sama dengan rekor yang dimiliki sosok legendaris di NBA, Red Auerbach. Selain Jackson, Roy Williams juga masuk Hall of Fame. Ia adalah pelatih ketiga dalam sejarah yang membawa dua sekolah ke kejuaraan NCAA. Ia mempersembahkan gelar juara bersama North Carolina di tahun 2005 dan masuk final bersama Kansas.
(a2s/lom)

Ethuang
04-04-2007, 05:38 AM
Rabu, 04 Apr 2007,
Tim-Tim NBA Mulai Atur Posisi Hadapi Playoff


Berjuang Hindari Miami Heat
Tidak lama lagi, regular season NBA 2006-2007 berakhir. Perebutan posisi playoff kini sedang panas-panasnya. Selain mencoba masuk babak tersebut, tim-tim kuat juga mulai mengatur posisi, mengejar lawan ideal. Kalau di Timur, itu berarti menghindari tim juara bertahan, Miami Heat.
---------------

Tidak sampai tiga pekan lagi, musim reguler NBA 2006-2007 berakhir. Sebanyak 16 tim bakal melanjutkan ke babak playoff (delapan di masing-masing wilayah), 14 lainnya harus menunggu sampai musim depan.

Sekarang, posisi playoff itu sudah hampir penuh. Hanya tinggal beberapa tim yang berpeluang merebut posisi yang tersisa. Yang lebih seru justru perjuangan mengatur posisi di urutan delapan besar. Apakah lebih suka di urutan 1 atau 2, 4 atau 5, dan 7 atau 8.

Playoff menganut sistem seeding. Posisi 1 di setiap wilayah, yaitu tim dengan rekor terbaik di wilayah tersebut, akan menghadapi urutan 8. Posisi 2 lawan 7, posisi 3 lawan 6, dan 4 lawan 5. Tim dengan posisi lebih tinggi mendapatkan home court advantage, bermain di kandang lebih sering dalam ajang yang berlangsung best of seven tersebut.

Dalam hal ini, persaingan di Wilayah Timur mungkin lebih seru daripada di Barat. Kalau di Barat, posisi 1, 2, dan 3 sudah hampir pasti diraih Dallas Mavericks, Phoenix Suns, dan San Antonio Spurs. Urutan 4 dan 5 diperebutkan Houston Rockets dan Utah Jazz. Keduanya hampir pasti bertemu di babak pertama playoff, tinggal berebut rekor terbaik untuk merebut home court advantage.

Di wilayah ini, urutan 6 sampai 8 masih diperebutkan oleh sejumlah tim. Namun, perebutan mungkin tidak terlalu berdampak besar. Mengingat siapa pun finis di tiga urutan tersebut, kemungkinan besar akan terhenti di babak pertama, dihantam oleh Mavericks, Suns, atau Spurs.

Di Wilayah Timur, persaingan jauh lebih ketat. Memang, wilayah ini tidak sekuat Barat. Tapi, kejutan lebih bisa muncul di Timur. Tim di urutan rendah, siapa pun itu, punya peluang menghentikan laju tim empat besar.

Detroit Pistons kemungkinan besar bakal mengunci posisi pertama Timur. Di belakangnya, masih ada persaingan sengit memperebutkan posisi 2 sampai 8. Bukan hanya berebut posisi, juga berebut lawan.

Cleveland Cavaliers dan Chicago Bulls sekarang punya rekor nyaris sama. Dia yang unggul, nantinya akan meraih urutan 2. Dia yang kalah, terpuruk ke posisi 5. Kok bisa? Karena keduanya berada di divisi yang sama dengan Pistons, Divisi Central. Berdasarkan aturan, posisi empat besar hanya diberikan kepada tiga juara divisi, plus tim dengan rekor terbaik berikutnya. Karena Pistons kandidat juara Central, hanya ada satu tempat lagi di empat besar untuk Cavaliers dan Bulls.

Masalahnya, urutan 5 itu merupakan salah satu urutan yang paling ingin dihindari. Siapa pun yang meraihnya, bisa menghadapi lawan superberat di babak pertama, yaitu Miami Heat. Tim juara bertahan itu tampil angin-anginan selama regular season, namun selalu menjadi ancaman saat playoff.

Sekarang, Heat masih ada di urutan 6. Tapi, mereka punya rekor nyaris sama dengan Washington Wizards, yang sekarang ada di urutan 4. Dia yang unggul bakal jadi juara Divisi Southeast, mengamankan posisi empat besar.

Yang membuat Heat semakin mengerikan, tim itu tampaknya bakal mampu tampil full team ketika tiba waktunya playoff. Sepanjang musim ini, Heat memang termasuk yang paling banyak dirugikan oleh cedera. Total, tim ini baru sekali tampil dengan formasi lengkap. Dua bintang utamanya, Dwyane Wade dan Shaquille O?Neal, total tak bisa tampil dalam 66 pertandingan karena cedera. Bahkan, keduanya hanya bisa tampil bersama sebanyak 13 kali.

Saat ini, Wade masih belum bisa tampil karena cedera bahu. Enam pekan lamanya dia sudah absen, menjalani terapi. Wade menolak operasi, karena itu berarti absen sama sekali dari musim ini. Lebih baik terapi dulu, lalu membela tim saat playoff, baru kemudian operasi setelah musim berakhir.

Kabar baik untuk Heat, Wade sudah mulai latihan Senin lalu (kemarin WIB). Dan dia mengaku tak lagi kesakitan, tinggal menunggu lampu hijau dari dokter untuk kembali berlaga. "Percayalah. Ketika saya kembali bertanding, kondisi saya bakal prima," ucap Wade seperti dilansir Associated Press kemarin.

Kalau omongan Wade itu benar, tim pesaing bakal berjuang makin keras untuk menghindari Heat di babak pertama playoff.

Ethuang
04-04-2007, 05:39 AM
Klasemen Playoff NBA
(Hingga 2 April 2007)


Wilayah Timur

1. Detroit Pistons* 47-26
2. Cleveland Cavaliers* 44-30
3. Toronto Raptors** 41-32
4. Washington Wizards** 39-33
5. Chicago Bulls* 44-31
6. Miami Heat 39-34
7. New Jersey Nets 34-39
8. Orlando Magic 34-30
----
9. Indiana Pacers 32-41
10. New York Knicks 31-42
11. Philadelphia 76ers 29-44
12. Charlotte Hornets 28-46
13. Atlanta Hawks 27-47
14. Milwaukee Bucks 25-47
15. Boston Celtics 23-50


Wilayah Barat

1. Dallas Mavericks* 61-12
2. Phoenix Suns* 55-18
3. San Antonio Spurs* 52-21
4. Utah Jazz** 48-25
5. Houston Rockets* 47-27
6. Los Angeles Lakers 39-34
7. Denver Nuggets 36-36
8. Los Angeles Clippers 36-37
----
9. Golden State Warriors 35-39
10. New Orleans/OKC Hornets 33-40
11. Minnesota Timberwolves 31-42
12. Sacramento Kings 30-42
13. Seattle SuperSonics 30-43
14. Portland Trail Blazers 29-44
15. Memphis Grizzlies 19-56

Catatan:
* = Kunci posisi playoff
** = Pimpin divisi. Juara divisi diberi jaminan posisi empat besar playoff

itach1ez
04-04-2007, 07:42 PM
Klasemen Playoff NBA
(Hingga 2 April 2007)


Wilayah Timur

1. Detroit Pistons* 47-26
2. Cleveland Cavaliers* 44-30
3. Toronto Raptors** 41-32
4. Washington Wizards** 39-33
5. Chicago Bulls* 44-31
6. Miami Heat 39-34
7. New Jersey Nets 34-39
8. Orlando Magic 34-30
----
9. Indiana Pacers 32-41
10. New York Knicks 31-42
11. Philadelphia 76ers 29-44
12. Charlotte Hornets 28-46
13. Atlanta Hawks 27-47
14. Milwaukee Bucks 25-47
15. Boston Celtics 23-50


Wilayah Barat

1. Dallas Mavericks* 61-12
2. Phoenix Suns* 55-18
3. San Antonio Spurs* 52-21
4. Utah Jazz** 48-25
5. Houston Rockets* 47-27
6. Los Angeles Lakers 39-34
7. Denver Nuggets 36-36
8. Los Angeles Clippers 36-37
----
9. Golden State Warriors 35-39
10. New Orleans/OKC Hornets 33-40
11. Minnesota Timberwolves 31-42
12. Sacramento Kings 30-42
13. Seattle SuperSonics 30-43
14. Portland Trail Blazers 29-44
15. Memphis Grizzlies 19-56

Catatan:
* = Kunci posisi playoff
** = Pimpin divisi. Juara divisi diberi jaminan posisi empat besar playoff


Thanks bro ethuang infonya.;)
Jadi masih ada beberapa tim dari masing-masing wilayah yang memperebutkan sisa 3 kunci posisi play-off di masing-masing wilayah.

Kucing_Imutz
05-04-2007, 04:22 AM
smoga chicago bulls bisa juara nba lagi

solaha
06-04-2007, 06:11 AM
Rabu, 04/04/2007 12:20 WIB
Sonics Tak Bisa Menang Lawan Spurs
Meliyanti Setyorini



San Antonio - San Antonio Spurs menjadi lawan yang mengerikan buat Seattle Supersonics musim ini. Buktinya Sonics tidak mampu mengalahkan Tim Duncan cs di reguler season.

Kekalahan terakhir diderita Sonics di AT&T Center, San Antonio, Rabu (4/4/2007) WIB, dengan skor 110-91. Itu merupakan kekalahan keempat Sonics atas Spurs dari empat pertemuan.

Spurs seakan menjadi momok buat Sonics musim ini. Bulan lalu, tim yang diarsiteki oleh Gregg Popovich itu bahkan memaksa Rashard Lewis cs menelan salah satu kekalahan terburuk di kandang saat menghajar Sonics 120-79.

"Mereka tim yang sangat baik, titik. Mereka menunjukkan sejauh mana mereka ada di depan kami. Masih banyak yang harus kami pelajari. Masih banyak yang harus kami perbaiki," tukas Lewis.

Pada pertandingan itu forward Spurs, Bruce Bowen, tampil impresif dengan sumbangan 18 poin. Yang istimewa, kesemuanya dihasilkan melalui tembakan tiga angka.

Bowen, yang memang terkenal sebagai salah satu penembak tiga angka yang jitu di NBA, sebelumnya juga pernah melesakkan enam tembakan tiga angka. Yang dibukukannya hari ini adalah untuk kali ketiga dalam karirnya.

"Mendapatkan begitu banyak kesempatan menembak sungguh luar biasa," sahut pebasket yang mampu menuntaskan enam tembakan dari sembilan peluang yang diperolehnya pada pertandingan itu.

"Saya punya kesempatan untuk menembak. Jika dibandingkan dengan pertandingan lain, dimana saya tidak mendapatkan kesempatan itu. Rasanya menyenangkan, walau saya pernah melakukan ini sebelumnya," sambungnya.

Di kubu Sonics, poin terbanyak disumbangkan oleh Chris Wilcox dengan raihan 20 poin. Kalah, Sonics pun semakin jauh dari tempat di playoff. Saat ini tim yang diarsiteki Bob Hill itu menempati posisi 13 klasemen Wilayah Barat dengan selisih enam game dengan tim di posisi delapan.

Sementara itu Indiana Pacers masih harus berjuang lebih keras guna mengamankan posisinya di playoff. Kalah 100-85 atas Detroit Pistons, Pacers terlempar dari delapan besar Wilayah Timur.

Dengan rekor pertandingan 32-42, Pacers tertinggal dua game di belakang peringkat delapan Orlando Magic. Sebaliknya, kemenangan atas Pacers membuat Pistons semakin mantap di puncak klasemen Wilayah Timur. (mel/krs)

solaha
06-04-2007, 06:11 AM
Rabu, 04/04/2007 12:51 WIB
Bryant Bikin Rekor Lagi
Meliyanti Setyorini



Kobe Bryant (Ist)
Los Angeles - Kobe Bryant tidak berhenti membuat sensasi. 39 poin yang dibukukannya saat Los Angeles Lakers melawan Denver Nuggets kembali membuat namanya masuk buku rekor NBA.

Bryant menggeser legenda Chicago Bulls, Michael Jordan, sebagai pebasket termuda yang mampu menembus total poin 19,000.

Pemain berposisi guard itu menggeser Jordan yang sebelumnya menorehkan rekor itu dalam usia 29 tahun dan 62 hari. Adapun Bryant membuat total poin 19,013 dalam usia 28 tahun dan 223 hari.

Sayang, rekor Bryant diwarnai dengan kekalahan Lakers atas Nuggets 105-111 di Staples Center, Rabu (4/4/2007) WIB. Kekalahan itu sekaligus mengakhiri laju tiga kemenangan tim yang diarsiteki Phil Jackson itu.

Kemenangan Nuggets tidak terlepas dari kecemerlangan duo Carmelo Anthony dan Allen Iverson. Anthony menjadi pendulang poin terbanyak dengan sumbangan 31 poin. Sementara Iverson mengemas double-double, 20 poin plus 10 assist.

Kemenangan atas Lakers memantapkan posisi Nuggets di zona playoff, yang kini menempati posisi ketujuh klasemen Wilayah Barat. Nuggets tampil tanpa pelatih George Karl yang harus mendampingi anaknya yang menjalani operasi kanker.


Hasil pertandingan lainnya:

Detroit 100 v Indiana 85
Washington 102 v Charlotte 122
Toronto 89 v Miami 92
New Orl/OKC 119 v Milwaukee 101
Cleveland 101 v Minnesota 88
Seattle 91 v San Antonio 110
Phoenix 116 v Memphis 111
Dallas 97 v Sacramento 93
(mel/krs)

solaha
06-04-2007, 06:12 AM
Kamis, 05/04/2007 13:54 WIB
Rockets Sial Dua Kali
Meliyanti Setyorini



Houston - Sudah jatuh tertimpa tangga. Demikian pepatah yang cocok untuk menggambarkan nasib Houston Rockets. Sudah kalah dari Golden State Warriors 110-99, Tracy McGrady pun cedera.

Cedera punggung menghantam McGrady saat pertandingan baru berlangsung selama tujuh menit. Tetapi baru setelah halftime, Rockets, yang tidak memainkannya sampai kuarter kedua berakhir, baru mengumumkan kalau pemain All Star itu tidak akan bermain lagi.

Tanpa McGrady, Rockets kehilangan daya gedornya. Apalagi Yao tidak bisa berbuat maksimal karena mendapatkan penjagaan ketat dari para pemain Warriors.

Pada pertandingan itu Warriors memaksa Rockets melakukan 23 turnover, dan "menghukum" tim yang diarsiteki oleh Jeff Van Gundy itu dengan tembakan tiga angka (16 dari 35 percobaan). Tetapi faktor absennya McGrady disebut pemain Warriors menjadi faktor yang paling menguntungkan timnya.

"Para dewa basket sedang bersama kami karena Tracy tidak bisa bermain," kelakar guard Warriors Stephen Jackson, yang pada pertandingan itu mencetak 17 poin. Dari kubu Warriors top skor diraih Jason Richardson dengan sumbangan 27 poin.

Adapun dari kubu Rockets, Luther Head mencetak 30 poin --tertinggi dalam karirnya. Guard pengganti McGrady ini tampil menggila dengan sumbangan 21 poin dari tembakan tiga angka. Sementara Yao "hanya" mampu menyumbang sembilan poin.

Atas kemenangan ini Warriors memperbesar peluang lolos ke playoff. Tim yang diarsiteki oleh Don Nelson itu bersaing dengan Los Angeles Clippers, yang pada pertandingan lain mengalahkan saudara sekotanya, Lakers, 90-82. Clippers masih unggul satu setengah game atas Warriors dan berada di posisi kedelapan Wilayah Barat.

Adapun Rockets, yang kini menempati peringkat lima klasemen, sudah memastikan lolos ke playoff. Namun mereka dibayang-bayangi dengan cederanya McGrady. "Kami sudah masuk (playoff). Oleh karena itu saya tidak akan memaksa bermain sampai saya siap," tukasnya.

Nasib lebih buruk dari Rockets dialami oleh Washington Wizards. Tim yang belum memastikan tempat di playoff itu harus menelan pil pahit setelah andalannya, Gilbert Arenas, mengalami cedera lutut dalam kekalahan atas Charlotte Hornets 108-100.

Arenas baru akan menjalani MRI pasca pertandingan itu, namun menurut prediksi pemain yang tiga kali terpilih dalam All Star itu bakal absen dalam hitungan minggu. Tanpa andalannya, yang juga salah satu pemilik rata-rata poin terbaik di NBA saat ini, Wizards harus mempertahankan peringkat keenam Wilayah Barat dari kejaran rival-rivalnya.

Pada pertandingan itu tampil sebagai Gerald Wallace tampil sebagai pahlawan Bobcats lewat sumbangan 27 poin dan 12 rebound. Sementara tanpa Arenas, Antonio Daniels menjadi top skor Wizards dengan sumbangan 18 poin.


Hasil pertandingan lainnya:

Toronto 111 v Orlando 108
Chicago 106 v Detroit 88
Atlanta 86 v New Jersey 101
Philadelphia 92 v New York 90
Boston 89 v Milwaukee 98
Seattle 92 v New Orl/OKC 101 (OT)
Sacramento 115 v Denver 120
Utah 89 v Portland 94
Clippers 90 v Lakers 82 (mel/lom)

solaha
06-04-2007, 06:13 AM
Jumat, 06/04/2007 05:40 WIB
Tak Ada Lagi Gilbert Arenas di Wizards
Mohammad Yanuar Firdaus



AFP/Getty Images/File/Chris McGrath
Washington - Kekuatan Washington Wizards dipastikan berkurang di sisa musim ini. Soalnya salah satu pointer terbaik mereka, Gilbert Arenas, mengalami cedera dan dipaksa absen hingga akhir musim.

Arenas mengalami cedera parah pada lutut kirinya saat Wizards berhadapan dengan Charlotte Hornets, Kamis (5/4/2007) lalu. Pemeriksaan pun langsung dilakukan dan hasil tes menunjukkan hasil yang mengecewakan.

"Cedera yang dialaminya cukup parah dan ia harus menjalani operasi arthroscopic untuk menyembuhkannya," demikian pernyataan yang dikeluarkan Presiden of Basketball Operations Ernie Grunfeld seperti dilansir Eurosport.

"Ada kemungkinan Arenas akan absen dalam dua hingga tiga bulan mendatang," lanjutnya.

Sebuah kehilangan tersendiri bagi Wizards. Bagaimana tidak, guard berusia 25 tahun itu merupakan salah satu pemain andalan Wizards di musim ini. Torehan rata-rata 28,4 poin dan enam assists per game-nya menegaskan kualitas Arenas.

"Kami berharap ia bisa sembuh dengan sebenar-benarnya dan kami tahu bahwa semua rekan-rekannya akan tetap tampil baik untuk menutupi pos yang ditinggalkannya," tutur Grunfeld lagi.

Sebelumnya Wizards juga sudah kehilangan Caron Butler. Pemain yang menempati posisi forward itu mengalami patah tulang tangan saat melawan Milwaukee Bucks Minggu lalu dan harus absen hingga enam pekan.
(ian/ian)

Ethuang
07-04-2007, 07:45 AM
Sabtu, 07 Apr 2007,
Menang Lagi, Heat Jatuhkan Cavaliers


Miami Heat makin hari makin menyeramkan. Juara bertahan NBA ini kembali meraih kemenangan besar, Kamis lalu (kemarin WIB). Mereka menundukkan pesaing di Wilayah Timur, Cleveland Cavaliers, 94-90, lewat babak overtime.

Berarti, Shaquille O?Neal dkk berhasil resmi mengunci posisi playoff. Mereka sekarang berada di peringkat 4 Wilayah Timur, dengan peluang besar naik ke peringkat 3 dan menggeser Toronto Raptors.

Di sisi lain, kekalahan itu menjatuhkan Cavaliers, dari peringkat 2 ke posisi 5 Wilayah Timur. Chicago Bulls, yang sehari sebelumnya menundukkan Detroit Pistons, sekarang naik ke posisi 2.

Usai meraih kemenangan, pelatih Heat, Pat Riley, mengaku sangat lega. Sebab, awal musim ini timnya sempat terancam tak masuk playoff. "Kami sekarang sudah pasti masuk (playoff). Sekarang kami bisa mengejar target yang lebih tinggi," ucapnya.

Sekarang, Heat masih bertanding tanpa pemain terbaiknya, Dwyane Wade, yang masih memulihkan diri dari cedera bahu. Tidak lama lagi, pemain bernomor kostum 3 itu bakal berlaga lagi, membuat Heat semakin ditakuti lagi.

Ethuang
07-04-2007, 08:27 AM
Sabtu, 07 Apr 2007,
Cedera Lutut, Kiprah Arenas Berakhir


WASHINGTON - Superstar baru NBA, Gilbert Arenas, terpaksa mengakhiri kiprahnya bersama Washington Wizards di musim 2006-2007 ini. Cedera lutut yang dialaminya saat berlaga melawan Charlotte Bobcats Rabu lalu (Kamis Wib) ternyata lebih parah dari yang diduga. Lateral meniscus (bantalan) pada lutut kirinya sobek. Meski kemarin langsung dioperasi, dia harus absen selama dua sampai tiga bulan.

Berarti, pemain yang dianggap sebagai badut NBA itu tak bisa membela Wizards pada dua pekan terakhir musim reguler, plus babak playoff. Peluang tim itu untuk mengejar gelar pun dianggap habis. Sebab, dua hari sebelumnya, mereka juga kehilangan pemain pilar, Caron Butler, akibat patah tangan.

Rabu lalu bisa dibilang merupakan hari buruk Arenas. Sebelum bertanding, Eddie Jordan selaku pelatih memberinya hukuman tidak boleh jadi starter karena datang terlambat untuk latihan. Berarti, pemain 25 tahun itu baru masuk ketika kuarter pertama menjelang berakhir.

Apesnya, baru dua menit main, Arenas tertimpa pemain Bobcats, Gerald Wallace, tepat pada lutut kirinya. Dia pun terbaring di lapangan, harus dipapah keluar. Semula tim hanya mengira Arenas cedera ringan. Namun, pemeriksaan lanjutan menunjukkan cedera lebih parah.

Operasi arthroscopic dilakukan di Sibley Memorial Hospital di Washington DC. Dia baru bisa turun ke lapangan lagi sekitar bulan Juni, itu pun kalau Wizards masuk babak final. Secara realistis, aksi seru Arenas baru bisa dilihat lagi musim depan.

Dalam 74 pertandingan musim ini, Arenas merupakan salah satu mesin poin paling disegani di NBA. Dia membukukan rata-rata 28,4 poin plus 6 assist. Musim ini dia telah mencetak total 2.105 poin, termasuk meraup 60 poin dalam pertandingan melawan Los Angeles Lakers, 17 Desember lalu.

Cedera ini merupakan yang paling parah dalam karir Arenas. Dia terakhir banyak absen pada musim 2003-2004, tak bisa tampil dalam 27 pertandingan karena cedera otot perut.

"Kami sangat menyayangkan cedera ini. Gilbert sedang bermain dalam taraf elite. Tapi dia tipe orang tak pernah menyerah. Dia akan tekun menjalani terapi dan kembali dalam kondisi lebih kuat lagi," kata Ernie Grunfeld, direktur operasional Wizards, lewat pernyataan resmi tim.

Ucapan semoga lekas sembuh juga muncul dari berbagai pihak di NBA. Di antaranya dari LeBron James, superstar Cleveland Cavaliers yang juga teman dekat Arenas. "Semoga dia kembali lebih kuat. Saya senang bertanding melawan dia. Sebagai teman, saya mengharapkan yang terbaik," kata James seperti dilansir Associated Press.

Ethuang
07-04-2007, 08:28 AM
Sabtu, 07 Apr 2007,
Hasil Pertandingan Kemarin

Miami Heat v Cleveland Cavaliers 94-90 (OT)
Phoenix Suns v San Antonio Spurs 85-92


Klasemen Playoff
Wilayah Timur

1. Detroit Pistons** 48-27
2. Chicago Bulls* 45-31
3. Toronto Raptors ** 42-33
4. Miami Heat** 41-34
5. Cleveland Cavaliers* 45-31
6. Washington Wizards 39-35
7. New Jersey Nets 35-39
8. Orlando Magic 34-41

Catatan:
* - Kunci posisi playoff
** - Pimpin divisi, digaransi posisi empat besar

Ethuang
08-04-2007, 10:57 AM
Minggu, 08 Apr 2007,
Gelar Pertama Raptors


Toronto Raptors mencatat sejarah. Untuk kali pertama, tim tersebut berhasil mengunci gelar Divisi Atlantic di Wilayah Timur NBA. Untuk kali pertama pula, gelar divisi jatuh ke tim yang bermarkas di luar Amerika Serikat (Toronto di Kanada).

Chris Bosh dkk mengamankan gelar setelah mengalahkan Philadelphia 76ers, 94-85, Jumat lalu (kemarin WIB). Setelah itu, mereka tertolong oleh kekalahan yang dialami pesaing utama di Divisi Atlantic, New Jersey Nets. Jason Kidd dkk ditundukkan Chicago Bulls, 74-105.

Menurut Sam Mitchell, pelatih Raptors, sukses ini bakal dijadikan motivator untuk meraih prestasi lebih hebat lagi. "Ketika keliling, kita selalu melihat bendera tanda juara bergantung di atas stadion. (Sekarang kami memilikinya). Kalau ingin punya tradisi menang, hal-hal seperti ini sangat penting sebagai bukti hasil kerja keras," ujarnya.

Ethuang
08-04-2007, 10:58 AM
Minggu, 08 Apr 2007,
Denver Makin Berbahaya


Bendung Mavericks, Kuda Hitam Playoff
DENVER - Denver Nuggets tampaknya bakal menjadi lawan yang menakutkan di babak playoff nanti. Kemarin WIB, tim yang diperkuat Carmelo Anthony dan Allen Iverson itu mampu menaklukkan tim terkuat di NBA, Dallas Mavericks, dengan skor tipis 75-71.

Saat ini, Nuggets berada di urutan 7 klasemen playoff Wilayah Barat. Kalau mampu mempertahankannya, maka mereka akan menghadapi Phoenix Suns di ronde pertama, dua pekan lagi. Sama seperti Suns, Nuggets punya gaya run and gun (main cepat). Bedanya, Nuggets punya defense yang lebih galak. Dengan begitu, tim asuhan George Karl itu pun berpeluang membuat kejutan.

Pertandingan melawan Mavericks kemarin menunjukkan kemampuan defense Nuggets. Sejak awal, kedua tim sudah harus mengandalkan pertahanan, karena sama-sama kesulitan mencetak poin. Saking sulitnya, setelah dua kuarter skor masih 37-30 untuk Mavericks. Padahal, kedua tim sama-sama punya banyak senjata, memasukkan bola dari dekat ring maupun luar garis tiga angka.

Sadar tak bisa cetak poin, Nuggets tampil sangat agresif di kuarter ketiga, membatasi Mavericks hingga hanya 14 poin di kuarter tersebut. Setelah itu, mereka kejar-kejaran angka sampai menit terakhir, sebelum akhirnya Nuggets menang dua bola.

Anthony membukukan 23 poin untuk Nuggets, Allen Iverson menyumbang 22 poin. Bintang Mavericks yang juga kandidat Most Valuable Player (MVP) NBA, Dirk Nowitzki, meraih 22 poin dan 12 rebound.

Kemenangan ini merupakan yang keempat berturut-turut untuk Nuggets, dan merupakan modal terbesar menghadapi playoff nanti. "Kami mampu bermain defense dan bakal menemukan cara lebih baik dalam bermain offense. Saya rasa kami adalah tim yang sangat berbahaya. Semoga saja kemenangan ini mampu meningkatkan rasa percaya diri dan kekompakan tim," ucap Karl, seperti dilansir Associated Press.

Ethuang
08-04-2007, 10:59 AM
Minggu, 08 Apr 2007,
HASIL KEMARIN:


Indiana Pacers v Charlotte Bobcats 112-102
Toronto Raptors v Philadelphia 76ers 94-85
Miami Heat v Boston Celtics 88-85
Atlanta Hawks v Milwaukee Bucks 115-102
Minnesota Timberwolves v New York Knicks 99-94
Cleveland Cavaliers v Washington Wizards 99-94
Phoenix Suns v NO/OKC Hornets 103-95
Chicago Bulls v New Jersey Nets 105-74
Portland Trail Blazers v Houston Rockets 85-78
Golden State Warriors v Memphis Grizzlies 116-104
Sacramento Kings v Utah Jazz 107-103
Denver Nuggets v Dallas Mavericks 75-71
Los Angeles Lakers v Seattle SuperSonics 112-109


Klasemen Playoff Wilayah Barat

1. Dallas Mavericks** 62-13
2. Phoenix Suns** 57-19
3. San Antonio Spurs* 54-21
4. Utah Jazz** 48-27
5. Houston Rockets* 47-29
6. Los Angeles Lakers 40-36
7. Denver Nuggets 39-36
8. Los Angeles Clippers 37-37

Catatan:
* = Kunci posisi playoff.
** = Juara divisi, jaminan posisi empat besar.

Ethuang
09-04-2007, 08:37 AM
Senin, 09 Apr 2007,
Kidd-Carter Samai Rekor Jordan-Pippen


NEW JERSEY - Dua guard New Jersey Nets, Jason Kidd dan Vince Carter, on fire. Mereka berhasil membawa Nets menumbangkan tim tamu Washington Wizards dengan skor 120-114 melalui overtime di Continental Airlines Arena kemarin WIB. Tak hanya itu, mereka juga berhasil menyamai rekor legenda hidup NBA, Michael Jordan dan Scottie Pippen saat membela Chicago Bulls untuk dua pemain dalam satu tim yang mencetak triple-doubles. Pada 3 Januari 1989, Jordan membukukan 41 poin, 11 assist dan 10 rebound. Sedangkan, Pippen menambahkan 15 poin, 12 assist, dan 10 rebound. Ini terjadi ketika Bulls menumbangkan Los Angeles Clippers 120-114 melalui overtime.

Kemarin, Carter mengoleksi 46 poin, yang merupakan raihan tertinggi selama karinya, 16 rebound yang juga prestasi terbaiknya, dan 10 assist. Kemudian, Kidd meraih rebound dan assist terbanyak selama menekuni NBA dengan 16 rebound dan 18 assist, serta menambahkan 10 poin.

Meski telah menyamai rekor Jordan dan Pippen, Carter tak merasa besar kepala dan merasa tak pantas dibandingkan dengan keduanya. "Anda tak bisa mengalahkan keduanya," tegas Carter.

Ethuang
09-04-2007, 08:38 AM
Senin, 09 Apr 2007,
Mavericks Kunci Unggulan Pertama


DALLAS - Dallas Mavericks memastikan duduk sebagai unggulan pertama babak playoff sekaligus mengunci pimpinan klasemen Wilayah Barat. Ini menyusul kemenangan tim besutan Avery Johnson tersebut atas Portland Trail Blazers 86-74 di kandang sendiri, American Airlines Center, kemarin pagi WIB.

Mavericks, yang telah mengoleksi rekor menang-kalah 63-13, masih menyisakan enam laga. Tapi, apa pun hasil yang diraih juara bertahan Wilayah Barat itu tak mempengaruhi posisi mereka. Pesaing terkuat Mavericks saat ini, Phoenix Suns (57-19) tak mungkin mengejar karena selisih laga mereka terpaut 12. Sedangkan, sisa laga Suns juga enam pertandingan lagi.

Pada laga berikut, Selasa besok WIB, Mavericks menjamu Los Angeles Clippers. Laga ini bisa dianggap sebagai ajang pemanasan menjelang ronde pertama playoff. Itu dengan syarat Clippers (37-38) terus bertahan di posisi kedelapan. Posisi tim besutan Mike Dunleavy Sr itu masih belum aman karena bersaing dengan Golden State Warriors (37-40).

Dalam laga melawan Portland Trail Blazers itu, Dirk Nowitzki dkk bermain agresif. Mereka tak ingin mengenang hasil buruk saat menjamu Denver Nuggets, sehari sebelumnya. Apalagi, lawan yang mereka hadapi adalah tim papan bawah. Karena itu, Mavericks wajib menang.

Dominasi Mavericks langsung tampak pada awal pertandingan. Mereka langsung menggebrak dengan unggul hingga terpaut 28 poin pada dua kuarter pertama. Karena merasa sudah unggul, Avery Johnson berani memperbanyak Nowitzki duduk di bangku cadangan. Kandidat kuat MVP itu hanya bermain 26 menit dan mencetak 11 poin saja.

Johnson tampaknya sangat pede (percaya diri) menang dan ingin menyimpan kekuatan untuk menghadapi playoff. Padahal, saat itu, dua pemain andalan Mavericks tak tampil. Josh Howard mengalami cedera engkel dan tak memasukkan Jerry Stackhouse dalam daftar line up.

Arsitek Mevericks tersebut juga ingin menjajal pemain mudanya. Dia memberi kesempatan bermain lebih banyak kepada rookie Maurice Ager, yang bermain selama 25 menit. Kepercayaan itu dijawab Ager yang membukukan 8 poin dan melakukan dua dunk.

"Saya memang ingin melihat penampilannya seperti itu. Saya tak pernah melihat dia bermain sangat agresif ketika berlatih," tutur Johnson seperti yang dilansir Associated Press.

Top skor Mavericks direbut Jason Terry dengan membukukan 29 poin, dengan 22 angka di antaranya dicetak pada dua kuarter pertama.

Sedangkan, di kubu Blazers (31-45), yang bertengger di peringkat ke-13 Wilayah Barat, kekalahan itu membuat mereka gagal memetik kemenangan tiga kali beruntun. Guard Blazers, Jarrett Jack, mencetak angka terbanyak bagi timnya dengan 18 poin.

Ethuang
09-04-2007, 08:38 AM
Senin, 09 Apr 2007,
HASIL KEMARIN:

Indiana Pacers v Boston Celtics 105-98
Orlando Magic v Memphis Grizzlies 116-89
NO/OKC Hornets v Minnesota Timberwolves 96-94
San Antonio Spurs v Golden State Warriors 112-99
New Jersey Nets v Washington Wizards 120-114 (OT)
Seattle SuperSonics v Utah Jazz 106-103
Dallas Mavericks v Portland Trail Blazers 86-74
New York Knicks v Milwaukee Bucks 118-113 (OT)
Denver Nuggets v Los Angeles Clippers 96-93

Ethuang
10-04-2007, 08:15 AM
Selasa, 10 Apr 2007,
Wade Kembali, Wade Karatan


MIAMI - Selamat kembali, Dwyane Wade! Setelah absen 6,5 minggu karena cedera bahu, bintang utama Miami Heat itu kemarin WIB kembali berlaga di lapangan. Sayang, dia tampak karatan, bahkan menjadi salah satu penyebab utama kekalahan. Tim juara bertahan ini ditundukkan oleh salah satu tim terlemah di NBA, Charlotte Bobcats, 103-111, lewat overtime.

Dengan hanya dua minggu tersisa pada musim reguler 2006-2007, Heat sedang panas-panasnya mengejar peringkat di klasemen playoff Wilayah Timur. Kembalinya Wade seharusnya membuat tim itu makin berbahaya. Tapi kenyataannya, pemain bernomor kostum 3 itu masih perlu waktu untuk menemukan kembali ritmenya.

Wade tampil sebagai pemain cadangan, baru masuk lapangan ketika kuarter pertama tinggal empat menit. Belasan ribu pendukung Heat menyambutnya dengan sorakan keras.

Total, dia tampil 27 menit, membukukan 12 poin. Sayang, performanya tampak karatan. Meski tidak takut menusuk pertahanan Bobcats dan menabrak pemain lawan, Wade hanya memasukkan 3 dari 9 tembakan. Parahnya lagi, dia hanya memasukkan 6 dari 12 free throw.

Karena Wade-lah pertandingan harus berlanjut ke overtime. Tertinggal 91-92, Wade dapat peluang mengunci kemenangan dengan 33 detik tersisa. Namun tembakannya diblok oleh Emeka Okafor.

Kemudian, dengan hanya 2,4 detik tersisa, Wade kembali dapat peluang mengunci kemenangan lewat dua free throw setelah di-foul oleh Raymond Felton. Hanya satu tembakan bebas masuk, dan Bobcats lantas mendominasi babak overtime.

"Senang rasanya bisa kembali. Tapi, kita semua ingin menang. Saya ingin kembali dan membantu meraih kemenangan," kata Wade usai laga tersebut.

Pemain terbaik final tahun lalu itu berjanji akan membalas kekecewaan pada laga-laga berikutnya. "Anda semua tak perlu khawatir. Saya jarang mengulang kesalahan," tukasnya. Yang terpenting, lanjut Wade, dirinya sama sekali tak kesakitan, menambah rasa percaya diri menghadapi laga berikutnya.

Sementara itu, menjelang playoff, kekalahan kemarin cukup memukul perjuangan Heat. Saat ini, mereka berada di urutan 4, mengejar Toronto Raptors di urutan 3. Kekalahan kemarin membuat Heat mundur satu langkah, mengingat pada hari yang sama Raptors mampu mengalahkan Chicago Bulls, 103-89.

Urutan 3 merupakan urutan idaman tim unggulan, karena itu berarti menghadapi Washington Wizards (urutan 6) di babak pertama playoff. Wizards dianggap tak akan bisa melakukan perlawanan, karena dua bintang utamanya mengalami cedera parah, absen sampai musim depan. Caron Butler mengalami patah tangan, Gilbert Arenas cedera lutut.

Ethuang
10-04-2007, 08:16 AM
Selasa, 10 Apr 2007,
Hasil Pertandingan Kemarin:


Detroit Pistons v Cleveland Cavaliers 87-82
Phoenix Suns v Los Angeles Lakers 115-107
Toronto Raptors v Chicago Bulls 103-89
Charlotte Bobcats v Miami Heat 111-103 (OT)
Philadelphia 76ers v Atlanta Hawks 109-104 (OT)
Houston Rockets v Sacramento Kings 112 -106

Ethuang
11-04-2007, 07:33 AM
Rabu, 11 Apr 2007,
Denver Terus Hantam Nama Besar

Makin Kompak, Dorong Lakers ke Zona Bahaya
DENVER - Allen Iverson dan Carmelo Anthony makin lama makin kompak. Hasilnya, Denver Nuggets bukan hanya terus menang, tapi juga terus menghantam tim-tim bernama besar. Kemarin WIB, tim ini membekuk Los Angeles Lakers dengan skor 115-111.

Sejak mendatangkan Iverson pada pertengahan musim lalu, Nuggets sempat kerepotan menemukan kekompakan. Iverson dan Anthony termasuk top scorer NBA yang butuh banyak tembakan, sehingga berpotensi saling berebut mencetak angka.

Perlahan namun pasti, pelatih George Karl menemukan cara membuat mereka tampil harmonis. Nuggets pun menang enam kali berturut-turut, termasuk di antaranya mengalahkan tim terbaik di NBA, Dallas Mavericks, beberapa hari lalu.

Sekarang, Nuggets berada di urutan 6 klasemen playoff Wilayah Barat, dan menjadi salah satu tim yang paling ditakuti para unggulan. Kemarin, Anthony membukukan 33 poin, Iverson 24 poin, dan mendapat bantuan dari pemain pendukung dalam kategori lain. Marcus Camby misalnya, menjadi pilar pertahanan, merengkuh 22 rebound dan melakukan tujuh blok.

"Kami kompak pada saat yang paling tepat," kata Anthony, mengingatkan kita bahwa babak playoff tinggal dua pekan lagi.

Iverson menambahkan, dirinya sekarang merasa lebih tenang daripada ketika masih bersama Philadelphia 76ers. "Saya begitu senang karena sekarang bakal menuju babak playoff," ujar salah satu pemain paling populer di dunia tersebut.

Sementara Nuggets memanas, kondisi Lakers justru semakin memburuk. Tim ini sempat menjadi sorotan ketika Kobe Bryant terus mencetak lebih dari 50 poin di setiap pertandingan. Sekarang, Bryant "membeku," dan Lakers semakin tenggelam. Kemarin, pemain bernomor kostum 24 itu "hanya" membukukan 23 poin.

Tim yang ditangani pelatih legendaris Phil Jackson itu kalah untuk kali keempat dalam lima pertandingan terakhir. Mereka belum pernah mengalahkan tim dengan winning record (lebih banyak menang daripada kalah) sejak 26 Februari lalu.

Sekarang, Lakers pun mulai berkeringat soal peluang masuk playoff. Mereka memang masih bertengger di urutan 7 Wilayah Barat. Tapi, mereka sudah masuk zona bahaya. Rekor mereka (40-38) hanya unggul tipis atas Los Angeles Clippers (37-39) dan Golden State Warriors (38-40) di urutan 8 dan 9. Sekali atau dua kali lagi kalah, Lakers bisa terdepak dari jajaran playoff 2007.

Catatan menarik, laga Nuggets versus Lakers kemarin melibatkan tiga dari tujuh scorer tertinggi NBA musim ini. Bryant memimpin dengan 31,2 poin per pertandingan, Anthony di urutan kedua dengan 29 poin. Iverson ada di urutan tujuh dengan 26,6 poin.

itach1ez
11-04-2007, 05:00 PM
Atlantic Division


Team-------W---L---PCT.---Streak

Toronto........45-33---0.577---W5
New Jersey...37-40---0.481---W2
Philadelphia...32-45---0.416---W2
New York......32-46---0.410---L2
Boston.........23-54---0.299---L4

Central Division


Detroit.........50-27---0.649---W2
Chicago........47-32---0.595---W1
Cleveland......46-32---0.590---L1
Indiana.........34-43---0.442---L1
Milwaukee.....26-51---0.338---L3




Southeast Division


Miami............42-36---0.538---L2
Washington....39-38---0.506---L5
Orlando.........36-41---0.468---W2
Charlotte.......32-47---0.405---W2
Atlanta..........29-49---0.372---W1

Ethuang
12-04-2007, 08:34 AM
Kamis, 12 Apr 2007,
Carter Pecah Rekor Poin


Vince Carter benar-benar mesin poin yang luar biasa. Saat New Jersey Nets mengalahkan Washington Wizards kemarin WIB, dia membukukan 31 poin. Berarti, musim ini dia telah meraup total 1.931 poin, rekor tertinggi tim tersebut. Rekor sebelumnya dibukukan Carter musim lalu dengan 1.911 poin.

Kemenangan ini memperkuat posisi Nets di urutan 7 klasemen Wilayah Timur, mendekatkan diri dengan Wizards di urutan 6. Bagi Wizards, ini merupakan kekalahan kelima berturut-turut. Mereka tak mampu menang sejak kehilangan bintang utama, Gilbert Arenas, akibat cedera lutut.

Untung bagi Wizards, Indiana Pacers kemarin juga kalah. Berarti, tim yang bermarkas di ibu kota Amerika Serikat itu sukses mengunci posisi playoff 2007.

Ethuang
12-04-2007, 08:37 AM
Kamis, 12 Apr 2007,
Diam-Diam Ngerap


Basket identik dengan hip-hop. Banyak pemain NBA yang pernah menjajal menjadi rapper. Sebut saja Shaquille O?Neal dan Ron Artest. Sekarang, ada bintang baru yang menerjuni dunia musik, dan dia tidak berasal dari Amerika Serikat. Dia adalah Tony Parker, guard San Antonio Spurs yang juga kapten tim nasional Prancis.

Pekan lalu, tanpa banyak gembar-gembor, Parker merilis album rap dalam bahasa Prancis. Judul album itu sesuai nama sendiri, Tony Parker, dan untuk sementara hanya tersedia di pasar negeri tersebut. "Saya ingin melihat dulu seperti apa responsnya di Prancis sebelum saya bawa ke Amerika," katanya seperti dilansir ESPN. "Kalau album itu sukses, maka apa saja bisa terjadi," lanjutnya.

Meski tidak serius dijual di Amerika, ternyata album itu masih lebih diterima daripada album My World milik bocah bandel Sacramento Kings, Ron Artest. Menurut data penjualan Amazon online, album Parker berada di urutan penjualan 16.234. Tidak istimewa, tapi lebih laris daripada album Artest yang hanya berada di urutan 192.027. Bahkan lebih laris dari album (calon eks) suami Britney Spears, Kevin Federline, yang ada di urutan 116.378.

Lagu andalan Parker, Balance Toi (Goyangkan Badanmu), kini disebut berada di urutan dua tangga lagu baru di Prancis. Lagu andalan lain adalah Bienvenue Dans le Texas (Selamat Datang di Texas). Lagu ini ada kaitannya dengan San Antonio Spurs, yang memang berada di negara bagian Texas.

Parker, 24, merupakan salah satu bintang olahraga terbesar di Prancis. Sebelum ini, namanya banyak dibicarakan di luar arena basket karena hubungannya dengan Eva Longoria, salah satu bintang serial televisi Desperate Housewives.

Ethuang
12-04-2007, 08:42 AM
Kamis, 12 Apr 2007,
Wade Makin Efisien, Heat Masih Kalah


CHARLOTTE - Dwyane Wade tampil makin baik, tapi Miami Heat masih belum bisa menang sejak sang bintang kembali dari cedera bahu. Kemarin WIB, untuk kali kedua dalam tiga hari, tim juara bertahan itu ditundukkan oleh tim papan bawah, Charlotte Bobcats, 82-92.

Minggu lalu, Wade untuk kali pertama berlaga setelah absen 6,5 minggu. Dia tampil karatan, hanya memasukkan 3 dari 9 tembakan, serta hanya berhasil memasukkan 6 dari 12 free throw. Hasilnya, Heat kalah di kandang sendiri lewat overtime.

Kemarin, Wade dapat kesempatan membalas kekecewaan di kandang Bobcats. Meski belum tampil penuh, dia tampil efisien. Memasukkan 6 dari 12 tembakan, mencetak 14 poin. Tapi tetap saja Heat kalah.

Kali ini, Wade tidak bisa disalahkan. Heat tidak tampil full team karena berbagai alasan. Center terbaiknya, Shaquille O?Neal, absen karena harus menghadiri pemakaman keluarga. Power forward Udonis Haslem dan point guard Gary Payton mengalami cedera. Lalu, forward James Posey tidak maksimal karena baru saja ditangkap polisi, ketahuan mengemudi usai mengkonsumsi minuman beralkohol.

Di sisi lain, Bobcats tampil cemerlang. Gerald Wallace menjadi motor, membukukan 24 poin dan 10 rebound. Kekalahan dua kali ini menghentikan laju Heat, yang sedang berupaya untuk terus naik peringkat di klasemen playoff Wilayah Timur. Sekarang mereka nyangkut di urutan 4, dan tampaknya bakal terhenti di sana sampai akhir regular season, tak sampai dua pekan lagi.

Peringkat itu memberi lawan berat di babak pertama playoff nanti. Kemungkinan besar, Heat bakal bertemu dengan LeBron James dan Cleveland Cavaliers, yang berada di urutan 5. Apes buat Heat, Cavaliers-lah yang akan mendapatkan home-court advantage karena punya rekor menang-kalah lebih baik (peringkat Heat lebih baik karena mereka juara Divisi Southeast, dapat jaminan empat besar berapa pun rekornya).

Kalau benar terjadi, duel Wade versus LeBron James itu bakal mendapat perhatian terbesar babak playoff. Heat sendiri yakin Wade segera "normal," dan kemenangan kembali berdatangan. "Wade masih harus mendapatkan ritmenya kembali. Begitu Shaquille dan Udonis kembali, kami bakal mendi tim yang lebih baik," kata Pat Riley, sang pelatih.

Ethuang
12-04-2007, 08:44 AM
HASIL PERTANDINGAN NBA 11/04/07


Chicago Bulls v New York Knicks 98-69
Memphis Grizzlies v Sacramento Kings 100-112
NO/OKC Hornets v Los Angeles Clippers 103-100
Philadelphia 76ers v Indiana Pacers 90-86
Washington Wizards v New Jersey Nets 92-96
Charlotte Bobcats v Miami Heat 92-82
Atlanta Hawks v Boston Celtics 104-96

Ethuang
13-04-2007, 08:17 AM
Jumat, 13 Apr 2007,
Detroit Kunci Timur, Dallas Pecah Rekor


AUBURN HILLS - Detroit Pistons berhasil mengunci urutan pertama klasemen playoff Wilayah Timur. Chauncey Billups dkk meraihnya setelah menundukkan Orlando Magic, 104-99, di kandang sendiri, kemarin WIB.

Dengan kemenangan itu, sekarang Pistons memiliki rekor 51-27, tak mungkin dikejar tim Timur lain pada sisa musim reguler ini. Dalam babak playoff nanti, mereka akan mendapatkan home-court advantage sampai final wilayah.

Yang membuat mereka lebih senang lagi, Magic adalah calon lawan mereka di babak pertama playoff. Tim tersebut sekarang ada di urutan 8 Wilayah Timur. Musim ini, dari empat kali pertemuan, Pistons unggul 4-0.

Meski sukses, Pistons masih belum ingin berpesta dulu. Perjalanan disebut masih jauh. "Kami tidak akan merayakan apa pun sampai berhasil merebut gelar juara NBA," kata Tayshaun Prince, forward Pistons yang terakhir menjadi jawara pada 2003-2004 lalu.

Di Wilayah Barat, Dallas Mavericks telah lebih dulu mengunci posisi puncak. Kemarin, tim tersebut menang telak atas Minnesota Timberwolves di Minneapolis, 105-88. Kemenangan itu sangat berarti bagi franchise milik Mark Cuban tersebut. Sebab, mereka telah memecahkan rekor sendiri, meraih 30 kemenangan di kandang lawan dalam semusim.

Hebatnya, Mavericks kemarin menang meski mengistirahatkan banyak pilarnya. Termasuk calon Most Valuable Player (MVP) musim ini, Dirk Nowitzki. Menghadapi playoff, tim ini tak ingin mengambil risiko terlalu besar.

Mavericks masih punya empat laga tersisa musim ini. Kalau menang semua, maka mereka akan mengakhiri musim ini dengan rekor 69-13, terbaik kedua dalam sejarah. Rekor masih dipegang Chicago Bulls era Michael Jordan, yang meraih 72 kemenangan pada musim 1995-1996.

Ethuang
13-04-2007, 08:18 AM
Jumat, 13 Apr 2007,
Hasil Pertandingan Kemarin


Miami Heat v Washington Wizards 85-82
Philadelpia 76ers v Boston Celtics 102-94
Detroit Pistons v Orlando Magic 104-99
San Antonio Spurs v Sacramento Kings 109-100
Indiana Pacers v Milwaukee Bucks 104-98
Dallas Mavericks v Minnesota Timberwolves 105-88
Denver Nuggets v Utah Jazz 115-106
Phoenix Suns v Seattle SuperSonics 109-91
Houston Rockets v Portland Trail Blazers 99-95

Ethuang
14-04-2007, 09:39 AM
Sabtu, 14 Apr 2007,
Kobe Skor 50, Lakers Justru Makin Gawat


LOS ANGELES - Ketika Kobe Bryant mencetak 50 poin atau lebih, Los Angeles Lakers biasanya menang. Tapi bukan itu yang terjadi kemarin WIB. Bertanding melawan tim sekota, Los Angeles Clippers, tim tersebut justru kalah 110-118 dan makin terancam terdepak dari jajaran playoff.

Lakers memasuki pertandingan tersebut di urutan 7 klasemen Wilayah Barat. Namun, rekor mereka tak jauh lebih baik dari Golden State Warriors dan Clippers di urutan 8 dan 9. Kalau Lakers kalah terus, bukan tidak mungkin mereka tergusur oleh kedua tim tersebut. Hanya delapan tim berhak lolos ke babak playoff di setiap wilayah.

Sekarang, dengan hanya empat laga tersisa, Lakers memiliki rekor 40-38, sedangkan Warriors dan Clippers sama-sama 38-40.

Lakers sekarang memang sedang terpuruk. Tim yang dilatih Phil Jackson ini telah kalah dalam enam dari sepuluh pertandingan terakhirnya. Kemarin, Lakers sebenarnya sempat unggul 17 poin pada kuarter ketiga. Hanya saja, mereka tak sanggup menahan kejaran Clippers pada kuarter terakhir.

Sam Cassell, point guard senior Clippers, menjadi motor kemenangan. Bukan sekadar lewat poin, melainkan lewat ketenangan dan umpan-umpan matang. Soal poin, beban ditanggung Corey Maggette dan Elton Brand, yang mencetak 39 dan 32 poin. "Dia (Cassell, Red) benar-benar hebat dalam mengontrol tempo dan mengeksekusi permainan," puji Mike Dunleavy, pelatih Clippers.

Padahal, Cassell belum pulih betul dari cedera punggung. Pemain yang telah berusia 37 tahun itu telah absen dalam empat pertandingan terakhir.

Sementara itu, Bryant sudah sembilan kali mencetak 50 poin atau lebih tahun ini. Orang terakhir yang melakukannya adalah Wilt Chamberlain, pada musim 1964-1965.

Di Wilayah Timur, Cleveland Cavaliers masih mampu mengimbangi Chicago Bulls di klasemen. Kemarin, LeBron James dkk mengalahkan New Jersey Nets, 94-76.

Cavaliers dan Bulls sekarang sama-sama punya rekor 47-32. Dia yang unggul di akhir musim reguler akan menempati urutan 2 playoff Wilayah Timur, berhadapan dengan Nets . Yang kalah harus rela berada di urutan 5, menghadapi lawan yang jauh lebih berat, juara bertahan NBA, Miami Heat. Babak playoff dimulai 21 April mendatang.

Ethuang
14-04-2007, 09:39 AM
Sabtu, 14 Apr 2007,
Hasil Pertandingan Kemarin:


Los Angeles Clippers v Los Angeles Lakers 118-110
Cleveland Cavaliers v New Jersey Nets 94-76

Ethuang
15-04-2007, 08:19 AM
Minggu, 15 Apr 2007,
Lakers Kritis


Kalah Lagi di Phoenix, Terancam Disalip Clippers dan Warriors
PHOENIX - Los Angeles Lakers di ambang eliminasi. Kobe Bryant dkk kembali menelan kekalahan, 85-93, di tangan Phoenix Suns, kemarin WIB. Kekecewaan itu, dipadu dengan kemenangan Los Angeles Clippers dan Golden State

Warriors, membuat posisi Lakers nyaris seimbang dengan kedua tim terebut di klasemen Wilayah Barat.

Hanya delapan tim berhak lolos ke babak playoff, dan ketiga tim itu sekarang berada di urutan 7, 8, dan 9. Dengan hanya seminggu tersisa di regular season ini, tanda-tandanya Lakers-lah yang bakal tereliminasi.

Tim yang dilatih Phil Jackson itu hanya punya dua laga tersisa, dengan rekor 40-40. Sementara Clippers dan Warriors masing-masing menyisakan tiga pertandingan, dengan rekor sama 39-40.

Menghadapi Suns, yang kemarin mengunci kemenangan nomor 60 musim ini, segala kelemahan Lakers terlihat jelas. Mereka tidak bermain defense dengan baik, tak sanggup menahan laju offense Suns yang cepat dan bervariasi.

Satu-satunya harapan Lakers, Kobe Bryant, kemarin juga cold. Jangankan mencetak 50 poin, 20 saja tak sampai. Pemain yang kostumnya terlaris di NBA itu hanya memasukkan 7 dari 26 tembakan, meraih 17 poin. "Kobe sedang tidak normal. Dia seperti kehabisan energi," kata Phil Jackson.

Sekarang, untuk maju ke playoff, Lakers harus meraih kemenangan dalam dua laga tersisa (melawan Seattle SuperSonics dan Sacramento Kings), lalu berharap Clippers dan Warriors sama-sama menelan kekalahan pada pecan terakhir nanti.

Sementara Lakers berantakan, Clippers dan Warriors sama-sama tampak bersemangat mengejar kemenangan. Clippers menang atas Portland Trail Blazers, 107-89, sedangkan Warriors menghajar Sacramento Kings, 125-108.

Dari kedua tim ini, Warriors merupakan yang paling ngotot mengejar peluang. Maklum, tim yang bermarkaskan di Oakland, dekat San Francisco, ini sudah 12 tahun tidak merasakan playoff. Baron Davis kemarin menjadi motor, mencetak 25 poin pada ulang tahunnya yang ke-28. Babak playoff dimulai 21 April mendatang.

Ethuang
15-04-2007, 08:20 AM
Minggu, 15 Apr 2007,
Terima Kasih, Oklahoma City


Pertandingan seru sekaligus mengharukan terjadi di Oklahoma City, kemarin WIB. Denver Nuggets kembali meraih kemenangan, namun hanya terpaut satu bola, 107-105, atas New Orleans/Oklahoma City Hornets.

Tapi, yang paling signifikan dari pertandingan ini bukanlah hasilnya. Sebab, ini merupakan laga perpisahan Hornets dengan Oklahoma City, yang bersedia mengadopsi tim tersebut setelah New Orleans dilanda badai Katrina, dua tahun lalu. Mulai tahun depan, Hornets akan kembali tampil full time di New Orleans.

Chris Paul dkk kemarin memberikan segalanya untuk menghadiahkan kemenangan. Namun upaya mereka untuk menyamakan skor pada detik-detik akhir berhasil nihil. Penonton yang memadati Ford Center tidak kecewa,

berdiri memberi aplaus selama 3,5 menit terakhir pertandingan. Dalam dua tahun terakhir, 30 pertandingan Hornets di sana memang selalu sold out.

Maklum, Oklahoma City memang tidak punya tim olahraga profesional. "Di Oklahoma City, kami selalu menjalani masa-masa yang sulit terlupakan. Saya tak tahu, apakah para penggemar mengucapkan ?Selamat tinggal? atau ?Sampai jumpa lagi," kata Byron Scott, pelatih Hornets, seperti dilansir Associated Press.

Oklahoma City masih punya peluang mendapatkan tim NBA di masa mendatang. Bisa saja Hornets kembali setelah musim 2007-2008, atau ada tim lain yang dipindah ke sana (kandidat utama: Seattle SuperSonics).

Ethuang
17-04-2007, 07:42 AM
Selasa, 17 Apr 2007,
Magic Raih Tiket Terakhir


ORLANDO - Lengkap sudah delapan tim Wilayah Timur yang mendapat tiket playoff. Tim terakhir adalah Orlando Magic yang menumbangkan Boston Celtics 88-86 di Amway Arena, kemarin WIB. Kepastian tim besutan Brian Hill tersebut juga berkat kekalahan pesaing mereka, Indiana Pacers, dari tuan rumah New Jersey Nets 107-111. Magic (38-42) dan Pacers (35-45) yang duduk pada peringkat kedelapan dan kesembilan Wilayah Timur bersaing untuk memperoleh tempat terakhir playoff.

Sebelumnya, Magic membuka peluang untuk melaju ke playoff setelah menumbangkan Philadelphia 76ers. Dwight Howard dkk hanya butuh satu kemenangan lagi dengan syarat Pacers harus mengalami satu kekalahan dari sama-sama menyisakan sisa tiga laga musim ini.

Melaju ke playoff adalah pertama bagi Magic sejak 2002-2003. Namun, Magic harus berjuang keras untuk lolos dari babak awal playoff. Sebagai peringkat kedelapan, mereka harus menghadapi pimpinan klasemen Wilayah Timur, Detroit Pistons.

Pada laga Magic kontra Celtics, permainan Dwight Howard dkk tampak tegang karena mengemban beban wajib menang. Terbukti, meski unggul 85-68 saat waktu menyisakan 6 menit 41 detik di kuarter terakhir, Magic tak bisa memperbesar selisih keunggulan. Tambahan tiga angka mereka peroleh dari tembakan bebas yang dilakukan Grand Hill (2) dan sisanya Howard.

Ethuang
17-04-2007, 07:42 AM
Selasa, 17 Apr 2007,
Clippers Tersandung, Lakers Kunci Playoff


LOS ANGELES - Kobe Bryant dkk sekarang bisa bernapas lega. Setelah seminggu dalam posisi kritis, Los Angeles Lakers kemarin WIB memastikan diri lolos ke babak playoff NBA 2006-2007. Tim asuhan Phil Jackson ini melakukannya berkat dua hasil. Kemenangan sendiri atas Seattle SuperSonics, 109-98, dan kekalahan Los Angeles Clippers di tangan Sacramento Kings, 100-105.

Posisi Lakers memang sempat kritis. Dengan hanya dua laga tersisa pada musim reguler ini, mereka dirundung kekalahan demi kekalahan. Rekor mereka pun didekati oleh Clippers dan Golden State Warriors, yang masing-masing memiliki tiga laga tersisa. Kalau kemarin Lakers ditundukkan Sonics, tiket playoff bisa hilang.

Sekarang, Lakers tinggal menunggu apakah mereka akan tampil di playoff di urutan tujuh atau delapan Wilayah Barat. Saat ini, mereka masih di posisi tujuh, namun Warriors di posisi delapan tampil lebih meyakinkan. Lakers tinggal main sekali lagi lawan Kings, Warriors masih punya dua laga tersisa.

Bryant kemarin tampil cemerlang. Dia memasukkan 18 dari 25 tembakan, kembali membukukan 50 poin. Berarti, sudah sepuluh kali musim ini dia mencetak 50 poin atau lebih. "Kami sekarang lebih lega. Kami benar-benar membutuhkan kemenangan ini," ucapnya.

Sukses Lakers juga melanjutkan prestasi Phil Jackson. Selama 17 tahun melatih di NBA, tak pernah sekalipun dia gagal masuk playoff. Sekarang, Jackson bisa fokus menyiapkan tim menghadapi babak menuju juara itu. Apalagi, lawan yang dihadapi bakal berat. Antara Dallas Mavericks di urutan pertama atau Phoenix Suns di posisi kedua.

"Saya terus mengingatkan pemain. Kalau kita terus bermain lemah, tak ada gunanya kita lolos ke playoff. Kita hanya akan jadi makanan empuk," katanya.

Di kubu Clippers, kekecewaan jelas terasa. Sekarang mereka ada di urutan sembilan, butuh bantuan untuk masuk delapan besar. Hanya delapan tim lolos dari masing-masing wilayah.

"Kami butuh tampil baik, tapi kami gagal. Saya benar-benar kecewa. Saya kaget teman-teman tidak tampil memaksa. Ada beberapa pemain yang seolah tidak berupaya menang," kata Elton Brand, bintang Clippers yang kemarin mencetak 29 poin dan 14 rebound.

Di kubu Warriors, para pemain siap berpesta. Sudah 12 tahun lamanya tim ini gagal masuk playoff.

"Kami tampil sangat baik saat ini. Kami sangat kompak. Lebih lagi, kami masih belajar dan terus membaik," ujar Baron Davis, point guard Warriors. Kemenangan tim ini kemarin merupakan yang ketujuh dalam delapan laga terakhirnya. Babak playoff dimulai Sabtu, 21 April nanti.

Ethuang
17-04-2007, 07:43 AM
Selasa, 17 Apr 2007,
Klasemen Playoff Wilayah Barat

1. Dallas Mavericks** 66-14
2. Phoenix Suns** 61-19
3. San Antonio Spurs* 58-22
4. Utah Jazz** 49-31
5. Houston Rockets* 51-29
6. Denver Nuggets* 43-37
7. Los Angeles Lakers* 41-40
8. Golden State Warriors 40-40
---
9. Los Angeles Clippers 39-41
10. NO/OKC Hornets 37-43
Catatan: * = Kunci playoff. ** = Juara divisi, jaminan posisi empat besar.


Hasil Pertandingan Kemarin:

Chicago Bulls v Washington Wizards 101-68
New Jersey Nets v Indiana Pacers 111-107
Sacramento Kings v Los Angeles Clippers 105-100
Dallas Mavericks v San Antonio Spurs 91-86
Golden State Warriors v Minnesota Timberwolves 121-108
Philadelphia 76ers v Detroit Pistons 102-91
Toronto Raptors v New York Knicks 107-105
Orlando Magic v Boston Celtics 88-86
Los Angeles Lakers v Seattle SuperSoncis 109-98

Ethuang
18-04-2007, 08:30 AM
Rabu, 18 Apr 2007,
Terapi Akupunktur untuk Obati Lutut


Segala upaya dilakukan guard Miami Heat Dwyane Wade guna mempersiapkan fisiknya menghadapi playoff, 21 April nanti. MVP Final 2006 tersebut memilih pengobatan alternatif akupunktur untuk mengurangi rasa sakit di lututnya. Padahal, pengobatan tersebut menggunakan jarum, benda yang selama ini ditakutinya.

"Semua pihak tentu berusaha mencari pengobatan yang terbaik untuk membantu Anda yang sedang sakit. Saat ini, saya telah menemukan cara terbaik (akupunktur). Saya pun merasa lebih baik," ujar Wade yang dilansir Associated Press sebelum menjamu Boston Celtics, kemarin WIB.

Usai mengalami cedera bahu sehingga harus absen selama 23 laga dan baru bisa berlaga 8 April lalu, Wade mengalami masalah dengan lututnya. Cedera lutut tersebut dialaminya karena salah tumpuan usai melakukan dunk. Meski, tak parah, pemilik nomor 3 tersebut mengaku merasa terganggu dengan nyeri di lutut.

Wade bukan pemain NBA pertama yang menggunakan pengobatan asal Tiongkok tersebut. Beberapa nama yang melakoni perawatan alternatif itu adalah guard New Jersey Nets Jason Kidd, forward Los Angeles Lakers, Vladimir Radmanovic, dan juga rekan setim Wade, Shaquille O?Neal.

Bukan kali pertama, kandidat pemain terbaik (MVP) musim ini tersebut mengalami cedera menjelang babak playoff. Pada dua playoff sebelumnya, dia harus disuntik dengan penghilang rasa sakit karena mengalami cedera di iga dan kaki.

Ethuang
19-04-2007, 05:34 AM
Kamis, 19 Apr 2007,
Cowok Dominan, Cewek Pasrah


MUNGKIN akan banyak pria yang bermimpi jadi Tony Parker setelah mendengar berita ini. Bayangkan, pacar point guard San Antonio Spurs itu, Eva Longoria, ternyata tak hanya hot dalam penampilan, tapi juga untuk urusan ranjang.

Kepada harian beroplah terbesar di Inggris, The Sun, Eva mengakui kalau dia sangat menyukai jika kedua tangannya diikat saat bermain cinta. Intinya, bintang serial Desperates Housewives itu menginginkan pasangan prianya lebih dominan di atas ranjang.

"Entah kenapa saya sangat merasa seksi berada dalam posisi pasrah," kata aktris berusia 32 tahun yang berperan sebagai Gabrielle Solis di Desperates Housewives itu.

Tony-Eva adalah salah satu pasangan selebritis yang paling banyak disorot. Maklum, yang cowok pebasket berpestasi, sedangkan yang cewek aktris berbakat yang tengah menanjak namanya.

Apalagi keduanya benar-benar lengket seperti perangko. Asal tak terhalang kesibukan, Eva selalu berusaha menyaksikan penampilan sang pacar yang berusia delapan tahun lebih muda itu secara langsung. Begitu pula sebaliknya, Tony akan selalu mendampingi Eva tiap ada kesempatan.

Namun, kendati seperti sudah tak terpisahkan, kedua sejoli yang telah bertunangan ini belum mengumumkan secara resmi kapan akan melangkah ke pelaminan. Dalam sejumlah kesempatan, keduanya mengaku tidak terburu-buru dan sangat menikmati keadaan mereka saat ini.

Nah, kalau ternyata hubungan ini tidak berlanjut, di benak Eva sudah ada pria idaman lain yang ingin dikencaninya. Siapa? "David Beckham. Saya sangat bermimpi bisa makan malam dengannya," katanya.

Juli nanti, mantan kapten Timnas Inggris yang memang rupawan itu akan mulai bermain di AS. Apakah Eva tak ingin mewujudkan impiannya itu? "Ah ini hanya fantasi. Saya menghargai David sebagai suami dan ayah yang baik," katanya.


:-o:-o:-o

Ethuang
19-04-2007, 05:35 AM
Kamis, 19 Apr 2007,
Sanksi Pas Buat Wasit Ngawur


NEW YORK - Senioritas wasit NBA ternyata tidak menjamin bisa konsisten memimpin pertandingan. Itulah yang ditunjukkan wasit papan atas NBA Joey Crawford, 55. Akibat memimpin laga secara ngawur pada laga San Antonio Spurs melawan Dallas Maverics di American Airlines Center, Senin WIB, Crawford akhirnya dijatuhi larangan memimpin pertandingan dalam waktu yang belum ditentukan.

Menurut Komisaris Liga NBA David Stern, pihaknya menjatuhkan sanksi tersebut karena Crawford melakukan aksi kontroversi mengusir Tim Duncan, forward Spurs, dari lapangan tanpa alasan yang jelas. "Joey gagal memenuhi standard profesionalisme dan manajemen pertandingan seperti yang kami harapkan dari wasit-wasit NBA yang lain," kata Stern, seperti dilansir Associated Press.

Kala itu, Crawford mengganjar technical foul kedua saat Duncan hanya duduk di bangku cadangan. Tak jelas apa kesalahan yang dibuatnya hingga dia diusir ke ruang ganti. Sebelum itu, pemain yang sembilan kali terpilih dalam skuad All-Star sempat menertawakan Crawford yang memberikan hukuman kepada Fabricio Oberto, center Spurs.

"Tampaknya dia punya masalah pribadi. Saya terkejut karena dia teriak apakah saya menantangnya berkelahi," terang Duncan dengan nada bingung. Memang, Crawford dikenal sebagai pribadi yang temperamental. Dia pernah disidang komisi disiplin NBA buntut dari kepemimpinannya di final Wilayah Barat musim 2003.

Ketika itu, Crawford sempat kehilangan kendali pada kuarter pertama saat menghukum Dallas empat technical foul. Padahal, di balik sifatnya yang gampang naik darah itu, sebenarnya Crawford tercatat sebagai wasit yang paling banyak memimpin pertandingan. Selama bekerja hampir 30 tahun menjadi wasit, dia telah memimpin lebih dari 2 ribu pertandingan regular, 252 laga babak playoff, dan 36 pertandingan final.

Ethuang
19-04-2007, 05:38 AM
Kamis, 19 Apr 2007,
Bekuk Phoenix Suns, Clippers Belum Tamat


Hari Ini, Hari Terakhir Musim Reguler NBA
PHOENIX - Musim reguler NBA 2006-2007 hari ini berakhir. Dari total 16 tiket playoff yang tersedia, tinggal satu tersisa di Wilayah Barat. Dua tim akan memperebutkannya sampai akhir, Los Angeles Clippers dan Golden State Warriors.

Saat ini, Warriors masih memegang posisi tersebut. Kemarin WIB, mereka mampu mengalahkan tim terbaik NBA saat ini, Dallas Mavericks, dengan skor 111-82. Tapi, posisi itu masih belum aman. Sebab, Clippers kemarin juga menang, mengalahkan Phoenix Suns 103-99.

Hari ini, di Portland melawan Trail Blazers, Warriors harus menang lagi untuk mengunci posisi playoff. Sebab, kalau mereka kalah dan Clippers mampu menang lagi atas New Orleans/Oklahoma City Hornets, maka kedua tim bakal mengakhiri musim ini dengan rekor sama, 41-41. Kalau itu terjadi, justru Clippers yang lolos, karena mereka memegang tie breaker (menang head-to-head melawan Warriors).

"Menang atau pulang. Apalagi yang lebih hebat dari itu?" kata Baron Davis, point guard Warriors usai pertandingan kemarin. Davis menegaskan bahwa timnya masih belum akan puas andai berhasil masuk playoff. "Tak ada yang menyangka kami bisa sampai di sini. Tapi misi kami belum berakhir. Kalau kami menang besok (hari ini, Red), maka misi kami baru dimulai," ujarnya seperti dilansir Associated Press.

Kubu Clippers kemarin mengejek Mavericks, yang banyak menyimpan pemain terbaiknya saat menghadapi Warriors. Menurut Mike Dunleavy, pelatih Clippers, Mavericks mungkin takut menghadapi mereka di babak pertama playoff nanti. Memang, dia yang masuk di peringkat 8 bakal langsung menghadapi Mavericks.

Dunleavy menegaskan, timnya memang layak ditakuti. Mereka kemarin menang di Phoenix, meski Suns menurunkan seluruh pemain terbaiknya. Padahal, sama seperti Mavericks, Suns tidak butuh lagi kemenangan. Tim asuhan Mike D?Antoni itu sudah aman di posisi 2 Wilayah Barat.

Sementara itu, di Wilayah Timur, persaingan seru terjadi antara Chicago Bulls dan Cleveland Cavaliers. Kedua tim ini punya rekor sama, 49-32, berada di urutan 2 dan 3 Divisi Central, di belakang Detroit Pistons.

Tim yang hari ini berada di urutan 2 juga akan menempati urutan 2 klasemen Wilayah Timur, menghadapi lawan lebih ringan di babak pertama playoff. Sedangkan tim di urutan 3 bakal menempati urutan 5 playoff, menghadapi tim yang sangat berat: Miami Heat yang juara bertahan.

Hari ini, Cavaliers akan menghadapi Milwaukee Bucks, sedangkan Bulls melawan New Jersey Nets. Kalau sama-sama menang, Bulls tetap di urutan 2. Kalau Bulls kalah dan Cavaliers menang, maka Cavaliers yang naik ke peringkat 2. Babak playoff dimulai Sabtu, 21 April nanti.

Ethuang
19-04-2007, 05:38 AM
Kamis, 19 Apr 2007,
Hasil Pertandingan Kemarin:


Golden State Warriors v Dallas Mavericks 111-82
Phoenix Suns v Los Angeles Clippers 99-103
Detroit Pistons v Toronto Raptors 100-84
Philadelphia 76ers v Cleveland Cavaliers 92-98
Washington Wizards v Orlando Magic 89-95
Atlanta Hawks v Indiana Pacers 118-102

Ethuang
20-04-2007, 08:07 AM
Jumat, 20 Apr 2007,
Kunci Peringkat Dua, Cavaliers Bagi-Bagi Hadiah untuk Fans


Di Wilayah Timur, Cleveland Cavaliers bisa bernapas lega. LeBron James dkk kemarin mengunci peringkat 2, terhindar dari juara bertahan, Miami Heat, pada babak pertama playoff nanti.

Cavaliers meraihnya setelah mengalahkan Milwaukee Bucks, 109-96, disusul dengan kekalahan sang pesaing, Chicago Bulls, di tangan New Jersey Nets, 106-97.

Cavaliers dan Bulls sama-sama berada di Divisi Central, di belakang Detroit Pistons. Berdasarkan aturan NBA, hanya tiga juara divisi yang diberi jaminan peringkat empat besar playoff. Satu peringkat lagi berdasarkan rekor terbaik selanjutnya.

Nah, kalau Cavaliers dan Bulls mengakhiri musim dengan rekor sama, maka Bulls-lah yang dapat urutan 2 Wilayah Timur. Tapi, karena kemarin Bulls kalah, maka Bulls pun terpuruk ke urutan 5, harus berhadapan dengan Heat di urutan 4.

Tentu saja Cleveland berpesta dengan hasil itu. Di urutan 2, mereka bukan hanya terhindar dari Heat. Mereka juga tidak perlu berhadapan dengan Pistons sampai babak final wilayah. Lawan mereka di babak pertama nanti tergolong enteng, Washington Wizards. Tim itu sedang lemah-lemahnya, karena telah kehilangan dua bintang akibat cedera. Caron Butler mengalami patah tangan, sedangkan Gilbert Arenas cedera lutut.

Kemarin, Cavaliers merayakan sukses dengan membagi-bagi hadiah kepada para penonton (kaus dan lain-lain). Terhitung, hadiah yang mereka bagikan nilainya mencapai USD 500 ribu atau sekitar Rp 4,5 miliar. Beberapa pemain juga memberi hadiah spesial. Forward Drew Gooden misalnya, menyerahkan sepatunya kepada seorang penonton.

Selain lolos ke playoff, Cavaliers kemarin juga mengakhiri musim dengan minimal 50 kemenangan untuk tahun kedua berturut-turut (musim ini 50-32).

Ethuang
20-04-2007, 08:08 AM
Jumat, 20 Apr 2007,
Kobe Juara Scoring, Nash Menang Assists


Kobe Bryant kembali menjadi scoring champion. Pada laga terakhir Los Angeles Lakers kemarin melawan Sacramento Kings, pemain bernomor punggung 24 itu mencetak 34 poin. Berarti, musim ini dia rata-rata membukukan 31,5 poin, lebih banyak dari seluruh pemain lain di NBA.

Bryant menjadi pemain Lakers pertama yang meraih gelar itu dua musim berturut-turut sejak akhir 1940-an, ketika George Mikan melakukannya tiga kali berturut-turut. Waktu itu, Lakers masih bermarkaskan di Minneapolis.

Carmelo Anthony, bintang Denver Nuggets, berada di urutan kedua dengan 28,9 poin.

Sementara itu, di kategori lain, Steve Nash dari Phoenix Suns menjadi pemain dengan assists rata-rata terbanyak, 11,6 per pertandingan. Kevin Garnett, bintang Minnesota Timberwolves, menjadi jagoan utama rebound dengan 12,8 per pertandingan.

Ethuang
20-04-2007, 08:09 AM
Jumat, 20 Apr 2007,
Akhir Kutukan Warriors


Setelah 13 Tahun, Amankan Playoff di Hari Penutup
PORTLAND - Golden State Warriors bukanlah tim elite NBA. Tapi, usai hari terakhir musim reguler kemarin WIB, tim inilah yang berpesta paling besar. Mereka berhasil mengakhiri penantian 13 tahun, lolos ke babak playoff. Baron Davis dkk melakukannya setelah menundukkan Portland Trail Blazers 120-98.

Tiket playoff Warriors itu merupakan satu-satunya yang tersisa pada hari terakhir kompetisi kemarin. Mereka berebut peringkat 8 Wilayah Barat dengan Los Angeles Clippers.

Untuk lolos, Warriors wajib menang di Portland, atau Clippers kalah di kandang melawan New Orleans/Oklahoma City Hornets. Kalau Warriors kalah dan Clippers menang, maka yang lolos adalah tim asal Los Angeles.

Kemarin, semua hasil menguntungkan Warriors. Sekitar satu jam setelah Warriors mengalahkan Trail Blazers, Clippers juga tak mampu menundukkan Hornets. Elton Brand dkk kalah tipis, 83-86.

Warriors sendiri tampil kesetanan. Tim tersebut mengejar kemenangan sejak menit pertama. Pada kuarter pertama misalnya, mereka sudah membukukan 41 poin. Di tengah pertandingan, mereka bahkan sempat memimpin 28 poin.

Stephen Jackson menjadi kontributor utama, meraup 31 poin. Disusul Jason Richardson (25) dan Al Harrington (24). Baron Davis mencetak triple-double, membukukan 12 poin, 10 rebound, dan 14 assist.

Saking senangnya, usai pertandingan, para pemain Warriors tak mau langsung meninggalkan lapangan. Mereka loncat-loncat dan saling berpelukan. "Rasanya gila. Kami tertawa, bersenang-senang. Rasanya luar biasa," kata Richardson seperti dikutip Associated Press. "Saya lega penantian kami berakhir. Saya mungkin tidak akan bisa tidur selama dua hari," lanjutnya.

"Terima kasih kepada seluruh penggemar. Kutukan kami akhirnya berakhir," sambung Davis.

Warriors, yang bermarkaskan di Oakland, dekat San Francisco, memang sudah lama menjadi tim papan bawah di NBA. Penantian mereka ini merupakan yang terpanjang di liga paling bergengsi tersebut. Mereka kali terakhir masuk playoff pada musim 1993-1994.

Sekarang, di tangan pelatih legendaris Don Nelson, tim ini mampu kembali masuk barisan yang ditakuti. Yang menarik, Nelson pulalah pelatih yang membawa Warriors lolos ke playoff 13 musim lalu.

Tim ini makin lama makin ditonton karena punya gaya yang khas. Mereka tampil dengan jajaran pemain yang relatif kecil. Mereka memilih menghancurkan lawan dengan cara mengajak mereka berlari cepat. Bahkan, permainan Warriors lebih cepat dari permainan Phoenix Suns.

Di babak pertama playoff nanti, Warriors akan menghadapi tim terkuat di NBA saat ini, Dallas Mavericks. Namun Warriors tak gentar, mengingat mereka selalu menang dalam tiga pertemuan regular season. Bisa jadi, Warriors merupakan kuda hitam musim ini. Babak playoff dimulai Sabtu, 21 April nanti (Minggu WIB).

Ethuang
21-04-2007, 05:06 AM
Sabtu, 21 Apr 2007,
Tahun Pembuktian T-Mac


Preview Playoff NBA 2006-2007
HOUSTON - Berakhir sudah musim panjang NBA 2006-2007. Sebanyak 16 tim bakal melanjutkan kiprah di babak playoff, 14 lainnya istirahat menantikan musim depan. Tahun ini, playoff diperkirakan berlangsung sangat sengit. Dallas Mavericks boleh menjadi tim dengan rekor terbaik (67-15), tapi itu bukan jaminan untuk jadi juara. Sebab, sejak tahun 2000, hanya dua tim yang mampu meraih rekor terbaik dan kemudian menjadi juara!

Secara keseluruhan, Wilayah Barat bisa dibilang lebih kuat. Kemungkinan besar, juara bakal muncul dari sana. Mavericks tentu sangat ingin merebut gelar, setelah tahun lalu ditundukkan Miami Heat di babak final lewat duel seru tujuh pertandingan.

Di bawah Mavericks, Phoenix Suns juga bisa jadi jawara. Tim itu masih punya motor cerdik, Steve Nash, dan sekarang makin kuat dengan kembalinya center/forward Amare Stoudemire.

Selama ini, Suns merupakan salah satu tim paling enak ditonton, karena mengandalkan gaya permainan cepat. Tapi, selama ini pula Suns dianggap tak akan bisa jadi juara, karena gaya permainannya nyaris melupakan defense. Filsafat mereka adalah "You score, I score more" (kamu mencetak poin, saya mencetak poin lebih banyak).

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, defense selalu jadi senjata utama meraih gelar. Baik Heat tahun lalu, maupun San Antonio Spurs dan Detroit Pistons sebelumnya, meraih kemenangan lewat defense. Suns akan mencoba membuktikan sebaliknya, bahwa offense pun bisa mengantarkan tim jadi champion.

"Saya percaya dengan sistem yang kami terapkan. Toh, bukan itu yang akan menjadi faktor penentu. Yang terpenting adalah kebulatan tekad dan seberapa besar keinginan kita untuk menang," kata Steve Nash, seperti dilansir Associated Press.

Bicara soal defense, mungkin tak ada yang lebih baik dari Spurs di Wilayah Barat. Karena itu, Tim Duncan dkk juga layak dijagokan. Tim ini memang tidak menyuguhkan permainan yang enak ditonton. Tapi mereka punya susunan pemain yang komplet dengan cadangan lengkap. Bukan hanya itu, tim ini sangatlah kompak.

Kekompakan juga mulai ditunjukkan pasangan Allen Iverson dan Carmelo Anthony, menjadikan Denver Nuggets sebagai kuda hitam di Barat. Meski demikian, tak banyak yang menganggap tim itu punya cukup otot untuk sampai ke final.

Calon juara kejutan justru muncul dari Houston Rockets. Pada akhir musim, tim ini sangat berbahaya. Tracy McGrady dan Yao Ming tidak lagi dikekang cedera. Lawan sampai bingung menentukan, pemain mana yang harus dikawal ganda (double-teamed).

Bagi McGrady pribadi, tahun ini adalah tahun pembuktian. Sebagai salah satu bintang terbesar NBA, pemain berjulukan T-Mac itu punya rekor memalukan di babak playoff. Lima kali lolos, lima kali gagal menembus ronde pertama.

Tahun ini, tahun kesepuluhnya di NBA, dia akan memberikan segalanya untuk menundukkan Utah Jazz di ronde pertama, lalu melangkah mantap ke babak final. Dia yakin mampu, karena merasa belum pernah punya rekan setim sehebat sekarang.

"Ini kali pertama saya masuk playoff dengan perasaan positif, bahwa sesuatu yang indah akan didapatkan. Pada tahun-tahun sebelumnya, saya sudah merasa puas bisa masuk playoff," tutur pemain yang sudah tujuh kali terpilih sebagai All-Star tersebut.

Rekan setim T-Mac juga optimistis, melihat ada semangat baru pada sang superstar. "Dia telah menyiapkan diri. Dia tahu ini momen yang sangat krusial. Kita bisa melihatnya sendiri. Dia tak sekadar ingin memenangi satu seri. Dia ingin memenangi semuanya," ujar Shane Battier, forward Rockets.

Babak playoff dimulai Sabtu ini (Minggu pagi WIB). Rockets bakal menjadi salah satu tim yang bertanding duluan.

Ethuang
21-04-2007, 05:07 AM
Sabtu, 21 Apr 2007,
Jalur Berat Juara Bertahan


Wilayah Timur tidak sekuat Barat. Itu anggapan yang ada saat ini. Tapi, juara NBA tetap ditentukan oleh duel satu lawan satu, Timur lawan Barat. Jadi, siapapun yang lolos dari Timur, tetap punya peluang 50-50 jadi juara.

Sejauh ini, yang paling meyakinkan adalah Detroit Pistons. Tim ini komplet, punya pemain hebat di semua lini plus cadangan kuat di setiap lini. Bukan hanya itu, Pistons juga kenyang pengalaman. Kebanyakan starter-nya merupakan bagian dari tim yang meraih gelar pada 2004 lalu. Termasuk point guard berdarah dingin, "Mr. Big Shot" Chauncey Billups.

Di atas kertas, Pistons seharusnya menang mudah di ronde pertama, menyapu Orlando Magic. Tantangan terbesar mereka ada di ronde kedua, menantikan duel dua tim perkasa, Chicago Bulls versus juara bertahan Miami Heat.

Duel itu merupakan ajang balas dendam. Tahun lalu, Bulls kalah dalam enam pertandingan. Mereka punya peluang menang, memimpin jauh pada game kelima ketika seri tersebut imbang 2-2. Sayang, Bulls tak mampu mempertahankan posisi, disalip dan kalah pada game tersebut, dan kemudian tersingkir pada game berikutnya.

"Kami seharusnya menang tahun lalu," kata Kirk Hinrich, point guard Bulls, seperti dilansir Chicago Tribune. "Karena itu, kami yakin bisa melakukannya tahun ini," lanjutnya.

Hinrich dkk makin yakin, karena Bulls sekarang bukan lagi Baby Bulls. Usia sudah bertambah, pengalaman sudah bertambah. Mereka sekarang juga punya center tangguh, Ben Wallace, yang siap menghadang setiap gerakan Shaquille O?Neal.

Di sisi lain, Heat yakin mampu kembali jadi juara. Tim ini boleh belepotan saat regular season, tapi mereka merasa lebih mantap ketika harus berlaga di babak playoff. Tim ini penuh dengan veteran, yang semakin semangat ketika pertandingan semakin menentukan. "Kami memang dirancang untuk playoff," tegas Dwyane Wade, yang baru pulih dari cedera bahu.

Bahkan, lanjut Wade, pelatih Heat pun (Pat Riley) lebih hebat ketika tiba waktunya playoff. "Dia tahu bagaimana membuat pemain rileks. Dia tahu bagaimana menyiapkan mental pemain. Dan itulah yang kami butuhkan saat playoff," tegas Wade.

Di luar Pistons, Heat, dan Bulls, tim lain yang punya peluang di Timur adalah Cleveland Cavaliers. LeBron James dkk punya "jalur ringan," menghadapi Washington Wizards yang dilanda cedera pada ronde pertama, lalu menghadapi pemenang New Jersey Nets versus Toronto Raptors di ronde berikutnya.

Cavaliers tentu berharap, ketika masuk final Wilayah Timur, pemenang jalur Pistons sudah lebih dulu kelelahan. Sehingga James dkk bisa masuk final NBA, dan James -yang berjulukan King James-- mendapat kesempatan menjadi raja NBA yang sebenarnya.

Ethuang
21-04-2007, 05:08 AM
Sabtu, 21 Apr 2007,
Sepatu Edisi Playoff


Bukan hanya laga All-Star yang digunakan untuk merilis sepatu baru. Babak playoff juga bisa dijadikan alasan. Tahun ini, Nike dan Converse duluan melakukannya. Untuk merayakan sukses Cleveland Cavaliers, Nike merilis Zoom LeBron IV Playoff Edition. Sedangkan untuk menyambut laju Miami Heat, Converse merilis Wade 2.0 Playoff Edition.

LeBron IV inilah yang akan dikenakan LeBron James mulai babak pertama melawan Washington Wizards. Warnanya eksklusif, kombinasi putih, biru gelap, merah gelap, dan sedikit sentuhan emas. Yang menarik, sepatu ini dirilis khusus untuk kawasan Asia. Hanya bisa dibeli di Hongkong dan Jepang. Harga masih sama dengan LeBron IV yang lain, di kisaran USD 150 atau hampir Rp 1,5 juta.

Sedangkan Wade 2.0 PE berwarna nyaris hitam polos, dengan jahitan warna kuning. Harganya di kisaran USD 100 (hampir Rp 1 juta), mulai dijual di Amerika mulai 25 April mendatang.

Sebenarnya, ini bukan kali pertama sepatu edisi playoff diluncurkan. Tahun lalu, Wade dan Converse juga melakukannya.

Ethuang
22-04-2007, 05:16 AM
Minggu, 22 Apr 2007,
Gagal ke Playoff, Tim Papan Bawah Pikirkan NBA Draft


Bingung Pilih Oden atau Durant
Playoff NBA 2007 dimulai pagi ini WIB. Enam belas tim mulai memikirkan langkah menuju juara. Bagaimana dengan 14 tim yang tersisih? Mereka tidak langsung libur. Sekarang mereka memikirkan NBA Draft, kesempatan meraih pemain muda terbaik untuk memperbaiki prestasi musim depan.
-----------

National Basketball Association alias NBA mungkin merupakan kompetisi paling adil di dunia. Tim-tim terburuk punya peluang untuk langsung memperbaiki prestasi pada musim berikutnya. Caranya, lewat NBA Draft.

Dengan cara itu, calon pemain NBA mendaftarkan diri. Kemudian, tim-tim terburuk mendapat kesempatan untuk memilih duluan. Dampaknya bisa instan. Contohnya Cleveland Cavaliers. Sebelum 2003, tim ini merupakan salah satu yang terparah. Setelah mengambil LeBron James sebagai pilihan pertama, tim ini langsung meroket.

Sekarang, Cavaliers merupakan salah satu tim elite di Wilayah Timur.

Nah, tahun ini termasuk tahun emas NBA Draft. Ada minimal sepuluh pemain baik yang siap dicomot. Dua di antaranya calon superstar, berpotensi menjadi Hakeem Olajuwon dan Michael Jordan masa depan.

Mereka adalah Greg Oden, center bertinggi badan 213 cm, dan Kevin Durant, forward luwes bertinggi badan 208 cm. Kedua pemain ini baru saja tampil di liga mahasiswa, NCAA. Meski baru setahun ikut NCAA (keduanya baru setahun lalu lulus dari SMA), mereka sudah meraih banyak pujian.

Oden mampu membantu Ohio State University masuk final NCAA, kalah di babak final di tangan Florida. Durant memang tak mampu mendorong University of Texas ke puncak, tapi dia berhasil merebut penghargaan pemain terbaik (John R. Wooden Award). Tak heran, meski baru setahun kuliah, keduanya langsung memutuskan cabut dan mengejar (jutaan) dollar di NBA.

Kedua pemain ini jelas menjadi incaran utama. Yang jadi pertanyaan, siapa bakal jadi nomor satu? Berdasarkan giliran, dia yang terpilih pertama berhak mendapat kontrak lebih besar.

Sekarang, tinggal menunggu siapa yang paling membutuhkan keduanya. Butuh center atau forward. Tapi, yang membuat NBA Draft sangat seru, tim paling buruk belum tentu memilih pertama.

Sebelum memilih, tim-tim yang gagal ke playoff ini lebih dulu ikut lotere menggunakan banyak sekali bola pingpong. Lotere itu untuk mencari tiga pemilih pertama. Tim paling buruk punya peluang terbesar, karena mendapat jatah bola pingpong terbanyak.

Saat ini, tim terburuk di NBA adalah Memphis Grizzlies, yang mengakhiri musim 2006-2007 dengan rekor 22 kemenangan dan 60 kekalahan. Disusul kemudian oleh Boston Celtics, yang punya rekor 24-58. Nah, kalau NBA Draft nanti urutannya tak berubah, Grizzlies-lah yang akan menentukan, apakah Oden atau Durant menjadi pilihan pertama.

Para pengamat sendiri kesulitan memilih, Oden atau Durant. Oden dianggap bisa memberi dampak instan, karena sangat sulit mencari center berkualitas di NBA. Tapi Durant mungkin lebih baik untuk jangka panjang.

"Durant paling berpeluang menjadi Michael Jordan berikutnya. Ukuran badan dan skill yang komplet membuatnya mampu melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan pemain lain di NBA. Dia juga pekerja keras, tak pernah mau mengalah," kata Chad Ford, pengamat ESPN.

Bagi mereka yang tak berhasil meraih dua pilihan pertama, juga tak perlu khawatir. Masih banyak pemain lain berpotensi besar. Salah satunya datang dari Tiongkok, Yi Jianlian.

Berumur baru 19 tahun, Yi punya tinggi badan 213 cm. Pemain yang sebelumnya membela Guangdong Tigers di Tiongkok ini sudah diincar NBA sejak 2002, saat masih sangat muda.

Apakah dia bakal jadi Yao Ming berikutnya? Bisa jadi. Tapi, Yi tak mau disamakan dengan center Houston Rockets tersebut. "Saya ingin membuka jalan sendiri. NBA adalah tempat impian saya, tantangan terbesar dalam hidup saya. Saya ingin menaklukkannya dengan cara saya sendiri," katanya seperti dikutip China Daily.

Menurut perkiraan terakhir, Yi Jianlian bakal masuk sepuluh besar pada NBA Draft tahun ini. Kemungkinan besar, dia bakal jatuh sebagai pilihan nomor enam. Lotere bakal diselenggarakan 22 Mei mendatang. Sedangkan NBA Draft 2007 dilangsungkan di New York, pada 28 Juni.

Ethuang
22-04-2007, 05:17 AM
Minggu, 22 Apr 2007,
Rekor 21,8 Juta Penonton


Popularitas NBA terus meningkat. Jumlah penonton musim reguler 2006-2007 diklaim memecahkan rekor untuk tahun ketiga berturut-turut, mencapai 21,8 juta orang. Setiap pertandingan rata-rata disaksikan oleh 17.757 penonton. Tahun lalu, NBA menyebut angka totalnya 21,6 juta orang.

Tim mana yang paling banyak penontonnya? Ini yang seru. Tiga tim terlaris berada di Divisi Central di Wilayah Timur, salah satu divisi paling ketat di NBA. Mereka adalah Chicago Bulls (rata-rata 22.253 penonton), Detroit Pistons (22.076), dan Cleveland Cavaliers (20,436). "Kami sangat berterima kasih pada dukungan para penggemar," kata David Stern, commissioner NBA.

Kucing_Imutz
23-04-2007, 03:29 AM
mudah-mudahan jagoan gue (chicago bulls) bisa juara nba lagi

Ethuang
23-04-2007, 08:14 AM
Senin, 23 Apr 2007,
Miami Heat Kalah, Raptors Kecolongan


Hari Pertama Playoff NBA
CHICAGO - Langkah Miami Heat untuk mempertahankan gelar NBA menjadi semakin berat. Pada hari pertama playoff 2007 kemarin WIB, Dwyane Wade dkk kalah di kandang Chicago Bulls, 91-96.

Heat sekarang tertinggal 0-1 di seri best-of-seven ini. Berdasarkan sejarah, tim yang memenangi pertandingan pertama berpeluang jauh lebih besar lolos ke ronde berikutnya. Persentasenya mencapai 78 persen. Apalagi, pertandingan kedua masih akan dilangsungkan di kandang Bulls, Selasa nanti (Rabu WIB).

Sebenarnya, Heat tidak tunduk dengan mudah. Dengan tiga menit tersisa, mereka memang kehilangan center raksasa Shaquille O?Neal, karena fouled out. Namun rekan-rekannya masih mampu mengimbangi Bulls. Dengan 38 detik tersisa, Heat hanya tertinggal 91-92.

Sayang, laju Heat hanya sampai di situ. Bulls memperketat pertahanan, mencegah Wade dan yang lain menambah angka. Luol Deng menjadi pahlawan Bulls, membukukan 33 angka.

Bagi Bulls, seri melawan Heat ini merupakan ajang balas dendam. Tahun lalu, mereka juga bertemu di babak playoff. Waktu itu, keduanya bersaing ketat, sebelum Heat akhirnya lolos setelah bertanding enam kali. Sekarang, momentum ada di tangan mereka.

"Pertandingan ini sangatlah penting," kata Deng, seperti dilansir Associated Press. "Sekarang kami memimpin, dan itu memaksa lawan membuat penyesuaian. Kami melakukan banyak langkah tepat hari ini (kemarin, Red)," lanjutnya.

Heat memasuki babak playoff ini di urutan 4 Wilayah Timur. Sebagai juara Divisi Southeast, mereka berada satu peringkat di atas Bulls. Tapi, karena Bulls punya rekor lebih baik selama musim reguler, maka Bulls-lah yang memegang home-court advantage. Artinya, kalau duel ini terus seri sampai laga keenam (3-3), maka pertandingan ketujuh yang menentukan akan diselenggarakan di Chicago.

Dalam babak playoff, dukungan publik sendiri memang sangat penting. Kemarin, dari empat pertandingan, tiga tim tuan rumah berhasil menang. Selain Bulls, Detroit Pistons mengalahkan Orlando Magic, 100-92, dan Houston Rockets membekuk Utah Jazz, 84-75. Hanya Toronto Raptors yang kecolongan di kandang sendiri, dipermalukan New Jersey Nets, 91-96.

Kata malu itu benar-benar pas, karena Toronto benar-benar tak sabar menghancurkan Nets. Sebab, di tim itu ada Vince Carter, mantan pemain pujaan Raptors yang dianggap "berkhianat" dan pindah ke New Jersey.

Sebelum pertandingan, Raptors membagi-bagikan kaus seragam merah untuk 20 ribuan penonton yang memadati Air Canada Centre. Bukan hanya itu, sepanjang pertandingan, para penonton tak henti-hentinya mencemooh Carter.

Tapi, hinaan itu berbuah kekecewaan. Kaus merah penonton ternyata malah senada dengan kostum yang dipakai Nets. Raptors, sebagai tuan rumah, justru mengenakan kostum putih.

Carter sendiri tidak tampil istimewa, hanya mencetak 16 poin. Yang berbahaya justru dua rekannya sesama bintang, Jason Kidd dan Richard Jefferson. Kidd nyaris mencetak triple-double, membukukan 8 poin, 10 rebound, dan 15 assist. Sedangkan Jefferson meraup 28 poin.

Usai pertandingan, giliran Carter yang mengejek penggemar Raptors, berkaitan dengan kaus merah yang mendominasi tribun. "Itu tandanya mereka cinta kami," kata Carter dengan nada nyinyir.

Ethuang
23-04-2007, 08:17 AM
mudah-mudahan jagoan gue (chicago bulls) bisa juara nba lagi
jgn2 bro tatank se-angkatan ma gw :D
jaman nya Michael Jordan & Scottie Pippen :)!!

pengen jg liat mereka beraksi kembali melawan pemain2 macam Hakeem Olajuwon, Magic Johnson, dll

btw pemain2 skrg jg ngga kalah ma mereka, cm krn gw pertama kali liat NBA jaman pemain2 tsb, jd menurut gw mereka (Jordan cs) is the best ;)

Ethuang
23-04-2007, 08:19 AM
Senin, 23 Apr 2007,
Hasil NBA Playoff


New Jersey Nets v Toronto Raptors 96-91
Nets pimpin seri 1-0
Miami Heat v Chicago Bulls 91-96
Bulls pimpin seri 1-0
Orlando Magic v Detroit Pistons 92-100
Pistons pimpin seri 1-0
Utah Jazz v Houston Rockets 75-84
Rockets pimpin seri 1-0


Notes:
Playoff memakai sistem best-of-seven. Yg dl-an menang 4 kali lolos k babak berikutnya.

Ethuang
23-04-2007, 08:20 AM
Senin, 23 Apr 2007,
Jadwal Hari Ini WIB:


Cleveland Cavaliers v Washington Wizards
Phoenix Suns v Los Angeles Lakers
San Antonio Spurs v Denver Nuggets
Dallas Mavericks v Golden State Warrios

Ethuang
24-04-2007, 07:30 AM
Selasa, 24 Apr 2007,
Dua Unggulan Barat Runtuh


Nuggets Permalukan Spurs, Warriors Bekuk Mavericks
DALLAS - Kejutan besar mewarnai hari kedua playoff NBA, kemarin WIB. Dua unggulan Wilayah Barat, Dallas Mavericks dan San Antonio Spurs, sama-sama menelan kekalahan di kandang sendiri.

Mavericks, yang meraih rekor terbaik pada musim reguler NBA (67-15), kemarin dipermalukan oleh Golden State Warriors, tim yang baru kali pertama lolos ke playoff sejak musim 1994. Dirk Nowitzki dkk kalah 85-97.

Spurs, peringkat tiga Wilayah Barat yang dianggap memiliki defense
terbaik di NBA, kemarin dibekuk oleh Denver Nuggets. Pasangan maut Allen Iverson dan Carmelo Anthony mampu mengobrak-abrik pertahanan Spurs, mengantarkan timnya menang 95-89.

Warriors baru memastikan lolos ke playoff pada hari terakhir musim reguler. Di babak menuju gelar ini, pelatih Don Nelson mengaku tak punya target apa-apa. Mereka akan tampil nothing to lose, mencari pengalaman supaya bisa lebih baik pada musim berikutnya.

"Kami tak berharap menjadi juara di akhir playoff nanti. Tapi, setiap kali kami berlaga di pertandingan berintensitas tinggi seperti ini, kami meraup pengalaman," ujarnya seperti dilansir Associated Press.

Mungkin karena tanpa beban itulah, Warriors tampil lebih luwes. Mereka meneruskan ciri khas, tampil dengan susunan pemain kecil, mengajak lawan untuk terus berlari. Baron Davis, point guard Warriors, tampil cemerlang. Dia mencetak 33 poin, 14 rebound, dan 8 assist.

Dengan kemenangan ini, Warriors berpeluang mencatat prestasi langka. Dalam sejarah NBA, hanya dua tim peringkat 8 yang pernah menundukkan peringkat 1 di babak playoff. Yaitu Denver Nuggets pada 1994 dan New York Knicks lima tahun kemudian.

Mampukah Warriors melakukannya? Nelson tak mau memikirkan itu. Dia yakin, Mavericks pasti akan segera menemukan jalan untuk menang. Tapi, selama Warriors belum tersingkir, dia akan mencoba menikmati setiap pertandingan, memotivasi para pemainnya untuk tampil sebaik mungkin.

Davis sependapat dengan pelatihnya. "Kemenangan ini memang memberi kami rasa percaya diri. Tapi, (Mavericks) pernah masuk babak final. Satu kekalahan tidak akan berdampak apa-apa pada mereka," katanya.

Di San Antonio, Nuggets punya sikap berbeda. Satu kemenangan atas Spurs tidaklah cukup. Mereka ingin mencapai hasil yang lebih tinggi, kalau bisa sampai meraih gelar juara. Mereka tak ingin mengulangi playoff 2005. Ketika itu, Nuggets memenangi laga pertama di San Antonio, lantas kalah empat kali berturut-turut dan tersisih.

"Teman-teman yang berada di sini dua tahun lalu tahu bagaimana rasanya. Makanya, tak ada yang terlalu senang di sini. Kami merebut laga pertama, dan kami ingin merebut laga kedua nanti," ujar Marcus Camby, center Nuggets.

"Dua tahun lalu kami sudah senang bisa sampai playoff. Sekarang, lolos saja tidak cukup. Kami tahu kami tim yang hebat, dan kami bisa menaklukkan tim-tim terbaik," tegas Anthony.

Pasangan Iverson dan Anthony merupakan duet paling mematikan di NBA. Bersama, mereka rata-rata mengumpulkan 55 poin di setiap pertandingan. Kemarin, Iverson mencetak 31 poin, Anthony menambahkan 30 untuk kemenangan Nuggets.

Pujian juga layak diberikan kepada Camby dan Nene. Pasangan forward/center itu mampu membendung superstar Spurs, Tim Duncan, yang kemarin hanya mencetak 14 poin dan 10 rebound.

Ethuang
24-04-2007, 07:31 AM
Selasa, 24 Apr 2007,
Hasil Pertandingan


Washington Wizards v Cleveland Cavaliers 82-97
Cavaliers unggul 1-0

Los Angeles Lakers v Phoenix Suns 87-95
Suns unggul 1-0

Denver Nuggets v San Antonio Spurs 95-89
Nuggets unggul 1-0

Golden State Warriors v Dallas Mavericks 97-85
Warriors unggul 1-0

Ethuang
25-04-2007, 07:44 AM
Rabu, 25 Apr 2007,
Dua Kali Lagi, T-Mac!


Rockets-Pistons Melangkah Mantap
HOUSTON - Houston Rockets melangkah mantap di babak playoff. Kemarin WIB, Tracy McGrady dkk kembali mengalahkan Utah Jazz, 98-90, memimpin seri ini 2-0. Dua kali menang lagi, maka tim ini akan melangkah ke ronde kedua.

Andai Rockets berhasil lolos, maka berakhir pula kutukan T-Mac (julukan McGrady) di babak playoff. Sepuluh tahun dia sudah berkiprah di NBA, lima kali dia lolos ke babak ini. Namun, tak sekalipun dia pernah maju ke ronde kedua.

Kemarin, menghadapi pertahanan Jazz yang kuat, McGrady sebenarnya agak kerepotan memasukkan bola. Dari total 29 tembakan, hanya sembilan yang menghasilkan angka.

Tapi, McGrady punya cara lain untuk mengumpulkan poin. Dia tampil agresif, menerjang pertahanan Jazz untuk meraih sebanyak mungkin free throw. Cara itu berhasil. Dia dapat hadiah tembakan bebas 14 kali, memasukkan 12 di antaranya. Total, McGrady tetap menghasilkan 31 poin plus 10 rebound.

Yao Ming, center Rockets, juga banyak membantu. Dia menyumbang 27 poin dan 9 rebound, mengamankan kemenangan.

Kekalahan ini cukup menyakitkan bagi Jazz, yang sempat memimpin sebanyak sembilan angka pada babak pertama. Lebih menyakitkan lagi bagi Carlos Boozer. Forward Jazz itu merupakan yang paling garang, meraup 41 poin dan 12 rebound. Sayang, rekan-rekan yang lain tak banyak bersuara, sehingga Rockets tetap menang.

Sekarang, setelah dua kali menang di kandang sendiri, tugas Rockets adalah mencuri kemenangan di kandang Jazz. Dalam seri best-of-seven ini, dua laga berikutnya dilangsungkan di Salt Lake City, Utah. Yang ketiga Kamis besok (Jumat WIB).

Pulang ke rumah, Jazz berjanji akan tampil lebih agresif. Khususnya dalam mengekang gerakan McGrady dan Yao Ming. "Semua pemain harus tampil baik untuk mengalahkan mereka. Kami tahu itu," ujar Jerry Sloan, pelatih Jazz.

Bukan hanya Rockets yang melangkah mantap. Tim nomor satu Wilayah Timur, Detroit Pistons, kemarin menang lebih mudah lagi. Mereka kembali menundukkan Orlando Magic, 98-90. Angka akhir itu tidak mencerminkan berlangsungnya pertandingan. Magic baru memperkecil jarak pada momen-momen akhir laga, saat Pistons tak lagi ngotot.

Seluruh starter Pistons kemarin mencatat double-figure (sepuluh poin atau lebih). Richard Hamilton skor 22 poin, Chauncey Billups 21, Tayshaun Prince 18, Rasheed Wallace 17, dan Chris Webber 10. Sixth man Pistons, Antonio McDyess, menambah 9 poin.

"Mereka begitu hebat dan balance," aku Brian Hill, pelatih Magic. "Kami harus solid dalam defense kalau ingin mengalahkan mereka. Sebab, mereka begitu kompak dan saling berbagi," lanjutnya.

Berkat kemenangan kemarin, peluang Rockets dan Pistons maju ke ronde kedua sangatlah besar. Dalam sejarah playoff, sejak 2001, hanya enam tim yang pernah bangkit dari ketinggalan 0-2.

Ethuang
25-04-2007, 07:46 AM
Rabu, 25 Apr 2007,
Hasil Pertandingan


Orlando Magic v Detroit Pistons 90-98
Pistons unggul 2-0
Utah Jazz v Houston Rockets 90-98
Rockets unggul 2-0

Catatan: Playoff memakai sistem best-of-seven. Tim yang menang duluan empat kali lolos ke ronde berikutnya.


Jadwal Hari Ini

Toronto Raptors v New Jersey Nets
Chicago Bulls v Miami Heat
Phoenix Suns v Los Angeles Lakers

Ethuang
25-04-2007, 08:04 AM
Rabu, 25 Apr 2007,
Pemain Kilat Brazil Raih Sixth Man Award


Leandro Barbosa, pemain Phoenix Suns asal Brazil, dinobatkan sebagai Sixth Man terbaik NBA kemarin WIB. Penghargaan tersebut diberikan kepada pemain cadangan utama yang paling berpengaruh selama musim reguler lalu. Dipilih oleh 127 perwakilan media, Barbosa meraih tak kurang dari 101 suara. Dia menyisihkan Manu Ginobili (San Antonio Spurs) dan Jerry Stackhouse (Dallas Mavericks).

Barbosa memang memukau musim ini. Dalam gaya permainan Suns yang cepat, dia merupakan yang paling cepat. Saking cepatnya, dia pun mendapat julukan "Brazilian Blur." Kata "blur" artinya kabur, artinya dia begitu cepat sampai orang tak bisa melihatnya bergerak.

Begitu cepatnya pemain 24 tahun itu, sampai muncul sindiran dia tak pantas bermain basket. "Beri dia bola sepak. Orang Brazil seharusnya main sepak bola, bukan basket," kata Kobe Bryant, bintang Los Angeles Lakers, dengan nada bercanda.

Tahun ini adalah tahun keempat Barbosa di NBA, sekaligus tahun terbaiknya. Dari 80 pertandingan (62 di antaranya sebagai cadangan), dia membukukan 18,1 poin. Senjata utamanya adalah tembakan tiga angka, 43 persen dari tembakannya masuk.

Atas penghargaan ini, Barbosa mengucapkan terima kasih kepada tim pelatih Suns. Baik itu head coach Mike D?Antoni, maupun kakaknya, Dan D?Antoni, yang menjadi pelatih khusus Barbosa. "Saya tak mungkin di sini tanpa dia (Dan, Red)," ujarnya.

Ethuang
26-04-2007, 07:28 AM
Kamis, 26/04/2007
Di Ujung Tanduk


MIAMI - Miami Heat makin kritis. Kekalahan 89-107 dari Chicago Bulls pada game kedua babak playoff di United Center, Chicago, Illinois, kemarin, membuat juara musim lalu itu makin sulit mempertahankan gelar.

Apalagi, mereka kini tertinggal 0-2. Karena itu, Heat benar-benar harus memanfaatkan pertandingan berikut untuk bisa survive. Mereka harus mampu merebut kemenangan pada game ketiga, Jumat (27/4), dan keempat yang berlangsung Minggu (29/4) di American-Airlines Arena, Miami. Setidaknya, dengan bermain di kandang, mereka akan mendapat dukungan berlimpah dari publik sendiri. Itu yang harus dimaksimalkan.

Meski begitu, kinerja pemain juga tetap harus dinomorsatukan. Sebab, tanpa itu, Shaquille "Shaq" O'Neal dkk bukan mustahil akan makin dipermalukan. Tengok saja pertandingan kemarin. Heat yang mengandalkan O'Neal dan Dwyane Wade, tampil mengecewakan. Kerja sama apik yang biasa diperlihatkan keduanya sama sekali tidak terlihat. Kedua punggawa itu tampil di bawah standar.

Seperti pada game sebelumnya, Wade kembali gagal mengatur permainan timnya. Shooting guard yang belum lama sembuh dari cedera dislokasi bahu kiri itu tidak mampu meloloskan diri dari kawalan pemain lawan.

Alhasil, dia hanya mengepak 21 poin. Begitu pula O'Neal hanya mengumpulkan 17 poin.

"Kami tidak bisa berkelit kali ini. Mereka (Bulls) bermain bagus dan terus menekan," papar Shaq, seperti dilansir Yahoo Sports.

Meski demikian, Pelatih Pat Riley tetap optimistis anak asuhnya mampu bertahan. Alasannya adalah pengalaman final musim lalu. Saat itu, mereka sempat menelan dua kekalahan beruntun saat menghadapi Dallas Mavericks. Namun, itu dibayar lunas dengan meraih empat kemenangan beruntun yang berakhir dengan gelar juara.

Di lain pihak, Pelatih Scott Skiles meminta anak asuhnya tidak terbuai dua kemenangan. Sekali lengah, kemenangan yang sudah di depan mata akan melayang.

Ethuang
26-04-2007, 07:33 AM
Kamis, 26/04/2007
Lagi-Lagi, Los Angeles Lakers Tak Berdaya


PHOENIX - Ambisi mengulang pertandingan playoff musim lalu gagal diwujudkan LA Lakers. Berharap dapat merebut kemenangan pada game kedua, tim asuhan Phil Jackson ini malah pulang dengan tangan hampa.
Parahnya lagi, mereka dipermalukan Phoenix Suns dengan skor telak 98-126 di US Airways Center, Phoenix,Arizona,AS.

Musim lalu, Suns dan Lakers memang pernah bertemu pada playoff putaran pertama di Arizona. Saat itu, Kobe Bryant dkk menelan kekalahan. Tapi, hal itu berhasil diperbaiki dengan meraih tiga kemenangan beruntun meski akhirnya tersingkir 4-3. Hanya, kali ini sangat berbeda. Lakers gagal meraih kemenangan pada game kedua yang merupakan laga krusial. Sebab, dengan kegagalan ini,kedudukan menjadi 2-0 untuk Suns. Artinya, mereka wajib menang saat game ketiga & keempat di Staples Center.

Beban Lakers bertambah berat jika melihat kolektivitas anak asuh Mike D'Antoni yang terus meningkat. Keunggulan 28 poin yang diraih pada game kedua membuktikan serangan serta pertahanan jauh lebih kuat dari sebelumnya. Kerja sama Leandro Barbosa, Amare Stoudemire, dan Steve Nash terus memberikan hasil positif.

"Rebound yang kami ciptakan juga luar biasa. Kami bertanding dengan sempurna," papar D?Antoni, seperti dilansir Yahoo Sport.

Ethuang
01-05-2007, 02:48 PM
Selasa, 01 Mei 2007,
Payton, Mourning di Ambang Pensiun


Laga playoff kemarin bisa jadi merupakan laga terakhir dalam karir Gary Payton dan Alonzo Mourning. Dua pemain gaek Miami Heat tersebut memang sudah serius memikirkan pensiun begitu musim ini berakhir.

Usai pertandingan melawan Chicago Bulls, Payton langsung meninggalkan gedung tanpa berbicara kepada wartawan. Sedangkan Mourning mengaku akan segera mengumumkan keputusan.

Payton, mantan superstar bersama Seattle SuperSonics, sebenarnya sudah berniat pensiun tahun lalu. Tapi lantas tergoda untuk melanjutkan karir semusim lagi. Juli nanti, dia akan merayakan ulang tahun ke-39. Dan dia sudah tidak mengejar apa-apa lagi di NBA. "Saya sudah mendapatkan cincin (juara) saya tahun lalu," ucapnya baru-baru ini.

Ethuang
01-05-2007, 02:49 PM
Selasa, 01 Mei 2007,
Mavericks di Ambang Jurang


Unggulan pertama Wilayah Barat, Dallas Mavericks, sekarang di ambang jurang. Kemarin, Dirk Nowitzki dkk kembali takluk di kandang Golden State Warriors, 99-103.

Sekarang, Mavericks tertinggal 1-3, menghadapi tantangan berat untuk lolos ke ronde kedua. Mereka wajib menang pada tiga pertandingan berikutnya. Sekali saja kalah, Warriors melenggang.

Performa Warriors memang mengejutkan. Mereka baru lolos ke playoff pada hari terakhir musim reguler. Menghadapi Mavericks, yang memiliki rekor terbaik sepanjang musim reguler (67-15), tim yang dilatih Don Nelson itu tampil tanpa beban. Mereka mengandalkan gaya yang sangat cepat, terus mengajak Mavericks berlari. Dan cara itu efektif.

Kalau sampai Warriors lolos, maka mereka juga masuk kelompok ajaib. Dalam sejarah NBA, hanya dua tim peringkat 8 yang pernah menaklukkan peringkat 1 pada ronde pertama. Yaitu Denver Nuggets 1994 dan New York Knicks 1999.

Tapi, waktu itu, format ronde pertama masih best-of-five. Warriors bisa mencatat sejarah sebagai tim pertama yang melakukan lewat format best-of-seven.

Kemarin, point guard Baron Davis menjadi motor kemenangan. Dia mencetak 33 poin, termasuk tembakan tiga angka dari tengah lapangan sesaat sebelum halftime.

Game kelima dilangsungkan di Dallas, Selasa malam ini (Rabu pagi WIB). Kalau Mavericks belum tersingkir, game keenam dijadwalkan berlangsung di Oakland (kandang Warriors), Kamis lusa (Jumat WIB).

Dirk Nowitzki, bintang Mavericks yang juga kandidat Most Valuable Player musim ini, mengaku timnya kecewa tapi belum hancur. "Saya tahu tim ini tidak akan menyerah. Kami punya banyak semangat. Kami akan berjuang habis-habisan. Hanya itu yang bisa kami lakukan sekarang," ucapnya kepada Associated Press.

Ethuang
01-05-2007, 02:50 PM
Selasa, 01 Mei 2007,
Bulls Sapu Juara Bertahan


Hadapi Pistons di Ronde Kedua
MIAMI - Masa jabatan Miami Heat sebagai juara NBA resmi berakhir. Masa menjuluki tim Chicago sebagai Baby Bulls juga resmi berakhir.

Kemarin WIB, Kirk Hinrich, Ben Wallace, dkk berhasil menang lagi di kandang Heat, 92-79. Mereka pun sukses menyapu tim juara bertahan itu 4-0, berhak melenggang ke ronde kedua playoff melawan Detroit Pistons.

Sukses lolos ke ronde kedua ini merupakan yang pertama bagi Bulls sejak 1998, saat Michael Jordan mengantarkan tim ini menjadi juara untuk kali terakhir. Dalam empat tahun terakhir, Bulls -yang masih Baby-selalu tergusur di ronde pertama.

Bulls sekarang juga masuk kelompok hebat, menjadi tim kedua dalam sejarah yang menyapu juara bertahan di ronde pertama playoff. Yang pertama adalah Phoenix Suns pada tahun 2000, menghabisi San Antonio Spurs. Yang menarik, tim Suns itu dilatih oleh Scott Skiles, pelatih Bulls saat ini.

Dalam laga keempat kemarin, Bulls tak memberi ampun Heat. Mereka tampil sangat agresif, khususnya pada kuarter terakhir. Begitu agresifnya, pada lima menit terakhir, tim tuan rumah hanya mampu mencetak dua poin.

Para pendukung Heat, yang kompak mengenakan kaus putih, tak mampu mengucapkan apa-apa pada akhir pertandingan. Padahal, mereka biasanya dengan kompak meneriakkan "White hot Heat! White hot Heat!"

Dua pemain muda, Ben Gordon dan Luol Deng, menjadi penyumbang poin utama Bulls. Masing-masing membukukan 24 dan 22 poin. "Kami merasa sangat percaya diri memasuki seri ini. Kami yakin bisa menang," ujar Hinrich, point guard Bulls, seperti dilansir Associated Press.

Skiles menambahkan, hasil ini merupakan pencapaian istimewa timnya. "Kami ingin menikmati kemenangan ini. Kami bermain hebat, kami ngotot di setiap pertandingan. Kami layak menang," tegasnya.

Namun, Skiles mengingatkan untuk tidak berpesta terlalu lama. Kalau ingin terus melaju di babak playoff, mereka sekarang harus menaklukkan lawan yang lebih berat. Detroit Pistons merupakan unggulan pertama Wilayah Timur, baru saja menyapu Orlando Magic 4-0. Bukan hanya itu, Bulls tidak lagi punya home-court advantage. Dua laga pertama pada ronde kedua akan diselenggarakan di Detroit.

Di sisi lain, Heat menerima kekalahan ini secara ksatria. "Mereka tim yang lebih baik. Mereka mengalahkan kami dengan fair. Tidak ada alasan untuk menentang itu sama sekali," kata Dwyane Wade, bintang Heat yang kemarin mencetak 24 poin.

Ethuang
01-05-2007, 02:52 PM
Selasa, 01 Mei 2007,
Hasil Playoff Kemarin


Chicago Bulls v Miami Heat 92-79
Bulls menangi seri 4-0

Phoenix Suns v Los Angeles Lakers 113-100
Suns unggul 3-1

Toronto Raptors v New Jersey Nets 81-102
Nets unggul 3-1

Dallas Mavericks v Golden State Warriors 99-103
Warriors unggul 3-1

Catatan: Playoff menggunakan format best-of-seven. Tim yang duluan menang empat kali lolos ke ronde berikutnya.


Jadwal Hari Ini

Washington Wizards v Cleveland Cavaliers
Denver Nuggets v San Antonio Spurs
Houston Rockets v Utah Jazz

itach1ez
01-05-2007, 04:41 PM
Hasil Playoff NBA Senin,30 April 2007

CLEVELAND 97 - WASHINGTON 90
PLAYOFF : Cavaliers win series 4-0

UTAH 92 - HOUSTON 96
PLAYOFF : Rockets lead series 3-2

SAN ANTONIO 96 - DENVER 89
PLAYOFF : Spurs lead series 3-1

Thanks buat bro Ethuang yang sudah bantu saya di thread inid:b

Ethuang
02-05-2007, 08:09 AM
Rabu, 02 Mei 2007,
Sekali Lagi, T-Mac!


Rockets Unggul 3-2, Cavaliers Sapu Wizards
HOUSTON - Tracy McGrady sedikit lagi bisa mengakhiri kutukan playoff-nya. Kemarin WIB, di kandang sendiri, Houston Rockets mampu menaklukkan Utah Jazz, 96-92. Berarti, satu kemenangan lagi, T-Mac -julukan McGrady-bakal lolos ke ronde kedua untuk kali pertama dalam karirnya.

Duel Rockets melawan Jazz ini memang yang paling seru di ronde pertama playoff NBA 2006-2007. Rockets menang dua kali di kandang sendiri, lantas kalah dua kali pula di Salt Lake City, Utah. Kemarin, di Houston, Rockets kembali menang.

Nah, tantangan mereka sekarang adalah meraih kemenangan di game keenam, yang kembali dilangsungkan di Utah, Kamis besok (Jumat WIB). Kalau sampai kalah, maka game ketujuh -laga do or die-diselenggarakan lagi di Houston, Sabtu nanti (Minggu WIB).

Bagi McGrady, kemenangan sangatlah berharga. Dalam sepuluh tahun berkarir di NBA, lima kali dia sudah masuk playoff. Namun, tak sekalipun timnya mampu menembus ronde pertama. Baik itu bersama Toronto Raptors, Orlando Magic, maupun Rockets.

Kemarin, pemain yang sudah tujuh kali masuk All-Star itu benar-benar ngotot mengejar kemenangan. Dia bukan hanya mencetak 26 poin, tapi juga mengajak rekan-rekannya aktif dengan menyumbangkan 16 assist. Padahal, dia sempat cedera pada kuarter pertama, sempat keluar lapangan sesaat.

"Teman-teman bergantung pada saya. Tugas saya adalah membuat mereka tampil lebih baik, mendapatkan tembakan terbuka," ujar McGrady seperti dilansir Associated Press. "Kalau saya menusuk ke dalam dan lawan mengepung, maka teman-teman harus mampu memasukkan bola dengan tembakan dari luar," lanjutnya.

Sekarang, mampukah McGrady mengulang performa itu kandang Jazz pada game keenam? Laga tersebut bakal mendapat perhatian luar biasa. Carlos Boozer, bintang Jazz, berjanji bersama pemain lain untuk mempertahankan kandang sendiri. "Kami siap tempur," tegasnya.

McGrady sendiri tak ingin terlalu sesumbar menghadapi laga terpenting dalam karirnya itu. Andai kalah lagi di Utah, dia yakin mampu menutup seri ini dengan kemenangan pada game ketujuh, di kandang sendiri. "Kami sangat nyaman berlaga di (rumah). Kami tampil penuh percaya diri di sini," tandasnya.

Sementara itu, di Wilayah Timur, satu lagi tim memastikan lolos ke ronde kedua. Cleveland Cavaliers menang lagi atas Washington Wizards, 97-90, menyapu seri tersebut 4-0. Ini merupakan sweep (sapu bersih) pertama dalam sejarah Cavaliers.

LeBron James dkk masih harus menunggu lawan, menanti pemenang pertarungan Toronto Raptors melawan New Jersey Nets. Sementara ini, Nets unggul 3-1.

James yakin Cavaliers bisa menang lagi di ronde kedua. Timnya sekarang sangat fokus mengejar gelar juara. "Tahun lalu, masuk playoff saja sudah melegakan. Itu merupakan playoff pertama karir saya. Sekarang, kami punya mimpi yang lebih besar, merebut gelar juara. Kami sekarang selangkah lebih dekat," ujarnya.

Ethuang
02-05-2007, 08:10 AM
Rabu, 02 Mei 2007,
Barat Kuasai All-Defensive Team


Wilayah Barat menguasai All-Defensive Team, kumpulan pemain bertahan terbaik NBA. Lima pemain yang masuk First Team semuanya dari wilayah tersebut.

Dua dari lima pemain itu datang dari San Antonio Spurs, Tim Duncan dan Bruce Bowen. Maklum, tim tersebut memang paling pelit memberi poin sepanjang regular season lalu (hanya mengizinkan lawan mencetak 90,1 poin per pertandingan). Tiga lagi Marcus Camby (Denver Nuggets), Kobe Bryant (Los Angeles Lakers), dan Raja Bell (Phoenix Suns).

Para pemain Timur baru masuk di Second Team, yang terdiri atas Ben Wallace dan Kirk Hinrich (Chicago Bulls), Jason Kidd (New Jersey Nets), Tayshaun Prince (Detroit Pistons), serta dari Barat, Kevin Garnett (Minnesota Timberwolves).

Daftar All-Defensive First dan Second Team itu dipilih oleh 30 pelatih NBA. Namun, saat memilih, mereka tak boleh memasukkan nama pemain tim asuhan sendiri.

Ethuang
03-05-2007, 08:27 AM
Kamis, 03 Mei 2007,
Mavericks Belum KO


Selamat dari Tembakan Warriors di Menit Akhir
DALLAS - Dallas Mavericks masih bernapas di babak playoff NBA 2006-2007. Tim unggulan pertama Wilayah Barat itu masih terhindar dari eliminasi, setelah mengalahkan Golden State Warriors di kandang sendiri, 118-112, kemarin WIB.

Andai kalah, maka tim yang musim lalu menjadi runner-up itu bakal menjadi salah satu unggulan utama paling memalukan dalam sejarah NBA. Sebab, selama ini, hanya dua kali peringkat pertama di-KO oleh peringkat delapan di babak playoff.

Sekarang, paling tidak Mavericks mendapat kesempatan lagi untuk lolos ke ronde kedua. Mereka masih tertinggal 2-3 dari Warriors, tapi masih punya peluang untuk membalik keadaan. Syaratnya, mereka harus menang di kandang Warriors Kamis malam ini (Jumat pagi WIB), lalu menang lagi di kandang sendiri Sabtu nanti (Minggu WIB).

Kemarin, pertandingan berlangsung sangat dramatis, momentum terus berpindah bak bola pendulum. Pada kuarter kedua, Mavericks sempat memimpin 21 poin. Namun, Baron Davis dkk mengejar dan menyalip lewat hujan tembakan tiga angka. Dengan hanya dua menit tersisa pada kuarter terakhir, Mavericks justru tertinggal sembilan angka, 103-112.

Suasana American Airlines Arena di Dallas pun hening. Memasuki menit terakhir pertandingan, Mavericks tampaknya bakal kalah.

Saat itulah, Dirk Nowitzki menjadi pahlawan. Kandidat utama Most Valuable Player (MVP) itu memasukkan tembakan tiga angka, memblok tembakan Jason Richardson, lalu kembali memasukkan tembakan tiga angka.

Bukan hanya itu, Nowitzki lantas attack, memasukkan poin plus bonus free throw karena di-fouled. Kedudukan pun imbang. Setelah itu, Warriors seolah kehabisan akal dan mulai emosi. Baron Davis kena fouled out, lalu Stephen Jackson dikeluarkan dari lapangan karena dianggap mengejek wasit. Mavericks pun menambah poin, menang 118-112.

"Tim kami punya hati besar, punya pride besar," ucap Nowitzki, seperti dilansir Associated Press. "Tahun lalu kami bertarung sampai final. Kami meraih beberapa kemenangan berat di kandang lawan. Tim ini tak akan pernah menyerah," tambahnya.

Mavericks berharap bisa melanjutkan sukses ini di Oakland, di kandang Warriors. "Kami harus merebutnya dari mereka. Tidak mungkin mereka akan memberikan kemenangan begitu saja. Kalau kami bisa mencuri kemenangan di sana, kami bisa menghabisi mereka lewat game ketujuh di kandang sendiri," papar Nowitzki, yang membukukan 30 poin dan 12 rebound di hadapan 21 ribu penonton lebih, terbanyak dalam sejarah Mavericks.

Sementara itu, di Wilayah Timur, Toronto Raptors juga belum KO. Kemarin mereka juga menang ketat atas New Jersey Nets, 98-96. Kedudukan sekarang 3-2 untuk Nets, yang bisa menutup seri ini di kandang sendiri.

Ethuang
03-05-2007, 08:29 AM
Kamis, 03 Mei 2007,
Hasil Playoff Kemarin


New Jersey Nets v Toronto Raptors 96-98
Nets unggul 3-2

Golden State Warriors v Dallas Mavericks 112-118
Warriors unggul 3-2


Jadwal Hari Ini

San Antonio Spurs v Denver Nuggets
Phoenix Suns v Los Angeles Lakers

itach1ez
03-05-2007, 05:21 PM
DENVER NUGGETS 78
SAN ANTONIO SPURS 93

*SPURS WINS 4-1

LOS ANGELES LAKERS 110
PHOENIX SUNS 119

*SUNS WINS 4-1

itach1ez
03-05-2007, 05:29 PM
Next Game:

GOLDEN STATE WARRIORS - DALLAS MAVERICKS
WARRIORS LEAD 3-2

HOUSTON ROCKETS - UTAH JAZZ
ROCKETS LEADS 3-2

Ngomong2 penggemar NBA mana ya? Kok cuma gw sama bro Ethuang aja yang meramaikan thread ini...

Ethuang
04-05-2007, 08:19 AM
Jumat, 04 Mei 2007,
Suns Habisi Lakers


Spurs Juga Lolos
PHOENIX - Dua tim Wilayah Barat telah memastikan tempat di babak semifinal playoff NBA 2006-2007. Mereka adalah Phoenix Suns dan San Antonio Spurs. Keduanya pun bakal bertarung untuk memperebutkan tiket final pada Minggu besok (Senin WIB).

Kemarin WIB di game kelima, tuan rumah Suns menghabisi usaha Los Angeles Lakers 119-110 US Airways Center. Itu membuat Steve Nash dkk unggul 4-1 dan tak perlu meneruskan sisa pertandingan dalam laga yang menggunakan sistem the best of seven itu.

Sedangkan, Spurs melumat Denver Nuggets 93-78 di AT& T Center. Sehingga, Tim Duncan dkk juga menorehkan kemenangan 4-1.

Pada game kelima itu, Suns tampil tak seperti biasanya, yaitu dengan permainan cepat. Tim besutan Mike D?Antoni tersebut bermain lebih hati-hati. Meski begitu, Steve Nash dkk memang masih terlalu unggul bagi Lakers. Mereka masih terlalu cepat dan didukung pemain-pemain berkualitas tinggi.

Sejak awal pertandingan, tuan rumah langsung menggebrak. Nash menjadi salah satu sosok penting bagi Suns dengan membuat 7 turnover, 17 poin, dan sepuluh assist, empat di antaranya dibuat pada kuarter akhir.

Operan-operan jitu calon MVP Reguler itu membuat rekan-rekannya leluasa mendulang poin. Salah satunya, Shawn Marion yang dapat melakukan aksi dunk untuk membuat skor 109-93, saat waktu menyisakan 5 menit 52 detik. Marion pun mengemas 26 poin, sepuluh rebound, dan dua assist. Sedangkan, top skor direbut Amare Stoudemire dengan 27 poin.

Lakers sudah berusaha memperpanjang napas di playoff. Mereka sempat tertinggal 15 poin di pertengahan kuarter kedua dan berhasil sempat memperkecil jarak pada kuarter ketiga dengan selisih dua poin.

Tapi, usaha Kobe Bryant dkk tak membuahkan hasil. Forward Lakers Lomar Odam menjadi bintang timnya dengan mencetak 33 poin, 10 rebound, dan 2 assist. Sedangkan, Kobe, yang mendapat kawalan ketat Raja Bell, mendulang 34 poin.

"Saya telah menduga hasil ini. Kami telah melakukan pekerjaan yang sangat bagus," kata Nash yang dilansir Associated Press. "Kami bukannya tak bermain cepat, tapi memang situasinya sangat ketat. Mereka bermain tanpa beban," tambahnya.

Bagi Lakers, ini adalah kegagalan kedua beruntun menembus semifinal playoff. Tahun lalu, mereka juga dikalahkan Suns dengan skor 3-4. Terakhir pada 2004, tim besutan Phil Jackson itu lolos dari babak pertama. Ketika itu, Lakers masih diperkuat Shaquille "Shaq" O?Neal yang kini hijrah ke Miami Heat.

Sementara itu, Spurs kembali mampu melanjutkan rentetan kemenangan atas Nuggets, usai kalah pada game pertama di kandang sendiri. Kemenangan Spurs tak lepas dari peran forward Michael Finley yang mencetak rekor klub tembakan tiga angka di playoff.

Pemilik nomor 4 tersebut berhasil melakukan delapan tembakan tiga angka dari sembilan usahanya dan mengakhiri pertandingan dengan torehan 26 poin.

"Dia fantastis. Dia tampil cemerlang dan dia terus menerus menembak. Kalau Anda sedang dalam kondisi puncak, teruslah menembak sampai meleset. Sedangkan, dia hampir tidak pernah gagal," puji power forward Spurs Robert Horry.

Ethuang
04-05-2007, 08:20 AM
Ngomong2 penggemar NBA mana ya? Kok cuma gw sama bro Ethuang aja yang meramaikan thread ini...
[/B]
mungkin bro itach1ez perlu sebar undangan :-?
bs via SB ato via PM :D
ato via pos kilat :-/ !?
:))

Ethuang
05-05-2007, 01:11 PM
Sabtu, 05 Mei 2007,
Deng Rebut Trofi Joe Dumars


DEERFIELD - Small forward Chicago Bulls, Luol Deng, termasuk pemain yang tak banyak tingkah di dalam lapangan. Karena perilakunya tersebut, pebasket kelahiran Sudan itu merebut penghagaan sportsmanship NBA 2006-2007. Dia mengungguli lima pemain lainnya dari masing-masing divisi.

Penghargaan itu berdasarkan pilihan para pemain NBA. Deng, yang mewakili Divisi Central, berhasil mengumpulkan 2.072 poin, selisih 22 poin dengan small forward Houston Rockets, Shane Battier (Southwest,) yang sebagai runner-up. Peringkat ketiga adalah point guard Utah Jazz, Derek Fisher (Northwest), yang menorehkan 1.953 poin. Posisi keempat adalah forward-center Los Angeles Clippers Elton Brand (Pacific) dengan 1.935 poin dan guard Atlanta Hawks Joe Johnson (Southeast) menorehkan 1.737 poin berada di peringkat kelima dan terakhir adalah guard Toronto Raptors, Anthony Parker (Atlantic), dengan mengumpulkan 1.611 poin.

Pemilik nomor 9 itu berhak menerima Trofi Joe Dumars, mantan guard Detroit Pistons yang menerima penghargaan ini pada 1996. Apresiasi ini diberikan kepada pemain yang memiliki etika terbaik di luar lapangan, fair play, dan integritas tinggi di lapangan. Pemenang juga mendapatkan hadiah uang tapi tak masuk kantongnya. Uang itu bakal disumbangkan kepada yayasan sesuai pilihan pemenang.

Deng pun merasa senang dengan penghargaan ini. Dia pun berencana memberi tahu kepada kedua orang tuanya yang tinggal di London, Inggris. Dia merasa jasa orang tuanya yang membuat dia menjadi pemain besar seperti ini

"Saya telah mendapat penghargaan di lapangan dan itu bermakna besar bagi saya. Tapi, penghargaan ini juga faktor luar lapangan. Untuk saya, ini juga jasa dari kedua orang tua," tutunya.

Ethuang
05-05-2007, 01:13 PM
Sabtu, 05 Mei 2007,
Finalis Terkubur


Jazz-Rockets Lakoni Game Ketujuh
OAKLAND - Babak pertama playoff NBA 2006-2007 menjadi mimpi buruk finalis musim lalu. Setelah juara bertahan Miami Heat disapu Chicago Bulls dengan skor telak 0-4, kemarin WIB giliran runner-up Dallas Mavericks gagal bertahan.

Ini setelah Golden State Warriors menumbangkan Mavericks dengan skor 86-111 di Oracle Arena pada game keenam. Kondisi itu membuat Warriors unggul 4-2 atas unggulan pertama Wilayah Barat dan juga tim yang menorehkan rekor terbaik reguler dengan torehan 67-15 tersebut.

Kemenangan Warriors itu membuat tim besutan Don Nelson tersebut tercatat sebagai tim ketiga dalam sejarah NBA sebagai unggulan kedelapan yang mampu menyingkirkan tim unggulan pertama di babak pertama. Mereka mengikuti jejak Denver Nuggets pada 1994 dan New York Knicks (1999). Selain itu, menjadi tim pertama unggulan kedelapan yang mengalahkan favorit juara setelah digunakan sistem the best of seven di babak pertama playoff pada 2003. Pada musim ini, Warriors baru pertama menembus playoff setelah 13 tahun.

Sedangkan bagi Mavericks, ini adalah yang paling memalukan. Tim besutan Avery Johnson tersebut menjadi satu-satunya tim yang telah mengoleksi minimal 65 kemenangan di reguler kemudian tumbang pada babak pertama playoff. Apalagi, tim yang dihadapi diarsiteki Nelson yang telah 10 musim bersama Mavericks dan berhasil mengangkat Dirk Nowitzki dkk dari tim terburuk menjadi salah satu tim terbaik.
Di hadapan 20.677 pendukungnya, semangat pemain-pemain Warriors memang luar bias. Permainan cepat dengan mengandalkan pemain-pemain kecil ditambah semangat tinggi menjadi kunci kemenangan. Dua pemain andalan tuan rumah pun bermain menggila. Mereka adalah point guard Baron Davis, yang mengalami cedera hamstring tapi tak membatasi permainannya dan forward Stephen Jackson yang tampil impresif.

Davis berhasil mencetak 20 poin, 10 rebound, dan 6 assist. Sedangkan, Jackson membukukan 33 poin, 12 di antaranya melalu tembakan tiga angka. Pada game kelima, kedua pemain tersebut sempat dikeluarkan oleh wasit. Mereka memang mempunyai temperamen tinggi. Padahal, jika emosi mereka terjaga, Warriors selalu bermain baik.

"Saya memang ingin bermain agresif sejak awal. Tapi, tetap fokus, tidak khawatir tentang keputusan wasit dan tidak emosi. Saya hanya berusaha tampil sebagus mungkin," kata Jackson yang dilansir Associated Press.

"Kami telah membuat sejarah NBA dan saya kira menjadi tim terbaik. Saya sangat bangga dengan tim saya dan menjadi bagiannya," tambah Davis.

Sedangkan di kubu Mavericks, permainan mereka terlihat tak seperti biasanya, terutama bintangnya Nowitzki. Calon MVP Reguler yang bermain gemilang pada game kelima hanya bisa membuat 8 poin. Top skor tim itu adalah Josh Howard dan Jerry Stackhouse yang sama-sama menyumbang 20 poin.

Meski demikian, bos Mevericks, Mark Cuban, tak menyesal atas kekalahan itu. "Ini tak seperti tahun lalu. Kalah di final lebih menyakitkan," tuturnya.

Di semifinal, Warriors masih menunggu antara pemenang Utah Jazz dan Houston Rockets. Hingga kemarin pada laga keenam, kedudukan masih imbang 3-3. Ini menyusul kemenangan Jazz 94-82 di EnergySolutions Arena.

Ethuang
05-05-2007, 01:14 PM
Sabtu, 05 Mei 2007,
HASIL PLAYOFF KEMARIN


Utah Jazz v Houston Rockets 94-82
Imbang 3-3

Golden State Warriors v Dallas Mavericks 111-86
Warriors unggul 4-2


ACARA HARI INI

New Jersey Nets v Toronto Raptors

itach1ez
05-05-2007, 05:42 PM
Hasil hari ini:

TORONTO RAPTORS 97 - 98 NEW JERSEY NETS

Nets lolos dengan memenangi seri 4-2

itach1ez
08-05-2007, 09:39 PM
Cleveland dan San Antonio Spurs unggul 1-0 atas lawan-lawannya di semifinal Wilayah Timur dan Barat.;)

solaha
08-05-2007, 10:07 PM
Senin, 07/05/2007 12:46 WIB
Spurs Raih Angka Pertama
Meliyanti Setyorini



Phoenix - San Antonio Spurs meraih angka pertamanya di semifinal wilayah, Senin (7/5/2007) WIB, setelah mengalahkan Phoenix Suns yang kehilangan Steve Nash di penghujung pertandingan.

Nash sempat bermain sampai kuarter keempat, namun harus menyaksikan pertandingan seru tersebut dari pinggir lapangan karena luka di hidung akibat benturan kepala dengan Tony Parker. Insiden ini terjadi dua menit menjelang akhir kuarter keempat.

Setelah benturan kepala itu, Nash terus bermain dengan hidung yang disumbat bahkan bisa melesakkan tembakan tiga angka yang membuat pertandingan seri 102-102, dan sebuah layup yang memperkecil kedudukan menjadi 106-104.

Tetapi 45 detik menjelang akhir pertandingan, Nash terpaksa ditarik keluar karena darah dari luka di hidungnya tak berhenti mengalir. Tanpa Nash, Suns hanya mampu menambah dua poin dari tembakan bebas Amare Stoudemire, sementara Spurs mampu menambah lima poin dan menang 111-106.

"Tidak ada yang bisa saya lakukan, ini benar-benar di luar kekuasaan saya," sesal Nash, yang mengakhiri pertandingan dengan torehan 31 poin dan delapan assist.

Dari kubu Spurs, Tim Duncan menjadi penampil terbaik dengan sumbangan 33 poin dan 16 rebound. Adapun Tony Parker menambah 32 poin. Game kedua masih akan digelar di US Airways Center, Phoenix, tanggal 8 Mei (9 Mei WIB) mendatang.

Sementara pada pertandingan lain Cleveland Cavaliers memetik kemenangan pertama atas New Jersey Nets. Di Cleveland, LeBron James cs menang 81-77.

Pada pertandingan tersebut James mengemas 21 poin, 11 rebound dan tujuh assist. Dari kubu Nets, Vince Carter juga mengemas 21 poin.

Cavs memperpanjang rekor belum terkalahkan di playoff menjadi lima. Di babak pertama, Cavs menyikat Washington Wizards dengan skor 4-0. Game kedua masih akan berlangsung di Cleveland.

solaha
08-05-2007, 10:09 PM
Selasa, 08/05/2007 13:55 WIB
Bulls Tak Bertaji
Meliyanti Setyorini



Kirk Hinrich (AFP/Getty Images/Gregory Shamus)
Detroit - Menyingkirkan juara bertahan Miami Heat dengan skor telak 4-0 bukan jaminan Chicago Bulls bakal trengginas di semifinal wilayah. Melawan Detroit Pistons, Bulls tertinggal 0-2.

Setelah kalah 95-69 di game pertama, permainan Kirk Hinrich cs belum membaik. Di Palace of Auburn Hills, Selasa (8/5/2007), Bulls kembali digebuk Pistons dengan skor 108-87.

Pada pertandingan itu Tayshaun Price menjadi top skor Pistons dengan sumbangan 25 poin. Namun bukan cuma Price yang tampil gemilang. Seluruh starter Pistons mampu menorehkan double digit yakni Richard Hamilton (24 poin), Chris Webber (22), Chauncey Billups (14) dan Rasheed Wallace (10).

Sementara Bulls tak tampil seefektif Pistons. Luol Deng hanya mampu mencetak 16 poin. Demikian pun Andres Nocioni yang cuma menorehkan 12 poin. Sementara Hinrich cuma mengemas tujuh poin.

Namun Bulls bisa menghindar dari sapu bersih mengingat game ketiga dan keempat akan digelar di kandangnya. Sementara Pistons berpeluang memperpanjang kemenangannya, sekaligus mematahkan rekor kemenangan di post season milik franchise-nya.

Jika Pistons melaju mulus, Utah Jazz memulai langkahnya di semifinal dengan baik setelah menundukkan Golden State Warriors. Tampil hanya dua hari setelah melakoni game ketujuh melawan Houston Rockets di babak pertama playoff, Carlos Boozer cs mengungguli Warriors 116-112.

Pada pertandingan itu Boozer mengemas 17 poin dan 20 rebound. Sementara Deron Williams menjadi top skor dengan torehan 31 poin. Dari kubu Warriors, Baron Davis memimpin dengan torehan 14 poin. Sementara Jason Richardson mengemas 21 poin.

Di babak pertama, Jazz tidak terkalahkan kala tampil di kandangnya, dan bahkan mencuri angka di kandang Rockets. Adapun game kedua semifinal wilayah masih akan berlangsung di Salt Lake City. (mel/lom)

anakayam069
08-05-2007, 10:17 PM
gue kobe bryant aja deh :D:D:D go LAKERS !! (tapi udah kalah :(()

thank_66
08-05-2007, 11:20 PM
Jazz Singkirkan Rockets

Houston - Utah Jazz menjadi tim terakhir yang lolos ke semifinal wilayah setelah menyingkirkan Houston Rockets di putaran pertama playoff dengan skor akhir 4-3.

Pada game ketujuh yang berlangsung di Toyota Center, Houston, Minggu (6/5/2007) WIB, Jazz menundukkan tuan rumah dengan skor 103-99.

Kemenangan Jazz cukup mengejutkan karena Yao Ming cs sempat memimpin 2-0, berkat dua kemenangan di kandang. Namun Carlos Boozer cs kali ini berhasil mengambil kesempatan.

Boozer mengemas 35 poin, 14 rebound dan lima assist, dan Jazz pun kembali ke semifinal wilayah semenjak mengalahkan Seattle Supersonics di babak pertama playoff tahun 2000.

Sebaliknya Yao gagal mengangkat timnya, walau meraup 29 poin dan enam rebound. Rockets belum pernah memenangkan satu seri playoff-pun sejak tahun 1997.

Di semifinal Jazz bakal menantang Golden State Warriors, yang secara mengejutkan menyingkirkan unggulan pertama Dallas Mavericks. Kedua tim memiliki rekor pertemuan 2-2 di babak reguler.

itach1ez
09-05-2007, 04:21 PM
Prince Benamkan Bulls

The Auburn Hills menjadi tempat yang begitu menakutkan bagi para pemain Chicago Bulls. Hal ini setidaknya tampak dalam pertandingan kedua babak semifinal playoff wilayah timur selasa (8/5) pagi wib, Tayshaun Prince bermain cemerlang dengan membukukan 25 angka untuk menghentikan upaya Bulls memenangkan pertandingan dan harus menuai kekalahan 87-108.

Jika dipertandingan pertama kekalahan Bulls banyak ditentukan oleh kecermelangan Chauncey Billups dan Richard Hamilton maka dipertandingan kedua ini selain Price, Hamilton juga berjasa besar mengantar kemenangan Pistons dengan pencapaian 24 angka.

"Kami tidak memiliki fokus seperti ini sebelumnya,' aku Prince mengenang kekalahan dari Miami Heat dibabak final musim silam.

'Sekarang kami sudah berada dijalur yang benar untuk meraih gelar juara.'

Chicago Bulls memiliki peluang untuk memperkecil ketinggalan karena dua pertandingan mendatang yang dimulai jumat menadtang dimainkan di Chicago.

Guar Bulls Kirk Hinrich mengaku bahwa dua kekalahan di pertandingan awal menjadi semakin lengkap betapa tak berdayanya Bulls.

'Kami memerlukan upaya untuk bisa bangkit kembali,' jelas Hinrich menunjuk kemenangan 4 pertandingan tanpa balas atas Miami Heat dibabak pertama.

Selain Richard Hamilton dan Prince, perolehan angka Pistons juga disumbangkan oleh Chris Webber dengan 22 angka dan Chauncey Billups dengan 14 angka 10 rebounds.

Center Rasheed Wallace menambah 10 angka bagi Pistons.

Dikubu Chicago Bulls, Tyrus Thomas menjadi pencetak angka tertinggi dengan 18 angka dimana 12 angka dibuatnya di kuarter ke-4.

Boleh disebut apa yang dicapai Thomas sangatlah membanggakan karena sejumlah pemain pilar Bulls lainya seperti Luol Deng, Ben Gordon, Ben Wallace dan Hinrich bermain buruk dengan hanya mengemas 16 angka, 12 angka dan 2 angka.

Sukses Pistons menggebuk Bulls merupakan sebuah pengulangan di pertandingan pertama karena sejak kuarter pertama Pistons langsung menggebrak.

"Kekalahan ini tidaklah mengejutkan karena memang kami terlihat tidak kompetitif,' jelas pelatih Bulls Scott Skiles.

Sebelum pertandingan kedua digelar pelatih Pistons Flip Saunders mengaku bahwa kemungkinan Bulls akan melakukan penjagaan ekstra ketat atas diri Billups yang bermain sangat cemerlang.

thank_66
10-05-2007, 12:06 AM
Roy Pimpin Tim Rookie of the Year

New York - Panel NBA telah memilih daftar tim rookie terbaik musim ini. Tim yang terdiri dari pemain-pemain debutan NBA itu dipimpin oleh guard Portland Trail Blazer, Brandon Roy.

Roy memperoleh poin tertinggi, 58, diikuti Andrea Bargnani (Toronto Raptors/57 poin), Randy Fove (Minnesota Timberwolves/48), Rudy Gay (Memphis Grizzlies/39), serta Jorge Garbajosa (Toronto Raptors) dan LaMarcus Aldridge (Portland) yang sama-sama mengantongi 37 poin.

Roy memimpin tim utama rookie dengan catatan rata-rata 16,8 poin, 4 assist dan 35,4 menit dalam 57 pertandingan. Ia mencetak sedikitnya 20 poin dalam 16 game.

Bargnani, first pick dalam draft 2006, menorehkan rata-rata 11,6 poin dalam musim pertamanya di NBA ini, sedangkan Fove membukukan rata-rata 10,1 poin dan 2,7 rebound dalam 82 game.

Gabajosa adalah pemain terbaik kelima dalam kategori rebound, sementara Aldridge memimpin semua rookie dalam hal blok (1,16 per game) dan nomor empat di sektor rebound.

Panel yang terdiri dari para pelatih kepala klub-klub NBA ini juga menetapkan tim kedua rookie. Anggotanya adalah Paul Millsap (Utah HJazz), Adam Morrison (Charlotte Hornets), Tyrus Thomas (Chicago Bulls), dan Craig Smith (Timberwlves). Tiga pemain lain, yakni Rajon Rondo (Boston Celtics), Walter Hermann (Charlotte) dan Marcus Williams (New Jersey) memiliki jumlah suara yang sama untuk tempat terakhir di skuad tersebut.

thank_66
10-05-2007, 12:08 AM
Suns Samakan Kedudukan, Cavs Unggul 2-0

Phoenix - Berbasiskan defense ketat, Phoenix Suns sukses menyamakan kedudukan 1-1 dengan San Antonio Spurs, berkat kemenangan 101-81 di Phoenix.

Kekalahan di kandang pada game pertama mampu dijadikan pelajaran bagi Suns. Hasil berbeda pun akhirnya dicatatkan tim besutan Mike D'Antoni itu di game kedua semifinal Wilayah Barat.

Kunci kemenangan kali ini terletak pada kemampuan defense tuan rumah. Dengan Kurt Thomas mengawal ketat Tim Duncan dan Shawn Marion mengunci Tony Parker, kemenangan akhirnya mampu dipetik.

"Kami sangat bagus dalam bertahan, dimulai Shawn (Marion) dan Kurt (Thomas) yang sukses menjaga lawan. Akhirnya kami mulai menyerang perlahan-lahan. Itu adalah usaha yang bagus. Sekarang kami hanya perlu mengulanginya tiga kali lagi," tukas D'Antoni dilansir Yahoosport, Rabu (9/5/2007).

Penjagaan Thomas kepada Duncan membuat Amare Stoudemire lebih leluasa berkonsentrasi kepada penyerangan. Hasilnya Stoudemire mampu mendulang 27 poin, 21 diantaranya di paruh kedua. Sedangkan Steve Nash menambah 20 poin dan 16 assist penting bagi Suns.

Pada game ketiga dan keempat nanti, giliran Suns yang akan bertamu ke San Antonio.

Cavs Unggul 2-0 Atas Nets

Di Cleveland, Cavs dapat memaksimalkan dua game yang digelar di depan publiknya. Usai menang 81-77 dari New Jersey Nets di game pertama, kini LeBron James cs meraih kemenangan 102-92.

Dalam pertandingan game kedua itu, James tampil menggila dengan mencetak 36 poin, 25 diantaranya dicetak di paruh kedua. Small Forward itu juga menambahkan satu rebound dan 12 assist.

Meski unggul 2-0, Cavs harus berkonsentrasi menghadapi game ketiga dan keempat yang akan digelar di New Jersey. Apalagi sebelumnya Cavs sama sekali belum pernah unggul 2-0 di semifinal.

"Kami membereskan pertandingan di kandang. Sekarang tantangannya adalah saat berkunjung ke Meadowlands. Kami tidak hanya ingin satu kemenangan," tegas James.

Ethuang
10-05-2007, 08:01 AM
Kamis, 10 Mei 2007,
Roy Pertegas Status Rookie Terbaik


NEW YORK - Portland Trail Blazers layak berbangga kepada Brandon Roy. Guard berusia 22 tahun itu semakin kukuh sebagai Rookie Terbaik NBA musim ini. Roy terpilih dalam Tim All-Rookie NBA setelah memimpin 58 poin dalam pemungutan suara yang dilakukan oleh tim panel yang terdiri dari 30 pelatih kepala NBA.

Dia mengungguli enam pemain yang masuk dalam tim pertama. Antara lain forward Toronto Raptors Andrea Bargnani mengantongi 57 poin, kemudian guard Minnesota Timberwolves Randy Foye (48), forward Memphis Grizzlies Rudy Gay (39) dan forwards Raptors Jorge Garbajosa (37), serta kawan satu tim Roy, LaMarcus Aldridge (37).

Bermodalkan tinggi badan enam kaki lebih itu, Roy menduduki ranking teratas lantaran mencetak nilai rata-rata 16,8 poin, 4 assist, dan tampil rata-rata 35,4 menit dalam 57 pertandingan. Roy juga melakukan tembakan hampir 46 persen dari lapangan dan 84 persen dari garis tembakan sementara rata-rata dengan 4,4 rebound dan 1,18 steal.

Roy pun mencetak skor sedikitnya 20 poin dalam 16 laga. Meski sempat dihantam cedera yang menyebabkan dia kehilangan kesempatan main dalam 20 laga pada awal musim. Namun, setelah pulih, peran Roy sangat signifikan dalam mendongkrak performa Portlant.

"Kami semua yakin Brandon (Roy) akan masuk dalam tim pertama setelah memenangkan Rookie Terbaik tahun ini. Penampilannya menjadi cermin keunggulan sebagai rookie. Mengenai LaMarcus, kami tak terlalu terkejut," kata General Manager Portland Trail Blazers Kevin Pritchard seperti dilansir Reuters, kemarin.

Sedangkan Bargnani yang membayangi Roy, sebelumnya tampil sebagai pemain nomor satu dalam overall pick 2006. Dia mengawali musim ini dengan penampilan yang tidak konsisten. Namun, belakangan ini dia menjadi pemain cadangan yang dapat diandalkan menjadi starter dengan kontribusi rata-rata 11,6 poin dan 3,9 rebound.

Ini merupakan lonjakan prestasi Raptors dalam waktu lima tahun terakhir. Sementara itu, beberapa nama yang masuk dalam tim kedua antara lain Paul Millsap (Utah), Adam Morrison (Charlotte), Tyrus Thomas (Chicago), Craig Smith (Minnesota), Rajon Rondo (Boston), Walter Hermann (Charlotte), dan Marcus Williams (New Jersey).

Ethuang
11-05-2007, 07:54 AM
Jumat, 11 Mei 2007,
Gaya Suporter NBA saat Panasnya Persaingan Playoff


Dukung Nash, Pendukung Suns Tempel Handiplast di Hidung
National Basketball Association (NBA) merupakan salah satu liga olahraga paling ter-manage rapi di dunia. Penontonnya juga termasuk yang paling rapi dan kreatif, plus paling heboh dan rela bayar mahal. Ketika babak playoff dimulai, gaya mereka semakin menjadi-jadi.

Musim NBA 2006-2007 memecah rekor jumlah penonton. Kantor pusat liga tersebut di New York mengklaim jumlah penonton yang datang ke stadion mencapai 21,8 juta orang, terbanyak dalam sejarah.

Tim-tim yang paling sukses menggalang penonton adalah Cleveland Cavaliers, Chicago Bulls, dan Detroit Pistons dari Divisi Central di Wilayah Timur, masing-masing rata-rata kedatangan 21 ribu lebih penonton pada setiap home game. Semusim, setiap tim berlaga 82 kali dalam musim reguler, 41 kali di kandang.

Tentunya, semakin sukses sebuah tim, semakin heboh pula pendukungnya. Hukum itu berlaku di semua cabang olahraga, termasuk di NBA. Dan ketika memasuki babak playoff ini, kegilaan itu semakin kentara.

Tahun ini, yang paling umum adalah pemakaian kaus seragam. Tahun lalu, Miami Heat menuju gelar juara juga berkat bantuan kaus putih pendukungnya. Ketika main di kandang, tribun menjadi serba putih, dan penonton meneriakkan "White hot Heat! White hot Heat!"

Heat memang berarti panas, dan panas paling panas berwarna putih. Tahun ini, warna senada itu tampak di mana-mana. Toronto Raptors, yang merayakan masuk playoff untuk kali pertama sejak awal dekade ini, membagikan kaus merah kepada penonton. Golden State Warriors, yang sudah 13 tahun absen dari playoff, membagikan puluhan ribu kaus kuning untuk penggemarnya di Oakland dan San Francisco, California.

Kaus kuning itu bertuliskan "We Believe" (Kami Percaya). Dan sulit dipercaya, Warriors mampu menaklukkan tim unggulan pertama, Dallas Mavericks, pada ronde pertama.

Pada ronde kedua ini, gelar paling kreatif layak diberikan kepada pendukung Phoenix Suns. Pada game pertama melawan San Antonio Spurs di kandang sendiri, tim ini bukan hanya kalah. Bintang utama tim tersebut, Steve Nash, juga harus menerima jahitan di hidung karena bertabrakan dengan Tony Parker.

Pada laga kedua Selasa lalu (Rabu WIB), Nash ternyata tidak sendirian mengenakan bandage (handiplast) untuk menutupi luka di hidungnya. Ribuan penonton di stadion ternyata bergaya sama. Banyak pula yang menulisi bandage itu dengan angka 13, nomor kostum Suns. Seru sekali!

Usut punya usut, memang ada gerakan untuk pemakaian bandage tersebut. Sebuah stasiun radio lokal menjadi pemicu, membagi-bagikan bandage kepada para penonton yang hadir.

Kehebohan penonton tidak hanya terjadi di stadion. Penjualan merchandise pun melonjak bagi tim yang masuk playoff. Contohnya di Salt Lake City, kandang Utah Jazz. Belum pernah kota itu seheboh ini sejak Karl Malone dan John Stockton pensiun.

"Setiap kali mereka menang, penjualan kami membaik," kata Andy Higgins, manajer Fahsion Place Fanzz, toko khusus aksesori pendukung Jazz, seperti dilansir The Salt Lake Tribune. "Kalau Jazz sampai masuk final. Kami akan merasakan Natal di bulan Juni," tambahnya.

Ethuang
11-05-2007, 07:54 AM
Jumat, 11 Mei 2007,
Operasi Anak Sukses, Fisher Gemilang


SALT LAKE CITY - Terima kasih Derek Fisher! Ucapan itu pantas disampaikan pendukung Utah Jazz di EnergySolutions Arena, Salt Lake City, AS, kemarin WIB. Berkat point guard tuan rumah tersebut, Jazz berhasil menyapu bersih dua laga di kandang babak semifinal Wilayah Barat NBA 2006-2007.

Kemarin WIB, tim besutan Jerry Sloan tersebut melibas Golden State Warriors dengan skor 127-117 setelah melalui overtime. Ini membuat Jazz unggul 2-0 dalam laga bersistem the best of seven itu.

Fisher, yang baru diturunkan pelatih Sloan setelah kuarter ketiga telah berjalan 3 menit 18 detik, mencetak lima angka di babak perpanjangan menit. Tambahan poin, yang dicetak melalui tembakan tiga dan dua free throw, membuat tuan rumah memastikan kemenangan kedua atas Warriors.

Hebatnya, pemilik nomor 2 itu hanya memiliki waktu sedikit istirahat dan tak melakukan pemanasan menjelang laga itu. Permainan impresifnya itu juga sebagai bentuk kegembiraan atas suksesnya operasi mata kiri salah satu anak kembar wanita, Tatum, yang baru berusia 10 bulan karena kanker.

Senin lalu waktu setempat atau Selasa pagi WIB yang merupakan laga perdana semifinal wilayah, Fisher memang absen. Saat itu, dia menyebut alasannya salah satu dari empat anaknya sakit. Baru setelah pertandingan kemarin WIB, mantan pemain Warriors itu mengungkapkan bahwa anaknya menderita sakit serius.

Senin sore waktu setempat, dia harus menunggui buah hatinya yang melakoni operasi selama tiga jam di Rumah Sakit Presbyterian New York. Operasi yang dilakukan Dr David Abramson itu pun berjalan sukses.

Sehari setelah operasi, sang anak pun diboyong pulang ke Salt Lake City. Itu pun setelah sang dokter menyatakan kondisi salah satu anak kembar Fisher sudah stabil. Alasan lainnya, tanggung jawabnya sebagai pemain profesional sangat tinggi. Dia tak ingin lagi gagal membela timnya.

Tanpa membuang waktu, Fisher memutuskan mencarter pesawat guna mempersingkat perjalanan. Begitu sampai di Bandara Salt Lake City, dia menghubungi polisi setempat untuk mendapat pengawalan ke EnergySolutions Arena dan anak serta istrinya, Candace, pulang ke rumah.

Fisher pun sampai stadion saat pertandingan telah dimulai. Pelatih Jazz, Sloan, pun memasukkannya pada kuarter ketiga. Saat pemilik tinggi badan 185 cm masuk lapangan, dia pun disambut standing ovation oleh sekitar 19 ribu pendukung tuan rumah.

Datangnya Fisher tersebut memang sedang ditunggu-tunggu karena Jazz sudah kehilangan salah satu guard-nya Dee Brown. Rookie itu mengalami cedera leher usai tertindih rekan setim, Mehmet Okur, pada kuarter pertama. Setelah insiden tersebut, Brown langsung dibawa ke rumah sakit.

"Loyalitas terbesar saya tentu ke keluarga. Setelah mendapat izin dari istri, saya langsung datang ke stadion. Senangnya, di lapangan, saya disambut dengan tangan terbuka oleh pelatih dan pemain. Mereka tetap memasukkan nama saya di active list. Padahal, mereka tak wajib melakukan itu," puji Fisher yang hanya bermain tak sampai 10 menit dan mencetak 5 poin saja.

Top skor Jazz adalah Carlos Boozer dengan mencetak 30 poin dan 13 rebound . Sedangkan, di kubu Warriors, Baron Davis bermain impresif dengan membukukan 36 poin. Laga ketiga berlangsung di Golden State Sabtu WIB.

Ethuang
11-05-2007, 07:55 AM
Jumat, 11 Mei 2007,
HASIL KEMARIN


Utah Jazz v Golden State Warriors 127-117 (OT)
Jazz unggul 2-0


Jadwal Hari Ini

Chicago Bulls v Detroit Pistons

itach1ez
12-05-2007, 07:59 PM
UTAH JAZZ 105
GOLDEN STATE WARRIORS 125


http://img14.imagevenue.com/loc1141/th_74617_a_122_1141lo.jpg

Jazz lead series 2-1

Valle
13-05-2007, 11:37 PM
bro, punya video NBA yg slamdunk contest ga?? pengen liat kaya gimana, keren keknya...

Ethuang
15-05-2007, 07:37 AM
Selasa, 15 Mei 2007,
Laga Hidup Mati Bulls


Pistons Optimistis Lolos
CHICAGO - Kemenangan akhirnya menghampiri Chicago Bulls. Mereka mampu memetik kemenangan perdana pada semifinal di game keempat semifinal Wilayah Timur melawan Detroit Pistons dengan skor 102-87 di kandang sendiri, United Center, kemarin WIB.

Ini membuat Bulls memperpanjang napas bertahan di semifinal. Memang, hasil manis tersebut masih membuat Ben Wallace tertinggal 1-3 dari Pistons.

Kemarin, pemain-pemain Bulls tak ingin mengulang kesalahan pada game ketiga. Saat itu, tim tuan rumah sudah unggul 19 poin, tapi Pistons berhasil membalikkan keadaan dan tertinggal 7 angka hingga pertandingan selesai dengan skor 74-81.

Tim berlambang banteng itu langsung menggebrak mulai awal. Mereka bermain sangat agresif sehinggga memimpin 21 poin, 77-56 di akhir kuarter ketiga.

Di motori Luol Deng, Kirk Hinrich, dan Ben Gordon, Bulls terus bermain cepat dan memporak-poranda pertahanan Pistons yang terkenal tangguh. Tim besutan Scott Skiles itu pun tak menurunkan tempo permainan yang menjadi bumerang pada laga ketiga. Meski Pistons sudah mulai bangkit di kuarter keempat dan memperkecil jarak dengan 7 poin, 87-80, pemain-pemain Bulls tak mengendurkan serangan.

Luol Deng pun tercatat sebagai pencetak poin terbanyak dengan 25 poin. Kemudian, Gordon dan Hinrich masing-masing menambah 19 poin.

"Sejak awal, kami merasa ini saatnya meraih kemenangan. Kami berusaha keras untuk itu dengan terus membawa bola, mempertahankan tempo permainan tinggi hingga akhir pertandingan," kata Hinrich yang dikutip Associated Press.

Point guard Pistons, Chauncey Billups, tercatat sebagai top skor untuk timnya dengan mendulang 23 poin. Tayshaun Prince menambahkan 18 poin. Tapi, tiga starting line up tim terbaik Wilayah Timur tersebut bermain buruk. Mereka adalah Richard Hamilton, Rasheed Wallace, dan Chris Webber. Hamilton (11 poin) hanya berhasil melakukan 4 tembakan dari 12 usaha. Wallace hanya sukses membukukan 4 tembakan dari 16 percobaan dan mencetak 14 poin. Webber tak menorehkan angka sama sekali .

Laga berikut berlangsung Rabu besok WIB di Detroit. Game kelima itu juga menjadi partai hidup mati bagi Bulls. Apalagi, di sejarah NBA, belum ada satu tim pun yag telah ketinggalan 0-3 dapat melaju ke babak selanjutnya.

Karena bermain di kandang, pemain Pistons optimistis bakal menghentikan laju Bulls. Tim besutan Flip Saunders itu merasa tak perlu khawatir pada game kelima nanti.

"Mengapa khawatir?Kami hanya kecolongan satu pertandingan. Kami memang tak bermain dengan agresifitas and intensitas seperti biasa. Tapi, kami akan seperti bermain dengan ciri khas kami," ujar forward Pistons, Antonio McDyess, kepada ESPN.

itach1ez
15-05-2007, 02:01 PM
May 14 Results



http://www.nba.com/media/LebronPassNJ300.jpg

James and the Cavs held on down the stretch to take a 3-1 lead in the East semifinals.


CAVALIERS 87
NETS 85
Cavs lead series 3-1

PHOENIX SUNS 104
SAN ANTONIO SPURS 98
Series 2-2

itach1ez
15-05-2007, 02:14 PM
PLAY OFF SECOND ROUND STANDINGS

Western Conferences


http://www.nba.com/media/mediacentralns/pho_35px.gif Suns 2-2 Spurs http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif

http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif Jazz 3-1 Warriors http://www.nba.com/media/mediacentralns/gsw_35px.gif


Eastern Conferences

http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif Pistons 3-1 Bulls http://www.nba.com/media/mediacentralns/chi_35px.gif

http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif Cavs 3-1 Nets http://www.nba.com/media/mediacentralns/njn_35px.gif

Ethuang
16-05-2007, 07:42 AM
Rabu, 16 Mei 2007,
Pembalasan Suns


Makin Panas, Duel Dua Raksasa Barat
SAN ANTONIO - Phoenix Suns berhasil merebut kembali home-court advantage. Kemarin WIB, di kandang San Antonio Spurs, Steve Nash dkk merebut kemenangan besar, 104-98, menyamakan seri ini menjadi 2-2. Sekarang, Suns punya tiga kali kesempatan untuk lolos ke babak final Wilayah Barat, dan dua di antaranya bakal diselenggarakan di Phoenix.

Duel Suns versus Spurs ini mungkin yang terpenting di playoff NBA saat ini. Setelah tersingkirnya Dallas Mavericks, inilah dua tim terbaik yang tersisa. Dia yang menang, kemungkinan besar bakal menjadi juara NBA musim ini.

Lebih dari itu, duel Suns versus Spurs merupakan ajang pembuktian keampuhan offense melawan defense. Suns memiliki pola cepat dan menyerang, dan merupakan salah satu peraup poin paling maut. Di sisi lain, Spurs merupakan tim bertahan terbaik.

Dalam beberapa tahun terakhir, defense selalu mengantarkan tim menjadi juara. Baik itu Detroit Pistons (champion 2004), Spurs (2005), maupun Miami Heat tahun lalu.

Dalam beberapa tahun terakhir pula, di tangan pelatih Mike D?Antoni, Suns selalu mencoba mematahkan rekor ini. Kalau tahun ini gagal, mungkin Suns pun harus ikut mengubah filsafat bermain mereka.

Pada tiga laga pertama duel ini, Spurs sempat meraih momentum besar. Mereka merebut kemenangan pada laga pertama di kandang Suns, dan tak terbendung pada laga ketiga di kandang sendiri. Kalau kemarin Spurs menang lagi, maka Suns berada di ujung tanduk.

Namun, Nash dkk tak mau menyerah, berniat melakukan pembalasan di kandang Spurs. Meski sempat tertinggal 11 poin pada kuarter ketiga, tim tersebut terus menggedor pertahanan ketat Spurs. Pada lima menit terakhir kuarter terakhir, kerja keras mereka membuahkan hasil. Pertahanan Spurs bukan hanya mengendur, emosi Tim Duncan dkk juga menjadi tak terkendali. Puncaknya pada menit terakhir pertandingan.

Dengan hanya 18 detik tersisa, dan Suns unggul 100-97, Nash ditabrak kasar oleh forward Spurs, Robert Horry, sampai terpelanting. Perkelahian nyaris terjadi. Buntutnya, Horry di-eject (dikeluarkan) dari lapangan, sedangkan guard Suns, Raja Bell, diganjar technical foul karena mencoba melakukan pembalasan.

Beberapa pemain sempat meninggalkan bench (tempat duduk), dan sekarang terancam hukuman susulan dari NBA. Bisa berupa denda atau larangan bermain.

Sebelumnya, duel ini memang sudah panas. Pada laga perdana, Nash harus menerima enam jahitan di hidung karena bertabrakan dengan Tony Parker. Pada laga ketiga, giliran Manu Ginobili dari Spurs yang terluka dan bengkak mata kirinya.

Dengan kedudukan imbang 2-2, jangan heran kalau laga-laga selanjutnya juga diwarnai benturan-benturan keras.

Kemarin, forward Suns, Shawn Marion, menjadi pahlawan utama. Dia hanya membukukan 12 poin plus 12 rebound, tapi poin-poinnya datang pada saat-saat paling menentukan. Center Suns, Amare Stoudemire, mencetak poin terbanyak, 26.

Game keempat akan dilangsungkan Rabu malam ini (Kamis pagi WIB) di Phoenix. Suns yakin mampu meraih kemenangan dua kali lagi dan lolos ke final wilayah barat. Kemenangan kemarin, kata D?Antoni, merupakan yang terpenting. "Kami telah berhasil mengatasi tantangan terbesar (menang di kandang Spurs, Red). Mereka adalah tim yang hebat," ucapnya seperti dilansir Associated Press.

Ethuang
17-05-2007, 06:19 AM
Kamis, 17 Mei 2007,
Dua Pilar Suns Dilarang Tampil


Duel panas Phoenix Suns versus San Antonio Spurs akhirnya berbuah hukuman. Gara-gara kericuhan pada laga keempat Senin lalu, tiga pemain dilarang bertanding pada game keempat Rabu malam (pagi ini WIB). Dua dari Suns, satu dari Spurs.

Meski Robert Horry dari Spurs memicu kericuhan itu dengan menjatuhkan Steve Nash, dan dia mendapat ganjaran suspension dua laga, Suns merupakan tim yang lebih dirugikan. Sebab, dua pemain yang kena hukuman suspension satu laga itu adalah dua pemain pilar, Amare Stoudemire dan Boris Diaw.

Mereka dihukum karena meninggalkan bench (tempat duduk cadangan) saat terjadinya masalah. Dalam hal ini, NBA memang tidak memberi ampun.

Apalagi, keduanya merupakan big man, yang kebagian tugas mengawal Tim Duncan selama pertandingan. Tanpa keduanya, Suns terpaksa harus bermain small ball, tanpa center sejati.

Horry, di sisi lain, hanyalah seorang pemain cadangan.
Meski dianggap tidak adil, NBA tidak peduli. Hukuman harus dijatuhkan sesuai aturan. "Ini bukan masalah adil atau tidak adil. Ini masalah aturan," tegas Stu Jackson, executive vice president NBA yang berurusan dengan tata tertib dan aturan.

Ethuang
17-05-2007, 06:20 AM
Kamis, 17 Mei 2007,
Jazz Kembali Emas


Habisi Warriors, Tim Pertama Lolos ke Final Wilayah
SALT LAKE CITY - Utah Jazz pesta besar. Setelah hampir sepuluh tahun menanti, tim tersebut berhasil kembali ke babak Final Wilayah Barat. Kemarin, Carlos Boozer dkk menghabisi Golden State Warriors, 100-87, mengakhiri seri tersebut secara meyakinkan, 4-1.

Suasana Kota Salt Lake City pun kembali meriah, mengingatkan pada zaman kejayaan Jazz dekade lalu, saat masih diperkuat John Stockton dan Karl Malone. Waktu itu, Jazz merupakan salah satu tim elite NBA, masuk final pada 1997 dan 1998 meski tak mampu meraih gelar (selalu kalah di tangan Michael Jordan dan Chicago Bulls).

Pelatih Jazz sendiri masih sama seperti yang dulu, Jerry Sloan.
Bisakah Jazz terus melaju? Itu pertanyaan besar saat ini. Memasuki babak playoff ini, Jazz bukanlah tim yang banyak diunggulkan. Performa mereka selama musim reguler juga tidak konsisten.

Namun, begitu babak terpenting dimulai, tim ini menjadi menyeramkan. Mereka berhasil menundukkan tim kuat, Houston Rockets, pada ronde pertama, lalu menghabisi Warriors dengan cepat. Sekarang, mereka bisa istirahat sekitar seminggu, menanti pemenang duel panas antara Phoenix Suns melawan San Antonio Spurs.

"Tak ada orang yang menyangka, termasuk kami sendiri, betapa hebatnya tim ini sebenarnya," kata Derek Fisher, pemain senior Jazz, seperti dilansir Associated Press.

Tim ini memang menunjukkan ketangguhan, kekompakan, dan kemampuan mengandalkan pemain yang berbeda-beda pada setiap pertandingan. Carlos Boozer dan point guard Deron Williams merupakan bintang utama Jazz tahun ini, memerankan Malone dan Stockton. Hanya saja, kemarin, giliran Andrei Kirilenko jadi pahlawan. Pemain asal Rusia itu seolah berada di mana-mana, mengumpulkan 21 poin dan 15 rebound, plus 3 steal.

Kalau terus bermain seperti itu, Jazz merasa mampu meraih yang lebih baik dari zaman Stockton dan Malone dulu. "Spurs atau Suns, sama-sama bisa kami kalahkan. Kami hanya perlu meneruskan dedikasi dan konsentrasi seperti yang sekarang," ucap Kirilenko.

Di sisi lain, Warriors tidak terlalu kecewa. Bagi Baron Davis dkk, bisa masuk ronde kedua sudah luar biasa, mengingat mereka baru lolos ke playoff pada hari terakhir musim reguler, dan harus langsung berhadapan dengan unggulan pertama, Dallas Mavericks. "Utah merupakan tim yang lebih baik, kita semua harus mengakui itu," aku Stephen Jackson.

Ethuang
17-05-2007, 06:22 AM
Kamis, 17 Mei 2007,
HASIL PLAYOFF

Chicago Bulls v Detroit Pistons 108-92
Pistons unggul 3-2

Golden State Warriors v Utah Jazz 87-100
Jazz menang 4-1, lolos ke final Wilayah Barat

Catatan: Playoff menggunakan format best-of-seven. Tim yang lebih dulu menang empat kali lolos ke babak berikutnya.


JADWAL HARI INI

New Jersey Nets v Cleveland Cavaliers
Cavaliers sudah unggul 3-1

San Antonio Spurs v Phoenix Suns
Kedudukan imbang 2-2

Ethuang
18-05-2007, 07:42 AM
Jumat, 18 Mei 2007,
Kemenangan Bernoda

Spurs di Ambang Lolos, Tapi Dapat Gelar Kotor
PHOENIX - San Antonio Spurs meraih kemenangan besar di kandang Phoenix Suns, 88-85, kemarin WIB. Berarti, Tim Duncan dkk sekarang unggul 3-2, hanya butuh satu kemenangan lagi untuk lolos ke final Wilayah Barat. Namun, mereka meraihnya dengan cara yang dianggap tidak "adil." Mereka bahkan mendapat image baru sebagai "tim kotor" di NBA. Justru Suns yang sekarang meraih lebih banyak simpati.

Mengapa? Sejak laga pertama, duel maut ini sudah berlangsung panas dan emosional. Tapi situasi jadi tak terkontrol pada game keempat, di San Antonio, Senin lalu (Selasa WIB). Saat itu, 18 detik sebelum pertandingan berakhir, forward Spurs Robert Horry dengan kasar menjatuhkan Steve Nash.

Kekacauan sempat terjadi, dan beberapa pemain meninggalkan bangku cadangan. Alhasil, tiga pemain mendapat sanksi larangan bermain dari NBA. Apes bagi Suns, justru dua pemain inti mereka yang kena hukuman, Amare Stoudemire dan Boris Diaw. Robert Horry memang dihukum lebih berat, dilarang bermain dua kali. Tapi, Horry bukanlah pemain inti.

Para pendukung Suns pun mengecam NBA. Mereka menganggap hukuman itu tidak adil. Para pengamat utama ikut berteriak, mengatakan bahwa Spurs-lah yang lebih pantas dihukum lebih berat. Sebab, sejak awal, pemain Spurs -khususnya Bruce Bowen-- dianggap bermain kotor. Seperti menendang selangkangan dan lain-lain.

Tapi NBA bergeming. Stoudemire dan Diaw tetap harus dihukum karena meninggalkan bangku cadangan. Aturan soal itu sudah jelas. "Ini bukan masalah keadilan, ini masalah menegakkan aturan," tegas Stu Jackson, petinggi NBA yang berurusan dengan disiplin di lapangan.

Alhasil, pada laga kelima kemarin WIB, Suns bermain minim pemain. Bahkan, sepanjang empat kuarter, mereka hanya menurunkan tujuh orang. Yang satu bahkan hanya turun tiga menit. Steve Nash misalnya, terus tampil nyaris tanpa istirahat.

Yang membuat Suns meraih banyak simpati, adalah perjuangan mereka selama laga tersebut. Walau kalah jumlah dan materi, tim asuhan Mike D’Antoni ini tampil habis-habisan. Mereka sempat unggul 16 poin pada kuarter kedua, dan masih unggul 79-71 saat kuarter keempat tinggal lima menit.

Sayang, Nash dkk akhirnya habis juga. Spurs, yang menurunkan sepuluh pemain bergantian, akhirnya mengejar dan menyalip pada menit terakhir. Yang menyakitkan, justru Bowen menjadi penentu kemenangan, memasukkan tembakan tiga angka pengunci.

"Kami kekurangan orang. Kami sudah memberikan segalanya, tapi ternyata masih belum cukup," aku Nash, yang meraih gelar pemain terbaik NBA pada 2005 dan 2006 lalu. "Kami telah tampil semaksimal mungkin," tambah Mike D’Antoni, seperti dilansir Associated Press.

Memang, Suns belum terkubur. Stoudemire dan Diaw bakal kembali untuk game keenam, di San Antonio, Jumat malam ini (Sabtu pagi WIB). Kalau Suns berhasil melakukan pembalasan lagi di sana, maka game ketujuh akan kembali dilangsungkan di Phoenix, Minggu lusa (Senin WIB).

Kebanyakan pemerhati NBA bakal memberikan dukungan untuk Suns, yang sekarang sudah punya banyak penggemar berkat gaya bermain yang cepat dan atraktif.

Ethuang
18-05-2007, 07:43 AM
Jumat, 18 Mei 2007,
Hasil Playoff

New Jersey Nets v Cleveland Cavaliers 83-72
Cavaliers unggul 3-2

San Antonio Spurs v Phoenix Suns 88-85
Spurs unggul 3-2

Catatan: Playoff memakai format best-of-seven. Tim yang lebih dulu menang empat kali lolos ke babak berikutnya.


Jadwal Hari Ini

Detroit Pistons v Chicago Bulls
Pistons unggul 3-2

Ethuang
19-05-2007, 08:55 PM
Sabtu, 19 Mei 2007,
Lolos Lima Kali Berturut-turut


Habisi Chicago Bulls, Pistons Lagi-Lagi Masuk Final Timur
CHICAGO - Detroit Pistons layak menjadi simbol konsistensi di NBA. Tim tersebut berhasil lolos ke babak final Wilayah Timur untuk kali kelima berturut-turut, setelah menghabisi Chicago Bulls, 95-85, kemarin WIB.

Sekarang, Chauncey Billups dkk tinggal menunggu pemenang antara New Jersey Nets versus Cleveland Cavaliers, sebelum bertarung lagi menuju Final NBA 2007.

Mengandalkan susunan pemain yang komplet dan kompak, Pistons semestinya melangkah lebih mulus lagi di babak playoff ini. Mereka menghabisi Orlando Magic 4-0 pada ronde pertama, dan hampir melakukan hal yang sama terhadap Bulls. Pistons sempat unggul 3-0, tinggal satu kemenangan dari sweep (sapu bersih) kedua.

Tapi, Bulls belum mau menyerah, menang dua kali di kandang sendiri dan di Detroit. Kedudukan menjadi ketat lagi, 3-2 untuk Pistons. Dari kekalahan itu, Billups pun mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak santai.

Hasilnya nyata, kemarin Pistons kembali menunjukkan kelas sebagai unggulan pertama Wilayah Timur. Ketinggalan 43-48 saat halftime, Pistons mengamuk pada kuarter ketiga dan tak pernah ketinggalan lagi.

Empat starter Pistons, Billups, Richard Hamilton, Tayshaun Prince, dan Rasheed Wallace masing-masing menyumbangkan 16 poin atau lebih. "Kami membagi bola dengan baik. Pada babak pertama kami agak stagnan. Itu fokus kami pada babak kedua," jelas Wallace, seperti dilansir Associated Press.

Detroit Pistons minimal masuk final wilayah berturut-turut sejak 2003. Pada 2004, mereka berhasil menyabet gelar NBA, kemudian menjadi runner-up setahun kemudian.

Tahun ini, kalau mampu lolos lagi ke Final NBA, bukan tidak mungkin mereka bakal mengulang sukses menjadi juara. Sebab, para tim elite Wilayah Barat saat ini sudah saling menghabisi dan menyakiti.

Ethuang
19-05-2007, 08:56 PM
Sabtu, 19 Mei 2007,
Hasil Playoff Kemarin

Detroit Pistons v Chicago Bulls 95-85
Pistons menangi seri 4-2, lolos ke final Wilayah Timur

Catatan: Playoff menggunakan sistem best-of-seven, tim yang lebih dulu menang empat kali lolos ke babak berikutnya.


Jadwal Hari Ini

Cleveland Cavaliers v New Jersey Nets
Cleveland unggul 3-2

Phoenix Suns v San Antonio Spurs
Spurs unggul 3-2

Ethuang
20-05-2007, 09:03 AM
Minggu, 20 Mei 2007,
Final Barat Adu Fisik


Setelah Benamkan Suns, Spurs Dihadang Utah Jazz
SAN ANTONIO - Adu fisik bakal mewarnai babak final Wilayah Barat NBA, mulai Minggu ini (Senin pagi WIB). Dua tim paling keras (sekaligus kasar), San Antonio Spurs dan Utah Jazz, bakal berbenturan memperebutkan tiket ke final NBA.

Final adu fisik ini terjadi setelah Spurs menghabisi Phoenix Suns, 114-106, di San Antonio, kemarin WIB. Duel yang diwarnai kontroversi -dan darah itu-berakhir 4-2 untuk Tim Duncan dkk. Utah Jazz lebih dulu memastikan diri ke final, setelah menang telak 4-1 atas Golden State Warriors.

Kalau melihat rekor musim reguler dan sejarahnya, maka Spurs sebenarnya layak dijagokan. Tim ini merupakan unggulan tiga Barat, satu lebih tinggi dari Jazz. Karena itu, Spurs-lah yang punya home-court advantage pada seri best-of-seven tersebut.

Selain itu, Spurs punya darah juara. Sejak Tim Duncan hadir pada akhir 1990-an, tim ini selalu berada di jajaran elite. Mereka bahkan merebut gelar juara pada 1999, 2003, dan 2005. Ada gurauan di NBA, bahwa Spurs selalu juara pada tahun ganjil. Dan sekarang adalah tahun ganjil.

Meski demikian, Jazz bukan underdog biasa. Meski tidak konsisten saat musim reguler, tim ini menunjukkan mental baja selama playoff. Sebelum menghabisi Warriors, Carlos Boozer dkk lebih dulu melalui pertarungan supersengit melawan Houston Rockets. Saking sengitnya, duel itu berlangsung sampai game ketujuh, dan Jazz baru menguncinya di kandang Rockets.

Jajaran pemain Jazz memang minim pengalaman playoff. Tapi pelatihnya sudah sangat kenyang pengalaman. Dia adalah Jerry Sloan, orang yang pada dekade 1990-an memandu Karl Malone dan John Stockton masuk final NBA dua kali (dua-duanya kalah di tangan Michael Jordan dan Chicago Bulls).

Karena itulah, Spurs tidak akan memandang enteng Jazz. Usai kemenangan besar kemarin, mereka tidak mau berpesta dulu. Sebab, hampir tak ada waktu untuk pesta dan istirahat menghadapi laga Minggu ini. "Kami harus cepat-cepat menyiapkan taktik," kata Tim Duncan. "Mereka telah bermain ekselen. Kami harus siap dengan segala eksekusi dan pertarungan fisik," tambahnya.

Kubu Jazz sendiri tidak punya target muluk. Kalau bisa lolos luar biasa, kalau tidak mereka bisa menerima. "Dulu, saat Karl dan John masih di sini, kami selalu menunggu kemenangan selanjutnya. Sekarang, ekspektasinya beda. Para pemain kami masih harus terus menimba pengalaman, khususnya dalam pertandingan-pertandingan yang keras," tutur Jerry Sloan.

Andrei Kirilenko, bintang Jazz asal Rusia, berpendapat sama. "Kami tim muda yang masih harus berkembang. Kami masih belum mampu berkonsentrasi penuh selama 48 menit," aku pemain 26 tahun tersebut.

Catatan lain duel fisik ini: Dia yang memenangi Wilayah Barat semestinya menjadi unggulan juara NBA. Persepsi di liga itu sekarang, Barat jauh lebih perkasa dari Timur. Namun, karena telah saling membantai, dan yang lolos bukan unggulan pertama dan kedua, maka laga final nanti bisa berlangsung fifty-fifty. Musim ini ternyata lebih seru dari yang diperkirakan.

Ethuang
20-05-2007, 09:05 AM
Minggu, 20 Mei 2007,
Hasil Playoff


Cleveland Cavaliers v New Jersey Nets 88-72
Cavaliers menang 4-2, lolos ke final Wilayah Timur,
menghadapi Detroit Pistons (mulai Senin atau Selasa WIB).

Phoenix Suns v San Antonio Spurs 106-114
Spurs menang 4-2, lolos ke final Wilayah Barat,
menghadapi Utah Jazz (mulai Minggu atau Senin WIB).

Ethuang
20-05-2007, 09:06 AM
Minggu, 20 Mei 2007,
Suns Hanya Bisa Berandai-andai


Musim Phoenix Suns berakhir dengan kontroversi. Ya, mereka dikalahkan dengan mutlak oleh San Antonio Spurs pada game keenam kemarin. Tapi, seandainya NBA tidak menjatuhkan sanksi terhadap Amare Stoudemire dan Boris Diaw pada game kelima, hasilnya bisa berbeda.

"Seandainya" itu diungkapkan Steve Nash, bintang Suns, usai tereliminasi kemarin. "Seandainya (tidak ada hukuman), entah apa yang akan terjadi. Kita tak akan pernah tahu," ujar pemain asal Kanada tersebut. "Di satu sisi, saya ingin mengucapkan selamat kepada (Spurs). Mereka telah mengalahkan kami. Di sisi lain, entah apa yang terjadi (seandainya tidak ada kontroversi)," lanjutnya.

Menurut Nash, musim ini benar-benar berakhir menyakitkan. Setelah tampil hebat dan konsisten selama musim reguler, meraih rekor 61-21, satu kejadian menjadi penentu. Momen itu adalah saat forward Spurs, Robert Horry, menabrak dan menjatuhkannya dengan sengaja pada akhir game keempat.

Hasilnya kekacauan, berbuntut penalti larangan bermain untuk Horry dan dua pemain Suns. Apes bagi Suns, Stoudemire dan Diaw merupakan pemain inti, sedangkan Horry tidak punya banyak pengaruh bagi Spurs di lapangan.

Gara-gara itu, Suns kekurangan pemain pada game kelima di kandang sendiri, kalah tipis 85-88.

Kekalahan Suns ini kembali menjadi bukti, bahwa defense merupakan kunci utama meraih gelar NBA. Dalam beberapa tahun terakhir, gaya offense (serangan) Suns memang sangat enak ditonton, tapi belum mampu menghasilkan gelar. Mereka harus menunggu lagi sampai tahun depan.

Ethuang
20-05-2007, 09:08 AM
Minggu, 20 Mei 2007,
LeBron Hampir King Sejati


Sejak kali pertama masuk NBA pada 2003 lalu, LeBron James sudah mendapat julukan "King James." Padahal, dia belum pernah menang apa-apa bersama Cleveland Cavaliers. Tahun ini, pemain bernomor 23 itu mendapat kesempatan untuk menjadi raja sejati.

Kemarin WIB, dia membawa Cavaliers lolos ke final Wilayah Timur untuk kali pertama sejak 1992, setelah menundukkan New Jersey Nets, 88-72. Cavaliers memenangi seri best-of-seven ini 4-2.

Sejak kali pertama bergabung dengan Cavaliers, James memang selalu tampil sesuai harapan. Tim tersebut berubah instan, dari salah satu yang terburuk menjadi yang disegani. Tahun lalu, Cavaliers maju sampai ronde kedua playoff. Tahun ini lebih baik lagi, masuk final Wilayah Timur.

Mulai Senin nanti (Selasa WIB), James akan menghadapi tantangan terbesar dalam hidupnya. Dia harus mampu membawa tim itu menaklukkan raksasa Timur, Detroit Pistons. Kalau Cavaliers menang, maka dia benar-benar layak dipanggil "King James."

LeBron James sendiri mengaku akan menikmati masa-masa terbaik ini. "Jarang saya merasa sesenang ini selama menjadi pemain basket," ujarnya.

Final Wilayah Timur akan dimulai Senin lusa (Selasa WIB). Pistons dan Cavaliers merupakan unggulan pertama dan kedua di wilayah tersebut. Jadi, Pistons yang dapat home-court advantage, menyelenggarakan dua laga pertama di kandang sendiri.

Ethuang
20-05-2007, 09:09 AM
Minggu, 20 Mei 2007,
Ganti Filosofi, Ganti Pelatih


Kisah Houston Rockets merupakan salah satu kisah sedih playoff NBA musim ini. Digadang-gadang menjadi kuda hitam, Tracy McGrady dkk kembali gagal menembus ronde pertama, kalah tujuh game dari Utah Jazz. Kecewa dengan hasil itu, Rockets pun menjadi salah satu tim pertama yang merombak komposisi tim untuk menghadapi musim 2007-2008 nanti.

Perubahan belum dilakukan pada susunan pemain, tapi pada pelatih. Jeff van Gundy dipecat, digantikan oleh mantan pelatih Sacramento Kings, Rick Adelman. Perubahan ini menunjukkan bahwa Rockets siap meninggalkan gaya bermain yang lambat dan bertahan, memilih gaya cepat dan menyerang yang selama ini menjadi ciri khas Adelman.

Selama 14 tahun melatih di NBA, Adelman punya rekor istimewa. Bersama Portland Trail Blazers, Golden State Warriors, dan Kings, tak sekalipun Adelman gagal masuk playoff. Timnya juga selalu menjadi unggulan. Gaya melatihnya juga dicintai pemain. Tidak terlalu memaksa, tapi efektif.

Bagi Van Gundy, saat ini dia akan kembali menjadi komentator televisi dulu. Selanjutnya masih belum jelas. Dia sendiri mengaku kecewa dipecat, karena merasa telah bekerja dengan baik untuk Rockets.

"Mereka mungkin merasa lebih baik dengan orang lain, dan itu hak mereka sepenuhnya. Saya menerima keputusan ini, tapi saya juga tidak sepakat dengan keputusan tersebut," ujar Van Gundy seperti dikutip Associated Press.

Soal pelatih, kabar juga muncul dari Toronto Raptors. Mereka akan mempertahankan Sam Mitchell, yang tahun ini terpilih sebagai pelatih terbaik NBA. Untuk tiga tahun ke depan, dia akan digaji sekitar USD 4 juta per musim.

willwashere
20-05-2007, 04:19 PM
waH.. brO ethuang Up 2 date banGet niy.. :)

Lanjuuutt...

thank_66
22-05-2007, 12:28 AM
Spurs Petik Angka Pertama

San Antonio - Utah Jazz tertinggal 0-1 di final Wilayah Timur melawan San Antonio Spurs. Spurs sekaligus memperpanjang keperkasaannya atas Jazz di AT&T Center.

Pada game pertama yang berlangsung di arena, Senin (21/5/2007) dinihari WIB, Spurs memetik kemenangan 100-108. Kekalahan tersebut merupakan yang kekalahan ke-17 berturut-turut Jazz di San Antonio.

Kemenangan Spurs ditentukan oleh penampilan cemerlang Big Three Spurs, yakni Tim Duncan, Manu Ginobili dan Tony Parker.

Duncan dan Ginobili sama-sama membuat double-double. Duncan dengan 27 poin dan 10 rebound. Sementara Ginobli dengan 23 poin dan 10 assist. Sedangkan Tony Parker menorehkan 21 poin dan enam assist.

"Bukan tanpa alasan jika mereka dinamai Big Three," sebut Michael Finley, yang mengemas 14 poin buat Spurs. "Ketika mereka bermain dan bermain ofensif seperti tadi maka kami menjadi tim yang sulit dikalahkan," sambungnya.

Adapun dari kubu Jazz, Deron Williams menjadi pendulang poin terbanyak dengan sumbangan 34 poin. Carlos Boozer menambah 20 poin dan 12 rebound, disusul Mehmet Okur dan Matt Harpring dengan sumbangan masing-masing 10 poin.

Ethuang
22-05-2007, 07:33 AM
waH.. brO ethuang Up 2 date banGet niy.. :)

Lanjuuutt...
:D :D :D
thankyou bro will ;)


Selasa, 22 Mei 2007,
Tersingkir Lagi dari Playoff, Trio Phoenix Suns Terancam Pecah


Gaji Terlalu Besar, Marion Bakal Digeser
Phoenix Suns merupakan tim paling enak ditonton di NBA, dengan gaya bermain yang supercepat. Namun, setelah kembali gagal meraih gelar, trio inti tim itu terancam pecah. Steve Nash bisa kehilangan Amare Stoudemire atau Shawn Marion. Gaji besar adalah penyebabnya.
----------

Tiga tahun sudah Phoenix Suns menjadi tontonan paling menghibur di NBA. Orang suka melihat gaya liar point guard Steve Nash, yang biasa memberi umpan-umpan cantik untuk dieksekusi Amare Stoudemire atau Shawn Marion.

Stoudemire punya gaya ganas di bawah ring, sedangkan Marion seorang high flyer, eksplosif menerjang ring dari luar.

Sayang, tiga tahun pula trio ini gagal meraih gelar. Bahkan, mencapai final NBA saja belum. Tahun ini mereka kalah tragis 2-4 di tangan San Antonio Spurs, karena adanya hukuman kontroversial. Stoudemire dan Boris Diaw dilarang tampil pada game kelima duel itu, meski Spurs yang mengawali kekacauan pada game keempat.

Sekarang, Suns harus menunggu lagi sampai akhir tahun untuk memulai pembalasan. Masalahnya, pertengahan tahun ini, tim itu mungkin terpaksa harus merombak susunan. Setelah tiga tahun dan gaji yang terus bertambah, trio Nash-Stoudemire-Marion tak bisa lagi dipertahankan. Salah satu harus mengalah, ditukar ke tim lain untuk pemain yang lebih murah.

Musim ini, gaji total pemain Suns mencapai USD 66 juta (sekitar Rp 594 miliar). Padahal, di NBA ada salary cap, batasan maksimal yang hanya sekitar USD 64 juta. Kalau kelebihan, maka tim harus membayar luxury tax (pajak) dollar per dollar. Kalau kelebihan USD 2 juta, pajaknya juga USD 2 juta.

Karena pajak musim ini tak terlalu besar, Suns masih mau merogoh kocek. Masalahnya, untuk musim 2007-2008 nanti, total gaji pemain bakal membengkak hingga USD 76 juta (lihat grafis). Berarti kelewatan sekitar USD 12 juta, dan itu angka yang terlalu besar.

Salah satu bintang pun harus mengalah, karena mereka bertigalah yang memakan gaji terbanyak.

Sampai saat ini, yang kemungkinan bakal digeser adalah Marion. Satu, karena gajinya paling besar. Dia masih punya sisa kontrak dua tahun, dengan nilai sekitar USD 16 juta per musim. Dua, karena dialah yang paling kecil perannya di antara tiga besar. Tiga, banyak tim lain bakal dengan senang hati menerima Marion dan memberikan pengganti sepadan.

Marion sendiri sudah pasrah akan kelanjutan nasibnya di Suns. Kalau terus dia senang, kalau pindah ya sudah. "Saya tidak bisa mengontrolnya. Saya hanya akan bekerja," ujarnya.

Secara pribadi, Marion berharap Suns tidak menyerah dulu. Biarlah membayar pajak lebih, karena gelar sudah di depan mata. Dan gelar tidak ternilai harganya. "Orang bilang kita butuh ini, butuh itu. Tapi, saya yakin kami bisa menjadi juara," tegasnya.

Pihak Suns masih tutup mulut soal kemungkinan perombakan tim. Mike D’Antoni, sang pelatih, hanya mau bilang akan membuat timnya jauh lebih baik lagi. "Kami akan membenahi segala kekurangan. Kami akan menjadi lebih baik, lebih dalam. Tahun depan bakal istimewa," ucapnya.

Musim panas pertengahan tahun ini, Suns bakal sibuk menghubungi tim lain, mencar partner pertukaran. Kalau belum berhasil, mereka masih punya waktu sampai Februari 2008 (pertengahan musim depan). Saat itulah susunan pemain dan gaji dikunci NBA, dan pajak mulai diberlakukan. Siapa tahu, ketika momen itu tiba, harapan Marion menjadi kenyataan. Suns rela membayar pajak karena tim ini kembali masuk jajaran elite, kembali mendekati gelar.

Ethuang
22-05-2007, 07:35 AM
Selasa, 22 Mei 2007,
Duncan Tak Tertandingi
Spurs v Utah Jazz 108-100


Final Barat, Spurs Rebut Game Pertama
SAN ANTONIO - Tim Duncan memang perkasa. Sejak kali pertama masuk NBA pada 1998, dia selalu membantu San Antonio Spurs menjadi tim yang ditakuti. Kemarin WIB, pemain bernomor 21 itu kembali tak terbendung, membawa timnya merebut game pertama final Wilayah Barat, mengalahkan Utah Jazz, 108-100.

Meski sepanjang pertandingan diganggu power forward garang Carlos Boozer, Duncan tetap dominan. Dengan gayanya yang efisien dan tak banyak buka mulut, pemain asal Karibia itu mencetak 27 poin, 10 rebound, dan 5 assist. Dia meraih itu hanya dengan melepaskan 15 tembakan sepanjang malam!

Pantas saja bila adidas memberi nama "Stealth CC" untuk sepatu yang dipakai Duncan. Pemain itu memang diam-diam menghancurkan ala pesawat siluman!

Meski beda skor akhir tak terlalu jauh, Spurs sebenarnya dominan sejak awal. Ketika memasuki kuarter keempat, Spurs sudah unggul 18 poin. Jazz baru mendekatkan poin saat garbage time, saat Spurs sudah mulai mengendurkan diri.

Final Barat ini diantisipasikan sebagai duel fisik antara dua tim yang dikenal keras dan cenderung kasar. Untuk sementara, Jazz belum bisa berbuat banyak. Tapi, bukan berarti mereka bakal disapu Spurs dalam seri best-of-seven ini.

Paling tidak, itulah yang dikhawatirkan Spurs menghadapi game kedua, masih di San Antonio, Selasa malam ini (Rabu pagi WIB). "Pada game kedua, mereka pasti lebih siap. Kami harus memastikan mampu terus mengimbangi mereka," ujar Tony Parker, guard Spurs, seperti dilansir Associated Press. Pemain asal Prancis itu mencetak 21 poin.

Jerry Sloan, pelatih Jazz, berjanji akan memaksa timnya tampil lebih ganas pada laga-laga selanjutnya. "Kalau kami terintimidasi dan tidak mau tampil maksimal, maka sebaiknya kami tidak turun ke lapangan," ujar pelatih yang pada 1997 dan 1998 membawa Jazz ke babak final NBA tersebut.

Spurs lolos ke final Wilayah Barat setelah mengalahkan Denver Nuggets dan Phoenix Suns pada dua ronde sebelumnya. Pemenang Spurs versus Jazz akan menghadapi juara Wilayah Timur, memperebutkan gelar NBA 2007.

solaha
22-05-2007, 11:17 AM
hmm.. :-?

Final West :
Spurs vs Utah

Final East :
Cav vs Piston

Mudah2an Final :
Spurs vs Cav
:D:D:D

Jagoin Cav juara.. :D
go go go LeBron James..

itach1ez
22-05-2007, 04:46 PM
hmm.. :-?

Final West :
Spurs vs Utah

Final East :
Cav vs Piston

Mudah2an Final :
Spurs vs Cav
:D:D:D

Jagoin Cav juara.. :D
go go go LeBron James..

Yup itu Final Ideal bro sola...:D
Kalo gw dukung spurs deh..;) Suns aja dikalahin...:p
Eh, Cavs mesti ati2 lawannya di Final East sang juara bertahan Detroit Piston...:(

itach1ez
22-05-2007, 04:56 PM
Hasil Playoff Final Wilayah Barat

Cleveland Cavaliers 76
Detroit Pistons 79

itach1ez
22-05-2007, 05:01 PM
Standings NBA CONFERENCE FINAL ('til Today)


Western Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gifSpurs 1-0 Jazz http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif


Eastern Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gifPistons 1-0 Cavs http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif

thank_66
22-05-2007, 06:08 PM
James Gagal Menangkan Cavs

Detroit - LeBron James selalu menjadi tumpuan harapan Cleveland Cavaliers untuk mendulang poin. Tetapi ketika pemain berposisi forward itu mandeg, Cavs pun kalah.

Melawan Detroit Pistons pada game pertama final Wilayah Timur, Selasa (22/5/2007) WIB, James berpeluang untuk setidaknya menyamakan kedudukan, saat timnya tertinggal 76-78 di penghujung kuarter keempat.

Namun setelah melakukan drive, James memutuskan untuk tidak menembak dan mengoper bola kepada penembak tiga angka Cavs, Donyell Marshall, yang berdiri bebas. Tapi tembakan Marshall meleset, dan bola di-rebound Chauncey Billups.

Celakanya, Billups kemudian mendapatkan hadiah tembakan bebas atas pelanggaran seorang pemain Cavs. Point guard Pistons ini pun memanfaatkan satu dari dua peluang yang diperolehnya guna memperbesar keunggulan timnya menjadi 79-76.

"Ketika itu saya mengejar winning play. Itu adalah saat dimana ada dua orang yang mendekat dan Anda melihat rekan Anda berdiri bebas lalu memutuskan untuk memberinya bola. Hanya sesederhana itu," kata James menjelaskan keputusannya mengoper bola kepada Marshall.

Gagal memenangkan Cavs, James pun bermain di bawah form. Forward andalan Cavs itu hanya menyumbang 10 poin, 10 rebound dan sembilan assist. Khusus poin, jauh dari rata-ratanya di playoff yang mencapai 26 poin. Adapun top skor dipegang oleh Zydrunas Ilgauskas dengan sumbangan 22 poin.

Sementara dari kubu Pistons, Richard Hamilton menyumbang 24 poin. Sementara Billups menambah 13 poin --10 poin diantaranya di kuarter terakhir. Pistons berpeluang memperbesar keunggulan mengingat game kedua masih akan berlangsung di Palace of Auburn Hills.

kaleng
22-05-2007, 06:45 PM
dulu pernah suka NBA (waktu jamannya M.J)..
maren waktu Bulls udah mulai keliatan bisa mengulang kejayaan, sempat ngikutin lagi, tapi begitu di hajar Detroit, :( jadi males lagi ngikutin NBA..
mudahan Jazz lolos deh, aku paling males liat Spurs, udah kasar, sombong lagi.. :)
final Jazz VS Detroit..

itach1ez
22-05-2007, 09:57 PM
dulu pernah suka NBA (waktu jamannya M.J)..
maren waktu Bulls udah mulai keliatan bisa mengulang kejayaan, sempat ngikutin lagi, tapi begitu di hajar Detroit, :( jadi males lagi ngikutin NBA..
mudahan Jazz lolos deh, aku paling males liat Spurs, udah kasar, sombong lagi.. :)
final Jazz VS Detroit..

Yup dulu waktu Zamannya M.J, Dennis Rodman tuh masa jaya-jayanya Bulls.. Sempat menurun selepas para bintangnya pergi.. Musim ini Bulls cukup menjanjikan walaupun gagal di Playoff..:) Banyak bintang baru yang potensial macam Luol Deng, Andres Nocioni dan Ben Gordon..;)
Ok bro kaleng kita lihat nanti siapa yang bakal ke final..:D
Sementara Jazz ketinggalan 1-0 neh..:p

Ethuang
23-05-2007, 07:50 AM
Rabu, 23 Mei 2007,
Nets Menanti Komitmen Carter


Bukan hanya Phoenix Suns yang terancam memecah trio inti. New Jersey Nets tahun depan juga bisa kehilangan salah satu atau lebih dari tim utamanya. Baik Jason Kidd, Vince Carter, maupun Richard Jefferson bisa pindah alamat sebelum musim 2007-2008 dimulai.

Usai disingkirkan oleh Clevelan Cavaliers pada ronde kedua playoff pekan lalu, ketiga pemain itu menyatakan ingin tetap bersama Nets musim depan. Hanya saja, Rob Thorn dan pihak manajemen mungkin merasa sudah waktunya untuk melakukan perubahan. Mereka mungkin harus bersikap duluan, mengingat ada peluang bagi Carter untuk memutus hubungan kerja, meneken kontrak lebih panjang dan lebih besar bersama tim lain.

Kontrak Carter diteken saat pemain high flyer itu masih bersama Toronto Raptors, sebelum dia ditukar ke Nets. Kontrak itu masih sisa semusim, bernilai USD 16 juta. Tapi, opsi ada di tangan Carter. Dia berhak membatalkannya kalau ada tawaran lebih baik.

Carter berharap mendapatkan kontrak pengganti senilai USD 60 juta untuk tiga tahun. Tawaran kemungkinan datang dari Orlando Magic. Di sisi lain, Nets hanya mau USD 45 juta untuk tiga tahun, mengingat dampak Carter tidaklah sehebat yang diperkirakan. Ketika playoff misalnya, perannya kalah bila dibandingkan dengan Kidd dan Jefferson.

"Jason telah memberikan segalanya. Richard juga tampil baik. Tapi Vince, dia tidak memberikan yang kami butuhkan," kata pelatih Nets, Lawrence Frank, tentang playoff melawan Cavaliers, seperti dilansir New York Daily News.

Carter sendiri tetap mengambangkan jawaban soal masa depan. Bisa saja dia memilih keluar, bisa juga dia melanjutkan kontrak, menunggu negosiasi baru hingga usai musim depan. "Yang pasti, saya cocok di sini. Kami punya sesuatu yang spesial di sini, bersama Jason dan Richard. Akan menyenangkan kalau kami bisa terus bersama," ucapnya.

Ethuang
23-05-2007, 07:51 AM
Rabu, 23 Mei 2007,
Kejar Olimpiade, Team USA Kesulitan Rekrut Pemain NBA
Liburan dan Urusan Keluarga ternyata Lebih Penting
Amerika Serikat boleh punya liga basket terhebat di dunia. Ironisnya, Amerika Serikat sudah lama tidak menjadi raja basket dunia. Kering prestasi itu tampaknya akan berlanjut, karena banyak bintang NBA yang menolak bergabung tahun ini.

Tim basket Amerika Serikat (Team USA) dulu dikenal sebagai Dream Team. Ketika pemain NBA boleh ikut serta pada Olimpiade 1992 di Barcelona, tak ada negara lain yang mampu mengimbangi, apalagi mengalahkan, tim berbendera Stars and Stripes tersebut.

Seiring berkembangnya basket di seluruh dunia, dominasi Team USA lama-kelamaan terkikis. Bahkan, dalam tiga tahun terakhir, Team USA bukanlah raja dunia. Pada Olimpiade 2004 di Yunani, Team USA hanya dapat perunggu. Pada kejuaraan dunia tahun lalu di Jepang, yang menjadi juara dunia adalah Spanyol. Team USA kalah di semifinal, di tangan Yunani yang kemudian menjadi runner-up.

Karena itu, Team USA yang dipimpin oleh Jerry Colangelo punya beban besar menghadapi Olimpiade 2008 di Beijing. Tim itu harus kembali menjadi meraih emas untuk mengembalikan gengsi Amerika. Masalahnya, mereka sekarang kesulitan merekrut pemain, dan waktu semakin mendesak.

Tidak lama lagi, ada kompetisi penting. Agustus mendatang, di Las Vegas, Nevada, akan diselenggarakan FIBA Americas Championship. Ajang ini merupakan babak kualifikasi menuju Olimpiade 2008. Sejak Juli, semua anggota tim sudah harus berkumpul untuk latihan bersama.

Sekarang, Team USA baru mendapatkan komitmen dari Jason Kidd, Carmelo Anthony, Carlos Boozer, Deron Williams, Tyson Chandler, dan Mike Miller. Namun, selain Kidd dan Anthony, mereka yang bilang oke itu bukanlah superstar.

Sejumlah bintang utama NBA, seperti Gilbert Arenas, Bruce Bowen, Chris Paul, Paul Pierce, dan Dwyane Wade pasti tak akan membela Team USA pertengahan tahun ini. Alasan mereka beragam, mulai cedera (Wade dan Arenas) atau urusan keluarga.

Beberapa nama besar lain, seperti Chauncey Billups dan Kobe Bryant, masih belum menentukan sikap. Billups sendiri masih sibuk membela Detroit Pistons di Final Wilayah Timur pekan ini.

Sadar kesulitan merekrut pemain, Colangelo aktif menyebar undangan. Terakhir, tawaran telah diberikan kepada NBA Defensive Player Of The Year, Marcus Camby dari Denver Nuggets. Kemampuannya dalam bertahan dan memblok tembakan lawan dianggap bakal berharga untuk Team USA.

Namun, tawaran itu langsung ditolak. Camby menganggap urusan keluarga jauh lebih penting. Anak keduanya baru lahir awal Mei lalu, dan dia ingin meluangkan waktu sebanyak mungkin bersama sang bayi.

"Marcus merasa terhormat diundang Team USA. Dan dia sebenarnya ingin bergabung. Tapi urusan keluarga membutuhkan perhatian penuhnya," kata Rick Kaplan, manajer Camby, seperti dilansir Associated Press pekan lalu. "Keputusan itu tidak mudah dibuat. Tapi dia harus mengambilnya," tambah Kaplan.

Team USA juga telah meminta komitmen dari bintang terbesar NBA saat ini, LeBron James. Jawaban belum ada, tapi kemungkinan besar juga penolakan. Kabarnya, menurut Akron Beacon-Journal, begitu musim ini berakhir, James ingin liburan dulu. Dia butuh istirahat karena telah diforsir habis selama musim 2006-2007. Entah apa alasan resminya nanti.

Sekarang, Team USA hanya bisa menanti. Berharap pemain bintang lain mau bergabung. Baru setelah itu mereka bisa memikirkan target merebut kembali medali emas dan takhta dunia.

Ethuang
23-05-2007, 07:52 AM
Rabu, 23 Mei 2007,
LeBron Gagal Ujian Pertama

Menang Tipis, Pistons Pimpin Final Timur
AUBURN HILS - LeBron James gagal dalam ujian pertamanya melawan Detroit Pistons, pada game perdana final Wilayah Timur, kemarin WIB. Superstar Cleveland Cavaliers itu dianggap membuat keputusan salah pada detik-detik akhir pertandingan, sehingga Pistons menang 79-76.

Pistons sekarang unggul 1-0 dalam seri best-of-seven tersebut, dan pertandingan kedua masih akan dilangsungkan di Detroit, Kamis besok (Jumat WIB).

Kemarin, Cavaliers punya peluang besar mencuri kemenangan. Dengan hanya 5,9 detik tersisa pada kuarter terakhir, Pistons memang unggul, 78-76. Tapi, bola ada di tangan Cavaliers, yang hanya perlu dua angka untuk menyamakan kedudukan, memaksa overtime.

Lebih penting lagi, waktu itu bola ada di tangan LeBron James, dan dia sedang menerjang jantung pertahanan Pistons. Namun, bukannya attack the basket, pada momen terakhir -sepersekian detik-- James malah mengumpankan bola itu kepada Donyell Marshall di luar garis tiga angka.

Meski bebas tanpa penjagaan, Marshall gagal memasukkan bola, dan kemenangan praktis menjadi milik Pistons.

Seandainya James memilih menerjang basket, pertandingan mungkin berlanjut ke perpanjangan waktu, dan Cavaliers masih punya kesempatan merebut kemenangan. Bahkan mungkin, andai James menerjang basket, dia juga mendapatkan foul, dan Cavaliers dapat bonus tembakan bebas. Sekali lagi, waktu itu Cavaliers belum butuh tembakan tiga angka.

Usai pertandingan, James mengaku tidak menyesal dengan keputusan mengumpan tersebut. "Kami mengejar kemenangan. Kalau ada dua orang datang menghalangi, dan ada rekan setim yang bebas, maka bola harus diberikan kepada yang bebas. Itu keputusan sederhana," ujarnya.

Mike Brown, pelatih Cavaliers, juga tidak menyalahkan sang bintang. "(Donyell) punya banyak waktu untuk melepaskan tembakan. LeBron percaya kepada rekan-rekannya. Justru rekannya yang harus menanggung beban, memasukkan tembakan," katanya.

Meski demikian, sejumlah pengamat tetap mengkritisi James. Apalagi, kemarin pemain yang baru berumur 22 tahun itu termasuk kurang produktif, hanya punya 10 poin sepanjang pertandingan. Itu merupakan performa terburuk James selama ikut playoff. Saat musim reguler, dia rata-rata mencetak hampir 30 poin.

Sekarang, kita tinggal menantikan reaksi James pada laga selanjutnya. Seorang superstar biasanya tidak membuat kesalahan dua kali. Pistons harus lebih hati-hati.

solaha
23-05-2007, 12:39 PM
Rabu, 23 Mei 2007,
LeBron Gagal Ujian Pertama

Menang Tipis, Pistons Pimpin Final Timur
AUBURN HILS - LeBron James gagal dalam ujian pertamanya melawan Detroit Pistons, pada game perdana final Wilayah Timur, kemarin WIB. Superstar Cleveland Cavaliers itu dianggap membuat keputusan salah pada detik-detik akhir pertandingan, sehingga Pistons menang 79-76.

Pistons sekarang unggul 1-0 dalam seri best-of-seven tersebut, dan pertandingan kedua masih akan dilangsungkan di Detroit, Kamis besok (Jumat WIB).

Kemarin, Cavaliers punya peluang besar mencuri kemenangan. Dengan hanya 5,9 detik tersisa pada kuarter terakhir, Pistons memang unggul, 78-76. Tapi, bola ada di tangan Cavaliers, yang hanya perlu dua angka untuk menyamakan kedudukan, memaksa overtime.

Lebih penting lagi, waktu itu bola ada di tangan LeBron James, dan dia sedang menerjang jantung pertahanan Pistons. Namun, bukannya attack the basket, pada momen terakhir -sepersekian detik-- James malah mengumpankan bola itu kepada Donyell Marshall di luar garis tiga angka.

Meski bebas tanpa penjagaan, Marshall gagal memasukkan bola, dan kemenangan praktis menjadi milik Pistons.

Seandainya James memilih menerjang basket, pertandingan mungkin berlanjut ke perpanjangan waktu, dan Cavaliers masih punya kesempatan merebut kemenangan. Bahkan mungkin, andai James menerjang basket, dia juga mendapatkan foul, dan Cavaliers dapat bonus tembakan bebas. Sekali lagi, waktu itu Cavaliers belum butuh tembakan tiga angka.

Usai pertandingan, James mengaku tidak menyesal dengan keputusan mengumpan tersebut. "Kami mengejar kemenangan. Kalau ada dua orang datang menghalangi, dan ada rekan setim yang bebas, maka bola harus diberikan kepada yang bebas. Itu keputusan sederhana," ujarnya.

Mike Brown, pelatih Cavaliers, juga tidak menyalahkan sang bintang. "(Donyell) punya banyak waktu untuk melepaskan tembakan. LeBron percaya kepada rekan-rekannya. Justru rekannya yang harus menanggung beban, memasukkan tembakan," katanya.

Meski demikian, sejumlah pengamat tetap mengkritisi James. Apalagi, kemarin pemain yang baru berumur 22 tahun itu termasuk kurang produktif, hanya punya 10 poin sepanjang pertandingan. Itu merupakan performa terburuk James selama ikut playoff. Saat musim reguler, dia rata-rata mencetak hampir 30 poin.

Sekarang, kita tinggal menantikan reaksi James pada laga selanjutnya. Seorang superstar biasanya tidak membuat kesalahan dua kali. Pistons harus lebih hati-hati.

parah... :-w
kok kalah cav.. :-w

go go go lebron.. [-o<

itach1ez
23-05-2007, 03:17 PM
parah... :-w
kok kalah cav.. :-w

go go go lebron.. [-o<

Tenang dulu bro sola, masih ada duel di kandang Cavs ;)
Kita tunggu aksi Le Bron mu ...:D

thank_66
23-05-2007, 04:41 PM
Spurs Ungguli Jazz 2-0

San Antonio - San Antonio Spurs kembali memperlihatkan keperkasaannya atas Utah Jazz. Di At&T Center, Spurs menang sekaligus memperbesar keunggulannya menjadi 2-0.

Jazz sebetulnya membutuhkan kemenangan supaya misinya saat game berlanjut di Utah menjadi lebih ringan. Namun demikian Carlos Boozer cs tampaknya tidak bisa membendung keperkasaan Spurs.

Kekalahan di AT&T Center memperpanjang rekor buruk Jazz kala bermain di San Antonio, yakni 18 partai beruntun tak pernah menang. Saat game ketiga dimainkan di Salt Lake City, Jazz pun mengusung misi sulit karena sejarah tidak berpihak kepada tim yang kalah 0-2 di final wilayah.

Pada pertandingan yang berlangsung Rabu (23/5/2007) WIB, Tim Duncan dan Tony Parker kembali tampil ciamik dengan sumbangan double-double. Duncan mengemas 26 poin dan 14 rebound, sementara Parker mengemas 17 poin dan 14 assist.

Sementara dari kubu Jazz, Boozer tetap menjadi pendulang poin terbanyak timnya dengan sumbangan 33 poin dan 15 rebound. Juga tampil lumayan, Deron Williams dengan sumbangan 26 poin dan 10 assist.

Walaupun Spurs mendapatkan keuntungan berkat dua kemenangan di kandang, peluang Jazz tetap besar mengingat game ketiga dan keempat bakal berlangsung di Salt Lake City. Di kandangnya, tim yang diarsiteki oleh Jerry Sloan itu belum terkalahkan dari enam partai playoff.

thank_66
23-05-2007, 04:44 PM
Yup dulu waktu Zamannya M.J, Dennis Rodman tuh masa jaya-jayanya Bulls.. Sempat menurun selepas para bintangnya pergi.. Musim ini Bulls cukup menjanjikan walaupun gagal di Playoff..:) Banyak bintang baru yang potensial macam Luol Deng, Andres Nocioni dan Ben Gordon..;)
Ok bro kaleng kita lihat nanti siapa yang bakal ke final..:D
Sementara Jazz ketinggalan 1-0 neh..:p


sekarang jadi 2-0, Jazz tahan napas dulu :(
kita tunggu gimana hasilnya kalau main di kandangnya Jazz =D>

itach1ez
23-05-2007, 04:54 PM
NBA SCOREBOARD MAY 22


http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif Utah Jazz 96 - San Antonio Spurs 105 http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif


Final Conference Standings

Western Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif Spurs 2-0 Jazz http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif

Eastern Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif Pistons 1-0 Cavs http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif

itach1ez
23-05-2007, 04:57 PM
sekarang jadi 2-0, Jazz tahan napas dulu :(
kita tunggu gimana hasilnya kalau main di kandangnya Jazz =D>

Yup Jazz belom terkalahkan dalam 6 laga kandang di Salt Lake City.. Kita tunggu deh aksi Deron Williams ama Boozer di kandang Jazz.;) Tapi Jazz mesti jaga duet maut Spurs Duncan-Parker yang sangat berbahaya dan mencetak double double pada game ke 2. Ngomong2 bro t66 jagoin sapa neh :-/

gemini
23-05-2007, 05:41 PM
NBA PLAYER'S
WALLPAPER

http://www.indoupload.com/reg/images/8438Resize of Dirk_Nowitzki.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/9750Resize of Dwyane Wade.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/9208Resize of Gilbert_Arenas_by_daeej.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/5670Resize of Jason_Kidd.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/7733Resize of Kobe_by_shanikt.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/407Resize of Lebron James.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/9824Resize of Steve_Nash_by_SebP.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/7372Resize of Tim_Duncan_by_Null17.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/980Resize of Tracy_McGrady_by_james23wcr.jpg

Semoga berkenan ;) !!!!

itach1ez
23-05-2007, 05:46 PM
NBA PLAYER'S
WALLPAPER

http://www.indoupload.com/reg/images/8438Resize%20of%20Dirk_Nowitzki.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/9750Resize%20of%20Dwyane%20Wade.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/9208Resize%20of%20Gilbert_Arenas_by_daeej.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/5670Resize%20of%20Jason_Kidd.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/7733Resize%20of%20Kobe_by_shanikt.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/407Resize%20of%20Lebron%20James.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/9824Resize%20of%20Steve_Nash_by_SebP.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/7372Resize%20of%20Tim_Duncan_by_Null17.jpg

http://www.indoupload.com/reg/images/980Resize%20of%20Tracy_McGrady_by_james23wcr.jpg

Semoga berkenan ;) !!!!


Lagi-lagi wallpaper dari bro gemini, thanks bro...;)

Il Diavolo
23-05-2007, 06:13 PM
NBA PLAYER'S

WALLPAPER


http://www.indoupload.com/reg/images/8438Resize of Dirk_Nowitzki.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/9750Resize of Dwyane Wade.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/9208Resize of Gilbert_Arenas_by_daeej.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/5670Resize of Jason_Kidd.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/7733Resize of Kobe_by_shanikt.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/407Resize of Lebron James.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/9824Resize of Steve_Nash_by_SebP.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/7372Resize of Tim_Duncan_by_Null17.jpg


http://www.indoupload.com/reg/images/980Resize of Tracy_McGrady_by_james23wcr.jpg



Semoga berkenan ;) !!!!


VERY NICE WALLPAPER bro Dikembe Mutombo......eh salah.......bro gemini :D

Ethuang
24-05-2007, 07:35 AM
Kamis, 24 Mei 2007,
Portland Paling Hoki


Menang Lotere, Raih Pilihan No. 1 NBA Draft
NEW YORK - Portland Trail Blazers memang gagal masuk playoff. Tapi mereka layak disebut sebagai tim paling beruntung pekan ini. Dalam lotere tahunan kemarin WIB, mereka mereka meraih nomor urut satu, berhak menjadi tim pertama yang memilih pemain dalam NBA Draft 2007. Berarti, merekalah yang akan meraih calon pemain baru terbaik.

Di NBA, tim memang tidak bisa seenaknya merekrut pemain baru. Mereka harus menjalani proses Draft, memilih pemain berdasarkan urutan lotere dan rekor. Dalam lotere, tim dengan rekor terburuk meraih bola pingpong terbanyak, meraih peluang terbesar meraih nomor satu.

Semestinya, Memphis Grizzlies dan Boston Celtics-lah yang paling berpeluang. Sebab, dua tim itulah yang memiliki rekor terburuk NBA. Namun, dasar nasib, justru Trail Blazers yang menang lotere. Padahal, peluang tim itu hanya 5,3 persen, karena musim lalu sebenarnya masuk papan tengah dengan rekor 32-50.

Apalagi, tahun ini ada dua pemain dahsyat siap diperebutkan. Yaitu Greg Oden, center asal Ohio State University, dan Kevin Durant, small forward asal Texas. Hampir dipastikan, Trail Blazers akan memilih salah satu di antara keduanya.

"Kedua pemain itu bisa langsung membantu kami. Mereka bisa langsung masuk NBA dan tampil hebat. Yang mana yang dipilih, bukan masalah. Saya senang sekali," kata Brandon Roy, pemain Trail Blazers yang baru saja terpilih sebagai rookie of the year.

Oden atau Durant, dia yang tidak terpilih hampir pasti akan jatuh ke tangan Seattle SuperSonics, yang kemarin meraih urutan dua. Urutan ketiga diraih Atlanta Hawks.

Karena lotere ini hanya untuk menentukan tiga besar, maka urutan memilih berikutnya ditentukan berdasarkan rekor. Dari yang terburuk ke yang terbaik. Karena itu, Grizzlies sebagai tim dengan rekor terburuk berada di urutan empat, Celtics di urutan lima. Disusul yang lain.

Padahal, kemarin, Grizzlies punya peluang 25 persen untuk meraih nomor satu. Usai lotere, Jerry West, bos tim tersebut, langsung mengkritik sistem lotere. Dia bilang perlu ada perubahan, karena sistem itu tidak sepenuhnya fair. "Tentu saja saya kecewa luar biasa," tegasnya.

NBA Draft sangatlah penting bagi tim-tim peserta. Kalau pilihannya tepat, prestasi tim bisa instan meroket. Buktinya pada 2003 lalu, saat Cleveland Cavaliers meraih nomor satu, meraih hak mengontrak LeBron James. Dari tim terburuk, Cavaliers langsung kompetitif. Sekarang, empat tahun kemudian, tim itu masuk final Wilayah Timur, punya peluang menjadi juara.

NBA sendiri menyelenggarakan lotere supaya tim terburuk tidak otomatis meraih nomor satu. Dengan demikian, diharapkan tidak ada tim yang sengaja mengalah selama musim berlangsung.

Ethuang
24-05-2007, 07:36 AM
Kamis, 24 Mei 2007,
Spurs Tak Beri Ampun


Menang mudah sekali tak cukup untuk memuaskan San Antonio Spurs. Kemarin WIB, dalam game kedua final Wilayah Barat, Tim Duncan dkk kembali tampil ganas, kembali menghajar Utah Jazz. Mereka menang 105-96, memimpin seri best-of-seven tersebut 2-0.

Seperti pada laga pertama, Spurs menerapkan defense ketat, lalu menghukum pertahanan Jazz lewat desakan Duncan dan tembakan tiga angka. Saking ketatnya, Jazz hanya mendapatkan 41 poin saat memasuki half-time. Duncan kembali menjadi monster, meraup 26 poin, 14 rebound, plus 5 blok.

Dua guard cepat Spurs, Tony Parker asal Prancis dan Manu Ginobili dari Argentina, masing-masing menambahkan 17 poin. Jazz baru memperkecil ketinggalan pada kuarter terakhir. Carlos Boozer menjadi senjata utama tim yang diasuh Jerry Sloan tersebut, mencetak 33 poin dan 15 rebound.

Kemenangan ini merupakan yang keempat atas Jazz pada musim ini. Dua kali sebelumnya diraih saat musim reguler. Masalahnya, saat tampil di Salt Lake City, Spurs tak mampu menang. Dan mulai Sabtu besok (Minggu WIB), seri ini berlanjut ke kandang Jazz.

Karena itu, Spurs tetap mencoba menjaga perasaan. Mereka tak ingin takabur. "Kita tak boleh terlalu senang dulu. Sekarang, kita harus tampil lebih baik lagi untuk merebut kemenangan di Utah. Semoga kami bisa menjaga konsentrasi," ucap Ginobili, dikutip Associated Press.

Pihak Jazz berjanji akan menjaga kandang. Mereka masih punya peluang, dan telah membuktikannya ketika ronde pertama melawan Houston Rockets. Saat itu, Boozer dkk juga sempat ketinggalan 0-2, lalu membalas dan menang 4-3. Masalahnya, Spurs merupakan lawan yang lebih tangguh. "Mereka (Spurs, Red) pernah jadi juara. Mereka juga lebih hebat di kandang lawan," kata Deron Williams, point guard Jazz.

Hari ini, babak playoff istirahat dulu. Kami malam ini (Jumat pagi WIB), giliran final Wilayah Timur berlanjut, Cleveland Cavaliers di kandang Detroit Pistons. Untuk sementara, Pistons unggul 1-0.

thank_66
24-05-2007, 08:31 PM
Yup Jazz belom terkalahkan dalam 6 laga kandang di Salt Lake City.. Kita tunggu deh aksi Deron Williams ama Boozer di kandang Jazz.;) Tapi Jazz mesti jaga duet maut Spurs Duncan-Parker yang sangat berbahaya dan mencetak double double pada game ke 2. Ngomong2 bro t66 jagoin sapa neh :-/

saat ini ikut jagoin Jazz.....go...go...go =D>

thank_66
24-05-2007, 08:35 PM
Orlando Magic Pecat Pelatih

Orlando - Berakhir sudah karir Brian Hill sebagai pelatih Orlando Magic. Ia dipastikan tidak lagi bekerja untuk tim tersebut setelah kembali tersingkir di putaran pertama babak playoff.

Meskipun ada versi yang menyebutkan dia mundur, namun versi lain menyakini bahwa Hill dipecat. Dalam pernyataannya pihak klub mengatakan bahwa pria 59 tahun itu takkan kembali lagi ke Orlando sebagai pelatih.

"Kontribusi Brian pada Orlando Magic sungguh luar biasa. Kami menghargai semua yang telah ia lakukan untuk kami sebagai pelatih kepala, dan berharap dia bertahan dengan organisasi ini," demikian presiden Bob Vander Weide dikutip Sport Ticker.

Hill adalah pelatih terbaik yang pernah dimiliki Magic. Di era 1990-an ia pernah mengantarkan tim ini ke final NBA (1995) dan juara Wilayah Timur (1996). Saat itu Magic masih diperkuat Shaquille O'Neal dan Penny Hardaway.

Sejak Hill meninggalkan Orlando di tahun 1997, klub ini tak pernah lolos ke playoff lagi. Hill pun digaet lagi pada Mei 2005, meskipun tak sukses melatih Memphis Grizzlies selama tiga musim.

Sama seperti musim lalu, musim ini Magic pun tampil di babak playoff. Namun lagi-lagi Dwight Howards tak mampu melewati putaran pertama -- ditekuk Detroit Pistons 0-4.

Magic musim ini finis dengan rekor bertanding 40-42. Adapun statistik Hill sebagai seorang pelatih NBA adalah 298-315, atau 267-192 bersama Orlando.

Ethuang
25-05-2007, 07:44 AM
Jumat, 25 Mei 2007,
Team USA Bukan Tim All-Star


LAS VEGAS - Tim bola basket Amerika Serikat telah menentukan 25 pemain untuk ikut camp, menghadapi FIBA Americas Championship 2007, turnamen kualifikasi Olimpiade 2008. Seperti yang diprediksikan, tak banyak superstar NBA tergabung di dalam Team USA tersebut.

Kemarin WIB, Team USA mengumumkan delapan lagi pemain. Yaitu Carlos Boozer, Deron Williams, Tyson Chandler, Mike Miller, Tayshaun Prince, Jason Kidd, plus calon pemain baru NBA, Greg Oden dan Kevin Durant.

Dari delapan nama itu, hanya Kidd yang layak disebut sebagai superstar. Oden dan Durant memang sedang ramai dibicarakan, namun mereka masih belum membuktikan diri di level tertinggi.

Dari 17 nama yang sudah masuk duluan, memang ada beberapa superstar. Seperti Carmelo Anthony, LeBron James, dan Kobe Bryant. Hanya saja, dua pemain terakhir itu belum memberikan konfirmasi, bisa saja mundur pada menit terakhir. Beberapa superstar lain, seperti Dwyane Wade, Paul Pierce, dan Gilbert Arenas sudahh menyatakan mundur karena cedera.

Camp latihan sendiri akan diselenggarakan 20-22 Juli mendatang di Las Vegas. Susunan akhir bakal ditentukan pada 22 Juli. FIBA Americas Championship diselenggarakan pada 22 Juli, juga di Las Vegas.

Minim superstar tidak membuat Team USA khawatir, meski mereka menanggung beban mengembalikan gengsi masa lalu. Maklum, tim yang dulunya dijuluki Dream Team itu sudah tidak menguasai dunia sejak Olimpiade 2004 di Athena.

"Kami tidak berniat mengumpulkan tim All-Star. Tujuan kami adalah membangun tim basket yang terbaik," kata Mike Krzyzewski, pelatih Team USA, seperti dilansir Forth Worth Star-Telegram.

Ethuang
25-05-2007, 07:46 AM
Jumat, 25 Mei 2007,
Usai Lotere NBA Draft, Portland dan Seattle Sibuk Susun Masa Depan
Tiket Langsung Laris Manis, Rela Buang Pemain Lama
Portland Trail Blazers dan Seattle SuperSonics merupakan dua tim paling beruntung di NBA saat ini. Rabu lalu WIB, mereka menang lotere NBA Draft, berhak memilih pemain bintang duluan untuk musim depan. Penjualan tiket langsung melonjak, strategi langsung disusun.
----------

Sistem perekrutan NBA memang sangat unik. Tim tak bisa seenaknya mengambil pemain baru. Mereka harus melalui prosedur NBA Draft, memilih berdasarkan urutan lotere dan hasil musim sebelumnnya. Tim terburuk berpeluang meraih pilihan pertama.

Usai lotere Selasa lalu (Rabu WIB), Portland Trail Blazers menjadi pemenang utama. Mereka bakal memilih pertama, disusul Seattle SuperSonics. Tahun ini, dua pilihan pertama itu penting, karena mendapatkan dua calon superstar, Greg Oden dan Kevin Durant.

Pilih satu di antara keduanya, tim dianggap bisa melonjak instan ke papan atas. Seperti ketika Cleveland Cavaliers memperoleh LeBron James pada musim 2003 lalu.

Sekarang, hampir dipastikan Trail Blazers akan mengambil Oden, SuperSonics "pasrah" mendapat Durant. Tinggal menunggu formalitas, saat berlangsungnya NBA Draft, akhir Juni mendatang, di New York.

Sambil menunggu palu diketok, kedua tim pun mulai menyusun langkah. Masa depan tim mendadak cerah. Menurut Danny Barth, CEO SuperSonics, transformasi sudah mulai terasa. Meski Durant belum resmi dikontrak, penjualan tiket untuk musim depan langsung meroket. Bukan hanya tiket per pertandingan, melainkan paket tiket semusim!

"Volume penjualan dan telepon dalam 24 jam terakhir sangat di luar dugaan," ungkap Bryan Byrnes, pimpinan sales dan marketing SuperSonics, seperti dilansir Associated Press. "(Kedatangan Durant) adalah hadiah dari Dewa Bola Basket," tambahnya.

Lebih jauh lagi, kedatangan Durant juga bisa menyelamatkan masa depan SuperSonics di Seattle. Tim itu memang sedang berseteru dengan pemerintah kota soal pembangunan stadion baru. Saat ini, SuperSonics hanya punya komitmen sampai akhir musim 2007-2008. Setelah itu, mereka bisa pindah ke kota lain, seperti Kansas City.

Dengan adanya Durant, gairah Seattle bisa kembali melonjak, dan tim dipertahankan di kota indah tersebut.

Sementara itu, di Portland, pihak Trail Blazers sudah mulai menyusun rencana membangun tim lewat Oden. Mereka siap "membuang" pemain-pemain lama, mengulangi dari kebutuhan Oden.

Salah satu rencana itu menyangkut merekrut Mike Conley Jr., point guard yang menemani Oden selama berlaga di tingkat SMA maupun Ohio State University. Kekompakan Oden dan Conley, dipadu dengan bintang muda lain seperti LaMarcus Aldridge dan Brandon Roy, dianggap Trail Blazers sebagai kombinasi berpotensi besar.

Masalahnya, Conley merupakan salah satu unggulan di NBA Draft nanti, dan dipastikan jatuh ke tangan tim lain. Untuk mendapatkannya, Trail Blazers akan menawarkan para pemain seniornya untuk ditukar dengan Conley. Termasuk di antaranya Zach Randolph, bintang utama Trail Blazers saat ini.

Oden dan Durant, sama-sama belum berumur 19 tahun, sekarang juga sibuk mempersiapkan diri masuk liga profesional. Bukan hanya persiapan fisik, tapi juga marketing. Kemarin WIB, keduanya terbang ke Portland, ke markas besar produsen sepatu Nike. Jangan heran kalau keduanya langsung meneken kontrak besar.

Sebagai dua pemain terpilih pertama, keduanya juga dijamin gaji jutaan dollar AS. Berdasarkan aturan NBA, rookie yang terpilih akan mendapat jaminan kontrak dua tahun, dengan nilai yang sudah ditentukan. Tahun ketiga merupakan hak tim untuk memutuskan.

Berapa gaji pendatang baru NBA? Pilihan pertama sampai ketiga mendapat lebih dari USD 3 juta (Rp 27 miliar). Pemain terpilih nomor 30 (ada 30 tim di NBA) mendapatkan sekitar USD 700 ribu atau Rp 6,3 miliar.

itach1ez
25-05-2007, 09:00 PM
Hasil Playoff terbaru Detroit Pistons memenangi gem ke-2.. Tinggal 2 kemenangan lagi menuju Final NBA... :) Bro sola gmn Le Bronnya ne :D

http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif Cleveland Cavaliers 76 - Detroit Pistons 79 http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif

itach1ez
25-05-2007, 09:02 PM
Final Conference Standings


Western Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif Spurs 2-0 Jazz http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif

Eastern Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif Pistons 2-0 Cavs http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif

solaha
26-05-2007, 12:52 AM
Jumat, 25 Mei 2007,
Team USA Bukan Tim All-Star


LAS VEGAS - Tim bola basket Amerika Serikat telah menentukan 25 pemain untuk ikut camp, menghadapi FIBA Americas Championship 2007, turnamen kualifikasi Olimpiade 2008. Seperti yang diprediksikan, tak banyak superstar NBA tergabung di dalam Team USA tersebut.

Kemarin WIB, Team USA mengumumkan delapan lagi pemain. Yaitu Carlos Boozer, Deron Williams, Tyson Chandler, Mike Miller, Tayshaun Prince, Jason Kidd, plus calon pemain baru NBA, Greg Oden dan Kevin Durant.

Dari delapan nama itu, hanya Kidd yang layak disebut sebagai superstar. Oden dan Durant memang sedang ramai dibicarakan, namun mereka masih belum membuktikan diri di level tertinggi.

Dari 17 nama yang sudah masuk duluan, memang ada beberapa superstar. Seperti Carmelo Anthony, LeBron James, dan Kobe Bryant. Hanya saja, dua pemain terakhir itu belum memberikan konfirmasi, bisa saja mundur pada menit terakhir. Beberapa superstar lain, seperti Dwyane Wade, Paul Pierce, dan Gilbert Arenas sudahh menyatakan mundur karena cedera.

Camp latihan sendiri akan diselenggarakan 20-22 Juli mendatang di Las Vegas. Susunan akhir bakal ditentukan pada 22 Juli. FIBA Americas Championship diselenggarakan pada 22 Juli, juga di Las Vegas.

Minim superstar tidak membuat Team USA khawatir, meski mereka menanggung beban mengembalikan gengsi masa lalu. Maklum, tim yang dulunya dijuluki Dream Team itu sudah tidak menguasai dunia sejak Olimpiade 2004 di Athena.

"Kami tidak berniat mengumpulkan tim All-Star. Tujuan kami adalah membangun tim basket yang terbaik," kata Mike Krzyzewski, pelatih Team USA, seperti dilansir Forth Worth Star-Telegram.

hadohh... :-o

tanpa all star ? :-o

kemaren ada lebron ama carmelo aja gak tembus final.. :-o

solaha
26-05-2007, 12:55 AM
Final Conference Standings


Western Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif Spurs 2-0 Jazz http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif

Eastern Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif Pistons 2-0 Cavs http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif


cilaka... :-o
piston dah menang 2-0 :-w
lebron.. gogogogo..

wah final bisa membosankan banget nie..
tim defence jumpa tim defence..

Ethuang
26-05-2007, 10:20 AM
Sabtu, 26 Mei 2007,
LeBron Gagal Ujian Kedua

Pistons Menang Lagi, Kini Unggul 2-0
AUBURN HILLS - Kesempatan serupa jarang datang dua kali. Hanya saja, cara mengatasi yang berbeda juga belum tentu memberi hasil yang berbeda. LeBron James, bintang Cleveland Cavaliers, merasakan itu kemarin WIB, dalam game kedua final Wilayah Timur NBA, melawan Detroit Pistons.

Lagi-lagi, dengan hanya beberapa detik tersisa, bola ada di tangan James. Kalau masuk, Cavaliers selamat. Kalau tidak, Pistons selamat.

Pada game pertama, James memilih mengumpankan bola pada pemain lain untuk tembakan tiga angka. Sayang, tembakan itu gagal, dan Cavaliers kemudian kalah 76-79. Berbagai kritikan langsung ditujukan pada James, yang dianggap membuat keputusan salah dengan mengumpankan bola.

Kemarin, James kembali mendapat kesempatan menusuk jantung pertahanan Pistons. Kali ini, dia membawa bola sendiri, tidak mengumpankan ke orang lain. Sayang, bola juga gagal masuk. Cavaliers kemudian kalah dengan skor sama, 76-79.

Sekarang, Pistons unggul 2-0 dalam seri best-of-seven ini. Dua kali lagi menang, Chauncey Billups dkk akan kembali ke babak final NBA, mengejar lagi gelar yang pernah mereka rebut pada 2004 lalu.

Dalam pertandingan kemarin, LeBron James benar-benar tampil ngotot, menunjukkan diri sebagai seorang superstar. Bila pada game pertama dia hanya mampu mencetak 10 poin, dia kemarin mampu meraup 19 poin, plus 6 rebound dan 7 assist.

Perolehan itu tidak spektakuler, tapi tergolong banyak mengingat betapa pelitnya poin dalam duel dua tim terbaik Wilayah Timur tersebut.

Saat mencoba meraih kemenangan pada detik-detik terakhir itu, James sebenarnya punya argumen untuk meraih free throw. Sebab, beberapa pemain Pistons yang mengerubungi bisa dibilang melakukan foul. Hanya saja, James tak ingin cari-cari alasan. Dia mengakui kegagalan sebagai seorang ksatria.

"Saya percaya ada yang mem-foul saya. Tapi kami bukan tim yang suka cari-cari alasan. Kami juga tak akan menyesali hasil tersebut. Yang perlu kami lakukan hanyalah tampil lebih baik pada kesempatan berikutnya," ujar pemain 22 tahun berjulukan "King James" tersebut, seperti dilansir Associated Press.

Pihak Pistons sendiri jauh dari kata puas. "Kami merasa beruntung, seperti mereka (Cavaliers, Red) merasa kurang beruntung," ujar Flip Saunders, pelatih Pistons.

Sama seperti Cavaliers, Pistons merasa harus tampil lebih baik lagi. Apalagi, game ketiga dan keempat diselenggarakan di Cleveland. Mereka harus mengingat kejadian playoff tahun lalu, saat kedua tim ini bertemu pada ronde kedua.

Waktu itu, Pistons unggul duluan 2-0, tapi lantas Cavaliers memenangi tiga game selanjutnya. Baru pada laga ketujuh Pistons berhasil mengakhiri laju James dkk.

Pertandingan ketiga akan diselenggarakan Minggu besok, alias Senin pagi WIB.

itach1ez
26-05-2007, 09:01 PM
hadohh... :-o

tanpa all star ? :-o

kemaren ada lebron ama carmelo aja gak tembus final.. :-o

Jangan2 terhenti di babak awal lagi..:p
Tenang bro Sola masih ada Jason Kidd dan duet Jazz Deron Williams dan Charles Boozer..;)

Ethuang
28-05-2007, 07:44 AM
Senin, 28 Mei 2007,
Jazz Ganas Membalas

Hancurkan Spurs, Tunjukkan Niat Maju ke Final
SALT LAKE CITY - Kalah mutlak pada dua game perdana, Utah Jazz menunjukkan semangat yang berbeda. Pada laga ketiga final Wilayah Barat NBA di Salt Lake City kemarin WIB, Carlos Boozer dan Deron Williams tampil ganas, menghajar San Antonio Spurs 109-83.

Saking ganasnya Jazz, pertandingan praktis sudah berakhir pada kuarter ketiga. Pada kuarter terakhir, kedua tim menurunkan seluruh pemain cadangan.

Dalam seri best-of-seven ini, sempat muncul tanda-tanda Spurs bakal menyapu bersih. Pasalnya, pada dua pertandingan pertama di San Antonio, Jazz tidak menunjukkan energi untuk mengimbangi Tim Duncan dkk. Spurs dengan mudah unggul 2-0.

Kemarin, dukungan publik sendiri tampaknya mampu membuat Jazz tampil lebih agresif. Apalagi, belasan ribu penonton dandan kompak serba biru muda, dengan tulisan "True Blue."

"Dalam hal strategi sebenarnya tidak ada banyak perubahan," aku Derek Fisher, guard senior Jazz. "Tapi kami memang tampil jauh lebih aktif malam ini," lanjutnya.

Jerry Sloan, pelatih Jazz, berharap kemenangan ini memberi rasa percaya diri lebih kepada para pemainnya. Dengan begitu, kemenangan kedua bisa diraih Senin malam ini (Selasa pagi WIB), dalam laga keempat yang masih diselenggarakan di Salt Lake City.

Bukan hanya itu, Sloan berharap rasa percaya diri itu berlanjut ketika duel kembali ke San Antonio. Sebab, untuk lolos ke final NBA, Jazz wajib menang minimal sekali di kandang lawan. Sebagai unggulan yang lebih tinggi, Spurs memegang home-court advantage. Kalau sampai berlanjut ke game ketujuh (terakhir), maka game itu dilangsungkan di San Antonio.

Jazz sendiri sudah pernah melakukannya pada ronde pertama playoff lalu. Ketika itu, Houston Rockets sempat unggul 2-0. Jazz baru menyalip dan lolos dengan kemenangan game ketujuh di Houston.

Kemarin, pasangan guard-forward Deron Williams dan Carlos Boozer menjadi kunci kemenangan. Masing-masing meraup 31 dan 27 poin. Mereka benar-benar menjadi pengganti John Stockton dan Karl Malone pada era baru Jazz ini. Boozer, bersama Mehmet Okur dan forward lain, juga mampu menahan laju Tim Duncan, yang kemarin hanya meraup 16 poin.

Ethuang
28-05-2007, 07:45 AM
hadohh... :-o

tanpa all star ? :-o

kemaren ada lebron ama carmelo aja gak tembus final.. :-o
bs2 kali ini d gilas timnas Cina :))
kan mulai banyak pemain2 Cina yg main d NBA :) !!

Ethuang
28-05-2007, 07:47 AM
Senin, 28 Mei 2007,
Hasil Playoff

Final Wilayah Barat

San Antonio Spurs v Utah Jazz 83-109
Spurs unggul 2-1


Jadwal Hari Ini

Final Wilayah Timur

Detroit Pistons v Cleveland Cavaliers
Pistons unggul 2-0

Ethuang
29-05-2007, 07:26 AM
Selasa, 29 Mei 2007,
LeBron Balas Malu

Cetak 32 Poin, Cavaliers Pertahankan Kandang
CLEVELAND - LeBron James tak ingin malu dan kecewa lagi. Dalam game ketiga final Wilayah Timur NBA kemarin WIB, bintang Cleveland Cavaliers itu tampil sangat agresif. Dia mencetak 32 poin, 9 rebound, dan 9 assist, membantu timnya membekuk Detroit Pistons, 88-82.

Pada dua laga pertama seri best-of-seven tersebut, James memang menuai banyak kritikan. Dua kali dia mendapat kesempatan meraih kemenangan pada detik-detik akhir, dua kali pula dia gagal. Pada kedua pertandingan itu, Cavaliers kalah dengan skor yang sama,76-79.

Memasuki game ketiga kemarin, James benar-benar ingin menghindari situasi sama pada detik terakhir. Dia ingin Cavaliers menang dengan mutlak.

Saking niatnya, dia datang tiga jam sebelum pertandingan dimulai. Ketika Quickens Loans Arena masih kosong, dia berlatih menembak jarak menengah dan tiga angka.

Semangat itu semakin berkobar ketika pertandingan dimulai. Dia tampil agresif sejak awal, mencetak poin dengan berbagai cara. Tembakan tiga angka, slam dunk garang, dan lain-lain. Dia juga sangat melibatkan rekan-rekannya, terbukti dengan banyaknya assist yang diraih.

Dalam hal bertahan, Cavaliers juga berhasil mematikan para guard Pistons yang energik, Chauncey Billups dan Richard Hamilton. Poin Pistons kemarin lebih banyak datang dari para forward. Rasheed Wallace dan Chris Webber masing-masing meraih 16 dan 15 poin.

"Saya harus benar-benar siap. Ini mungkin merupakan pertandingan terbesar dalam hidup saya, mungkin salah satu yang terbesar dalam sejarah Cavaliers. Saya harus benar-benar menyadari itu. Saya memang harus all out," kata James usai pertandingan.

Sekarang, Cavaliers hanya tertinggal 1-2. Mereka berpeluang menyamakan kedudukan Selasa malam nanti (Rabu WIB), saat pertandingan masih berlangsung di kandang sendiri.

Ethuang
29-05-2007, 07:27 AM
Selasa, 29 Mei 2007,
Sering Menang Penting, Entertaining Lebih Penting

Tim-Tim "Membosankan" Lolos, Rating Playoff NBA Jeblok
Sering menang itu penting. Tapi menghibur mungkin lebih penting. Paling tidak, itulah pelajaran dari playoff NBA 2007. Tim-tim yang lolos dianggap boring, sehingga rating televisi pun turun sampai 19 persen.
-----------

Babak playoff NBA musim ini berlangsung sangat kompetitif. Dua unggulan pertama Wilayah Barat kandas, persaingan seru juga terjadi di Wilayah Timur. Namun, berdasarkan data yang dirilis saluran televisi ABC, rating pertandingan justru drop cukup banyak. Rata-rata pemirsanya turun 19 persen.

Babak final wilayah paling menunjukkan penurunan itu. Game pertama final Wilayah Timur, antara Detroit Pistons dan Cleveland Cavaliers pekan lalu, disaksikan di 3,1 juta rumah di Amerika Serikat, dengan rating 2,7. Angka itu drop satu poin dari game pertama final Wilayah Timur tahun lalu, ketika Pistons menghadapi Miami Heat.

Duel perdana San Antonio Spurs versus Utah Jazz bisa dibilang lebih parah lagi. Meski disiarkan secara nasional secara gratis (terestrial) oleh ABC, rating-nya "hanya" 2,9. Tahun lalu, duel Phoenix Suns versus Dallas Mavericks mampu meraih rating 3,5 meski disiarkan lewat TNT, lewat kabel (harus bayar).

Padahal, jumlah rumah yang menerima ABC jumlahnya 20 juta lebih banyak daripada TNT.

Ada apa dengan NBA? Hasil ini membuktikan bahwa persaingan seru belum cukup untuk menarik minat penggemar umum. Menurut catatan Miami Herald, orang tetap butuh melihat superstar dan tim dengan gaya entertaining.

Tahun lalu, Heat punya dua superstar, Shaquille O’Neal dan Dwyane Wade. Suns dan Mavericks punya gaya bermain cepat dengan umpan-umpan cantik, menghibur penonton berapa pun skor pertandingannya.

Tahun ini? Pada final wilayah, satu-satunya tim yang punya superstar adalah Cavaliers, yaitu LeBron James. Tiga lainnya punya gaya bermain yang mengutamakan defense (bertahan), dan itu sejak dulu selalu dianggap "membosankan."

Dari ketiga tim itu, yang paling dianggap boring adalah Spurs. Mereka punya bintang besar, Tim Duncan, tapi dia bukanlah bintang yang banyak bicara dan berekspresi. Dia jarang slam dunk, dan punya julukan yang menggambarkan kesan boring pula, "The Big Fundamental."

Dari kubu Spurs sendiri ada beberapa tanggapan terhadap image membosankan tersebut. Tony Parker, guard asal Prancis, tak setuju dengan itu. Dia lebih menyebut lokasi sebagai penyebab kesan tersebut. Tidak bisa dipungkiri, untuk kelas NBA, Kota San Antonio di negara bagian Texas tergolong small market.

"Kalau kami berbasiskan di New York misalnya, dengan prestasi yang kami raih sejauh ini, orang pasti mencintai kami," ucapnya seperti dilansir Philadelphia Inquirer.

Kalau Robert Horry, forward Spurs, blakblakan mengakui timnya memang kurang atraktif. Khususnya kepribadian Tim Duncan. "Andai kita mengganti kepribadian Tim menjadi seperti Shaq, kita pasti menjadi jauh lebih diminati," katanya. "Di luar itu, satu-satunya hal yang layak dikritik tentang kami adalah kami tidak nge-dunk. Kami memang tidak nge-dunk," lanjutnya.

Berdasarkan hasil sementara, ada kemungkinan Final NBA 2007 ini bakal mengulangi tahun 2005 lalu, saat Spurs bertemu Pistons di final. Dan mungkin, itulah final paling tidak diharapkan NBA saat ini. Sebab, meski final 2005 itu berlangsung sampai game ketujuh, ratingnya termasuk yang paling rendah dalam sejarah!

solaha
29-05-2007, 12:13 PM
Selasa, 29 Mei 2007,
LeBron Balas Malu

Cetak 32 Poin, Cavaliers Pertahankan Kandang
CLEVELAND - LeBron James tak ingin malu dan kecewa lagi. Dalam game ketiga final Wilayah Timur NBA kemarin WIB, bintang Cleveland Cavaliers itu tampil sangat agresif. Dia mencetak 32 poin, 9 rebound, dan 9 assist, membantu timnya membekuk Detroit Pistons, 88-82.

Pada dua laga pertama seri best-of-seven tersebut, James memang menuai banyak kritikan. Dua kali dia mendapat kesempatan meraih kemenangan pada detik-detik akhir, dua kali pula dia gagal. Pada kedua pertandingan itu, Cavaliers kalah dengan skor yang sama,76-79.

Memasuki game ketiga kemarin, James benar-benar ingin menghindari situasi sama pada detik terakhir. Dia ingin Cavaliers menang dengan mutlak.

Saking niatnya, dia datang tiga jam sebelum pertandingan dimulai. Ketika Quickens Loans Arena masih kosong, dia berlatih menembak jarak menengah dan tiga angka.

Semangat itu semakin berkobar ketika pertandingan dimulai. Dia tampil agresif sejak awal, mencetak poin dengan berbagai cara. Tembakan tiga angka, slam dunk garang, dan lain-lain. Dia juga sangat melibatkan rekan-rekannya, terbukti dengan banyaknya assist yang diraih.

Dalam hal bertahan, Cavaliers juga berhasil mematikan para guard Pistons yang energik, Chauncey Billups dan Richard Hamilton. Poin Pistons kemarin lebih banyak datang dari para forward. Rasheed Wallace dan Chris Webber masing-masing meraih 16 dan 15 poin.

"Saya harus benar-benar siap. Ini mungkin merupakan pertandingan terbesar dalam hidup saya, mungkin salah satu yang terbesar dalam sejarah Cavaliers. Saya harus benar-benar menyadari itu. Saya memang harus all out," kata James usai pertandingan.

Sekarang, Cavaliers hanya tertinggal 1-2. Mereka berpeluang menyamakan kedudukan Selasa malam nanti (Rabu WIB), saat pertandingan masih berlangsung di kandang sendiri.


Nah githu donk.. \:D/

LeBron.. \:D/\:D/\:D/

jadikan 4-2 Lebron.. \:D/\:D/\:D/

itach1ez
29-05-2007, 12:51 PM
Final Conference Standings


Western Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif Spurs 2-1 Jazz http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif


Eastern Conference


http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif Pistons 2-1 Cavs http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif

itach1ez
29-05-2007, 12:58 PM
NEXT MATCH :

Game 4

UTAH JAZZ vs SAN ANTONIO SPURS

EnergySolutions Arena, Salt Lake City, Utah



Starting Line Up :


Utah Jazz: Mehmet Okur (C), Andrei Kirilenko (PF), Carlos Boozer (SF), Deron Williams (PG), Derek Fisher (SG).

San Antonio Spurs: Fransisco Elson (C), Tim Duncan (PF), Bruce Bowen (SF), Manu Ginobili (PG), Toni Parker (SG).

Ethuang
30-05-2007, 07:34 AM
Rabu, 30 Mei 2007,
Spurs Tinggal Selangkah
Hanya Butuh Satu Kemenangan Menuju Babak Final NBA
SALT LAKE CITY - San Antonio Spurs tinggal selangkah dari babak final NBA 2006-2007. Dalam game keempat final Wilayah Barat kemarin WIB, Tim Duncan dkk kembali menundukkan Utah Jazz, 91-79. Berarti, mereka sekarang unggul 3-1. Dengan satu kemenangan lagi, mereka maju ke babak pamungkas, berebut gelar melawan juara Wilayah Timur.

Setelah dihajar Jazz pada game ketiga Sabtu lalu (Minggu WIB), Spurs kemarin tampil jauh lebih agresif. Mereka benar-benar mengejar kemenangan, supaya bisa mengunci sukses di kandang sendiri, Rabu malam ini (besok pagi WIB).

Kemarin, segala cara dilakukan Spurs. Ketika permainan mengetat pada awal kuarter keempat, mereka banyak melakukan trik-trik untuk memancing tembakan bebas dan emosi lawan (plus penonton).

Manu Ginobili, guard Spurs asal Argentina, menjadi aktor utama. Dia melakukan begitu banyak flop (pura-pura jatuh), dan wasit termakan tipuannya. Alhasil, pada kuarter keempat itu, dia mendapatkan 11 poin gratis, lewat free throw.

Emosi, Jazz mencoba membalas dan menentang keputusan wasit. Hasilnya, pelatih Jerry Sloan dikeluarkan dari pertandingan. Pemain senior Derek Fisher yang biasanya tenang juga ikut dikeluarkan.

Tak heran, para penonton pun meneriaki wasit dan Spurs. Mereka bahkan sampai melempari barang-barang ke lapangan. Sepotong makanan mengenai Bruce Bowen, pemain Spurs lain yang dikenal suka bermain kasar.

Menanggapi ini, Spurs tetap cuek. Kemenangan adalah kemenangan. "Saya bangga dengan tindakan kami pada kuarter keempat. Karena waktu itu, situasi sempat berat untuk kami," kata Ginobili, yang kemarin mencetak 22 poin. "Kami mampu bangkit dan melakukan pekerjaan dengan baik," tambahnya.

Para pemain Jazz sendiri menanggapi kekalahan ini secara sportif. "Kami merasa ada beberapa hal yang patut dipertanyakan. Tapi mereka tetap menang. Mereka mengeksekusi dengan baik, makanya mereka menang," ujar Deron Williams, point guard Jazz.

Carlos Boozer, bintang Jazz yang bergaya garang, masih belum akan menyerah begitu saja. Dia bilang, masih ada kesempatan untuk lolos ke final. Jazz sekarang harus makin tangguh, mencuri game kelima di San Antonio.

Kalau lolos lagi, maka Spurs pun berhasil maju ke final untuk kali keempat dalam sembilan tahun terakhir. Sejak Tim Duncan datang pada 1998, Spurs mampu menjadi jawara NBA tiga kali, yaitu pada musim 1999, 2001, dan 2005.

Karena itu, sempat ada celetukan bahwa Spurs adalah spesialis juara tahun ganjil. Tahun ini adalah tahun ganjil, sehingga siapa pun lawan di final nanti, Spurs adalah unggulannya.

Ethuang
30-05-2007, 07:36 AM
Rabu, 30 Mei 2007,
Hasil Playoff
Final Wilayah Barat

San Antonio Spurs v Utah Jazz 91-79
Spurs unggul 3-1


Jadwal Hari Ini
Final Wilayah Timur

Detroit Pistons v Cleveland Cavaliers
Pistons unggul 2-1

solaha
30-05-2007, 02:42 PM
Balas Pistons, Cavs Samakan Kedudukan
Salomo Sihombing - detikSport

http://usera.imagecave.com/solaha/james-jsonline-isi.jpg

Cleveland - Hasil sempurna home Detroit Pistons, dibalas Cleveland Cavaliers. Kemenangan 91-87, Rabu (30/5/2007) membuat kedudukan final Wilayah Timur imbang 2-2.

Dua kekalahan di Detroit memang sempat memojokkan para pemain Cavs. LeBron James dituding bermain sangat buruk saat itu. Namun di Quicken Loans Arena, James berubah menjadi pahlawan. James menyumbang 25 poin untuk Cavs, 13 angka di antaranya dibuat pada kuarter kempat.

"Saya mengatakan kepada teman-teman saya, cari saya di kuarter keempat dan saya akan melakukan yang terbaik untuk menang," ujar James seperti dilansir Yahoosports.

Penampilan yang tidak kalah gemilang ditunjukkan rookie Daniel Gibson yang menambah 21 poin. Hebatnya lagi, Gibson memasukkan 12 dari 12 free throws.

Gim kelima akan dimainkan Jumat, (1/6/2007) di markas Pistons Auburn Hills, dan gim keenam kembali ke Quicken Loans pada hari Minggu (3/6/2007). (lom/key)

solaha
30-05-2007, 02:45 PM
http://usera.imagecave.com/solaha/james-jsonline-isi.jpg

8->8->8->
Lebron... :x :x :x

gogogo.. \:D/\:D/\:D/
jadikan 4-2

Ethuang
31-05-2007, 07:46 AM
Kamis, 31 Mei 2007,
Rookie Menangkan Cavaliers


Melawan Pistons, LeBron Tak Lagi Berjuang Sendiri
CLEVELAND - Cleveland Cavaliers kembali menaklukkan Detroit Pistons di kandang sendiri, 91-87, kemarin WIB. Final Wilayah Timur pun berlangsung seru, sekarang imbang 2-2. Yang membuat Cavaliers lebih percaya diri, mereka tidak lagi murni bergantung pada LeBron James untuk meraihnya.

Kemarin, LeBron James kembali tampil perkasa. Dia mencetak 25 poin. Sebanyak 13 di antaranya pada kuarter keempat yang menentukan. Namun, dia tidak sendirian memborong poin. Rekan setimnya yang masih rookie, Daniel Gibson, juga tampil spektakuler.

Gibson mencetak total 21 poin, 12 di antaranya lewat tembakan bebas, buah keberanian menusuk pertahanan Pistons. Andai Gibson tidak cemerlang, mungkin keperkasaan James saja tidak cukup untuk mengalahkan Pistons yang punya jajaran pemain komplet.

Usai pertandingan, pelatih Pistons, Flip Saunders, memuji sang rookie. "Kami kesulitan menahan lajunya. Gibson tampil sulit dipercaya," ujarnya seperti dilansir Associated Press.

Bahwa Gibson banyak tampil sebenarnya sudah cukup mengejutkan. Dia diturunkan karena Larry Hughes, guard utama Cavaliers, mengalami cedera kaki pada game ketiga. Meski akhirnya tetap berlaga, jumlah menit Hughes harus dibatasi. Gibson banyak turun untuk mengisinya.

Sebenarnya, Pistons sempat unggul 77-74 ketika pertandingan tinggal tujuh menit. Tapi Cavaliers mampu melejit, mencetak enam poin tanpa balas. Apes buat Pistons, ketika akan time out, pemain emosional mereka, Rasheed Wallace, diganjar technical foul oleh wasit. Rupanya, karena frustrasi, Wallace mencopot headband lantas melemparnya. Oleh wasit, itu dianggap sebagai tindakan yang tidak pantas.

Cavaliers pun menambah poin. Meski Pistons sempat mendekat lagi di menit terakhir, dua tembakan bebas James mengunci kemenangan, menjadikan skor akhir 91-87.

Usai pertandingan, Saunders mengaku tak setuju dengan technical yang diberikan kepada Wallace. Dia menganggapnya terlalu keras untuk tindakan sekadar melempar headband. Apalagi, menurut Saunders, Wallace waktu itu tidak marah kepada pemain Cavaliers, melainkan kepada rekan setimnya sendiri, Richard Hamilton. Tapi apa boleh buat, itu sudah berlalu.

Dengan hasil ini, maka seri best-of-seven ini pun praktis berubah menjadi best-of-three. Laga kelima akan berlangsung di Detroit Kamis malam ini (Jumat pagi WIB), lalu game keenam kembali di Cleveland Sabtu nanti (Minggu pagi WIB). Kalau kedudukan masih imbang, maka game penentuan akan diselenggarakan di Detroit, pekan depan.

Pemenang duel ini akan melangkah ke babak final NBA, menghadapi juara Wilayah Barat. Kemungkinan, lawan itu adalah San Antonio Spurs, yang sekarang sudah unggul 3-1 atas Utah Jazz.

Ethuang
31-05-2007, 07:47 AM
Kamis, 31 Mei 2007,
Hasil Playoff
Final Wilayah Timur

Detroit Pistons v Cleveland Cavaliers 87-91
Kedudukan imbang 2-2


Jadwal Hari Ini
Final Wilayah Barat

Utah Jazz v San Antonio Spurs
Spurs unggul 3-1

PapaBear
31-05-2007, 11:11 AM
Spurs terlalu kuat buat Jazz. Kayaknya Cavs vs Spurs bakal seru :D

SemiSlacker
31-05-2007, 10:17 PM
bah, padahal gwa suka ama jazz, sayang malah ktinggalan 3-1 kesempatan buat ngulang sejarang taon 90an dah ilang d...

solaha
01-06-2007, 12:17 AM
Kobe Ingin Keluar
Kris Fathoni W


AFP
Los Angeles - Kecewa dengan klubnya membuat Shooting Guard Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, ingin hengkang. Saking kesalnya, pindah ke (Planet) Pluto pun siap!

Lakers dan Kobe tampaknya sudah sulit lagi disatukan. Apalagi pebasket 28 tahun itu kini memanaskan suasana dengan menyatakan secara lugas kalau dirinya ingin dijual.

"Ya, saya ingin dijual. Memang berat untuk sampai pada kesimpulan itu, tapi tidak ada alternatif lain," cetus pemain berjuluk KB24 itu kepada ESPN radio, Kamis (31/5/2007) dinihari WIB.

Kelihatannya kekecewaan pemain yang membela Lakers sejak tahun 1996 itu tampaknyasudah sampai ubun-ubun. Kobe mengaku keputusan itu diambil karena dirinya memang sudah muak dengan janji-janji kosong manajemen klub.

"Mereka ingin ke arah berbeda, terkait dengan peremajaan. Saat saya menandatangi perpanjangan kontrak tiga tahun lalu, seharusnya mereka bilang kalau mereka ingin melakukan itu," imbuh Kobe.

Maka keputusan Kobe pun kini sudah bulat, hengkang sesegera mungkin dari Lakers. Buktinya saat ditanyakan apakah ada yang bisa dilakukan pihak klub demi merubah pendiriannya, dengan tegas dia menjawab, "Tidak. Saya hanya ingin mereka melakukan hal yang benar."

Saking inginnya hengkang dari Lakers, Kobe bahkan menyiratkan siap pindah ke mana saja, "Saat ini saya siap bermain di (Planet) Pluto. Saya hanya ingin bekerja keras dan bermain." (krs/a2s)

solaha
01-06-2007, 12:18 AM
Spurs Juara Wilayah Barat
Salomo Sihombing


San Antonio - San Antonio Spurs maju ke final NBA. Di gim kelima, Tim Duncan cs menekuk Utah Jazz 109-84 untuk menjuarai final Wilayah Barat dengan kemenangan 4-1.

Seperti yang sudah diperkirakan, pertandingan di AT&T Center, Kamis (31/6/2007) sepenuhnya menjadi milik Spurs. Perbedaan angka yang sangat jauh, menggambarkan bagaimana dominasi tuan rumah.

Sejak kuarter pertama, tanda-tanda kemenangan Spurs sudah terlihat. Kombinasi Duncan dan Tony Parker membawa timnya unggul 34-15. Satu-satunya kesempatan Jazz mengejar ketinggalan ialah di kuarter kedua. Carlos Boozers cs menambah 24 angka, sementara Spurs 21.

Di kuarter ketiga Spurs kembali menggila dengan tambahan 28 angka, meninggalkan lawannya pada kedudukan 83-56. Selisih yang sangat jauh ini benar-benar mematikan Jazz. Walau menambah 28 poin pada kuarter terakhir, namun tidak sanggup melampaui poin Spurs yang akhirnya menang 109-84.

Parker menjadi penampil terbaik di kubu Spurs dengan sumbangan 21 poin, 5 rebound dan 5 assist. Sementara di Jazz ada Boozer yang membuat sembilan poin, 12 rebound dan 4 assist.

Di final NBA, Spurs akan menunggu pemenang final Wilayah Timur Detroit Pistons dan Cleveland Cavaliers. Untuk sementara kedua tim bermain imbang 2-2. (lom/key)

Ethuang
01-06-2007, 02:30 PM
Jumat, 01 Juni 2007,
Menuju Gelar Tahun Ganjil

Spurs Habisi Jazz Dengan Mudah
SAN ANTONIO - San Antonio Spurs melangkah ke babak final NBA untuk kali keempat sejak 1999. Dengan mudah, mereka menghabisi Utah Jazz di kandang sendiri, dengan skor 109-84, kemarin WIB. Saking mudahnya, pertandingan kelima final Wilayah Barat itu praktis berakhir meski babak pertama belum berakhir. Saat itu, Tim Duncan dkk sudah melejit jauh, memimpin sekitar 20 poin.

Dalam pertandingan penentuan itu, Jazz seolah memang sudah menyerah sejak awal. Sebelum tipoff, mereka sudah dipastikan tidak diperkuat Derek Fisher, guard veteran tim asuhan Jerry Sloan tersebut. Fisher punya alasan keluarga, anaknya sakit parah di New York, sehingga dia tak bisa hadir di San Antonio tepat waktu.

Bukan hanya itu, point guard Deron Williams juga tidak maksimal. Salah satu senjata utama Jazz itu mengalami cedera kaki pada laga terakhir Selasa lalu, dan sempat dipertanyakan partisipasinya.

Alhasil, ketika Spurs tancap gas pada kuarter pertama, Jazz tak mampu bereaksi. Ketika kuarter bermula, Spurs bahkan sempat memimpin sebanyak 23 poin. Setelah itu, Jazz hanya sesekali menunjukkan perlawanan. Tapi, pada kuarter keempat, mereka pun sudah rela melepas pertandingan, dan kedua tim sama-sama menurunkan pemain cadangan.

"Kuarter pertama kami luar biasa. Saya tak ingat kapan kami terakhir kali menembak sebaik itu. Offense kami hebat, defense kami dahsyat. Sulit membayangkan awal pertandingan sebaik itu," kata Tony Parker, point guard Spurs, seperti dilansir Associated Press. Gregg Popovich, pelatih Spurs, hanya punya komentar singkat, "Good job!"

Parker, bersama Duncan, kemarin sama-sama menghasilkan 21 poin. Bintang Spurs yang lain, Manu Ginobili, menambah 12 poin. Di sisi lain, Jazz mengaku sangat kecewa. Bukan karena kalah, melainkan karena cara bermain yang buruk kemarin. Deron Williams terang-terangan menghujat beberapa rekan. "Ada pemain kami yang seolah sudah liburan," ucapnya.

Di babak final NBA nanti, Spurs akan menanti pemenang final Wilayah Timur, antara Detroit Pistons dan Cleveland Cavaliers. Spurs bakal punya waktu untuk istirahat dan mengamati lawan, karena duel Timur itu sekarang masih imbang, 2-2. Melihat ketatnya persaingan, kemungkinan besar duel itu akan berlanjut sampai game ketujuh.

Di babak final nanti, Spurs merupakan unggulan utama juara. Sebab, saat musim reguler, mereka punya rekor lebih baik dari kedua finalis Timur. Karena itu, Spurs akan punya home-court advantage. Dua laga pertama final akan diselenggarakan di San Antonio.

Bukan hanya itu, dalam sejarahnya Spurs merupakan spesialis tahun ganjil. Sejak bergabungnya Tim Duncan pada 1998, mereka masuk final pada 1999, 2003, dan 2005. Semuanya berakhir dengan gelar juara.

Duncan mengaku optimistis. "(Selama playoff) kami menundukkan tiga tim hebat menuju babak final ini. Itu luar biasa," kata pemain berjulukan The Big Fundamental itu. Dalam playoff tahun ini, Spurs mengalahkan Denver Nuggets (4-1), Phoenix Suns (4-2), dan sekarang Utah Jazz (4-1).

Ethuang
01-06-2007, 02:32 PM
Jumat, 01 Juni 2007,
Hasil Playoff
Final Wilayah Barat

Utah Jazz v San Antonio Spurs 84-109
Spurs menang 4-1, lolos ke final NBA


Jadwal Hari Ini
Final Wilayah Timur

Cleveland Cavaliers v Detroit Pistons
Duel imbang 2-2

Ethuang
01-06-2007, 02:35 PM
menurut gw Spurs memang layak menj juara wilayah barat :) !!
Tim Duncan blm ada yg mampu menandingi

http://www.bballone.com/timd/spurs/images/spurs96_black.jpg

Dan prediksi gw sama dg berita d atas yg menempatkan Spurs menj kandidat kuat juara NBA musim ini ;)

GO...GO...SPURS...TUT...TUT...TUT... :)) !!

Ethuang
02-06-2007, 10:19 AM
Sabtu, 02 Juni 2007,
Benar-Benar bak Michael Jordan


Ketika kali pertama masuk NBA tahun 2003, perusahaan sepatu Nike sudah mempromosikan LeBron James sebagai "King James." Padahal, belum sekalipun dia berlaga, dalam usia yang baru 18 tahun. Bertahun-tahun lamanya julukan itu beredar, menantikan James membuktikan diri bahwa dirinya benar-benar raja NBA.

Usai game kelima final Wilayah Timur kemarin WIB, gelar itu benar-benar layak menjadi milik James. Para pengamat dan media di Amerika Serikat menggunakan kata "King" atau yang berkaitan dengan itu untuk menggambarkan performa spektakuler sang bintang.

Orang kembali ingat kepada Michael Jordan. Superstar NBA 1990-an itu membuktikan diri bukan lewat mencetak poin sebanyak-banyaknya. Dia membuktikan diri lewat laga-laga ketat playoff, menjadi penentu kemenangan di saat paling membutuhkan. Kemarin, James melakukan itu.

ESPN, media olahraga utama AS, menyebut performa James sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah NBA.

Hal yang sama diungkapkan Damon Jones, rekan setim James di Cavaliers. "Saya sudah sering dibuat kagum. Tapi pada tingkat setinggi ini? Performa (James) ini sebanding dengan apa yang sering dilakukan Michael Jordan dulu. Kalau semuanya di-ranking, performa James ini layak masuk tiga besar!" ucapnya.

Ibu James, Gloria, kemarin ikut menyaksikan laga tersebut. Dia pun mengaku sangat bangga. Hanya saja, dia menolak bicara tentang sang anak. "Jangan, jangan wawancara saya. Biarkan saya di belakang saja," katanya seperti dikutip ESPN.

Ethuang
02-06-2007, 10:21 AM
Sabtu, 02 Juni 2007,
Hasil Playoff Kemarin
Final Wilayah Timur

Cleveland Cavaliers v Detroit Pistons 109-107 (2OT)
Cavaliers unggul 3-2

Catatan: Playoff menggunakan format best-of-seven. Tim yang duluan menang empat kali lolos ke babak berikutnya.

Ethuang
02-06-2007, 10:22 AM
Sabtu, 02 Juni 2007,
LeBron Bukan Manusia


Hapus Segala Keraguan, Bawa Cavaliers Menang lewat Dua Kali Overtime
AUBURN HILLS - Sekarang, tidak ada alasan lagi untuk meragukan kehebatan LeBron James. Kemarin WIB, dalam game kelima final Wilayah Timur NBA, bintang muda Cleveland Cavaliers itu menunjukkan bahwa dia bukan manusia biasa. Pemain yang baru berumur 22 tahun itu mampu melakukan segalanya, membantu timnya menundukkan Detroit Pistons lewat dua kali overtime, 109-107.

Total, LeBron James mencetak 48 poin, termasuk 29 dari 30 poin terakhir Cavaliers. Tapi, angka itu bukanlah catatan terhebatnya kemarin. Yang patut mendapat acungan seribu jempol adalah kemampuannya mencetak poin di saat-saat paling menentukan.

Tembakan sulit James lah yang menyamakan kedudukan menjadi 91-91 pada detik-detik akhir kuarter keempat. Lalu, setelah pertandingan terus berlangsung seri, tembakan James pula yang menyelamatkan dan memenangkan Cavaliers pada detik-detik akhir overtime kedua.

Pada momen-momen akhir, itu Pistons seolah sudah di ambang kemenangan. Tembakan Chris Webber plus free throw menjadikan skor 107-104 untuk Pistons.

Tapi, sorakan ribuan penonton di The Palace tak berlangsung lama. LeBron James langsung memaksa mereka diam, menyamakan kedudukan lewat tembakan tiga angka meski dikawal ketat pemain Pistons. Lalu, ketika pertandingan kurang 2,2 detik, James mencetak poin kemenangan dengan cara menusuk pertahanan Pistons.

Chauncey Billups, point guard Pistons, punya kesempatan menyamakan kedudukan pada detik penghabisan. Tapi tembakannya memantul keluar ring.

Cavaliers pun menang, memimpin seri best-of-seven ini 3-2. Kalau menang lagi di Cleveland Sabtu malam ini (Minggu pagi WIB), maka Cavaliers pun lolos ke babak final NBA untuk kali pertama dalam sejarah.

Memasuki laga kemarin, James memang masih harus membuktikan kehebatan di hadapan semua orang. Meski jago segala hal, James berkali-kali gagal ketika harus melakukan tembakan penentuan. Termasuk pada dua game pertama final Wilayah Timur ini.

Dia dianggap belum layak mendapat julukan "King James" karena kelemahannya itu. Dia juga dianggap belum layak menjadi pengganti Michael Jordan karena kelemahan itu.

Kemarin, James menghapus segala keraguan itu. Sekali lagi, dialah yang menyamakan kedudukan lewat tembakan sulit, dia pula orang yang memasukkan bola penentu kemenangan pada detik-detik mendebarkan.

Usai pertandingan, segala pujian pun menghujani pemain yang baru empat tahun berlaga di NBA tersebut. "Kami telah menghadangnya dengan segala cara. Kami benar-benar tak mampu menyetopnya," kata Billups seperti dilansir Associated Press.

Bahkan, pelatih Cavaliers, Mike Brown, mengaku sulit mempercayai apa yang dia lihat kemarin. "Semua orang terus menuntutnya untuk berbuat lebih. Dan dia selalu membalasnya dengan berbuat lebih," kata sang pelatih, yang menghadiahi James dengan ciuman usai pertandingan. James sendiri blakblakan mengaku kelelahan. "Badan saya hancur," ucapnya.

Lebih lanjut, James mengaku sangat bangga dengan kemenangan tersebut. "Ini jelas kemenangan besar. Salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Cavaliers. Bagi saya dan rekan-rekan setim, ini jelas kemenangan terbesar," ungkapnya.

Meski demikian, James mengingatkan seluruh anggota tim untuk tidak berpesta dulu. Tugas mereka belum berakhir. Masih harus menang sekali lagi untuk masuk babak final. "Kami masih harus memberikan yang terbaik kalau ingin mencapai yang selama ini kami inginkan, " tegasnya.


Performa Terbaik King James
Menit bermain: 50
Poin total: 48
Field goal: 18-33
Three-point: 2-3
Free throw: 10-14
Rebound: 9
Assist: 7
Steal: 2

solaha
02-06-2007, 10:40 AM
Sabtu, 02 Juni 2007,
LeBron Bukan Manusia


Hapus Segala Keraguan, Bawa Cavaliers Menang lewat Dua Kali Overtime
AUBURN HILLS - Sekarang, tidak ada alasan lagi untuk meragukan kehebatan LeBron James. Kemarin WIB, dalam game kelima final Wilayah Timur NBA, bintang muda Cleveland Cavaliers itu menunjukkan bahwa dia bukan manusia biasa. Pemain yang baru berumur 22 tahun itu mampu melakukan segalanya, membantu timnya menundukkan Detroit Pistons lewat dua kali overtime, 109-107.

Total, LeBron James mencetak 48 poin, termasuk 29 dari 30 poin terakhir Cavaliers. Tapi, angka itu bukanlah catatan terhebatnya kemarin. Yang patut mendapat acungan seribu jempol adalah kemampuannya mencetak poin di saat-saat paling menentukan.

Tembakan sulit James lah yang menyamakan kedudukan menjadi 91-91 pada detik-detik akhir kuarter keempat. Lalu, setelah pertandingan terus berlangsung seri, tembakan James pula yang menyelamatkan dan memenangkan Cavaliers pada detik-detik akhir overtime kedua.

Pada momen-momen akhir, itu Pistons seolah sudah di ambang kemenangan. Tembakan Chris Webber plus free throw menjadikan skor 107-104 untuk Pistons.

Tapi, sorakan ribuan penonton di The Palace tak berlangsung lama. LeBron James langsung memaksa mereka diam, menyamakan kedudukan lewat tembakan tiga angka meski dikawal ketat pemain Pistons. Lalu, ketika pertandingan kurang 2,2 detik, James mencetak poin kemenangan dengan cara menusuk pertahanan Pistons.

Chauncey Billups, point guard Pistons, punya kesempatan menyamakan kedudukan pada detik penghabisan. Tapi tembakannya memantul keluar ring.

Cavaliers pun menang, memimpin seri best-of-seven ini 3-2. Kalau menang lagi di Cleveland Sabtu malam ini (Minggu pagi WIB), maka Cavaliers pun lolos ke babak final NBA untuk kali pertama dalam sejarah.

Memasuki laga kemarin, James memang masih harus membuktikan kehebatan di hadapan semua orang. Meski jago segala hal, James berkali-kali gagal ketika harus melakukan tembakan penentuan. Termasuk pada dua game pertama final Wilayah Timur ini.

Dia dianggap belum layak mendapat julukan "King James" karena kelemahannya itu. Dia juga dianggap belum layak menjadi pengganti Michael Jordan karena kelemahan itu.

Kemarin, James menghapus segala keraguan itu. Sekali lagi, dialah yang menyamakan kedudukan lewat tembakan sulit, dia pula orang yang memasukkan bola penentu kemenangan pada detik-detik mendebarkan.

Usai pertandingan, segala pujian pun menghujani pemain yang baru empat tahun berlaga di NBA tersebut. "Kami telah menghadangnya dengan segala cara. Kami benar-benar tak mampu menyetopnya," kata Billups seperti dilansir Associated Press.

Bahkan, pelatih Cavaliers, Mike Brown, mengaku sulit mempercayai apa yang dia lihat kemarin. "Semua orang terus menuntutnya untuk berbuat lebih. Dan dia selalu membalasnya dengan berbuat lebih," kata sang pelatih, yang menghadiahi James dengan ciuman usai pertandingan. James sendiri blakblakan mengaku kelelahan. "Badan saya hancur," ucapnya.

Lebih lanjut, James mengaku sangat bangga dengan kemenangan tersebut. "Ini jelas kemenangan besar. Salah satu kemenangan terbesar dalam sejarah Cavaliers. Bagi saya dan rekan-rekan setim, ini jelas kemenangan terbesar," ungkapnya.

Meski demikian, James mengingatkan seluruh anggota tim untuk tidak berpesta dulu. Tugas mereka belum berakhir. Masih harus menang sekali lagi untuk masuk babak final. "Kami masih harus memberikan yang terbaik kalau ingin mencapai yang selama ini kami inginkan, " tegasnya.


Performa Terbaik King James
Menit bermain: 50
Poin total: 48
Field goal: 18-33
Three-point: 2-3
Free throw: 10-14
Rebound: 9
Assist: 7
Steal: 2


my NBA star idol.. :x :x :x
New Michael Jordan..
3-2 euy.. selangkah lagi..

Go go go Lebron.. \:D/\:D/\:D/

PapaBear
02-06-2007, 11:30 AM
Lebrons emang moy. GO GO CAVS!

Ethuang
03-06-2007, 07:15 AM
Minggu, 03 Juni 2007,
Spurs Libur Tunggu Lawan


Tak Peduli Hadapi Cavaliers atau Pistons di Babak Final Nanti
SAN ANTONIO - San Antonio Spurs masih menunggu lawan di babak final NBA musim 2006-2007. Saat ini, juara Wilayah Barat itu masih menantikan juara Wilayah Timur. Apakah Cleveland Cavaliers, ataukah Detroit Pistons.

Kedua tim itu bersaing ketat. Cavaliers sudah unggul 3-2, baru lolos kalau menang lagi pagi ini WIB di kandang sendiri. Tapi, kalau Pistons yang menang, maka game ketujuh harus diselenggarakan Senin nanti atau Selasa WIB.

Tapi, siapapun juara Wilayah Timur nanti, Spurs tidak peduli. Mereka siap melawan siapa saja. Karena babak final baru akan dimulai Kamis mendatang, maka tim itu pun memberi kesempatan bagi para pemain untuk berlibur sejenak. Setelah menghabisi Utah Jazz Rabu lalu, Spurs baru latihan lagi Sabtu kemarin.

"Tentu saja kami ingin segera tahu bakal lawan siapa. Tapi sekarang, yang terpenting adalah memperhatikan kedua tim itu, tanpa memikirkan bakal lawan siapa nantinya," aku Gregg Popovich, pelatih Spurs.

Siapapun lawannya nanti, Spurs tetap akan menjadi unggulan. Tim ini punya susunan pemain yang dianggap lebih komplet dan berpengalaman. Tim Duncan misalnya, pernah mengantarkan tim ini jadi juara tiga kali, pada 1999, 2001, dan 2003.

Selain itu, Spurs juga bakal mendapatkan home-court advantage. Sebab, rekor mereka lebih baik selama musim reguler daripada kedua finalis Wilayah Timur.

Menanggapi itu, Spurs berusaha rendah diri. Robert Horry, forward senior Spurs yang pernah meraih enam gelar juara NBA, mengatakan bahwa timnya punya potensi kelemahan. "Kami adalah tim tertua di NBA," kata pemain berusia 36 tahun, yang sudah 15 tahun berlaga di NBA tersebut.

Ethuang
04-06-2007, 07:49 AM
Senin, 04 Juni 2007,
Pesta Impian Cleveland


Gibson Pahlawan Lagi, Cavaliers Kali Pertama Lolos ke Babak Final
CLEVELAND - Pesta besar berlangsung di seluruh penjuru Kota Cleveland, negara bagian Ohio. Tim basket kesayangan mereka, Cavaliers, berhasil masuk final NBA untuk kali pertama dalam sejarah. Kemarin WIB, LeBron James dkk menghabisi Detroit Pistons di Quicken Loans Arena, 98-82, memenangi final Wilayah Timur dengan skor 4-2.

Sukses ini sudah lama dinanti-nantikan warga Cleveland. Pada 2002-2003, sebelum LeBron James hadir, Cavaliers merupakan tim terburuk di NBA. Selama semusim (82 pertandingan), mereka hanya mampu menang 17 kali.

Kehadiran James sebagai pilihan pertama NBA Draft 2003 memberi harapan besar. Sekarang, empat tahun kemudian, tim itu pun menjadi yang terbaik di Wilayah Timur. Sekarang, tim itu punya peluang menjadi juara untuk kali pertama sejak berdiri pada 1970 lalu.

Cavaliers kemarin benar-benar tak ingin membuang peluang. James kembali datang 3,5 jam sebelum tipoff, menyempatkan diri latihan menembak ketika stadion masih kosong. Setelah tampil bak Superman pada game kelima dengan mencetak 48 poin, James tahu Pistons bakal mengerahkan segala upaya untuk menghentikannya pada game keenam.

Hingga kuarter ketiga, strategi Pistons untuk mematikan James berhasil. Pemain yang baru berumur 22 tahun itu bahkan hanya mampu mencetak 9 poin ketika turun minum. Dia sama sekali tak diberi kesempatan menembak, meraih semua poin lewat free throw.

Hanya, Pistons kembali kecolongan oleh Daniel Gibson. Pada game keempat pekan lalu, rookie Cavaliers tersebut mengejutkan Pistons dengan mencetak 21 poin. Kemarin, dia lebih spektakuler lagi, Total, pemain berjulukan "Boobie" itu meraup 31 poin.

Pada dua menit pertama kuarter keempat, Gibson-lah yang mengubah situasi. Tiga tembakan tiga angkanya masuk mulus. Sejak saat itu, Pistons drop dan tak kuasa mengejar, apalagi menyamai skor. Total, kemarin Gibson perfect dalam hal tembakan tiga angka. Lima tembakan, lima kali masuk.

James sendiri memberi kontribusi di bidang lain. Meski "hanya" meraup 20 poin, dia menambahkan 14 rebound dan 8 assist.

Usai pertandingan, 20 ribu lebih penonton tak mau meninggalkan stadion. Mereka dengan gembira melihat perayaan kemenangan. James menerima trofi juara Wilayah Timur dari legenda NBA, Bill Russell. Di luar stadion, orang tumpah ruah ke jalan. Khususnya di Ontario Street, salah satu jalan menuju Quicken Loans Arena.

Saat diminta pidato, James langsung mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Cleveland. "Man oh man," kata James. "Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada setiap penggemar. Ini rasanya spesial. Ini rasanya sangat spesial," lanjutnya.

James menambahkan, sukses ini memberinya perasaan terbaik. Namun, dia berjanji tidak akan berpuas diri. Dia berjanji akan terus berjuang meraih hasil lebih baik, yaitu memberi Cleveland gelar juara NBA yang pertama. "Dengar, kami tidak akan berhenti!" tegasnya.

Di babak final, Cavaliers akan menghadapi juara Wilayah Barat, San Antonio Spurs. Babak itu juga akan berlangsung best-of-seven, tim yang duluan menang empat kali menjadi juara NBA. Bedanya dengan playoff, formatnya bukan 2-2-1-1-1. Melainkan 2-3-2. Maksudnya, dua kali di kandang Spurs, tiga kali di kandang Cavaliers, dan kalau masih diperlukan, dua kali lagi di kandang Spurs. Game pertama diselenggarakan Kamis, 7 Juni nanti.

Ethuang
04-06-2007, 07:50 AM
Senin, 04 Juni 2007,
Pistons Terancam Berantakan


Kemenangan Cleveland Cavaliers kemarin mungkin juga berarti akhir dari kejayaan Detroit Pistons. Setelah lima tahun menjadi kekuatan utama Wilayah Timur, tim tersebut sekarang menghadapi masa depan yang tidak tentu. Beberapa pemain pilar terancam pergi, bahkan sang pelatih pun terancam diganti.

Pistons merupakan salah satu simbol konsistensi di NBA. Lima tahun berturut-turut tim itu masuk final Wilayah Timur. Dua kali mereka masuk final, dan sempat menjadi juara pada 2004 lalu.

Sekarang, akan sangat sulit bagi mereka untuk mempertahankan konsistensi. Salah satu pilar Pistons, Chauncey Billups, akan menjadi free agent, mengejar kontrak terbesar dari tim lain. Forward Chris Webber, yang membantu menghidupkan kembali tim ini pada musim reguler, memberi tanda-tanda bakal pensiun.

Flip Saunders, pelatih yang meneruskan tim ini dari Larry Brown dan Rick Carlisle, masih belum jelas kelanjutan kontraknya.

Billups sendiri berharap bisa terus bersama Pistons. Dengan catatan, Pistons memberinya kontrak yang sama nilainya dengan tawaran tertinggi dari tim lain. "Semoga saja akhirnya begitu. Tapi itu masih nanti," kata Billups, yang dikabarkan bakal pindah ke Orlando Magic.

itach1ez
05-06-2007, 12:31 AM
Final Conference Standings


Western Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/sas_35px.gif Spurs 4-1 Jazz http://www.nba.com/media/mediacentralns/uta_35px.gif
Note: Spurs lolos ke Final skor 4-1


Eastern Conference

http://www.nba.com/media/mediacentralns/det_35px.gif Pistons 2-4 Cavs http://www.nba.com/media/mediacentralns/cle_35px.gif
Nb: Cavs lolos ke Final NBA skor 4-2

itach1ez
05-06-2007, 12:35 AM
my NBA star idol.. :x :x :x
New Michael Jordan..
3-2 euy.. selangkah lagi..

Go go go Lebron.. \:D/\:D/\:D/

Hebat neh bro sola tepat 4-2.. Bener-bener LeBron bukan manusia biasa...:p
Kita lihat deh aksinya di Final vs Spurs... :D
Untung juga Cavs punya Rookie sekelas Daniel Gibson .. ;)

itach1ez
05-06-2007, 12:50 AM
CLEVELAND CAVALIERS
NBA EASTERN CONFERENCE WINNERS

http://www.nba.com/media/cavaliers/celebrate_070604_900.jpg

itach1ez
05-06-2007, 12:56 AM
NBA THE FINALS

http://www.nba.com/media/cavaliers/cle_40px.gif CLEVELAND CAVALIERS - SAN ANTONIO SPURS http://www.nba.com/media/cavaliers/sas_40px.gif



GAME 1 - 7 June - San Antonio

Starting Line Up:


Cavs : Zydrunas Ilgauskas (C), LeBron James (F), Drew Gooden (F), Daniel Gibson (G), Donyell Marshall (G).

Spurs : Fransisco Elson (C), Tony Parker (F), Tim Duncan (F), Manu Ginobili (G), Bruce Bowen (G) .

solaha
05-06-2007, 01:33 AM
Hebat neh bro sola tepat 4-2.. Bener-bener LeBron bukan manusia biasa...:p
Kita lihat deh aksinya di Final vs Spurs... :D
Untung juga Cavs punya Rookie sekelas Daniel Gibson .. ;)


Congrats Cavs :-PP

Final : Cavs vs Spurs :D

akan membosankan.. :D
skor kecil euy.. :))

Lebron go go go \:D/ \:D/ \:D/

aya_cute
05-06-2007, 03:36 PM
gw pegang cavs.... dari jaman mark price ini club emang andalan gw.... cuman belakangan lesu so gak ngikutin NBA lagi...:D

solaha
06-06-2007, 12:23 AM
gw pegang cavs.... dari jaman mark price ini club emang andalan gw.... cuman belakangan lesu so gak ngikutin NBA lagi...:D

Mark Price.. si jawara three pointer.. :D
Jaman gw SMA bro.. :D

aya_cute
06-06-2007, 01:56 AM
yup gw malah jama sd :)) soalnya dulu ngetren barter2an kartu basket.... cape2 nyari kartu michael jordan emnding ngumpulin kartunya mark price... ampe punya 10 kartu ... tapi sekarang dah ilang :(

Ethuang
06-06-2007, 07:57 AM
Rabu, 06 Juni 2007,
Jordan Puji LeBron

Sekaligus Meningatkan untuk Kejar Konsistensi
CHICAGO - Babak final NBA 2007 segera diselenggarakan. Cleveland Cavaliers akan mencoba menundukkan San Antonio Spurs mulai Kamis besok (Jumat pagi WIB). Menghadapi duel best-of-seven itu, komentar-komentar penting dari orang-orang besar mulai beredar. Yang paling banyak diperhatikan, mungkin yang keluar dari mulut Michael Jordan.

Pria yang dianggap sebagai pemain terbaik dalam sejarah itu tidak bilang menjagokan siapa-siapa. Tapi, dia banyak memuji LeBron James, superstar Cavaliers yang digadang-gadang sebagai "The Next Jordan." Menurut Jordan, James telah menunjukkan tanda-tanda sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah.

Lebih lanjut, Jordan mengatakan bahwa kesuksesan James akan sangat dibutuhkan oleh NBA. Sejak Jordan pensiun awal dekade ini, liga paling bergengsi itu memang belum menemukan sosok yang sebanding. Banyak pemain muda dijagokan, namun belum satupun menyamai Jordan baik di lapangan maupun di luarnya.

Bahwa James mampu membawa Cavaliers ke final untuk kali pertama dalam sejarah, adalah sebuah berkah. Ada kisah kepahlawanan baru di liga tersebut. "Saya rasa, apa yang terjadi ini sangat dibutuhkan oleh NBA. Juga sangat dibutuhkan oleh Cleveland dan LeBron sendiri," ucap Jordan, seperti dilansir Chicago Tribune.

Hanya saja, lanjut pria yang pernah meraih enam gelar juara bersama Chicago Bulls itu, perjalanan James sekarang belum berakhir. Pemain 22 tahun itu memang selalu menunjukkan peningkatan. Namun, tegas Jordan, peningkatan melulu juga tidak cukup. Tantangan James berikutnya adalah konsistensi.

"Peningkatan performa harus dilakukan setiap kali bertanding. Orang sudah mengharapkan itu. Tidak dalam satu pertandingan, tidak dalam dua pertandingan. Tapi setiap pertandingan," paparnya. "Dia harus sadar, setiap kali bertanding pertahanan lawan akan terfokus pada dirinya. Dan menghadapi tantangan itu, dia harus terus memberi dampak besar. Saya pikir, tanda-tandanya James mampu melakukan itu," tambah Jordan.

Bagi pemain yang mempopulerkan nomor jersey 23 itu (nomor yang sekarang dipakai James), babak final tahun ini adalah ajang pembuktian seorang LeBron James. Babak final ini akan menunjukkan, seberapa besar hasrat dan upaya James untuk meraih gelar tertinggi.

Atas pujian Jordan itu, James mengaku sangat bangga. "Tentu saja itu luar biasa. Saya tumbuh mengidolakan permainannya. Tentu saja saya senang sekali mendengarnya," ucap pemain asal Akron, Ohio, tersebut.

itach1ez
06-06-2007, 01:24 PM
Final NBA akan dimulai besok, bro2 jagoin tim apa neh :-/
Kalo gw jagoin Spurs buat juara NBA tahun ini tapi kuncinya emang harus mematikan dewa Cavs, LeBron James... ;)

aya_cute
06-06-2007, 03:38 PM
ada tipi indonesia yang nyiarin gak?

Johnjohn
07-06-2007, 03:17 AM
Jak TV nyiarin sih kalo disini tiap minggu pagi n malem,kalo di kota laen coba TV lokal nya aja,kayaknya ada kerja sama juga

Gue sih udah pasti LeBron " King " James lah yang bawa Cavs juara,hehehehe

Ethuang
07-06-2007, 08:48 AM
Kamis, 07 Juni 2007,
KEJAR DINASTI

http://www.jawapos.co.id/images/1181151826b

Preview Final NBA 2007
Babak final NBA 2007 dimulai malam ini (Jumat pagi WIB). San Antonio Spurs dijagokan menjadi juara, mengalahkan Cleveland Cavaliers. Kalau berhasil, maka Spurs pun punya dinasti sendiri, menyamai Boston Celtics, Los Angeles Lakers, dan Chicago Bulls.

TIM Duncan benar-benar membawa berkah bagi San Antonio Spurs. Sejak dia bergabung pada 1998, Spurs berubah menjadi tim yang sangat ditakuti. Bahkan, Spurs menjadi tim yang ditakuti selama sepuluh tahun terakhir.

Begitu Duncan masuk, Spurs langsung jadi juara NBA pada 1999. Prestasi itu lantas terulang pada 2003 dan 2005. Berarti, kalau tahun ini juara lagi, pemain bernomor 21 itu akan mengantarkan Spurs menjadi jawara empat kali dalam sembilan tahun.

Di NBA, itu adalah sebuah dinasti. Dalam sejarah, hanya tiga tim lain yang pernah meraih sukses lebih baik dari itu. Lakers melakukannya dua kali. Saat masih di Minneapolis, antara 1949 sampai 1954, mereka juara lima kali. Ketika di Los Angeles, antara 1980-1988, mereka juga juara lima kali.

Pada generasi sekarang, yang paling dikenal tentu era Michael Jordan di Chicago Bulls. Mereka merebut enam gelar antara 1991 sampai 1998. Tapi, yang paling top sebenarnya adalah Boston Celtics. Pada era pelatih Red Auerbach, mereka menang 11 kali dalam 13 musim (1957-1969).

Kunci sukses Spurs ini, perlu ditegaskan, adalah sosok Tim Duncan. Pemain yang sekarang berumur 31 tahun itu memang tak banyak bicara dan bergaya

(makanya dijuluki "The Big Fundamental"). Namun, kepemimpinan dan kemampuan di lapangan tak perlu diragukan.

Dia sangat pintar, dia sangat efisien. Dia akan membunuh lawan dengan sedikit suara. Pantas bila dia telah meraih gelar Most Valuable Player (MVP) beberapa kali di NBA. Dan kalau dia meraih gelar Final MVP lagi tahun ini, maka itu adalah yang keempat. Dalam sejarah, hanya Michael Jordan punya lebih banyak (enam kali).

Houston Chronicle punya julukan seru untuk dinasti Spurs ini, mereka menyebutnya "Silent Dynasty." Apa komentar Duncan menghadapi final keempatnya ini? Khas Duncan, jawabannya sangat pendek dan sederhana: "Senang rasanya bisa kembali."


Tim Duncan
"The Big Fundamental"

Usia: 31 tahun
Masuk NBA: 1998
Gaji 2006-2007: USD 17,429 juta

Statistik 2006-2007
Poin: 20,0 per game
Rebound: 10,6
Assist: 3,4
Blok: 2,4

Ethuang
07-06-2007, 08:50 AM
Kamis, 07 Juni 2007,
LeBron Hadapi Taktik Kotor Bowen

http://www.jawapos.co.id/images/1181151848b

Final NBA 2007 tahun ini kemungkinan akan berlangsung minim skor. Maklum, baik San Antonio Spurs maupun Cleveland Cavaliers sama-sama lebih mengandalkan defense. Mereka akan rajin memberikan pressure, memaksa lawan memakan waktu sebanyak mungkin sebelum bisa mendekati ring atau menembakkan bola.

Pada musim reguler lalu, Spurs dan Cavaliers bukanlah jagoan menyerang. Dalam klasemen scoring, Spurs hanya berada di urutan 14 dari 20 tim, dengan mencetak rata-rata 98,5 poin. Cavaliers lebih payah lagi. Meski punya senjata sehebat LeBron James, offense mereka hanya ranking 19, mencetak rata-rata 96,8 poin.

Namun, soal defense, kedua tim ini masuk jajaran terbaik. Bahkan, pertahanan Spurs merupakan yang paling pelit di NBA. Dalam 82 pertandingan, mereka hanya mengizinkan lawan mencetak rata-rata 90,1 poin. Cavaliers berada di urutan lima, hanya mengizinkan 92,9 poin.

Karena perang defense ini, beban yang ditanggung LeBron James pun menjadi semakin dahsyat. Serangan Cavaliers sangat bertumpu kepadanya. Dia harus bisa menciptakan tembakan sendiri, sekaligus menciptakan ruang menembak untuk rekan yang lain.

Yang lebih memberatkan James, dia akan dijaga khusus oleh forward Spurs, Bruce Bowen. Sebagai spesialis defense, Bowen termasuk paling ditakuti di NBA. Dia tak pernah lelah menempel dan mengejar lawan. Dan -yang paling dikhawatirkan-- Bowen tak pernah ragu menggunakan taktik kotor.

Pemain berumur 36 tahun itu sudah berkali-kali dilaporkan ke NBA, mengakibatkan lawan cedera. Mulai menempatkan kaki di bawah pemain saat melompat (membuat cedera engkel), menggunakan lutut untuk menghantam selangkangan, menginjak lawan saat jatuh, dan lain-lain. Mungkin karena dianggap kotor itu pula, Bowen tak pernah terpilih sebagai Defensive Player of the Year.

Untuk sementara ini, Bowen-lah satu-satunya strategi Spurs menghadang James. "Kami akan menggantungkan diri kepada Bowen. Kami belum punya rencana melakukan penjagaan ganda atau triple terhadap James. Kami akan melihat dulu Bowen bagaimana, baru menentukan langkah selanjutnya," ungkap Tony Parker, point guard Spurs.


LeBron James
"King James"

Umur: 22 tahun
Masuk NBA: 2003
Gaji 2006-2007: USD 5,828 juta

Statistik 2006-2007
Poin: 27,3 per game
Rebound: 6,7
Assist: 6,0

Ethuang
07-06-2007, 08:51 AM
Kamis, 07 Juni 2007,
Anak Kedua Dijadwalkan Lahir Pas Final

http://www.jawapos.co.id/images/1181151878b

BULAN ini, LeBron James benar-benar menghadapi momen terbesar dalam hidupnya. Selain berjuang dalam final NBA, pemain 22 tahun itu juga sedang menantikan kelahiran anak kedua dari kekasihnya, Savannah Brinson.

Bayi itu dijadwalkan lahir pertengahan Juni nanti, bertepatan dengan game keempat atau kelima final.

Cleveland Cavaliers tentu berharap masalah ini tidak mengganggu konsentrasi sang superstar. Sebab, pada pertengahan Mei lalu, masalah ini sempat mengganggu. Ketika bertarung pada game kelima ronde kedua playoff melawan New Jersey Nets, James sempat meninggalkan stadion sebelum waktunya. Sebab, Brinson harus dibawa ke rumah sakit saat halftime.

Dan saat itu, James jelas mengatakan bahwa keluarga adalah nomor satu. "Kita selalu ingin keluarga kita terlindungi. Kita selalu ingin keluarga kita selalu sehat," ucapnya.

Bersama Brinson, sekarang James sudah punya anak laki-laki berumur dua tahun. Dia diberi nama LeBron James Jr. Perkembangan keluarga ini bakal menjadi bumbu seru final 2007.

Ethuang
07-06-2007, 08:53 AM
Kamis, 07 Juni 2007,
Jadwal Final NBA 2007


Game 1 - San Antonio, 7 Juni
Game 2 - San Antonio, 10 Juni
Game 3 - Cleveland, 12 Juni
Game 4 - Cleveland, 14 Juni
Game 5 - Cleveland, 17 Juni*
Game 6 - San Antonio, 19 Juni*
Game 7 - San Antonio, 21 Juni*

Catatan: * = Kalau dibutuhkan. Final memakai format best-of-seven. Tim
yang duluan menang empat kali langsung jadi juara.


FACTS AND FIGURES

Sejak datangnya Tim Duncan, setiap kali Spurs masuk final, mereka selalu menjadi juara (1999, 2003, 2005).
Bagi Cavaliers, ini adalah pengalaman pertama masuk final. Hanya satu pemain Cavaliers pernah merasakan atmosfer final. Dia adalah Eric Snow, yang merasakannya bersama Seattle SuperSonics (1996) dan Philadelphia 76ers (2001). Dua-duannya kalah.
Sejak musim 1983-1984, tim yang memiliki home-court advantage berpeluang lebih besar jadi juara (17-6).
Pemenang game pertama berpeluang sangat besar jadi juara (71,7 persen).

Ethuang
07-06-2007, 08:54 AM
Kamis, 07 Juni 2007,
Jabat Pelatih Paling Singkat


ORLANDO - Siapa pelatih dengan jabatan tersingkat di NBA? Mungkin Billy Donovan orangnya. Baru saja diumumkan sebagai arsitek Orlando Magic Jum’at (1/6) lalu dengan kontrak USD 27,5 juta (sekitar Rp 247,5 miliar) selama lima tahun, dua hari kemudian Donovan tiba-tiba memutuskan balik ke tim basket Universitas Florida di NCAA. Kemarin, kasus aneh itu akhirnya terselesaikan.

Magic akhirnya tidak memerkarakan Donovan dan menerima pengunduran diri tersebut. Yang lebih murah hati lagi, Magic tidak mempermasalahkan apabila Donovan melatih klub NBA lainnya. Jika merujuk regulasi, seharusnya Donovan dicekal melatih klub NBA selama lima tahun ke depan sesuai durasi kontrak yang dilanggarnya.

Klub yang musim ini gugur di ronde pertama playoff itu tampaknya tak mau ambil pusing dan memilih segera mencari pengganti Brian Hill, pelatih Magic yang dipecat 23 Mei lalu. Nama Stan Van Gundy kini mulai mendekat. Bahkan, penawaran resmi telah diajukan kepada arsitek Miami Heat 2003-2005 tersebut.

Masalahnya, proses menggaet Stan tidak gampang. Stan masih terikat kontrak dengan Heat hingga 30 Juni 2008. Musim ini status pria berusia 47 tahun tersebut memang sebagai pendamping arsitek Shaquille O’Neal dkk, Pat Riley. Jelas harus ada kompensasi lumayan besar untuk mendatangkan Stan. Hanya, Magic punya cara agar manajemen Heat melepas kakak kandung Jeff Van Gundy, arsitek Houston Rockets. Yakni tukar guling hak pilih di NBA Draft 2007 pada 28 Juni nanti

Hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari manajemen Magic maupun Stan mengenai kesepakatan mereka. Yang jelas Magic harus segera mendapat tanda tangan Stan karena jika terlambat, Sacramento Kings, Charlotte Bobcats, hingga Indiana Pacers, siap menyerobot.

Ketiganya telah memberhentikan para arsiteknya. Kings sejak awal memecat Eric Musselman 20 April lalu, sementara Bobcats tidak memperpanjang kontrak Bernie Bickerstaff. Begitu juga Pacers yang kecewa dengan kinerja Rick Carlisle musim ini.

Ethuang
07-06-2007, 08:56 AM
Kamis, 07 Juni 2007,
Harga Tiket Rp 150 Juta


Berapa harga tiket nonton langsung final NBA? Tentu saja mahal. Tapi karena baru kali ini Cleveland menyelenggarakannya, harga pun melambung lebih tinggi lagi. Sebuah tiket premium, duduk di samping lapangan atau di kotak VIP, mencapai USD 15 ribu atau hampir Rp 150 juta per buah, per pertandingan.

Mau yang murah, sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 800 ribu memang ada. Namun, tidak bisa langsung membeli. Peminat harus ikut lotere dulu, dan belum tentu dapat lebih dari satu tiket. Sebanyak 20 ribu orang telah terdaftar mengikuti lotere online tersebut kemarin.

Bagi kebanyakan orang, tentu saja harga itu terlalu mahal. Shawnte Johnson, penggemar Cavaliers di dekat Cleveland, terpaksa memilih cara mendukung yang lebih murah. Yaitu dengan membeli kaus Cavaliers seharga USD 24 atau sekitar Rp 200 ribu. "Harga tiket nonton sama dengan tanggungan rumah saya," ujarnya.

Mr.Good
07-06-2007, 01:14 PM
anw ada yg berangkat liat final NBA gak? :D

solaha
08-06-2007, 03:43 AM
Final NBA akan dimulai besok, bro2 jagoin tim apa neh :-/
Kalo gw jagoin Spurs buat juara NBA tahun ini tapi kuncinya emang harus mematikan dewa Cavs, LeBron James... ;)

Sekali LeBron tetap LeBron :-PP:-PP:-PP

Sejarah taon 1986 yak? :-/
Maap lupa2 inget ;))
Chicago Bullsnya Michael Jordan bakal terulang lagi :D :D :D

Ethuang
08-06-2007, 08:06 AM
Jumat, 08 Juni 2007,
Duncan Dikejar Kontrak Abadi

Spurs Ingin Dia Akhiri Karir di San Antonio
SAN ANTONIO - Babak final NBA 2007 baru dimulai pagi ini. Tapi, bukan hanya kemenangan yang dikejar San Antonio Spurs. Tim tersebut sudah memikirkan masa depan. Begitu jauhnya, mereka sudah memikirkan susunan tim setelah tahun 2010 mendatang.

Bukan rahasia lagi, sukses Spurs dalam sepuluh tahun terakhir adalah berkat jasa besar Tim Duncan. Sejak pemain bernomor 21 itu bergabung pada 1998, Spurs langsung masuk jajaran elite NBA, dan kemudian memenangi tiga gelar dalam sembilan tahun terakhir.

Karena itulah, meski kontrak Duncan baru akan berakhir pada musim 2009-2010, Spurs sudah berpikir untuk memperpanjangnya hingga beberapa tahun kemudian. Kalau perlu meneken "kontrak abadi," sampai akhir karir sang All-Star.

Menurut laporan San Antonio Express-News, saat ini Spurs sudah menyusun rencana ke arah sana. Begitu final ini berakhir, mereka akan langsung menawari Duncan perpanjangan kontrak tersebut.

Koran itu menambahkan, Spurs tidak ingin kecolongan. Sebab, pada kontrak Duncan saat ini, sang bintang punya opsi untuk memutus kontrak usai musim 2007-2008, lalu mengejar uang lebih besar lagi dari tim lain.

Duncan sekarang merupakan salah satu pemain termahal di NBA. Gajinya musim ini lebih dari USD 17 juta, dan gaji itu terus bertambah mencapai USD 22 juta pada musim terakhir dalam kontrak. Namun, Spurs sadar betul tim lain siap membayar lebih tinggi lagi.

Apalagi, di NBA saat ini, mungkin tidak ada pemain lain yang menjamin sukses sehebat Duncan. Buktinya, Shaquille O’Neal saja dibayar USD 20 juta oleh Miami Heat, padahal dia sudah tidak lagi seefisien Duncan.

Memang, Duncan sekarang sudah berusia 31 tahun. Tapi, dia tergolong jarang cedera, dan kemungkinan bakal mampu terus tampil hebat sampai usia 40. Robert Horry, pemain senior Spurs yang berusia 36 tahun, menegaskan itu. Kata Horry, Duncan adalah Mr. Reliable. Dia tak akan pernah rusak atau melemah.

"Yang namanya orang itu bisa berubah. Tapi yang namanya Tim, dia tak akan pernah berubah. Ketika sudah tua nanti pun, dia tak akan pernah berhenti bekerja," ujarnya.

Karena itu, jangan heran kalau tahun ini Tim Duncan merebut gelar NBA keempatnya bersama Spurs. Jangan heran pula kalau dia merebut gelar Most Valuable Player di babak final untuk kali keempat. Orang boleh bilang dia membosankan, tapi percuma jadi orang asyik kalau tak pernah jadi juara.

itach1ez
08-06-2007, 09:08 AM
Masih imbang neh di Quarter 1, Spurs masih unggul 31-26 .. :)
Oh ya bro hasilnya ntar bisa tolong postin disini ya.. ;)

Ethuang
09-06-2007, 08:08 AM
Sabtu, 09 Juni 2007,
Debut Nabrak Tembok


Spurs Matikan LeBron, Kalahkan Cavaliers
SAN ANTONIO - Debut LeBron James dan Cleveland Cavaliers di laga final NBA sudah dinanti-nantikan penggemar basket di seluruh dunia. Sayang, aksi pertama tersebut berakhir sangat, sangat mengecewakan. Jangankan meraih kemenangan, tampil kompetitif saja tim tersebut tak mampu.

James dan Cavaliers seolah menabrak tembok, tak mampu meruntuhkan pertahanan super San Antonio Spurs. Mereka kalah 76-85, kini tertinggal 0-1 dalam duel best-of-seven tersebut.

Laga perdana yang berlangsung di San Antonio kemarin WIB itu sebenarnya berlangsung sesuai prediksi. Karena kedua tim sama-sama mengandalkan defense, tak banyak skor dihasilkan. Bahkan, ketika kuarter kedua berakhir, kedudukan masih 40-35 untuk Spurs.

Baru pada kuarter ketiga, Tim Duncan dkk pindah ke gigi lebih tinggi, menjauhkan diri di papan skor. Saking jauhnya, Cavaliers praktis menyerah pada kuarter keempat. Skor akhir memang menunjukkan Cavaliers mendekat, namun itu karena Spurs memang sudah tidak lagi menurunkan pemain inti.

Spurs menang karena mampu mengimbangi pertahanan kuat dengan serangan yang balance. Tim Duncan mencatat 24 poin, 13 rebound, plus lima blok. Tony Parker berkali-kali melakukan layup sulit, total meraup 27 poin. Manu Ginobili, sixth man Spurs asal Argentina, menambahkan 16 poin.

Di sisi lain, Cavaliers seolah percuma bermain defense tangguh, karena di ujung lain lapangan tak mampu memasukkan bola ke dalam ring. LeBron James, andalan utama Cavaliers, benar-benar redup. Dari 16 tembakan yang dia lontarkan, hanya empat yang masuk. Ditambah dengan sejumlah free throw, total "King James" hanya membukukan 14 poin. Sama sekali bukan angka seorang superstar.

Tapi James juga tak bisa sepenuhnya disalahkan. Ketika dikawal satu atau lebih pemain Spurs, dia selalu berusaha memberikan bola kepada rekan yang lowong. Masalahnya, rekan-rekannya pun kemarin mandul.

Center Zydrunas Ilgauskas hanya memasukkan satu dari delapan tembakan. Point guard Larry Hughes hanya memasukkan satu dari lima tembakan. Daniel Gibson, rookie sensasional Cavaliers, mampu menambahkan 16 poin, memasukkan tujuh dari sembilan tembakan. Tapi kebanyakan baru pada kuarter keempat, alias sudah terlambat.

Usai pertandingan, Duncan mengaku bersyukur timnya mampu mematikan segala langkah James. Strategi mereka berhasil. Bruce Bowen yang mendapat tugas utama mengawal James mampu membatasi langkah-langkah pertama sang bintang. Kalau James lepas, pemain lain mampu langsung menutup. Sering, dua atau tiga pemain langsung menutup langkah James kalau lepas dari hadangan Bowen.

"Kalau saya melalui satu orang, yang lain langsung menutup. Kalau kami ingin menang, saya harus bermain lebih baik lagi," aku James, yang biasanya mencetak poin hampir 30 pada setiap pertandingan.

Duncan menegaskan, sukses menghadang James itu merupakan hasil kerja sama tim yang luar biasa. "Butuh lima orang untuk melakukan apa yang kami lakukan. Kami memahami strategi bertanding dan kemudian konsisten menerapkannya," paparnya, seperti dilansir Associated Press.

Dengan hasil kemarin, Spurs pun mengambil langkah pertama yang mantap menuju gelar juara NBA untuk kali keempat. Dalam sejarah final NBA, pemenang game pertama berlanjut menjadi juara sebanyak 71 persen. Spurs sendiri, bersama Duncan, selalu menjadi juara ketika masuk babak final. Tiga sebelumnya pada 1999, 2003, dan 2005.

Game kedua akan kembali diselenggarakan di San Antonio, Minggu besok (Senin pagi WIB). Cavaliers baru tampil di hadapan publik sendiri pada game ketiga dan keempat. Kalau dibutuhkan, laga kelima juga berlangsung di Cleveland, berlanjut dengan laga keenam dan ketujuh di San Antonio.

Menghadapi laga kedua, Spurs berjanji untuk tetap menjaga fokus. Mereka harus tetap berkonsentrasi, menjaga supaya tembok mereka tidak runtuh ditabrak LeBron James. "Ini hanya satu game. Bisa saja pada pertandingan berikutnya kami tampil buruk. Kita tak boleh terlalu happy dulu saat ini," tegas Bowen.

Ethuang
09-06-2007, 08:56 AM
Masih imbang neh di Quarter 1, Spurs masih unggul 31-26 .. :)
Oh ya bro hasilnya ntar bisa tolong postin disini ya.. ;)
Sabtu, 09 Juni 2007,
Hasil Final NBA Kemarin


Cleveland Cavaliers v San Antonio Spurs 76-85

Catatan: Final memakai format best-of-seven. Tim yang duluan menang empat kali menjadi juara.

Ethuang
09-06-2007, 08:56 AM
Sabtu, 09 Juni 2007,
Sama Sekali Bukan Jordan


LeBron James tak akan pernah bisa bebas dari bayang-bayang Michael Jordan. Sebagai orang yang dianggap sebagai "The Chosen One," pemain 22 tahun itu akan selalu dibanding-bandingkan dengan Michael Jordan.

Ketika menghadapi Detroit Pistons di final Wilayah Timur, James dapat sambutan turun-naik. Pertama dihujat karena dua kali gagal mengeksekusi poin penentu kemenangan. Tapi kemudian dipuja-puja setelah bermain bak Jordan. Membukukan 48 poin pada satu pertandingan, memantapkan langkah Cavaliers menuju final pertama.

Kemarin WIB, dia kembali dihujat. Debut James di final NBA benar-benar tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Michael Jordan pada 2 Juni 1991 lalu.

Waktu itu, menghadapi Los Angeles Lakers, Jordan langsung meroket, mencetak 36 poin pada final pertamanya. Setelah itu adalah catatan sejarah, Jordan membawa Bulls menjadi juara sebanyak enam kali.

James, kemarin, benar-benar tak berkutik. Dia tak mampu menembus tembok pertahanan Spurs. Tembakannya pun banyak melenceng, hanya memasukkan empat dari 16 tembakan.

Menghadapi game kedua, James berjanji akan berusaha tampil lebih baik. Dia menegaskan, final NBA bukanlah final liga mahasiswa, di mana satu pertandingan menentukan segalanya. Di final NBA, masih ada pertandingan selanjutnya. "Kami harus tenang, siap menghadapi game kedua," ucapnya.

Cavaliers juga belum panik. Mike Brown, sang pelatih, belum punya rencana merombak susunan dan urutan pemain pada pertandingan kedua. Bagaimana pun, timnya kemarin bermain defense dengan sangat baik. Hanya offense-nya saja yang tidak menyala.

"Ini hanyalah satu pertandingan. Kami akan mempelajari video pertandingan ini, dan melakukan beberapa perbaikan. Tapi, apa pun perbaikan itu, kami tidak akan melakukan perubahan susunan pemain," tegas Brown.

Ethuang
09-06-2007, 09:04 AM
Sabtu, 09 Juni 2007,
Rekor Stasiun Televisi


Babak final NBA tahun ini mendapat ekspose rekor di seluruh dunia. Total ada 128 stasiun televisi menayangkannya, memecahkan rekor final sebelumnya yang "hanya" 112 stasiun. Total, pertandingan pertama kemarin disaksikan di 205 negara, dikomentari dalam 46 bahasa yang berbeda.

Sebagai liga berbasis di Amerika Serikat, NBA memang punya pengaruh besar di dunia. Dan final kali ini menampilkan banyak pemain dari luar AS. San Antonio Spurs punya Tony Parker (Prancis), Manu Ginobili dan Fabricio Oberto (Argentina), Francisco Elson (Belanda), plus Beno Udrih (Slovania). Sedangkan Cleveland Cavaliers punya Zydrunas Ilgauskas (Lithuania), Anderson Varejao (Brazil), dan Sasha Pavlovic (Montenegro).

solaha
09-06-2007, 04:06 PM
Sabtu, 09 Juni 2007,
Sama Sekali Bukan Jordan


LeBron James tak akan pernah bisa bebas dari bayang-bayang Michael Jordan. Sebagai orang yang dianggap sebagai "The Chosen One," pemain 22 tahun itu akan selalu dibanding-bandingkan dengan Michael Jordan.

Ketika menghadapi Detroit Pistons di final Wilayah Timur, James dapat sambutan turun-naik. Pertama dihujat karena dua kali gagal mengeksekusi poin penentu kemenangan. Tapi kemudian dipuja-puja setelah bermain bak Jordan. Membukukan 48 poin pada satu pertandingan, memantapkan langkah Cavaliers menuju final pertama.

Kemarin WIB, dia kembali dihujat. Debut James di final NBA benar-benar tidak sebanding dengan apa yang dilakukan Michael Jordan pada 2 Juni 1991 lalu.

Waktu itu, menghadapi Los Angeles Lakers, Jordan langsung meroket, mencetak 36 poin pada final pertamanya. Setelah itu adalah catatan sejarah, Jordan membawa Bulls menjadi juara sebanyak enam kali.

James, kemarin, benar-benar tak berkutik. Dia tak mampu menembus tembok pertahanan Spurs. Tembakannya pun banyak melenceng, hanya memasukkan empat dari 16 tembakan.

Menghadapi game kedua, James berjanji akan berusaha tampil lebih baik. Dia menegaskan, final NBA bukanlah final liga mahasiswa, di mana satu pertandingan menentukan segalanya. Di final NBA, masih ada pertandingan selanjutnya. "Kami harus tenang, siap menghadapi game kedua," ucapnya.

Cavaliers juga belum panik. Mike Brown, sang pelatih, belum punya rencana merombak susunan dan urutan pemain pada pertandingan kedua. Bagaimana pun, timnya kemarin bermain defense dengan sangat baik. Hanya offense-nya saja yang tidak menyala.

"Ini hanyalah satu pertandingan. Kami akan mempelajari video pertandingan ini, dan melakukan beberapa perbaikan. Tapi, apa pun perbaikan itu, kami tidak akan melakukan perubahan susunan pemain," tegas Brown.

:D:D:D

Kecian LeBron..

Go Go Go Lebron.. :-PP:-PP:-PP

Jadikan 4-1 :D :D :D

aya_cute
10-06-2007, 01:56 AM
go go cavaliers.... gak papa kalah di game pertama.. toh tandang....

aya_cute
10-06-2007, 01:58 AM
go go cavaliers... kalah pada game pertama gak papa... kalahkan digame selanjutnya...

Ethuang
12-06-2007, 07:56 AM
Selasa, 12 Juni 2007,
Setelah LeBrick, Terancam LeBroom


Spurs Kembali bikin Cavaliers Tak Berkutik
SAN ANTONIO - Beberapa julukan baru diberikan kepada LeBron James, superstar Cleveland Cavaliers, setelah menjalani dua game pertama final NBA 2007 melawan San Antonio Spurs. Dan dua yang terbaru bukanlah julukan yang memuji.

Ketika LeBron James tampil buruk pada game pertama Kamis pekan lalu, dan Cavaliers kalah 76-85, ada media Amerika yang mengeluarkan istilah "LeBrick."

Brick bisa dimaknakan batu tak berguna. Waktu itu sang bintang hanya mencetak 14 poin, tak berkutik menghadapi tembok pertahanan Spurs yang begitu ketat.

Kemarin WIB, setelah Cavaliers kembali dihajar Spurs 92-103, seorang pendukung Spurs memberikan istilah "LeBroom." Kata broom artinya sapu. Maksudnya, karena unggul 2-0 dengan cara yang dominan, Spurs sekarang siap menyapu bersih Cavaliers. Dua kali kemenangan lagi, Spurs pun menang mutlak 4-0, membawa pulang gelar keempat sejak 1999.

Meski dua pertandingan selanjutnya akan diselenggarakan di Cleveland, tampaknya akan sangat berat bagi Cavaliers untuk mencuri kemenangan.

Kalaupun LeBron James dkk mampu mencuri satu atau dua kemenangan, banyak yang bilang itu hanya akan menunda pesta juara Spurs. Sebab, setelah dua laga pertama ini, Spurs terlihat berada di kelas yang jauh berbeda.

Skor akhir memang tidak terlalu jauh, terpaut 11 poin. Namun, pertandingan kemarin benar-benar berlangsung timpang. Begitu tipoff, Spurs langsung tancap gas, dan tak pernah mengendurkannya sampai kuarter ketiga.

Cavaliers pun pontang-panting meladeni permainan Tim Duncan, Tony Parker, Manu Ginobili, dkk. Mereka hanya mampu bersaing sampai pertengahan kuarter pertama. Setelah itu, Spurs menjauh dan menjauh. Bahkan, pada first half, Spurs sempat unggul 28 poin. Begitu jauhnya, announcer (MC) di AT&T Center tak perlu menyebut skor saat waktunya turun minum. Dia hanya bilang, "Spurs by a bunch" atau "Spurs unggul banyak sekali."

Spurs baru mengendurkan permainan pada kuarter keempat. Cavaliers sempat mendekat, tapi upaya mereka sudah terlambat. Parker kembali menjadi mesin skor, menusuk pertahanan Cavaliers dan mengumpulkan 30 poin. Ginobili menambah 25, Duncan 23.

James sendiri tampil lebih baik, mencetak total 25 poin. Namun, dia sempat cepat terkena foul trouble di awal pertandingan, sehingga harus didudukkan di bench sementara Spurs sedang garang-garangnya.

Mengenai gelar yang semakin dekat ke tangan Spurs, James masih belum mau menyerah begitu saja. Dia mengingatkan bahwa pada final Wilayah Timur menghadapi Detroit Pistons, Cavaliers juga sempat tertinggal 0-2, namun lantas menang 4-2. Lawan sekarang jauh lebih berat, tapi kemungkinan belum tertutup. "Kami masih percaya diri," ucapnya seperti dilansir Associated Press.

Spurs juga masih belum mau berpesta. Sementara para pendukung berteriak "Sweep! Sweep! Sweep!" (sapu bersih, sapu bersih), Tim Duncan dan yang lain masih belum mau larut.

Ginobili mengingatkan, pada final 2005 menghadapi Pistons, mereka juga sempat unggul 2-0, tapi lantas harus bertarung sampai game ketujuh. "Saya ingat itu. Rasanya memalukan sekali. Semoga teman-teman juga ingat dan belajar dari pengalaman itu," katanya.

Ethuang
12-06-2007, 07:57 AM
Selasa, 12 Juni 2007,
Hasil Final NBA Kemarin


Cleveland Cavaliers v San Antonio Spurs 92-103
Spurs unggul 2-0


Jadwal Berikutnya
Game Ketiga, Selasa 12 Juni (Rabu pagi WIB)

Ethuang
12-06-2007, 07:58 AM
Go..GO..Go..S.A.S :D !!
kurang 2 kali lg jd juara NBA sejati :) !!
ayo...Tim Duncan ;)

PapaBear
12-06-2007, 04:16 PM
Cavs kayaknya bakal bounce back. Mereka mesti contain Tony Parker kalau ngga bisa kena sweep deh. Go Cavs!

solaha
12-06-2007, 08:05 PM
Selasa, 12 Juni 2007,
Hasil Final NBA Kemarin


Cleveland Cavaliers v San Antonio Spurs 92-103
Spurs unggul 2-0


Jadwal Berikutnya
Game Ketiga, Selasa 12 Juni (Rabu pagi WIB)

:-o:-o:-o

2-0..

Ayo LeBron.. :-PP:-PP:-PP

Jadikan 4-2.. [-o<

:)) :)) :))

aya_cute
13-06-2007, 01:08 AM
omg... cavs dibantai gini....

Ethuang
13-06-2007, 09:03 AM
Rabu, 13 Juni 2007,
Menang-Kalah Tetap Pesta


CLEVELAND - Berbahagialah penduduk kota Cleveland. Itu disebabkan babak final NBA tahun ini digelar di sana. Antusiasme tinggi pun terlihat jelang game ketiga Cleveland Cavaliers versus San Antonio Spurs di Quicken Loans Arena pagi ini WIB. Kendati Cavs tertinggal 0-2, para pendukungnya tak terlalu peduli.

Waktu 37 tahun jelas sangat lama bagi Cleveland menantikan gebyar final NBA tersebut. "Seperti keajaiban, seperti kado. Kami sedikit tercengang ketika tim basket kami akan lolos ke final. Tapi, kami tidak membayangkan jika kota ini menjadi tuan rumah final NBA," kata Kip Horsburgh, salah satu fans Cavaliers, kepada Associated Press.

Kip, 59, adalah fans sejati Cavaliers. Pria asal Gate Mills itu telah menjadi pemegang tiket terusan sejak 1981 dan tidak melewatkan satu pun pertandingan playoff tim kesayangannya musim ini. Kip tidak sendirian menonton karena dia didampingi istri dan kedua anaknya.

"Saya masih ingat musim 2002-2003 saat Cavaliers hanya menang 17 kali. Saat itu adalah musim yang buruk sampai akhirnya datang LeBron James di musim berikutnya yang mendongrak prestasi tim ini," tambahnya.

Hal senada diungkapkan Stuart Glassman. Pria berusia 46 tahun asal Beachwood itu mengaku keluarganya menjadi pecinta Cavaliers sejak 1972. Stuart berharap agar tim kebangaannya bisa bertahan setidaknya hingga game Kelima sehingga tiga home-court advantage LeBron James dkk tidak mubazir.

"Kami tertinggal 0-2, tapi kami menyadari jika lawan adalah tim tangguh. Apapun hasil game ketiga, kami akan tetap berpesta di kandang kami sendiri," terangnya.

Quickens Loans Arena (biasa disebut The Q) yang berkapasitas 20.562 diperkirakan tak akan mampu menampung ledakan penonton. Biasanya, telah disiapkan sebuah layar raksasa di area yang bersebelahan dengan tempat parkir bagi mereka yang tidak kebagian tiket masuk. Kondisi itu terlihat ketika Cavaliers menghadapi Detroit Pistons di final playoff Wilayah Timur.

Tapi, pihak panitia menyatakan apabila ’kebiasaan’ itu tidak bisa dilanjutkan di final. Penyebabnya karena area tersebut akan ditempati truk dan mobil bebeberapa stasiun televisi plus ratusan kru dan seabrek perlengkapan siaran.

Bagaimana dengan kondisi internal kedua tim ? Arsitek Cavaliers, Mike Brown, sepertinya harus menata skema penyerangan timnya agar makin ganas. Bukan rahasia jika Brown termasuk karakter pelatih yang lebih mementingkan defense dibanding ofense. "Kami tidak sedang dalam kesulitan mencetak poin. Meski kami butuh menang, bukan berarti harus melupakan pertahanan," kelitnya.

Sementara, Spurs yang mayoritas pemainnya lebih ’tua’ memilih banyak istirahat. Dari dua game terlihat apabila stamina pemain Spurs cenderung merosot setiap memasuki kuarter keempat. "Meskipun perolehan skor kami selalu unggul jauh usai kuarter ketiga, bukan berarti pertandingan selesai saat itu. Justru kuarter keempat adalah momen krusial ," terang Bruce Bowen, guard Spurs.

Ethuang
13-06-2007, 09:06 AM
:-o:-o:-o

2-0..

Ayo LeBron.. :-PP:-PP:-PP

Jadikan 4-2.. [-o<

:)) :)) :))
jadi'in 4-2 :-/ !?

ky nya Le Bron hrs pinjem kostum nya Spiderman dl biar bs bikin SlamDunk lbh leluasa...

:)) :p :))

habis tiap mo bikin Dunk, terbentur menara Tim "the Tower" Duncan ;)

solaha
13-06-2007, 10:56 AM
jadi'in 4-2 :-/ !?

ky nya Le Bron hrs pinjem kostum nya Spiderman dl biar bs bikin SlamDunk lbh leluasa...

:)) :p :))

habis tiap mo bikin Dunk, terbentur menara Tim "the Tower" Duncan ;)


Tamat sudah.. #-o

Cavs 72 - SA 75

Skor 0-3...

bye bye LeBron :-h

Next time will be better.. :D

PapaBear
13-06-2007, 11:02 AM
mampus deh cavs. kalo kayak gini maennya bakal di-sweep dech :(

itach1ez
13-06-2007, 11:15 PM
NBA THE FINALS

http://www.nba.com/media/cavaliers/cle_40px.gif CLEVELAND CAVALIERS 0 -3 SAN ANTONIO SPURS http://www.nba.com/media/cavaliers/sas_40px.gif

itach1ez
13-06-2007, 11:23 PM
Tamat sudah.. #-o

Cavs 72 - SA 75

Skor 0-3...

bye bye LeBron :-h

Next time will be better.. :D

Sayang sekali permainan LeBron terhenti oleh para pemain Guard Spurs yang terus menghalangi pergerakannya sehingga permainan doi gak berkembang.. :( Jangan menyerah gitu donk bro sola, masih ada next game di kandang Cavs neh moga2 aja LeBron unjuk kebolehan biar Finalnya jadi lebih seru.. ;)

itach1ez
13-06-2007, 11:24 PM
Tamat sudah.. #-o

Cavs 72 - SA 75

Skor 0-3...

bye bye LeBron :-h

Next time will be better.. :D

Sayang sekali permainan LeBron terhenti oleh para pemain Guard Spurs yang terus menghalangi pergerakannya sehingga permainan doi gak berkembang.. :( Jangan menyerah gitu donk bro sola, masih ada next game di kandang Cavs neh moga2 aja LeBron unjuk kebolehan biar Finalnya jadi lebih seru.. ;)

Ethuang
14-06-2007, 08:17 AM
Kamis, 14 Juni 2007,
Di Ambang Juara


Menang di Cleveland, Spurs Tinggal Selangkah
CLEVELAND - Final NBA 2007 tampaknya bakal berlangsung singkat. Tampil di hadapan publik sendiri tidak menolong LeBron James dan Cleveland Cavaliers. Kemarin WIB, mereka kembali kalah di tangan San Antonio Spurs, 72-75. Berarti, Tim Duncan dkk sekarang sudah unggul 3-0 dalam seri best-of-seven ini, dan hanya butuh satu kali lagi menang untuk mengunci gelar juara.

Memang, Cavaliers kemarin tampil lebih kompetitif. Setelah dihajar habis-habisan pada dua game pertama di San Antonio, Cavaliers ingin memuaskan kota sendiri dalam game ketiga. Apalagi, pertandingan kemarin termasuk bersejarah, karena itu adalah pertandingan final NBA pertama yang pernah diselenggarakan di Cleveland.

Cavaliers tampil ngotot sejak awal, menerapkan defense yang ketat, mengimbangi defense Spurs yang dahsyat. Saking kerasnya perang bertahan itu, pertandingan ketat sampai halftime, dengan skor hanya 40-38 untuk Spurs.

Superstar Cavaliers, LeBron James, memang tidak spektakuler, terus diganggu oleh permainan bertahan Bruce Bowen. Tapi serangan Spurs juga tak terlalu manjur. Duncan dan Tony Parker masih mampu mencetak poin, tapi Cavaliers mampu mematikan Manu Ginobili.

Karena itu, meski Spurs sempat unggul sepuluh angka pada kuarter keempat, Cavaliers mampu mengejar dan menempel pada menit terakhir. Saat tertinggal 70-72, James gagal menyamakan kedudukan ketika dikunci pertahanan Spurs, dan memilih mengumpankan bola ke Anderson Varejao (yang kemudian gagal memasukkan bola).

Ketika kedudukan 72-75, James kembali mendapat kesempatan menyamakan skor. Sayang, tembakan tiga angkanya melenceng. James sempat protes ke wasit, merasa di-foul oleh Bowen saat menembak. Tapi keputusan tak berubah.

James mengakhiri pertandingan dengan 25 poin. Sayang rekan-rekannya tak banyak membantu. Apalagi saat Spurs juga minim poin. Di kubu Spurs, Parker mencetak 17 poin, Duncan 14 poin, dan Ginobili hanya 3 poin.

Game keempat akan kembali diselenggarakan di Quicken Loans Arena, Cleveland, Kamis malam (Jumat pagi WIB). Kalau Spurs menang, mereka pun memenangi seri ini 4-0, menjadi juara untuk kali keempat dalam sembilan tahun. Dalam sejarah, hanya tiga tim lain pernah meraih empat gelar atau lebih. Yaitu Boston Celtics, Los Angeles Lakers, dan Chicago Bulls.

Menghadapi laga itu, Duncan mengatakan bahwa timnya akan terus menjaga fokus. Mereka juga sadar, Cavaliers bakal tampil habis-habisan, tak ingin disapu bersih. "Game ketiga biasanya yang paling berat. Tapi game keempat memberikan tantangan yang berbeda. Pada game ini, segalanya akan dipertaruhkan," ucapnya.

Kalau Cavaliers yang menang, maka mungkin hanya menunda kekalahan. Dalam sejarah NBA, tak pernah ada tim yang mampu comeback dari ketinggalan 0-3 di babak final.

Ethuang
14-06-2007, 08:18 AM
Kamis, 14 Juni 2007,
Duncan Belum Tentu MVP Lagi


San Antonio Spurs mungkin sudah boleh menyiapkan pesta menyambut gelar juara. Tinggal satu kemenangan lagi, mereka pun merengkuh gelar keempat dalam sembilan tahun terakhir. Sekarang, yang menjadi pertanyaan hanya satu: Pemain Spurs mana yang akan terpilih sebagai MVP Final (most valuable player).

Ketika Spurs masuk final -dan jadi juara-- pada 1999, 2003, dan 2005, Tim Duncan terpilih sebagai MVP Final. Kalau sampai terpilih lagi, maka dia menjadi pemenang terbanyak kedua dalam sejarah. Nomor satu adalah Michael Jordan, yang menjadi MVP Final enam kali.

Tapi, tidak akan semudah itu bagi Duncan untuk terpilih lagi. Seperti pada 2005, dia sekarang punya pesaing. Bila dulu pesaingnya Manu Ginobili, sekarang pesaingnya Tony Parker dan mungkin Bruce Bowen.

Duncan sekali lagi menunjukkan konsistensi. Bukan hanya dalam mencetak poin, tapi khususnya dalam rebound dan bertahan. Pada game kedua, dia bahkan nyaris mencetak triple double. Hanya kurang satu rebound dan satu assist.

Sedangkan Parker merupakan mesin poin utama Spurs di babak final ini. Selalu mencetak angka terbanyak dalam tiga laga pertama (30, 27, dan 17 poin).

Bowen? Dia bukanlah senjata menyerang. Tapi dia adalah kunci sukses Spurs dalam menghadapi Cavaliers. Dialah orang yang membuat LeBron James seperti manusia biasa, bukan seorang superstar NBA. Pada game ketiga kemarin, Bowen juga menunjukkan kemampuan mencetak angka, menambahkan 13 poin, memasukkan empat dari lima tembakan tiga angka.

Pada 2005, Duncan hanya menang satu suara atas Ginobili. Tahun ini, kita tunggu saja, seberapa ketat persaingannya. Mungkin tidak seketat 2005, tapi yang pasti lebih ketat dari persaingan perebutan juaranya.

solaha
14-06-2007, 01:01 PM
Sayang sekali permainan LeBron terhenti oleh para pemain Guard Spurs yang terus menghalangi pergerakannya sehingga permainan doi gak berkembang.. :( Jangan menyerah gitu donk bro sola, masih ada next game di kandang Cavs neh moga2 aja LeBron unjuk kebolehan biar Finalnya jadi lebih seru.. ;)

Belum pernah dalam sejarah FInal NBA, team yg ketinggalan 0-3 bisa membalikkan keadaan menjadi 4-3 Ita :D :D :D

Ethuang
15-06-2007, 08:14 AM
Jumat, 15 Juni 2007,
Juara Dapat Rp 23 Miliar


Dijuluki LeBoring, Rating Final NBA Terus Merosot
CLEVELAND - San Antonio Spurs di ambang gelar juara untuk kali keempat. Mereka bisa menguncinya pagi ini WIB, lewat game keempat Final NBA di kandang Cleveland Cavaliers. Dan kalau juara mereka pun berhak atas hadiah uang berjumlah lumayan, USD 2,542 juta atau sekitar Rp 23 miliar.

Jumlah hadiah itu setiap tahun berubah. Semua pendapatan NBA selama babak playoff dikumpulkan (dari hak siar televisi dan lain-lain), lalu dibagikan berdasarkan prestasi. Menurut laporan San Antonio Express-News, tim yang tampil di ronde pertama meraih hampir USD 150 ribu, atau sekitar Rp 1,36 miliar. Jumlah terus bertambah sampai ke sang juara.

Bagi Cavaliers, meski final ini berlangsung mengecewakan, hasilnya tetap lumayan. Sebagai runner-up, mereka mendapatkan USD 1,945 juta atau sekitar Rp 17,7 miliar. Yang membuat para personel tim lebih bahagia, semua duit itu harus dibagikan kepada seluruh pemain dan staf pendukung.

Sayangnya, jumlah uang itu tidak sebanyak potensi yang bisa dicapai. Sebab, babak playoff tahun ini tidak berlangsung seramai yang diharapkan. Puncaknya justru terjadi pada ronde pertama, saat Golden State Warriors mempermalukan unggulan pertama Dallas Mavericks. Setelah itu, persaingan tak lagi sesengit yang diharapkan. Selain duel antara Spurs melawan Phoenix Suns pada ronde kedua Wilayah Barat, tak ada persaingan lain yang supermenarik.

Spurs sendiri bukanlah tim yang dicinta. Mereka hebat, itu tak diragukan lagi. Tapi gaya bermain mereka yang mengutamakan defense tak membuat penggemar ingin menyaksikan pertandingan. Sukses mereka bisa dijadikan penyebab utama mengapa rating penonton televisi di Amerika Serikat terus merosot.

Babak final ini bukti terbarunya. Tiga game pertama merupakan tiga game final paling sedikit penontonnya. Saluran ABC yang menayangkan pertandingan menyebutkan bahwa rating final sekarang adalah yang terendah dalam sejarah.

Game pertama pekan lalu hanya mendapat poin rating 6,3, memecahkan rekor terendah 6,4 yang juga dicatat oleh San Antonio Spurs (melawan New Jersey Nets) pada 2003. Kalau dibandingkan dengan game pertama final tahun lalu, Dallas Mavericks melawan Miami Heat, angka itu menunjukkan penurunan 19 persen.

Pada game kedua, ABC menyebutkan angkanya lebih parah lagi. Pertandingan tak imbang itu hanya mendapat rating 5,6, anjlok 30 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu. Game ketiga kembali ke angka 6,4, turun 20 persen dari tahun lalu.

Setiap poin rating berarti 1,114 juta rumah di Amerika Serikat. Bayangkan, final NBA hanya ditonton tak sampai sepuluh juta rumah di negara berpenduduk 250 juta orang tersebut!

Kehadiran LeBron James pada babak final ini sempat diharapkan menjadi penyelamat rating. Namun, sang superstar tak berkutik menghadapi pertahanan Spurs. Para pengamat pun langsung memberikan julukan "LeBoring" (boring berarti membosankan) untuk final ini.