PDA

View Full Version : LIGINA - Liga Indonesia



Pages : [1] 2 3 4 5 6

Ethuang
13-09-2007, 05:00 AM
http://home.aol.com/liginasportindo/images/logo%20pssi.bmp

LIGA INDONESIA




badan yg menangani roda kompetisi di tanah air kita, Indonesia ini memiliki jenjang/tingkatan jg spt Liga2 Eropa, yaitu:
DIVISI UTAMA
DIVISI 1
DIVISI 2selain itu jg memiliki kompetisi yg mempertemukan antara klub2 DIV.Utama dg klub2 DIV.1 yg disebut dg COPA INDONESIA (nama ber ubah2 sesuai sponsor)


DIVISI UTAMA
DIV.Utama sendiri terbagi 2 yaitu GRUP 1 & GRUP 2
pembagian klub adlh sbb:

GRUP 1
PELITA JAYA
PERSELA
PERSEMA
PERSIB
PERSIJA
PSSB
PERSIK
PERSIKABO
PERSIKOTA
PERSIRAJA
PERSITA
PERSITARA
PSDS
PSIS
PSMS
PSS
SEMEN PADANG
SRIWIJAYA FCGRUP 2
AREMA
DELTRAS
PERSEBAYA
PERSEGI
PERSEKABPAS
PERSEMAN
PERSIBA
PERSIBOM
PERSIPURA
PERSIS
PERSITER
PERSIWA
PERSMA
PERSMIN
PSIM
PSM
PERSIJAP
PKTDIVISI 1
DIV.1 terbagi atas 4 yaitu GRUP I s/d GRUP IV
pembagian klub adlh sbb:

GRUP I
PERSIH TEMBILAHAN
PS PALEMBANG
PS PENAJAM MEDAN JAYA
PSAP SIGLI
PSBL BANDAR LAMPUNG
PSKPS KOTA PADANG SIDEMPUAN
PSLS LHOKSEUMAWE
PSP PADANG
PSPS PEKANBARUGRUP II
PERSEBI BOYOLALI
PERSERANG
PERSIBAT
PERSIKAB
PERSIKAD
PERSIKU KUDUS
PERSIPASI BEKASI
PERSIPUR
PRO DUTA BANDUNG
PSB BOGORGRUP III
GRESIK UNITED FC
PERSEDIKAB KAB.KEDIRI
PERSEPAR PALANGKA RAYA
PERSIBA BANTUL
PERSIBO
PERSID JEMBER
PERSIPON PONTIANAK
PERSIPRO PROBOLINGGO
PS MOJOKERTO PUTRA
PSIR REMBANGGRUP IV
PERSEKABA YAHUKIMO FC
PERSEMALRA TUAL
PERSIDAFON
PERSIDAGO GORONTALO
PERSIGO
PERSIM MAROS
PERSIPAL PALU
PERSIPARE PARE-PARE
PERSISAM PUTRA SAMARINDA
PS MITRA KUKAR
situs resmi LIGINA adlh:

http://www.bli-online.com/
-----------

demikian penjelasan singkat mengenai Ligina/Liga Indonesia
segala berita, hasil2 pertandingan, penjelasan mengenai klub LIGINA, & kejadian2 seputar perputaran roda kompetisi diulas di thread ini
mohon rekan2 [DS]ers berpartisipasi dlm thread ini
thanks ;)


best regards,
[DS]Ethuang

Ethuang
13-09-2007, 05:11 AM
Pelita Jaya


Nama Klub:PELITA JAYA
Divisi : Divisi Utama - Grup 1 (Barat)
Julukan:Pendekar Gunung Parang
Sejarah: Berdiri Tahun 1925
Alamat : Graha Kapital Lt.1 Jl Kemang Raya No.4
Kota : Jakarta SelatanTelepon : (021) 718 0778
Faksimile : (021) 7180783
Ketua : Gunawan Tamsir
Sekretaris : Bambang Suhendro
Bendahara : Nur Adiaksa Gambarsaro
Sekretaris Tim : Bambang Suhendro
Panitia Pelaksana : Bambang Suhendro
Manajer : Rahim Soekasah
Pelatih Kepala : Fandi Ahmad
Asisten Pelatih : Arjuna Rinaldy
Dokter : Viktor Wullur
Fans / Suporter :
Stadion : Purnawarman
Kota Stadion : Purwakarta
Kapasitas Stadion : 12000


Daftar Pemain

AGUSTIAR BATUBARA (12)
ANDRO LEVANDY (0)
ARDAN ARAS (22)
ARIF AL AKBAR (77)
BOUBACAR KEITA (6)
CRISTIANO LOPES FIGUEIREDO (9)
DIAN AGUS PRASETYO (1)
DJALALUDIN MAIN (25)
EDI SUPRIADI (24)
EGI MELGIANSYAH (29)
FIRLI APRIANSYAH (27)
HERMAN RHOMANSYAH (26)
IMRAN HADI (7)
IS PRIANTO (15)
IVAN JERKOVIC (8)
JAJANG MULYANA (17)
JEFFRY PRASETIYO (2)
JUSMADI (4)
M. ANDIK ARDIANSYAH (16)
MICHEL ADOLFO DE SOUZA (71)
RISKI NOVRIANSYAH (18)
ROHMAT (32)
TEUKU HELZA RAHMAD (99)
TOMMY RIFKA PUTRA (23)
VAGNER LUIS OLIVERA MARINS (3)
WAWAN HENDRAWAN (13)
YOHAN IBO (19)

Ethuang
13-09-2007, 05:18 AM
Arema Malang


Nama Klub : AREMA
Divisi : Divisi Utama - Grup 2 (Timur)
Julukan : Singo Edan
Sejarah : Berdiri Tahun 1982
Alamat : Jl. Panderman No.2A
Kota : Malang
Telepon : (0341) 551462 / 586047
Faksimile : (0341) 551462
Ketua : Ir. Satrija Budi Wibawa
Sekretaris : Ir. Ekoyono Hartono
Bendahara : Drs. Hosea Slamet T
Sekretaris Tim : Ir. Ekoyono Hartono
Panitia Pelaksana : Mukhlis
Manajer : Miroslav Janu
Pelatih Kepala : Miroslav Janu
Asisten Pelatih : Tony Ho
Dokter : dr. Zulfito Marendra
Fans / Suporter :
Stadion : Gajayana
Kota Stadion : Malang
Kapasitas Stadion : 25000


Daftar Pemain

ACHMAD KURNIAWAN (31)
AGUNG YUDHA KURNIAWAN (28)
AKBAR RASYID (71)
ALEXANDER PULALO (2)
ANDRIANSYAH (29)
ANTON SAMBA (12)
ARIF SUYONO (14)
CASIMIR BRUNO KOUOTOU KOUNJOUENKO (4)
DONI SETIYABUDI (25)
EL JANABY TARIK (10)
ELIE AIBOY (8)
EMILE BERTRAND MBAMBA (22)
HENDRO KARTIKO (34)
HENGKY OBA (20)
MUHAMMAD JAENAL ICHWAN (13)
ORTIZANS B. N. SOLOSSA (26)
PATRICIO ELISEO MORALES GAETE (21)
PONARYO ASTAMAN (11)
RASMOYO (16)
RICHIE PRAVITA HARI (24)
RONY FIRMANSYAH (18)
SETYO ADHI PRASTOWO (7)
SUROSO (6)
SUTAJI (27)

Ethuang
13-09-2007, 05:25 AM
PERSELA Lamongan


Nama Klub : PERSELA
Divisi : Divisi Utama - Grup 1 (Barat)
Julukan : Laskar Joko Tingkir
Sejarah : Berdiri Tahun 1967
Alamat : Jl. KH. Ahmad Dahlan 01
Kota : Lamongan
Telepon : (0322) 314032 / 322448 / 7723434
Faksimile : (0322) 312092
Ketua : H. Masfuk, SH
Sekretaris : Drs. H. Agus Suyanto, MM
Bendahara : H. Suherman, SH, MM
Sekretaris Tim : Suharto, S.Sos
Panitia Pelaksana : Ir. Djonot Subagijo, MM
Manajer : H. Masfuk, SH
Pelatih Kepala : M. Basri
Asisten Pelatih : Agus Yuwono
Dokter : dr. Hery Widijanto
Fans / Suporter :
Stadion : Surajaya
Kota Stadion : Lamongan
Kapasitas Stadion : 20000


Daftar Pemain

ACENG JUANDA (26)
AHMAD ISA NOERCAHYA (14)
AMSAR RISAHONDUA (7)
ANDRI JOKO P (16)
BONA SIMANJUNTAK (77)
CHARLES PUTIRAY (3)
CHOIRUL HUDA (88)
DENI J TARKAS (4)
DENY MARSEL (24)
EDY SUBAGIO (6)
FAUZAL MUBARAQ (32)
FREDERICO JOSA FREITAS DE ASSIS (21)
GEORGES CLEMENT NYEK NYOBE (30)
GUSTAVO FABIAN LOPEZ (22)
HERMAWAN (2)
ILHAM ZULKARNAIN (23)
JATMIKO (11)
JEFERSON CARLOS RAMOS DA SILVA (99)
JOHN SCARLET (25)
JUNED (0)
LUIZ FABIANO COELHO DE AZEVEDO (15)
MARCIO SOUZA DA SILVA (10)
MAXIMILIANO ALBERTO VALLEJO GOMEZ (19)
MIRI BALDO BENTO.D (9)
MOCHAMAD RIDWAN RUMINSIR (0)
PURWANTO (5)
SUNAR SULAIMAN (29)
TAUFIQ KASRUN (28)
UILIAN SOUZA DA SILVA (12)
YOS YOPIRRAYER (20)
ZAINAL ARIFIN (82)

Ethuang
13-09-2007, 05:27 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
SESUAI TARGET

http://www.jawapos.co.id/images/1189622224b

Zona Superliga Makin Ketat, Arema Perpanjang Rekor
Tak ada pergeseran puncak klasemen sementara Divisi Utama Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII jelang jeda Ramadan. Itu terjadi karena dalam sejumlah laga terakhir sore kemarin, dua kesebelasan yang punya kans menggeser pemuncak klasemen gagal meraih poin penuh.

Dua tim yang berpeluang menggeser Sriwijaya FC di Wilayah Barat dan Persipura Jayapura di Wilayah Timur adalah Persija Jakarta dan Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Sebab, sebelum laga kemarin, Persija hanya selisih dua poin dari Sriwijaya FC dan Deltras selisih satu poin dari Persipura. (Selengkapnya di Klasemen Divisi Utama LDI XIII)

Di laga sore kemarin, kedua tim bermain imbang dengan lawannya. Persija menahan imbang Persik Kediri 1-1 (1-0) dan Deltras menahan imbang Persekabpas Pasuruan 0-0 (0-0). Itu artinya mereka hanya dapat tambahan satu poin. Namun, raihan satu poin itu didapat dari partai tandang. Sehingga, sesuai dengan target mereka, yakni sekadar mencuri poin di kandang lawan.

Di Stadion Brawijaya Kediri, Persija tertinggal terlebih dahulu melalui gol penyerang Persik Christian Gonzales di menit ke-26. Tim berjuluk Macan Kemayoran itu baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-85 melalui penyerang mungil Aliyudin.

"Persik bermain bagus. Kami cukup beruntung mampu menyamakan kedudukan menjelang pertandingan berakhir. Hasil yang bagus bagi posisi kami di klasemen," papar asisten manajer Persija Ferry Indrasjarif, kemarin.

Sedangkan, di Stadion R. Soedrasono Pogar, Bangil, Deltras yang tertekan sepanjang pertandingan, mampu menahan imbang Persekabpas. Itu tidak lepas dari penampilan gemilang kiper Deltras Achmad Nurrosadi yang menepis empat peluang emas tim berjuluk The Lassak itu.

Sementara itu, di laga lainnya, Arema Malang memperpanjang rekor tak terkalahkan sepanjang putaran kedua. Tim besutan Miroslav Janu tersebut kembali meraih kemenangan atas tamunya PSIM Jogjakarta 3-2 (1-0) di Stadion Kanjuruhan, Malang.

Raihan tiga poin itu membuat Alexander Pulalo dkk terus merangsek ke papan atas klasemen sementara wilayah timur. Kini, mereka bertengger di posisi enam dengan mengoleksi 39 poin dari 24 laga.

Hasil yang diraih sejumlah tim di laga sore kemarin, memperketat persaingan di zona Superliga. Di wilayah timur, dua tim asal Jawa Timur (Jatim) Deltras dan Arema berusaha keras mendobrak dominasi tim asal luar Jawa, seperti Persipura, Persiwa Wamena, dan PSM Makassar selama ini selalu berada di posisi empat besar.

Sedangkan di wilayah barat, dengan kemenangan tipis 1-0 atas PSDS Deli Serdang, PSIS Semarang berhasil menembus zona Superliga. Tim berjuluk Mahesa Jenar itu menggeser Persitara Jakarta Utara yang memiliki koleksi poin sama-sama 36, tapi PSIS unggul selisih gol.

Ethuang
13-09-2007, 05:28 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
Pesta Top Scorer Ternoda

http://www.jawapos.co.id/images/1189622296b

Sebenarnya, kemarin layak menjadi pesta bagi Christian Gonzales. Satu gol yang dicetak striker Persik itu membuat dirinya kukuh di puncak daftar pencetak gol. Dengan donasi satu gol kemarin, kini pemain asal Uruguay tersebut telah mengoleksi 20 gol. Unggul jauh dari striker-striker tim lain. Dengan pesaing terdekatnya, Boaz Solossa dari Persipura dan Sunday Seah dari Persiwa, Gonzales sudah berselisih tujuh gol.

Kondisi itu membuat peluang Gonzales menjadi top scorer LDI XIII kian terbuka. Bila itu terjadi, Gonzales bakal menciptakan hat-trick top scorer. Dua musim terakhir sepatu emas selalu dimilikinya.Sayang, semua kegembiraan itu tak membuat Gonzales ceria. Justru, suami Eva Siregar tersebut kurang puas. "Kami seharusnya bisa menang dalam pertandingan tadi," komentarnya.

Gonzales mengaku kecewa sekali dengan gol balasan Persija pada menit ke-85. Karena dengan begitu kemenangan yang sudah ada di depan mata harus buyar. "Kerja keras kami selama 85 menit itu menjadi tak ada artinya," keluhnya. Striker bernomor punggung 10 ini mengatakan mengatakan secara permainan Persik tampil bagus. Mereka mampu mendominasi permainan. "Sayang kami kehilangan konsentrasi sehingga akhirnya kebobolan," sesalnya.

Soal top scorer, Gonzales mengakui kalau sebagai striker pasti hal itu diinginkan. Namun, keinginan membawa Persik lolos ke babak delapan besar lebih utama. "Saya ingin Persik menang terus di pertandingan sisa," ujarnya di dalam bus. Untuk golnya kemarin, Gonzales mendedikasikan kepada kesembuhan istrinya. Sebab, Eva yang sedang hamil tiga bulan ini harus masuk dua kali di rumah sakit di Surabaya. "Gol saya juga buat anak-anak saya dan semua rekan-rekan," imbuhnya.

Ethuang
13-09-2007, 05:29 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
Ramadan, Optimalkan Teknik

http://www.jawapos.co.id/images/1189622357b

Perhelatan Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII kembali rehat. Setelah sebelumnya sempat berhenti selama tiga bulan sebagai imbas Piala Asia 2007, kini ajang sepak bola paling bergengsi di tanah air itu harus istirahat lagi sebulan karena memasuki bulan ramadan.

Terhitung sejak hari ini kompetisi berhenti. Persaingan bakal kembali dihajat pada 17 Oktober mendatang. Itu untuk Wilayah Barat. Sedang pertempuran di Wilayah Timur digeber kembali sehari kemudian.

Nah, jeda kompetisi yang cukup panjang tersebut tidak menutup kemungkinan bakal menurunkan performa tim-tim. Apalagi, masa istirahat kali ini berada dalam masa ramadhan. Seperti diketahui, kerapkali tim-tim tidak terlalu ngoyo dalam menjalani latihan selama bulan ramadhan.

Lantas bagaimana kontestan Ligina menjada performanya agar saat memulai kompetisi lagi kondisinya tidak menurun? "Kami akan efektifkan latihan sore. Kami akan merancang pola latihan yang mampu membuat kondisi anak-anak tetap optimal pascaliburan lebaran," kata Isman Jasulmei, asisten pelatih Persija Jakarta.

"Awal bulan puasa ini, kami libur latihan dulu selama seminggu. Setelah itu, para pemain akan kembali berlatih dengan porsi latihan yang berbeda dengan hari biasa," tutur Abdul Muntholib, asisten pelatih Persekabpas Pasuruan, kemarin.

Selama Ramadan, para pemain hanya dimungkinkan berlatih sekali dalam sehari. "Kami lebih menekankan pada latihan teknik daripada latihan fisik. Itu pun kami lakukan hanya sekali pada sore hari," papar arsitek Persebaya Surabaya Suhatman Imam.

Pembenahan tim berupa perbaikan teknik permainan menjadi fokus utama kubu Deltras."Saya sudah rancang beberapa laga uji coba. Tapi, itu dilakukan malam hari usai salat tarawih," papar Jaya Hartono.

itach1ez
13-09-2007, 05:30 AM
Congrats bro Ethuang atas dibukanya thread ini .. =D>
Gw juga suka sangat sepakbola Indonesia dan mengikuti .. ;)

Menarik melihat siapa yang bakal masuk ke zona superliga .. ;))

Ethuang
13-09-2007, 05:35 AM
Deltras Sidoarjo


Nama Klub : DELTRAS
Divisi : Divisi Utama - Grup 2 (Timur)
Julukan : The Lobster
Sejarah : Berdiri Tahun
Alamat : Jl. Mojopahit No.5
Kota : Sidoarjo
Telepon : (031) 8958890
Faksimile : (031) 8958890 / 8962721
Ketua : Drs. Win Hendarso, M.Si
Sekretaris : Drs. Effendy, M.Si
Bendahara : Achmad Amir Alicmin
Sekretaris Tim : Achmad Zaini
Panitia Pelaksana : Drs. Slamet Rijadi
Manajer : H. Saifullah, SH
Pelatih Kepala : M. Jaya Martono
Asisten Pelatih : Moch. Soekem
Dokter : dr. Atosilah
Fans / Suporter : Delta Mania
Stadion : Gelora Delta
Kota Stadion : Sidoarjo
Kapasitas Stadion : 35000


Daftar Pemain

ACHMAD NURROSADI MUHAMMAD (1)
AIRLANGGA (9)
ANDRI BUDIYANTO (8)
ANDRIYANSYAH (4)
ARSON (16)
BAKRI UMARELA (7)
BAMBANG SUPRAPTO (6)
CLAUDIO DAMIAN PRONETTO (21)
CRISTAN RENE MARTINEZ AREVALOS (17)
DWI KUSWANTO (0)
HARIONO (14)
HILTON MAURO MOREIRA (88)
JIMI SUPARNO (19)
JOSE SEBASTIAN VASQUEZ (10)
KUKUH ANDRIYONO (26)
LAMIN CONTEH (21)
MELKY PEKEY (80)
MIFATKUL HUDA (3)
MUHAMMAD KUSEN (2)
MUHAMMAD YUSUF (18)
NUR KHOLIQ (11)
PURWAKA YUDI PRATOMO (5)
RAHMAT SYAHPUTRA (15)
RULLY STRADLYN PADENGKE (25)
SASA BRANEZAC (12)
SUMARDI (33)
WALUYO (23)
ZORAN VUKSANOVIC (77)

Ethuang
13-09-2007, 05:38 AM
Congrats bro Ethuang atas dibukanya thread ini .. =D>
Gw juga suka sangat sepakbola Indonesia dan mengikuti .. ;)

Menarik melihat siapa yang bakal masuk ke zona superliga .. ;))
thankyou bro itach1ez ;)
stlh sekian lama LIGINA di-anak tiri-kan ;))
kali ini gw cb membuka thread mengenai LIGINA
melihat akhir2 ini cukup banyak [DS]ers terutama BOLANISTI yg ber bincang2 mengenai klub2 LIGINA
bantu posting yak bro :)

Ethuang
13-09-2007, 05:39 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
Momen Berbenah Zona Degradasi


Hasil mengecewakan dipetik empat tim zona degradasi Wilyah Timur dan Wilayah Barat dalam laga terakhir memasuki jeda kompetisi bulan Ramadan kemarin. Mereka adalah Persekabpas Pasuruan, Semen Padang, PSIM Jogjakarta, dan Persiraja Banda Aceh. Persekabpas tertahan dengan skor 0-0 melawan Deltras Sidoarjo, PSIM takluk 2-3 dari Arema Malang, Semen Padang kalah 0-1 dari Persema Malang, dan Persiraja kalah telak 0-3 dari Persela Lamongan.

Dengan hasil itu, praktis posisi mereka sama sekali tidak bergeser dari posisi semula. PSIM berada di posisi ke-15 dan Persekabpas berada di peringkat paling buncit di Wilayah Timur. Sementara Semen Padang di peringkat ke-16 dan Persiraja berada di urutan terakhir Wilayah Barat. Namun, bukan berarti empat klub tersebut tidak punya peluang untuk bangkit. Bahkan, mereka memiliki kesempatan untuk menghitung lagi kekuatan sendiri sekaligus membaca ulang kekuatan calon lawan.

Itu disebabkan dengan masuknya bulan Ramadan, seluruh aktivitas kompetisi Liga Djarum Indonesia berhenti. Jeda waktu itu, bagi tim-tim yang terus menelan rentetan kegagalan sangat bermanfaat. Betapa tidak, secara mental, pemain bakal kesulitan bangkit apabila terus gagal. Karena itu, liburan kompetisi bisa menjadi awal perubahan bagi tim papan bawah untuk tetap eksis, minimal di Divisi Utama.

"Kami merasa bahwa kekuatan tim ini semakin menunjukkan grafik naik. Hasil yang kami petik memang belum maksimal, tetapi dengan adanya perkembangan positif tentu bisa menjadi modal kami untuk memupuk kekuatan selama liburan kompetisi ini untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," kata Abdul Muntholib, asisten pelatih Persekabpas.

Manajer PSIM Nugroho Suwasto juga melihat materi pemainnya yang bila dibandingkan dengan tim lain terhitung kalah juga bisa mengimbangi kekuatan Arema. Itu terlihat dari skor tipis 3-2. "Saya justru memuji permainan anak-anak. Kami masih punya peluang untuk bangkit seandainya wasit bisa memimpin pertandingan lebih dengan baik" ujarnya. Semangat serupa juga dimiliki Semen Padang dan Persiraja.

Apa yang terlontar dari aktor tim-tim zona degradasi itu boleh dibilang sebuah ancaman bagi tim-tim papan tengah, bahkan papan atas untuk tidak menganggap ranking klasemen sudah paten. Mereka bisa jadi akan menjadi tim underdog yang bisa mengejutkan di akhir musim kompetisi.

Ethuang
13-09-2007, 05:47 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
Makin Aman di Superliga


3 Persela v Persiraja 0
SIDOARJO - Tren positif Persela Lamongan berlanjut. Tim asal Kota Soto itu kembali menuai poin absolut saat bentrok melawan Persiraja Banda Aceh. Mereka menang telak 3-0 (1-0) dalam pertandingan Kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII di Gelora Deltas Sidoarjo kemarin sore.

Tiga gol Persela itu dicetak Jefferson pada menit ke-7, Marcio De Souza pada menit ke-62 melalui tendangan penalti, dan Miro Baldo Banto pada menit ke-84.

Hasil itu melengkapi kemenangan yang telah dipetik Jhon Scarlet dkk saat mengalahkan tamunya, PSDS Deli Serdang dengan skor 2-0 pada Minggu (9/9). Bedanya, saat menaklukkan PSDS, Persela tampil di kandang sendiri, yakni Stadion Surajaya, Lamongan. Sedangkan saat meladeni Persiraja, Persela harus menjalani sanksi bertanding di luar kandang akibat kerusuhan yang dilakukan suporter, LA Mania, kala menjamu Persitara Jakarta Utara pada 4 Agustus lalu.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu pun semakin nyaman berada di zona superliga dengan naik satu strip dari peringkat delapan ke peringkat tujuh. Namun, apa yang tersaji dalam laga yang berlangsung tanpa penonton itu terasa hambar. Itu disebabkan motivasi pemain tampak kurang maksimal. Banyak hal yang menjadi penyebabnya, seperti tanpa penonton ditambah dengan laga terakhir memasuki jeda kompetisi memasuki bulan Ramadhan.

"Saya mengakui bahwa permainan tim memang terlihat tidak seperti biasanya. Banyak kesalahan dalam mengorganisir permainan. Kami juga banyak membuang peluang yang semestinya bisa berbuah gol. Kami terlihat seperti meremehkan lawan. Selain itu, bisa juga disebabkan tidak adanya penonton," kata Agus Yuwono, asisten pelatih Persela, saat konferensi pers.

Dia menambahkan kondisi itu bakal menjadi bahan evaluasi untuk berbenah. Apalagi, lanjutnya, perjalanan kompetisi masih jauh dan Persela masih butuh banyak kemenangan untuk bertahan di zona superliga. "Kami harus menekankan kepada pemain bahwa setiap pertandingan penting. Karena itu harus terus tampil maksimal," ujarnya.

Sedangkan Pelatih Persiraja, Salman Efendi, menjelaskan bahwa kondisi itu dikarenakan ada problem internal dalam tim sehingga tidak bisa membuat perminan tim dengan baik. Bukan teknis tetapi cenderung nonteknis. "Sepertinya tim ini kurang mendapat perhatian dari pengurus sehingga pemain seperti tidak bersemangat," teragnya.

Tapi, itu tidak mengurangi tensi emosi pemain dua tim. Permainan keras menjurus kasar terus dipertontonkan. Pengadil pertandingan, Yandri asal Jakarta, harus mengeluarkan empat kartu kuning untuk mengamankan pertandingan. Meski begitu, Yandri berulangkali memperlihatkan keputusan tidak tegas terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sehingga memancing suasana menjadi keruh.

"Kami melihat pertandingan tidak terlalu buruk. Cuma, kami memang menyayangkan kepemimpinan wasit. Kalau kami yang melakukan pelanggaran peluit ditiup, sedangkan Persela tidak," kata Asmunir, manajer Persiraja. "Saya juga melihat hanya satu gol Persela yang sah yakni yang dicetak Bento. Sedangkan gol pertama dan penalti itu dibantu wasit," tambahnya.

Selain itu, mereka juga melihat hukuman untuk Persela, yakni bertanding tanpa penonton tidak sepenuhnya dilakukan. Itu ditunjukkannya dengan masih adanya beberapa orang yang memberi dukungan kepada Persela. "Saya dengar sendiri dari sisi barat terdengar ada penonton berteriak-teriak bahkan mereka juga mengejek kami," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Muji Santoso, sekretaris panpel, menjelaskan bahwa penonton itu adalah petugas keamanan. "Saya rasa tidak ada masalah. Ada banyak orang tadi itu kan terdiri dari panpel, keamanan, ada juga wartawan. Sehingga tampak banyak," terangnya.

Ethuang
13-09-2007, 05:48 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
Iswandi Da’i setelah Meraih Predikat Terbaik Divisi I 2007


Tunggu Nasihat Bapak Tentukan Masa Depan
Menjadi pemain terbaik tentu menjadi impian semua pemain bola. Tak terkecuali gelandang Persibo Bojonegoro Iswandi Da’i.


Beberapa orang asyik menikmati alunan musik rock dangdut yang menggelegar dari sisi kiri sebuah panggung besar di depan Stadion Letjend H Soedirman, Bojonegoro. Mereka menikmati hiburan itu dengan duduk santai di bawah tenda di sekitar lokasi tersebut. Sesekali mereka berbincang, kemudian tertawa lepas.

Tak lama kemudian, dari belakang, muncul seorang laki-laki agak gemuk membawa tiga plastik es. Dia adalah Iswandi Da’i, gelandang Persibo yang baru terpilih sebagai pemain terbaik kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2007. "Katanya mencari saya," kata Iswandi lantas menyodorkan salah satu es yang dibawa kepada Radar Bojonegoro (Grup Jawa Pos).

Sehari sebelum partai final melawan Persikad Depok, Senin lalu, dia sempat mendapatkan bocoran dari manajemen Persibo bahwa dirinya menjadi salah satu kandidat pemain terbaik Divisi I tahun ini. "Saya diminta jangan sampai terkena hukuman kartu," katanya.

Ternyata, informasi yang diterima Iswandi itu benar. Sesaat setelah pertandingan berakhir, dia dinobatkan sebagai pemain terbaik dan berhak mengantongi hadiah Rp 50 juta atas prestasinya tersebut. "Ya senang sekali, Mas. Dulu saat bergabung dengan Persibo, saya tak pernah membayangkan bisa meraih ini," ungkapnya.

Empat musim bersama Persibo memang bukan waktu yang pendek bagi Iswandi. Mantan pemain Persebaya Surabaya itu telah merasakan pahit getir perjalanan tim Persibo. Baik ketika turun ke Divisi II maupun saat nyaris menembus Divisi Utama pada 2005.

Cacian dan pujian juga pernah dialami Iswandi saat bermain di lapangan hijau Stadion Letjen H Soedirman. Kini, setelah empat musim bersama Persibo, dirinya bisa menikmati gelar pemain terbaik sekaligus mencium trofi juara Divisi I.

Lantas, untuk apa hadiah Rp 50 juta dari Badan Liga Indonesia? Menurut pemain yang kerap dipanggil Bobo itu, sebagian uang hadiah sebagai pemain terbaik tersebut akan dibagikan kepada rekan-rekan setim. "Sebab, prestasi yang saya raih ini berkat dukungan teman-teman. Sisanya akan saya tabung," jelasnya lantas tertawa. Dia tak merinci besarnya uang yang akan diberikan kepada rekan-rekannya di Persibo.

Iswandi mengaku butuh bantuan manajemen Persibo untuk mencairkan uang tersebut. Sebab, hingga kini, uang itu belum dia terima. "Ya kalau bisa secepatnya daripada saya wira-wiri," ujarnya.

Mengenai rencana ke depan, pemain bernomor punggung 15 tersebut masih menunggu nasihat ayahnya. "Kalau ditanya apakah ingin ke Persibo lagi atau tidak, terserah Bapak, pinginnya saya di mana. Tapi, saya betah di Persibo," tegasnya.

Ethuang
13-09-2007, 05:49 AM
Kamis, 13 Sept 2007,
Kali Ini Finishing Buruk


0 Gresik United v PSMS 1
GRESIK - Gresik United (GU) akhirnya harus menerima kenyataan, kalah dari tamunya, PSMS Medan. Dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar Copa Indonesia di Stadion Petrokimia Gresik kemarin, tim besutan Sanusi Rachman itu kembali ditaklukkan PSMS. Kali ini dengan skor 0-1 melalui gol Formento Andres pada menit ke-33.

Dengan kekalahan tersebut, GU tersingkir. Sebaliknya, PSMS melaju ke babak delapan besar karena pada leg pertama lalu mereka menang telak 4-0.

Dalam pertandingan kemarin, diakui atau tidak, GU kalah kelas. Meski PSMS tampil tidak begitu ngotot, bahkan hanya bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-59, tim berjuluk Ayam Kinantan tersebut tetap bisa mengalahkan GU yang tidak diperkuat dua bomber-nya, Denilson dan Ainur Rochim.

Tanpa kedua ujung tombak yang cedera itu, daya dobrak GU memang sangat tumpul. Buktinya, di antara empat peluang dan sembilan tendangan ke gawang, tak satu pun yang berhasil mengoyak gawang PSMS. "Permainan anak-anak sudah bagus dengan tempo yang baik, namun penyelesaian akhirnya sangat buruk," kata Pelatih GU Sanusi Rachman kemarin.

Salah satu peluang itu terjadi pada menit ke-30. Striker GU Ademilton Lima mendapat peluang emas. Dia tinggal berhadapan dengan penjaga gawang Marcus Ririhena. Namun, tendangan Lima ditepis Marcus. "Kami tidak bisa berbuat apa-apa. Kami tentu tidak bisa memaksakan pemain yang cedera untuk bermain," tegas Sanusi.

Mulai peluit pertama tanda pertandingan dimulai, permainan kedua tim berlangsung panas. Selama dua kali 45 menit, tak kurang dari 11 pelanggaran untuk GU dan 12 pelanggaran untuk PSMS. Puncaknya pada menit ke-59. Striker PSMS Saktiawan Sinaga yang melakukan pelanggaran keras terhadap Eko Kartono di depan gawang GU diganjar kartu merah oleh wasit Nazarudin.

Namun, mantan pemain nasional itu ternyata tidak sportif. Setelah menerima kartu merah, dia menolak keluar lapangan. Tak pelak, aksi tersebut memicu dorong-mendorong antara tim pengawas pertandingan dengan ofisial PSMS. Nazarudin pun menghentikan pertandingan selama 10 menit. Pertandingan dilanjutkan kembali setelah Saktiawan bersedia keluar lapangan.

Saat ditemui di ruang pemain, Saktiawan menolak berkomentar kepada wartawan soal pengusiran dirinya.

Sementara itu, pelatih PSMS Medan Freddy Muli menyatakan, seharusnya wasit Nazarudin bisa berlaku lebih bijak. "Kalau memang belum jelas pelanggaran apa yang dilakukan pemain, jangan langsung mengambil keputusan begitu saja. Saya lebih menghargai kalau dikasih kartu kuning lebih dulu," ujarnya.

Dia mengungkapkan, sebelum insiden itu, permainan kedua tim sangat bagus. Namun, setelah itu, emosi pemain ikut naik, sehingga mereka kehilangan konsentrasi. "Karena itu, saya memforsir pemain agar bisa mempertahankan gawang dari serangan GU," ungkapnya.

Setelah Saktiawan keluar, tim PSMS pun sulit mengembangkan permainan. Mereka lebih banyak bertahan. Kedudukan 0-1 itu pun bertahan hingga akhir pertandingan.

Ethuang
13-09-2007, 08:04 AM
Manajemen Persis & Suharno Tarik Ulur


SOLO– Hasil spektakuler Persis Solo pada dua laga tandang terakhir menguatkan posisi Asisten Pelatih Eduard Tjong. Ya, sebagai suksesor Pelatih Persis, Suharno, Edu –begitu dia akrab disapa- terhitung sukses.
Betapa tidak, dari dua partai away, Laskar Sambernyawa sukses membubuhkan empat tambahan poin. Tiga poin ditorehkan saat menghajar Persegi Bali FC 4-1 dan sisanya diperoleh saat menahan imbang Persebaya Surabaya 1-1.
Desakan untuk segera mencopot Harno –panggilan akrab Suharno- dan mengangkat Edu sebagai arsitek baru Persis pun makin menguat. Salah satunya datang dari Dewan Penasehat Teknik Persis, Halim Perdana.
Menurut Halim, secara teknis, Edu cukup mumpuni membawa Persis mengarungi sisa kompetisi. Soal pengalaman, Halim mengatakan, hal itu bisa ditempa sambil jalan. Terbukti, pendekatan kepada pemain yang dilakukan anak kandung mantan Pelatih Nasional, Harry Tjong itu memberikan perubahan yang cukup siginifikan.
“Jadi saya rasa, Edu sudah layak untuk menangani Persis. Terbukti di dua pertandingan kemarin, Persis bisa membawa pulang hasil maksimal. Yang terpenting lagi, dia mau mendengarkan saran dan masukan dari penasehat maupun pengamat bola di Solo. Komunikasinya dengan pemain dan manajemen juga bagus. Jadi saya rasa, tepat kalau posisi Harno digantikan Edu,” terang Halim.
Namun, pihak manajemen belum memutuskan langkah yang akan diambil. Mereka bersikukuh menunggu keputusan yang akan diambil Harno. “Sebenarnya, sejak akhir putaran I, pelatih sudah gagal melakukan kewajiban seperti yang tertera pada kontrak. Tapi, dia sudah minta maaf dan berjanji akan memperbaikinya. Tujuan kami hanyalah ingin menjaga hubungan dan nama baik Pak Harno,” ujar Manajer Persis, Waseso.
Sedangkan Harno yang dihubungi secara terpisah menyatakan, secara prinsip mantan Pelatih PKT Bontang itu tetap menunggu panggilan dari Manajemen Persis. Karena, yang bisa mencutikannya adalah manajemen, jadi manajemen pula yang harusnya mengambil keputusan.
Jika tidak ada panggilan maupun keputusan dari manajemen, Harno akan menunggu sampai batas akhir kontrak yaitu 22 September mendatang. “Saya akan ke Solo setelah ada panggilan atau keputusan dari manajemen. Karena yang memberikan cuti saya adalah manajemen,” tukas Harno.

Ethuang
13-09-2007, 08:05 AM
Persija Imbangi Persik 1-1


KEDIRI – Ambisi Persik Kediri untuk memetik kemenangan di Stadion Brawijaya gagal. Itu setelah Persija Jakart mampu menahan imbang Persik dengan skor 1-1, dalam lanjutan Liga (Ligina) Indonesia 2007, Rabu (12/9/2007) sore WIB.
Persik yang ingin memetik poin penuh, memutuskan untuk melancarkan tekanan ke pertahanan Persija sejak awal babak pertama. Terbukti taktik itu cukup berhasil.
Peluang dimiliki oleh Persik melalui Erol Iba pada menit ke-11. Sayang, tendangan kaki kiri pemain timnas Indonesia ini masih mampu ditangkap oleh kiper Persija yang dikawal oleh Evgeni Khamaruk.
Belum puas dengan penampilan anak asuhnya, Pelatih Macan Putih –julukan Persik- memutuskan untuk langsung melakukan pergantian pemain dengan memasukan Danilo Fernando menggantikan Jefry Dwi Hadi pada menit ke-14.
Smentara itu, Macan Kemayoran –julukan Persija- yang ditekan habis-habisan oleh Christian ‘El Loco’ Gonzales dkk, mencoba untuk memperlambat tempo permainan cepat yang dikembangkan Persik.
Namun, usaha Persik untuk mencetak gol cepat akhirnya terwujud melalui El Loco pada menit ke-26. Gol tercipta setelah pemain asal Chili itu memanfaatkan bola muntah dari tendangan Budi Sudarsono. Gol ini pun disambut dengan suka cita oleh Persik Mania.
Tertinggal 1-0 Macan Kemayoran berusaha untuk bangkit dengan cara meningkatkan tempo permainan. Begitu juga dengan Persik yang ingin menambah pundit-pundi golnya. Sayang, keungulan 1-0 untuk Macan Putih pun atas Persija bertahan ingga pertandingan babak pertama usai.
Di babak kedua, Macan Kemayoran yang tertinggal 1-0 berusaha untuk menyamakan kedudukan dengan memasukkan pemain yang memiliki tipe permainan menyerang seperti Aliyudin, Francis Wengkang dan Atep.
Terbukti, usaha yang dilakukan oleh Pelatih Persija Sergei Dubrovin cukup berhasil. Sebab, Perisja akhirnya mampu menyamakan kedudukan di menit ke-85 lewat gol yang dihasilkan oleh Aliyudin.
Sebenarnya, Macan Kemayoran memiliki peluang untuk memetik kemenangan melalui Bambang ‘Bepe’ Pamungkas di menit ke-88. Sayang, tendangan Bepe usai menerima umpan silang mendatar, Aliyudin gagal menjebol gawang Persik yang dikawal Wahyudi. Skor 1-1 pun bertahan hingga pertandingan usai.
Dengan hasil ini, maka membuat posisi Persik di peringkat kelima Grup I dengan nilai 43 dari 24 pertandingan. Sementara itu, hasil ini juga membuat peringkat Persija di klasemen tidak berubah tetap di urutan ketiga dengan nilai 47 dari 24 pertandingan.

Ethuang
13-09-2007, 11:46 PM
PERSEMA Malang


Nama Klub : PERSEMA
Divisi : Divisi Utama - Grup 1 (Barat)
Julukan : Laskar Ken Arok
Sejarah : Berdiri Tahun 1953
Alamat : Jl. Gelanggang 1
Kota : Malang
Telepon : (0341) 324349 / 335496
Faksimile : (0341) 324349 / 335496
Ketua : Drs. Peni Suparto, MAP
Sekretaris : Mardioko, SH, MSi
Bendahara : Drs. Imam Buchori, MSi
Sekretaris Tim : Wisuda
Panitia Pelaksana : Mohan Katelu, SH
Manajer : Drs. Bambang DH. Suyono, MSi
Pelatih Kepala : Drs. Rohanda
Asisten Pelatih : Sugeng Widodo
Dokter : Stario Hadi
Fans / Suporter :
Stadion : Gajayana
Kota Stadion : Malang
Kapasitas Stadion : 20000


Daftar Pemain

ABDI GUSTI WICAHYONO (8)
AHMAD BUSTOMI (14)
ALAIN ANTONIO ASTUDILLO (10)
ALFREDO RAUL REYES GONZALES (33)
ALSENY DIAWARA (77)
ANIS SYAH (20)
BIMA SAKTI (11)
CAUE CASTRO MENEZES BENICIO (6)
CHOIRUL ANAM (7)
CRISTIAN ANDRES OLIVARES LOPEZ (10)
DODIT FITRIO EFFENDI (21)
EGIE NIRWAN (15)
EKO PRASETYO ARIYANTO (5)
ENDRA PRASETYA (25)
FX. YANUAR W. P. (24)
GUNTUR ARIYADI (0)
HECTOR VIDAL VELAZQUEZ MORENO (0)
HERIS WAHYU PRIYO JADMIKO (0)
JUNAEDI (16)
LUCKY AFFANDI (29)
MUHAMAD KAMRI (26)
NURUL HUDA (27)
PITONO (4)
PONSIANUS Y. MAYONA AMTOP (17)
RIZKI AMRIZAL (0)
RUSTANTO SRI WAHONO (3)
SATRIA NURZAMAN (12)
SERGIO ENRIQUE FERNANDEZ (9)
SUKASTO EFENDI (1)
SUWAJI (0)
WIDHI SUSANTO (19)
YUSUP EFFENDI (18)

Ethuang
14-09-2007, 07:41 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Terjun ke Lapangan, Sambangi Kantong Suporter


MENGALIR derasnya berkas-berkas mengenai kericuhan di LDI XIII ke meja Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, ternyata, membuat mereka gerah. Komdis pun tergugah untuk bergerak. Tidak hanya sekadar duduk di kantor untuk melakukan sidang dan memberi hukuman, kini komdis juga ingin terjun ke lapangan.

"Selama jeda kompetisi di Ramadan, kami mengagendakan untuk menyambangi klub-klub dan suporter. Kami ingin berdialog dengan mereka," ungkap M. Nigara, anggota komdis.

"Hukuman tidak akan membuat kapok. Faktanya seperti itu. Yang lebih baik saat ini adalah mencegah. Caranya dengan mengadakan dialog dari hati ke hati dengan klub dan suporternya," timpal Eddi Elison, pengamat bola nasional yang juga mantan pengurus PSSI itu.

Hukuman yang dijatuhkan komdis, tampaknya, memang tidak terlalu ampuh untuk meminimalkan aksi negatif di pentas LDI XIII. Seringkali setelah lepas dari jerat sanksi, keributan kembali muncul. Entah itu para pemain adu jotos, tawuran suporter, atau mencaci maki wasit.

Tidak menjelmanya hukuman komdis sebagai efek jera disebabkan PSSI sendiri sering bersikap inkonsisten. Hukuman yang sudah dijatuhkan komdis sering tereduksi kebijakan komisi banding atau bahkan oleh Nurdin Halid sebagai ketua umum PSSI.

Ingat kasus yang menimpa Persebaya Surabaya karena ulah suporternya di laga lawan Arema Malang (4/9/2006). Karena suporternya dinilai bertindak terlalu anarkis, Persebaya pun diusir selama setahun dari Surabaya. Tapi, apa yang terjadi kemudian, Nurdin menganulir hukuman itu. Persebaya hanya disanksi larangan mengadakan tiga partai kandang tanpa penonton pada awal LDI XIII ini.

"Kami akan turun ke lapangan untuk berdialog dengan suporter. Kami tidak akan segan untuk datang ke markas Aremania, suporter Bandung, atau suporter yang lain untuk berdialog," kata Hinca I.P. Pandjaitan, ketua komdis.

"Sebelumnya, kami berbicara dengan suporter Makassar dan Kampak Medan. Kami ingin selalu berdialog dengan mereka agar nantinya terbangun pemahaman akan aturan-aturan sepak bola. Dengan begitu, akan tercipta iklim sepak bola tanpa anarkis," paparnya.

Ethuang
14-09-2007, 07:42 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Memanfaatkan Masa Jeda LDI XIII di Bulan Ramadan


Merenung dan Berbenahlah!
Seiring penghormatan atas bulan Ramadan, kompetisi Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII terpaksa dihentikan selama sebulan. Untuk mengisi masa istirahat yang panjang itu, apa yang seharusnya dilakukan semua insan yang terlibat di LDI XIII?


BERLATIH dan berlatih. Itu sudah menjadi kewajiban bagi para pemain untuk menjaga performa diri dan tim. Bagaimanapun juga, perjalanan kompetisi masih panjang. Bahkan, selepas masa rehat Ramadan, aroma persaingan diprediksi bakal lebih memanas. Karena itu, jika performa anggota tim memble, tidak mustahil bahwa akhir buruk bakal menimpa suatu klub saat kompetisi memasuki garis finis.

Untuk itu, tidak ada alasan guna berleha-leha bagi para pemain selama masa jeda kompetisi. Liburan puasa tetap harus diisi dengan aktivitas latihan. Sebenarnya, kewajiban menjaga kondisi bukan hanya menjadi beban pemain. Para wasit yang mengorbit di LDI XIII juga wajib melakukan hal yang sama.

"Menjaga kondisi adalah hal penting yang harus dilakukan. Tapi, di masa istirahat seperti saat ini, bukan hanya itu yang menjadi sesuatu yang penting. Evaluasi terhadap jalannya kompetisi yang rawan rusuh juga tidak kalah penting untuk dijalankan," ujar Andi Slamet, pengamat sepak bola asal Surabaya.

Ya, memperhatikan jalannya putaran II LDI XIII, menerung memang menjadi sebuah kewajiban yang tidak boleh dilupakan. Seperti diketahui, pertandingan-pertandingan di putaran II sering kali dibumbui kericuhan. Mulai pemukulan terhadap wasit, adu jotos antarpemain, teror kepada tim tamu, bentrok antarsuporter, hingga aksi anarkis penonton terhadap timnya sendiri.

Yang lebih mencengangkan tentu saja pengakuan asisten manejer Persiwa Wamena Jhon Banua. Dia mengungkapkan, telah terjadi "kesepakatan" antara dirinya dengan Ketua Umum Persiba Balikpapan Syahrir H M. Taher untuk mengatur pertandingan.

"Jeda kompetisi seperti ini adalah saat yang baik bagi PSSI untuk berpikir dalam berbenah diri. Mereka harus merenung dan berpikir bagaimana caranya membuat formula untuk mencegah hal-hal negatif yang terjadi di setiap pertandingan," tutur Eddi Elison, mantan pengurus PSSI.

"PSSI jangan hanya bisa menghukum atas tindakan negatif yang timbul. Tapi, PSSI juga harus berkaca diri. Di saat istirahat ini, mereka juga hendaknya melakukan road show untuk berbicara dari hati ke hati dengan klub dan suporternya. Jangan lupa juga, meningkatkan mutu wasit dengan memberikan pengertian, bukan dengan memberikan refreshing," paparnya.

Banyak yang menyakini bahwa Ramadan adalah bulan baik. Karena itu, PSSI sebagai induk sepak bola Indonesia sudah sepatutnya menggunakan masa jeda di bulan Ramadan ini dengan seoptimal mungkin. PSSI harus berani turun gunung. Menyambangi tim-tim klub. Berdialog dengan ofisial, pelatih, pemain, dan suporter.

PSSI boleh berobsesi menjadikan kompetisi sepak bola Indonesia sebagai sebuah industri. Mereka tetap tidak boleh mengesampingkan bahwa sepak bola adalah permainan rakyat. Karena itu, demi terciptanya iklim kompetisi yang kondusif, PSSI harus bergerak untuk kembali menanamkan arti perhelatan kompetisi sebagai sarana pembinaan. Bukan sekadar sebagai ajang bisnis serta arena mengejar kemenangan.

"Satu saran kami, PSSI juga harus memanusiakan kami para suporter. Jangan hanya menjadikan suporter sebagai keranjang sampah yang selalu ditempatkan di pihak yang salah," pesan Daru Supriyono, sekjen Slemania, kelompok suporter pendukung PSS Sleman.

"Penyebab terjadinya hal-hal negatif di sepak bola Indonesia itu kompleks. Bukan hanya karena suporter. PSSI, fasilitas stadion, pengurus klub, pemain, pengawas pertandingan, dan wasit juga punya andil besar terhadap terjadinya hal negatif tersebut. Karena itu, semua harus mengevaluasi diri sepanjang masa istirahat ini," sambung Andi Slamet.

Ethuang
14-09-2007, 07:54 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Pertajam Pikiran Pemain dan Wasit


CUKUP kompleks jika menguraikan faktor-faktor di balik tindak anarkis yang muncul di LDI XIII kali ini. Salah satu yang menonjol adalah ketidakdewasaan pemain, lebih-lebih pemain asing. Mereka sering bertindak berlebihan ketika mendapat hukuman dari pengadil lapangan.

Tidak jarang mereka juga berlebihan ketika mengekspresikan rasa sakit akibat pelanggaran lawan. Dengan kata lain, para pemain asing itu sering "akting". Imbasnya, penonton pun menjadi terpancing emosinya yang lantas bertindak anarkis.

"Ini yang harus disadari semuanya, terutama pengurus klub. Mereka harus mampu menekan para pemain asingnya agar bersikap lebih baik di lapangan. Jangan selalu saja mengintervensi wasit. Tindakan itu bisa memancing emosi penonton," kata Andi Slamet, pengamat bola asal Surabaya.

"Di sisi lain, mutu para pengadil lapangan serta pengawas pertandingan harus ditingkatkan. Keputusan mereka sering menyulut emosi penonton, ofisial, maupun pemain," tambahnya.

Tidak bisa dimungkiri, keputusan yang diambil wasit memang menjadi penyebab utama kericuhan dalam sebuah pertandingan. Para wasit sering tidak tegas dalam memimpin pertandingan. Hasilnya, mereka selalu muncul sebagai kambing hitam di akhir pertandingan. Tudingan miring itu terutama datang dari tim-tim yang kalah.

Tidak sekadar mendapat cemohan, para wasit juga sering dijadikan sansak hidup oleh pukulan dari ofisial tim maupun penonton. "Kami menyadari, kualitas tim semua wasit Indonesia berada dalam level atas," ungkap I.G.K Manila, ketua Badan Perwasitan Sepak Bola Indonesia.

"Kami akan terus meningkatkan kualitas mereka. Seperti pada masa istirahat Ramadan kali ini, kami akan melakukan penyegaran wasit, asisten wasit, dan pengawas pertandingan," tambahnya.

Penyegaran itu dilaksanakan pada 25 September hingga 1 Oktober di Cimahi, Jabar. Menurut Manila, konsep penyegaran tersebut bukan berarti bersantai. "Kami akan mengenalkan aturan-aturan baru dari FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Kami akan memberikan materi psikologi dan sosiologi. Kami juga akan mengevaluasi kinerja mereka," ujar Manila.

Ethuang
14-09-2007, 07:55 AM
PERSEBAYA Surabaya


Nama Klub : PERSEBAYA
Divisi : Divisi Utama - Grup 2 (Timur)
Julukan : Bajul Ijo
Sejarah : Berdiri Tahun 1927
Alamat : Jl. Karanggayam No.1
Kota : Surabaya
Telepon : (031) 5032250
Faksimile : (031) 5024955
Ketua : Drs. H. Arif Afandi
Sekretaris : Akhmad Munir
Bendahara :
Sekretaris Tim : Akhmad Munir
Panitia Pelaksana :
Manajer : Lilik S. Pelatih Kepala : Suhatman
Asisten Pelatih : Stefano Teco Cugurra
Dokter : Hery Siswanto
Fans / Suporter : Green Force
Stadion : Gelora 10 November
Kota Stadion : Surabaya
Kapasitas Stadion : 30000


Daftar Pemain

ACHWAN (22)
ADINALDO TEIXEIRA DE OLIVEIRA (29)
AHMAD ILYAS (24)
ANANG MA’RUF (15)
ANTHONY JOMAH BALLAH (99)
ARIF ARIYANTO (7)
ARIFAI (0)
AULIA TRI HARTANTO (16)
BEJO SUGIANTORO (5)
DEDY SUTANTO (20)
EKI SABILILAH (21)
JEAN CALVAIN BATANG BA ISSON (10)
KHOIRUL ANAM (3)
LUCKY WAHYU DWI PERMANA (13)
M. SOFY HERMAWAN ZUHRI (28)
MARWAL ISKANDAR (17)
MAT HALIL (2)
NUGROHO MARDIYANTO (4)
NUR CHOLIS (11)
PABLO ANDRES ROJAS APABLAZA (30)
RAYMOND NSANGUE (14)
REINOLD PIETERSZ (12)
RIZKY MAHARDIANTO (27)
ROBERTO RAMON LOPEZ ROSANO (8)
SERGE NGANKOU ELENGO (25)
USTON NAWAWI (9)
VALLEJOS PEREZ JUAN ROBERTO (18)

Ethuang
14-09-2007, 07:56 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Hanya Ingin Bertahan di Empat Besar


PALEMBANG - Dibanding tim lain, liburan Ramadan tahun ini terasa sangat nikmat bagi para pemain Sriwijaya FC Palembang. Posisi puncak klasemen Wilayah Barat Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII yang baru digengam Selasa (11/9) akan bertahan selama tujuh pekan. Sebab, di laga lain, Persija Jakarta hanya mampu bermain imbang 1-1 saat bertandang ke kandang Persik, Stadion Brawijaya, Kediri.

Tim besutan Rahmad Darmawan itu berstatus sebagai penguasa Wilayah Barat dengan torehan 48 poin lewat 25 kali pertandingan. Sementara, Persija yang diasuh Sergei Dubrovin naik satu setrip menjadi posisi runner-up dengan torehan 47 poin melalui 27 laga yang dilakoni.

Itu merupakan sejarah besar bagi Ferry Rotinsulu dkk. Baru kali inilah tim berkostum kuning-hijau tersebut bertahan di puncak cukup lama. Selama dua kali meraih capolista, paling itu hanya bertahan satu hingga dua pekan. Terakhir, posisi puncak klasemen sementara Sriwijaya terpental gara-gara dilibas Persikota Tangerang dan Persikabo Kab Bogor.

"Posisi yang telah diraih sekarang harus kami pertahankan. Meski nanti tidak dengan status capolista, yang pasti, posisi empat besar menjadi harga mati. Itu saja yang perlu kami bicarakan sekarang ini," cetus Rahmad Darmawan, pelatih Sriwijaya.

Sriwijaya masih menyisahkan sembilan laga yang mesti diselesaikan sebelum masuk penyisihan delapan besar dari penggabungan empat tim teratas Wilayah Barat dan Wilayah Timur. Ketatnya persaingan di papan atas disebabkan selisih poin yang tidak terpaut jauh memaksa Sriwijaya tampil sempurna di sembilan laga sisa. Satu kali saja menuai kekalahan dari sembilan laga itu, tentu akan berpengaruh besar terhadap konsistensi posisi di klasemen.

Kekalahan terbesar di dua laga away terakhir bukan hanya menonjok nama besar Laskar Sriwijaya. Namun, membuat seluruh fans Sriwijaya berdebar. Untung saja, posisi empat besar masih terselamatkan karena tim-tim penguasa papan atas ada yang bermain seri. Bahkan, kalah dari tim papan tengah dan bawah. Lagi pula, poin yang hilang tersebut dapat diganti dengan kemenangan home atas Persita Tangerang dan Pelita Jaya Purwakarta baru-baru ini.

"Pastinya, harus lebih solid lagi, mengingat pentingnya laga-laga tersisa. Posisi empat besar memang pasti terpengaruh jika ada laga yang kalah. Saya selalu peringatkan itu kepada anak-anak, betapa pentingnya arti sebuah kemenangan," tuturnya.

Ethuang
14-09-2007, 07:57 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Maksimalkan Libur Kompetisi


SIDOARJO - Hampir sepanjang musim ini, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) bertengger di papan atas klasemen sementara Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII. Tapi, itu bukan berarti tim asal Kota Udang tersebut tak bercelah.

Buktinya, mereka pernah dihajar tiga gol tanpa balas saat menantang Arema Malang pada Minggu (9/9). Tiga hari kemudian, mereka mampu menahan Persekabpas Pasuruan, tapi dengan memperagakan permainan yang sangat defensif.

Faktor kelelahan dan kehilangan sejumlah pemain pilar menjadi alasan menurunnya performa Deltras. Memang, tim berjuluk The Lobster itu dipaksa bermain di enam pertandingan sepanjang 19 hari. Itu terdiri atas dua laga kandang dan empat laga tandang.

Dengan liburnya kompetisi hingga pertengahan Oktober mendatang, Deltras punya banyak kesempatan untuk membenahi kekurangan dalam timnya. Apalagi, kini, mereka punya ambisi besar untuk lolos babak delapan besar Divisi Utama.

"Ini libur panjang. Tapi, kami tidak bisa maksimalkan latihan. Pekan ini, para pemain masih diliburkan," papar Jaya Hartono, pelatih Deltras, kemarin (13/9).

Pada musim ini, Deltras tinggal menyisakan tujuh laga yang terdiri atas empat laga kandang dan tiga laga tandang. Dengan ambisi menembus babak delapan besar Divisi Utama, The Lobster harus terus meraih poin di antara tujuh laga sisa tersebut.

Sebab, Deltras sudah melakoni 27 laga sepanjang musim ini, sedangkan pesaing-pesaingnya masih ada yang baru melakoni 24 laga. Saat ini, Deltras di posisi ketiga. Mereka memiliki poin sama dengan pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura dan runner-up Persiwa Wamena.

Mereka sama-sama mengemas 43 poin. Tapi, Deltras sudah 27 kali bertanding. Sedangkan, Persipura dan Persiwa baru 25 kali. Deltras juga dikuntit ketat oleh Persijap Jepara dengan 42 poin dari 26 laga dan PSM Makassar dengan 40 poin dari 24 laga.

"Kami akan maksimalkan libur Ramadan ini untuk membenahi beberapa problem tim. Karena itu, para pemain tetap berlatih di sore hari," paparnya.

Selain itu, Jaya juga merancang sejumlah laga uji coba untuk tim asuhannya. Mereka akan melakoni tiga laga uji coba yang dilaksanakan pada malam hari setelah salat Tarawih.

Ya, Deltras memang harus terus berlatih keras di saat Ramadan. Jose Sebastian dkk kerapkali bermain buruk setelah melakoni jeda yang panjang. Padahal, setelah Ramadan, mereka sudah harus melakoni laga hidup mati di babak 16 besar Copa Indonesia melawan PKT Bontang.

Ethuang
14-09-2007, 07:57 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Lengah di Menit-Menit Akhir


MALANG - Gawang Arema sering bobol dalam pertandingan-pertandingan awal putaran I. Waktunya kerap pada menit-menit akhir babak pertama atau babak kedua. Pemicunya, Alexander Pulalo dkk kurang konsentrasi ketika akhir babak tinggal beberapa menit.

Lemahnya konsentrasi pada menit-menit akhir itu berakibat sangat fatal. Yakni, hilangnya kesempatan emas tim berjuluk Singo Edan tersebut untuk meraih poin absolut. Bahkan, Arema harus rela kehilangan seluruh poin alias menelan kekalahan.

Penyakit lama Arema itu, tampaknya, kambuh. Indikasinya adalah saat Arema menjamu PSIM Jogjakarta di Stadion Kanjuruhan, Rabu (12/9) lalu. Arema yang sudah unggul 3-0 hingga menit ke-83 harus kebobolan dua gol enam menit menjelang pertandingan berakhir sehingga pertandingan berakhir 3-2.

Dibobolnya gawang Arema oleh PSIM pada menit-menit akhir mengingatkan kejadian pada pertemuan pertama kedua tim di Jogjakarta 28 Maret lalu. Saat itu, Arema harus mengakui keunggulan PSIM 0-2. Gol pertama yang dicetak PSIM dilesakkan pada akhir babak pertama, tepatnya menit ke-45. Satu gol lainnya dicetak akhir babak kedua, menit ke-89.

Masih ingat gol Persipura ketika Arema bertandang ke Jayapura? Satu-satunya gol Persipura tersebut dicetak Bio Paulin Pierre pada masa injury time babak kedua, ketika pertandingan memasuki menit ke-95. Akibat gol tersebut, kesempatan Arema membawa satu poin hilang.

Manajer Arema Satrija Budi Wibawa mengatakan, lemahnya konsentrasi para pemainnya disebabkan mereka sudah yakin dengan hasil yang diraih. Padahal, hasil akhir sebuah pertandingan baru bisa diketahui jika wasit sudah meniup peluit panjang tanda pertandingan 90 menit berakhir.

Kurangnya konsentrasi juga bisa disebabkan pemain Arema meremehkan tim lawan. "Seandainya tidak meremehkan, tentu kemenangan besar bisa kembali dinikmati Arema (sebelumnya Arema juga mencukur Deltras 3-0). Ini harus dievaluasi," terang Satrija.

Ethuang
14-09-2007, 08:01 AM
Jumat, 14 Sept 2007,
Bersikap Dewasa di Pinggir Lapangan


Di akhir putaran pertama lalu, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) menyebut partai kandang PKT Bontang sebagai arena paling nyaman. Namun, jika jeli mencermati pentas LDI XIII, sebenarnya bukan mereka yang patut dikedepankan.

Coba tengok kiprah Surabaya. Sepanjang perjalanan LDI XIII kali ini, Kota Pahlawan mampu tampil dengan warna berbeda. Persebaya, yang selama ini dikenal memiliki suporter anarkis, justru menampilkan kesejukan pada musim ini. Saat pertandingan-pertandingan di kota lain diwarnai kerusuhan, laga di Surabaya selalu berakhir damai.

Tak ada lagi aksi anarkis. Sebaliknya, Surabaya menjadi tempat yang ramah bagi suporter tamu. Itu terbukti dengan kehadiran suporter Deltras Sidoarjo dan Persijap Jepara di Gelora 10 Nopember, Surabaya, musim ini.

"Ini semua terjadi karena kedewasaan suporter dalam mematuhi aturan. Selain itu, aparat bekerja sesuai prosedur. Jadi, apa yang terjadi ini merupakan buah konsolidasi aparat dengan suporter," tutur Achmad Suyadi, ketua Panpel Persebaya.

Selain Surabaya, nama lain yang layak dikedepankan adalah kandang Arema Malang serta Stadion Maguwoharjo yang merupakan markas PSS Sleman. Di setiap pertandingan di dua stadion itulah kenyamanan selalu tercipta.

Tim tamu tetap bisa leluasa memainkan strateginya tanpa harus takut teror penonton tuan rumah. Suporter tamu juga tidak perlu ragu melangkahkan kaki ke dua tempat tersebut.

"Sepak bola bagi kami adalah agama. Stadion merupakan tempat ibadah, sedangkan menonton pertandingan menjadi sebuah ibadah. Karena itu, kami tidak mau mengotorinya dengan perbuatan anarkis," ungkap Daru Supriyono, Sekjen Slemania.

Kedewasaan yang terbangun di tribun Stadion Maguwoharjo bukan disebabkan jargon tersebut. Namun, kehadiran mereka ke stadion juga dibarengi semangat untuk melestarikan kultur sopan santun yang tertanam di masyarakat.

"Kami membawa ideologi Jawa. Kami ini adalah Holigan Jawa. Kami mencintai tim kami dengan cerdas. Ibarat kata kami ini edan, tapi tetap sopan," ujar Daru.

bhonk
14-09-2007, 09:04 PM
siipp bro,ini yang gw suka.;)
rasa cinta terhadap tanah air juga bisa kita perlihatkan disini.jadi ga melulu membicarakan klub2 sepakbola luar negeri.gw dukung bro;);)

itach1ez
14-09-2007, 09:45 PM
Macan-Singo Meyakinkan

Saat jeda kompetisi LDI 2007, hampir seluruh tim berbenah. Ketika kompetisi kembali berputar, efek pembenahan itu terlihat.

Persija jadi contoh tim yang punya grafik performa membaik. Tim Macan Kemayoran padahal sempat guncang akibat meninggalnya manajer H. Susanto, yang mengiringi keberanian mencoret pemain asing Gustavo Ortiz, Javier Rocha, dan Samuel Tayo.

“Kami mencoret mereka bukan karena kualitas buruk, tapi mereka bukan tipe pemain petarung. Putaran kedua sangat ketat. Semua kontestan nyaris punya kekuatan seimbang,” ungkap Ferry Indrasjarif, asisten manajer Persija.

Di wilayah dua, kiprah Persijap dan Persiwa, yang masih bertahan di papan atas, pantas diacungi jempol. “Perjalanan masih panjang. Kami hanya membidik zona Liga Super,” kata Joko Susilo, pelatih Persiwa, merendah.

Arema juga memperlihatkan permainan yang makin mantap. Tim Singo Edan kini sudah mendekati posisi 4 besar.

Di tim papan bawah, peningkatan performa diperlihatkan Persikota dan Persebaya. Setelah mendekam di zona degradasi, perlahan keduanya mulai merangkak naik.

Sementara itu, kejelian mendapatkan pemain jadi kunci di tim-tim lain. Kubu Sriwijaya FC, yang mendapat suntikan Kayamba Gumbs, langsung mendapat sumbangan tujuh gol. Begitu juga PSMS, yang mengganti Frank Seator dengan Andres Formento. Kedua tim kini masih aman di zona 4 besar.

“Dia pemain bagus. Kemampuannya di atas rata-rata sehingga bisa memberi kontribusi bagus buat tim,” kata Aji Santoso, mantan pelatih timnas U-17

itach1ez
14-09-2007, 10:13 PM
Tim Besar Melorot


Selain tim yang penampilannya melonjak, usai jeda ada juga tim yang malah melorot. Uniknya sejumlah tim yang masuk kategori ini adalah tim-tim papan atas yang di putaran pertama cukup dominan.

Di wilayah satu, penampilan Persib bisa dibilang cukup menukik. Setelah tampil perkasa di kandang pada putaran pertama, tim Maung kehilangan sejumlah poin justru di laga kandang.

“Meski berhasil mencuri angka dalam laga tandang, jika dihitung perolehan angka tetap minus karena angka yang hilang di kandang cukup banyak. Ini akan kami evaluasi,” kata Yossi Irianto, manajer Persib.

Pembelian Leo Chitescu dan dilepasnya Nyeck Nyobe disorot jadi penyebab. Menurunnya ketajaman bomber Christian Bekamenga makin mempersulit Persib.

Di wilayah dua, PSM juga kehilangan tahta puncak klasemen yang di putaran pertama dikuasai. Pembelian pemain baru asal Togo yang kelihatan belum terlalu menyatu dengan tim agaknya menjadi penyebab.

''Kami lama ditinggal pelatih Syamsuddin Umar, yang bertugas di timnas. Program latihan berjalan tidak maksimal. Apalagi pemain utama di lini tengah, Ali Kadafi, cedera dan hingga kini belum bisa tampil,'' kata Yopie Lumeindong, asisten manajer PSM.

Juara bertahan Persik juga melakukan blunder soal pembelian pemain asing. Setelah mencoret Jaldecir Dos Santos dan Cheikh Ba, kekeliruan terulang ketika mereka mengambil Fallah Johnson dan Peter Lipede.

Pelatih Daniel Roekito berniat memperkuat lini pertahanan. Tapi, kedua pemain baru itu malah membuat Persik kebobolan 11 gol di putaran dua.

“Kondisi ini memang di luar dugaan. Terutama absennya Aris Budi Prasetiya, yang tiba-tiba cedera dan harus operasi lutut. Padahal, dia jadi andalan kami di belakang. Sementara itu, lini tengah dan depan tak masalah,” kata Daniel.

itach1ez
14-09-2007, 10:28 PM
Bomber Lokal Kalah Bersaing


Dari daftar pencetak gol terbanyak musim ini, nama-nama pemain asing masih mendominasi. Top scorer dua kali beruntun, Cristian Gonzales, memimpin sendirian dengan 20 gol.

Setelah Boaz Solossa (13 gol) cedera, beberapa striker lokal juga belum menggigit. Budi Sudarsono, yang musim lalu mencetak 12 gol, masih mandul. Rahmat Rivai, yang tahun lalu menjadi bomber lokal tersubur dengan 15 gol, juga kini masih mengoleksi 8 gol.

“Saya tak main tiga pertandingan awal putaran kedua karena cedera saat di timnas. Sekarang masih sering terasa kalau dipakai menendang. Tapi, saya coba hilangkan trauma itu karena tim sangat butuh tenaga saya,” ucap Rivai.

Budi lebih bersikap bijak. “Tugas saya memang cetak gol. Tapi, kalau memang kesempatan tak ada, saya lebih pilih mengumpan ke Gonzales. Kemenangan lebih berarti daripada kepuasan pribadi. Apalagi musim ini banyak striker asing bagus,” tutur Budi.

Satu nama lokal yang masih bisa bersaing adalah Bambang (12 gol). “Bepe striker cerdas. Saya yakin putaran kedua dia akan lebih tajam. Dia punya banyak kelebihan,” kata Ferry Indrasjarief, asisten manajer Persija.

Bomber Persib, Zaenal Arief, harus bersaing dengan dua striker asing, Christian Bekamenga dan Redouane Barkouwi. Lantaran cedera, ia harus rela sering tampil sebagai pemain pengganti. “Sekarang saya sudah sembuh. Semoga bisa kembali menyumbangkan gol untuk Persib. Soal siapa yang dipasang lebih dahulu terserah pelatih,” ujar Arief.

Ethuang
15-09-2007, 05:37 AM
siipp bro,ini yang gw suka.;)
rasa cinta terhadap tanah air juga bisa kita perlihatkan disini.jadi ga melulu membicarakan klub2 sepakbola luar negeri.gw dukung bro;);)
thanks dukungan nya bro bhonk ;)
semoga Liga Indonesia bertambah baik & berkembang spt liga2 eropa

Ethuang
15-09-2007, 05:38 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Incar Tim Wilayah Barat


MALANG - Arema tengah berada di trek positif selama putaran II. Itu dibuktikan dengan catatan tidak pernah kalah dalam tujuh pertandingan.

Ponaryo Astaman dkk membukukan empat kemenangan dan tiga kali seri. Catatan positif tersebut tentu ingin terus dijaga oleh skuad Singo Edan -julukan Arema. Mereka pun bertekad mempertahankan status sebagai satu-satunya kontestan Ligina yang tak pernah kalah pada putaran II. Untuk menyiapkan performa tim tetap bagus saat menjalani laga setelah libur puasa, Miroslav Janu, pelatih Arema, telah menyiapkan uji coba.

Pelatih asal Rep. Ceko tersebut menilai, kemampuan tim bisa dipertahankan dengan uji coba. Selain itu, pelatih bisa mengetahui kelemahan dan kekuatan tim secara utuh. Sehingga, sebelum pertandingan resmi, seluruh kelemahan yang dimiliki Arema bisa segera dibenahi.

Janu merencanakan tiga uji coba selama puasa. Lawan yang dibidik pun adalah tim-tim divisi utama. Uji coba nantinya dilangsungkan malam hari di Stadion Kanjuruhan. Jadwal uji coba yang sudah diagendakan manajemen Arema adalah 29 September, 3 Oktober, dan 10 Oktober.

Untuk uji coba pertama, manajemen Arema sudah mendekati Persela Lamongan. "Kami berusaha agar uji coba melawan Persela bisa terwujud. Tim Divisi Utama kami cari karena ingin lawan sepadan," kata Muhammad Taufan, asisten manajer Arema.

Yang dijadikan sasaran untuk laga persahabatan adalah tim-tim Divisi Utama Wilayah Barat yang jaraknya relatif tidak jauh dengan Malang.

Selain Persela, Arema juga mendekati PSS Sleman, PSIS Semarang, Persik Kediri, dan Pelita Jaya Purwakarta.

Ethuang
15-09-2007, 05:43 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Gagal Sapu Bersih Laga Kandang, Revisi Target


MALANG - Persema Malang mulai tahu diri. Melihat persaingan yang semakin ketat di Wilayah Barat, anak asuh Rohanda itu merevisi target.

Dari semula membidik empat besar, kini Persema hanya memasang target bertahan di Superliga. Revisi target tersebut dilakukan karena kurang maksimalnya penampilan Persema pada putaran II. Itu ditunjukkan dengan kegagalan Persema memetik hasil yang mengesankan. Akibatnya, posisi Persema terus melorot di klasemen, dari peringkat keenam di akhir putaran I kini jeblok ke papan tengah.

Selama tujuh laga putaran II, Persema membukukan dua kemenangan, dua kali imbang, dan tiga kekalahan. Dua kekalahan, di antaranya, terjadi di kandang PSSB Bireuen dan PSMS Medan. Selanjutnya, ketika menjalani lima partai kandang, Persema mencatat dua menang, dua seri, dan satu kalah. Dua kemenangan itu direbut atas Persikota Tangerang dan Semen Padang, seri menjamu Persikabo dan Persik, serta kalah dari Persija Jakarta.

Kegagalan menyapu bersih lima laga kandang dengan kemenangan itulah yang membuat manajemen Persema meninjau target. Membidik 15 poin, Persema hanya mampu mendulang delapan poin.

"Kami realistis saja. Kalau tetap memasang target empat besar, itu terlalu berat," terang Asisten Manajer Teknik Asmuri.

Target Persema mungkin tidak berubah andai 15 poin di kandang bisa direbut. Sebab, kalau ada tambahan 15 poin, Persema bisa mengemas 43 poin.

"Nilai itu bisa membuat Persema bertengger di posisi lima besar," terang anggota DPRD Kota Malang tersebut.

Dengan sepuluh laga sisa, Asmuri meminta seluruh pemain untuk bekerja keras mengentaskan Persema ke papan Superliga. Kini, Persema berada di peringkat kesebelas atau dua tingkat dari penghuni Superliga (posisi sembilan). Peluang naik ke Superliga pun terbuka lebar karena PSIS, yang menempati peringkat kesembilan, mengemas poin yang sama dengan Persema: 36 angka.

Untuk naik dan selanjutnya bertahan di Superliga, Asmuri mengatakan bahwa Persema paling tidak harus mampu menyapu bersih seluruh laga kandang yang tersisa. "Kami juga membidik kemenangan away," ucapnya.

Menang tandang itu dicanangkan terjadi di kandang Persiraja Banda Aceh.

Ethuang
15-09-2007, 05:44 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Tertahan di Tual


JAYAPURA - Perasaan kurang nyaman menghampiri skuad Persipura. Keinginan segera kembali ke Jayapura dan menikmati liburan bersama keluarga masih harus ditahan.

Itu menyusul minimnya jadwal penerbangan dari Tual ke Makassar, Sulsel. Kabarnya, penerbangan pesawat Tual ke Makassar hanya ada dua kali sehari. Itu pun dalam dua hari hanya ada sekali penerbangan.

Asisten pelatih Persipura Raja Isa menyatakan, Persipura diperkirakan baru kembali ke Jayapura hari ini. Selain minimnya jadwal penerbangan, mereka juga masih harus bermalam sehari (transit) di Makassar.

"Memang, dengan kondisi ini, ada perasaan jenuh. Tapi, apa pun kondisinya, kami dan para pemain harus bisa memahami keadaan. Kami jauh hari sudah berusaha bernegosiasi dengan manajer Persemara agar pertandingan leg II dimajukan menjadi 11 September Supaya besoknya kami (12 /9) bisa langsung kembali," tutur Raja Isa kemarin.

Sayang, lanjut Raja Isa, pihak Persemalra tidak mau. Baginya, itu tidak perlu dipermasalahkan karena sudah terjadi. Yang terpenting adalah Persipura lolos ke delapan besar dan terus menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Lantas, apa kegiatan selama berada di Tual? Menurut dia, untuk menghindari kejenuhan, para pemain memanfaatkan waktu dengan bepergian ke tempat-tempat wisata. Bagi pemain yang muslim, di Ramadan ini, mereka tetap menjalankan ibadah puasa dan ibadah-ibadah lain.

"Kalau saya sih tetap enjoy saja, bisa menjalankan puasa seperti biasa. Soal makanan, di Tual dan di Jayapura tidak jauh beda. Justru, suasana Ramadan itu yang bisa mengobati perasaan jenuh selama di Tual," tandasnya.

Ethuang
15-09-2007, 05:45 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
PSM
Sudah Mandul, Manja Pula


BARU mengemas satu gol dalam tujuh pertandingan, Saibou Badarou kini berada dalam tekanan. Sejumlah kelompok suporter PSM secara terbuka mengaku tak puas dengan kontribusi bomber asal Togo yang baru direkrut pada awal putaran II lalu.

"Ini kesalahan terbesar pengelola PSM. Merekrut pemain hanya berdasar informasi sepihak dari agen. Tujuh partai sudah dilalui dan hanya mengemas satu gol. Kami jelas kecewa dengan kualitas Saibou," ujar M. Nasir dari kelompok suporter Mappanyukki kepada Fajar (Grup Jawa Pos) kemarin (14/9).

Dalam beberapa hari latihan terakhir sebelum libur Ramadan, Saibou dan pemain asal Togo lainnya, Nomo Teh Marco, sudah tidak terlihat lagi di lapangan. Keduanya dikabarkan sakit. Saibou mengalami flu berat, sedangkan Nomo bermasalah dengan lutut. Begitu liburan tiba, bersama Ali Khaddafi yang sudah lama absen karena cedera, ketiga pemain itu langsung bertolak ke Bali untuk berlibur.

"Sudah mandul, bertingkah pula. Lebih baik pengelola mempertimbangkan untuk melepas Saibou," ungkap anggota suporter Mappanyukki lain.

Nada kecewa juga dilontarkan penggemar PSM, Haris Latanro. Menurut kepala Bank Sulsel Cabang Maros itu, dirinya mulai curiga sebenarnya Saibou yang didatangkan agen, Onana Jules, bukan yang dijanjikan kepada pengelola selama ini. "Kami jelas heran mengapa kualitas pemain dunia tak bagus," tutur Haris.

Suporter juga kecewa lantaran Saibou dinilai terlalu manja karena sering absen latihan dengan alasan sakit. Wajar jika pelatih baru PSM, Radoy Hristov Minkovski, mulai mengeluhkan profesionalisme pemain yang sempat bergabung dengan Timnas Togo di kualifikasi Piala Dunia 2006 tersebut. Menurut pelatih asal Bulgaria itu, seharusnya pemain asing menjadi contoh bagi pemain lokal, khususnya soal disiplin.

Menanggapi tudingan suporter, Asisten Manajer PSM Bidang Teknis Yopie Lumoindong mengatakan, keputusan Saibou dkk berlibur ke Bali tak perlu dikaitkan dengan buruknya performa mereka di lapangan. "Saya pikir, untuk liburan tak ada kaitannya dengan stamina. Yang perlu ditekankan sekarang, seorang pemain sepak bola harus tetap menjaga profesionalisme. Jangan terlalu memanjakan diri saat latihan rutin tiba. Seorang pemain yang menjalankan latihan secara profesional tentu akan kembali kepada dirinya sendiri," ungkapnya.

Ethuang
15-09-2007, 05:50 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Puas Peringkat, Pasafa Bikin Kecewa


JAKARTA - Penampilan Persija Jakarta masih labil. Untung, kondisi itu tidak membuat Bambang Pamungkas dkk jeblok di klasemen sementara.

Macan Kemayoran -julukan Persija-boleh menepuk dada karena berada di empat besar Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII Wilayah Barat. Saat ini, mereka duduk manis di peringkat kedua dengan 47 poin.

"Kami sangat puas dengan hasil klasemen yang ada sekarang. Secara keseluruhan, tim benar-benar menunjukan kualitasnya. Terutama, ketika melakukan tandang ke Jawa (Persema dan Persik). Mereka sudah sukses meraih empat poin. Itu merupakan target yang kami (The Jak, suporter Persija, Red) patok," kata Danang Ismartani, ketua umum The Jakmania.

Danang berharap kepada seluruh punggawa Persija agar dapat terus menjaga konsistensi permainan dan spirit yang dimiliki oleh para pemain. Terutama, ketika melakoni enam laga sisa setelah Lebaran. "Laga sisa itu benar-benar krusial dan harus konsentrasi penuh," ucapnya.

Namun, secara individu, Danang menyentil permainan amunisi anyar Persija, Pasafa Mustapha Sama. Pemain asal Sierra Lione tersebut tidak memperlihatkan kualitasnya sebagai pemain yang mumpuni mengisi pos pemain Persija.

"Ketika kami melihat penampilan Pasafa, ternyata biasa-biasa saja dan tidak istimewa. Saya lebih optimistis dan mengacungkan jempol dengan pemain lokal yang ada. Kekuatan tim kami ada pada potensi dan kualitas pemain lokal," jelasnya.

Namun, Danang enggan mengultimatum kondisi tersebut. Itu disebabkan banyak waktu tersisa untuk perkembangan Pasafa di Persija.

"Mungkin, dia perlu adaptasi di dalam tim. Saya justru salut dengan penampilan pemain lokal sepanjang pertandingan-pertandingan yang lalu," bebernya.

Saat ini, seluruh punggawa Persija libur latihan dalam rangka menyambut Ramadan. Mereka kembali berlatih di Lapangan Ragunan, Jakarta, pada 24 September mendatang.

"Terutama, konsentrasi jajaran pelatih adalah bagaimana menjaga kondisi tubuh para pemain ketika puasa. Conditioning fisik dan menjaga kondisi tubuh tetap akan menjadi agenda utama kami ketika latihan," terang asisten pelatih Persija Isman Jasulmei.

Ethuang
15-09-2007, 05:50 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Stadion Andi Mattalatta Tak Layak


MAKASSAR - Superliga 2008 sudah di depan mata. Jika tidak ada tambahan signifikan hingga akhir tahun ini, sangat mungkin even yang akan menjadi kompetisi sepak bola tertinggi di Indonesia itu berlangsung di stadion dengan kualitas seadanya.

Berdasar hasil survei Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), hanya ada enam stadion yang memenuhi standar kualifikasi. Yakni, Gelora Sriwijaya Jakabaring (Palembang), Stadion Jalak Harupat (Kabupaten Bandung), Stadion Manahan (Solo), Stadion Mulawarman (Bontang), Stadion Gelora Delta (Sidoarjo), dan Stadion Maguwoharjo (Sleman).

Aspek sesuai standar yang ditetapkan PSSI meliputi lapangan, penerangan, keamanan, dan lingkungan di sekitarnya. Ada sejumlah catatan mengapa Stadion Andi Mattalatta, yang menjadi kandang PSM, tidak masuk dalam kategori layak. Pertama, rumputnya mendapat nilai dua atau kategori kurang layak. Selain bergelombang alias tidak rata, kultur tanah sangat tebal dan keras.

Kedua, perlengkapan seperti ruang ganti, konferensi pers, dan lokel-loker di ruang pemain. Stadion yang dibangun pada 1957 itu dianggap BLI sudah ketinggalan. Masalah penting lain menyangkut kapasitas tribun. Untuk Superliga, stadion harus memenuhi 34 ribu tempat duduk. Nah, kandang PSM itu hanya memiliki kapasitas 15 ribu tempat duduk.

Ethuang
15-09-2007, 05:51 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Persita
Nekat Berlatih Malam


TANGERANG - Menatap serangkaian jadwal laga yang padat setelah Lebaran, Persita bertekad memperbaiki posisi pada klasemen sementara. Mau tidak mau, Persita harus menuai hasil konsisten dalam setiap laga yang dilakoni. Apalagi masih ada delapan pertandingan yang menanti Persita mulai pertengahan Oktober.

Jadi, tidak ada pilihan lain, tim yang berjuluk Pendekar Cisadane itu harus terus mengasah performa para punggawanya melalui latihan rutin pada masa puasa ini. Untuk itu, jajaran pelatih Persita sudah mempersiapkan setumpuk porsi latihan bagi para pemainnya.

"Minggu ini, kami meliburkan para pemain dari latihan rutin. Namun, mulai Rabu (19/9), kami akan kembali menggeber latihan," tegas pelatih Persita Benny Dolo.

Uniknya, mantan pelatih Arema Malang tersebut bakal mengubah jadwal latihan yang biasa dilakukan pada pagi atau sore hari. Pelatih yang akrab disapa Bendol tersebut akan menggenjot kemampuan para pemainnya dengan berlatih di malam hari. "Salah satu maksud melakukan latihan malam hari agar tidak mengganggu kondisi pemain yang menjalankan puasa," ungkap Bendol.

Tentu, latihan malam ini akan memunculkan masalah. Sebab, selama ini Stadion Benteng yang menjadi tempat latihan Persita tidak memiliki lampu penerangan. Tetapi, Bendol tidak mengkhawatirkan masalah ketiadaan penerangan dalam latihan nanti.

"Masalah penerangan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Pasang beberapa lampu saja. Yang terpenting lapangan tidak gelap sehingga para pemain mampu melihat satu sama lain. Lagi pula ini kan bukan pertandingan. Jadi, tidak perlu menerangi seisi stadion," ucap Bendol mencoba menerangkan niatnya tersebut.

Dibanding mayoritas tim lainnya, Persita mendapatkan jadwal pertandingan yang mepet. Mereka sudah harus memulai pertandingan dengan menjamu Persik Kediri di Stadion Benteng pada 17 Oktober mendatang. Dengan kata lain, jaraknya hanya sekitar empat hari setelah Lebaran.

Ethuang
15-09-2007, 05:52 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Persik
Rela Kehilangan Erol-Budi


KEDIRI - Persik Kediri siap kehilangan dua pilar, Erol Iba dan Budi Sudarsono. Tim berjuluk Macan Putih tersebut tak akan menghalangi pemanggilan keduanya untuk mengikuti pemusatan latihan (training center) putaran II pra-Piala Dunia 2010.

"Jika untuk kepentingan timnas, kami dengan senang hati akan melepas pemain kami," jelas Daniel Roekito, pelatih Persik, ketika dikonfirmasi kemarin (14/9).

Pihak PSSI pun, menurut dia, sudah mempertimbangkan jadwal pelatnas agar tidak berbenturan dengan kompetisi. Karena itu, ketika tenaga Erol dan Budi dibutuhkan untuk pertandingan lanjutan putaran II Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII, mereka tetap bisa dipanggil lagi. Jadwal pelatnas mulai 16 September hingga 9 Oktober. Sedangkan, partai perdana Persik setelah libur Ramadan, berlangsung 17 Oktober. "Jadi, Erol dan Budi masih bisa memperkuat Persik saat itu," ujarnya.

Terkait dengan persiapan tim, jelas Daniel, itu juga tak bermasalah. Selama ini, kedua pemain tersebut telah padu dengan rekan-rekannya. Absen saat persiapan selama Ramadan dianggap tak banyak pengaruhnya. Terlebih, keduanya juga tetap intensif berlatih di bawah arahan pelatih timnas Ivan Kolev.

Justru, yang dikhawatirkan Daniel adalah kondisi Budi. Pemain yang dijuluki Budigol tersebut pernah cedera ketika melawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu. Alasan cedera itulah yang membuat Daniel menarik keluar pemain bernomor punggung 13 tersebut dan menggantikannya dengan Bertha Yuwana. "Tapi, kalau kondisi Budi sudah bagus dan dia mau ikut TC, kami akan mempersilakannya," ujarnya.

Baik Erol maupun Budi sudah beberapa kali dipanggil timnas. Saat Piala Asia beberapa waktu lalu, keduanya juga termasuk pilar timnas. Penampilan mereka dipuji berbagai kalangan.

Sayang, baik Erol maupun Budi belum bisa dimintai komentar soal pemanggilan diri mereka ke TC timnas. Ketika dihubungi lewat ponselnya, telepon genggam Erol tidak aktif. Sedangkan, Budi beberapa kali dikontak, tapi tidak diangkat.

Ethuang
15-09-2007, 05:53 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Wajib Ganti Pemimpin


Setelah Nurdin Kembali Masuk Bui
JAKARTA - PSSI nampaknya wajib melakukan pergantian ketua umum. Nurdin Halid yang menduduki kursi ketua umum PSSI saat ini harus kembali masuk bui.

Itu menyusul keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memvonis Nurdin dengan hukuman dua tahun penjara. Dijebloskannya Nurdin ke dalam terali besi kali ini merupakan peristiwa yang kedua. Dua tahun silam, pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) tersebut telah mengalami kehidupan di dalam penjara. Meski berada dalam tahanan, waktu itu Nurdin masih memegang kendali PSSI dengan tetap mengisi jabatan ketua umum otoritas sepak bola Indonesia itu.

"Demi citra sepak bola Indonesia di mata dunia internasional, tidak ada kata lain bagi PSSI untuk melakukan pergantian ketua umum," seru Eddi Elison, pengamat sepak bola nasional yang juga mantan pengurus PSSI.

"Sepak bola adalah alat perjuangan bangsa. Masak, alat perjuangan bangsa ada dalam kendali seorang koruptor. Hal itu sangat tidak layak," tambahnya.

Ya, untuk menjaga kredibilitas sepak bola Indonesia, pergantian ketua umum PSSI sudah menjadi sebuah kewajiban. Saat ini, dunia sepak bola tanah air sudah sangat carut-marut. Bayangkan saja, sudah berapa kali perjalanan sepak bola Indonesia harus diwarnai dengan sikap inkonsistensi PSSI.

Belum lagi, kompetisi yang tidak pernah sepi dengan aksi anarkis. Entah itu berupa aksi adu jotos antarpemain, kerusuhan suporter, atau pemukulan terhadap perangkat pertandingan. Yang tidak kalah buram, jebloknya prestasi Indonesia dipentas sepak bola internasional. Sejak 1992 hingga sekarang, sepak bola Indonesia miskin gelar di arena sepak bola internasional.

"Dengan fakta seperti itu, tentu sepak bola Indonesia tidak semestinya dibiarkan terus-menerus berada dalam situasi suram. PSSI harus melakukan pergantian ketua umum lewat mekanisme munas luar biasa. Kalau perlu, pergantian ini dijadikan momentum melakukan revolusi sepak bola Indonesia," tegas Andi Slamet, pengamat sepak bola asal Surabaya.

"Bagi KONI, kami menyerahkan masalah ini ke internal PSSI. Kita harus beri kesempatan mereka untuk mengambil sikap, apa mau terus dipimpin Pak Nurdin atau tidak," timpal Ketua KONI Rita Soebowo kepada para wartawan kemarin (14/9).

Bagaimana dengan Nurdin sendiri? Apakah dia bersedia mundur atau tetap ngotot duduk di kursi ketua umum PSSI layaknya yang dia jalani sebelumnya? Sayang, Nurdin tidak bisa dikonfirmasi menyangkut masalah tersebut. Meski ketika dihubungi telepon genggamnya aktif, tapi Nurdin enggan mengangkat.

Ketika dihubungi ke ponselnya yang lain, bukan Nurdin yang mengangkat. Melainkan pembantunya. "Maaf, Pak Nurdin sejak salat Jumat tadi (kemarin, Red) belum kembali ke rumah," jawab pembantu Nurdin.

Ethuang
15-09-2007, 05:54 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Exco Masih Pasif


JIKA dari luar mengalir suara-suara untuk dilakukan pergantian ketua umum PSSI, hal sebaliknya justru terjadi di dalam tubuh PSSI. Otoritas sepak bola nasional itu masih pasif dan adem-ayem dengan adanya vonis MA yang menyatakan Nurdin harus menjalani hukuman dua tahun.

"Sampai saat ini, belum ada pemberitahuan resmi dari ketua umum menyangkut masalah ini. Kami baru mengetahui beritanya sepotong-potong. Kami yakin PSSI tetap berjalan seperti biasa. Ini masalah pribadi, bukan masalah organisasi," ujar Mafirion, anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Karena hal itu merupakan masalah pribadi, dia yakin tidak bakal berpengaruh pada fungsi dan kedudukan Nurdin di PSSI. Apalagi, menurut Mafirion, dalam pedoman dasar PSSI tidak disebutkan bahwa putusan hukum di luar PSSI bisa memengaruhi tugas dan jabatan Nurdin di PSSI.

Bukan hanya Mafirion yang menunjukkan sikap pasif dan menunggu. Anggota Exco yang lain bertindak sama. Sikap Haruna Soemitro yang tercatat sebagai salah seorang anggota baru Exco contohnya.

Pria yang juga ketua Pengda PSSI Jatim itu belum bisa menentukkan langkah menyikapi masalah Nurdin. "Senin, saya baru bisa memberi keterangan. Kebetulan Senin besok kan ada rapat," tutur Haruna.

Sikap lebih pasif ditunjukkan Ferry Paulus. Anggota Exco yang baru dilantik akhir Agustus lalu itu memilih bungkam terkait dengan peristiwa yang menimpa Nurdin tersebut.

Ethuang
15-09-2007, 06:42 AM
Sabtu, 15 Sept 2007,
Gandeng Pihak Swasta


Pertahankan GU, Butuh Rp 7 M
GRESIK - Larangan menggunakan dana APBD oleh pemerintah melalui Peraturan Menteri Dalam Negeri tidak membuat manajemen Gresik United (GU) kehilangan akal mencari sumber pendanaan. Manajemen bakal menggandeng swasta untuk ikut bersama membiayai tim kebanggaan warga Gresik tersebut.

Menyusul perpanjangan kontrak pemain untuk musim depan, setidaknya, GU membutuhkan dana sekitar Rp 7 miliar. Perkiraan itu berdasar dana anggaran APBD 2006/2007 yang dialokasikan untuk GU. Yakni, sebesar 7 miliar. "Di Gresik ini kan banyak perusahaan, masak mereka tidak mau bersama-sama membiayai tim kebanggaan warga Gresik ini," kata Manajer GU Ali Mukhid kemarin (14/9).

Tekad tersebut muncul seiring berkembangnya isu yang menyatakan bahwa tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu masuk Divisi Utama Ligina musim depan. Namun, mengenai kepastian GU masuk ke Divisi utama masih menunggu keputusan PSSI lebih lanjut. "Bulan depan akan diumumkan keputusan itu," ujarnya.

Untuk itu, kata Ali, pihaknya akan lebih serius mencari alternatif pembiayaan untuk musim depan. "Kami akan persiapkan segalanya. Termasuk, dana yang dibutuhkan nanti," tegasnya.

Keinginan manajemen mempertahankan eksistensi tim asal Kota Pudak tersebut memang cukup tinggi. Pasalnya, Gresik yang dikenal sebagai pusatnya perkembangan olahraga sepak bola sudah mendarah daging. Sehingga, diperlukan pengorbanan yang tidak sedikit untuk mengembalikan pamor itu.

"Kita tahu sendiri bahwa penggemar bola di Gresik ini cukup banyak. GU sebagai ikon bola di Gresik harus dipertahankan," ungkapnya.

"Persoalannya sekarang, kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami butuh kerja bareng pihak-pihak yang peduli pada persepakbolaan di Gresik," imbuhnya.

Lalu kerja sama seperti apa yang ditawarkan manajemen GU? Secara teknis, kami belum merancang hal itu, paling tidak sebagai sponsor-lah," jawabnya.

Ethuang
16-09-2007, 07:32 AM
Minggu, 16 Sept 2007,
Pincang di Laga Perdana


KEDIRI - Daniel Roekito tak tenang di masa libur kompetisi. Pelatih Persik Kediri tersebut harus memutar otak guna mencari pengganti dua pilar, Aris Indarto dan Danilo Fernando, yang bakal absen saat menantang tuan rumah Persita Tangerang pada 17 Oktober mendatang. Duel berat itu merupakan penampilan perdana Macan Putih -julukan Persik- setelah menjalani libur Ramadan.

Aris dan Danilo tidak bisa dimainkan karena akumulasi kartu kuning. Tanpa kehadiran kedua pemain itu, praktis kekuatan Persik tereduksi. Khususnya, di lini belakang yang ditinggal Aris. Padahal, lawan yang mereka hadapi adalah Persita, satu-satunya klub yang mengalahkan Persik di kandang saat putaran I lalu. Giliran menjamu Persik, tentu saja Persita merupakan lawan yang tidak bisa dipandang enteng.

Daniel mengakui, akumulasi kartu kuning yang diterima dua pemainnya tersebut memang menyulitkan. Namun, hal itu tidak bisa dihindari sebagai satu konsekuensi dalam kompetisi. Apalagi, seketat dan sekeras seperti Ligina XIII ini. Solusinya? "Kami akan optimalkan pemain yang ada," terangnya.

Untuk posisi libero yang ditinggal Aris, Daniel justru mengaku tidak terlalu dipusingkan. Menurut dia, di Persik masih ada Zaenuri yang bisa diplot sebagai poros halang. Sedangkan, dua stopper akan dipercayakan pada Fallah Johnson dan Pieter Lipede.

Posisi gelandang serang yang ditinggalkan Danilo akan bisa ditempati oleh Bertha Yuana Putra. Selama ini, Bertha merupakan spesialis pemain pengganti. "Saya rasa, kekuatan kami tidak akan berkurang jauh," ujar Daniel.

Untuk latihan rutin yang akan dimulai 24 September, Daniel mengatakan akan menggenjot anak asuhnya sekali sehari. Rencananya, latihan akan dilaksanakan setiap hari.

"Kami akan padukan antara teknik dan fisik dalam setiap latihan. Dua hal itu tidak bisa dipisahkan dalam sepak bola," pungkasnya.

Ethuang
16-09-2007, 07:32 AM
Minggu, 16 Sept 2007,
Tak Ganggu Kinerja Organisasi


Nurdin Tetap Pede Pimpin PSSI
JAKARTA - Kepercayaan diri Nurdin Halid kembali menyeruak. Permasalahan hukum yang mendera Nurdin tidak akan mengganggu kinerja organisasi PSSI yang dipimpinnya.

Dia menegaskan, organisasi PSSI akan berjalan seperti biasa dan tidak akan goyah sebagaimana dikhawatirkan banyak pihak. "PSSI sekarang sudah semakin solid sehingga (permasalahan) yang dialami orang per orang tidak akan mengganggu jalannya organisasi," tegas Nurdin seperti dikemukakan kepada situs resmi PSSI, pssi-football, dan dikutip dari situs Bidang Media PSSI kemarin.

Menyikapi kasus yang dialami sekarang ini, Nurdin mengatakan bahwa hal itu tidak ada yang hubungan dengan PSSI. "Ini tidak ada kaitannya sama sekali dengan PSSI," sanggahnya.

Terkait dengan jalannya organisasi pasca ketidakhadirannya secara fisik nanti, Nurdin menyebutkan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan anggota komite eksekutif (Exco) dan juga Sekjen PSSI Nugraha Besoes. "Saya sudah berbicara dengan seluruh anggota Exco dan Sekjen. Tidak ada masalah dengan mereka. Exco tetap kompak dan bersama-sama Sekjen siap melaksanakan roda organisasi PSSI seperti biasa. Jadi, tidak perlu ada yang dikhawatirkan," jelasnya.

Sebelumnya, Exco PSSI juga menyatakan, jalannnya organisasi sepak bola Indonesia tidak akan terganggu keputusan kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor 1384K/Pid/2005 bahwa Nurdin bersalah atas kasus distribusi ilegal minyak goreng sewaktu menjabat ketua umum Koperasi Distribusi Indonesia (KDI).

"Saya tegaskan, PSSI akan tetap berjalan seperti biasa," ujar Andi Darussalam Tabusalla, anggota Exco yang juga ketua Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Sebelumnya, pengamat sepak bola nasional yang juga mantan pengurus PSSI Eddi Elison mengharapkan, untuk memperbaiki sepak bola Indonesia di mata dunia, otoritas tertinggi sepak bola di Indonesia itu harus dipimpin orang yang baik. Sebab, bagaimanapun, PSSI merupakan bagian dari citra bangsa di mata dunia.

Ethuang
16-09-2007, 07:33 AM
Minggu, 16 Sept 2007,
Siaran Langsung Turunkan Produktivitas Gol


SIDOARJO - Sudah sepuluh pertandingan yang dilakoni Delta Putra Sidoarjo (Deltras) di Putaran II Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII sebelum jeda Ramadan. Hanya dua kali tim asal Kota Udang itu gagal mengemas poin.

Hasil yang cukup positif bagi tim yang selama tiga musim terakhir selalu terseok-seok di papan bawah klasemen. Namun, itu bukan berarti tidak ada kekurangan dalam tubuh klub berjuluk The Lobster tersebut.

Belum padunya duet utama di lini depan, yakni Sasa Branesac-Hilton Moreira, menjadi salah satu kekurangan yang mendasar dalam tubuh Deltras. Hal itu berakibat pada menurunnya produktifitas gol Deltras dibandingkan dengan putaran pertama I.

Pada putaran I, hingga laga kesepuluh, Claudio Pronetto dkk sudah mengemas 15 gol. Sedangkan, pada putaran II ini, para punggawa Deltras baru menyarangkan sepuluh gol ke gawang lawan-lawannya.

"Tim lain sudah tahu banyak dengan pola permainan kami. Apalagi, dalam waktu terakhir, pertandingan Deltras selalu disiarkan secara langsung televisi," kilah Jaya Hartono, pelatih Deltras.

Menurut dia, kondisi tersebut berbeda dengan pada putaran I. Saat itu, tim lain sama sekali masih buta dengan kekuatan Deltras, terutama legiun asingnya. Selain itu, calon lawan Deltras tidak terlalu mewaspadai The Lobster.

Alasan tersebut bisa saja benar. Tapi, bukan hanya itu penyebab sulitnya Deltras mendobrak barisan belakang lawan dan mencetak pundi-pundi gol. Problemnya terletak pada kurang padunya duet Sasa-Hilton dan menurunnya performa Sasa.

Setelah rekan senegaranya, Zoran Vuksanovic, dicoret dari skuad Deltras di akhir putaran I lalu, performa Sasa terus menurun. Selain itu, pemain yang pernah memperkuat klub Malaysia, Selangor MPBJ, tersebut mudah tersulut emosinya di lapangan.

Untung, Sasa sempat mencetak dua gol sepanjang putaran II ini. Kalau tidak, posisinya sebagai pemain utama bakal terancam dan digantikan penyerang Deltras lainnya.

"Kami harap, dia (Sasa) terus meningkatkan kualitasnya. Sebagai penyerang asing, dia harus bisa buktikan kapasitasnya lebih dari yang sudah ditunjukkan," papar Manajer Deltras Saiful Ilah setelah laga tandang Deltras melawan Persekabpas pekan lalu.

Selain Sasa dan Hilton, Deltras masih memiliki dua penyerang lokal. Mereka adalah Airlangga Sucipto dan Rully Padengke. Untuk Rully, karena masih baru dan kesempatan yang ada sangat minim, membuat dia belum bisa unjuk gigi.

Sedangkan, untuk Airlangga, terlepas dari masih satu gol yang baru dicetaknya, duetnya di lini depan bersama Hilton cukup padu. Penampilannya lebih ngotot dibandingkan dengan Sasa.

"Wajar, Angga (Airlangga) dan Hilton lebih padu. Mereka musim lalu sudah pernah main bersama," papar Jaya.

Ethuang
16-09-2007, 08:05 AM
Minggu, 16 Sept 2007,
Arema Paling Minim Kebobolan


MALANG - Kesalahan yang dibuat barisan belakang dalam beberapa kali pertandingan tidak membuat pelatih dan manajemen Arema risau berlebihan. Mereka masih percaya pada kemampuan Bruno Coutou dan kawan-kawan dalam menjaga lini pertahanan Arema dari gempuran-gempuran lawan pada sepuluh sisa pertandingan putaran kedua. Termasuk, saat memasuki babak delapan besar nanti (bila Arema berhasil masuk empat besar Wilayah Timur).

Kepercayaan kepada pemain belakang itu disebabkan lini pertahanan Arema masih menjadi yang terkuat di Wilayah Timur. Indikasinya, jika dibandingkan dengan klub lain di Wilayah Timur, gol yang bersarang ke gawang Arema paling sedikit. Di antara 24 pertandingan yang telah dilakoninya, Arema baru kebobolan 19 gol. Catatan kemasukan Arema itu sama dengan Persiter Ternate. "Saya kira, pemain belakang Arema sudah tampil maksimal. Saya percaya pada kemampuan mereka," kata Satrija Budi Wibawa, manajer tim Arema.

Ethuang
16-09-2007, 08:06 AM
Minggu, 16 Sept 2007,
Persija Fokus Garap Teknis


JAKARTA - Nangkring di posisi kedua Wilayah Barat Kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII tidak membuat Persija berleha-leha. Selama libur kompetisi Ramadan, tim berjuluk Macan Kemayoran itu akan mematangkan teknis permainan tim. "Salah satunya, kami sedang berencana mempersiapkan program uji coba saat libur kompetisi, minimal satu atau dua pertandingan," kata Asisten Pelatih Persija Isman Jasulmei kepada Indo Pos kemarin (15/9).

Selain untuk menjaga koordinasi antarlini, program uji coba itu dilakukan untuk menciptakan kerja sama tim yang ciamik. Persija rencananya kembali "masuk bengkel" di Lapangan Ragunan, Jakarta, pada 24 September nanti.

Menurut Isman, jajaran pelatih tetap mempersiapkan para punggawa Persija dalam hal teknis. Jawara Liga Indonesia VII itu harus terus diberi menu maintenance kebugaran pemain.

Ethuang
16-09-2007, 08:07 AM
Minggu, 16 Sept 2007,
Stadion Layak, PSS Ngotot Superliga


SLEMAN - Kubu PSS boleh bernapas lega. Kendati masih harus menjalani syarat merebut peringkat kesembilan kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII, satu syarat menembus Superliga sudah terpenuhi.

Stadion Maguwoharjo yang selama ini menjadi home base skuad Super Elang Jawa dinyatakan layak untuk mengadakan pertandingan di ajang Superliga. Terlebih, pengelola terus menyempurnakan stadion tersebut.

Stadion milik Pemkab Sleman itu dinyatakan layak oleh PSSI bersama lima stadion lain di Indonesia. Stadion lainnya adalah Stadion Manahan (kandang Persis), Stadion Jalak Harupat Bandung, Gelora Delta Sidoarjo (Deltras), Stadion Mulawarman Bontang (PKT), dan Stadion Jakabaring Palembang (Sriwijaya FC).

"Stadion Maguwoharjo hanya kurang lampu penerang. Itu pun sebenarnya tengah dalam penyempurnaan pembangunan stadion," ujar Manajer Tim PSS Hendricus "Mbah Mul" Mulyono.

Lolos dari verifikasi stadion, beban PSS untuk menembus Superliga makin ringan. Setidaknya, manajemen tinggal fokus mencapai target menduduki posisi kesembilan klasemen Wilayah Barat yang merupakan syarat tim yang otomatis lolos ke Superliga. "Saat ini kami tinggal fokus pada target poin untuk meraih posisi klasemen untuk lolos Superliga. Itu saja," ujar Mbah Mul.

Ethuang
17-09-2007, 07:47 AM
Senin, 17 Sept 2007,
Nurdin Harus Legawa Mundur


Exco Dituntut Bersikap Realistis
JAKARTA - Hanya keledai yang dua kali terperosok ke dalam lubang yang sama. PSSI jelas bukan keledai yang akan mengulangi kesalahan sama. Karena itu, otoritas sepak bola nasional tersebut wajib berbenah. Arah perubahan tentu saja dimulai dengan mengganti sosok ketua umum.

Keberadaan Nurdin Halid di kursi ketua umum saat ini tidak layak lagi dipertahankan. Itu menyusul kembali dijebloskannya Nurdin ke penjara akibat kasus korupsi. Memang, saat pertama dibui dua tahun silam, Nurdin bisa dengan tegar memegang tongkat ketua umum. Tapi, kala itu prestasi sepak bola Indonesia stagnan.

Tak secuil pun prestasi yang bisa dibanggakan atas kepemimpinan Nurdin dari balik terali besi. Waktu itu, justru yang ada adalah keputusan kontroversial dari sosok Nurdin. Nah, untuk menghindarkan sepak bola Indonesia dari laju stagnasi, Nurdin harus diganti. Jalan untuk itu tentu dengan melakukan musyawarah nasional luar biasa (munaslub).

"Sejak dulu, kami tidak berpegang pada sosok satu figur. Karena itu, kami menyerahkan sepenuhnya pada Exco (executive comitte/komite eksekutif, Red) untuk mengambil kebijakan. Jadi, saya rasa tidak perlu munaslub," ujar Johan Lin Eng, Sekum Pengda PSSI Jateng, kemarin (16/9).

"Tidak perlu munaslub atau mengganti ketua umum. Semuanya masih bisa diselesaikan dalam raparnas (rapat paripurna nasional). Apalagi di PSSI masih ada Exco," sambung Hardi Ma’sud, ketua harian Pengda PSSI Jabar.

Menggantungkan pada Exco, sepertinya, bukan sikap yang tepat. Exco saat ini masih terkesan sebagai boneka yang berada dalam kendali Nurdin. Selama ini, sebagian besar langkah mereka sebatas anggukan dari sikap yang diambil Nurdin. "PSSI sudah kebanyakan KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme). Karena itu, di PSSI sudah harus dilakukan perubahan. Nurdin Halid juga harus legawa untuk segera mundur. Dia jangan terlalu memaksakan diri mengurusi PSSI di tengah masalah besar yang harus dihadapi di luar PSSI," seru Sahrianto Tarigan, Sekum Persitara Jakarta Utara.

"Exco juga harus bersikap realistis. Jangan bersikap menunggu. Mereka jangan terlalu mengagungkan bahwa kepemimpinan PSSI bisa dijalankan dari balik terali besi," lanjutnya.

Ethuang
17-09-2007, 07:49 AM
Senin, 17 Sept 2007,
Deltras
Lemah Duel Bola Atas


SIDOARJO - Berada di papan atas Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII Wilayah Timur tak membuat kubu Deltras terlena. Mereka harus membenahi kelemahan yang ada sebelum tampil laga pada putaran II yang dihentikan selama sebulan lebih karena memasuki Ramadan.

Salah satu hal pokok yang harus dipoles Jaya Hartono, arsitek Deltras, ada di lini belakang. Itu disebabkan tim asuhannya sangat lemah dalam duel bola-bola atas.

Akibatnya, ketika lawan memainkan bola-bola atas, barisan belakang Deltras kelabakan. Satu-satunya pemain belakang Deltras yang piawai bola atas hanyalah stopper asal Paraguay, Christian Rene Martinez.

Tanpa kehadiran pemain kelahiran 16 Mei 1978 tersebut, barisan belakang Deltras benar-benar keteteran. Pemain Deltras lainnya kurang piawai dalam duel bola atas.

Itu terjadi saat tim berjuluk The Lobster itu menantang Persekabpas Pasuruan di Stadion R. Soedrasono, Pogar, Bangil, pekan lalu. Hampir sepanjang pertandingan, pertarungan bola atas selalu dimenangkan pemain lawan. Untunglah, beberapa peluang emas yang dimiliki Persekabpas tidak mampu dimaksimalkan dengan baik oleh para tukang gedornya.

"Kami memang sering keteteran bola atas. Apalagi, kalau Chris (Christian Martinez) tidak bisa dimainkan," papar Jaya, pelatih Deltras.

Sepanjang putaran II ini, gawang tim asal Kota Udang itu kebobolan delapan gol dari sepuluh laga. Gol terbanyak dalam satu pertandingan adalah saat ditaklukkan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Kab Malang. Yakni, tiga gol tanpa balas.

Kalau dilihat dari jumlah gol yang bersarang di gawang Deltras, bisa dikatakan, barisan belakang tim pujaan Deltamanis itu cukup rapat. Terlepas dari jumlah kebobolan tersebut, masih banyak kelemahan yang harus ditutupi.

Karena itu, liburan puasa ini harus dimaksimalkan dengan baik oleh Jaya. Tidak mudah merealisasikan ambisi untuk lolos ke Babak Delapan Besar Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII dengan masih menyimpan banyak kelemahan.

"Kami tetap latihan pada Ramadan. Sebab, kami tidak ingin, target yang sudah dipatok meleset. Selain itu, kalau libur terlalu lama, pemain akan kehilangan sentuhan bola," tutur Jaya.

Apalagi, Claudio Pronetto dkk hanya menyisakan tujuh laga di putaran II. Itu terdiri atas empat laga kandang dan tiga laga tandang. Sedangkan, sejumlah pesaing terdekatnya di Wilayah Timur masih menyisakan delapan hingga sepuluh laga.

Untuk menembus Babak Delapan Besar Divisi Utama, The Lobster harus mampu memaksimalkan setiap poin di laga sisa. Terutama, di partai kandang. Di tandang, Deltras punya peluang mencuri poin di dua laga. Yakni, ketika melawan Perseman Manokwari dan PSIM Jogjakarta. Satu laga sisa lainnya sulit diharapkan karena menantang tim kuat PSM Makassar.

Ethuang
17-09-2007, 08:08 AM
Senin, 17 Sept 2007,
Pertahankan 10 Persen Pemain


GRESIK - Berapa pemain Gresik United (GU) yang bakal dipertahankan untuk musim depan mulai terkuak. Setidaknya, kali ini dari Manajer Bidang Teknik Syafiqi Mughi Zein. Yakni, pemain yang akan dipertahankan sekitar 10 persen.

Persentase pemain yang dipertahankan itu berdasar pertimbangan analisis teknis masing-masing pemain. "Kalau dari teknik permainan yang ditunjukkan selama musim ini, saya kira hampir 90 persen pemain bakal tercoret dari skuad GU," tegasnya.

Perombakan pemain tersebut dipicu adanya anggapan bahwa GU musim depan akan berlaga di Divisi Utama Ligina. Karena itu, tim asal Kota Pudak tersebut harus menyesuaikan mutu pemain. Selain itu, penampilan buruk pemain dalam beberapa partai musim ini turut menjadi faktor perombakan.

Meski demikian, pihaknya tidak berencana membubarkan tim lebih dini. Tim yang masih duduk di Divisi I tersebut dihinggapi kebimbangan atas keputusan perpanjangan kontrak pemain. Mereka menunggu kepastian format kompetisi musim depan. "Kami masih menunggu keputusan BLI nanti bagaimana," ujarnya.

Kegagalan anak asuh Sanusi Rachman tersebut bercokol di posisi dua besar Grup III musim ini harus dibayar mahal. Pemain yang tidak menunjukkan performa terbaik harus siap-siap angkat koper. Bukan hanya pemain asing yang terancam terdepak dari skuad GU, pemain lokal pun harus siap. "Kami hanya akan mempertahankan pemain pilar di masing-masing lini," tegasnya.

Hingga kini, manajemen masih mempertahankan 27 pemain. "Kami masih ingin melihat teknik permainan mereka di Piala Gubernur nanti. Kalau mereka bermain bagus, ya kami harus adil dong," ujarnya.

Meski masih diberi kesempatan hingga Desember mendatang, belum tentu semua pemain bakal berbaju GU musim depan. "Di Piala Gubernur nanti kan juga ada tim pemandu bakat dari tim lain. Bukannya dicoret dari GU, tapi mereka justru berpindah ke tim lain. Itu lain lagi," ungkapnya.

Manajemen berjanji menilai secara adil sesuai pengalaman musim lalu. Satu hal yang menjadi pertimbangan adalah postur pemain. "Saya melihat postur pemain sangat menentukan hasil dari duel pemain saat perebutan bola," katanya.

Ethuang
18-09-2007, 08:20 AM
Selasa, 18 Sept 2007,
Salat Sambil Duduk, Puasa Tetap Jalan


BEGINILAH susahnya pemain kalau tengah didera cedera. Bukan hanya tak bisa tampil di lapangan, untuk sekadar menjalankan rutinitas keseharian pun tak gampang.

Aris Budi Prasetyo contohnya. Gara-gara lutut kirinya bermasalah, bek Persik Kediri itu sampai kesulitan tiap kali menunaikan salat. Solusinya, pemain terbaik Copa Indonesia musim lalu itu terpaksa harus beribadah sembari duduk.

Cara itu terpaksa dilakukan untuk meminimalisasi pergerakan lututnya. Sebab, usai menjalani operasi, dia memang tidak boleh terlalu banyak menggerakkan lutut. Padahal, gerakan-gerakan salat banyak melibatkan lutut.

"Dokter menyarankan saya untuk tidak sering menekuk lutut kiri," papar pemain asal Pasuruan itu ketika dihubungi Radar Kediri (Grup Jawa Pos) kemarin.

Beruntung, meski harus minum obat agar cederanya cepat sembuh, mantan pemain Arema Malang ini masih bisa menunaikan ibadah puasa. Dan hingga hari keempat puasa kemarin, Aris mengaku puasanya belum "bolong."

"Saya diwajibkan minum obat dua kali sehari. Jadi, saya siasati dengan meminumnya pas sahur dan buka," katanya.

Di balik bencana cedera ini, Aris mengaku masih bisa memetik hikmah. Antara lain, dia bisa lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga. Saat ini, pemain yang turut mengantarkan Petrokimia Putra ke tangga juara Liga Indonesia 2002 itu memang tengah berada di Pasuruan.

"Saya akan memanfaatkan betul masa-masa istirahat akibat cedera ini untuk beribadah, terutama di bulan puasa ini. Baik itu ibadah wajib maupun sunah," katanya.

Tapi tetap ada satu ibadah yang tidak bisa dia jalankan. Rencana umrahnya gagal terlaksana karena kondisi lutut kirinya tadi. "Dokter belum mengizinkan saya bepergian jauh-jauh," ujar Aris yang telah menunaikan ibadah **** itu.

Untuk proses penyembuhan cederanya, pemain yang juga pernah membela PKT Bontang itu terus melakukan check up di Jakarta. "Doakan saja saya bisa cepat sembuh sehingga bisa main lagi," pintanya.

Ethuang
18-09-2007, 08:21 AM
Selasa, 18 Sept 2007,
Menpora Siap Turun Tangan


UNTUK sementara, pemerintah tak akan mencampuri urusan internal PSSI ketika ketua umumnya, Nurdin Halid, harus masuk bui lagi. Seluruh urusan penggantian ketua atau tidak diserahkan kepada pengurus PSSI sendiri.

Namun, menpora yang mewakili pemerintah siap turun tangan jika PSSI ternyata gagal menghindar dari krisis akibat hukuman yang menimpa Nurdin. "Pemerintah tidak bisa memaksakan. Pemerintah, sifatnya memfasilitasi serta membuat kebijakan dan regulasi," ujar Menpora Adhyaksa Dault kepada wartawan di ruang kerjanya kemarin (17/9).

Sebagai tangan pemerintah, dia menekankan, jika ada pergantian, itu harus tulus bertujuan untuk memajukan sepak bola Indonesia. Momen divonisnya Nurdin jangan hanya dijadikan kesempatan untuk berebut kekuasaan di induk organisasi sepak bola nasional tersebut.

"Menghargai orang gitu lah. Saya sedih, begitu Pak Nurdin (vonis MA, Red) keluar, semua orang bicara. Mari kita ciptakan budaya yang baik," pintanya.

Menpora membantah membela Nurdin. Yang diinginkan pria dengan kumis khasnya itu hanya, semua pihak mencari solusi yang terbaik untuk PSSI ke depan.

"Kemarin-kemarin, memang saya tidak mau memberikan komentar. Kita harus juga berpikir, kalau diganti bagaimana, kalau tidak diganti bagaimana. PSSI selamat tidak. Kalau persoalan hukum, itu pribadi Pak Nurdin. PSSI kan kolektif," imbuh bapak dua anak tersebut.

Karena itu, dia tidak mau mengatakan harus diganti atau tidak. Semua itu diserahkan kepada mekanisme di PSSI. "Kalau tidak selesai kemudian timbul hal-hal yang merugikan jalannya timnas, pemerintah baru turun. Ini belum apa-apa, Nurdin harus diganti. Kritiklah dengan cinta," ujarnya.

Pemerintah, lanjut dia, menurut statuta FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional) tidak bisa mencampuri lembaga sepak bola negara masing-masing. Konkretnya, pemerintah saat ini menjajaki dan melihat serta memberikan kesempatan kepada PSSI untuk menyeleseikan masalahnya sendiri.

"Kami baru mengkaji. Saya saja belum bisa menghubungi Nurdin. Mereka (PSSI, Red) saja baru diskusi (rapat, Red)," ujarnya.

"Tapi, kalau nanti masalah ini mengancam kelanggengan timnas atau kelancaran kompetisi, kami akan ikut turun. Tapi, untuk saat ini biarlah internal mereka berpikir dahulu," sambungnya.

Ethuang
18-09-2007, 09:52 AM
Nirwan Bakrie Gantikan Posisi NH


JAKARTA – Kasus yang menimpa Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Nurdin Halid tak membuat Executive Comite (Exco) menggantikan posisi Nurdin. Namun, sementara posisi Nurdin akan digantikan oleh Wakil Ketua Umum Nirwan Dermawan Bakrie.
Hal ini seperti diutarakan oleh Mafirion, yang merupakan salah satu anggota Exco PSSI. Mafrion menuturkan, kalau untuk sementara ini Exco tidak memiliki rencana untuk menggantikan posisi NH –panggilan akrab Nurdin-.
Namun, Exco menuturkan kalau untuk sementara posisi NH akan digantikan oleh Wakil Ketua Umum Nirwan Dermawan Bakrie. Pasalnya, hal itu sudah tertera di Pedoman Dasar (PD) yang disesuaikan dengan statuta FIFA itu.
“Kami belum ada pikiran untuk menggantikan Ketum, karena secara organisasi PSSI tidak ada masalah. Pasalnya, dalam PD sudah tertera jelas kalau Ketua Umum NH berhalangan, maka secara otomatis akan digantikan oleh Wakil Ketua Umum Nirwan Dermawan Bakrie,” tegas Mafirion yang juga menjabat sebagai Ketua Media dan Humas PSSI itu kepada wartawan di Kantor PSSI.
Ketika ditanya mengenai keberadaan NH, Mafrion menjelaskan kalau dia tidak terlalu tahu dimana posisi pria asal Makasar itu.
“Saya hubungi dia lewat hubungan telepon kemarin dan beliau mengatakan dia ada di luar kota, cuma tak memberitahukan dimana letaknya,” tukasnya.
Seperti diketahui, NH kini menjadi buronan Kejaksaan. Pasalnya, Kamis kemarin dia divonis selama dua tahun karena kasus Minyak Goreng.

Ethuang
18-09-2007, 09:53 AM
Mafirion: Kasus NH Tak Merusak Citra PSSI


JAKARTA – Kasus yang menimpa Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Nurdin Halid tak merusak citra PSSI itu sendiri. Hal ini seperti diutarakan oleh Mafirion selaku anggota Executive Committee (Exco) PSSI.
Menurut Mafrion, kasus yang menimpa NH –sapaan akrab Nurdin- tak mempengaruhi citra PSSI. Meskipun, saat ini NH masih menjabat sebagai Ketua Umum (Ketum) PSSI.
“Kasus yang menimpa Pak Nurdin tak merusak citra PSSI. Pasalnya, kasus itu terjadi saat beliau sebagai pebisnis bukan sebagai saat dia menjabat sebagai Ketum PSSI,” papar Mafirion kepada wartawan di Kantor PSSI.
“Semuanya masih berjalan dengan baik, semua badan seperti BTN, BLI dll masih melaksanakan program – programnya seperti biasa. BTN bahkan memiliki banyak agenda seperti mempersiapkan timnas U-16 ke Gresik, Timnas U-23 ke Argentina maupun proses seleksi Timnas U-19, dan semuanya tidak ada yang terganggu “ jelasnya.
Mafirion menambahkan bahwa wacana yang berkembang di media massa tentang tuntutan mundur Ketum PSSI adalah sangat tidak relevan.
Menurutnya, Wakil Ketua umum PSSI Nirwan D Bakrie secara otomatis akan menjalankan tugas yang sementara tidak dapat dijalankan Nurdin Halid.
“Di dalam Pedoman Dasar PSSI pasal 29 ayat 6 sudah jelas tertera bahwa Wakil Ketua Umum PSSI akan menggantikan tugas Ketua Umum jika berhalangan. Jadi, kenapa Ketua Umum harus diganti ?, “ ungkap mantan Ketua Pengda PSSI Riau tersebut.
“Pak Nirwan sudah mengatakan siap untuk melaksanakan tugas yang harus diembannya jika memang keadaan menuntut demikian,” lanjut Mafirion.

Ethuang
18-09-2007, 09:54 AM
Puasa Persiter Tetap Latihan


TERNATE- Ibadah puasa tidak menyurutkan langkah Persiter Ternate untuk melakukan latihan. Itu dilakukan pelatih tim Jackesn F. Tiago untuk menghadapi musuh-musuh berat timnya usai libur puasa.
Jacksen tidak ingin berjudi dengan membari waktu libur yang lama bagi pemainnya. Pembenahan tim dilakukan arsitek Brasil itu terutama di lini depan yang selama ini menjadi problem utama Persiter.

Belum padunya legion asing yang didatangkan pada paruh musim memang menjadi pekerjaa rumah sendiri buat Jacksen. Penampilan Emerson Boccardo, Vitor Andesen, dan Fabiano Santos memang masih jauh dai yang diharapkan.

Pada sesi latihan ramadhan ini Persiter tampil tanpa Fandy Mochtar yang dipanggil TC Timnas PSSI U-23 dan Timotius Mote yang masih berlibur di Papua. Kemungkinan besar kiper nomor dua Persiter itu baru akan bergabung dengan timnya besok, Selasa (18/9/2007) dikarenakan sulitnya transportasi dari Papua ke Ternate.

Usai lebaran Persiter akan berharapan dengan dua wakil Kalimantan: PKT, dan Persiba. Setelah itu tim ini akan melakoni laga tandang melawan Deltras Sidoarjo, dan PSIM Yogyakarta.

Persiter masih bercokol di posisi tujuh klasemen sementara Grup 2. Posisi ini dianggap sebagai posisi yang cukup riskan mengingat target yang dibebani pengurus adalah lolos ke Super liga alias minimal pada posisi sembilan di klasemen akhir musim.

Ethuang
18-09-2007, 09:36 PM
Selasa, 18/09/2007
PSS Sleman
Keltjes Pelototi Finishing dan Team Work


SLEMAN – Arsitek PSS Sleman, Rudy William Keltjes mengatakan, libur kompetisi selama bulan Ramadhan, akan dimanfaatkannya untuk mempertajam lini depan yang selama ini memang masih tumpul.
"Dilihat dari jumlah peluang yang ada, seharusnya yang menjadi gol bisa mencapai 50 persen ke atas. Tapi karena finishing anak-anak masih lemah, peluang yang berhasil dimanfaatkan hanya di bawah 50 persen. Jadi masih harus ditingkatkan lagi," jelas Keltjes.
Namun, latihan yang berlangsung hingga Selasa sore, empat dari lima legiun asing PSS Sleman belum juga bergabung. Hanya Gaston Castano yang sudah menampakkan batang hidungnya sejak latihan perdana pascalibur awal Ramadhan, Senin (17/9) lalu.
Sedangkan empat pemain asing lainnya George Oyedepo, Souleymane, Niane Mamadou, dan Anderson da Silva di-deadline harus sudah bergabung, Kamis (20/9) mendatang.
Catatan khusus diberikan kepada bomber Elang Jawa –julukan PSS-, Gaston Castano. Keltjes mengaku, bakal memberikan pelatihan khusus bagi striker asal Argentina itu.
Karena, sepanjang putaran II ini, Castano baru menyumbang sebiji gol bagi PSS. Dibanding bomber PSS lainnya, Niane Mamadou yang sudah mengoleksi 3 gol, Castano termasuk kurang produktif.
"Saya sudah temukan komposisi pemain yang tepat. Tinggal sekarang, saya akan memberikan porsi lebih bagi Castano. Sebagai tandem Mamadou di depan, kontribusi Castano masih sangat kurang. Sering kali Mamadou mencari bola sendiri dan menyelesaikannya sendiri. Seperti ini kan harusnya tidak perlu terjadi kalau Castano bisa lebih aktif," tegasnya.
Team work menurut Keltjes juga masih perlu pembenahan lagi. Dukungan second line kepada lini depan dirasa pelatih blasteran Belanda-Madura ini masih sangat jauh dari memuaskan.
"Untung masih ada Souleymane. Sebagai seorang playmaker, dia juga sering naik untuk membantu serangan. Sayangnya, hal ini tidak diikuti pemain lainnya. Ini yang masih jadi titik lemah kami. Saat membangun serangan, saya lihat anak-anak masih kurang percaya diri. Kalau sudah begini, permainan pasti tidak akan berkembang," jelas Keltjes.

Ethuang
18-09-2007, 09:37 PM
Selasa, 18/09/2007
Persijap Yakin Dapat Keringanan


JEPARA – Manajemen Persijap Jepara yakin kalau mereka mendapat keringanan atas sanksi berupa partai usiran tanpa penonton yang dijatuhkan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Sanksi itu mulai berlaku saat Persijap menjamu Arema Malang (18/10/2007) mendatang.
Menurut Manajer Persijap, Edi Sudjatmiko mengaku belum menerima hasil banding terkait sanksi tersebut. Namun, Edi tetap optimis Komisi Banding (Komding) bakal memberikan keringanan terhadap sanksi hukuman yang dijatuhkan Komdis terhadap Kasiadi dkk.
Keyakinan tersebut bukan tanpa alasan, menurut Edi, keyakinan tersebut berdasar kasus-kasus yang telah menimpa tim lain selama ini.
"Melihat kadar pelanggarannya, seharusnya Komdis menjatuhkan sanksi yang lebih ringan bagi Persijap. Jika dibanding kasus-kasus serupa yang selama ini terjadi. Kami hanya berharap, Komding bisa berbuat adil terhadap kami. Kalau tim lain yang pelanggarannya lebih berat saja bisa mendapatkan keringanan. Seharusnya kami juga bisa mendapat keringanan," ujar Edi.
Edi juga berharap, bisa segera mengetahui hasil keputusan banding yang mereka ajukan. Jika dalam pekan ini belum ada keputusan, pihaknya bakal berupaya proaktif dengan berusaha menanyakannya ke Jakarta. Sebab, masalah ini sangat memengaruhi persiapan Persijap menghadapi laga selanjutnya.
"Untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi, yaitu banding yang kami ajukan ditolak. Karena dengan begitu, kami bisa lebih mempersiapkan segala sesuatunya dengan lebih baik. Misalkan mentok, mungkin kami akan gunakan Purwodadi atau di Stadion Akmil Magelang sebagai alternatif pilihan," pungkas Edi.

Ethuang
19-09-2007, 07:57 AM
Rabu, 19 Sept 2007,
PSM
Radoy Pegang Kendali


MAKASSAR - Radoy Hristov Minkovski tak perlu lama menunggu kepastian. Pria asal Bulgaria tersebut hanya butuh seminggu untuk bisa dipercaya menangani PSM Makassar.

Itu terjadi setelah pengelola PSM mengikat Radoy selaku pelatih kepala. Dengan demikian, berakhir pula tugas arsitek Pasukan Ramang -julukan PSM- Syamsudin Umar selama di Ligina XIII.

Kemarin (18/9), Wakil Manajer Tim PSM Ishlah Idrus menyatakan, setelah menyelenggarakan pertemuan tertutup di Kantor Wali Kota dengan Ketua Umum Ilham Arif Sirajuddin dan Radoy, disimpulkan bahwa pelatih berusia 53 tahun tersebut didaulat selaku pelatih kepala PSM dengan otoritas penuh. Namun, teken kontrak baru dilakukan setelah Ilham pulang menunaikan umrah atau 29 September mendatang.

"Radoy mengaku sanggup memimpin PSM seorang diri. Sebenarnya, kami ingin langsung menyodorkan kontrak setelah pertemuan tersebut. Namun, dia memilih tak mau buru-buru," ungkap Ishlah.

Radoy akan diikat kontrak hingga akhir musim Ligina XIII, yakni Desember 2007. Jika prestasi PSM dianggap berhasil, dia berpeluang diberi kesempatan menangani tim di musim berikutnya. Syam -sapaan karib Syamsudin- akan kembali menjalani tugas utamanya di Timnas Senior proyeksi pra-Piala Dunia (PPD) 2010.

Lalu, apa saja otoritas Radoy? Menurut Ishlah, Radoy memiliki kewenangan membentuk tim berdasarkan seleranya. Termasuk, asisten pelatih yang akan mendampinginya hingga akhir musim. Pengelola juga telah menghapus posisi penasihat teknis. Sebab, mereka menganggap bahwa posisi tersebut bisa dijalankan Radoy sendiri.

"Saya tak butuh penasihat teknis. Sebab, saya sanggup seorang diri menjalankan tugas ini," tegas Radoy.

Kontrak mantan pelatih Timnas Junior Myanmar itu tak jauh berubah dari penawaran awal. Selama empat bulan ke depan, dia dibayar Rp 38 juta per bulan plus fasilitas berupa apartemen dan kendaraan pribadi.

Ethuang
19-09-2007, 07:58 AM
Rabu, 19 Sept 2007,
Persik Kediri
Ancam Tak Lepas Erol-Budi


PEMANGGILAN pemain Timnas PSSI Pra-Piala Dunia 2010 menemui sandungan. Dua pemain Persik Kediri, Erol Iba dan Budi Sudarsono, terancam tak bergabung dengan tim asuhan Syamsudin Umar tersebut.

Alasannya, Persik masih menunggu surat resmi dari PSSI. Bahkan, bila surat itu tak kunjung datang, Persik mengancam tak akan melepas dua pemain itu untuk mengikuti pelatnas yang rencananya dilaksanakan mulai 16 September.

"Sampai hari ini (kemarin, Red), kami belum terima surat resmi ataupun telepon dari PSSI. Jika tidak ada surat resmi, Erol dan Budi tidak akan kami berangkatkan," tegas Sekretaris Persik Barnadi.

Dia mengaku berani melakukan hal itu berdasar mekanisme dan aturan yang sudah ada. Bila sesuai aturan, pemanggilan pemain untuk timnas harus sepengetahuan klub asal.

"Kami sih sebenarnya tak masalah jika dua pemain kami (Erol dan Budi) dipanggil timnas. Sebab, kepentingan bangsa dan negara itu di atas kepentingan pribadi. Tetapi, mekanismenya harus jelas dulu," dalihnya.

Tokoh sepuh Persik tersebut berharap PSSI tidak sewenang-wenang. Otoritas sepak bola Indonesia pun harus memikirkan kepentingan klub. Saat ini, tenaga pemain yang dipanggil itu masih dibutuhkan klub, khususnya menghadapi sisa kompetisi yang persaingannya semakin ketat. Barnadi berharap jadwal pelatnas tidak akan mengganggu persiapan klub dalam melakoni kompetisi. "Saya berharap klub tidak dirugikan dengan adanya pelatnas ini," katanya.

Barnadi juga mengungkapkan bahwa pihak klub saat ini tengah bingung. Ada beberapa informasi baru yang berkembang menyebutkan timnas bakal melakukan uji coba setelah pelatnas berakhir pada 9 Oktober nanti. Bila itu terjadi, kemungkinan Erol dan Budi tidak bisa dimainkan Persik ketika dijamu Persita Tangerang pada 17 Oktober.

Bila kedua pemain tersebut tak bisa dimainkan, kekuatan Persik semakin berkurang karena mereka tak bisa memainkan Aris Indarto dan Danilo Fernando yang terakumulasi kartu kuning serta Aris Budi Prasetyo yang masih dibelit cedera.

Erol, yang dihubungi melalui pesan singkat (SMS), menyebutkan, dirinya saat ini pulang kampung ke tempat istrinya di Bukittinggi, Sumatera Barat. Sebelumnya, dia mengatakan belum mendapat info terkait pemanggilan dirinya ke timnas.

Ethuang
19-09-2007, 07:59 AM
Rabu, 19 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Asah Ketajaman di Uji Coba


SIDOARJO - Lemahnya daya dobrak lini depan Delta Putra Sidoarjo (Deltras) merupakan pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan arsitek Deltras Jaya Hartono. Apalagi, dia hanya punya kesempatan sebulan untuk membenahi tim.

Karena itu, sepanjang Ramadan ini, Deltras tidak hanya menjalani latihan rutin. Tim tersebut juga bakal menjalani serangkaian laga uji coba untuk menguji ketajaman para tukang gedornya. Baik asing maupun lokal. Laga uji coba itu akan dilaksanakan malam hari.

Sepanjang Ramadan, rencananya, ada tiga uji coba yang akan dilakoni Claudio Pronetto dkk. Antara lain, dua laga melawan tim amatir yang levelnya di bawah Deltras. Satu uji coba lagi melawan tim selevel atau setingkat di bawah.

"Dengan tim yang levelnya di bawah, uji coba tersebut bertujuan menguji ketajaman para penyerang. Kalau dengan tim selevel, itu dilakukan untuk menguji kerja sama tim," papar Asfijak, asisten manajer Deltras, kemarin (18/9).

Untuk tim selevel, menurut dia, saat ini, manajemen Deltras sedang mempertimbangkan tawaran Persema Malang, klub Divisi Utama yang tergabung di Wilayah Barat. Tapi, manajemen belum berani memastikan kapan waktu pelaksanaannya.

Kalau pun tidak jadi beruji coba dengan tim besutan Rohanda itu, manajemen Deltras sudah merencanakan beruji coba dengan klub Divisi I Liga Indonesia (Ligina). Selain itu, beberapa klub amatir dari Surabaya dan Sidoarjo jadi alternatif.

Untuk menghadapi sisa laga di pentas Divisi Utama dan Babak 16 Besar Copa Indonesia, banyak pembenahan yang harus dilakukan Jaya. Terutama, mempertajam lini depan dan memperkokoh barisan pertahanan.

Dengan menyisakan tujuh laga di pentas Ligina, peluang mereka kian berat. Lawan-lawan Deltras masih menyisakan delapan hingga sepuluh laga.

Selain itu, ketatnya persaingan di zona Superliga membuat penentuan posisi setiap tim bisa ditentukan oleh selisih gol tim tersebut. Karena itu, mempertajam lini depan menjadi keharusan bagi tim berjuluk The Lobster tersebut.

Pada putaran II, manajemen Deltras sengaja mendatangkan penyerang lawas mereka, Hilton Moreira. Tujuannya, mempertajam lini depan. Kehadiran Moreira diharapkan mampu meningkatkan daya dobrak Deltras. Pemain asal Brazil itu mampu membuktikan ketajaman dengan tiga gol yang sudah disumbangkannya.

Sayang, performa Sasa Branesac, penyerang asal Serbia yang didatangkan sejak awal musim, justru menurun. Itu terjadi karena kedua penyerang tersebut belum bisa bermain bersama dengan padu. Untuk itu, beberapa laga uji coba di Ramadan ini akan menjadi ujian bagi para penyerang Deltras.

Ethuang
19-09-2007, 08:00 AM
Rabu, 19 Sept 2007,
Munaslub Jalan Keluar


Cari Pengganti Nurdin
JAKARTA - Dalam kurun dua tahun ke depan, Nurdin Halid dipastikan tidak akan bisa memimpin PSSI secara optimal. Ketua umum induk organisasi sepak bola Indonesia itu harus mendekam di balik terali besi karena kasus korupsi distribusi minyak goreng.

Kepastian telah dijebloskannya Nurdin kedalam penjara seiring tertangkapnya pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) itu di Menteng, Jakarta Nah, dengan keberadaan Nurdin di dalam bui, tentu dirinya tidak bakal lagi bisa berkantor di PSSI maupun memimpin rapat yang diadakan.

"Kini, Pak Nurdin telah menjalani proses hukum. Untuk saat ini, tentu kami harus memberi kesempatan kepada beliau guna menjalani kewajibannya dihadapan hukum dengan baik," tutur Mafirion, anggota Executif Comitte (eksekutif komite/Exco) PSSI, kemarin (18/9).

"Seperti yang sudah kami tegaskan, jika ketua berhalangan hadir, maka tugasnya akan dilaksanakan wakil ketua, dalam hal ini Pak Nirwan Bakrie. Jadi, kami tidak perlu cemas dengan masalah ini," imbuhnya.

Mengandalkan sosok Nirwan untuk memimpin organisasi tentu sebuah pilihan yang dilematis. Ini bukan menyangkut kredibilitas kepemimpinan Nirwan.

Sebagai pengusaha sukses, Nirwan jelas merupakan tipikal pemimpin yang mumpuni dan cekatan. Cuma, yang jadi permasalahan adalah soal waktu.

Dengan kesibukan diperusahaannya yang setumpuk, apakah memungkinkan Nirwan punya waktu untuk mengurusi PSSI secara maksimal. "Saya rasa kurang tepat jika menyerahkan tampuk pimpinan ke Nirwan. Dia orang yang memiliki kesibukan luar biasa. Apalagi, dia saat ini juga sedang menghadapi masalah besar menyangkut Lapindo. Jalan yang paling pas PSSI harus mencari ketua baru lewat mekanisme Munaslub (musyawarah luar biasa, Red)," ulas Eddi Elison, pengamat sepak bola nasional yang juga mantan pengurus PSSI.

"Silakan saja kalau Munaslub. Cuma, syaratnya harus ada 2/3 anggota PSSI yang mengajukan permohonan secara formal. Jika sudah begitu, tentu kami akan mengakomodirnya," sahut Mafirion.

Menurut dia, selama ini, suara-suara yang mendesak dilaksanakannya Munaslub hanya sebatas wacana di media. Dari pihak-pihak yang menginginkan Munaslub, belum ada satu pun yang mengajukan permintaan resmi ke PSSI.

"Anggota PSSI yang punya hak suara di Munas kan ada banyak. Ada Pengda, Pengcab, klub-klub Divisi Utama, I, dan II. Tapi, dari sekian itu, kan belum ada yang meminta secara formal untuk digelar Munaslub untuk pergantian ketua umum," ujar Mafirion.

Ethuang
19-09-2007, 08:01 AM
Rabu, 19 Sept 2007,
Persida Sidoarjo
Dipertahankan hingga Piala Gubernur


SIDOARJO - Masih terbukanya peluang Persida Sidoarjo naik kasta ke Divisi I Liga Indonesia (Ligina) pada musim depan membuat manajemen Persida bungah. Mereka pun memutuskan tetap mempertahankan skuad yang ada.

Komposisi tim yang memperkuat Persida di musim ini paling tidak akan dipertahankan hingga penghelatan Piala Gubernur Jatim November mendatang. Ajang itu sekaligus menjadi ajang seleksi dan pembuktian sejumlah pemain untuk tetap bertahan atau didepak.

Keputusan manajemen Persida mempertahankan tim tersebut seiring dengan menunggu keputusan dari PSSI terkait format kompetisi Ligina musim depan. Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait dengan format kompetisi.

"Kami masih menunggu sosialisasi format kompetisi. Kalau tetap di Divisi II, kebijakan rekrutmen pemain akan berbeda. Karena itu, kami tunggu hingga Piala Gubernur Jatim mendatang," papar Rosid Mardani, sekretaris Persida, kemarin (18/9).

Skuad Persida masih terdiri atas 27 pemain dan jajaran pelatih pun masih dipertahankan. Itu disebabkan manajemen Persida menilai bahwa hasil yang diraih Gatot Ismawan dkk musim lalu cukup optimal. Sehingga, kerangka tim masih dipertahankan.

Sebenarnya, seiring dengan kegagalan tim berjuluk Laskar Jenggolo tersebut melangkah ke Babak Delapan Besar Divisi II Ligina lalu, kontrak para pemain sudah diputus. Namun, karena berbenturan dengan libur Ramadan dan jelang Piala Gubernur, manajemen Persida berubah pikiran.

Tapi, manajemen juga sudah mulai berancang-ancang membuka keran seleksi pemain. Itu akan dilakukan pada Oktober mendatang hingga penghelatan Piala Gubernur.

"Selama ini, Piala Gubernur selalu kami jadikan sebagai ajang menguji dan menilai kemampuan pemain. Kalau layak, pemain tetap dipertahankan," papar Rosid.

Terlepas dari persiapan Persida jelang musim depan, ada problem mendasar yang dihadapi tim besutan Muharrom Rusdiana tersebut. Itu terjadi kalau mereka berhasil naik kasta ke Divisi I. Ada beberapa pemain andalan Persida yang tidak bisa memperkuat tim asal Kota Udang tersebut di kasta yang lebih tinggi.

Beberapa pemain itu, antara lain, M. Saiku, Juni Irawan, Efrin, dan Yandri Nirahua. Mereka adalah atlet Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Jatim 100 yang dipersiapkan untuk PON XVII/2008 di Kalimantan Timur (Kaltim). Sesuai dengan aturan, hanya pemain amatir yang boleh memperkuat tim sepak bola Jatim di PON.

Ethuang
19-09-2007, 08:02 AM
Rabu, 19 Sept 2007,
Gresik United
Posisi Sanusi Rachman Aman


GRESIK - Kegagalan mengantar Gresik United (GU) ke Divisi Utama tak mengusik posisi Sanusi Rachman. Pelatih yang akrab disapa Uci tersebut hampir dipastikan kembali mengarsiteki Laskar Joko Samudro, julukan GU, musim depan.

"Kelihatannya Pak Uci masih dipertahankan sampai musim depan," kata seorang pengurus GU yang tidak mau disebutkan namanya pekan lalu.

Pertimbangannya, keberhasilan Uci membawa GU berada di peringkat ketiga klasemen akhir Grup III Divisi I musim lalu. Apalagi, berembus kabar, dengan berada di posisi ketiga, Lexe Anderson dkk bakal promosi ke Divisi Utama.

"Meski demikian, dia tetap harus bekerja keras untuk menjaga grafik permainan anak-anak," ujarnya.

Saat dikonfirmasi via telepon, Manajer GU Ali Mukhid belum bersedia memberikan komentar apa pun mengenai kabar posisi Uci. "Belum ada rencana apa-apa. Saya tarawih dulu ya," katanya.

Kabar amannya posisi Uci tentu berbanding terbalik dengan status anak asuhnya. Punggawa GU akan dirombak menyongsong kompetisi musim depan. Bahkan, hanya beberapa pemain yang dipertahankan. Hanya dua nama pemain asing, Lexe dan Denikson, yang kembali berkaus GU musim depan. Marcos Santana dan Adimilton Lima terancam tergusur. Untuk pemain lokal, pihak manajemen belum buka suara.

Sementara itu, setelah libur puasa selama seminggu, pemain GU dijadwalkan mulai beraktivitas kembali hari ini. "Tidak ada perubahan jadwal latihan selama Ramadan. Latihan dilakukan setiap sore, seminggu tiga kali," ujar Uci.

Latihan itu, lanjut dia, merupakan upaya antisipasi dalam mempersiapkan diri menghadapi Piala Gubernur. Selain itu, latihan tersebut dilakukan untuk memperbaiki buruknya teknik bermain anak asuhnya.

Ethuang
19-09-2007, 08:03 AM
Tim Gresik United 2006/2007


Manajer: Ali Mukhid
Asisten Manajer:
1. Safiqi M. Zain (bidang teknik)
2. Moh. Najikh (bidang administrasi)
3. Uripo Gufron (bidang umum)
Sekretaris: Nanang Sutedja
Pelatih: Sanusi Rachman
Asisten Pelatih:
1. Sasi Kirono Sumantri
2. Kuswo

Pemain:
1. Wawan Hariono (kiper)
2. Edi Purwanto (kiper)
3. Lexe Anderson (belakang)
4. Aris Tuansyah (belakang)
5. Ferry Hadi (belakang)
6. Eko Kartono (belakang)
7. Masdar Aspiran (belakang)
8. Steven Eko (belakang)
9. Eko Prasetyo (belakang)
10. Ari Setyawan (belakang)
11. Rudianto(belakang)
12. Agus Budiono (belakang)
13. Duani Pasatria (tengah)
14. Fadly Sanusi (tengah)
15. Kacung K.M.(tengah)
16. Arifin Ginuni (tengah)
17. Budi Hariyanto (tengah)
18. Marcos Santana (tengah)
19. Denilson (tengah)
20. Yance Katehokang (tengah)
21. Hendri Puji (tengah)
22. Wawan Efendi (tengah)
23. Ainur Rochim (depan)
24. Ori Kambuaya (depan)
25. Kabib Syukron (depan)
26. Yosi Adhtiya (depan)
27. Ademilton Lima (depan)

DORCE
19-09-2007, 03:57 PM
NURDIN HALID DI Bui , APakah posisi Ketum PSSI Diganti ?

bhonk
20-09-2007, 01:37 AM
Komdis Hukum Asisten Pelatih Persita

Komisi Disiplin PSSI menetapkan hukuman skorsing selama tiga bulan terhadap asisten pelatih Persita FX Cahyono karena terbukti melakukan tindakan tidak terpuji terhadap perangkat pertandingan dalam laga Persitara-Persita pada 11 September lalu.


Ketua Komdis PSSI Hinca Panjaitan usai sidang sepuluh kasus pelanggaran disiplin di Jakarta , Selasa malam, menyatakan bahwa asisten pelatih Persita itu terbukti melakukan tindakan protes yang berlebihan dan tidak patut sewaktu mendampingi timnya.

"Dia melanggar pasal 97 ayat 2 kode disiplin PSSI dengan larangan mendampingi tim di bangku cadangan selama tiga bulan serta denda Rp10 juta," katanya.

Selain itu, pemain Persekabpas Panco terbukti melakukan intimidasi terhadap wasit yang memimpin laga Persekabpas-Persiter beberapa waktu lalu. Dia dihukum denda senilai Rp20 juta yang melanggar pasal 97 ayat 3 junto pasal 88 ayat 9 kode disiplin PSSI.

Sementara asisten wasit Jaka Mulyana yang diduga menendang asisten pelatih Persita FX Cahyono dikembalikan ke Komisi Wasit untuk diinvestigasi selama satu bulan.
Agenda sidang Komdis pekan depan diantaranya sidang terhadap striker Saktiawan Sinaga dalam laga PSMS-Gresik United, kasus sejumlah kontrak pemain.

bhonk
20-09-2007, 01:37 AM
Persijap Tunggu Jawaban Komdis PSSI

Manajemen Persijap Jepara masih menunggu jawaban dari Komisi Disiplin (Komdis) PSSI soal permintaan keringanan hukuman saat menjamu Arema Malang pada pertandingan lanjutan putaran kedua Kompetisi Sepak Bola Divisi Utama Liga Indonesia (LI) XIII wilayah dua, tanggal 18 Oktober 2007.


Sekretaris Tim Persijap, Edi Basuki ketika dihubungi dari Semarang, Selasa, mengatakan, sampai kini belum ada jawaban dari Komdis PSSI. "Kami akan berangkat ke Jakarta untuk menanyakan hal itu," katanya.

Akibat insiden yang menimpa salah seorang ofisial tim PSIM Yogyakarta, saat kedua tim bertemu pada pertandingan lanjutan putaran kedua di Stadion Kamal Junaidi Jepara beberapa waktu lalu, Komdis menjatuhkan hukuman kepada Persijap berupa pertandingan usiran lawan Arema Malang tanpa penonton.

"Kita minta keringanan hukuman agar pertandingan lawan Arema bisa dimainkan di Jepara," katanya.

Pertimbangan manajemen, menurut dia, Arema merupakan tim besar yang diharapkan mampu menyedot penonton dan hasil penjualan tiket itu bisa membantu keuangan Persijap.

Ketika ditanya apakah sudah menyiapkan tempat untuk menjamu Arema Malang apabila Komdis PSSI tidak memberikan putusan soal permintaan keringanan hukuman itu, ia mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua tempat, yaitu di Purwodadi atau di Batang sebagai tempat pertandingan usiran.

Namun, kata dia, kedua tempat itu belum diajukan ke PSSI. "Kami belum mengajukan dua tempat itu ke PSSI. Siapa tahu kami mendapat keringanan hukuman dari Komdis," katanya berharap.

Apabila tidak mendapat keringanan hukuman, lanjut dia, manajemen sudah menyiapkan dua tempat untuk pertandingan usiran lawan Arema Malang. "Kita akan pilih salah satu tempat untuk menggelar partai usiran tersebut," katanya.

Namun, sebelum pertandingan usiran itu dimulai, manajemen akan melakukan pendekatan kepada pengelola stadion di Batang dan Purwodadi. "Tempat yang siap, tentunya akan kita gunakan untuk menggelar pertandingan mendatang," katanya.

Tim asuhan pelatih Yudi Suryata ini hingga sekarang menempati peringkat keempat klasemen sementara wilayah dua dengan nilai 42, yaitu dari 26 kali main, 12 kali menang, enam kali seri, dan delapan kali kalah.
Dua kekalahan terakhir yang diderita tim Laskar Kalinyamat di kandang lawan adalah dari Persegi Bali FC (0-1) dan Persebaya Surabaya (1-3).

Ethuang
20-09-2007, 09:44 AM
NURDIN HALID DI Bui , APakah posisi Ketum PSSI Diganti ?
yups...
kelihatannya posisi Nurdin Halid akan d gantikan oleh Nirwan Bakrie bro santo ;)

Ethuang
20-09-2007, 09:44 AM
Kamis, 20 Sept 2007,
Komdis Tantang Fatah


Intimidasi Wasit, Rotuno Didenda Rp 20 Juta
JAKARTA - Komisi Disiplin (Komdis) PSSI bersuara lantang. Komdis menantang A.S. Fatah untuk membuktikan isu suap yang dituduhkan pengurus Persekabpas Pasuruan itu kepada wasit Maslah Iksan asal Medan.

Lewat suara sang Ketua Komdis Hinca Pandjaitan, Komdis meminta Fatah membuat laporan tertulis atas tuduhannya tersebut. Jika Fatah benar-benar berani memberikan bukti berupa laporan, Komdis bakal bergerak mengusut masalah tersebut.

Langkah yang akan dijalankan Komdis merupakan bentuk keseriusan mereka untuk membuat sepak bola Indonesia bersih dari praktik-praktik negatif. "Itu tantangan kami buat saudara Fatah. Silakan mengadu dengan laporan, jangan sekadar bicara. Jika tuduhan itu benar, kami tidak akan segan menghukum sang wasit," tegas Hinca, kepada Jawa Pos, kemarin (19/9).

Tantangan Komdis tersebut bermula dari nada miring yang dikeluarkan Fatah setelah laga kandang Persekabpas kontra Persiter Ternate, 21 Agustus lalu. Menurut Hinca, setelah pertandingan yang dimenangkan tim tamu 0-1 tersebut, Fatah menuduh wasit Maslah Iksan menerima suap.

Selain menantang Fatah untuk membuktikan tuduhan itu, Komdis menghukum Francisco Rotuno, salah seorang pemain Persekabpas. Pemain yang akrab disapa Pancho tersebut dijatuhi denda Rp 20 juta. Sebab, terbukti, dia mengintimidasi Maslah setelah pertandingan Persekabpas kontra Persiter.

"Posisi dia saat itu sedang menjalani hukuman akumulasi kartu. Dia tidak bermain dan hanya duduk di tribun. Meski begitu, Pancho mengintimidasi wasit hingga ke ruang ganti wasit," terangnya.

"Sudah dalam masa hukuman, melakukan tindakan tidak terpuji lagi. Dia kan pemain asing, seharusnya dia memberikan contoh. Karena itu, kami menjatuhi dia denda yang cukup besar," imbuhnya.

Selain menghukum Pancho, Komdis menghukum pelatih kiper Persita Tangerang Cahyono. Dia dikenai sanksi denda Rp 10 juta plus larangan mendampingi tim selama tiga bulan. Hukuman itu dijatuhkan karena Cahyono menghina asisten wasit Jaka Mulyana saat Persita tandang ke Persitara Jakarta Utara 11 September lalu.

"Terbukti, Cahyono menghina Jaka Mulyana tiga kali. Kami tidak hanya menghukum Cahyono. Kami juga mengembalikan Jaka Mulyana kepada badan perwasitan untuk diinvestigasi kembali kinerjanya," katanya.

Ethuang
21-09-2007, 07:50 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Mencermati Kiprah Suporter di Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII


Harusnya Memberi, Bukan Malah Membebani
Pertandingan sepak bola tanpa kehadiran penonton atau suporter jelas terasa hambar. Suporter adalah elemen penting yang bisa membuat arena pertandingan menjadi lebih berwarna.

LIGA Djarum Indonesia (LDI) XIII kali ini kurang gema jika tidak ada suporter. Pentas sepak bola paling akbar di Indonesia tersebut selalu haus akan kehadiran mereka.

Tapi, LDI XIII terbilang beruntung. Di setiap pertandingan, stadion tidak pernah sepi peminat.

Beribu-ribu suporter senantiasa berduyun-duyun membanjiri stadion. Uniknya, mereka tidak hanya datang untuk menonton. Tapi, para suporter yang tergabung dalam wadah organisasi suporter selalu menikmati pertandingan dengan bertingkah atraktif di tribun. Entah itu menabuh tetabuhan yang menggugah semangat hingga ada pula yang bernyanyi dan menari.

Pokoknya, aksi mereka membuat suasana pertandingan lebih indah. Aksi atraktif itu sebenarnya bukan tercipta pada musim ini, tapi hal tersebut sudah mulai lahir di akhir 1990-an dengan munculnya Aremania (kelompok suporter Arema) dan Pasoepati (kelompok suporter Pelita Solo, sekarang ganti mendukung Persis Solo karena Pelita sudah pindah dari kota itu) sebagai pionernya. Sayang, dewasa ini, sebagian besar kelompok tersebut mulai tercerabut dari esensi sejatinya sebagai suporter.

Memang, kelompok suporter tersebut tetap atraktif di tribun, tapi keberadaan mereka saat ini justru tidak lagi menguntungkan bagi klub. Mereka justru menjadi beban berat bagi klub. Untuk masuk stadion, mereka lebih sering "ngemis" bantuan finansial dari klub.

"Dari pengamatan saya, untuk masuk stadion, kelompok suporter lebih sering meminta keringanan harga tiket alias harganya dipotong," papar Hardi Ma’sud, ketua harian Pengda PSSI Jabar.

"Mata rantai seperti itu (pemotongan tiket, Red) yang ingin kami potong. Karena itu, kami tidak lagi melibatkan suporter dalam kepanitian yang bersinggungan dengan masalah tersebut," begitu penegasan yang selalu didengungkan manajemen Persebaya untuk mendongkrak peningkatan jumlah pemasukan.

Diakui atau tidak, kenyataan bahwa suporter tidak lagi dalam khitahnya dalam men-support memang benar adanya. Apalagi, sebenarnya, mereka bukan hanya selalu meminta potongan harga tiket. Suporter juga sering memaksa masuk tanpa harus memegang tiket.

Caranya, mereka bisa memanjat dinding stadion serta menjebol pintu masuk secara paksa. Ketika mereka mendampingi tim kesayangannya tur ke luar kandang, tidak jarang mereka malah menggunakan dana dari klub, bukan dari kantongnya sendiri.

"Itu adalah persepsi yang keliru dan memalukan. Suporter itu seharusnya memberi dan men-support. Baik moral maupun finansial. Bukan seperti sekarang yang malah meminta. Untuk ngurus tim, manajemen itu sudah berat. Suporter seharusnya tidak menambah beban mereka," keluh Mayor Haristanto, pendiri Pasoepati.

Yang lebih menyedihkan lagi adalah ulah anarkis yang juga kerap mereka pertontonkan. Tidak sedikit para suporter itu terkadang berulah dengan melakukan teror berlebihan terhadap tim tamu maupun perangkat pertandingan. Baik itu melakukan pelemparan maupun pemukulan. Alhasil, klub akhirnya harus menanggung tindakan nakal tersebut karena Komisi Disiplin (Komdis) PSSI selalu menjatuhkan sanksi kepada klub karena ulah anarkis suporter tersebut.

Hukuman itu bisa berupa denda puluhan juta. Tidak sedikit yang harus dihukum melaksanakan partai usiran tanpa penonton. Kalau sudah begitu, tentu klub lagi-lagi harus merogoh koceknya untuk membayar mahalnya tindakan anarkis para suporter itu.

"Benang kusut ini harus segera diurai. Tonggak utama perubahan tentu saja ada pada suporter itu sendiri. Mereka harus kembali ke esensi sejatinya suporter yang punya arti men-support, memberi," seru Mayor.

"Suporter juga harus independen sehingga tidak lagi membebani pembiayaan dari klub. Dengan independensi, suporter juga nantinya bisa kembali melakukan kritik membangun kepada klub," tambahnya.

Suporter yang sesuai khitah adalah suporter yang men-support klub tidak hanya secara moral, tapi juga dari sisi finansial. Support paling kecil yang bisa dilakukan tentu saja dengan membeli karcis masuk stadion. Bagaimana klub bisa tetap menjalankan roda kompetisi kalau suporternya tidak "memberi", tapi justru membebani?

Ethuang
21-09-2007, 07:50 AM
Daftar Kelompok Suporter


1. PSMS Medan Kampak
2. Sriwijaya FC Sriwijayamania, Singamania
3. Persija Jakarta Jakmania
4. Persitara Jakarta Utara North Jak
5. Persita Tangerang Laskar Benteng Viola
6. Persikota Tangerang Benteng Mania
7. Persikabo Bogor Kabomania
8. Pelita Jaya Purwakarta Garda Purwa
9. Persib Bandung Viking
10. PSS Sleman Slemania
11. PSIM Jogjakarta Brajamusti
12. Persis Solo Pasoepati
13. PSIS Semarang Panser Biru, Snex
14. Persijap Jepara Jetman
15. Persela Lamongan LA Mania
16. Persebaya Surabaya Bonekmania
17. Deltras Sidoarjo Deltamania
18. Persekabpas Pasuruan Sakaremania
19. Persik Kediri Persikmania
20. Persema Malang Ngalamania
21. Arema Malang Aremania
22. Persegi Bali FC Laskar Semeton
23. PKT Bontang Mandaumania
24. PSM Makassar The Macz Man

Ethuang
21-09-2007, 07:51 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Aremania dan Slemania Bisa Jadi Kiblat


GETIR memang melihat kiprah suporter Indonesia saat ini. Nyaris semuanya telah tercerabut dari esensi sebagai suporter.

Mereka sudah menanggalkan fitrahnya dalam memberi dukungan finansial maupun moril terhadap klub kesayangan. Untung, di tengah impitan itu, masih ada suporter yang bertahan di jalur. Minim memang jumlahnya. Tapi, mereka setidaknya mampu menyembulkan bukti bahwa masih ada suporter dengan citra positif. Mereka yang layak diapresiasi itu adalah Aremania, suporter Arema Malang, dan pendukung PSS Sleman, yang tergabung dalam wadah Slemania.

Merekalah yang sampai detik ini mampu memberikan kontribusi positif kepada tim kesayangan. Saat masuk stadion, mereka tidak pernah lupa membeli tiket.

Di dalam maupun di luar stadion, keduanya juga mampu berpikir dewasa dalam menyikapi hasil pertandingan. Jika timnya kalah, mereka menumpahkan amarah bukan dengan bertindak anarkis. Namun, mereka menyalurkannya dengan mengkritik klub masing-masing.

"Aremania adalah patner yang membanggakan. Mereka mampu memberikan kontribusi besar dalam hal finansial maupun moril. Itu semua berkat tingginya tingkat kesadaran mereka dalam mendukung Arema," ungkap M. Taufan, asisten manajer Arema.

"Kami beruntung hidup berdampingan dengan suporter yang tertib. Mereka (Slemania, Red) benar-benar memberikan dampak positif dalam masalah finansial klub," ujar Ketua Panpel PSS Samsidi.

Pernyataan tersebut tentu bukan sekadar basa-basi. Tapi, itu merupakan kejujuran yang berasal dari kedewasaan suporternya. Kejujuran yang juga didukung bukti.

Ya, menurut kubu Arema maupun PSS, keduanya selalu mampu memperoleh pendapatan rata-rata Rp 200 juta dari hasil penjualan tiket pertandingan.

Angka yang tentu sulit dicarikan bandingannya di pentas LDI XIII. Di klub lain, tiket masuk stadion selalu mengalami kebocoran.

"Aremania selalu menjunjung tinggi budaya malu. Mereka berasumsi, kalau masuk tanpa tiket, tentu mereka akan mengurangi jatah tempat duduk penonton bertiket. Karena itu, mereka pasti malu kalau masuk stadion tanpa membeli tiket," papar Taufan.

"Terus terang, saya salut dengan militansi mereka di dalam stadion. Cuma, mereka tidak boleh besar kepala. Masih ada PR (pekerjaan rumah) yang harus dikerjakan. Utamanya, sikap mereka di jalan ketika datang dan pergi dari stadion," sambung Mayor Haristanto, mantan presiden asosiasi suporter Indonesia.

Ethuang
21-09-2007, 07:52 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Jangan Pernah Melepaskan Ego Lokal


IDE menyatukan suporter sepak bola Indonesia lewat jambore suporter merupakan gagasan yang apik. Ide itu tentu sejalan dengan cita-cita luhur yang diamanatkan kepada perhelatan sepak bola nasional. Sepak bola merupakan sarana pemersatu anak bangsa. Karena itu, sangat ironis rasanya jika ternyata kompetisi sepak bola justru memunculkan kerusuhan antarsuporter.

Cuma, gagasan menyatukan suporter bukanlah pekerjaan mudah. Kalau hanya menyatukan para petinggi-petinggi kelompok suporter, masih sangat mungkin itu terwujud. Tapi, jika usaha tersebut bersinggungan dengan akar rumput, ide itu bakal terbentur tembok yang teramat tebal. Sebab, akar rumput merupakan kepala-kepala yang punya kepentingan, latar belakang, dan jalan pikiran yang beraneka ragam.

"Kalau agenda jambore suporter itu dijadikan wadah silaturahmi antarsuporter, saya rasa sangat tepat. Tapi, kalau di situ digunakan sebagai arena untuk mengambil langkah-langkah strategi dalam merumuskan persatuan suporter, tentu ini tidak bakal mudah. Butuh proses yang lebih panjang untuk itu," ujar Daru Supriyono, Sekjen Slemania.

"Saya kira, suporter tidak perlu disatukan. Biarlah mereka tetap berdiri di atas fanatisme kedaerahannya sendiri-sendiri. Saya yakin, mereka akan bersatu dengan sendirinya jika menghadapi musuh yang sama," kata Joko Driyono, direktur kompetisi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI).

Meski ide menyatukan suporter Indonesia adalah usaha yang baik, sangat kecil kemungkinan berhasil. Menurut Joko, kalaupun suporter masih kerap berkelahi, jalan terbaik untuk mengeliminasi sepertinya bukan mempersatukan mereka.

Tapi, tiap-tiap kelompok suporter mempunyai tugas untuk terus mendewasakan diri dalam melakoni statusnya sebagai suporter.

Artinya, mereka harus bisa lebih cerdas dalam mencintai klub kesayangannya. Jangan terus-menerus melakukan tindak anarkis dalam menyikapi hasil buruk yang menimpa tim andalannya. Suporter harus mampu berpikir bahwa ulah anarkis mereka bakal menyusahkan tim idolanya.

"Suporter memang harus tetap dengan seragamnya masing-masing. Mereka jangan pernah melepaskan ego lokalnya. Tapi, mereka harus bisa bersikap dewasa dengan ego lokalnya. Nah, saat membela Timnas Indonesia, mereka harus berkolaborasi demi nama bangsa," papar Mayor Haristanto, mantan presiden Asosiasi Suporter Indonesia.

Ethuang
21-09-2007, 07:53 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Menang Ora Umuk, Kalah Ora Ngamuk


Peranan suporter dalam tim sepak bola tak bisa diabaikan begitu saja. Bahkan, mereka sering disebut sebagai pemain keduabelas.

TRAGEDI Heysel, Belgia, tak bisa hilang dari sejarah sepak bola. Puluhan suporter Liverpool kehilangan nyawa saat mendukung kesebelasan kesayangan yang akan berlaga pada final Piala Champions (sekarang Liga Champions) melawan Juventus pada 1985. Imbasnya, Liverpool dan sepak bola Inggris dilarang berlaga di Eropa selama beberapa tahun.

Tapi, tragedi suporter bukan hanya terjadi di Eropa. Beberapa kejadian serupa juga terjadi di tanah air.

Stadion Manahan, Solo, pun pernah membara. Itu terjadi saat Pelita Solo, yang sekarang jadi Pelita Jaya Purwakarta, menjamu PSIS Semarang pada 2000. Persaingan kedua belah suporter pun bergesekan langsung di Kota Bengawan itu.

Terakhir, noda serupa terjadi di Gelora 10 Nopember, Surabaya, pada 4 September 2006 pada pentas Copa Indonesia. Kegagalan Persebaya menyingkirkan Singo Edan -julukan Arema- membuat Bonekmania- sebutan suporter Persebaya- geram. Beberapa mobil terbakar. Fasilitas stadion pun rusak. Imbasnya, Green Force -julukan Persebaya- kena hukuman untuk menyelenggarakan beberapa kali laga home.

Untung, pada Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII ini, kejadian besar serupa tak terjadi, semoga juga tidak akan terjadi. Kerikil-kerikil permusuhan masih ada, meski akhirnya bisa disingkirkan. Sikap arif dan kedewaan suporter memang berperan besar di sini.

Mereka harus memahami, kalah dan menang dalam olahraga adalah suatu hal biasa. Prinsip menang ora umuk (menang tidak sombong) dan kalah ora ngamuk (kalah tidak mengamuk) masih jadi resep mujarab untuk menangkal keributan di dalam dan luar stadion.

Kekalahan memang satu hal menyakitkan bagi suporter. Apalagi, jika kekalahan itu terjadi di kandang. Tapi, apabila sikap dewasa sudah ada di benak suporter, tentu rasa sakit itu bisa dikikis. Anggap saja kekalahan tersebut sebagai pemacu bagi pemain di tim pujaan untuk lebih giat berlatih. Sehingga, mereka bisa memberikan prestasi terbaik bagi suporter.

Komunikasi antarkelompok suporter juga tak bisa diabaikan begitu saja. Api dendam yang selama ini ada di antara beberapa kelompok suporter di Indonesia sudah harus dikubur dalam-dalam. Kita masih ingat bagaimana kompak dan mesranya Bonekmania, Aremania, Jakmania (kelompok suporter Persija Jakarta), Pasoepati, Panser Bumi (kelompok suporter PSIS Semarang), ataupun Slemania (kelompok suporter PSS Sleman) dalam mendukung perjuangan Timnas PSSI Senior di pentas Piala Asia 2007. Semuanya kompak demi Merah Putih. Satu hal yang sudah lama kita damba dan impikan.

Di lapangan, mereka boleh panas, asal masih dalam batas sportivitas. Tapi, yang tak kalah penting, suporter tetap berada dalam koridor menang ora umuk, kalah ora ngamuk. Viva suporter Indonesia.

Ethuang
21-09-2007, 07:54 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Persema Malang
Tagor-Mayona Menunggu Sanksi


MALANG - Persema Malang bakal bersikap tegas. Mereka siap menjatuhkan sanksi kepada gelandang Junaedi Tagor dan penyerang Mayona Amtop.

Itu dilakukan karena kedua pemain tersebut tidak tampak batang hidungnya pada latihan perdana Persema selama Ramadan di Stadion Gajayana, Malang, kemarin (20/9). Padahal, Rohanda, pelatih Persema, telah menegaskan bahwa seluruh anak asuhnya harus mengikuti latihan perdana.

Menurut keterangan yang diterima ofisial Persema, dua pemain itu belum menginjakkan kaki di Malang dengan alasan belum mendapatkan tiket pesawat. Tagor pulang ke Kalimantan. Sedangkan Mayona masih berada di Merauke, Papua.

Namun, Rohanda tidak mau tahu asalan dua anak buahnya tersebut. Dia menegaskan bakal ada sanksi terhadap Mayona dan Tagor.

"Tidak dapat tiket pesawat itu alasan lama. Padahal, saya sudah memberikan tambahan libur tiga hari. Mestinya, anak-anak Senin lalu sudah latihan, tapi saya perpanjang Kamis," ucap Rohanda.

Sebenarnya, bukan hanya Mayona dan Tagor yang tidak ikut latihan Persema setelah libur seminggu tersebut. Dua punggawa asing -striker Alseny Diawara dan midfielder Caue Benicio- juga memilih absen. Namun, keduanya jauh-jauh hari sudah meminta izin kepada pelatih dan manajemen Persema. Caue berobat ke Swedia karena cedera ketika Persema menjamu Persija Jakarta. Sedangkan Alseny izin melangsungkan tunangan dengan gadis pujaannya, Mila Erna, asal Bandung.

Asisten Manajer Persema Waluyo Santoso yang kemarin juga hadir di Gajayana menyatakan masih menunggu pembicaraan dengan Rohanda untuk menjatuhkan sanksi buat Tagor dan Mayona. "Kalau pelatih memandang perlu diberi sanksi, ya akan kami laksanakan. Yang jelas, kami juga menunggu kedatangan Tagor dan Mayona," tegasnya.

Apa bentuk sanksinya? Sesuai dengan yang tertera dalam perjanjian kontrak, Waluyo menyebutkan, untuk pemain yang indisipliner dengan tidak mengikuti latihan, gajinya bakal dipotong Rp 500 ribu.

Ethuang
21-09-2007, 07:55 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Tanpa Purwaka-Airlangga di Copa Indonesia


SIDOARJO - Pekerjaan rumah (PR) arsitek Delta Putra Sidoarjo (Deltras) Jaya Hartono di jeda Ramadan ini kian berat. Itu terjadi karena Deltras harus merelakan dua pemainnya, Purwaka Yudhi dan Airlangga Sucipto, memperkuat Timnas U-23.

Mereka akan bergabung dengan tim besutan Ivan Kolev tersebut hingga akhir Oktober mendatang. Artinya, Deltras harus harus kehilangan dua pemain itu saat menjalani laga hidup mati di Babak 16 Copa Indonesia melawan PKT Bontang.

Tanpa kehadiran dua pemain muda tersebut, itu bakal mengurangi kekuatan Deltras di barisan pertahanan dan penyerangan.

Purwaka yang biasa berposisi sebagai stopper selama ini adalah pilihan utama Jaya di lini belakang bersama Waluyo, Jimmi Suparno, dan Christian Rene Martinez. Sedangkan, Airlangga adalah penyerang alternatif saat duet Hilton Moreira-Sasa Branesac mengalami kebuntuan. Bahkan, dalam beberapa laga, performanya lebih bagus daripada striker utama Deltras, Sasa.

"Saya sudah tekankan ke semua pemain bahwa Purwaka dan Angga (Airlangga) sudah dipastikan tidak bisa main di Copa Indonesia. Jadi, kami harus maksimalkan pasukan yang ada," papar Jaya setelah latihan perdana saat Ramadan di Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (20/9).

Waktu yang dimiliki di jeda Ramadan ini, menurut dia, akan dimanfaatkan dengan baik guna menyiapkan skema permainan tanpa kedua pemain tersebut. Meski kehilangan dua pemain, Deltras masih memiliki stok pemain yang cukup.

Di barisan pertahanan, dengan formasi 4-4-2, Jaya akan memaksimalkan empat pemain belakangnya. Yakni, Miftakhul Huda, Waluyo, Christian Martinez, dan Jimmi Suparno. Sebagai pelapis, ada empat pemain yang layak. Yakni, M. Khusen, Bambang Suprapto, Arson, dan Nurkholik.

Namun, masalah mereka akan bertambah kalau Jimmi Suparno juga dipanggil ke Timnas U-23. Mantan penyerang Persijap Jepara itu memang masuk dalam daftar cadangan untuk pemain Timnas U-23. Sehingga, dia masih punya peluang dipanggil.

Di lini depan, Jaya akan meningkatkan kerja sama antardua penyerang asingnya, yakni Hilton-Sasa. Apalagi, selama ini, kerja sama keduanya belum juga maksimal. Kemudian, sebagai pelapis, Deltras masih memiliki penyerang lokal Rully Pedengke.

Dari segi pengalaman dan jam terbang, Rully memang pantas untuk menjadi pelapis Hilton dan Sasa. Sebelumnya, dia sudah malang melintang di pentas Divisi Utama. Hanya, di Deltras, mantan penyerang Persekabpas Kab. Pasuruan tersebut belum mendapatkan kesempatan lebih.

"Sementara ini, saya masih fokus pada latihan untuk meningkatkan ketahanan fisik pemain. Tapi, tidak terlalu berat karena masih menjalani ibadah puasa," tutur Jaya.

Ethuang
21-09-2007, 07:57 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Arema
Dispensasi buat Arif-Tarikh


MALANG - Latihan perdana Arema setelah libur tujuh hari pada awal Ramadan akan digelar kembali sore ini di Lapangan Agrokusuma, Batu. Manajemen Arema sudah memutuskan, semua pemain harus hadir untuk menjalani latihan.

Bagi pemain yang indisipliner, manajemen sudah menyiapkan sanksi denda. Di antara 23 punggawa Arema, manajemen hanya memberikan toleransi kepada dua pemain untuk tidak hadir pada latihan perdana, yaitu Arif Suyono dan Tarikh El Janaby. Arif diberi toleransi karena pemain asal Batu tersebut dipanggil Ivan Venkov Kolev untuk mengikuti training centre (TC) Timnas U-23. Sedangkan Tarikh jauh-jauh hari mengajukan izin untuk pulang ke negara asalnya, Maroko, dan tak bisa mengikuti latihan hari ini.

"Selain mereka, tidak ada satu pun pemain yang ditoleransi. Mereka semua harus hadir. Sebab, itu memang kewajiban mereka sebagai pemain profesional," kata Muhammad Taufan, asisten manajer Arema.

Kewajiban mengikuti latihan perdana juga berlaku bagi dua pemain timnas senior Ponaryo Astaman dan Elie Aiboy. Meski keduanya diwajibkan untuk mengikuti TC timnas pada 16 September hingga 9 Oktober, hingga kini Arema belum mendapatkan surat resmi dari PSSI.

"Karena belum mendapatkan surat panggilan dari PSSI itulah, mereka wajib latihan," ujar Taufan.

Dia menambahkan, jika Ponaryo dan Elie sudah mendapatkan panggilan resmi dari PSSI, Arema secara sukarela akan mengizinkan keduanya berangkat ke Jakarta. Arema tidak akan menghalangi pemain-pemainnya membela nama negara. Sekarang Ponaryo dan Elie masih berada di Malang.

Hingga sore kemarin, sudah ada beberapa pemain yang telah mengonfirmasikan kedatangan dan kesiapannya berlatih kepada manajemen Arema. Misalnya, dua pemain asing asal Kamerun, Bruno Coutou dan Emile Bertrand Mbamba. "Keduanya habis berlibur di Bali. Mereka sudah datang di Malang," jelas Taufan.

Namun, pelatih Miroslav Janu besar kemungkinan tidak bisa melatih pada hari pertama. Dia memanfaatkan waktu libur untuk pulang ke negara asalnya, Republik Ceko. Rencananya, dia tiba di Malang hari ini atau besok. "Itu jika tidak molor," kata Taufan.

Selama belum datang, Janu memercayakan program latihan dipimpin asisten pelatih Tony Ho.

Ethuang
21-09-2007, 07:57 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Belum Ada Yang Jadi Pionir


Tentukan Ketua Umum Baru PSSI
JAKARTA - PSSI mulai sedikit melunak. Otoritas sepak bola Indonesia itu telah mempersilakan anggotanya mengusulkan pelaksanaan munaslub (musyawarah nasional luar biasa) dalam menyikapi kenyataan dipenjarakannya Ketua Umum PSSI Nurdin Halim.

Meski keran sudah dibuka, ternyata belum ada anggota PSSI yang menjadi pionir pengajuan usul munaslub itu. Kebanyakan anggota PSSI masih dan baru berkonsolidasi internal di masing-masing daerah untuk menyatukan suara. Mereka juga terkesan masih bersikap saling menunggu langkah rekan-rekan dari daerah lain.

"Kami masih berkonsolidasi. Yang jelas, kami menginginkan digelarnya munaslub untuk menentukan ketua umum baru. Selain konsolidasi, kami masih menunggu arus suara anggota lain. Jika suara munaslub ternyata banyak, kami pasti ikut bergerak," ujar Randiman Tarigan, manajer PSMS Medan.

Meski enggan disebut berkonsolidasi, Pengda PSSI Jogjakarta akan lebih memaksimalkan pertemuan dengan pengcab-pengcab PSSI. "Kami akan kolektif untuk menyatukan suara apa pun soal kasus tersebut. Selain itu, kami akan mempelajari pedoman AD/ART (anggaran dasar/anggaran rumah tangga, Red) PSSI yang telah disesuaikan Statuta FIFA," jelas Sekretaris Pengda PSSI Jogjakarta Dwi Irianto.

Dia juga berharap agenda rapat pengurus nasional (raparnas) yang rencananya diadakan di Bali pada 18-22 Oktober mendatang membawa suara munaslub tersebut. Peserta yang ikut dalam rapernas itu sama seperti munas (musyawarah nasional).

"Saya berharap justru di raparnas itulah dibahas persoalan apakah akan ada munaslub atau tidak. Itu forum tinggi juga di PSSI," katanya.

Ethuang
21-09-2007, 07:58 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Harus Lihat Kepentingan lebih Luas


KRISIS moral membelit PSSI Pusat. Itu tecermin dari adanya tarik ulur soal status Nurdin Halid, tetap menjadi ketua umum PSSI Pusat atau tidak. Padahal, kasus yang membelit Nurdin tidak bisa dianggap remeh.

Dia menjadi terpidana kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar dengan hukuman dua tahun penjara. Tapi, dengan kasus tersebut, masih ada yang berupaya mempertahankannya. Karena itu, butuh ketegasan dan kesadaran moral dari seluruh elemen PSSI untuk menuntaskan hal tersebut.

Salah satunya muncul dari Saleh Ismail Mukadar, ketua KONI Surabaya yang juga mantan manajer Persebaya. Dia menyatakan tidak habis pikir dengan kondisi di PSSI. Dua kali kesalahan terjadi, tetapi tidak ada respons radikal untuk melakukan pergantian.

"Terus terang, saya merasa aneh, kenapa Nurdin tetap dipertahankan? Semestinya, ada banyak orang yang bisa dijadikan pilihan lain untuk memimpin PSSI," jelasnya.

"Saya jelas merasa prihatin dengan kondisi itu. Sebagai orang Indonesia juga pecinta olahraga, saya tentu mengharapkan ada perbaikan dalam tubuh organisasi tersebut. Jadi, saya sangat setuju dilangsungkan munaslub untuk mencari sosok pengganti," imbuhnya.

Dia menyatakan tidak habis mengerti, kenapa ada yang menyatakan bahwa kasus yang menimpa Nurdin itu tidak bersangkut paut dengan PSSI? Dengan demikian, itu tidak perlu dipermasalahkan.

"Itu logika yang tidak bisa diterima. Semestinya, pemimpin adalah sosok yang bersih, tetapi ini, dia sudah melakukan kesalahan tetap saja dipertahankan," tambah Saleh

Dia pun berharap agar para pengurus PSSI bisa melihat kepentingan yang lebih luas. Sepak bola, menurut dia, adalah olahraga yang butuh penanganan serius untuk membenahi prestasi.

"Mereka (pengurus PSSI, Red) mungkin lebih melihat kepentingan pribadi. Kalau Nurdin lengser, mereka ikut lengser sehingga mati-matian untuk mempertahankan," tegasnya.

Sementara itu, sikap PSSI Jatim tidak jelas. Pengcab-pengcab PSSI di Jatim cenderung pasif menanggapi fakta terulangnya kasus Nurdin. Mereka hanya saling koordinasi tanpa ada kepastian apakah akan berubah menjadi garakan menyatukan suara.

Belum lagi, status Ketua Umum Pengda Jatim Haruna Soemtiro masih belum jelas, antara menjadi anggota Exco (Executive Comitte) PSSI Pusat atau tetap di Pengda.

PSSI Surabaya misalnya. Dengan tegas, mereka menyatakan bahwa citra yang dimiliki Nurdin sudah sangat jatuh dengan kejadian yang kembali terulang itu. Mereka pun menyadari bahwa kalau dibiarkan, itu akan ikut memberikan citra buruk pada PSSI. Tapi, PSSI Surabaya tidak bisa mengambil keputusan tegas apakah bakal mengusulkan munaslub atau tidak.

"Sebab, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan. Kami tidak bilang akan menjadi perintis. Kami hanya akan membangun wacana mengenai kondisi itu. Kami juga sudah kontak-kontak dengan pengcab lain, seperti Tulungagung dan Banyuwangi, baru sebatas itu," tutur Akhmad Munir, sekretaris PSSI Surabaya, kemarin (20/9).

Kasus Nurdin, jelas dia, cukup efektif untuk kembali menghidupkan semangat pergantian ketua umum yang pernah berkobar jelang Munas PSSI yang diselenggarakan April lalu. Tapi, lanjut dia, pihaknya masih menunggu.

"Waktu itu, Jatim kan memang pernah menjadikan momen itu untuk mencari sosok lain sehingga muncul Haruna," ucapnya.

Disinggung kembali soal sikap yang akan diambil PSSI Surabaya, Munir mengharapkan, selama di penjara, Nurdin tidak lagi bisa memgang keorganisasian PSSI. Sehingga, lanjut dia, Nurdin harus menunjuk wakilnya, Nirwan Bakrie, untuk memegang itu. Selain itu, dia memasrahkan kepada niatan baik Nurdin, agar mau mundur dari jabatan ketua umum PSSI.

"Jadi, kalau disinggung setuju munaslub atau tidak, kami tidak bisa langsung memilih. Sebab, saya melihat, Munaslub juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Munas kemarin itu butuh dana sekitar Rp 3 miliar," ujarnya.

Ethuang
21-09-2007, 08:31 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
PSS Jajal Arema


SLEMAN - Skuad PSS Sleman mengisi Ramadan tidak hanya dengan latihan. Mereka juga berencana mengadakan tiga kali latih tanding. "Satu kali yang sudah pasti adalah melawan Arema di Malang, 2 Oktober mendatang. Sedangkan, dua lainnya di kandang," kata Manajer Tim PSS Hendricus Mulyono kemarin (20/9).

Pria yang akrab disapa Mbah Mul itu menyatakan masih mencari tim yang diajak uji coba di Sleman. "Kami juga minta, Arema mau bertanding di Sleman. Kami kan sudah menerima tawaran main di Malang, jadi kami juga minta Arema bertanding di Sleman," lanjutnya.

Uji tanding tersebut untuk mengasah feeling tanding George Oyedepo dkk. Pasalnya, tim asuhan pelatih Rudy William Keltjes itu bakal melakoni laga berat pascalibur Lebaran. Tepatnya, tim yang diidolakan Slemania tersebut bakal menghadapi Persib Bandung, 18 Oktober mendatang.

Materi latihan yang diberikan selama bulan puasa ini pun terfokus untuk pertandingan kontra tim Maung Bandung tersebut. Tidak ada lagi waktu untuk sekadar penjagaan kondisi kendati dalam suasana puasa.

"Semua kan tetap konsentrasi pada pertandingan berikutnya (lawan Persib, Red). Jadi, latihan di bulan puasa ini tetap saja sebagai persiapan tim. Libur Lebaran mungkin dua-tiga hari saja. Libur pemain sudah dihabiskan awal puasa lalu," jelasnya.

Ethuang
21-09-2007, 08:32 AM
Jumat, 21 Sept 2007,
Persela Berharap di Lebak Bulus


LAMONGAN - Kepastian pertandingan usiran Persikabo Kab Bogor harus dicermati sejak dini oleh Persela. Hal itu agar pengalaman negatif yang menyertai pelaksanaan pertandingan usiran saat dijamu Persija Jakarta awal September lalu tidak terulang. "Konsentrasi pemain kami dalam melakoni pertandingan itu sangat terganggu," kata Pelatih Persela M. Basri.

Pengalaman negatif itu, antara lain, terlalu jauhnya tempat penginapan pemain dengan tempat pertandingan. Apalagi, di kota besar, arus lalu lintasnya ramai sehingga selama perjalanan sempat macet. Mereka langsung bertanding, padahal baru tiba di lokasi pertandingan.

"Jadi, kalau boleh saya katakan, saat itu anak-anak pemanasan di dalam bus, selama perjalanan," katanya.

Karena itu, masih menurut pelatih kelahiran Makassar tersebut, kabar kepastian pertandingan usiran melawan Persikabo sudah harus jelas sejak awal. Terutama, tempat alternatif pertandingan usiran itu.

"Kalau boleh diminta, sebisanya, pertandingan tersebut dilaksanakan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, saja. Tempatnya representatif dan aman dari jangkauan suporter Persikabo," imbuhnya.

itach1ez
21-09-2007, 07:29 PM
Bumper Mengamankan Nurdin


Penunjukan wakil ketua umum sebagai pelaksana tugas Ketua Umum PSSI sepertinya akan menjadi jalan keluar terbaik Nurdin Halid. Selain sesuai dengan pedoman dasar (PD), penunjukan itu aman bagi Nurdin untuk tetap bertahan di PSSI meski sedang dipenjara.

Lagipula, menurut PD, ketua umum harus menunjuk wakil ketua umum, bukan orang atau figur lain. Jadi, siap atau tidak, Nirwan Bakrie harus menjadi bumper bagi Nurdin. Lain soal jika nanti Nurdin menunjuk orang selain Nirwan. Masalah pasti akan datang.

Menengok kasus serupa tahun 2004, penunjukan pejabat pemangku tugas ketua umum seperti ini malah rumit. Dalam AD/ART atau pedoman dasar, sebenarnya jika ketua umum berhalangan ia harus diganti.

Kala itu Agusman Effendi, anggota DPR RI dari Komisi VII yang menjabat pula sebagai Kabid Dana dan Promosi, malah ditunjuk menjadi “pejabat pelaksana tugas ketua umum.”

Penunjukan seperti itu sejatinya tak ada dalam AD/ART PSSI. Begitu pula dalam Pedoman Dasar PSSI yang dideklarasikan pada Mei 2004. “Tetapi penunjukan Agusman saat itu ada dalam peraturan organisasi PSSI kok,” ujar Subardi, anggota Exco.

Hanya, peraturan organisasi saat itu belum resmi dibuat atau disahkan. Kemungkinan lain, jika diangkat seorang pejabat sementara ketua umum, maka sesuai dengan AD/ART dalam tempo enam bulan ke depan pjs. harus menggelar kongres atau munas luar biasa (munaslub).

Sementara itu, dilihat dari pedoman dasar yang kala itu masih diperdebatkan keabsahannya, ada pasal yang menyebutkan jika ketua umum berhalangan tetap atau tidak bisa memimpin dalam enam bulan berturut-turut maka munaslub bisa digelar.

Dulu pengurus harian PSSI berusaha keras membuktikan bahwa Nurdin masih bisa memimpin dari penjara dan statusnya belum mempunyai kekuatan hukum yang tetap. Penunjukan Agusman akhirnya tetap diberlakukan meski hukuman sudah dijatuhkan.

“Kita lihat selama 2004-2006 organisasi PSSI berjalan seperti biasa meski ketua umum ada di Rutan Salemba. Saat ini pun saya kira akan sama,” ujar Nugraha Besoes, Sekjen PSSI.

Roda organisasi PSSI yang memang tak bergantung pada satu figur terbukti memang berjalan. Namun, dari Rutan Salemba, Nurdin yang susah dijangkau malah mengeluarkan keputusan atau pengurangan hukum yang aneh. (Ary Julianto)


PEDOMAN DASAR PSSI (Mei 2004) Musyawarah Nasional Luar Biasa
1. Munaslub dapat digelar karena:
Ketua umum dalam menjalankan tugasnya berhalangan tetap atau mengundurkan diri.
Ketua umum telah melakukan penyimpangan kebijakan yang merugikan kepentingan sepakbola nasional.
Ketua umum tidak menjalankan tugas lebih dari enam bulan berturut-turut.
AD/ART PSSI (Kongres PSSI 1999) Kongres Luar Biasa
1. Kongres Luar Biasa diadakan karena:
Ketua umum telah melakukan penyimpangan kebijakan yang merugikan kepentingan sepakbola nasional.
Ketua umum berhalangan tetap sesuai pasal 17 ART
Membahas permasalahan khusus dan mendesak lainnya.
PEDOMAN DASAR PSSI (April 2007) Musyawarah Nasional Luar Biasa
1. Komite Eksekutif dapat mengusulkan pelaksanaan Munaslub.
2. Munaslub dilakukan dengan cara
a. Diusulkan oleh Komite Eksekutif dan mendapatkan persetujuan 1/5 anggota PSSI.

Diusulkan oleh 2/3 anggota dan apabila munaslub tidak dilakukan atas permintaan 2/3 anggota dapat melaksanakan sendiri munaslub dengan persetujuan FIFA.

itach1ez
21-09-2007, 07:35 PM
Agusman Tergoda, Nirwan?



Setelah ditunjuk sebagai pelaksana tugas ketua umum, dalam perjalanan selanjutnya Agusman rupanya tergoda untuk menjadi orang pertama di PSSI. Serangkaian jurus ia terapkan dengan mendekati sejumlah pengda di daerah.

Bahkan ia ingin meratifikasi statuta PSSI sesuai dengan standar statuta FIFA. Salah satu pasalnya memuat bahwa anggota Executive Committee tidak pernah dinyatakan bersalah dalam kasus kriminal.

Pengda Riau di bawah Mafirion dan Pengda Jatim di bawah Haruna Soemitro (atau sebelumnya Dhimam Abror) juga mendukung gerakan ini. Mafirion dan Haruna sempat menjadi panglima dalam mengajak para anggota PSSI menggelar munaslub untuk melengserkan Nurdin tahun 2005.

Bahkan dalam wawancara dengan BOLA April lalu, Nurdin mengakui jika salah satu pembantunya ingin menggulingkan posisinya.

Agusman sendiri membantah anggapan ini. "Saya tidak berniat melakukan hal itu. Tindakan-tindakan yang saya lakukan selama menjabat adalah berdasarkan fungsi dan wewenang saya sebagai pejabat pelaksana tugas PSSI," ujarnya.

Namun, sosok Nirwan bukanlah seperti Agusman. Lagipula menurut Andi Darussalam Tabusala, Ketua BLI, Nirwan bukan tipe orang yang menusuk dari belakang. “Ia figur yang setia kawan. Tak mungkin ia menjatuhkan Nurdin di saat-saat seperti ini,” ucap Andi.

Kemungkinan Nirwan melakukan pembelotan seperti yang dilakukan Agusman memang sangat kecil. Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan BOLA tahun lalu, ia secara tegas menolak untuk memimpin PSSI. Di samping kesibukannya yang amat padat, salah satu bos Bakrie Grup ini juga sudah nyaman dengan posisinya sekarang.

Intervensi FIFA

Berkaca dari itu semua dan melihat pedoman dasar (April 2007) saat ini, pasal-pasal mengenai munaslub atau pergantian ketua umum sudah banyak ditepikan. Dalam pasal 19.2 Pedoman Dasar tentang Musyawarah Luar Biasa disebutkan bahwa munaslub hanya bisa dilakukan dengan cara diusulkan oleh Komite Eksekutif PSSI dan disetujui 1/5 anggota PSSI.

Cara lain? Munaslub diusulkan oleh 2/3 anggota PSSI (jumlah anggota semua sekitar 400 klub) dan anggota ini dapat melaksanakan sendiri dengan persetujuan FIFA.

Melihat syarat tersebut, amatlah sulit untuk menggelar sebuah munaslub. Intervensi dari FIFA atau AFC mungkin adalah cara lain yang bisa memaksa PSSI menggelar munaslub. Campur tangan FIFA kepada anggota sering terlihat, seperti membekukan kepengurusan di Iran atau Nigeria dan memperingatkan Kamboja soal kepengurusan sepakbola mereka.

Mungkin jika ada anggota PSSI melaporkan kondisi ini ke FIFA, meski tak ada 2/3, bisa saja otoritas sepakbola tertinggi di dunia itu bertindak. Namun, menurut keterangan Nugraha Besoes, Sekjen PSSI, Pedoman Dasar PSSI sudah diakui FIFA. Kecil kemungkinan intervensi FIFA mencampuri urusan PSSI mengenai salah satu pasal tentang anggota Exco yang tak sepenuhnya diadopsi PSSI.

Ethuang
22-09-2007, 08:40 AM
Sabtu, 22 Sept 2007,
Hanya Pertahankan 40 Persen

Perombakan Persibo usai Juara
BOJONEGORO - Persibo Bojonegoro bakal merombak tim. Meski, mereka baru saja menjadi juara kompetisi Divisi I Nasional setelah mengalahkan Persikad Depok di Stadion Manahan, Solo, Jateng, dua pekan lalu.

Bahkan, perombakan itu termasuk besar-besaran karena hanya mempertahankan 40 persen pemain yang ada untuk menghadapi kompetisi Divisi Utama musim 2008. Kabar yang berembus tersebut, tampaknya, ada benarnya. Itu disebabkan untuk kompetisi Divisi Utama, tentunya Persibo membutuhkan tim yang para pemainnya mempunyai skill di atas kompetisi Divisi I. Itu pun hanya beberapa pemain Persibo yang memilikinya.

Kabar tersebut juga menyebutkan, di antara empat pemain asing yang dimilki Persibo saat ini, tidak semuanya akan dipertahankan manajemen tim. Paling-paling yang dipertahankan hanya dua pemain.

Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo Bojonegoro Imam Sardjono saat dihubungi wartawan koran ini menjelaskan bahwa gambaran siapa pemain yang dipertahankan memang sudah ada. "Namun, semua masih akan ditentukan di rapat evaluasi," jelasnya.

Kapan rapat tersebut dilakukan? Menurut pria yang juga pengusaha Sapordi tersebut, rapat evaluasi dilakukan setelah Lebaran, saat semua pemain sudah masuk. "Yang paling penting laporan pelatih dan siapa yang direkomendasikan," ungkapnya.

Dia mengakui, pada kompetisi Divisi I kali ini tim telah menghasilkan sesuatu yang maksimal dan di luar target awal yang hanya lolos ke Divisi I.

Ethuang
22-09-2007, 08:42 AM
Sabtu, 22 Sept 2007,
PSM
Serahkan ke Pengelola


Penentuan Asisten Pelatih
MAKASSAR - Pelatih PSM Radoy Hristov Minkovski terkesan hati-hati. Dia tak mau mengambil keputusan sendiri soal siapa asisten pelatih yang akan mendampinginya.

Kepada Fajar (Grup Jawa Pos) kemarin (21/9), pelatih asal Bulgaria tersebut memilih diam ketika ditanya soal asistennya untuk sisa pertandingan Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII. "Siapa yang saya pilih? Pertanyaan itu mestinya bukan untuk saya, tapi buat manajemen," ungkapnya.

Tampaknya, Radoy tak mau mengambil risiko salah pilih karena PSM sudah memiliki empat asisten pelatih sebelum dia bergabung dengan skuad Pasukan Ramang (julukan PSM) dua pekan lalu. "Saya tak ada masalah bekerja sama dengan siapa saja. Mereka sepertinya bisa diajak kerja sama. Soal bahasa, kini tak ada kendala karena saya hanya menggunakan bahasa sepak bola," tegasnya.

Pengelola PSM juga tidak mau ambil risiko dengan memaksakan empat asisten sekaligus masuk dalam tim. Wakil manajer PSM Ishlah Idrus bahkan meminta Fajar menanyakan lagi paket tersebut kepada Radoy karena sudah dua pekan belum ada kejelasan. Apalagi, empat asisten lama, Rahman Usman, Ali Baba, M. Rum Bismar, dan Ansar Abdullah, sudah bergabung dalam latihan.

Desakan agar Trio Rasali plus M. Rum tetap dipertahankan memang sempat menguat dengan pertimbangan fungsional para asisten. Namun, asisten yang terlalu banyak juga kurang efektif. Sebab, Radoy bisa mengambil alih sebagian tugas mereka.

Ethuang
22-09-2007, 08:43 AM
Sabtu, 22 Sept 2007,
Tunggu Keberanian Sikap Exco


BELUM jelasnya langkah PSSI usai ditahannya Nurdin Halid, ketua umum PSSI, membuat gerah banyak kalangan. Terpidana kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar tersebut, rupanya, akan tetap dipertahankan.

Itu tampak dari langkah pengurus teras PSSI yang mempersilakan digelar munaslub (musyawarah nasional luar biasa), tetapi dengan syarat dua per tiga suara anggota setuju. Apa yang diingginkan PSSI itu, menurut Edy Yuwono Slamet, pemerhati sepak bola nasional, sangat sulit terwujud. Itu disebabkan masing-masing pengcab (pengurus cabang) maupun pengda (pengurus daerah) memiliki kepentingan sehingga akan sulit menyatukan suara. Belum lagi ditambah dengan kuatnya pengaruh Nurdin di level itu.

"Sulit buat pengcab untuk bergerak mengeluarkan suara. Bisa jadi, itu dilemparkan karena merasa pengcab tidak akan buka suara masalah tersebut," terang Edy.

Karena itu, dia lebih mengacu pada fakta hukum bahwa Nurdin telah menjadi terpidana. Sebab, lanjut dia, dalam aturan FIFA, orang yang sudah terpidana tidak bisa memimpin organisasi sepak bola. "Semestinya dengan bukti itu, tidak perlu ada munaslub. Nurdin memang harus diganti. Kasus yang dulu, saya juga sudah tidak setuju dia tetap memegang PSSI," tutur mantan wakil ketua Komda (sekarang pengda) PSSI Jatim itu.

Sekarang, menurut Edy, menunggu keberanian Exco (executive committee) menyikapi masalah tersebut. "Yang harus disadari, PSSI itu bukan pekerjaan sampingan. Butuh sosok pemimpin yang bisa total mengurusi. Sebab, sepak bola membutuhkan prestasi. Saya pikir, Menpora dan KONI Pusat juga bisa turun tangan menuntaskan masalah itu," tuturnya.

Hal senada juga dilontarkan Aboe Ramli, sesepuh PSSI Jatim. Dia menegaskan, PSSI tidak pantas dipimpin Nurdin. "Jika pengurus PSSI masih memiliki jiwa patriot dan revolusioner, mereka wajib menyelenggarakan munaslub untuk memilih ketua umum PSSI," katanya.

Ethuang
22-09-2007, 08:44 AM
Sabtu, 22 Sept 2007,
Ternyata Memang Beda


Aturan PSSI dengan Statuta FIFA
JAKARTA - Banyak pihak yang menuding bahwa pedoman dasar PSSI tidak sesuai statuta FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Ada aturan-aturan dalam statuta FIFA yang sengaja ditanggalkan dalam pedoman dasar otoritas sepak bola Indonesia itu.

Aturan FIFA yang tidak diadopsi PSSI tersebut, antara lain, pasal 32 ayat 4 standard statutes yang mengatur masalah komposisi Executive Committee (Exco). Dalam standard statutes itu disebutkan, pengurus organisasi sepak bola harus orang yang aktif di sepak bola serta tidak tersangkut masalah kriminal. Tapi, aturan tersebut ternyata tidak tercantum dalam pedoman dasar PSSI.

"Aturan yang kami pakai memang tidak sama persis dengan statuta FIFA. Seperti Anda dan saya, meski sama manusia, wajah kita kan tidak sama. Tapi, yang jelas, aturan kami sudah disetujui FIFA dan dinilai dengan rating tinggi," tegas Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Nugraha Besoes kemarin (21/9).

"Perlu diketahui, standard statutes seperti yang Anda bawa itu hanyalah acuan. Kira-kira itu hanya draf. Jadi, tidak semua harus diharus diambil. Kami mengambil yang sesuai keadaan buat PSSI. Toh, semua negara juga begitu," ujarnya.

Lagi pula, kata dia, di statuta FIFA, pasal yang menyangkut masalah seperti yang tertera di standard statutes (pasal 32 ayat 4) tersebut tidak ada. Nugraha juga menyatakan, penekanan FIFA justru untuk aturan yang menyangkut mengenai tidak boleh campur tangannya pemerintah dalam organisasi sepak bola sebuah negara.

"Bukan berarti ini membela Pak Nurdin (Halid, ketua umum PSSI). Tapi, kami harus proporsional dalam membuat aturan. Jadi, statuta tidak harus sama," tegasnya.

"Dalam membuat aturan, harus disesuaikan kondisi masing-masing. Menurut kami, aturan yang ada di standard statutes pasal 32 ayat 4 itu tidak sesuai penilaian kami. Masing-masing individu sebagai warga negara punya hak," katanya.

Nugraha lantas menganalogikan hal itu dengan pemilihan umum (pemilu). Orang dalam penjara masih diberi hak memilih. Karena itu, dia memandang tidak pas kalau masalah yang dihadapi Nurdin disangkutpautkan dengan pengungkapan perbedaan pedoman dasar PSSI dengan standard statutes tersebut.

"Kami juga punya kode etik mengenai hal itu. Tapi, di situ menyangkut permasalahan di wilayah sepak bola, bukan di luar sepak bola. Yang dihadapi Pak Nurdin kan masalah di luar sepak bola dan tidak merugikan organisasi," ungkapnya.

"Jika permasalahan itu menyangkut masalah di wilayah sepak bola, tentu kami akan bertindak tegas sesuai aturan. Kami juga sudah membuktikan dengan tindakan kami terhadap salah seorang anggota Exco (baca: Kaharudin Syah yang dituduh terlibat suap) yang melanggar di wilayah sepak bola," katanya.

Ethuang
23-09-2007, 07:06 AM
Mafirion: PSSI Tidak Akan Menyingkirkan Nurdin


JAKARTA – Posisi Ketua Umum Persatuan Sepakbola Indonesia (PSSI) Nurdin Halid aman. Humas PSSI Mafirion menegaskan pihaknya tidak akan mencari figur pengganti Nurdin yang kini tengah mendekam di balik jeruji penjara Salemba, Jakarta.
Nurdin kembali harus berurusan dengan hukum setelah divonis dua tahun penjara plus denda Rp. 30 juta oleh putusan Mahkamah Agung (MA). Putusan tersebut membatalkan putusan bebas PN Jakarta Selatan dalam kasus penyalahgunaan dan penyauran minyak goreng yang merugikan negara Rp. 169,7 pada 1999.

“Sejauh ini kami belum memutuskan untuk melakukan apa-apa termasuk melakukan kongres luar biasa untuk mendiskusikan masalah suksesi,” tegas Mafirion, seperti dikutip Goal, Sabtu (22/9/2007).

Akibat masalah hukum ini, NH panggilan akrab Nurdin harus memutuskan untuk mengundurkan diri dari keanggotaan partai Golkar.

“Kami masih memegang prinsip berdasarkan peraturan PSSI yang mengatakan jika Ketua Umum tidak bisa menjalankan fungsinya maka kedudukannya akan digantikan Wakil Ketua Umum,” jelas Mafirion.

Meski putusan sudah ditetapkan Nurdin tidak putus asa. Dia tengah mempersiapkan untuk melakukan upaya banding untuk mengugurkan kembali putusan MA. PSSI sendiri akan melihat dan menunggu untuk melihat apa yang akan terjadi.

Ethuang
23-09-2007, 07:07 AM
PSIM Yogyakarta
Goodbye Bang Haj* !


YOGYAKARTA– Tamat sudah karier Sofyan Hadi sebagai Nakhoda PSIM Yogyakarta. Menyusul masa kontrak Bang Haj* –demikian dia akrab disapa- expired sejak 12 September. Manajemen Laskar Mataram –julukan PSIM- memutuskan untuk memperpanjang kontraknya lagi.
Prestasi jeblok Seto Nurdiyantoro dkk yang anjlok akhir-akhir ini dianggap sebagai biang keladi keputusan manajemen. Melihat hal ini Sofyan pasrah. Sanksi dari Komisi Disiplin PSSI juga mengharuskannya menerima keputusan berat ini.
“Saya menyadari, kondisinya memang seperti ini. Kontrak saya habis sejak 12 September lalu. Apalagi saya harus menjalani sanksi dari Komdis. Ini adalah solusi terbaik demi PSIM. Sebenarnya dulu pernah ada kesepakatan dengan manajemen mengenai perpanjangan kontrak. Tapi karena sanksi, saya tak bisa berbuat banyak.,” ucap Bang Haj*, Sabtu (22/9/2007).
Sementara manajemen belum memutuskan siapa figur yang akan menggantikan Sofyan. Namun sementara ini posisinya akan diambih alih Nugroho Swasto bersama Asisten Pelatih, maman Durachman.
“Saya minta manajer tim bersama asisten pelatih segera menentukan langkah berikutnya setelah tidak ada lagi Bang Sofyan. Termasuk menentukan program uji coba selama bulan Ramadhan ini,” ucap Syauqi.
Rupanya kepergian Sofyan sangat disyukuri salah satu punggawa Laskar Mataram. Itu diakui M. Anshori. “Kalau saya sih profesional saja. Dengan kondisi apapun, termasuk tanpa pelatih, kami harus selalu siap. Mendingan, anggaran yang ada digunakan untuk meningkatkan motivasi pemain. Karena semenjak tidak ditangani Bang Haj*, teman-teman justru bisa bermain lebih lepas,” cetus Anshori.
Pendukung fanatik PSIM, Brajamusti pun turut angkat bicara soal kekosongan kursi pelatih. Presiden Brajamusti, Agung Damar mengatakan, seharusnya Manajemen PSIM menunggu hingga memori banding turun. Karena dengan begini, memori banding yang diajukan Manajemen PSIM seakan muspro (sia-sia). Mengenai langkah selanjutnya, Agung menyerahkan sepenuhnya kepada Manajemen PSIM.
“Mengenai pengisian kursi pelatih, kami serahkan sepenuhnya kepada manajemen. Kami sendiri juga belum punya gambaran siapa yang layak menggantikan posisi Bang Haj*. Tapi kami punya kriteria pelatih yang layak menangani PSIM. Salah satunya bisa memotivasi pemain dan mampu menciptakan strategi jitu. Karena saat ini, PSIM sangat membutuhkan kemenangan,” tutur Agung.

Ethuang
23-09-2007, 07:32 AM
Minggu, 23/09/2007
Sriwijaya Football Club
Fabanyo Pimpin Latihan SFC


PALEMBANG - Latihan menjelang berbuka puasa digelar rutin Sriwijaya Football Club (SFC) sejak awal Ramadhan. Hal ini dilakukan demi menjaga performa Charis Yulianto dkk.
Fisik mereka diharapkan tidak melorot lantaran jadwal tanding masih lama. Baru pada 27 Oktober nanti SFC berlaga versus Perseman Manokwari dalam ajang Copa Indonesia.
Selepas mengawali peregangan ringan, latihan dimulai 24 pemain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (22/9/2007). Tak terlihat Anoure Obiora yang masih menjalani perawatan akibat cedera.
Ke mana Rahmad Darmawan? "Rapat," jawab Setyocipto, mantan striker Pusri Palembang di kompetisi Galatama era 80'an yang kini menjadi ofisial SFC. Rembang petang, pukul 16.23 WIB, para pemain berlatih di bawah komando Haj* Syafruddin Fabanyo, asisten pelatih.
Setelah latihan ala "tikus-kucing" berebut bola dalam komposisi 6:2, punggawa SFC dibagi tiga kelompok memainkan game penguasaan bola setengah lapangan.
Ketika Zah Rahan keliru menyodor umpan, Charis si Baretti itu berteriak, "Ah, gimana mau main di Liga Inggris!" Teman setimnya asal Liberia itu merespons dalam tawa ringan.
Permainan dilanjutkan dengan memakai gawang 7 lawan 7. Tim Benben dkk menang atas Renato cs, skor 3-1. Yang kalah diganti rombongan Wijay. Simulasi ketiga tim 7, terlihat enjoy saja mereka nikmati, meski sebagian besar tengah menjalani ibadah puasa.
Sementara itu, para penjaga gawang menjalani latihan khusus. Bola disepak Indrayadi, pelatih kiper, dan lengket ditangkap Feri Rotinsulu.
Aksinya ditanggapi tepuk tangan oleh beberapa anak-anak yang nongkrong di bench. "Horee!" pendukung kecil SFC bersorak. Sekira 15 menit, tabuhan bedug dan kumandang azan pertanda buka puasa diudarakan dari Mesjid Agung.
Sebagian pemain SFC pun berbuka berpuasa usai berkeringat latihan. Lega rasanya.

Ethuang
24-09-2007, 08:53 AM
Senin, 24 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Beri Kesempatan Pemain Pelapis


SIDOARJO - Bertumpu pada performa menawan para legiun asing dan kolektivitas pemain lokal, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) menorehkan hasil memuaskan sepanjang putaran II. Saat ini mereka bertengger di posisi ketiga klasemen sementara Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII Wilayah Timur.

Sayang, ketergantungan yang tinggi terhadap pemain tertentu mengakibatkan Deltras sering kelimpungan jika kehilangan pemain pilar. Itu terjadi karena selama ini arsitek Deltras Jaya Hartono jarang merotasi pemain dan memanfaatkan tenaga pemain pelapis.

Memang, dengan memasang the winning team, peluang meraih poin sangat besar. Namun, dalam kondisi jadwal di kompetisi sepak bola tanah air yang sangat padat, pilihan itu menyebabkan kondisi fisik pemain Deltras terkuras. Akibatnya, mereka tidak bisa berkonsentrasi penuh dalam laga-laga tertentu.

Problem itu tergambar jelas saat Deltras dikalahkan Arema Malang dengan skor telak 0 - 3 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Padahal, tim berjuluk The Lobster itu datang dengan bermodalkan rekor tak terkalahkan dalam tujuh pertandingan terakhir.

Karena itu, jeda Ramadan ini harus dioptimalkan Jaya untuk memoles para pemain pelapis yang selama ini jarang mendapatkan kesempatan tampil. "Semua pemain punya kesempatan yang sama untuk diturunkan. Masalahnya, hanya kesempatan dan kesiapan pemain itu sendiri," papar Jaya kemarin.

Selama ini banyak pemain Deltras yang terus duduk manis di bangku cadangan. Bahkan, sebagian di antara mereka hanya menjadi partner latihan para pemain inti The Lobster. Padahal, berulang-ulang Jaya menegaskan bahwa kemampuan para pemain lokal nyaris setara antara inti dan pelapis.

Dalam lanjutan kompetisi mendatang, baik di Ligina maupun Copa Indonesia, mantan pelatih Persik Kediri itu harus lebih jeli dan berani melakukan rotasi dengan memainkan para pemain pelapisnya. Itu disebabkan Claudio Pronetto dkk akan melakoni dua kompetisi sekaligus.

Di putaran kedua ini, Hariono dan Bakrie Umarella selalu mendapatkan tempat di tim utama. Padahal, putaran I lalu, mereka hanya penghuni bangku cadangan dan jarang mendapat kesempatan merumput. Itu buktinya bahwa para pemain hanya membutuhkan kesempatan dan kepercayaanm dari pelatih.

Di sisi lain, kehilangan Purwaka Yudhi dan Airlangga Sucipto dapat menjadi momentum bagi sejumlah pemain yang selama ini dinomorduakan untuk membuktikan diri. Apalagi, Jaya memberikan kesempatan kepada mereka melalui serangkaian laga uji coba, termasuk dengan tim Divisi Utama Persema Malang pada 6 Oktober mendatang.

"Saya akan terus memperbaiki diri, beradaptasi dengan pola baru, dan membuktikan bahwa saya masih mampu," kata kapten Deltras yang kini jarang mendapat kesempatan bermain Andri "Gepeng" Budianto beberapa waktu lalu.

Ethuang
24-09-2007, 08:54 AM
Senin, 24 Sept 2007,
Sriwijaya FC
Seri Away Belum Cukup


PALEMBANG - Tiga laga away yang bakal dihadapi Sriwijaya FC akhir Oktober mendatang terbilang sangat berat. Untuk tetap bertahan pada posisi puncak Wilayah Barat sekarang ini, tentu saja skuad berjuluk Laskar Wong Kito tersebut harus menangguk sembilan poin penuh, masing-masing atas Persitara Jakarta Utara, Persib Bandung, dan PSS Sleman.

Kalau hanya bisa bermain seri atau bahkan kalah, tentu tim-tim seperti Persija Jakarta, Persib, PSMS Medan, maupun Persik Kediri akan mengambil alih apa yang telah didapat SFC sekarang. Bukan tidak mungkin bahwa SFC akan terlempar dari posisi 4 besar.

Bukan perkara mudah memang. Skuad Rahmad Darmawan itu pernah menorehkan catatan buruk di dua laga away terakhir. Yaitu, saat dikalahkan Persikota Tangerang dan Persikabo Kab Bogor. Padahal, Isnan Ali dkk sempat difavoritkan. SFC pun kala itu menarget empat poin, masing-masing seri atas Persikota dan menang atas Persikabo.

Ethuang
24-09-2007, 08:56 AM
Senin, 24 Sept 2007,
Jatim Pilih Pasif


Soal Status Nurdin Halid
SURABAYA - Pupus sudah harapan melihat Pengda PSSI Jatim turut membenahi kondisi PSSI Pusat. Payung organisasi sepak bola provinsi paling timur Pulau Jawa itu tidak memiliki sikap tegas terkait kasus Nurdin Halid, ketua umum PSSI. Nurdin, terjerat kasus korupsi dana pendistribusian minyak goreng Bulog Rp 169,71 miliar dengan hukuman dua tahun penjara.

Padahal, selama ini Jatim selalu menjadi motor dalam memberikan kritik terhadap kinerja PSSI Pusat. Itu tampak dalam Munas PSSI yang dilangsungkan di Makassar pada April lalu. Jatim bersikeras menginginkan adanya pergantian pemimpin di PSSI agar tidak diduduki Nurdin lagi. Tapi, sikap itu seperti tidak berbekas setelah Haruna Soemtiro, ketua PSSI Jatim, ditarik menjadi anggota Exco (executive committee -komite eksekutif) PSSI Pusat.

Ditemui dalam agenda rapat PSSI Jatim kemarin, Haruna memilih tutup mulut soal pilihan sikap organisasi yang dipimpinnya mengenai Nurdin. Dia mempersilakan Ahmad Riyadh, ketua Komdis PSSI Jatim, untuk menyampaikan pernyataan.

"Tidak etis saya memberikan komentar soal Nurdin, sementara saya adalah anggota Exco. Meskipun saya ketua PSSI Jatim, itu tetap saja tidak bisa," ujar Haruna.

Sebelum menyampaikan sikap PSSI Jatim soal Nurdin, Riyadh memaparkan dua hal yang menjadi acuan. Pertama, kasus Nurdin sudah tidak lagi sekadar kasus hukum. Dia menilai sudah banyak kepentingan yang ikut di dalamnya. "Diangkatnya dia menjadi anggota DPR sebelum dipenjara merupakan salah satu indikatornya," katanya.

Kedua, sikap seluruh anggota PSSI yang tetap memilih Nurdin dalam munas meski mengetahui sedang memiliki masalah hukum. Bahkan, peserta munas memilih dia secara aklamasi. Karena itu, apa yang menimpa Nurdin tidak perlu dipermasalahkan.

"Jadi, dengan pertimbangan itu, kami akan tetap istiqomah (konsisten) dengan Nurdin yang tetap menjadi ketua umum PSSI," tegas Riyadh.

"Boleh dibilang kami pasif soal itu. Kami tidak akan bergerak menuntut adanya munas maupun, sebaliknya, menghalang-halangi adanya keinginan satu pihak untuk munas," tambahnya.

Namun, Riyadh menyatakan bahwa keputusan Pengda Jatim tidak memengaruhi pengcab. Bahkan, dia mempersilakan untuk meminta munaslub.

"Misalkan mayoritas pengcab ingin menuntut munaslub, silakan. Tapi, kami tetap akan mengajak dialog dengan mereka mengenai untung ruginya melakukan itu. Kami lebih mengacu pada kepentingan organisasi PSSI Jatim, bukan orang per orang," tuturnya.

Dia juga tidak menampik bahwa salah satu alasan untuk memilih sikap pasif tersebut juga disebabkan masuknya Haruna menjadi anggota Exco. Lantas, pertanyaannya, apakah layak terpidana tetap memimpin PSSI Pusat? "Saya tidak bisa berkomentar banyak soal pertanyaan pantas tidaknya ketua umum dipenjara. Itu bergantung kepada penilaian masing-masing orang," jelasnya.

Ethuang
24-09-2007, 08:57 AM
Senin, 24 Sept 2007,
Persis Solo
Manajemen Mulai Berpikir Ulang


SOLO - Molornya pelaksanaan Liga Indonesia hingga Januari tahun depan membuat kubu Persis risau. Sebab, konsekuensi yang akan diemban manajemen Laskar Samber Nyawa -julukan Persis- berat, terutama pembengkakan gaji yang harus ditanggung manajemen.

Manajer teknik Persis Frans "Wewek" Setyabudi kepada Radar Solo (Grup Jawa Pos) menyatakan, seharusnya, PSSI sudah memiliki perencanaan yang matang sebelum pelaksanaan Liga Indonesia diselenggarakan. "Sehingga, jadwal pertandingan tidak akan mengalami perubahan ataupun penundaan," ujarnya.

Persis yang mengalami kekurangan dana sangat merasakan imbas dari perubahan jadwal pertandingan itu. Perubahan tersebut akan berdampak dalam pengeluaran klub pos gaji pemain. "Persis akan berpikir ulang dengan perubahan jadwal itu. Manajemen akan segera bertemu untuk menentukan sikap menanggapi permasalahan ini," bebernya.

Selain itu, molornya jadwal akan mempengaruhi kontrak para pemain. Hanya, Wewek kurang mengerti persoalan kontrak pemain.

"Pertemuan manajemen nanti akan meninjau ulang semua persoalan yang dihadapi klub, termasuk masalah kontrak pemain. Jika tidak dilakukan meeting, pengeluaran klub akan semakin terkuras," jelasnya.

Kondisi itu membuat manajemen akan serbasulit menghadapi keadaan. Jika dilihat dari sisi keuangan, Persis sangat dirugikan. Tetapi, dari segi persiapan, tim berkostum merah merah itu mendapatkan angin segar. "Edu (pelatih Eduard Tjong, Red) akan lebih memiliki waktu untuk melakukan persiapan tim dalam menghadapi pertandingan," tegasnya.

Edu, yang dihubungi terpisah, belum tahu secara pasti molornya jadwal kompetisi itu. "Saya belum ketemu dengan Pak Bram (Abraham E.W.T., sekretaris manajer, Red)," ujarnya.

Namun, Edu menyatakan, jika benar ada penundaan jadwal, dia dan tim pelatih bisa sedikit bernapas lega. Dia bisa lebih panjang mempersiapkan tim menghadapi laga-laga krusial di sisa kompetisi.

Sementara itu, kemarin (23/9), Persis tidak mengadakan latihan. Seluruh pemain diliburkan. "Memang sengaja saya liburkan, biar pemain dapat istirahat," ujarnya.

Ethuang
24-09-2007, 09:03 AM
Senin, 24 Sept 2007,
Gresik United
Pantau hingga Desember


GU Bakal Pertahankan 10 Pemain
GRESIK - Kegagalan mengantarkan tim Gresik United (GU) menembus Divisi Utama secara otomatis bakal membawa konsekuensi bagi pemain tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu. Kontrak beberapa pemain bakal tidak diperpanjang. Hal itu terungkap dari pernyataan manajemen GU yang hanya akan mempertahankan sepuluh pemain pada musim depan.

"Ini untuk menjaga keseimbangan tim. Kami mempertahankan sepuluh pemain, bukan seperti yang diberitakan hanya mempertahankan 10 persen," kata manajer tim GU Ali Mukhid.

Dengan demikian, 17 orang di antara 27 pemain yang dimiliki GU saat ini bakal dilepas. Karena itu, tim asal Kota Pudak yang berada di grup III bersama juara Divisi I Liga Indonesia 2007 Persibo Bojonegoro itu harus merakit skuad inti untuk musim depan.

Nah, siapa saja sepuluh pemain itu yang bakal dipertahankan akan dipantau mulai sekarang hingga kontraknya berakhir Desember mendatang. Selama kurun waktu tersebut akan dilihat siapa yang loyal dan layak dipertahankan sebagai skuad GU. Gelagat pemain yang loyal dan tidak akan terlihat. Soal skill dan teknis sudah tidak ada persoalan. Sebab, pelatih pasti sudah mengetahui sejak kompetisi lalu.

Bagi Ali Muchid, kegagalan GU menembus Divisi Utama juga menjadi persoalan tersendiri. Manajemen harus mempertanggungjawabkan kepada masyarakat pencinta bola di Gresik.

Klub yang baru menjalani kompetisi selama dua musim itu harus segera mengadakan evaluasi mendasar. Memang, jika dilihat perkembangannya, Laskar Joko Samudro menunjukkan tren positif sejak awal kemunculannya pada 2005.

Dibandingkan dengan saat diarsiteki Mustaqim di awal kemunculannya hingga ditangani Sanusi Rachman, sekarang GU memperlihatkan perkembangan yang signifikan. Setidaknya, dari tim bau kencur yang sering menjadi lumbung gol, kini GU termasuk tim yang disegani di Divisi I. Mereka bercokol di posisi ketiga klasemen akhir grup III.

Dikabarkan, bomber Denilson melakukan kontak dengan manajemen tim lain. "Tapi, tunggu kepastiannya. Saya ingin mengetahui dahulu apakah manajemen mempertahankan saya atau tidak," katanya.

Ethuang
24-09-2007, 09:18 AM
Senin, 24 Sept 2007,
Greg Nwokollo (Persis)
Puas Bisa Temani Puasa


APA yang dilakukan Greg Nwokollo ini patut menjadi teladan bagi siapa saja. Bayangkan, demi menujukkan toleransi kepada rekan-rekannya yang sedang berpuasa, pemain Persis Solo asal Nigeria ini ikut rela menahan haus dan lapar, termasuk saat harus menjalani latihan.

Seperti terlihat di Stadion Manahan kemarin, Nwokollo sama sekali tak menyentuh minuman dalam gelas plastik yang tersedia di pinggir lapangan setelah latihan. "Selama latihan di bulan puasa ini saya memang tidak minum meskipun usai latihan. Saya ikut teman-teman berpuasa meskipun saya bukan muslim. Saya ingin merasakan seperti teman-teman yang sedang menjalankannya," ujar Nwokollo kepada Radar Solo (Grup Jawa Pos).

Puasa di tengah sengatan matahari bukanlah sesuatu yang gampang dilakukan. Apalagi untuk seorang pemain profesional yang tetap dituntut serius ketika latihan. Akan bertambah berat tentunya jika yang melakukan adalah mereka yang belum pernah melakukan sebelumnya. Tapi tidak demikian halnya dengan Nwokollo. Dia tetap merasa enjoy meski harus memeras keringat tanpa ditemani air setetes pun dan perut yang sedang dalam kondisi kosong.

"Ini bentuk kebersamaan saya dengan rekan-rekan tim yang mayoritas muslim. Saya menghormati mereka dalam menjalankan ibadah," beber pemain bernomor punggung 20 ini.

Menurut Nwokollo, puasa yang dilakoninya ini benar-benar didasarkan kerelaan. Sama sekali tak ada yang memaksanya untuk memperlihatkan toleransi. Bahkan, manajemen Persis tetap menyediakan fasilitas air minum tiap kali latihan selama Ramadan ini sebagai antisipasi untuk mereka yang tidak berpuasa. Tapi, seperti halnya Nwokollo, para pemain asing Persis lainnya juga rata-rata tidak menyentuh air selama dan sesudah latihan.

"Haus dan lapar itu pasti. Tapi, bagaimanapun saya puas bisa menemani teman-teman berpuasa sehingga tidak ada perbedaan saat latihan," ujar Nwokollo.

Ethuang
25-09-2007, 07:45 AM
Selasa, 25 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Biasakan Variasi Skema Permainan


SIDOARJO - Peluang Delta Putra Sidoarjo (Deltras) menembus babak delapan besar di dua kompetisi level teratas di tanah air masih terbuka. Tapi, itu butuh perjuangan ekstrakeras, terutama di pentas Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII.

Sekalipun, mereka kini bertengger di posisi ketiga klasemen sementara dengan bermodalkan tujuh laga sisa, Deltras masih mungkin terlewati pesaing-pesaingnya. Pasalnya, sejumlah pesaing Deltras masih menyisakan delapan hingga sepuluh laga.

Apalagi, konsentrasi tim berjuluk The Lobster tersebut terpecah karena juga berpeluang meraih prestasi di Copa Indonesia. Karena itu, arsitek Deltras Jaya Hartono harus jeli dalam menerapkan strategi dan susunan pemain di sejumlah laga sisa.

Dia tidak bisa lagi terlalu memaksakan diri untuk memainkan pemain yang sama secara terus-menerus dalam sejumlah laga sisa. "Semua pemain harus disiapkan untuk turun dalam setiap pertandingan yang tersisa. Untuk itu, kami akan menjajal sejumlah variasi skema permainan selama jeda Ramadan," kata Jaya kemarin (24/9).

Sepanjang putaran kedua, mantan pelatih Persik Kediri dan Persiba Balikpapan itu lebih banyak menerapkan pola 4-4-2. Pola tersebut cukup berhasil dalam sejumlah laga. Buktinya, dari sepuluh laga yang dilakoni, tim asal Kota Udang itu hanya gagal meraup poin di dua laga.

Sebelumnya, di putaran pertama, Deltras lebih sering bermain dengan pola 3-5-2. Hasilnya pun tidak terlampau mengecewakan. Hanya, Claudio Pronetto dkk sering kesulitan jika berhadapan dengan tim lawan yang menerapkan pola 4-4-2.

Itu tergambar jelas saat Deltras dikalahkan PSM Makassar serta ditahan imbang Arema Malang dan Persekabpas Pasuruan di partai kandang. "Dengan pola 3-5-2, kami memang keteteran untuk menghadapi lawan yang menggunakan pola 4-4-2," ungkap Jaya.

Selain dua pola tersebut, Jaya pernah menerapkan pola 3-4-1-2 pada pertandingan terakhir jelang jeda Ramadan. Itu terjadi saat Deltras menahan imbang Persekabpas 0-0 di partai tandang. "Kami tidak terpaku pada satu pola saja," paparnya.

Pada jeda Ramadan kali ini, Jaya akan memanfaatkannya untuk membiasakan para punggawa The Lobster dengan variasi pola permainan. Selain itu, tenaga seluruh pemain yang tersisa mulai dioptimalkan. Sebab, Deltras sudah dipastikan kehilangan dua pemainnya yang memperkuat Timnas U-23. Yakni, Purwaka Yudhi dan Airlangga Sucipto.

Tidak heran, laga uji coba besok malam melawan Indomaret (klub internal Persebaya) di Gelora Delta, bakal menjadi ajang menjajal para pemain dengan beberapa skema permainan. "Saya akan merombak komposisi pemain pada uji coba nanti supaya punya banyak alternatif," ujarnya.

Ethuang
25-09-2007, 07:46 AM
Selasa, 25 Sept 2007,
Jadwal Anyar Belum Kelar


JAKARTA - Liga Indonesia (Ligina) XIII berakhir Januari 2008 atau molor satu bulan dari rencana semula. Begitulah pernyataan yang dikeluarkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) Sabtu (22/9) lalu. Meski telah mengumumkan pengunduran Ligina XIII, BLI ternyata belum mengeluarkan jadwal terbaru hasil dari perubahan tersebut.

Menurut Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono, jadwal anyar Ligina XIII masih belum kelar dikerjakan.

"Penyusunan jadwal ini bukan semata-mata siapa lawan siapa. Tapi, kami juga mempertimbangkan masalah tayangan langsung stasiun televisi. Selain itu, yang utama, kami masih berhitung dengan agenda tim nasional," tutur Joko kemarin (24/9).

"Hari ini (kemarin, Red), kami rapat dengan BTN (Badan Tim Nasional) mengenai rencana tim nasional. Jadi, mungkin Kamis atau Jumat jadwal baru keluar," tambahnya.

Molornya jadwal Ligina XIII memang disebabkan agenda timnas. Seperti diketahui, mulai hari ini hingga 25 Oktober mendatang, Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2007 menjalani serangkaian uji coba ke Argentina. Agenda itu diprediksi mengganggu stabilitas tiga tim. Yakni, Persipura Jayapura, Persmin Minahasa, dan Pelita Jaya Purwakarta.

Tiga tim tersebut mempunyai tiga dan empat pemain di Timnas U-23. Agar pertandingan tiga tim tersebut tidak terganggu, beberapa pertandingan mereka ditunda. Selain agenda Timnas U-23, jadwal Ligina XIII mengalami benturan dengan rencana pemusatan latihan Timnas Senior yang dijadwalkan akhir Oktober hingga dua minggu awal November mendatang.

Meski belum bisa mengeluarkan jadwal terbaru, BLI sudah memberi garansi bahwa delapan besar tetap dilaksanakan di tempat yang sama. Yakni, di Stadion Brawijaya, Kediri, dan Stadion Manahan, Solo.

"Dua tempat itu tetap sebagai pemegang lisensi tuan rumah delapan besar. Selama tidak ada masalah berarti dengan fasilitas di tempat tersebut, Solo dan Kediri tetap menjadi venue babak delapan besar," tegas Joko.

Ethuang
25-09-2007, 07:47 AM
Selasa, 25 Sept 2007,
Lupa Citra dan Prestasi Buruk


Rita: PSSI Harus Punya Ketua secara Fisik
JAKARTA - Sejak berada dalam kendali Nurdin Halid mulai 2003, belum ada prestasi yang mampu digapai PSSI. Perjalanan Tim Nasional (Timnas) Indonesia di berbagai kejuaraan sepak bola selalu saja diiringi torehan jeblok. Memang, Tim Merah Putih sempat tampil membanggakan di Piala Asia 2007 pada Juli lalu.

Bukan bermaksud menafikan kerja pelatih dan para pemain, pencapaian timnas waktu itu tidak lebih hanya sebagai kejutan. Bahkan, boleh dikata, kejutan tersebut tercipta karena peran besar publik Indonesia dalam mendukung perjuangan Ponaryo Astaman dkk.

Saat prestasi tetap seret dan pada masa tampuk kepemimpinan PSSI dipegang Nurdin, justru selalu saja ada kontroversi yang mencuat dari markas otoritas sepak bola nasional itu. Contoh paling konkret tentu saja penghapusan degradasi Divisi Utama Liga Indonesia musim 2004 dan 2005.

"Kalau kalian (media, Red) bicara prestasi, tentu jangan terus-menerus menuntut mundur ketua umum. Justru saat ini adalah tugas kalian untuk mengawasi dan membantu program timnas agar mencapai prestasi. Salah satu prestasi di SEA Games nanti," ujar Andi Darussalam Tabusalla, anggota Executive Comittee (Exco/komite eksekutif) PSSI kemarin.

"Jangan meributkan ketua umum. Toh, selama ini, dia masih bisa mengejarkan tugasnya, yakni memimpin rapat dan menandatangani surat. Yang tidak dia bisa kan cuma masalah fisiknya, yang harus berada di Salemba, bukan di Senayan," tambahnya.

Nah, di sini justru masalahnya. Memang Nurdin masih bisa melaksanakan tugasnya. Cuma dengan mengadakan rapat di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba jelas mencoreng citra PSSI. Ingat, PSSI adalah organisasi olahraga terbesar di Indonesia. Masak organisasi besar harus dikendalikan dari balik jeruji besi.

"Ini masalah kebiasaan. Jika dulu Pak Nurdin berkantor, dia sekarang pindah kantor di Salemba. Begitu saja kok direpotkan," jelas Andi.

Tapi, sependek itukah masalah citra PSSI di mata publik nasional serta komunitas sepak bola internasional dilupakan? Tentu jawabnya tidak. Misalnya, penuturan Ketua KONI Rita Subowo kemarin (24/9). Dia menegaskan bahwa PSSI harus punya sosok ketua umum secara fisik.

"Tentu kami prihatin dengan kondisi PSSI saat ini. Di kala sepak bola Indonesia mulai menuai simpati publik karena keberhasilan menggelar Piala Asia 2007, mereka kini menghadapi masalah besar," terang Rita.

"Kami harap PSSI bisa segera memiliki ketua umum secara fisik. Apalagi, mereka akan menghadapi even besar, SEA Games 2007, di Thailand," tambahnya.

Cuma, Rita enggan menyebut calon yang layak memimpin PSSI ke depan. "Untuk masalah itu, kami serahkan ke internal PSSI," tegasnya.

Ethuang
25-09-2007, 08:58 AM
Persiba Balikpapan
Butler Menikmati Karirnya di Indonesia


BALIKPAPAN – Peter Butler menikmati karir kepelatihannya di IndonesiaAsia pada bulan Juni-Juli lalu. bersama klub Persiba Balikpapan. Apalagi, setelah AFC mempercayakan negeri ini untuk menjadi penyelenggara kejuaraan tertinggi di
Menurut Butler, dirinya sangat terkesan dengan penampilan tim Merah-Putih, yang nyaris menembus babak perempat-final dan hal ini membuat Indonesia mulai dipandang oleh negara-negara lain.
"Apabila anda menilai dari segi kompetisi lalu dengan sambutan hangat dari pendukung di segenap pertandingan yang diikuti oleh Indonesia, maka pentas Piala AFC lalu merupakan kesuksesan tersendiri," ungkap mantan punggawa West Ham United itu terhadap Indonesia, yang dipercayakan menjadi penyelenggara partai puncak, kepada situs resmi Federasi Spakbola Asia (AFC).
"Indonesia ternyata mampu menarik perhatian dari AFC dan hal ini tentu saja kian mendongkrak populasi sepakbola di negeri ini. Meskipun Persibaklub kecil, namun mereka tetap saja hegemoni dari pendukungnya tetap memenuhi stadion dan hal ini mengundang rasa antusias saya."
Butler sempat dikaitkan untuk menangani tim nasional Indonesia dan dia meyakini bakat-bakat pemain di pentas Asia tenggara memiliki masa depan cerah.
"Tentu saja kabar itu sempat menyanjung saya. Merupakan penghargaan tersendiri dalam karir kepelatihan saya dan meski pada kenyataannya hal ini benar-benar nyata, maka saya siap berpartisipasi," lanjut pria asal Inggris itu.
"Beberapa pemain muda memiliki talenta yang sangat baik. Saya pikir dukungan dari publik akan mendongkrak segi kualitas Liga Indoesia itu sendiri dan bukan tidak mungkin akan menyamai J-League."

DORCE
25-09-2007, 02:05 PM
Persik Siap Dijual (http://biangbola.com/berita/Persik-Siap-Dijual/berita.php?b=8816)
[Senin, 24 September 2007 22:55]

Setelah Persib Bandung, kini giliran Persik Kediri yang akan dijual ke pihak swasta. Bahkan jika Persib hanya dijual senilai Rp 50 miliar, Persik justru dua kali lipatnya.
"Jika ada yang berminat, Persik akan kami lepas dengan harga minimal Rp 100 miliar," ujar bos Persik, H.A. Maschut, yang juga walikota Kediri.

Menurutnya, harga itu masih bisa berubah namun kisaran 100 miliar dinilai wajar karena tim berjuluk "Macan Putih" itu punya prestasi juara Liga Indonesia 2003 dan 2006.

"Tapi saya juga berharap agar Persik dibeli orang lokal agar nantinya tak pindah ke kota lain," lanjutnya.

Langkah Persik dan Persib yang akan dijual ke pihak swasta ini adalah buntut dari keputusan Menteri Dalam Negeri yang melarang penggunaan APBD untuk klub sepakbola mulai tahun 2008. Oleh karena itu, sejumlah tim perserikatan diramal akan menempuh tindakan yang sama.

Sementara itu, latihan perdana Persik di masa libur Ramadhan, Senin (24/9), tidak diikuti oleh pemain bertahan Peter Lipede Rotimi, yang absen karena harus mengurus perpanjangan paspor dan surat administrasi lain di negara asalnya, Nigeria.

Namun latihan perdana ini tak terganggu karena pelatih Daniel Roekito masih menerapkan program latihan ringan. "Ya, ini hanya latihan ringan karena banyak yang berpuasa," ujar Daniel.

Ethuang
26-09-2007, 07:54 AM
Rabu, 26 Sept 2007,
Exco Pertahankan Posisi Nurdin


Rapat Dilaksanakan di Rutan Salemba
JAKARTA - Untuk kali kesekian Executive Committee (Exco/komite eksekutif) PSSI menegaskan kesetiaan kepada Nurdin Halid. Exco kembali mengumumkan bahwa jabatan ketua umum PSSI tetap dalam genggaman Nurdin.

Keputusan tersebut diambil Exco setelah mengadakan rapat pada Senin (24/9). Rapat itu merupakan agenda tunda setelah batalnya rapat Exco yang seharusnya diadakan sepekan sebelumnya.

"Keputusan itu kami ambil dalam rapat yang memenuhi kuorum. Dalam rapat tersebut, hanya ada empat anggota Exco yang tidak hadir," ujar Mafirion, anggota Exco sekaligus ketua komisi Media PSSI, kepada wartawan kemarin (25/9) sore.

Menurut dia, empat anggota Exco yang tidak hadir itu terdiri atas dua muka lama dan dua wajah baru. Dua muka lama adalah Gita Wiryawan dan Hamka Yandhu. Lainnya adalah Achmad Nur Supit dan T.M. Nurlif. Sekadar diketahui, Exco PSSI diisi 14 orang.

Meski rapat tersebut memenuhi kuorum, penegasan Exco itu jelas semakin menunjukkan bahwa mereka semakin tebal muka. Betapa tidak, di tengah sorotan publik menyusul kembali dipenjarakannya Nurdin, Exco ternyata tetap mempertahankan pria asal Sulawesi Selatan tersebut sebagai ketua umum PSSI.

Mereka terkesan menutup kuping dengan nada-nada sumbang yang mengarah ke PSSI. Selain itu, yang menunjukkan bahwa Exco menepikan rasa malu adalah tempat rapat dalam mengambil keputusan mempertahankan Nurdin. Ternyata, rapat Exco tersebut dilangsungkan di Rutan Salemba, tempat Nurdin menjalani hukuman.

"Ini sudah keputusan bulat Exco. Kalau soal masalah hukuman Pak Nurdin, beliau kan masih mengajukan PK. Jadi, tidak perlu terlalu diributkan," tegas Mafirion yang kemarin didampingi anggota Exco lainnya, Iwan Budianto.

Selain memutuskan tetap mempertahankan Nurdin, rapat yang digelar Exco mengambil keputusan lain. Keputusan tersebut menyangkut perhelatan raparnas yang bakal dihajat 18-22 Oktober mendatang di Bali. "Raparnas tetap seperti rencana semula," tegas Mafirion.

Sebelumnya, beberapa pengamat sepak bola sempat mengusulkan agar dilaksanakan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk menggantikan posisi Nurdin. Namun, beberapa pengurus PSSI atau pun Exco juga sempat melontarkan agar jabatan Nurdin diisi Nirwan Bakrie yang duduk sebagai wakil ketum.

Ethuang
26-09-2007, 07:57 AM
Rabu, 26 Sept 2007,
Panggil Kami, Jangan Ngomong di Media


PSSI memang terkesan menutup kuping dengan nada-nada miring yang mengarah ke mereka terkait Nurdin Halid. Tapi, karena berlangsung terus menerus, telinga pemegang otoritas sepak bola tertinggi Tanah Air itu akhirnya panas juga, terutama setelah KONI juga ikut bersuara keras.

Seperti diberitakan kemarin, KONI lewat sang ketua umum Rita Subowo mengaku prihatin dengan kondisi yang menimpa PSSI. KONI juga mengharapkan agar organisasi yang berdiri sejak 1930 itu segera memilih ketua umum. Apalagi, mereka akan turut ambil bagian di even akbar SEA Games 2007 yang akan digelar di Thailand.

"Sebagai pembina yang baik harusnya mereka memanggil kami. Jangan berkomentar lewat media," ujar anggota Executive Committee (Exco/komite eksekutif) PSSI Mafirion dihadapan para wartawan kemarin.

PSSI menganggap bahwa dengan bertemu secara langsung, kedua belah pihak bisa berdialog secara "sehat". Sebab, dengan begitu PSSI bebas mengutarakan segala hal menyangkut kegiatan mereka. Di lain pihak, KONI juga bisa memberi masukan berharga kepada PSSI dalam menggelindingkan roda organisasi.

"Kami siap dipanggil. Kami akan paparkan segala hal menyangkut pedoman dasar dan aturan-aturan yang ada di PSSI," kata Mafirion.

"Kami juga siap menyampaikan alasan-alasan mengenai sikap Exco kenapa tetap mempertahankan Pak Nurdin sebagai ketua umum. Yang jelas kalau kami dipanggil, kami akan utarakan semua," lanjut pria yang pernah menjabat sebagai ketua Pengda PSSI Riau tersebut.

Ethuang
26-09-2007, 07:59 AM
Rabu, 26 Sept 2007,
Jadwal Anyar Belum Kelar


JAKARTA - Liga Indonesia (Ligina) XIII berakhir Januari 2008 atau molor sebulan dari rencana. Begitu pernyataan yang disampaikan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) Sabtu lalu (22 September). Meski telah mengumumkan pengunduran Ligina XIII, ternyata BLI belum mengeluarkan jadwal terbaru hasil perubahan tersebut.

Menurut Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono, jadwal anyar Ligina XIII belum kelar dikerjakan. Besar kemungkinan, BLI merilis perubahan jadwal pada Kamis atau Jumat besok.

"Penyusunan jadwal ini bukan semata-mata siapa lawan siapa. Tapi, kami juga mempertimbangkan masalah tayangan langsung stasiun televisi. Selain itu, yang utama, kami masih berhitung dengan agenda tim nasional," tutur Joko kemarin.

"Hari ini (kemarin, Red) kami rapat dengan BTN (Badan Tim Nasional) mengenai rencana tim nasional. Jadi, mungkin Kamis atau Jumat besok jadwal baru keluar," tambahnya.

Molornya jadwal Ligina XIII memang disebabkan agenda timnas. Seperti diketahui, mulai kemarin hingga 25 Oktober mendatang Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2007 menjalani serangkaian uji coba ke Argentina. Agenda itu diprediksi mengganggu stabilitas tiga tim, yaitu Persipura Jayapura, Persmin Minahasa, dan Pelita Jaya Purwakarta.

bhonk
27-09-2007, 01:00 AM
Lagi, Elie Aiboy Dilirik Selangor

Salah satu pemain Timnas Indonesia yang bersinar di kejuaraan Piala Asia 2007 tidak salah jika menunjuk nama Elie Aiboy. Winger berusia 28 tahun tersebut mencatat satu gol indah ke gawang Arab Saudi meski Tim Merah-Putih takluk 1-2.

Penampilannya yang di atas rata-rata pemain Indonesia lainnya, rupanya tidak terlepas dari pengamatan klub di luar negeri. Klub anggota Super League Malaysia, Selangor FA berencana memboyong kembali Elie untuk musim kompetisi mendatang.

Elie tercatat sebagai bagian dari skuad Selangor pada musim kompetisi 2005. Ketika itu ia—bersama dengan Bambang Pamungkas—berperan sentral membawa Selangor meraih gelar treble. Seperti dilansir Goal, Elie dan manajemen Selangor tengah membicarkan proses transfer tersebut.

Namun transfer itu masih menemui kendala. “Elie sangat ingin kembali bermain bersama kami. Tapi, kami harus membereskan beberapa kesepakatan dengan klubnya (Arema Malang),” tutur pelatih Selangor, Dollah Saleh yang juga merupakan mantan pemain bintang yang pernah dimiliki Negeri Jiran.

Masalahnya, saat ini kontraknya bersama Arema sudah jelas, sampai Januari 2008. Pada saat itu Liga Djarum Indonesia 2007 juga akan berakhir dan berarti Elie terbuka untuk pindah. Namun di Malaysia, Super League bergulir mulai November. Itulah yang terus dibicarakan antara kedua klub.

Lalu bagaimana dengan striker timnas, Bambang Pamungkas? Sepertinya Selangor enggan untuk menjadikan Bambang dalam satu paket seperti dua tahun lalu. “Kami masih mencari pemain Indonesia lainnya,” aku Dollah. Pertanyaan menarik. Siapa yang akan menemani Elie ke Selangor?

Ethuang
27-09-2007, 08:15 AM
Kamis, 27 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Berharap dari Jadwal Baru


SIDOARJO - Jadwal lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII dipastikan molor. Tapi, itu tidak merisaukan Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Diperkirakan, hari ini, BLI (Badan Liga Indonesia) merilis jadwal baru.

Jika menurut jadwal lama Divisi Utama Ligina akan berakhir Desember, pada jadwal baru, Divisi Utama Ligina berakhir Januari tahun depan. Namun, hanya tim yang masuk Delapan Besar Divisi Utama Ligina yang bakal sibuk hingga Januari.

Perubahan jadwal tersebut terjadi karena BLI ingin menyesuaikan dengan agenda Timnas. Sebab, hingga 25 Oktober mendatang, Timnas U-23 yang disiapkan untuk SEA Games 2007 menjalani rangkaian uji coba di Argentina.

Hal itu dinilai arsitek Deltras Jaya Hartono menguntungkan tim asuhannya. Selain dua pemain andalannya dipanggil memperkuat Timnas U-23, mereka punya tambahan waktu untuk mempersiapkan diri lebih lama.

"Saya sebagai pelatih dan para pemain justru senang dengan adanya perubahan itu. Kami juga sedang menanti jadwal baru untuk segera disosialisasikan," katanya kemarin (25/9).

Dengan adanya perubahan jadwal tersebut, Jaya berharap mereka tidak mengalami jadwal yang padat seperti sebelum jeda Ramadan lalu. Apalagi, klub berjuluk The Lobster tersebut masih menjalani pertandingan di dua kompetisi level atas sepak bola tanah air, yakni Ligina dan Copa Indonesia.

Untuk menjaga peluang di kedua kompetisi tersebut, pelatih kelahiran Medan itu harus jeli membagi konsentrasi. Bukan hanya itu, dia juga harus jeli memadukan komposisi agar pemain tidak kelelahan menghadapi dua kompetisi yang berbeda.

Karena itu, pada jeda Ramadan kali ini, Deltras tetap menggeber latihan dengan porsi cukup berat. Claudio Pronetto dkk memang hanya menjalani latihan saat sore. Tapi, porsinya tidak terlalu berbeda jauh dari sebelum Ramadan.

Kemudian, tim asal Kota Udang itu juga menjalani empat laga uji coba sepanjang Ramadan. Mereka akan meladeni dua klub amatir asal Surabaya, yakni Indomaret (26/9) dan Maestro (29/9). Juga, klub Divisi I Persekap Pasuruan (3/10) dan klub Divisi Utama Persema Malang (6/10).

Dalam serangkaian laga uji coba tersebut, Jaya akan menjajal semua pemain dan beberapa skema permainan. Sebab, mantan pelatih Persik Kediri itu akan memaksimalkan semua pemain yang ada dan tidak terpaku pada satu skema permainan. "Saya akan melihat kemampuan semua pemain dalam uji coba. Melalui cara itu, saya akan menyusun kekuatan untuk menghadapi lanjutan kompetisi," ungkapnya.

Ethuang
27-09-2007, 08:16 AM
Kamis, 27 Sept 2007,
Resep Gusnul Yakin Antar Persibo Bojonegoro Juara Divisi I


Keras, tapi Selalu Komunikatif
Tangan dingin Gusnul Yakin mengantarkan Persibo Bojonegoro menjuarai kompetisi Divisi I PSSI musim 2007. Sukses itu menambah deretan prestasi Gusnul selama berkarir sebagai pelatih.


Konsistensi Gusnul Yakin berkiprah di dunia sepak bola tidak perlu diragukan lagi. Sejak kecil, dia sudah memilih menghabiskan waktu bermain dengan mengolah si kulit bundar. Menapak usia senja, pria berusia 50 tahun itu masih memiliki semangat membara untuk terus bergelut dengan sepak bola.

Dengan pilihan itu, pria kelahiran Malang tersebut memiliki segudang pengalaman dalam tim yang berbeda, baik sebagai pemain maupun pelatih. Selama bermain, dia memperkuat lima klub. Sedangkan saat melatih, dia telah menangani sembilan tim.

Rentetan kerja keras Gusnul itu membuahkan prestasi yang patut diacungi jempol. Sebagai pemain, dia turut mengantarkan Warna Agung Jakarta menjadi juara Galatama edisi pertama pada 1979. Dasar bermental juara, ketika menjadi pelatih, dia sukses membawa Arema Malang juara Galatama 1992.

Yang paling baru adalah ketika dia mengantarkan Persibo Bojonegoro menjadi yang terbaik dalam kompetisi Divisi I PSSI musim 2007 pada 10 September lalu.

Tidak hanya itu. Gusnul juga sosok pelatih yang memiliki prestasi unik. Tercatat, dia berhasil membawa tiga tim berbeda secara berurutan naik kasta dari Divisi I ke Divisi Utama. Pada 2004, dia mengentaskan Persiba Balikpapan ke Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina). Setahun berikutnya, dia mengatrol Persiter Ternate. Pada musim 2007, dia mengangkat Persibo ke Divisi Utama. "Saya merasa bahwa pencapaian prestasi tersebut adalah keberuntungan," tuturnya.

Dengan torehan prestasi yang cukup banyak tersebut, sulit untuk dibilang hanya sebuah keberuntungan. Dia lantas menjelaskan lebih detail soal cara dan gaya dirinya melatih. "Kunci saya mencapai prestasi seperti bersama Persibo adalah keseriusan dalam menangani tim. Saya selalu keras dalam memimpin latihan," tutur anak kesembilan dari 12 bersaudara itu.

Salah satu yang ditekankan adalah soal kedisiplinan pemain. Dia tidak akan pilih-pilih dalam bersikap antara pemain lokal maupun asing. Antara pemain bintang dan tidak. Seluruh pemain yang ada dalam tim harus sama-sama bekerja keras untuk menjadi starter dalam tim. Karena itu, tantangan yang paling berat sebagai pelatih adalah ketegasan dalam menghadapi pemain yang cenderung nakal.

"Saya sadar betul konsekuensi menjadi pelatih. Tidak sedikit pemain yang bersikap bertentangan dengan pelatih. Tapi, bagi saya, itu adalah tantangan. Kalau terus diajak komunikasi dan akhirnya mau mengerti, ada kepuasan tersendiri," ujarnya.

"Kalau memang susah, tidak ada ampun bagi pemain yang melanggar kedisiplinan. Pemain bintang sekalipun akan saya parkir dalam sebuah pertandingan. Bahkan, saya tidak akan memberikan kesempatan untuk bergabung latihan," imbuhnya.

Namun, Gusnul bukanlah karakter orang yang tidak bisa membedakan kondisi. Salah satu penopang kesuksesannya adalah kemampuan dalam membangun komunikasi di luar rutinitas program latihan. Dia memang keras dalam memimpin latihan. Tetapi, itu akan berbalik dalam kondisi biasa. Bisa dibilang, pola kepelatihannya itu keras, tapi tidak kasar.

"Saya selalu berusaha membangun komunikasi setara dengan pemain untuk berbagi ide saat di luar latihan. Saya tidak selalu memikirkan berhubungan dengan pemain harus sebagai pelatih. Seperti ketika ada tayangan sepak bola, kami mengobrol biasa tentang sepak bola. Pemain Persibo pernah juga saya ajak makan bersama di rumah," urainya.

Kenyataan itu diamini Aris Budi Prasetyo, pemain Persik Kediri. Dia pernah menjadi anak asuh Gusnul saat memperkuat Arema dan Pupuk Kaltim. Saudara kandung pebola voli Dwi Sari Iswaningsih itu mengatakan bahwa Gusnul adalah sosok pelatih yang dinilai pemain kolot karena tidak banyak bicara. "Dia adalah pelatih berkarakter keras dan tidak pilih-pilih dalam bersikap kepada pemain. Waktu dia pindah ke Pupuk Kaltim dari Arema, saya memilih mengikuti karena hal itu," ucapnya.

Dalam jalinan komunikasi tersebut, pelatih yang berposisi sebagai gelandang saat masih bermain sering menyusupkan nasihat-nasihat kepada anak asuhnya untuk terus meningkatkan kualitas. "Sepak bola kita memang belum bisa dibilang memuaskan. Tetapi, saya optimistis, sepak bola nasional ke depan akan semakin baik. Karena itu, mereka harus bekerja keras untuk terus meningkatkan kemampuan agar ketika masa itu tiba mereka tidak ketinggalan," terangnya.

"Saya gambarkan seperti gaya latihan tim-tim Eropa. Seperti tidak ada perbedaan antara berlatih dan bermain. Jadi, itu salah satu yang harus ditiru pemain kita agar kalau mencetak gol itu betul-betul gol dengan skenario, tidak hanya keberuntungan," tegasnya.

Dia juga tipe pelatih yang tidak suka membawa gerbong pemain dari klub lama yang dipegang untuk berpindah klub. Kalaupun ada pemain yang ingin turut menyertai kepindahannya, mereka harus dengan proses seleksi yang sama dengan pemain lain. Bahkan, dia juga tidak ragu menjelaskan kepada pemain yang ingin ikut dengannya bahwa berlatih bersama pelatih berbeda-beda bisa menambah pengalaman untuk meniti karir menjadi pelatih.

Ethuang
28-09-2007, 10:18 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Deltras Pertajam Tukang Gedor


SIDOARJO - Banyak pembenahan yang harus dilakukan Delta Putra Sidoarjo (Deltras) dalam jeda Ramadan ini. Bukan hanya menjajal variasi skema permainan, melainkan juga mencari solusi untuk mempertajam lini depan.

Pada putaran kedua Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII, penampilan tim asal Kota Udang itu memang cukup stabil. Di antara sepuluh laga yang dilakoni, mereka hanya kehilangan poin di dua pertandingan. Yakni, di kandang Persijap Jepara dan Arema Malang.

Sayang, masih ada kekurangan dalam penyelesaian akhir para penyerang Deltras. Akibatnya, koleksi gol para pemain Deltras menurun jika dibandingkan dengan laga-laga di putaran pertama. Padahal, mereka baru menambah dua tukang gedor anyar, Hilton Moreira (Brazil) dan Rully Padengke.

Kurang tajamnya daya serang klub berjuluk The Lobster itu patut mendapat perhatian lebih dari arsitek Deltras Jaya Hartono. Sebab, pada uji coba perdana di jeda Ramadan, Deltras hanya bisa menyarangkan satu gol ke gawang tim amatir Indomaret melalui kaki Rully Padengke.

Memang, Deltras tidak turun dengan komposisi pemain inti. Jaya sengaja mengacak komposisi pemain dengan memainkan pemain inti dan pelapis secara berdampingan. Namun, level lawan yang dihadapi berada jauh di bawah karena hanya berstatus klub internal Persebaya.

"Fokus kami dalam uji coba selama Ramadan bukan mencari kemenangan. Tapi, bertujuan menjaga kebugaran dan semangat kompetisi para pemain," ucap Jaya kemarin (27/9).

Menurut dia, para pemainnya juga diinstruksikan untuk tidak terlampau ngoyo. Sebab, dia tidak ingin di antara para pemainnya ada yang cedera. Apalagi, kondisi fisik mereka belum benar-benar mantap karena porsi latihan yang menurun selama Ramadan.

Selain itu, pelatih kelahiran Medan tersebut menilai laga uji coba itu belum bisa dijadikan ukuran. Sebab, masih ada serangkaian uji coba lainnya. Setelah meladeni Indomaret pada Rabu (26/9) lalu, besok malam Deltras akan menjajal Maestro (klub internal Persebaya).

Di setiap laga uji coba, mantan pelatih Persik Kediri itu memasang target dan tujuan berbeda-beda. Kalau di laga melawan Indomaret, tujuannya hanya meningkatkan fisik pemain. Sedangkan di laga berikutnya, membenahi sisi kerja sama tim dan lebih meningkatkan daya dobrak.

Peluang yang masih dimiliki Deltras di dua kompetisi berbeda membuat Deltras harus mengeluarkan tenaga ekstra di lanjutan kompetisi. "Kami harus jeli membagi konsentrasi. Sebab, kami berharap bisa meraih hasil terbaik di dua kompetisi tersebut," papar Jaya.

Dia menambahkan, untuk terus menjaga peluang menembus babak delapan besar di Liga Indonesia dan Copa Indonesia, banyak pembenahan yang dilakukan. Meningkatkan kinerja para penyerang Deltras juga menjadi salah satu agenda latihan Deltras di jeda Ramadan.

Ethuang
28-09-2007, 10:19 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
Dampak Jadwal Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII Molor

Dana Bengkak, Latihan Amburadul
Demi tim nasional (timnas), jadwal Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII akhirnya molor. Dari semula yang harusnya berakhir Desember, berubah menjadi selesai Januari. Lagi-lagi, klub menjadi korban.

JADWAL kompetisi sepak bola selalu dibuat dengan penuh perhitungan. Otoritas yang mengatur jadwal selalu bisa menghitung dengan cermat kapan kompetisi mulai dan berakhir, di mana masa jeda, dan pada saat-saat seperti apa harus istirahat demi kepetingan laga tim nasional (timnas).

Dengan begitu, kompetisi selalu berjalan teratur. Contoh konkret tersebut tentu bisa disimak dari perjalanan kompetisi-kompetisi sepak bola pada negara-negara di Benua Eropa. Hampir setiap tahun, roda kompetisi domestik dan internasional mereka senantiasa dimulai dan berakhir tepat waktu.

Nah, keteraturan itu ternyata tidak pernah tergambar apik di kompetisi Indonesia. Nyaris, tiap tahun, roda kompetisi di tanah air tidak pernah bisa berjalan sesuai dengan alur yang ditetapkan. LDI XIII kali ini pun sama. Lagi-lagi, jadwal molor hingga sebulan. Rencananya berakhir 22 Desember, menjadi baru selesai Januari.

Penyebabnya adalah agenda Timnas U-23 yang dipersiapkan ke SEA Games 2007. Selain itu, rencana pemusatan latihan Timnas Senior yang bakal bertanding di babak kedua pra-Piala Dunia 2010 Zona Asia awal November mendatang.

"Itu seperti simalakama. Kami sudah menetapkan sedemikian rupa dengan beragam perhitungan. Tapi, kami selalu terbentur beberapa kepentingan di tengah jalan," tutur Direktur Kompetisi Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) Joko Driyono.

Benturan itulah yang akhirnya memaksa BLI harus menetapkan jadwal LDI XIII berakhir Januari 2008. Rincinya, babak penyisihan grup bakal berakhir Desember. Sedangkan delapan besar dan finalnya diadakan Januari.

Perubahan tersebut kontan membawa dampak yang tidak ringan. Bagi klub-klub yang nanti melenggang ke babak delapan besar, tentu saja pendanaannya bakal membengkak. Baik untuk pembayaran gaji pemain dan pelatih maupun membiayai akomodasi dan transportasi.

"Pembengkakan dana karena molornya jadwal bisa lebih dari Rp 1 miliar. Tentu hal yang sulit bagi kami. Apalagi, kondisi kami saat ini sedang krisis keuangan. Kami memang akan mengikuti aturan. Di sisi lain, kami juga akan serahkan semua itu kepada kebijakan ketua umum kami," ujar Manajer PSMS Medan Randiman Tarigan.

"Kami memang harus mengikuti aturan. Tapi, itu masalah duit, bukan kertas koran. Apalagi, pengucuran dana APBD tidak semudah membalik telapak tangan," keluh Sekretaris Persib Bandung Edi Djukardi.

Kebetulan, dua klub tersebut memang berpotensi lolos ke babak delapan besar. Kebetulan pula, keduanya sedang dibelit masalah yang sama, kehabisan dana. Kondisi itu jelas sangat-sangat tidak menguntungkan.

Membengkaknya dana bukan satu-satunya permasalahan yang timbul akibat molornya jadwal. Permasalahan yang tak kalah pelik pun menyangkut program latihan.

"Yang jelas, program latihan jadi amburadul. Apalagi, hingga saat ini, jadwal baru belum juga keluar. Kami jadi serbasalah dalam memberikan menu latihan kepada anak-anak," papar Djoko Susilo, pelatih Persiwa Wamena.

"Semuanya harus mengerti. Itu kan demi kepentingan tim nasional. Soal pendanaan, saya kira klub-klub sudah bisa memikirkannya dengan baik," tutur Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla.

Ethuang
28-09-2007, 10:20 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
BLI Siap Jadi Jembatan


PENGUNDURAN jadwal LDI XIII hingga Januari memang menyebabkan klub kelabakan. Lebih-lebih bagi mereka yang punya kans besar melangkah ke babak delapan besar.

Bukan hanya memaksa pelatih merevisi ulang program latihan dan manajemen klub harus menanggung pembengkakan dana, klub juga bakal dipusingkan dengan persoalan kontrak. Hampir semua kontestan LDI XIII hanya mengikat para pemain satu musim. Itu sama artinya kontrak mereka akan berakhir Desember mendatang. Nah, jika ikatan kontra sudah habis, tentu para pemain tidak lagi berkewajiban menjalankan aktivitas yang diminta klub. Entah itu untuk sekadar berlatih atau bermain.

Kalau sudah begitu, tentu eksistensi klub di delapan besar terancam. Meski menggenggam tiket delapan besar, tidak tertutup kemungkinan klub bakal absen dalam babak delapan besar karena tak lagi memiliki pemain. "Semua pihak harus melihat latar belakang mengapa jadwal mundur. Alasannya sangat rasional. Jadi, klub, pelatih, dan pemain harus bisa memahami. Mereka tetap harus menyelesaikan kompetisi," kata Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

"BLI siap memberikan bantuan berupa mediasi klub dengan pelatih dan pemain menyangkut masalah kontrak tersebut," imbuhnya.

Lantas, jalannya seperti apa? Menurut Joko, BLI siap memberikan adendum klausal kontrak terhadap klub-klub yang mengikat pemain hanya sampai Desember. Nanti BLI juga tidak segan turun tangan memberikan pengertian kepada para pemain.

"Solusi itu sudah sangat bagus. Tapi, kami boleh dibilang paling beruntung. Manajemen memberlakukan kontrak hingga Februari. Ini rupanya sebuah petunjuk Tuhan yang bagus bagi kami," tutur Djoko Susilo, pelatih Persiwa.

Ethuang
28-09-2007, 10:21 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
PSM Tak Pernah Pusing


Di saat sejumlah kontestan Liga Indonesia XIII mulai dipusingkan dengan pembiayaan klub menyusul molornya kompetisi hingga Februari 2008, PSM justru sebaliknya. Pengelola Pasukan Ramang -julukan PSM- mengaku bisa menerima keputusan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk menyelenggarakan kompetisi hingga tahun depan.

Manajemen PSM menjamin tak ada satu pun pemain yang akan meninggalkan tim. Sebab, mereka telah diikat kontrak hingga kompetisi berakhir.

"Dalam klausul, disebutkan, kontrak mereka berakhir pada Desember 2007 atau hingga kompetisi Ligina XIII selesai. Artinya, kalau kompetisi belum berakhir, secara otomatis kontrak mereka dianggap belum selesai. Gaji akan diberikan sesuai dengan nominal per bulan. Semua pemain dan agen asing sudah memahami persoalan tersebut," ungkap Asisten Manajer PSM Bidang Keuangan Suhardi Hamid kepada Fajar (Grup Jawa Pos) kemarin (27/9).

Masa kontrak seluruh pemain asing PSM akan berakhir pada Desember 2007. Termasuk, dua pemain baru asal Togo, yakni Ouadja Lantame Sakibou dan Saibou Badarou. Setelah itu, kontrak akan diperpanjang jika kontribusi mereka dianggap masih dibutuhkan tim.

Manajemen PSM bisa lega lantaran tak lagi direpotkan dengan belanja pemain yang terlalu besar. Bandingkan dengan klub besar lain seperti Persib Bandung, PSMS Medan, dan Persik Kediri. Manajemen tiga klub tersebut tampak mulai menyerah dalam soal pembiayaan tim. Mereka bahkan berniat menjual klub karena tak sanggup lagi membiayai tim akibat kompetisi yang molor.

"Kami tak pusing dengan urusan kontrak. Kami memiliki pemain muda dari program pra-Ligina yang terikat kontrak hingga tiga tahun ke depan. Kontribusi mereka sangat besar terhadap PSM. Padahal, gaji mereka tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan pemain-pemain di klub lain," tutur Suhardi.

Sistem pembinaan pemain di PSM memang berjalan baik. Tenaga alumni pra-Ligina bahkan dipinjamkan ke sejumlah klub. Di antaranya, Satrio Syam (PSMS Medan), Ardan Aras (Pelita Purwakarta), dan Asmar Abu (Persis Solo). Juga, Handi Haya, Arfan Baba, dan Rabaiyya untuk Persipare, serta Merdiyanto Wellong pada Persidago Gorontalo. Dari hasil peminjaman itu, pengelola mengklaim telah mengantongi pemasukan yang mencapai Rp 1 miliar. Sebuah prestasi yang patut dicontoh klub lain di Indonesia.

Hebatnya, kendati didominasi pemain muda lokal, prestasi PSM tetap eksis di papan atas. Bahkan, mereka mengakhiri putaran pertama dengan menjadi juara Wilayah Timur.

Ethuang
28-09-2007, 10:23 AM
Kontrak Pemain PSM


1. Ali Khaddafi Rp 875 juta (satu musim)
2. Syamsul Chaeruddin Rp 850 juta (satu musim)
3. Aldo Barreto Rp 850 juta (satu musim)
4. Nomo Teh Marco Rp 675 juta (satu musim)
5. Samsidar Rp 675 juta (satu musim)
6. Irsyad Aras Rp 650 juta (satu musim)
7. Saibou Badarou Rp 492 juta (setengah musim)
8. Ouadja Sakibou Rp 462 juta (setengah musim)
9. Ahmad Amiruddin Rp 350 juta (satu musim)

*Selebihnya adalah pemain lokal dan pra-Ligina dengan nilai kontrak antara Rp 100 juta-Rp 300 juta.

Ethuang
28-09-2007, 10:24 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
Dispensasi untuk Tiga Tim


Di satu sisi, mundurnya jadwal LDI XIII memang merugikan klub. Tapi, dari sudut pandang lain, nilai positifnya justru ada bagi mereka. Terutama untuk klub-klub yang menyumbang banyak pemain ke timnas. Seperti halnya Persipura Jayapura, Persmin Minahasa, atau Pelita Jaya Purwakarta.



Dengan diundurnya jadwal LDI XIII, mereka nanti bisa memaksimalkan kekuatan. Apalagi, klub-klub tersebut juga mendapat dispensasi khusus dari Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) berupa penundaan jadwal pertandingan.

"Sesuai dengan kepesepakatan, jika ada tim dengan tiga atau lebih pemain di tim nasional, jadwalnya harus direvisi," kata Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono.

Baik Persipura, Persmin, maupun Pelita, masing-masing menyumbang lebih dari dua pemain untuk Timnas U-23. Persipura misalnya. Mereka mengirimkan wakil seperti Ricardo Salampessy, Ian Luis Kabes, Imanuel Wanggai, dan Bahtiar.

Untuk Persmin, pemain yang tersedot ke Timnas U-23 adalah Siswanto, Hendra Ridwan, dan Khomad Suharto. Sedangkan Pelita mengirim Dian Agus Prasetyo, Ardan Aras, dan M. Andik Ardiansyah. Nama-nama itu merupakan pilar di klub.

"Revisi jadwal bagi mereka merupakan cara yang sangat akomodatif. Tidak hanya merevisi jadwal, kami juga memberi satu kemudahan lagi kepada klub-klub tersebut," ungkap Joko.

"Jika nanti Timnas U-23 sudah kembali ke tanah air dari uji coba di Argentina, salah satu di antara pemain yang ada di timnas boleh pulang memperkuat klubnya jika ada jadwal pertandingan," paparnya.

Ethuang
28-09-2007, 10:26 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
SUARA KLUB


"Keputusan PSSI membuat jadwal kompetisi mundur jelas akan membuat kebutuhan keuangan klub membengkak. Dalam hitung-hitungan kami, Arema bakal overbudget sekitar 30 persen dari seluruh anggaran awal klub sebesar Rp 15 miliar. Memang, ada klausul yang menyebutkan bahwa pemain selesai kontrak sampai Desember atau sampai kompetisi berakhir. Tapi, bagi kami, itu pasal karet dan tidak bisa berlaku. Jadi, klub tetap akan menanggung biaya tambahan yang tidak bisa dibilang sedikit. Kondisi seperti ini semestinya harus mendapatkan perhatian serius dari BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia). Artinya, BLI harus bisa memberikan solusi bagi klub. Jangan hanya memberikan jadwal perubahan yang sangat mungkin memberatkan klub. Klub sangat respek dengan program Timnas PSSI untuk melakukan pemusatan latihan. Tapi, BLI juga harus bisa memahami kondisi klub. Banyak caranya dan itu terserah BLI bagaimana menentukannya."
Satrija Budi Wibawa, manajer Arema Malang


"Secara teknis, kami tidak ada masalah dengan mundurnya jadwal kompetisi. Kondisi itu justru membuat kami bisa makin leluasa dengan merancang program latihan lebih lama. Harapannya, kekompakan tim dan kematangan teknik pemain bisa lebih baik dan bisa meraih hasil maksimal di akhir kompetisi. Soal kemungkinan membengkaknya biaya, kami rasa tidak perlu dikhawatirkan. Sebab, dalam klausul kontrak kan tidak disebut soal batasan waktu, yakni Desember, tetapi sampai dengan selesai kompetisi. Jadi, kalau berakhir sampai Januari, pemain tetap harus memperkuat tim. Lagi pula, kemungkinan pembengkakan dana juga hanya dialami klub yang masuk delapan besar. Misalnya masuk, kami juga masih belum bisa memberikan keterangan detail berapa dana yang harus dikeluarkan tim. Itu disebabkan jadwal kompetisi yang mundur belum kami terima."
Asfijak, asisten manajer Deltras Sidoarjo


"Kami tidak terlalu pusing memikirkan mundurnya kompetisi. Sebab, tim yang bakal mengeluarkan dana tambahan adalah klub yang masuk babak delapan besar. Meski demikian, kami sejak awal juga merasa khawatir karena itu bakal berimbas pada seluruh tim. Sekarang, bagi Persebaya, yang penting adalah konsentrasi untuk terus mengejar ketinggalan poin demi masuk ke zona Superliga. Bahkan, mungkin menembus babak delapan besar. Kami masih optimistis dengan kondisi tersebut. Oleh karena itu, kami juga tetap akan mencari tambahan anggaran sambil jalan kalau memang kami bisa masuk ke babak utama. Jadi, kami tidak mungkin hanya berpikiran yang aman saja."
Lilik Suhartoyo, manajer Persebaya Surabaya


"Kami adalah tim yang sangat optimistis mampu masuk ke babak delapan besar. Kami sudah sangat siap akan hal itu. Namun, kami harus berpikir keras mengenai konsekuensinya. Sebab, kami harus bisa mencari jalan keluar terbaik untuk mengantisipasi pengunduran jadwal kompetisi. Utamanya adalah masalah kontrak pemain dan pelatih. Mundurnya jadwal itu otomatis akan merembet ke masalah kontrak seluruh pemain dan pelatih yang sedianya akan berakhir pada Desember mendatang. Hal itu juga dialami klub-klub lain. Kami berharap agar kesulitan ini tidak memengaruhi konsentrasi pemain,"
Andi Mulyadi, asisten manajer Persita Tangerang


"Kami jelas sangat kecewa dengan keputusan BLI. Sangat jelas, itu menimbulkan kekacauan penghitungan anggaran karena pemain hanya dikontrak hingga Desember. Jika kompetisi sampai Januari, siapa yang mau nanggung biayanya? Kami belum bisa mengambil solusi. Tetapi, yang pasti, kami akan mengadakan rapat internal Persija untuk membahas masalah tersebut. Baru saya bisa menyampaikan langkah apa saja yang akan dilakukan Persija terkait dengan pengunduran jadwal kompetisi itu. Namun, setelah saya buka-buka klausul kontrak, ternyata pemain kami banyak yang dikontrak hingga Januari. Jadi, jika Ligina diundur hingga Januari, mungkin kami bisa survive. Tapi, kalau sampai Februari, lebih baik kiamat saja! Kami mengharapkan konsistensi PSSI untuk bisa membuat jadwal ini jangan ada perubahan lagi. Dalam peraturan FIFA itu, pemain dikontrak satu tahun ke depan. Tidak ada kontrak hanya sebulan atau dua bulan. Zaman jahiliah dulu memang pernah boleh, tapi sekarang bisa dimarahi."
Barry Sihotang, asisten manajer Persija Jakarta

Ethuang
28-09-2007, 10:28 AM
Jumat, 28 Sept 2007,
Divisi Utama 34 Tim


Divisi I Bengkak 48 Tim
JAKARTA - Sudah sepekan lebih Nurdin Halid berada dalam Rumah Tahanan (Rutan) Salemba. Meski berada di balik jeruji besi, sosok ketua umum PSSI itu masih saja mengumbar kontroversi. Seperti yang terjadi Jumat (21/9) pekan lalu. Diam-diam, dia membuat keputusan mengejutkan.

Apa itu? Lewat rapat Executive Committee (Exco/komite eksekutif), Nurdin memutuskan perubahan frontal di kompetisi Liga Indonesia musim depan. Kompetisi sepak bola Indonesia tahun depan dibagi dalam lima strata. Yakni, Superliga, Divisi Utama, serta Divisi I, II, dan III. Strata itu memang tidak terlalu bermasalah. Yang aneh adalah jumlah kontestan di tiap-tiap strata tersebut.

Untuk Superliga, sudah tidak ada masalah karena dihuni 18 tim. Divisi Utama menjadi 34 tim, Divisi I 48 tim, dan Divisi II 84 tim. Sedangkan Divisi III, jumlahnya tidak terbatas. Rincian itu tertuang dalam surat keputusan Kep/12/NH/IX/2007 yang ditandatangani Nurdin pada 23 September alias Minggu lalu.

"Ya, betul, ada SK tersebut. Cuma, SK itu masih sekadar menyebutkan jumlah peserta kompetisi dan belum berbicara masalah format. Sebab, format kompetisi masih nanti, menunggu kompetisi Divisi Utama musim ini selesai," ucap salah satu anggota Exco Iwan Budianto setelah berkonsultasi dengan koleganya di Exco, Mafirion, kemarin (27/9).

Keluarnya SK tersebut jelas semakin menunjukkan bahwa PSSI di bawah kendali Nurdin merupakan organisasi yang tidak pernah lepas dari sikap inkonsistensi. Betapa tidak, dalam Manual Liga Indonesia (MLI) 2007, jumlah kontestan Divisi Utama musim depan disebutkan sebanyak 18 tim. Jumlah itu berasal dari sepuluh tim yang bertahan di Divisi Utama plus delapan tim yang promosi dari Divisi I.

Untuk Divisi I, sejatinya hanya dihuni 40 klub. Sebab, ketentuan Divisi I musim ini menyebutkan bahwa delapan tim promosi ke Divisi Utama dan delapan tim degradasi ke Divisi II. Sebagai gantinya, Divisi I mendapat limpahan delapan tim yang degradasi dari Divisi Utama dan delapan tim promosi dari Divisi II.

Berkaca dari situ, SK yang diedarkan PSSI tersebut jelas menyalahi aturan yang telah mereka buat sendiri. Atau, jangan-jangan, SK tersebut sengaja dibuat sebagai sarana "meninabobokan" klub-klub agar tidak menuntut mundur Nurdin dari kursi ketua umum PSSI. Sebab, cara itu sudah pernah dilakukan Nurdin pada musim kompetisi 2005 dan 2006. Kala itu, dari Rutan Salemba juga, Nurdin membuat keputusan penambahan jumlah klub serta penghapusan degradasi.

"Jangan berasumsi. Keputusan tersebut tidak menyalahi Manual Liga Indonesia. Itu adalah bentuk penyesuaian. Apalagi, di Manual Liga Indonesia, terdapat kata ’kecuali diputuskan berbeda oleh Exco’," ujar Budianto yang disetujui Mafirion.

"Keputusan memperbanyak jumlah tim Divisi Utama merupakan hasil studi banding dengan beberapa negara dan AFC. Kami menemukan fakta bahwa terlalu kecil jika Divisi Utama hanya diisi 18 tim. Sebab, dalam satu musim, satu klub harus bertanding di atas 30 kali atau minimal 40 kali," sambung Mafirion.

Alasan itu jelas terasa janggal. Sebab, jika dihitung, dengan kontestan 18 tim dan dimainkan satu wilayah, satu klub bisa bermain 34 kali dalam satu musim. "Salah memang kalau menyebut di atas 30 kali. Setahu saya, aturannya menyebutkan di atas 40 kali," papar Boedianto.

Nah, siapa yang benar? Atau, jangan-jangan benar, SK Kep/12/NH/IX/2007 tersebut sengaja dibuat untuk membuat klub-klub senang dan melupakan urusan melengserkan Nurdin dari jabatan ketua umum PSSI?

Ethuang
28-09-2007, 10:29 AM
Distribusi Peserta Liga Indonesia Musim Depan


Superliga : 18 tim
Divisi Utama : 34 tim
Divisi I : 48 tim
Divisi II : 84 tim
Divisi III : Tidak Terbatas

*Pesertanya masih menunggu Divisi Utama musim ini selesai. Ketentuan ada tidaknya degradasi serta tim-tim yang promosi ke Divisi Utama juga masih menunggu selesainya Divisi Utama musim ini.

DORCE
28-09-2007, 11:26 PM
Maschut Tawarkan Persik ke Gudang Garam (http://biangbola.com/berita/Maschut-Tawarkan-Persik-ke-Gudang-Garam/berita.php?b=8906)
[Jumat, 28 September 2007 23:20, santo83.com]

Ketua Umum sekaligus Manajer klub Persik Kediri, HA Mashcut telah mempersilahkan kepada PT Gudang Garam atau calon Walikota Kediri untuk menangani timnya yang tengah krisis keuangan.
Hal itu disampaikannya Jumat (28/09), usai sidang paripurna di gedung DPRD Kediri.

Alasan dijualnya klub yang telah dua kali menjuarai Liga Indonesia tersebut, karena sedang mengalami masalah keuangan karena ikut kompetisi Liga Champion Asia 2007. Saat ini saja, mereka telah menghabiskan dana APBD sebesar Rp. 15 miliar.

Dalam Perubahan Anggaran Keuangan tahun 2007 ini Persik mengajukan penambahan anggaran melalui KONI sebesar Rp. 12,5 miliar. Kemungkinan besar hal disetujui pada 1 Oktober 2007 sehingga total APBD yang diberikan untuk Persik mencapai Rp. 27,5 miliar dalam musim kompetisi tahun ini yang tinggal menyisakan 10 kali pertandingan.

Dana itu jauh lebih besar ketimbang kucuran dana untuk 11 ribu warga miskin di Kota Kediri yang mendapatkan Askeskin yang tercatat dalam PAK hanya Rp3 miliar.

"Bila ada yang keberatan dengan kucuran dana untuk Persik, lebih baik tim ini saya jual saja. Memang enak mengurus Persik?" katanya.

Maschut berencana akan menjual Persik senilai Rp. 100 miliar kepada pihak swasta. Harga itu dianggap wajar karena menilai Persik salah satu klub elit.

Keinginan Maschut untuk bertemu pemilik PT Gudang Garam, Rahman Halim belum kesampaian dan baru bertemu dengan direksinya saja.

Selain itu, Kota Kediri yang tengah mengadakan Pilkada 2008, juga dimanfaatkan Maschut untuk menawarkan Persik kepada calon Walikota tersebut.

Saat ini ada tiga nama calon Walikota Kediri dalam Pilkada 2008 yang muncul di permukaan, yakni Bambang Edianto yang kini menjabat Wakil Walikota, M Zaini (Sekkota), dan dr Syamsul Asyhar (mantan Ketua IDI Kota Kediri dan mantan Direktur RSUD Gambiran).

Hal Positif diatas krisis ..... Klub Indonesia harus dipegang Swasta ....... Jangan Pake APBD lagi

bhonk
29-09-2007, 01:09 AM
Kompetisi Indonesia Kembali Tanpa Degradasi

Semua klub divisi utama dan divisi satu Liga Indonesia 2007 yang berada di zona merah klasemen wilayah masing-masing kini boleh bergembira karena Komite Eksekutif (Exco) PSSI telah menetapkan tidak akan ada degradasi.


"Pada musim depan Liga Super akan diikuti 18 tim, divisi utama 34 tim, divisi satu 48 tim, dan divisi dua 84 tim. Itu sudah ditetapkan oleh Exco," kata Ketua Bidang Media yang juga anggota Exco PSSI, Mafirion, di Jakarta, Jumat (28/09).

Keputusan tersebut dituangkan dalam SKEP 12/NH/IX/2007 bertanggal 23 September 2007 dan ditandatangani Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Dalam Manual Liga Indonesia 2007 sesungguhnya disebutkan bahwa sembilan klub teratas di dua wilayah divisi utama akan lolos ke Liga Super --kompetisi tertinggi di Indonesia yang akan digulirkan mulai tahun depan--, sementara akan ada delapan klub yang terdegradasi ke divisi satu sementara sisanya bertahan di divisi utama.

Jumlah klub di divisi utama untuk musim 2008, menurut Manual Liga 2007, adalah 18 klub. Dengan demikian, berdasarkan skep tersebut, akan ada penambahan 16 klub dari divisi satu yang naik ke divisi utama musim depan.

Selain itu, otomatis musim ini juga tidak ada klub divisi satu yang terdegradasi ke divisi dua.

Namun demikian Mafirion menolak jika disebutkan tidak ada degradasi pada kompetisi musim ini.

"Dengan adanya Liga Super musim depan maka divisi utama yang sekarang ini statusnya menurun. Jadi mereka yang tidak naik ke Liga Super otomatis kelasnya sudah di bawah tim yang lolos. Tetap ada degradasi kan," kilahnya.

"Kalau tim yang ada di divisi utama sekarang ini kita turunkan ke divisi satu musim depan maka itu berarti mereka turun dua tingkat dong," tambahnya.

Ia menjelaskan dengan demikian divisi utama musim depan tetap akan menggunakan sistem dua wilayah.

Ia juga menolak jika Exco dikatakan melanggar Manual Liga 2007.

"Bacalah Manual Liga itu seluruhnya. Pada pasal 7 disebutkan bahwa liga akan berjalan seperti yang telah ditetapkan kecuali ada perubahan yang dilakukan," sergahnya.

Saat ditanya apakah sistem yang disetujui Exco itu akan kembali berubah pada musim berikutnya, Mafirion menegaskan bahwa mereka berusaha menetapkan standar yang lebih baik pada kompetisi Indonesia.

"Kami sudah menetapkan bahwa pada musim 2009 anggota divisi utama berkurang menjadi 30 klub. Selain itu, bila ada anggota Liga Super yang belum juga bisa memenuhi standar maka kemungkinan ia akan didegradasi juga sehingga mungkin jumlah anggota Liga Super akan berkurang dari 18 klub pada musim 2009," paparnya.

Mafirion juga membantah kabar bahwa penambahan jumlah anggota divisi utama tersebut adalah upaya untuk "memuaskan" semua pihak sehingga posisi Nurdin Halid, yang kini tengah menjalani vonis dua tahun penjara untuk kasus distribusi minyak goreng ilegal, sebagai ketua umum tidak diotak-atik.
"Terlalu picik jika kompetisi sepak bola Indonesia dikorbankan hanya untuk masalah seperti itu. Sekali lagi, kami hanya ingin menetapkan standar yang lebih baik untuk sepak bola Indonesia," ujar Mafirion.

bhonk
29-09-2007, 01:10 AM
PSSI Aceh Tetap Dukung Nurdin Halid

Pengurus provinsi (Pengprov) PSSI Aceh tetap mendukung Nurdin Halid sebagai Ketua Umum PSSI, meskipun kini meringkuk di penjara terkait dengan kasus korupsi minyak goreng milik Bulog.


Ketua Umum Pengprov PSSI Aceh, Zainuddin Hamid di Banda Aceh, Jumat, menyatakan, meskipun Nurdin Halid di penjara, tidak akan mempengaruhi kegiatan PSSI karena ada pengurus lainnya yang bisa mengurus organisasi.

"Saya pikir tidak ada pengaruhnya terhadap organisasi, karena Nurdin Halid bisa menghubungi atau dihubungi apabila ada kebijakan yang harus diputuskan. Dan itu pernah dilakukan ketika beliau dalam penjara," katanya.

Zainuddin Hamid yang akrab dipanggil Let Bugeh itu menyatakan, pengurus PSSI bukan hanya Nurdin Halid, tapi masih ada pengurus lainnya yang bisa mengendalikan organisasi.

Ia menilai, sebenarnya kasus yang menimpa Nurdin Halid tersebut masalah pribadi, dan tidak ada sangkut pautnya dengan organisasi. "Jadi, harus dipisahkan antara pribadi dengan organisasi," katanya.

Ketika ditanya apakah keberadaan Nurdin Halid di penjara tidak mengganggu organisasi, Let Bugeh menegaskan, tidak akan mengganggu, karena masih ada pimpinan PSSI eksekutif.

Menanggapi adanya desakan dari Pengprov PSSI daerah lain untuk mendesak Munaslub, ia menyatakan, itu hak mereka, tapi yang jelas, keberadaan Nurdin Halid di penjara tidak akan mempengaruhi kegiatan organisasi.

Berbeda dengan pendapat Sekretaris KONI Aceh, Nuzuli yang menyatakan bahwa keberadaan Nurdin Halid tersebut akan mempengaruhi organisasi PSSI secara umum, khususnya prestasi sepakbola di Indonesia.

Dikatakan, apapun alasannya, apabila dalam sebuah organisasi tidak ada Ketua Umum, maka organisasi itu akan pincang. "Berjalan tetap berjalan, tapi tidak sempurna, karena ada hal-hal yang sangat penting tidak bisa diputuskan, tanpa adanya Ketua Umum," katanya.
Oleh karenanya, ia menyarankan agar Nurdin Halid secara jantan untuk mengundurkan diri demi kemajuan sepakbola di tanah air.

Ethuang
29-09-2007, 08:58 AM
Sabtu, 29 Sept 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Genjot Mobilitas Pemain


SIDOARJO - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) terus tingkatkan performa pemain saat jeda kompetisi. Setelah membenahi lini depan, kini arsitek Deltras Jaya Hartono bakal mencari pemain alternatif saat uji coba versus Maestro di Gelora Delta, Sidoarjo, malam ini.

"Peningkatan fisik pemain tetap saya jalankan. Namun, di samping mencari pemain alternatif inti, uji joba lawan Maestro besok (malam ini, Red) akan lebih saya tekankan pada mobilitas pemain," kata Jaya kemarin (28/9).

Kebutuhan Deltras akan pemain alternatif tersebut menyusul pemanggilan pemain pilar The Lobster -julukan Deltras- ke Argentina untuk mengikuti training center (TC, pemusatan latihan) Timnas U-23. Mereka adalah Airlangga Sucipto dan Purwaka Yudhi.

Di samping itu, tujuan uji coba adalah meningkatkan kerja sama tim. Terlepas dari faktor kelelahan pemain, saat bertandang ke Arema (9/9), tim kebanggaan Deltamania tersebut dipermalukan dengan tiga gol tanpa balas.

Ketika itu, barisan belakang Deltras keteteran. Playmaker Deltras asal Argentina Claudio Pronetto gagal menjalankan peran sebagai jenderal lapangan tengah. Sasa Branesac-Hilton Moreira pun tidak mendapatkan suplai-suplai bola. Tidak heran, Sasa dan Hilton sering harus turun membantu pemain lapangan tengah.

"Kerja sama tim sangat penting dalam suatu pertandingan. Itu yang coba saya asah. Ditambah dengan mobilitas pemain yang tinggi, saya yakin bahwa kami bisa menuntaskan sisa pertandingan dengan hasil maksimal," ucap Jaya.

Ethuang
29-09-2007, 08:59 AM
Sabtu, 29 Sept 2007,
Sidak Rita Kejutkan Exco


JAKARTA - Ketua KONI/KOI Rita Subowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor PSSI kemarin (28/9) sore. Sekitar 15 menit, Rita terlibat pembicaraan tertutup dengan empat anggota Executive Committee (Exco) PSSI di ruang Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.

Empat anggota Exco yang menerima kunjungan tersebut, antara lain, Mafirion, M. Zein, Iwan Boedianto, dan Ferry Paulus. Sebelum berbincang secara serius di ruang Nurdin, yang dalam dua pekan ini tidak lagi berpenghuni karena ditinggal pemiliknya masuk penjara, empat anggota Exco itu tampak terkejut dengan kunjungan Rita tersebut.

"Kebetulan, hari ini (kemarin, Red), saya sengaja mengunjungi atlet-atlet pelatnas yang sedang berlatih," kata Rita kepada para wartawan saat meninggalkan kantor PSSI.

Cuma anehnya, kenapa Rita sidak ke kantor PSSI kalau agendanya mengunjungi atlet? Sebab, di PSSI, tidak ada pemain yang dipersiapkan ke SEA Games. Seperti diketahui, para pemain yang akan diikutkan ke SEA Games sedang menjalani rangkaian uji coba di Argentina.

Banyak yang menduga, sidak Rita itu adalah bentuk pengamatan langsungnya terhadap kegiatan PSSI yang kini ditinggal Nurdin. Rita sepertinya ingin memastikan apa betul roda organisasi otoritas sepak bola nasional tersebut benar-benar berjalan teratur tanpa Nurdin.

Apalagi, beberapa hari lalu, Rita sempat menyatakan keprihatinannya terhadap kondisi PSSI. Bahkan, dia pun menaruh harapan agar PSSI bisa segera memiliki ketua umum karena mereka bakal menghadapi agenda besar berupa SEA Games.

"Tadi (kemarin, Red), kami hanya membicarakan masalah Timnas U-23 serta beberapa agenda yang hendak dijalankan PSSI seperti menjadi tuan rumah pra-Piala Asia U-16," ujar Rita tanpa mau memberi komentar apakah sidaknya itu juga terkait dengan dipenjarakannya Nurdin.

"Beliau (Rita) hanya menanyakan masalah persiapan Timnas U-23, tidak ada yang lainnya," sambung Mafirion.

Tapi, pernyataan berbeda dikeluarkan Iwan Budianto. Mantan manajer Persik Kediri tersebut sempat keceplosan mengatakan bahwa Rita tidak pernah membuat pernyataan yang menyebutkan PSSI harus segera memiliki ketua baru.

"Buktinya, Bu Rita tadi (kemarin, Red) bilang tidak pernah mempersoalkan masalah ketua umum," ucap Iwan.

Ethuang
01-10-2007, 08:26 AM
Senin, 01 Okt 2007,
Marcio Souza da Silva (Persela Lamongan)
Kontrol Emosi lewat Ban Kapten


SATU gol disumbangkan Marcio Souza da Silva bagi Persela Lamongan saat beruji coba dengan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu malam lalu. Tapi, bukan hanya kontribusi itu yang membuat sosok penyerang asal Brazil tersebut menarik diamati. Melainkan juga karena ban kapten yang melingkar di lengannya.

Selama ini, ban itu tak pernah lepas dari lengan John Scarlet. Apakah ini pertanda kalau Marcio telah mengkudeta jabatan rekannya asal Papua itu? "Kebetulan John lagi sakit dan kita sepakat mencoba mempercayakan Marcio sebagai kapten kesebelasan," terang Asisten Manajer Persela Fadeli kemarin.

Meski hanya sementara, lanjut Fadeli, kepercayaan itu ternyata bisa dijawab dengan baik oleh Marcio. Pemain yang telah dua musim berkostum Laskar Joko Tingkir itu bisa tampil tenang dan penuh tanggung jawab. Kebiasaan memprotes wasit yang membuatnya kerap diganjar kartu kuning tak lagi menonjol sepanjang uji coba tersebut.

"Kalaupun protes, itu dia lakukan dalam kapasitasnya sebagai kapten. Jadi, dia memang wajib mewakili tim kalau merasa wasit telah berlaku tidak adil. Yang jelas, emosinya jauh lebih terkontrol," kata Fadeli kepada Radar Bojonegoro (Grup Jawa Pos).

Karena itu, Fadeli tidak sepenuhnya menutup kemungkinan Marcio ditunjuk permanen sebagai kapten. "Kalaupun dilakukan, harap diingat itu bukan karena kapten sebelumnya prestasinya mundur. Namun, demi kebaikan bersama," katanya.

Marcio belum bisa dihubungi terkait jabatan barunya di Kanjuruhan itu. Tapi, selama ini dia sudah terkenal sebagai team player alias pemain yang siap bekerja keras untuk tim. Jadi, seandainya pun pelatih M. Basri membebaninya dengan tugas baru sebagai kapten, Marcio sepertinya tak akan keberatan.

"Semua tahu bagaimana karakter Marcio di tengah lapangan. Karena itu, perlu dicoba apakah dengan dipercaya menjadi kapten dia akan bisa lebih bertanggung jawab lagi," kata Fadeli yang juga dikenal sebagai Sekkab Pemkab Lamongan itu.

Yang pasti, di bawah kepemimpinannya, Persela sukses menaklukkan Arema 2-1. Padahal, selama ini Kanjuruhan dikenal sebagai tempat angker bagi tim tamu. Meski hanya uji coba, siapa tahu ini pertanda bagus dari kapten yang baru. Bagaimana, Om Basri?

Ethuang
01-10-2007, 08:27 AM
Senin, 01 Okt 2007,
Mahendra (Persija)
Konfidensi dari Cat Rambut dan Anting


MASIH ingat dengan Rochy Putiray? Dengan gaya rambut yang selalu berbeda dan tindik di telinga, striker Timnas Indonesia di era 1990an itu menjadi daya tarik tersendiri tiap kali tampil di lapangan.

Rochy memang masih aktif bermain hingga kini, terakhir di Persipro Probolinggo. Tapi, seiring bertambahnya usia, masa edar nyong Ambon itu di lapangan hijau sepertinya tak akan lama lagi.

Namun tak perlu khawatir. Masih ada calon penerus Rochy yang siap memberikan warna tersendiri via penampilan nyentriknya. Dialah Mahendra, bek kiri Timnas U-19.

Seperti Rochy, kedua telinga pemain asal Persija itu juga dihiasi anting. "Saya tambah percaya diri dengan memakai anting ini. Sampai kapan pun tidak akan pernah saya lepas," kata Mahendra di sela-sela latihan Timnas U-19 di Gresik akhir pekan lalu.

Tak hanya dengan anting dia berikrar setia. Anak bungsu pasangan Cuwarma (almarhum)-Djuwarti itu juga telah berkomitmen untuk terus bereksperimen dengan warna rambutnya.

Untuk saat ini, rambut Mahendra memang terlihat normal dengan warna hitam. Tapi, sebelumnya, rambut tebalnya itu menyala dengan warna putih kekuningan.

"Paling tidak tiga bulan sekali saya ganti warna rambut. Setelah hitam ini saya belum memutuskan mau dicat warna apa lagi," katanya sembari tersenyum.

Mahendra mengakui, penampilan berbedanya ini sepenuhnya terinspirasi oleh Rochy. "Saya suka dia karena berani tampil beda, bengal, tapi permainannya di lapangan tetap bagus," ujarnya.

Sejak membela timnas kelompok umur sejak 2003, Mahendra juga tidak pernah mendapat teguran atau komplain dari pelatih atau ofisial terkait penampilannya. Sebab, baginya yang terpenting adalah menjaga konsistensi performa di lapangan.

"Dan (konsistensi) itu bisa saya jaga jika saya percaya diri. Caranya, salah satunya ya lewat anting dan cat rambut ini," ujarnya.

Ethuang
01-10-2007, 08:36 AM
Senin, 01 Okt 2007,
Masih Berkutat pada Pembenahan Fisik


SIDOARJO - Lawan pertama yang dihadapi Delta Putra Sidoarjo (Deltras) setelah jeda Ramadan adalah PKT Bontang pada Babak 16 Besar Copa Indonesia. Itu bukan laga yang mudah dimenangkan Deltras, apalagi mereka tampil di kandang lawan.

Karena itu, jeda Ramadan ini harus dioptimalkan untuk pembenahan tim. Tidak heran, tim berjuluk The Lobster tersebut melaksanakan empat laga uji coba untuk membenahi kelemahan yang masih terdapat di setiap lini. Program uji coba pun dilakukan secara bertingkat.

Dalam dua laga uji coba awal, Deltras hanya menjajal tim amatir dari kompetisi internal Persebaya, yakni Indomaret dan Maestro. Saat melawan Indomaret, Deltras hanya menang 1-0. Kemudian, Andri "Gepeng" Budianto dkk membenamkan Maestro lima gol tanpa balas.

Dalam dua uji coba lanjutan, Deltras akan menghadapi klub Divisi II Persekap Pasuruan pada 3 Oktober dan klub Divisi Utama Persema Malang pada 6 Oktober mendatang. Persema dipasang sebagai lawan uji coba pemungkas selama Ramadan karena pelatih ingin melihat peningkatkan performa punggawa Deltras.

Bisa dikatakan, uji coba terakhir akan menjadi ajang evaluasi pemain oleh jajaran pelatih tim asal Kota Udang itu. Selama dua uji coba awal, pelatih Deltras Jaya Hartono sengaja mengacak komposisi tim. Itu dilakukan dengan memadukan para pemain inti dengan pelapis.

"Saya sengaja tidak memasang seluruh pemain inti karena ingin melihat performa seluruh pemain. Pertandingan sisa kami di musim ini cukup berat dan masih ada Copa Indonesia," papar Jaya.

Pada dua uji coba awal, terangnya, para pemain hanya difokuskan untuk meningkatkan ketahanan. Jadi, mantan bek kiri Timnas PSSI tersebut saat itu menginstruksikan pemainnya untuk terus bergerak. "Kalau bermain dengan mobilitas tinggi, dengan sendirinya, peningkatan ketahanan fisik akan terjaga," jelas Jaya.

Terlepas dari upaya sang pelatih untuk meningkatkan ketahanan fisik dan kerja sama dalam tim asuhannya, Jaya masih punya pekerjaan rumah lain yang cukup berat. Yakni, mempertajam lini depan tim asuhannya. Apalagi, mereka kehilangan seorang pemain di lini tersebut.

Penyerang lokal Deltras Airlangga Sucipto bersama stopper Purwaka Yudhi dipanggil memperkuat Timnas U-23. Itu membuat stok penyerang Deltras hanya menyisakan tiga orang, yakni Hilton Moreira, Sasa Branesac, dan Rully Padengke.

Selain itu, Jaya harus menyiapkan seluruh pemainnya. Bermain di dua kompetisi berbeda akan membuat jadwal mereka padat. Karena itu, Jaya harus jeli dalam melakukan rotasi pemain.

Ethuang
01-10-2007, 08:37 AM
Senin, 01 Okt 2007,
Hentikan Kontroversi PSSI


JAKARTA - PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid kembali membunuh esensi kompetisi. Penghapusan degradasi musim ini dan penggelembungan peserta Divisi Utama, I, dan II tahun depan menjadi faktanya.

Keputusan kontroversial PSSI itupun mematik praktik jual-beli pertandingan di sisa kompetisi Divisi Utama 2007.

Anehnya, laju kontroversi PSSI di tangan Nurdin itu sepertinya belum berakhir. Lontaran anggota Executive Committee (Exco) PSSI Mafirion Sabtu (29/9) menjadi tandanya. Dengan enteng, Mafirion mengutarakan bahwa arena Superliga dan Divisi Utama musim 2009 jumlah kontestannya tidak mesti sama dengan musim 2008.

"Divisi Utama 2009 hanya ada 30 tim. Untuk Superliga, jumlahnya bisa berkurang, tidak sepenuhnya 18 tim. Jika ada klub yang tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan, jelas dia tidak bisa bermain di Superliga meski seharusnya dia berada di Superliga," tutur Mafirion.

Berkaca dari situ, bayang-bayang inkonsistensi PSSI masih tampak jelas pada kompetisi tahun depan. Satu hal lagi, keputusan PSSI menghapuskan degradasi sekaligus memperbanyak tiket promosi musim ini, sepertinya, sengaja dibuat untuk meninabobokan klub agar tidak menuntut digelarnya munaslub (musyawarah nasional luar biasa). Meski demikian, Mafirion membantah anggapan tersebut.

"Kontroversi PSSI tersebut harus dihentikan. Jika tidak, mereka akan terus membohongi rakyat," tegas Eddi Elison, pengamat sepak bola nasional.

Argumentasi tersebut tidak salah. Hampir 90 persen klub-klub yang berkompetisi di Indonesia didanai oleh APBD. Berarti, itu adalah dana rakyat. Nah, jika esensi kompetisi dihapus oleh PSSI, apalah artinya miliaran rupiah dari dana APBD yang digunakan klub-klub mengarungi kompetisi.

Penggunaan dana seperti itu jelas penghamburan uang rakyat. Kalau sudah begitu, apakah hal tersebut tidak sama dengan membohongi rakyat? Cuma, yang jadi permasalahan, siapa yang harus menghentikan kontroversi Nurdin dan PSSI. Klub-klub sudah dininabobokan, sedangkan pengda-pengda sudah tiarap lebih dahulu.

"Masih ada kekuatan lain yang bisa membuat pemilik suara bersuara. Kekuatan itu adalah rakyat. Rakyat harus bergerak. Mereka harus melawan sekaligus menghentikan kontroversi yang dilakukan PSSI," seru Eddi.

"Klub-klub sudah menghabiskan miliaran, bahkan triliunan rupiah uang rakyat. Karena itu, rakyat berhak menuntut," imbuh pria yang pernah menjabat sebagai pengurus bidang organisasi PSSI tersebut.

Menurut Eddi, rakyat yang berhak bergerak adalah rakyat dalam skala umum. Lebih khusus lagi adalah para suporter yang selama ini menjadi penikmat sepak bola Indonesia sekaligus pendukung klub-klub kesayangannya.

Kalau merasa memiliki sepak bola Indonesia, mereka harus bergerak. Jangan biarkan sepak bola Indonesia terus berada dalam kekonyolan. "Sebab, adakah kompetisi di dunia ini yang meniadakan degradasi. Kalau sudah begitu, apa itu bukan konyol namanya. Karena itu, rakyat, terutama suporter wajib menghentikannya," gugah Eddi.

Ethuang
01-10-2007, 09:15 AM
Senin, 01 Okt 2007,
GU Dituntut Lebih Serius


GRESIK - Gresik United (GU) harus lebih serius menyongsong kompetisi musim depan. Itu terjadi setelah Ketua Umum PSSI Nurdin Halid memutuskan jumlah tim Divisi Utama musim depan 34 tim. Dengan demikian, GU yang masuk tiga besar Grup III Divisi I lolos ke Divisi Utama.

"Saya ucapkan terima kasih pada pemain yang sudah bermain bagus selama musim ini," kata Manajer GU Ali Mukhid kemarin (30/9).

Untuk itu, kata dia, manajemen mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk menghadapi kompetisi musim depan. Salah satunya adalah masalah dana agar tim kebanggaan warga Gresik tersebut bisa bertahan. Sebab, dana yang dibutuhkan dalam kompetisi Divisi Utama lebih banyak daripada Divisi I.

"Kami akan coba mencari sponsor untuk menutup biaya klub. Di Gresik ini kan banyak perusahaan besar," ujarnya.

Selain menggali dana, perubahan besar-besaran di tubuh tim bakal dilakukan manajemen. "Otomatis kami tidak bisa mempertahankan seluruh tim. Kami masih menunggu rekomendasi pelatih," jelasnya.

Sementara itu, ketua Ultrasmania, Madun, menyatakan bahwa masuk ke Divisi Utama adalah impian seluruh pencinta sepak bola di Gresik. Untuk itu, pihaknya meminta manajemen lebih serius mempertahankan tim kesayangannya tersebut. "Kami suporter GU sangat gembira menyambut keberhasilan GU," ujar Madun.

Pihaknya juga menyadari, untuk mengurusi tim sebesar itu, pasti dibutuhkan dana yang tidak sedikit. "Mengenai kiprah GU di Divisi Utama, terserah pengurus apakah mau terus atau cukup sampai masuk Divisi Utama," tuturnya.

Jika melihat anggaran yang ada sekarang, dia merasa tidak cukup untuk membiayai klub di kompetisi Divisi Utama. Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat di Gresik.

DORCE
01-10-2007, 10:51 AM
Seharusnya tetap diadakan degradasi dan promosi . Guna Menumbuhkan persaingan ... kalo gak ada ya buat apa kita bertanding

Ethuang
02-10-2007, 07:48 AM
Seharusnya tetap diadakan degradasi dan promosi . Guna Menumbuhkan persaingan ... kalo gak ada ya buat apa kita bertanding
bener sekali ...
tanpa ada degradasi jd ga seru
heran, PSSI tambah aneh2
sdh ketua napi, sistem pertandingan d ganti2 :-??

Ethuang
02-10-2007, 07:49 AM
Selasa, 02 Okt 2007,
Persema Malang
Uji Coba Perdana Berantakan


MALANG - Agenda uji coba pertama Persema Malang selama puasa berantakan. Persekabpas Pasuruan yang awalnya menyatakan siap datang ke Malang tiba-tiba kemarin (1/10) membatalkan partai sparring yang rencananya dilakukan malam ini di Stadion Gajayana.

Pembatalan uji coba tersebut disampaikan Persekabpas kepada pengurus Persema. Tim milik Pemkab Pasuruan tersebut beralasan, tidak ada kesamaan sikap antara pelatih dan manajemen Persekabpas dalam menyikapi uji coba ini. "Saya tidak tahu kok tidak ada kesepakatan antara tim pelatih dan manajemen," kata Rohanda, pelatih Persema, kemarin.

Dia mengungkapkan, awalnya dirinya dihubungi pelatih Persekabpas Jorge Amaya. Pelatih asal Paraguay itulah yang mengajak Persema melaksanakan uji coba. Karena tidak mengganggu jadwal dua uji coba yang telah digagas, Rohanda menyetujui tantangan Persekabpas. "Saya sangat kecewa pada Persekabpas. Mereka yang menantang, mereka yang membatalkan. Apalagi, alasannya tidak ada titik temu dengan manajemen. Lho, apa mereka tidak berkoordinasi sebelumnya," ujar mantan pelatih Barito Putra tersebut.

Ethuang
02-10-2007, 07:50 AM
Selasa, 02 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Poin Kandang Jangan Lepas


SIDOARJO - Tersisa tujuh pertandingan di pentas Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII membuat skuad Delta Putra Sidoarjo (Deltras) dituntut bekerja ekstrakeras. Itu disebabkan manajemen sudah menjadikan Liga Indonesia (Ligina) sebagai prioritas utama.

Itu artinya, tim berjuluk The Lobster tersebut harus mampu mempertahankan posisinya di zona empat besar Wilayah Timur dan lolos ke babak delapan besar Divisi Utama Ligina. Saat ini, mereka berada di posisi ketiga dengan koleksi 43 poin dari 27 laga.

Untuk menjaga agar posisinya di empat besar aman, paling tidak tim besutan Jaya Hartono tersebut harus memburu 15 poin dari tujuh laga yang tersisa. Itu bukan target yang mudah dicapai karena konsentrasi mereka juga masih terbagi dengan Copa Indonesia.

Namun, dengan menyisakan empat laga kandang dan tiga laga tandang, torehan 15 poin itu masih mungkin diraih. Dengan catatan, Deltras harus memenangkan semua laga sisa di kandang dan meraih tiga kali imbang atau satu kemenangan di tandang.

"Secara matematis seperti itulah. Tapi, sebelum pertandingan usai, segala prediksi dan target bisa saja keliru," papar Jaya Hartono, arsitek Deltras, kemarin.

Menurut dia, untuk mengakhiri kompetisi di posisi empat besar Wilayah Timur, tim asuhannya harus all out di laga kandang. Mereka tidak boleh sekali pun tergelincir karena kegagalan meraih poin penuh akan sangat memengaruhi peluang Deltras.

Karena itu, di jeda kompetisi ini, dia dituntut meningkatkan kemampuan para pemain pelapisnya. Dengan padatnya jadwal, para pemain utama butuh rotasi. Itu tidak bisa dilakukan kalau kesenjangan kualitas pemain utama dan pelapis sangat jauh.

Selama ini, tim asal Kota Udang tersebut selalu kesulitan ketika salah seorang pemain utamanya harus absen karena cedera atau akumulasi kartu. Itu terjadi di semua lini karena tingginya ketergantungan terhadap sejumlah pemain tertentu, terutama pemain asing.

Di lini belakang, Christian Rene Martinez menjadi sosok yang tak tergantikan. Bahkan, Jaya terpaksa harus mengubah skema permainan ketika stoper asal Paraguay itu absen. Seperti yang terjadi saat Deltras menghadapi Persekabpas Pasuruan, 12 September lalu, dengan menggunakan pola 3-4-1-2.

Apalagi, salah seorang bek andalan Deltras Purwaka Yudhi bersama Airlangga Sucipto absen dalam beberapa laga karena masih bergabung dengan Timnas U-23. "Kami sudah siapkan komposisi tanpa keberadaan Pur (Purwaka) dan Angga (Airlangga). Yang pasti sudah ada penggantinya," papar Jaya.

Selain lini belakang, lini depan masih menjadi masalah. Sasa Branesac belum kembali ke performa terbaiknya seperti putaran I lalu dan Airlangga dipanggil Timnas U-23. Sementara itu, Hilton Moreira yang menjadi andalan kerap mengalami cedera.

Ethuang
03-10-2007, 08:33 AM
Rabu, 03 Okt 2007,
Jadwal Revisi Liga Djarum Indonesia 2007 dan Copa Indonesia 2007


RABU, 17 OKTOBER 2007
Grup Barat:
227 PERSITA v PERSIK



KAMIS, 18 OKTOBER 2007

Grup Barat:
229 PERSIKOTA v PSIS
230 PERSIKABO v PERSELA
231 PERSIRAJA v PSMS
232 PSDS v PSSB

Grup Timur:
227 PERSIJAP v AREMA
228 PERSIS v PERSEKABPAS
229 PERSITER v PKT
231 PERSIBOM v PSM
232 PERSMA v PERSEMAN



SABTU, 20 OKTOBER 2007

Grup Barat:
233 PSS v PERSIB
234 PERSITA v PERSEMA


MINGGU, 21 OKTOBER 2007

Grup Barat:
236 PERSIKOTA v PERSELA
237 PERSIKABO v PSIS
238 PERSIRAJA v PSSB
239 PSDS v PSMS

Grup Timur:
234 PERSIJAP v PERSEKABPAS
235 PERSIS v AREMA
236 PERSITER v PERSIBA
238 PERSIBOM v PERSEMAN
239 PERSMA v PSM



RABU, 24 OKTOBER 2007

Grup Barat:
240 PERSIK v PERSIB
SABTU, 27 OKTOBER 2007

Grup Barat:
246 PERSIK v PSS


MINGGU, 28 OKTOBER 2007

Grup Barat:
247 PERSEMA v PERSIB


SENIN, 29 OKTOBER 2007

Grup Timur:
230 PERSMIN v PERSIBA
250 PERSIPURA v PERSEGI BALI FC
251 PERSIWA v PERSEBAYA


SELASA, 30 OKTOBER 2007

Grup Barat:
245 PERSELA v PSIS


RABU, 31 OKTOBER 2007

Grup Barat:
244 PERSITARA v SRIWIJAYA


KAMIS, 1 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
235 PELITA v PERSIK

Grup Timur:
237 PERSMIN v PKT
258 PERSIPURA v PERSEBAYA
259 PERSIWA v PERSEGI BALI FC


2-20 NOVEMBER 2007

TC Timnas Senior PRA-Piala Dunia


SABTU, 3 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
241 PERSEMA v PSS


MINGGU, 4 NOVEMBER 2007

Grup Timur:
242 DELTRAS v PERSITER


SELASA, 6 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
242 SEMEN PADANG v PERSIKOTA


RABU, 7 NOVEMBER 2007

Grup Timur:
248 PSIM v PERSITER


KAMIS, 8 NOVEMBER 2007

Grup Timur:
247 DELTRAS v PERSMIN


9 NOVEMBER 2007:
PRA-PIALA DUNIA (2nd ROUND 1st LEG)


SABTU, 10 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
248 SEMEN PADANG v PERSIKABO


MINGGU, 11 NOVEMBER 2007

Grup Timur:
243 PSIM v PERSMIN

SELASA, 13 NOVEMBER 2007
Grup Timur:
233 PERSIWA v PERSIPURA
249 PERSIBA v PKT


RABU, 14 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
228 PELITA v PERSEMA


KAMIS, 15 NOVEMBER 2007

Grup Timur:
244 PERSEBAYA v PERSEGI BALI FC


SABTU, 17 NOVEMBER 2007

Grup Timur:
241 PERSEKABPAS v PERSIWA


18 NOVEMBER 2007
PRA-PIALA DUNIA (2nd ROUND 2nd LEG)


RABU, 21 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
243 PERSIJA v PERSIKABO
263 PERSELA v PELITA


KAMIS, 22 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
262 PSIS v PERSITA

Grup Timur:
245 AREMA v PERSIWA
246 PERSEKABPAS v PERSIPURA
252 PERSITER v PERSIBOM
253 PERSMIN v PERSMA


SABTU, 24 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
249 PERSIJA v PERSIKOTA
251 PSS v PERSITARA


MINGGU, 25 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
270 PSIS v PELITA

Grup Timur:
240 AREMA v PERSIPURA
256 PERSITER v PERSMA
257 PERSMIN v PERSIBOM


26 NOV v 15 DES 2007
SEA GAMES Bangkok:


SELASA, 27 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
250 PERSIB v SRIWIJAYA
271 PERSELA v PERSITA


RABU, 28 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
254 PSMS v SEMEN PADANG
255 PSSB v PERSIJA


KAMIS, 29 NOVEMBER 2007

Grup Barat:
252 PERSIKOTA v PERSIRAJA
253 PERSIKABO v PSDS

Grup Timur:
254 PSM v DELTRAS
255 PERSEMAN v PSIM


SABTU, 1 DESEMBER 2007

Grup Barat:
258 PERSIB v PERSITARA
259 PSS v SRIWIJAYA


MINGGU, 2 DESEMBER 2007

Grup Barat:
256 PERSIKOTA v PSDS
257 PERSIKABO v PERSIRAJA
260 PSMS v PERSIJA
261 PSSB v SEMEN PADANG

Grup Timur:
260 PSM v PSIM
261 PERSEMAN v DELTRAS


SELASA, 4 DESEMBER 2007

Grup Timur:
262 PKT v PERSIJAP
263 PERSIBA v PERSIS


RABU, 5 DESEMBER 2007

Grup Barat:
264 SRIWIJAYA v PSMS
265 PERSITARA v PSSB

Grup Timur:
266 PERSIBOM v AREMA
267 PERSMA v PERSEKABPAS


KAMIS, 6 DESEMBER 2007

Grup Barat:
266 PERSIRAJA v PERSIK
267 PSDS v PERSEMA

Grup Timur:
264 PERSEGI BALI FC v PSM
265 PERSEBAYA v PERSEMAN


SABTU, 8 DESEMBER 2007

Grup Barat:
268 SRIWIJAYA v PSSB
269 PERSITARA v PSMS

Grup Timur:
268 PKT v PERSIS
269 PERSIBA v PERSIJAP
272 PERSIBOM v PERSEKABPAS
273 PERSMA v AREMA


MINGGU, 9 DESEMBER 2007

Grup Barat:
272 PERSIRAJA v PERSEMA
273 PSDS v PERSIK

Grup Timur:
270 PERSEGI BALI FC v PERSEMAN
271 PERSEBAYA v PSM


SELASA, 11 DESEMBER 2007

Grup Barat:
276 PSMS v PERSIKOTA
277 PSSB v PERSIKABO


RABU, 12 DESEMBER 2007

Grup Barat:
278 PERSIK v PSIS
279 PERSEMA v PERSELA

Grup Timur:
278 AREMA v PKT
279 PERSEKABPAS v PERSIBA


KAMIS, 13 DESEMBER 2007

Grup Barat:
280 SEMEN PADANG v SRIWIJAYA
281 PERSIJA v PERSITARA

Grup Timur:
280 DELTRAS v PERSEGI BALI FC
281 PSIM v PERSEBAYA


SABTU, 15 DESEMBER 2007

Grup Barat:
286 PERSIK v PERSELA

Grup Timur:
286 AREMA v PERSIBA
287 PERSEMA v PSIS
287 PERSEKABPAS v PKT


MINGGU, 16 DESEMBER 2007

Grup Barat:
282 PSMS v PERSIKABO
283 PSSB v PERSIKOTA
288 SEMEN PADANG v PERSITARA
289 PERSIJA v SRIWIJAYA

Grup Timur:
288 DELTRAS v PERSEBAYA
289 PSIM v PERSEGI BALI FC


SELASA, 18 DESEMBER 2007

Grup Barat:
274 PERSITA v PERSIB

Grup Timur:
275 PERSIS v PERSIWA


RABU, 19 DESEMBER 2007

Grup Barat:
275 PELITA v PSS

Grup Timur:
274 PERSIJAP v PERSIPURA
276 PSM v PERSITER
277 PERSEMAN v PERSMIN


SABTU, 22 DESEMBER 2007

Grup Barat:
285 PELITA v PERSIB

Grup Timur:
283 PERSIS v PERSIPURA


MINGGU, 23 DESEMBER 2007

Grup Barat:
284 PERSITA v PSS

Grup Timur:
282 PERSIJAP v PERSIWA
284 PSM v PERSMIN
285 PERSEMAN v PERSITER


RABU, 26 DESEMBER 2007

Grup Barat:
294 PSIS v PSMS
295 PERSELA v PSSB
296 SRIWIJAYA v PERSIK
297 PERSITARA v PERSEMA

Grup Timur:
296 PERSEGI BALI FC v AREMA
297 PERSEBAYA v PERSEKABPAS


KAMIS, 27 DESEMBER 2007

Grup Barat:
290 PERSIKOTA v PERSITA
291 PERSIKABO v PELITA
292 PERSIB v PERSIRAJA
293 PSS v PSDS

Grup Timur:
290 PERSIPURA v PERSIBOM
291 PERSIWA v PERSMA
292 PERSITER v PERSIJAP
293 PERSMIN v PERSIS
294 PKT v PSM
295 PERSIBA v PERSEMAN


MINGGU, 30 DESEMBER 2007

Grup Barat:
298 PERSIB v PSDS
299 PSS v PERSIRAJA
300 PERSIKOTA v PELITA
301 PERSIKABO v PERSITA
302 PSIS v PSSB
303 PERSELA v PSMS
304 SRIWIJAYA v PERSEMA
305 PERSITARA v PERSIK
306 PERSIJA v SEMEN PADANG

Grup Timur:
298 PERSIPURA v PERSMA
299 PERSIWA v PERSIBOM
300 PERSITER v PERSIS
301 PERSMIN v PERSIJAP
302 PKT v PERSEMAN
303 PERSIBA v PSM
304 PERSEGI BALI FC v PERSEKABPAS
305 PERSEBAYA v AREMA
306 PSIM v DELTRAS



16 Besar COPA INDONESIA 2007

RABU, 24 OKTOBER 2007
139 PKT v DELTRAS

KAMIS, 25 OKTOBER 2007
125 PSAP v PERSEKABPAS
136 PERSITA v PERSIS

SABTU, 27 OKTOBER 2007
130 SRIWIJAYA FC v PERSEMAN

MINGGU, 28 OKTOBER 2007
127 PERSIJA v PSM

SENIN, 29 OKTOBER 2007
134 PELITA JAYA v PERSIJAP
140 DELTRAS v PKT

SELASA, 30 OKTOBER 2007
126 PERSEKABPAS v PSAP

RABU, 31 OKTOBER 2007
128 PSM v PERSIJA

Ethuang
03-10-2007, 08:34 AM
Rabu, 03 Okt 2007,
Aremania Siap Gabung


Bersama Suporter Lain, Desak Reformasi PSSI
MALANG - Aremania, komunitas pendukung fanatik Arema, siap bergabung dengan kelompok suporter lain untuk mendesak reformasi di tubuh PSSI. Otoritas sepak bola tertinggi di Indonesia tersebut dituding membuat keputusan ganjil untuk menyelamatkan terpidana Nurdin Halid, ketua umum PSSI.

Cara ganjil yang dilakukan PSSI adalah meniadakan degradasi dalam kompetisi musim ini. Aremania menengarai, aturan tersebut dikeluarkan agar klub-klub diam dan tidak menuntut pergantian Nurdin yang dipenjara karena korupsi. Dengan demikian, kondisi persaingan lazimnya sebuah kompetisi tidak lagi ada.

"Kami siap bergabung dengan kelompok suporter lain. PSSI jangan dibiarkan terus sehingga mengeluarkan keputusan yang merugikan," kata Ahmad Ghozali, Aremania Korwil Klayatan.

Bagi dia dan Aremania lainnya, sistem promosi dan degradasi harus terus diberlakukan. Dengan demikian, kualitas tim sepak bola terus mengalami peningkatan. Selama ini, Aremania mendukung Arema agar menjadi juara dan tidak terdegradasi. Sayang, dukungan suporter fanatik terhadap tim dihilangkan maknanya oleh PSSI.

Ahmad menilai, ditiadakannya degradasi oleh PSSI merupakan sebuah pelanggaran komitmen awal yang dibuat PSSI sendiri. PSSI kehilangan konsistensi komitmen. Sebab, pengurus PSSI hanya ingin mencari simpati klub agar Nurdin tidak dilengserkan dari kursi ketua umum PSSI tanpa menghiraukan kepentingan sepak bola secara keseluruhan.

Selain siap bergabung dengan kelompok suporter lain, Aremania meminta kepada Arema untuk bersikap tegas dan berani memprotes kebijakan PSSI. Sebab, selain suporter, kesebelasan di bawah naungan PSSI punya pengaruh cukup besar untuk melakukan reformasi. Sayang, hingga saat ini, tidak ada klub yang bergerak.

"Jika ingin sepak bola Indonesia maju, Arema harus berani bersuara. Caranya, Arema harus meminta diadakan munaslub (musyawarah nasional luar biasa, Red) untuk mencari pengganti Nurdin," ujar Ahmad.

Yuli Sumpil, dirijen Aremania, mengungkapkan, sebaiknya posisi Nurdin segera digantikan orang lain. Apalagi, masih banyak warga Indonesia yang mempunyai potensi dan track record lebih baik daripada Nurdin.

"Jangan mengorbankan sepak bola Indonesia hanya untuk membela seorang terpidana seperti Nurdin," tandas Yuli.

Sementara itu, Asisten Manajer Arema Muhammad Taufan enggan memberikan komentar terkait dengan adanya permintaan Aremania agar Arema segera menentukan sikap. "Saya tidak perlu berkomentar soal kebijakan PSSI," jawab Taufan ketika ditanya mengenai dihapusnya sistem degradasi.

Demikian pula ketika dia ditanya mengenai perlu tidaknya Nurdin dilengser dari jabatannya. "Untuk masalah itu, saya no comment," ucapnya.

Ethuang
03-10-2007, 08:35 AM
Rabu, 03 Okt 2007,
Menampung Animo atau Proyek


JAKARTA - Seiring bakal digulirkannya Superliga musim depan, Divisi I pun beralih status. Bersama kompetisi Divisi II dan III, perhelatan Divisi I mulai tahun depan bakal berubah status menjadi amatir. Memasuki musim kompetisi tahun depan, kasta Divisi I juga melorot.

Dari kasta kedua kompetisi sepak bola nasional, turun menjadi tingkat ketiga. Perubahan status dan kasta tersebut sebenarnya bukan menjadi persoalan.

Cuma, yang menjadi ganjalan apakah perubahan itu demi kemajuan sepak bola Indonesia atau sekadar"akal-akalan" PSSI? Jika menilik keputusan PSSI akhir-akhir ini, justru perubahan format kompetisi tahun depan mengesankan adanya tanda tanya besar di baliknya.

Tengok saja membengkaknya jumlah kontestan Divisi I musim depan dari 40 menjadi 48 tim. Pembengkakan yang sama terjadi di Divisi II yang tahun depan diikuti 84 tim. Sedangkan untuk Divisi III jumlah pesertanya tidak terbatas. Itu seperti menyiratkan bahwa ada "proyek" di balik keputusan perubahan frontal tersebut.

"Animo sepak bola kita sangat luar biasa. Bayangkan, kita punya 450 anggota. Tapi, yang jadi perhatian selama ini hanya Divisi Utama. Nah, mulai tahun depan, kami ingin menampung potensi besar tersebut yang selama ini tidak tersentuh," kata Subardi, ketua Badan Liga Sepak Bola Amatir (BLA), kemarin.

"Mulai tahun depan kami mencoba menggugah semuanya untuk berpartisipasi dalam membangun sepak bola Indonesia. Karena itu, bukan menjadi masalah dengan adanya jumlah klub di Divisi I, II, ataupun III," imbuh pria asal Jogjakarta itu.

Karena itu, Subardi memandang membengkaknya jumlah peserta kompetisi amatir di bawah naungan BLA bukan sesuatu yang naif. Sebaliknya, pria yang juga anggota DPD tersebut melihat bahwa menggelembungnya jumlah klub yang bertarung di Divisi I, II, dan III merupakan sarana semakin memajukan sepak bola Indonesia.

Baik itu kemajuan kualitas pemain, manajemen pengelolaan pertandingan, maupun infrastruktur pertandingan alias stadion. Nah, untuk membuktikan bahwa pembengkakan itu bukan sesuatu yang naif, Subardi dan BLA pun mulai bergerak untuk menata kompetisi amatir musim depan.

"Hari ini (kemarin, Red), kami telah melakukan rapat internal. Hasilnya, kami membuat banyak kesepakatan untuk memajukan pembinaan sepak bola. Salah satunya mencakup pemberlakuan batasan terhadap pemain yang berlaga di Divisi I, II, dan III musim depan," seru Subardi.

"Untuk Divisi I, kami berlakukan bahwa semua klub hanya boleh menggunakan pemain lokal. Divisi II diperuntukkan bagi U-23, sedangkan Divisi III ada pembatasan U-21. Dengan begitu, kami berharap bisa memacu perkembangan sepak bola Indonesia," jelasnya.

Benarkah penegasan Subardi itu semulia tujuannya ataukan hanya berakhir sebagai proyek belaka?

Ethuang
04-10-2007, 09:04 AM
Kamis, 04 Okt 2007,
GU Pinjamkan Pemain Asing


Setelah Dililit Utang Rp 1,6 M
GRESIK - Terkatung-katungnya nasib pemain asing Gresik United (GU) membuat para pemain mengambil jalan sendiri-sendiri. Itu terjadi setelah manajemen GU terbelit utang Rp 1,6 miliar.

Lexe Anderson, misalnya, dikabarkan tengah mengikuti latihan bersama di Klub Arema dengan status pinjaman. Meski demikian, pihak manajemen GU mengaku sangat terbuka bila ada klub yang mau meminjam pemainnya.

"Sekarang, kompetisi klub kami juga sudah selesai, tinggal menunggu ajang Piala Gubernur," kata Manajer GU Ali Mukhid kemarin (3/10).

Keputusan berani juga diambil Marcos Santana. Seiring dengan berakhirnya kompetisi, ditambah tidak ada kejelasan mengenai perpanjangan kontrak pemain, gelandang GU itu memutuskan untuk balik ke negara asalnya.

Hanya dua pemain asing GU yang masih rutin menjalani latihan di Markas GU di Stadion Petrokimia, Gresik. Sambil menjalani latihan rutin, Denilson pun makin intensif mengadakan hubungan dengan klub lain.

Memang, sebelum ada evaluasi dari pelatih, pemain GU masih bisa berharap bisa berbaju GU musim depan. Alasannya, manajer tim sebelumnya menyatakan tidak akan mempertahankan sebagian pemain GU.

Rencana itu kelihatannya bakal terus menggantung di tengah situasi kekurangan dana di tubuh GU. "Dana APBD tahun ini sudah tidak ada. Kami harus pintar-pintar mencari dana sendiri. Kalau tidak, ya ditutup saja," katanya.

Lebih lanjut dijelaskan, mengenai kabar peminjaman Lexe ke Arema, pihaknya menilai itu justru bisa menjadi sumber dana sementara. "Kami belum menerima keterangan mengenai peminjaman tersebut. Namun, saya dengar seperti itu. Yang penting saling menguntungkan ketiga belah pihak," jelas Ali.

Pihaknya mengaku belum memberi bandrol pemain asingnya tersebut. "Mengenai harga, saya rasa cukup tinggi. Mengingat kontraknya juga cukup tinggi, kami akan memberi harga sepantasnyalah," tuturnya.

Saat ini, GU membutuhkan dana besar untuk membayar utang Rp 1,6 M.

Ethuang
04-10-2007, 10:06 AM
Persis Solo Kritis!


SOLO – Di saat-saat akhir kompetisi Liga Indonesia 2007, Persis Solo justru digerogoti masalah pendanaan. Manajemen klub berjuluk Laskar Sambernyawa ini pun gelisah menyusul telah keringnya anggaran Rp10 milliar yang diterima di awal kompetisi melalui dana APBD 2007.
Manajer Persis, Waseso mengatakan, kondisi keuangan tim kebanggaan Kota Bengawan sekarang ini sudah minus. Kondisi seperti ini menurutnya telah menimpa Persis sejak akhir Putaran I lalu.
"Anggaran Rp 10 miliar yang diberikan kepada kami sudah habis sejak putaran I lalu. Bahkan sekarang sudah minus," tegas Waseso, Rabu (3/10/2007).
Menurut Waseso, dana Rp 10 milliar yang dikucurkan kepada Agung Setyabudi dkk banyak tersendot pos belanja pemain. Total dana belanja pemain Persis di Putaran I lalu memang mencapai Rp8,9 miliar. Sedangkan sisanya sebesar Rp1,1 miliar telah habis untuk biaya operasional klub selama mengarungi putaran I.
"Pengeluaran terbanyak untuk belanja pemain. Sedangkan untuk operasional hanya Rp1,1 miliar," jelasnya.
Bahkan, untuk kontrak pemain baru dan mengarungi Putaran II, Manajemen Laskar Sambernyawa terpaksa harus mencari utangan. Waseso menambahkan, kondisi keuangan yang saat ini dialami manajemen telah dilaporkan dalam rapat pengurus beberapa waktu lalu.
"Kalau dihitung, kekurangan yang harus kami tambal sebesar Rp6 miliar. Perhitungan kami, jumlah tersebut hanya cukup hingga akhir kompetisi. Dan ini sudah saya laporkan kepada pengurus, karena manajemen tidak punya wewenang mengajukan anggaran," aku Waseso yang menyebut hingga saat ini pengurus terlihat masih dingin dalam menyikapi permasalahan tersebut.
"Follow up saja sepertinya tidak ada. Apalagi, tanda-tanda akan cair. Jelas nggak mungkin sekali. Padahal, dana utangan sudah hampir habis. Saya sendiri juga nggak tahu harus bayar utangan dengan apa? Satu-satunya jalan minta bantuan gubernur (Jawa Tengah) dan Konida. Tapi, saya tidak yakin itu akan mencukupi," tegasnya.
Disinggung mengenai pemasukan dari hasil penjualan tiket selama ini, Waseso menyebut hanya impas untuk biaya operasional klub. "Dalam setiap pertandingan, rata-rata yang masuk ke manajemen hanya sebesar Rp25-30 juta. Itu pun jika lawan yang dihadapi Persis bagus. Kalau tidak, ya tombok terus," ujar Ketua Panitia Pelaksana Persis, Paulus Haryoto.
Ayo, siapa mau bantu Persis?

Ethuang
04-10-2007, 10:07 AM
Batal Ujicoba, Persijap “Dihadiahi” Rp 3,5 Miliar


JEPARA – Persijap Jepara gagal berujicoba lawan PSS Sleman. Tapi, Persijap akhirnya mendapatkan hadiah Rp3,5 miliar. Darimana dana itu?
Manajer Persijap, Edi Sujatmiko menyebut uji coba melawan PSS Sleman beberapa waktu lalu jadi satu-satunya friendly game kontra klub Divisi Utama yang dilakukan timnya selama libur Ramadhan. Apalagi, ujicoba kontra Persela Lamongan yang telah dijadwalkan sebelumnya juga batal.
Selain tak adanya respon dari pihak Laskar Joko Tingkir –julukan Persela- atas tawaran yang telah disampaikan. Edi menilai waktu yang tersisa sudah tidak tepat untuk menggelar ujicoba.
"Sejauh ini Persela belum memberikan kabar. Kalaupun sekarang mereka memberikan respon, kami kira sudah terlambat. Waktu kompetisi sudah terlalu mepet, jadi kami khawatir justru akan menimbulkan cedera," ujar Edi.
Sebagai gantinya, Edi menambahkan, kemungkinan besar Laskar Kalinyamat –julukan Persijap- bakal memanfaatkan sisa waktu yang ada untuk melakukan ujicoba dengan tim lokal Jepara. Hanya saja, siapa yang bakal menjadi lawan, Edi belum bisa memberikan keterangan secara pasti.
"Kami akan bicarakan dulu bersama tim pelatih yang paling mengetahui kebutuhan tim," tuturnya.
Kabar baik juga menyelimuti Kasiadi dkk. Sebab, Manajemen Persijap resmi digerojog dana tambahan sebesar Rp 3,5 milliar dari P-APBD 207 Kabupaten Jepara. Meski dana tambahan tersebut tak sesuai pengajuan manajemen sebesar Rp 4 miliar, namun manajemen berjanji bakal melaksanakan amanat tersebut sebaik-baiknya.
"Mengenai tudingan bahwa manajemen menggunakan dana APBD secara tak bertanggung jawab sangat kami sesalkan. Saya tidak pernah membawa anggota keluarga dalam setiap partai away menggunakan dana Persijap. Tudingan dana Persijap dipergunakan untuk kepentingan pribadi para pengurusnya sangatlah menyakiti perasaan," tegasnya.
"Menjadi manajer bukan menjadi keinginan saya. Tapi karena mendapat amanat, ya saya jalankan tugas ini sebaik-baiknya. Secara materiil, tidak ada yang menguntungkan dengan menjadi manajer. Hanya kepuasan batin saja yang saya dapatkan saat Persijap meraih hasil membanggakan," pungkas Edi.

Ethuang
04-10-2007, 10:08 AM
Hantu Cedera Bayangi PSIS Semarang


SEMARANG – Arsitek PSIS Semarang, Sartono Anwar sepertinya tak mau ambil risiko cedera. Apalagi, setidaknya sudah ada tiga punggawa Mahesa Jenar –julukan PSIS- yang mengalami cedera. Mereka adalah Joao Carlos, Deni Rumba, dan Modestus Setiawan.
Menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Jatidiri, Semarang dalam laga ujicoba, , Kamis (4/10/2007) malam, Sartono berharap Julio Lopez dkk bisa bermain lebih aman. Hal itu dimaksudkan agar tak akan jatuh korban lagi. Mengingat sebelumnya, Modestus telah menjadi korban saat Mahesa Jenar menggelar ujicoba dengan tim lokal, Leo Siasat Cepat, Sabtu (29/9/2007) lalu.
"Cedera sebenarnya merupakan hal wajar dalam olahraga, apalagi sepak bola. Meski demikian, kami tetap akan berusaha bermain aman, agar kejadian serupa tak terjadi lagi. Jadi saya harap, masing-masing pemain bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin agar jangan sampai terjadi cedera lagi," ujar mantan Arsitek Persikab Kabupaten Bandung itu.
Padatnya jadwal pertandingan pascalebaran menjadikan ayah kandung stopper Persib Bandung, Nova Arianto itu tak mau main-main. Apalagi, Kamis (18/10/2007) mendatang tim kebanggaan Kota Lumpia itu sudah harus bertandang ke Stadion Benteng Tangerang, markas Persikota.
"Kuncinya pemain harus serius. Kalau tidak, justru sangat rawan cedera," tegas Sartono.
Hal senada diungkapkan Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho. Namun menurut Agung, dibanding memikirkan masalah cedera, pihaknya lebih mementingkan feeling touch Lopez dkk untuk menghadapi pertandingan sisa.
"Kami pasti khawatir akan terjadi cedera. Tapi, kalau selama satu bulan penuh tidak ada ujicoba, bagaimana kami bisa menilai hasil pembenahan yang dilakukan pelatih selama libur kompetisi ini?" tutur Agung.
"Kalau memang bola-bola yang tidak perlu diambil lebih baik dibiarkan saja. Ujicoba jangan disamakan dengan kompetisi resmi. Kami sudah saling komitmen untuk saling menjaga. Karena ujicoba ini sifatnya hanya friendly game. Jadi, sayang kalau sampai ada pemain yang cedera dan tidak bisa melanjutkan kompetisi," jelas Agung.
Terpisah, Asisten Pelatih Laskar Mataram –julukan PSIM-, Maman Durachman mengatakan, ujicoba hanya sebagai bahan evaluasi bagi Seto Nurdiyantoro dkk setelah mereka mengenyam berbagai program latihan selama libur kompetisi.
"Kami pun tak akan main ngotot. Yang penting di sini, kami bisa menilai kelemahan dan kekurangan tim. Jadi, kalau sampai terjadi cedera, justru akan merugikan kedua belah pihak," kata suksesor Sofyan Hadi itu

Ethuang
05-10-2007, 07:46 AM
Jumat, 05 Okt 2007,
Komdis dan BLI pun Repot


SIKAP PSSI yang mengeluarkan keputusan meniadakan degradasi di saat kompetisi sedang berjalan jelas menimbulkan problem pelik. Sikap itu memantik munculnya persaingan tidak sehat di sisa perjalanan kompetisi Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII.

"Ada degradasi saja memungkinkan praktik jual beli pertandingan. Dengan penghapusan degradasi, tentu semakin jelas adanya praktik tersebut," kata Hinca Pandjaitan, ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Karena itu, komdis pun telah menyiapkan segala cara untuk memerangi praktik tersebut. Setidaknya ada empat jurus yang dipersiapkan oleh Hinca dan koleganya di komdis.

Langkah-langkah itu, antara lain, mendorong pengawas pertandingan dan perangkatnya untuk lebih berani membuat laporan sesuai dengan yang dilihat, dirasa, dan didengar. Komdis juga mulai membuka komunikasi dengan kolega-koleganya di daerah untuk turut mengawasi pertandingan sisa LDI XIII.

"Kami juga mengimbau rekan-rekan pers untuk turut menulis hal-hal ganjil yang terjadi di sisa pertandingan nanti. Di samping itu, kami juga menyiapkan hukuman berlapis bagi klub dan pelaku pengaturan skor pertandingan," tegas Hinca.

Gerak cepat komdis tersebut tentu menjadi pertanda kerepotan yang melanda mereka gara-gara keputusan kontroversial PSSI. Meski tidak ikut membuat keputusan, sebagai bagian dari PSSI, komdis mau tidak mau harus repot karenanya.

Hal yang sama terjadi pada Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). Mereka dilimpahi PSSI untuk membuat format kompetisi musim depan terkait dengan pembengkakan jumlah kontestan Divisi Utama.

"Bagi saya, membuat format tidak sulit. Justru, kerja di pabrik lebih sulit bagi saya. Yang sulit di sini kan memenuhi kepentingan-kepentingan yang ada," aku Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

Ethuang
05-10-2007, 07:48 AM
Jumat, 05 Okt 2007,
Rindu Santo, Kangen Suara Jatim


KETUA Umum PSSI Nurdin Halid kembali masuk penjara. Dari dalam penjara, pria asal Sulawesi Selatan itu mengeluarkan keputusan kontroversial. PSSI meniadakan degradasi pada musim 2007. Sayang, sebagian besar pemilik hak suara di PSSI "tidur" menyaksikan kenyataan yang ironis.

Klub, pengcab (pengurus cabang), maupun pengda (pengurus daerah) hanya terdiam, bisu. Tidak ada pergerakan nyata dari mereka untuk menghentikan inkosistensi PSSI di bawah kendali Nurdin Halid. Hanya ada segelintir klub yang menyuarakan munaslub (musyawarah nasional luar biasa) untuk mengganti Nurdin. Tapi, suara itu masih mentok karena pengda-pengda enggan bergerak.

"Dalam situasi seperti ini, kami rindu sosok Haj* Santo (sapaan karib Susanto, mantan manajer Persija Jakarta dan Persebaya). Dialah orang yang bisa menggerakkan para pemilik suara untuk bersuara," ujar Andi Slamet, pengamat sepak bola asal Surabaya.

Namun, kerinduan itu tidak bakal berbalas. Mengapa? Sejak 25 Juni 2007 lalu, pria yang punya nama asli Susanto tersebut telah tutup usia. Andai Santo masih hidup, pasti suasananya tidak bakal sepi seperti ini. Santo tidak segan bersuara jika melihat keganjilan di sepak bola.

"Tidak hanya rindu Haj* Santo. Kami juga rindu suara Pengda Jatim. Mereka yang selama ini terkenal sebagai kiblat sepak bola dalam pembinaan dan penegakan kebenaran ternyata sekarang diam. Sungguh menyedihkan melihat mereka diam," kata Barry Sihotang, asisten manajer Persija Jakarta.

"Sungguh tidak tepat kalau Jatim hanya diam dan tiarap. Jatim adalah barometer sepak bola Indonesia, makanya mereka harus bergerak melihat keadaan sekarang ini," sindir Andi Slamet.


notes:
bukan rindu bro santo lo ... ;))
tp yg d maksud Haj* Santo

Ethuang
05-10-2007, 07:49 AM
Jumat, 05 Okt 2007,
Kembali Dihapuskannya Degradasi oleh PSSI


Drama Pembohongan Bertajuk Sepak Bola
Sejak dipimpin Nurdin Halid, PSSI semakin melegitimasikan diri sebagai organisasi olahraga paling inkonsisten. Betapa tidak, berulang-ulang otoritas sepak bola Indonesia itu menabrak aturan yang mereka buat sendiri. Yang terbaru tentu saja penghapusan degradasi untuk kompetisi di semua divisi. Penghapusan itu merupakan yang ketiga.


SEPAK bola adalah drama. Drama yang menghadirkan rasa senang, bahagia, kesal, ataupun sedih. Drama yang melahirkan tangis, baik itu tangis bahagia maupun air mata sedih. Drama yang juga bisa menggugah semangat dan rasa bangga, tak terkecuali mengundang kebencian.

Dalam drama sepak bola, para pemain adalah lakon utamanya. Merekalah yang memegang peran dominan dalam menggugah segala rasa dengan permainannya di atas lapangan hijau maupun di luar arena. Meski begitu, tak jarang pula lakon utamanya diisi wasit, pelatih, manajemen, suporter, atau para pengurus sepak bola.

Seperti halnya yang tersaji di sepak bola Indonesia. Justru para pengurus sepak bola yang bernaung di balik papan nama PSSI yang selalu menjadi pemeran utama. Bahkan, drama yang mereka mainkan jauh lebih hebat dibandingkan dengan apa yang sudah tersaji di dunia sepak bola barat. Bukan saja menghadirkan rasa kesal, sedih, kebencian, maupun tangis, PSSI juga mampu menghadirkan drama bernuansa lain.

Apa itu? "Saya merasa keputusan mereka kembali meniadakan degradasi musim ini tidak hanya menyalahi aturan. Tapi, mereka sudah membohongi rakyat," kata Yusuf Rizal, ketua Indonesia Sport Wacth.

Seperti diketahui khalayak, pada akhir September lalu, PSSI kembali memutuskan untuk menghapus degradasi. Lewat surat keputusan bernomor Kep/12/NH/IX/2007 yang ditandatangani Nurdin Halid, PSSI tidak saja meniadakan degradasi pada musim ini. Otoritas sepak bola nasional itu juga mengobral tiket promosi di masing-masing divisi untuk musim depan.

"Jelas itu sebuah keputusan konyol. Mana ada kompetisi di dunia yang tidak memberlakukan sistem degradasi. Mereka telah membunuh esensi kompetisi sepak bola sekaligus membohongi rakyat," tutur Eddi Elison, pengamat sepak bola nasional.

Esensi sejati sebuah kompetisi sepak bola adalah persaingan. Tim yang memenangi persaingan bakal mendapat penghargaan, sebaliknya yang kalah menerima hukuman. Nah, salah satu bentuk imbalan persaingan di kompetisi sepak bola berwujud promosi dan degradasi.

Jika PSSI menghilangkan esensi itu, apa artinya kalau tidak bertindak konyol. Yang menyedihkan, keputusan menghapus degradasi itu sama dengan membohongi rakyat. Ingat, hampir 90 persen klub yang bertarung di kompetisi Indonesia menggunakan dana APBD yang sejatinya merupakan uang rakyat.

Tanpa penegakan esensi kompetisi, apalah artinya miliaran uang rakyat yang telah digunakan klub-klub dalam mengarungi kompetisi. Apa itu tidak berarti hanya sebuah penghamburan uang rakyat. Kalau sudah begitu, jelas rakyat dikebiri dan dibohongi.

"Kami tidak budek dengan kritik. Tapi, ada banyak argumentasi kenapa kami memutuskan meniadakan degradasi dan memperbanyak tim promosi ke Divisi Utama maupun Divisi I. Semua harus tahu bahwa kasta tertinggi musim depan ada di Superliga," ujar Iwan Budianto, anggota Executive Comittee (Exco/komisi eksekutif) PSSI.

"Dengan perubahan kasta tersebut, tentu sangat tidak adil bagi kami kalau harus memaksa pertandingan satu wilayah di Divisi Utama yang musim depan menjadi kasta kedua. Kami juga memperhatikan karir pemain. Karena itu, dengan berat hati, kami memutuskan meniadakan degradasi dan memperbanyak peserta di Divisi Utama atau Divisi I," paparnya.

PSSI boleh berargumentasi dengan beragam alasan mengenai sikapnya meniadakan degradasi maupun mengobral tiket promosi. "Tapi, beragam alasan itu tidak bisa jadi pembenar bagi mereka untuk menghapus degradasi. Apalagi, saya melihat justru keputusan mereka ini hanya untuk melegitimasi Nurdin Halid agar tetap menduduki kursi ketua umum PSSI," sergah Yusuf.

Ethuang
05-10-2007, 07:51 AM
Jumat, 05 Okt 2007,
Pemerintah Jangan Diam


KEPUTUSAN peniadaan degradasi bukan hanya kali ini dilakukan PSSI. Penghapusan degradasi pada musim ini tercatat sebagai kali ketiga. Yang pertama terjadi pada musim kompetisi 2004.

Saat itu, dengan argumentasi melakukan pemekaran wilayah pada 2005, PSSI menghapus degradasi dan menambah kuota promosi.

Keputusan peniadaan degradasi diulang Nurdin Halid dan anggotanya di musim kompetisi 2006. Alasannya, terjadi gempa bumi di Jogjakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah. Tahun ini, lagi-lagi PSSI mengeluarkan keputusan menghapus degradasi. Dalihnya adalah memenuhi rasa keadilan.

"Apa pun alasannya, mereka telah menyalahi aturan. Pemerintah jangan hanya diam melihat kejadian tersebut. Pemerintah harus turun tangan. Itu merupakan preseden buruk di dunia olahraga," cetus Yusuf Rizal, ketua Indonesia Sport Watch.

"Demikian juga dengan presiden. Jangan pura-pura tidak tahu dengan kondisi sepak bola Indonesia seperti itu. Jangan hanya hadir ke stadion, cuma karena di stadion ada banyak massa. Presiden juga harus punya perhatian luar biasa terhadap kebobrokan yang ada di sepak bola," kata Hinca Pandjaitan, direktur Indonesia Sport Law Institute.

Ya, pemerintah memang sudah sepatutnya turun tangan dengan apa yang terjadi di sepak bola Indonesia. Apalagi, peserta sepak bola Indonesia merupakan tim-tim yang didanai APBD (anggaran pendapatan dan belanja negara). Sangat tidak arif rasanya kalau pemerintah hanya diam ketika PSSI terus-menerus mengebiri makna sportivitas.

Apalagi, keputusan penghapusan degradasi yang ketiga itu dilakukan Nurdin dari balik jeruji besi. Sesuatu yang ironis tentunya. Padahal, dalam PP No 16 Tahun 2007 terutama Bab XIII pasal 123 ayat 2 sudah jelas-jelas menyebutkan bahwa ketua umum sebuah organisasi olahraga wajib diganti jika menjalani hukuman penjara. Saat ini, Nurdin menjalani hukuman penjara selama dua tahun setelah keluarnya keputusan MA (mahkamah agung) yang menyebutkan dia bersalah karena kasus korupsi distribusi minyak goreng.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Nurdin. Beliau kan masih punya kesempatan mengajukan PK. Kami masih menghormati kesempatan itu. Kami baru turun tangan jika nanti PK tersebut tidak diterima," ujar Adhyaksa Dault, ketika di temui di Lapangan ABC, Jakarta, Senin (1/10).

Ethuang
05-10-2007, 08:05 AM
Jumat, 05 Okt 2007,
Hanya Lima Yang Layak


Stadion Tim Promosi Divisi Utama
SURABAYA - Enam belas tim Divisi I yang menembus Divisi Utama musim depan harus segera melupakan kegembiraannya. Itu harus mereka lakukan setelah Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) mengumpulkan mereka di Surabaya kemarin (4/10).

Dalam pertemuan yang dihadiri Andi Darussalam Tabusalla (ketua BLI) dan Joko Driyono (manajer kompetisi BLI) itu, banyak hal yang disampaikan BLI terkait dengan syarat menuju profesional. Yakni, pembenahan organisasi dan sumber daya manusia (SDM), aspek legal, pengembangan pemain junior, finansial, dan infrastruktur.

Di antara semua itu, bidikan utama BLI adalah perbaikan infrastruktur dari klub-klub tersebut. Sebab, di antara seluruh klub yang berhasil lolos, hanya lima klub yang punya stadion layak digunakan. Mereka adalah Persisam Samarinda, Persikab Kabupaten Bandung, Gresik United, PSPS Pekanbaru, dan Persiba Bantul.

Karena itu, mayoritas tim yang lain harus segera berbenah untuk menyiapkan tiga hal yang menjadi prioritas implementasi kompetisi 2008. Yaitu, kualitas lapangan, tribun, dan ruang ganti pemain, wasit, serta media; medis; plus keamanan.

"Kami hanya menyosialisasikan program PSSI. Yang jelas, klub-klub tersebut harus segera membenahi stadionnya untuk kompetisi mendatang. Kami akan terus pantau sampai Februari 2008 sebelum kompetisi dimulai April," kata Andi.

Lantas, bagaimana klub-klub yang tidak sanggup membenahi infrastruktur? Kenyataan bahwa pembangunan membutuhkan uang besar serta banyaknya stadion yang tidak layak akankah bisa terealisasi tepat waktu? "Kalau tidak mampu, mereka harus mencari stadion yang layak di tempat lain. Jika mereka tidak mampu melakukan itu, ya terpaksa harus dicoret dari Divisi Utama," tegas Joko.

Dia menyarankan seluruh manajemen tim segera melakukan konsolidasi dan perbaikan infrastruktur, penyelesaian badan hukum, dan perekrutan pemain lokal. Sedangkan yang disarankan menunggu terbitnya manual liga adalah rekrutmen dan kontrak pemain asing serta perjanjian dengan sponsor.

"Saya tidak tahu hati pengurus klub soal itu. Tapi, saya melihat, semangatnya ada dan mudah-mudahan bisa berjalan baik karena ini adalah keharusan menuju industri sepak bola," ucap Joko. "Mereka tampaknya masih digelisahkan soal kemungkinan distopnya dana APBD. Tetapi, saya tidak bisa komentar soal itu," tambahnya.

Sementara itu, beberapa pengurus klub mengaku tidak mempermasalahkan kebijakan tersebut. Itu disampaikan manajemen Gresik United (GU), Mitra Kukar, Persigo, dan Persidago. "Tidak ada masalah. Itu adalah konsekuensi naik kelas. Jadi, memang fasilitasnya harus lebih baik," kata Ali Mukhid, manajer GU.

Meski demikian, mereka juga berharap agar PSSI bisa memegang aturan tersebut dengan baik. Itu berdasar seringnya PSSI mengubah aturan di tengah jalan. "Klub sudah menyatakan sanggup untuk berbenah. Hal itu juga harus dilakukan PSSI dengan konsisten menerapkan aturan, jangan diubah-ubah," ujar H Fahmi, manajer Mitra Kukar.

Ethuang
05-10-2007, 08:06 AM
Jumat, 05 Okt 2007,
Arema Pusing Jadwal


Libur Superpanjang Kacaukan Program
MALANG - Jadwal baru yang dikeluarkan Badan Liga Indonesia (BLI) disorot kubu Arema. Akibat perubahan jadwal itu, tim berjuluk Singo Edan tersebut dipastikan libur sebulan dari kompetisi.

Masa istirahat akan dilakoni Arema setelah menjalani pertandingan away melawan Persis Solo pada 21 Oktober mendatang. Anak didik Miroslav Janu itu baru bertanding lagi sebulan berikutnya, yakni 22 November, melawan Persiwa Wamena di Stadion Kanjuruhan. Salah satu penyebab libur panjang itu adalah adanya training center (TC) tim pra-Piala Dunia.

Libur panjang yang dialami Arema tersebut merupakan yang ketiga selama musim Ligina 2007. Sebelumnya, rehat kompetisi hampir tiga bulan terjadi karena ada Piala Asia. Semua tim beristirahat panjang, mulai awal Mei hingga awal Agustus. Libur panjang berikutnya adalah ketika Ramadan, yakni istirahat lebih dari sebulan. Berikutnya adalah libur karena persiapan TC Pra-Piala Dunia nanti.

Asisten Manajer Arema Muhammad Taufan menyatakan, libur panjang akan menyebabkan kondisi pemain tidak maksimal. Dia mencontohkan, pada tujuh pertandingan awal putaran kedua, Arema belum tersentuh kekalahan. Bahkan, dalam dua pertandingan terakhir, tingkat kesuburan skuad Singo Edan meningkat cukup drastis. Yakni, mencetak enam gol dalam dua pertandingan. Tiga gol saat mengalahkan Deltras dan tiga gol saat meladeni PSIM.

Namun, kondisi puncak pemain Arema terganggu akibat libur Ramadan. Karena libur cukup panjang, Arema harus mencari bentuk permainan kembali. Terbukti, dalam uji coba melawan Persela (29/9), Arema menyerah kalah 1-2 di kandang sendiri. Arema malah masih melempem pada uji coba berikutnya melawan PSS Sleman. Arema ditahan imbang 1-1 di Stadion Gajayana.

"Kondisi pemain yang sedang mencapai puncak akan terganggu jika ada libur panjang. Itulah yang kami takutkan," tegas Taufan.

Bukan hanya performa pemain yang dikhawatirkan terganggu. Program latihan yang sudah disusun rapi oleh tim pelatih juga berantakan. "Jadwal baru mengacaukan program latihan yang sudah sistematis. Saat ini, pelatih sedang membuat ulang program latihan," ungkapnya.

Apakah libur sebulan karena TC Piala Dunia akan diisi dengan uji coba? Taufan belum berani memastikan. Sebab, dia belum membicarakan dengan Janu. Tapi, biasanya, berdasar tradisi yang dianut Janu, untuk menjaga feeling ball pemain, pelatih asal Republik Ceko tersebut selalu mengadakan uji coba jika timnya rehat cukup lama.

Ethuang
06-10-2007, 12:58 AM
PSIS Semarang
Angka Aman Liga Super?


SEMARANG – Kelonggaran yang diberikan Badan Liga Indonesia (BLI) terkait penyelenggaraan Liga Super musim depan, salah satunya mengenai kelayakan stadion. Keputusan tersebut langsung disambut hangat kubu PSIS Semarang.
Sudah menjadi rahasia umum jika selama ini, Stadion Jatidiri, Semarang yang menjadi markas Mahesa Jenar –julukan PSIS- masih jauh dari kata layak sebagai penyelenggara Liga Super. Belum lengkapnya prasarana dan sarana, serta fasilitas yang dimiliki stadion kebanggaan warga Kota Lumpia itu menjadi alasan utama.
Karena dari ratusan bahkan ribuan stadion yang tersebar di seluruh penjuru Tanah Air, hanya lima stadion yang dinyatakan layak sebagai penyelenggara Liga Super.
"Memang menurut penilaian BLI, di Indonesia baru ada lima stadion yang layak untuk menggelar Liga Super. Sedangkan Stadion Jatidiri, masih berada di grade kedua, atau satu tingkat di bawah lima stadion tadi. Tapi, dibanding Stadion Lebak Bulus, Jakarta (markas Persija Jakarta), Stadion Jatidiri lebih bagus atau di atasnya," ujar Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho.
Diakui Agung, untuk mengubah Jatidiri menjadi stadion yang layak sebagai penyelenggara Liga Super diperlukan beberapa pembenahan. Dia menyebut, beberapa pembenahan yang wajib dilakukan pengelola stadion adalah pengadaan kamar ganti pemain dan press room.
"Mungkin kalau memang dibutuhkan, pembenahan dan pembersihan toilet juga bisa dilakukan. Menurut saya, hanya itu penambahan yang perlu dilakukan terhadap Stadion Jatidiri. Karena lampu sudah ada, jadi kami pun siap menggelar pertandingan malam," lanjut mantan Manajer PSIS junior itu.
Dari segi kapasitas penonton, Stadion Jatidiri menurut Agung sudah masuk dalam kriteria yang ditetapkan BLI. "Saat pertandingan normal, Jatidiri mampu menampung sekitar 35 ribu penonton. Bahkan, mungkin bisa lebih dari itu. Tapi logikannya, kalau Jatidiri saja tidak masuk daftar stadion yang layak digunakan untuk Liga Super. Lalu, bagaimana dengan stadion-stadion yang lain? Karena dari 18 klub yang nantinya akan masuk Liga Super, tidak semuanya memiliki stadion sesuai kriteria yang ditetapkan BLI. Jadi, kalau yang lain saja bisa, kenapa kami tidak?" cetusnya.
Karena itu, Agung menambahkan, PSIS tak mau dipusingkan dengan masalah non teknis seperti itu. Sebab, Julio Lopez dkk sedang pasang kuda-kuda mengarungi sembilan laga sisa usai lebaran nanti. Tak tanggung-tanggung, pasukan Sartono Anwar dipatok mampu merebut lima dari sembilan partai yang masih mereka sisakan.
Jika target itu terealisasi, Lopez dkk bakal mendapat suntikan 15 poin. Praktis, total poin yang nantinya bakal dikantongi PSIS menjadi 51 dari poin sekarang 36.
"Empat partai kandang harus bisa kami sapu bersih. Satu lagi harus kami menangi dalam laga tandang. Tapi, saat lawan siapa? Saya belum bisa memastikannya. Yang jelas, angka 51 saya prediksikan menjadi poin aman bagi PSIS di zona Liga Super," pungkasnya.

Ethuang
06-10-2007, 12:59 AM
Jadwal & Target

PSIS Semarang


Persikota vs PSIS (?)
Persikabo vs PSIS (?)
Persela vs PSIS (?)
PSIS vs Persita (Menang)
PSIS vs Pelita (Menang)
Persik vs PSIS (?)
Persema vs PSIS (?)
PSIS vs PSMS (Menang)
PSIS vs PSSB (Menang)

Ethuang
06-10-2007, 01:00 AM
Persis Tak Terpengaruh Krisis!


SOLO – Pelaksana Harian Pelatih Persis Solo, Edward Tjong merasa tak terpengaruh atas krisis keuangan yang sedang menerpa tim kebanggaan Kota Bengawan itu.
Menurutnya, keuangan menjadi tanggung jawab manajemen. Sedangkan masalah teknis sudah menjadi bagiannya.
"Menurut saya tidak ada masalah. Anak-anak juga masih terlihat enjoy mengikuti program latihan yang saya berikan. Saya menekankan kepada anak-anak agar tetap konsentrasi menghadapi dua pertandingan kandang melawan Persekabpas (Pasuruan) dan Arema (Malang)," ujar pria yang akrab disapa Edu itu.
Bahkan menurut Edu, kondisi Agung Setyabudi dkk terus mengalami peningkatan. Dalam latihan, Rabu malam (3/10/2007) di Stadion R. Maladi, Edu sengaja memberikan materi peningkatan fisik. Hal itu dimaksudkan untuk mengantisipasi padatnya jadwal yang harus dilalui Laskar Sambernyawa –julukan Persis- sepanjang November mendatang.
"Sebagai konsekuensi padatnya jadwal pertandingan adalah terkurasnya stamina dan fisik para pemain, itu sudah pasti. Hal itu yang sekarang sedang kami antisipasi, karena mau nggak mau kami harus menjalaninya," tegas putra kandung mantan Pelatih Timnas, Harry Tjong itu.
Ya, dalam jadwal baru yang dilansir Badan Liga Indonesia (BLI), selama Desember, Agung dkk harus menjalani enam pertandingan penting secara marathon. Kondisi ini tentu tidak mudah, karena butuh fisik dan stamina yang selalu prima dalam setiap pertandingan.
"Sebenarnya dengan molornya jadwal kompetisi, persiapan yang kami miliki bisa lebih banyak. Karena sepanjang November, kami tidak ada pertandingan sama sekali. Jadi bisa kami fokuskan untuk melakukan pembenahan tim. Karena setelah lebaran, kami hanya akan menjalani dua pertandingan," lanjut Edu.
Terkait dua legiun asing, Frank Seator dan Ebi Sukore yang hingga kini belum juga bergabung, Edu menegaskan bakal memberikan sanksi tambahan.
"Setelah bergabung, keduanya akan mendapat tambahan latihan fisik. Karena saya tidak tahu, apakah di sana mereka tetap latihan atau tidak?" pungkas mantan libero Arseto Solo itu.

Ethuang
06-10-2007, 07:42 AM
Sabtu, 06 Okt 2007,
Dekati FIFA


Usaha Pemerintah Masuk ke PSSI
JAKARTA - Kini, pemerintah tak lagi melunak melihat kekisruhan yang terjadi di PSSI. Melalui Menpora Adhyaksa Dault, pemerintah mulai turun tangan untuk mengurai benang kusut di otoritas sepak bola nasional tersebut.

Sementara Menpora memang belum langsung masuk ke internal PSSI. Tapi, secara perlahan, dia telah menjajaki komunikasi dengan federasi sepak bola dunia alias FIFA agar diberi kelonggaran untuk bisa menjamah PSSI.

"Kami sudah berkomunikasi dan mendekati FIFA. Kami melakukan itu karena tidak mau melanggar aturan. Dengan komunikasi yang mulai dibangun, kami berharap nanti tidak terjadi salah paham antara kami dengan FIFA, jika pemerintah turun tangan menangani masalah induk organisasi sepak bola," ujar Adhyaksa di Lapangan ABC, kompleks Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, kemarin (5/10) sore.

Di statuta FIFA memang dicantumkan aturan yang melarang pemerintah turut campur ke dalam otoritas sepak bolanya. Jika itu dilanggar, PSSI akan dibekukan oleh FIFA. Contoh tersebut pernah terjadi pada federasi sepak bola Iran beberapa waktu lalu.

Nah, tidak mau mengalami hal serupa dengan Iran, Adhyaksa mencoba mendekati FIFA agar terjadi pemahaman bahwa kondisi sepak bola Indonesia berbeda dari negara-negara lain.

Sebagaimana diketahui, hampir 90 persen klub yang berkompetisi di Indonesia menggunakan dana APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah). "Secara internal, kami memang seharusnya bisa langsung menegur PSSI. Tapi, secara internasional, statuta FIFA tidak memperbolehkan seperti itu. Karena itu, saat ini kami tidak masuk ke PSSI. Kami masih diam bukan karena pro-Pak Nurdin (Halid, ketua umum PSSI, Red), namun kami pro-aturan," tegasnya.

Pendekatan Adhyaksa ke FIFA lahir karena derasnya desakan yang mengarah kepada pemerintah agar tidak hanya diam melihat kondisi PSSI. Saat ini, ketua umum PSSI sedang dipenjara dua tahun. PSSI pun baru mengeluarkan keputusan kontroversial dengan menghapus degradasi.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Dermawan Bakrie berharap Menpora tidak terlalu mempermasalahkan kondisi PSSI. Menurut dia, PSSI tetap bisa menjalankan roda organisasi secara baik, meski Nurdin tidak bisa hadir secara fisik karena dipenjara.

"Sebenarnya sudah tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Toh, FIFA lewat AFC (Federasi Sepak Bola Asia) sudah mengganggap selesai. Bahwasannya, kepengurusan dan pedoman dasar PSSI tidak dipermasalahkan oleh FIFA," tegas Nirwan dalam jumpa pers di kantor PSSI tadi malam.

Ethuang
06-10-2007, 07:43 AM
Sabtu, 06 Okt 2007,
Nirwan Tolak Naik Pangkat


SEIRING kembali dijebloskannya Nurdin Halid ke penjara tiga pekan lalu, publik lantas mengapungkan tuntutan pergantian ketua umum PSSI. Nama Nirwan Dermawan Bakrie kontan didorong menjadi salah satu penggantinya.

Setelah ditunggu-tunggu sikapnya, akhirnya tadi malam Nirwan memberikan jawaban dalam sesi jumpa pers di kantor PSSI tadi malam. Meski enggan berbicara secara terang-terangan, Nirwan memberi isyarat bahwa dirinya tetap setia berada di balik layar.

"Pada pedoman dasar PSSI sudah dijelaskan bahwa jika ketua umum berhalangan, untuk sementara tugasnya dijalankan wakil ketua umum. Selain itu, ada kerja kolektif Exco (executive committee/komisi eksekutif)," dalih Nirwan.

Menurut dia, dengan berdasar pedoman dasar tersebut, maka tidak perlu ada pergantian ketua umum. Tugas-tugas yang tidak bisa dijalankan ketua umum masih bisa dikerjakan oleh wakil ketua umum.

Dengan penuturan itu pula, Nirwan mengisyaratkan enggan menjadi ketua umum. "Sebenarnya, tidak ada yang kursi yang lowong. Jadi, tidak perlu ada yang diisi," ujarnya.

Ketika didesak bahwa PSSI perlu melakukan pergantian ketua umum atas dasar etika dan moral, di mana sangat tidak bijak membiarkan PSSI dipimpin seorang narapidana, Nirwan tetap bersikukuh memilih berada di balik layar.

"Ketua umum punya ide-ide brilian dan pandangan positif dalam memajukan sepak bola Indonesia. Pikiran dan waktu beliau benar-benar untuk sepak bola. Karena itu, kami masih memerlukan beliau. Kami masih perlu terus menyerap pikiran-pikiran beliau," kilah Nirwan.

Ethuang
06-10-2007, 07:44 AM
Sabtu, 06 Okt 2007,
The Lobster Dapat Lawan Sepadan


Deltras v Persema
SIDOARJO - Menuai hasil cukup memuaskan dalam tiga laga uji coba sebelumnya di jeda Ramadan bukan menjadi ukuran pembenahan tim Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Pasalnya, lawan yang mereka hadapi bukanlah tim selevel, hanya tim amatir.

Sebelumnya, Deltras mampu menekuk Indomaret (klub internal Persebaya) 1-0, Maestro 5-0 (klub internal Persebaya), dan Tim Porprov Lumajang 5-2. Berikutnya, mereka akan ditantang tim selevel, Persema Malang.

Malam ini, di Gelora Delta, Deltras akan menjamu Persema Malang. Tim yang musim ini berkompetisi di Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) Wilayah Barat itu akan datang untuk menguji persiapan jelang lanjutan kompetisi.

Memang, laga tersebut hanya bertitel laga uji coba. Tapi, pertemuan antartim Jatim selalu menyajikan pertarungan yang menarik.

"Ini hanya jadi ajang evaluasi pemain dan melihat persiapan tim sebelum melawan PKT Bontang di ajang Copa Indonesia setelah Lebaran," papar Jaya Hartono, pelatih Deltras, kemarin (5/10).

Pertandingan melawan Persema nanti, jelasnya, dijadikan ajang untuk menjajal sejumlah pemain pelapisnya. Itu terjadi karena paling tidak ada lima pemain utama Deltras yang tidak bisa turun di laga malam nanti.

Namun, kondisi tersebut justru memberikan kesempatan kepada para pelapis untuk turun lapangan melawan pemain yang punya level yang sama sekalipun bukan di laga resmi. Lima pemain yang absen itu adalah Purwaka Yudhi, Airlangga Sucipto, Sasa Branesac, Christian Martinez, dan Rahmat Saputra.

Purwaka dan Airlangga dipanggil Timnas U-23, sedangkan Christian absen karena masih memperpanjang izin tinggalnya di Indonesia. Adapun Sasa sudah meminta izin ke manajemen untuk libur terlebih dahulu.

"Kebetulan, saya juga ingin menjajal kemampuan para pemain yang sebelumnya jarang dapat kesempatan," papar mantan pelatih Persik Kediri tersebut.

Di sisi lain, Persema juga datang dengan tekad untuk meraih hasil bagus di laga uji coba. Itu akan jadi modal positif bagi mereka sebelum kembali bertarung di pentas Divisi Utama.

Arsitek Persema Rohanda pun bakal menjajal skema 5-3-2 pada laga malam nanti. Itu berarti, Kandut, sapaan Rohanda, bakal menitikberatkan tim asuhannya untuk bermain bertahan.

Kondisi tersebut akan menjadi ujian sebenarnya bagi daya gedor Deltras. Sayang, tim berjuluk The Lobster itu tidak bisa diperkuat dua penyerangnya, yakni Sasa dan Airlangga. Sehingga, harapan berapa di pundak Rully Padengke dan Hilton Moreira.

Ini merupakan kesempatan bagi Rully untuk menunjukkan kualitasnya. Selama ini, mantan pemain Persekabpas Kab Pasuruan itu jarang dapat kesempatan tampil karena kalah bersaing dari Sasa, Hilton, dan Airlangga.

Tanpa kehadiran Airlangga, mau tidak mau, dia akan menjadi tumpuan kalau Sasa atau Hilton absen. Selain Rully, pemain yang disiapkan untuk mengisi posisi di lini depan adalan gelandang serang asal Persiwa Wamena, Melky Mekey.

Ethuang
06-10-2007, 07:45 AM
Perkiraan Pemain


Deltras (4-4-2): merah-putih
1-Achmad Nurrosadi (g); 3-Miftakhul Huda, 23-Waluyo, 6-Bambang, 19-Jimmi Suparno; 7-Bakrie Umarella, 10-Jose Sebastian (k), 14-Hariono, 21-Cluadio Pronetto; 25-Rully Padengke, 80-Melky Pekey

Cadangan : 33-Sumardi, 2-M. Khusen, 4-Andriansyah, 11-Nurkholiq, 16-Arson, 8-Andri Budianto, 88-Hilton Moreira


Persema (5-3-2); putih
1-Endra Prasetya (g); 33-Alfredo Reyes, 3-Rustanto Sriwahono, 19-Widhi, 4-Pitono, 26-Kamri; 6-Caue Benicio, 11-Bima Sakti, 9-Sergio Fernandes, ;77-Alseny, 14-Dodit F

Cadangan : 1-Sukasto E (g), 14-Abdi Gusti, 16-Junaidi Tagor, 17-Mayona Amptop, 7-Choirul Anam

Ethuang
06-10-2007, 07:47 AM
Sabtu, 06 Okt 2007,
Kesempatan Terakhir Persita


TANGERANG - Persita Tangerang dapat lawan sepadan dalam laga uji coba. Setelah hanya meladeni perlawanan dua tim lokal, akhirnya mereka berkesempatan menjajal kekuatan PSM Makassar di Stadion Benteng, Tangerang, hari ini.

Tentunya, laga uji coba tersebut bertujuan mengetahui hasil latihan Firman Utina dkk selama bulan puasa. "Itu merupakan kesempatan terakhir para pemain untuk mempraktikkan kemajuan yang dirasakan selama latihan di masa puasa. Apalagi, Persita akan bertemu tim selevel," tegas pelatih Persita Benny Dolo kemarin (5/10).

Untuk itu, jajaran pelatih tim yang berjuluk Pendekar Cisadane tersebut berharap para punggawa Persita dapat menyuguhkan permainan apik dalam partai uji coba itu. Namun, hal tersebut tidak mudah.

Moral para pemain Pasukan Ramang -julukan PSM- kini sedang di atas angin alias sedang di puncak. PSM baru saja menang 2-1 atas Persitara Jakarta Utara pada duel uji coba di lapangan PTIK Kamis (4/10) malam.

Selama menghelat latihan di bulan puasa ini, pelatih yang akrab disapa Bendol tersebut merasakan perkembangan yang cukup signifikan terhadap kondisi fisik dan penerapan taktik. Tidak heran, meskipun tidak menargetkan kemenangan, dia mendambakan para pemainnya dapat mengeluarkan seluruh kemampuan untuk menyambut laga tersebut.

"Tidak ada alasan. Para pemain harus bermain maksimal dalam duel melawan PSM," tegas Bendol.

bhonk
08-10-2007, 12:50 AM
Jadwal 16 Besar Copa Indonesia Berubah


- Jadwal sebagian pertandingan babak 16 besar turnamen Copa Dji Sam Soe Indonesia (CDSSI) 2007 mengalami perubahan.

Direktur Kompetisi Badan Liga Sepakbola Indonesia (BLI), Djoko Driyono, dalam siaran persnya mengemukakan, perubahan jadwal itu terkait penyesuaian tayangan langsung televisi.

"Tidak ada faktor lain dari perubahan jadwal itu. Kami ingin semua pertandingan babak 16 besar Copa ditayangkan televisi," katanya.

Di antara jadwal laga babak 16 besar CDSSI yang berubah adalah "big match" Persija Jakarta melawan PSM Makassar.

Awalnya, "Macan Kemayoran" Persija menjamu PSM di pertemuan pertama pada 25 Oktober, namun diundur menjadi 28 Oktober. Sementara pertemuan ke dua di Makassar berubah dari 30 Oktober menjadi 31 Oktober.

Pertandingan lain yang mengalami perubahan jadwal adalah Persita Tangerang melawan Persis Solo. Pertandingan kedua yang seharusnya digelar pada 28 Oktober, dimajukan menjadi pada 25 Oktober.

Pertemuan ke dua Persekabpas Pasuruan melawan PSAP Sigli di Pasuruan, juga dimajukan satu hari dari 31 Oktober menjadi 30 Oktober. Sedangkan pertandingan pertama di Sigli tidak mengalami perubahan jadwal.

"Kami sudah sampaikan perubahan jadwal ini kepada tim yang lolos ke babak 16 besar," jelas Djoko Driyono.

Asisten Pelatih Persija, Isman Jasulmei mengaku tidak mempermasalahkan perubahan jadwal babak 16 besar tersebut.

"Kami harus kerja keras dengan memanfaatkan waktu yang ada, sehingga kondisi pemain bisa ditingkatkan menjelang pertandingan nanti," katanya.

Menurut Isman, kemenangan pada laga pertama di Jakarta nanti, menjadi harga mati bagi timnya untuk membuka peluang ke babak delapan besar CDSSI 2007.

Ethuang
08-10-2007, 08:33 AM
Senin, 08 Okt 2007,
Tombak Persik Kurang Greng


KEDIRI - Pertandingan Persik melawan tuan rumah Persita Tangerang tinggal sembilan hari. Namun, finishing touch Christian Gonzales dkk masih belum memuaskan. Bahkan, pelatih Daniel Roekito menganggap penyelesaian akhir tim berjuluk Macan Putih kurang menggigit. "Saat kami latihan game itu terlihat penyelesaian akhir anak-anak terlihat belum maksimal," katanya.

Karena itulah, dalam latihan akhir pekan lalu, Daniel fokus menggenjot semua pemainnya untuk melakukan shooting on target. Tendangan jarak jauh menjadi menu utama Gonzales dkk. Kemudian latihan dilanjutkan dengan menendang atau menyundul bola sebanyak empat kali dari dalam kotak penalti. Hasilnya, banyak tendangan atau sundulan pemain Macan Putih yang masih tidak memenuhi target.

"Terus terang berlatih di bulan puasa semacam ini memang susah. Karena anak-anak kondisinya tidak dalam kondisi prima," dalih pelatih asal Semarang ini.

Selain kondisi tubuh yang kurang fit, Daniel mengatakan bahwa main bola itu tidak hanya mengandalkan fisik, dan teknik saja. "Hati pemain untuk main bola itu juga penting," imbuhnya.

Karena itulah, program latihan rutin yang dijalankan pelatih senior ini tidak bisa berjalan lancar. Selain karena keterbatasan waktu latihan yang hanya satu jam, Daniel juga tak tega menggenjot anak asuhnya terlalu keras. "Jika dipaksakan saya beri latihan keras maka akan ada yang batal puasanya. Dan itu yang tidak bisa saya lakukan," katanya.

Sementara itu dalam latihan Sabtu lalu itu, Macan Putih masih belum bisa komplet. Kiper Kurnia Sandy terpaksa absen. "Sandy sakit. Jadi dia tidak bisa ikut latihan," ujar Daniel. Karena ada keterangan dokter kalau Sandy benar-benar sakit maka kiper dengan nomor punggung 1 itu terbebas dari hukuman denda.

Daniel berharap Sandy bisa segera sembuh. Sehingga sore ini bisa kembali berlatih dengan rekan-rekannya.


Piala Gubernur

Persik akan ikut meramaikan Piala Gubernur Jatim 2007. Juara bertahan Piala Gubernur ini akan berusaha memberikan hasil yang terbaik kepada Persikmania di turnamen tahunan Pengda Jatim ini. "Kami pasti akan ikut karena kami juara bertahan," ujar sekretaris Persik, Barnadi di sela-sela latihan Persik akhir pekan ini.

Hanya apakah pemain yang akan ditampilkan nanti adalah pemain inti Macan Putih atau kombinasi U-23 dengan senior, tokoh gaek Macan Putih ini mengaku belum tahu. Karena jadwal turnamen belum diketahui. "Kami saat ini masih menunggu kepastian jadwal Piala Gubernur," katanya.

Hanya, kabarnya Piala Gubernur akan digelar pada pertengahan November nanti. Rencananya turnamen digelar setelah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim, 3-8 November selesai.

Lalu bagaimana dengan Persik? Lelaki berusia 68 tahun ini mengatakan meski putaran kedua kompetisi Ligina XIII itu berakhir 30 Desember, tetapi jadwal pertandingan Ligina pada pertengahan November itu kosong. Karena timnas senior mengikuti SEA Games 2007 di Bangkok. Sehingga Persik bisa tampil di Piala Gubernur Jatim dengan leluasa. "Laga terakhir kami itu melawan Pelita Jaya 1 November baru kemudian away ke Persiraja 6 Desember. Jadi masih ada waktu untuk ikut piala gubernur," paparnya.

Untuk sistem pertandingan di Piala Gubernur sendiri, Barnadi mengatakan kemungkinan akan ada perubahan. Jika selama ini selalu menggunakan sistem setengah kompetisi maka tahun ini rencananya memakai sistem gugur. "Kalau sistem gugur itu untuk penghematan dan efisiensi. Jadi mungkin nanti di babak penyisihan akan memakai sistem gugur," kata Barnadi.

Tentang target di Piala Gubernur Jatim, lelaki yang juga menjabat sebagai sekretaris panpel Persik ini mengatakan masih akan membicarakan dengan pengurus dan pelatih Daniel Roekito. Karena itu, pihaknya belum bisa memutuskannya sekarang.

Ethuang
08-10-2007, 08:34 AM
Senin, 08 Okt 2007,
Singo Edan Melempem


Kembali Ditahan PSS 1-1 kemarin
MALANG - Arema belum mampu menunjukkan permainan terbaiknya. Bahkan, permainan Alexander Pulalo dan kawan-kawan dari hari ke hari mengalami penurunan grafik. Penurunan itu bisa dilihat dari tiga kali uji coba yang dilakoni Arema selama rehat kompetisi selama Ramadan.

Pada friendly game ketiga Ramadan sore kemarin, Arema kembali dipaksa bermain 1-1 oleh PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. Arema tertinggal terlebih dahulu oleh gol Mamadou Niane pada menit ke-17. Arema baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-55 melalui tendangan Jaenal Ichwan. "Pemain kami bermain lambat. Pertandingan itu sendiri berlangsung dalam tempo lambat," kata Muhammad Taufan, asisten manajer Arema. Jika dibandingkan dengan dua laga uji coba sebelumnya, jelas Taufan, bentuk permainan anak didik Miroslav Janu itu mengalami penurunan dari segi kecepatan.

Dengan hasil seri tersebut, berarti Arema belum merasakan kemenangan dalam tiga kali uji coba yang dilakoninya. Sebelumnya, di kandang sendiri di Stadion Gajayana, Arema justru dipukul Persela 1-2 dan ditahan PSS 1-1.

Selain itu, niat Janu untuk memperkuat lini belakang bisa dibilang belum berhasil. Dari tiga kali laga yang dilakoninya, gawang Arema sudah kebobolan empat gol. Sedangkan mengenai nasib stopper seleksi Michael Ndubuisi, Arema belum memutuskan nasib pemain asal Nigeria tersebut. "Untuk Ndubuisi, Janu masih belum memberikan rekomendasi. Jadi, tunggu saja kabarnya," kilah Taufan

Yang juga memprihatinkan dari tiga uji itu adalah lini depan Arema. Barisan penyerang tim juara Copa 2005 dan Copa 2006 ini masih melempem. Itu terbukti hanya satu gol yang dicetak pemain depan, yakni gol Jaenal Ichwan kemarin. Sedangkan dua gol lainnya diukir nonstriker, yaitu pemain belakang (Bruno Coutou saat menjamu Persela) dan tengah (Tarikh El Janaby ketika menghadapi PSS di Malang).

Kondisi itu sangat berbeda dengan kondisi lini depan Arema sebelum memasuki libur Ramadan. Enam gol bisa dicetak Arema dalam dua pertandingan. Masing-masing saat mengalahkan Deltras 3-0 dan PSIM 3-2. "Finishing touch masih lemah. Pemain masih sering melakukan kesalahan. Itu karena kompetisi di Indonesia sering libur lama sehingga kondisi pemain terus berubah," kata Janu.

Masih lemahnya penyelesaian akhir membuat Janu khawatir. Sebab, pertandingan tandang melawan Persijap Jepara tinggal sepuluh hari lagi. Jika kelemahan-kelemahan yang dimiliki timnya tidak segera dibenahi, bukan hal yang mustahil bahwa rekor Arema sebagai satu-satunya tim wilayah timur yang belum terkalahkan selama putaran kedua bisa dipatahkan.

Ethuang
08-10-2007, 08:36 AM
Senin, 08 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Lawan PKT, Jaya Duetkan Hilton-Melky Pekey


SIDOARJO - Posisi pemain Delta Putra Sidoarjo (Deltras) Sasa Branesac sebagai penyerang utama mulai rawan tergusur. Sebab, sepanjang putaran kedua ini, performa pemain asal Serbia tersebut terus menurun.

Pada saat yang sama, justru beberapa pemain pengganti mulai menunjukkan performa menonjol. Sebelumnya, pemain yang kini bergabung ke Timnas U-23 Airlangga Sucipto sempat menjadi pilihan di lini depan mendampingi Hilton Moreira, kemudian masih ada Rully Padengke.

Saat ini, posisi Sasa terancam oleh kehadiran Melky Pekey di lini depan. Sebelumnya, Melky merupakan gelandang serang spesialis pemain pengganti. Sepanjang musim, pemain asal Wamena itu selalu menjadi pengganti Andri Budianto atau Bakrie Umarella.

Namun, setelah dijajal oleh arsitek Deltras Jaya Hartono di posisi penyerang, dia mampu mengemban dengan baik. Terbukti, selama diturunkan sebagai striker dalam empat uji coba di jeda Ramadan, Melky sudah mencetak tiga gol.

"Penampilannya cukup bagus sebagai penyerang. Dia (Melky, Red) cepat dan punya kontrol bola yang bagus. Itu akan menarik kalau diduetkan dengan Hilton," papar Jaya, pelatih Deltras, kemarin (7/10).

Menurut dia, kombinasi dari kecepatan dan olah bola Hilton-Melky bakal menghadirkan lini depan yang punya daya dobrak tinggi. Hanya, mereka belum pernah diduetkan karena Hilton masih menjalani penyembuhan cedera.

Akibatnya, pelatih kelahiran Medan itu tidak sempat menjajal kombinasi Hilton-Melky. Namun, duet itu, sangat kemungkinan akan menjadi pilihan Jaya ketika menghadapi laga perdana sesudah jeda Lebaran, saat bertandang ke PKT Bontang.

Apabila Jaya memilih Hilton-Melky sebagai pilihan utama, bagaimana dengan posisi Sasa yang selama ini menjadi pilihan utama. Terkait dengan itu, mantan pelatih Persik Kediri tersebut belum menjawab dengan tegas.

"Kalau punya pemain dengan kemampuan nyaris sepadan di posisi yang sama, tentu hal tersebut akan menjadi keuntungan bagi tim ini. Sebab, saya tidak perlu kesulitan melakukan rotasi pemain," ujarnya.

Sebenarnya, Melky tidak begitu asing jika dimainkan sebagai striker. Sebab, di klub sebelumnya, Persiwa Wamena, pemain yang terdaftar sebagai PNS di Pemerintah Kabupaten Yahukimo tersebut kerap kali diturunkan sebagai striker pengganti.

Musim lalu, arsitek Persiwa Djoko Susilo memplotnya sebagai pengganti Roberto Kwateh yang berposisi sebagai penyerang. Tugas itu mampu diembannya dengan baik. Begitu pula saat ditugasi sebagai gelandang serang. "Saya siap bermain di posisi mana saja, sesuai strategi yang diterapkan pelatih," ungkap Melky.

Ethuang
09-10-2007, 08:03 AM
Selasa, 09 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Tetap Main meski Kontrak Habis


SIDOARJO - Pengunduran jadwal kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII hingga Januari mendatang membuat manajemen Delta Putra Sidoarjo (Deltras) harus berhitung ulang. Kontrak para pemainnya akan habis per 31 Desember mendatang.

Habisnya masa kontrak itu akan membuat kewajiban pemain kepada klub hilang. Tapi, karena ada klausul tentang akhir masa kontrak juga disesuaikan dengan masa akhir kompetisi, maka mau tidak mau para pemain harus tetap memperkuat klub yang mengontrak.

Kondisi itu juga terjadi kepada para pemain Deltras. Hampir seluruh pemain Deltras terikat kontrak hingga 31 Desember dengan opsi perpanjangan. Akibatnya, mereka tetap memperkuat Deltras hingga Januari jika mereka lolos babak delapan besar.

Kalau tim berjuluk The Lobster tersebut tidak lolos ke babak delapan besar, para pemain juga tidak perlu bingung dengan kontraknya dan manajemen juga tidak khawatir dengan pembengkakan anggaran. "Prinsipnya, para pemain tetap mendapat gaji hingga Januari jika lolos ke delapan besar," kata Ketua Harian Deltras M. Rochani kemarin (8/10).

Menurut dia, manajemen sudah mulai menganggarkan dana untuk gaji dan bonus pemain jika Deltras masih terus menjalani laga hingga Januari mendatang. Gaji dan bonus itu pun mereka dapat sesuai dengan yang tertera pada kontrak mereka musim ini.

Dengan kondisi tersebut, tambah dia, akan terjadi pembengkakan anggaran. Tapi, itu tidak masalah apabila dibarengi dengan prestasi yang menawan di musim ini. Pembengkakan anggaran tersebut hanya terjadi kalau mereka lolos ke babak delapan besar.

"Kalau tidak lolos ke babak delapan besar, kan kompetisinya berakhir Desember. Tapi, kami tetap berambisi lolos delapan besar sekalipun akan ada pembengkakan anggaran," papar pria yang menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Sidoarjo itu.

Sementara itu, kalau manajemen disibukkan dengan pembengkakan anggaran, para pemain disibukkan dengan masalah berbeda. Dengan kian panjangnya masa kerja mereka, padahal kontrak sudah habis, akan membuat waktu mereka untuk mencari klub baru semakin sempit kalau kontrak tidak diperpanjang.

Beberapa pemain asing Deltras sempat bingung dengan kondisi tersebut. Mereka merasa kontraknya sudah habis, namun masih bermain pada Januari nanti. Tapi, mereka tidak begitu mempermasalahkan sepanjang bayaran yang diberikan jelas. "Saya maunya selesai Desember sesuai dengan kontrak. Tapi, saya hormati klub dan akan membela Deltras kalau masuk delapan besar," ujar Hilton Moreira, legiun asing asal Brazil.

Ethuang
09-10-2007, 08:06 AM
Selasa, 09 Okt 2007,
Jangan Lupakan Faktor Wasit


Persiapan Kompetisi Musim 2008
JAKARTA - Pertanyaan demi pertanyaan terus mengalir ke PSSI seiring dengan penghapusan degradasi dan penggelembungan kontestan di setiap divisi musim depan. Arah pertanyaan itu tidak semata-mata menyangkut alasan otoritas sepak bola nasional tersebut mengeluarkan keputusan kontroversial itu. Tapi, kini juga mengapung pertanyaan tentang kesiapan PSSI menanggung konsekuensi atas keputusannya tersebut. Salah satunya mengenai perhitungan PSSI mengenai wasit.

Sejalan dengan semakin banyaknya peserta kompetisi Indonesia musim depan, tentu saja kebutuhan akan wasit juga bakal meningkat. Nah, apakah faktor wasit tersebut sudah benar-benar diperhitungkan oleh PSSI?

Jika belum, tentu penggelembungan jumlah kontestan kompetisi musim depan akan semakin mengancam eksistensi prestasi sepak bola Indonesia. Bisa jadi, sepak bola Indonesia bakal makin ramai oleh kerusuhan. Selama ini, kualitas wasit Indonesia masih meragukan. Hanya segelintir yang mumpuni.

"Soal wasit tentu jadi pertanyaan. Apalagi, selama ini, jumlahnya minim dan kualitasnya banyak yang amburadul. Sudah benar-benar berpikirkah PSSI akan hal itu?" tanya Andi Slamet, pengamat sepak bola asal Surabaya.

Membaca data yang pernah dilansir Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), posisi wasit pada kompetisi musim depan benar-benar menjadi tanda tanya besar. Dari data BLI, diketahui bahwa di Divisi Utama musim ini saja hanya ada 50 wasit yang bertugas. Dari jumlah itu, cuma 25 persen yang kualitasnya berada di level atas.

Jika belum digarap atau dipikirkan sejak sekarang, masalah itu jelas bakal menjadi ancaman besar. Bahkan, meski sudah dipikirkan sejak sekarang pun, kesulitan akan tetap menghadang.

Bukan perkara mudah mencetak wasit berkualitas dalam jangka singkat. Ingat, musim kompetisi musim ini tinggal tiga bulan lagi berakhir.

"Inilah yang masih kami pikirkan sekarang. Kami akan membuat program untuk mencetak banyak wasit, baik secara kuantitas maupun kualitasnya," ucap Nirwan Dermawan Bakrie, wakil ketua umum PSSI.

"Setelah Lebaran nanti, kami bersama-sama dengan badan perwasitan sudah merencanakan menyiapkan segalanya mengenai wasit yang akan ditugaskan pada musim depan," sambung Mafirion, anggota Executive Committee (Exco/komisi eksekutif) PSSI.

Menurut dia, sesudah Lebaran pula, PSSI bakal bekerja dengan AFC (Federasi Sepak Bola Asia) dalam meningkatkan kualitas wasit Indonesia. "Yang jelas, kami sudah memikirkan itu semua. Bahkan, untuk wasit-wasit yang memimpin Superliga tahun depan, AFC juga sudah siap membantu untuk turut memberi pembekalan serta melakukan pengawasan," dalih Mafirion.

Ethuang
09-10-2007, 09:12 AM
Pengda Sesalkan Pernyataan Agum


JAKARTA – Seluruh Jajaran Pengurus Daerah (Pengda) PSSI menyesalkan pernyataan mantan Ketua Umum PSSI Agum Gumelar, yakni PSSI harus menggantikan posisi Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang sedang menjalani kasus hukum.
Menurut Ketua Umum Pengda PSSI Kaltim, kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini tetap kondusif dan tidak terpengaruh dengan ketidak-beradaan secara fisik Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, karena harus menjalani hukuman di Rumah Tahanan Salemba sejak hampir sebulan silam.
"Tidak benar kalau situasi persepakbolaan Indonesia terguncang karena kasus yang dialami pak Nurdin Halid. Kami tetap solid dan tidak terpengaruh oleh penahanan pak Nurdin Halid. Kami tidak memerlukan Munaslub karena memang tidak ada yang perlu di Munaslubkan," ungkap Harbiansyah seperti dilansir dari situs resmi PSSI.
Harbiansyah mengakui, dia kecewa dengan pernyataan Pak Agum yang seolah-olah menyarankan agar jajaran pembina sepakbola di daerah, baik pengda, pengcab mau pun klub, bersatu padu untuk menyuarakan Munaslub (Musyawarah Nasional Luar Biasa).
"Pernyataan pak Agum itu sangat tidak etis. Kalau beliau benar-benar mengakui dirinya sebagai pecinta sepakbola, maka sebagai ketua dewan penasehat seharusnya beliau yang mendatangi kami dan memberikan nasehat-nasehat yang menyejukan organisasi, tidak justru sebaliknya, berbicara yang bisa lebih memanaskan suasana," ungkap Harbiansyah.
"Kalau saya mau membanding-bandingkan, kepengurusan pak Nurdin Halid ini yang paling baik," lanjut Harbiansyah.
Agum Gumelar sebelumnya mengisyaratkan bahwa pergantian kepemimpinan di PSSI bisa saja dilakukan, seandainya memang dikehendaki oleh stake-holder sepakbola Indonesia.
Berbicara seusai acara berbuka-puasa bersama di kediamannya, Sabtu (6/10) lalu, Agum Gumelar yang memimpin PSSI selama lebih dari enam tahun hingga 2003 juga mengisyaratkan bahwa kondisi persepakbolaan Indonesia sekarang ini bisa membuat 'malu' stake-holder sepakbola mancanegara seperti FIFA, AFC, atau AFF.
Walau demikian, Agum juga menyatakan bahwa Munaslub itu tak bisa dipaksakan, sebab juga tergantung pada keinginan pengurus PSSI mau pun daerah, cabang dan klub.
Harbiansyah mengatakan, pengurus PSSI di daerah sama sekali tak pernah mengangankan adanya Munaslub, sebab kondisi PSSI masih stabil dan kondusif.
"Saya sudah berbicara dengan pak Nirwan Bakrie, dan dia juga menyatakan bahwa organisasi PSSI akan berjalan seperti biasa, sebab yang terpenting adalah bagaimana kita menjalankan seluruh program yang sudah dicanangkan oleh pak Nurdin Halid," lanjutnya.
Pendapat Harbiansyah juga disokong oleh Ketua Pengda PSSI Sulsel Irianto Kasim dan juga Maurice Tuguis, fungsionaris PSSI Ternate.
Menurut Maurice Tuguis, organisasi PSSI masih berjalan baik sesuai mekanisme, sehingga tidak perlu ada perubahan. "Bagi kami di daerah yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana PSSI bisa menjalankan seluruh programnya dengan baik," kata Tuguis.

Ethuang
09-10-2007, 09:13 AM
Persiter Maksimalkan Lini Depan


TERNATE – Guna menghadapi kembali bergulirnya kompetisi Liga Indonesia pasca libur puasa nanti, Laskar Kiehara makin meningkatkan persiapan untuk makin mempertajam lini depannya.

Minimnya produktivitas gol dari skuad besutan Jacksen F Tiago itu, tak pelak membuat tim pelatih harus berputar otak dengan menggenjot performa pemain dalam menyelesaikan peluang di depan gawang.

Kepada wartawan usai acara puasa bersama, pelatih Jacksen mengakui bahwa ketajaman lini serangnya memang menjadi prioritas utamanya dalam mempersiapkan timnya menghadapi laga-laga selanjutnya.
Berbagai game dan racikan strategi telah dimainkan sepanjang sesi latihan di bulan puasa ini. Jacksen sendiri mengakui telah ada perubahan signifikan yang diperoleh. Bahkan, dirinya makin optimis dengan persiapan yang akan dilakukan Persiter.

Angin segar tersebut makin diperkuat dengan bakal hadirnya satu penyerang asing yang akan didatangkan manajemen. Meski belum melihat secara dekat performa pemain yang dikabarkan akan tiba besok itu, namun pelatih asal Brasil itu yakin dengan kemampuan yang dimiliki skuadnya.

Belum lagi makin membaiknya kondisi cedera Rahmat Rivai dan makin padunya adaptasi yang dilakukan Fabiano Santos. ”Yang pasti kami siap tempur menghadapi partai tanggal 18 Oktober nanti,” ujar Jacksen F Tiago.

Sementara itu, menghadapi hari raya nanti, manajemen Persiter baru akan meliburkan pemainnya pada 11 Oktober dan akan dikumpulkan kembali pada 15 Oktober nanti.

Ethuang
10-10-2007, 07:37 AM
Rabu, 10 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Telat Bergabung, Sanksi Menanti


SIDOARJO - Tidak ada libur panjang bagi para punggawa Delta Putra Sidoarjo (Deltras) pada Lebaran tahun ini. Itu disebabkan pada 16 Oktober mendatang mereka harus kembali menjalani sesi latihan rutin di Gelora Delta, Sidoarjo.

Itu terjadi karena pada 21 Oktober, tim berjuluk The Lobster tersebut berangkat ke Bontang. Mereka akan menantang PKT Bontang di leg pertama babak 16 Besar Copa Indonesia pada 23 Oktober.

Tidak mau persiapan tim terganggu karena adanya pemain yang telat bergabung dalam latihan perdana, arsitek Deltras Jaya Hartono pun langsung menyiapkan sanksi berlipat. Itu berlaku untuk semua pemain, baik yang menjadi pemain inti maupun pelapis.

Bukan hanya sanksi berupa teguran, para pemain yang terlambat bergabung latihan juga didenda Rp 500 ribu per hari keterlambatan. Selain itu, mereka akan dicoret dari komposisi tim yang diberangkatkan ke PKT Bontang.

"Sebagai pemain profesional, mereka harus tahu tanggung jawab. Kalau telat bergabung dan dibiarkan saja, disiplin tidak berjalan. Pemain lain pun akan iri. Akibatnya, kondisi tim kurang bagus," papar Jaya kemarin (9/10).

Sanksi yang disiapkan tersebut, menurut dia, merupakan upaya penegakan disiplin bagi pemain. Keterlambatan satu pemain saja akan berpengaruh bagi persiapan tim.

Jaya memilih segera mengumpulkan pemainnya dengan memperpendek liburan karena libur yang panjang kurang menguntungkan bagi pemain. Jaya khawatir kondisi pemainnya menurun.

Selama jeda Ramadan, para pemain tidak menjalani latihan secara penuh seperti hari biasa. Kondisi itu berpengaruh bagi kondisi fisik pemain. Apalagi, di jeda Ramadan, latihan lebih difokuskan untuk pembenahan teknik.

Karena itu, pada latihan awal saat bergabung usai Lebaran, Jaya akan menggeber latihan fisik untuk mengembalikan kondisi Jose Sebastian dkk. Dengan waktu lima hari sebelum berangkat ke Bontang, kondisi fisik pemain diharapkan sudah kembali dan sentuhan bolanya sudah bagus.

"Sebelum libur, saya juga instruksikan kepada mereka untuk tetap melakukan latihan-latihan ringan, berupa jogging atau apa pun untuk menjaga kondisi di masa Lebaran," tutur mantan pelatih Persik Kediri tersebut.

Sementara itu, hampir sepanjang jeda Ramadan, Hilton Moreira tidak bisa ikut menjalani latihan bersama karena cedera. Cederanya diperkirakan pulih 100 persen usai Lebaran. Karena itu, Jaya sudah menyiapkan porsi latihan khusus bagi pemain asal Brazil tersebut.

Ethuang
10-10-2007, 07:50 AM
Rabu, 10 Okt 2007,
GU Coret Sepuluh Pemain


GRESIK - Tabir pencoretan pemain Gresik United (GU) terkuak. Kemarin (9/10), manajemen tim berjuluk Laskar Joko Samudro itu mencoret sepuluh pemainnya karena dianggap kalah bersaing dengan pemain lainnya.

Mereka adalah Edy Purwanto (kiper), Eko Kartono, Arifin Ginuni, Rudianto, Eko Prasetyo, Budi Harianto, Duani Pasatria, Ari Setyawan, Hendri Puji, dan Agus Budianto.

Pencoretan para pemain tersebut dibenarkan Manajer GU Ali Mukhid. Menurut dia, pengurangan pemain itu bertujuan untuk efisiensi klub. Selain itu, dalam kompetisi Divisi Utama musim depan, GU memerlukan pemain yang lebih bagus.

"Berdasar rekomendasi pelatih dan rapat pengurus, kami putuskan untuk mencoret hampir separo pemain karena tidak layak bersama kami di Divisi Utama," kata Ali kepada Jawa Pos kemarin.

Kontrak pemain GU sebenarnya berakhir Desember mendatang. Namun demi efisiensi, manajemen memutuskan mengadakan pengurangan pemain lebih dini.

"Untuk mengisi posisi mereka, manajemen mengagendakan seleksi pemain pasca Lebaran nanti," ujarnya.

Pelatih GU Sanusi Rachman mengaku tidak mengetahui tentang pengurangan pemain tersebut. "Tapi, ya sudahlah, itu kan kewenangan mereka (manajemen, Red.)," terang Uci, sapaan akrab Sanusi Rachman, kemarin.

Dia menilai, pengurangan pemain itu tidak berpengaruh terhadap program latihan yang sudah dia rancang setelah libur Lebaran nanti. "Bagi saya, tidak ada masalah manajemen mencoret pemain lebih cepat," ujarnya.

Namun, dia menyayangkan pemutusan hubungan kerja tersebut tanpa memberi argumentasi kepada tim pelatih. "Seharusnya, mereka memberi penjelasan mengapa pemain-pemain itu dicoret, begitu kan lebih fair. Saya merasa tidak enak pada pemain saya kalau begini," jelasnya.

Dengan pemutusan kontrak sepuluh pemain itu, kini GU masih memiliki 17 pemain. Mereka tersebut dikabarkan bakal dipersiapkan untuk menghadapi Piala Gubernur November mendatang. Turnamen itu juga akan digunakan untuk memantau pemain-pemain GU yang layak dipertahankan atau tidak.

Langkah tersebut dilakukan karena GU ingin meningkatkan kualitas permainan di Kompetisi Divisi Utama musim depan. Mereka tidak ingin sekadar melaksanakan hadiah naik Divisi Utama dari Ketua Umum PSSI Nurdin Halid yang kini mendekam di penjara.

Ethuang
10-10-2007, 08:49 AM
Pemain Asing Dilarang Mudik !


SOLO– Banyaknya kasus indisipliner yang dilakukan pemain, terutama keterlambatan datang latihan pascaliburan menjadikan klub ketar-ketir. Beberapa klub Liga Djarum 2006/07 sengaja melarang pemain asingnya untuk pergi mudik pada waktu lebaran ini.
Idul fitri yang kental dengan suasana kekeluargaan acap kali membuat semua orang lupa. Belum lagi kalau mereka mendapat masalah untuk mendapatkan tiket balik. Kasus terakhir dialami arsitek Persis Solo, Edwar Tjong, dan pelatih Persijap Jepara, Yudi Suryata.
Edu yang pernah dipusingkan dengan mangkirnya Edi T Sukore, dan Frank Seator tidak ingin terjadi lagi. Dia beralasan jika klubnya akan segera bertarung kembali pekan depan.

Edu menargetkan, Senin (15/10/2007) semua pemainnya sudah harus berkumpul kembali.
"Tanggal itu merupakan harga mati, dan tidak bisa diubah-ubah lagi. Tidak ada alasan lagi untuk datang terlambat, waktunya sudah sangat mepet. Karena, Kamis (18/10) kami sudah harus menghadapi Persekabpas (Pasuruan)," cetus Edu.
Beruntung langkah Edu didukung para pemainnya. Pasalnya hanya sebagian kecil pemain Persis Solo yang memilih mudik.

"Kalau pemain yang rumahnya masih di dalam Pulau Jawa sih nggak masalah. Sedangkan yang rumahnya di luar Pulau Jawa, hanya Asmar Abu (Makassar) yang sudah konfirmasi akan pulang. Tapi bagi saya itu tidak masalah, yang penting baliknya bisa tepat waktu," tegas Edu.

Yudi Suryata pun memberlakukan hal yang sama. Untuk mengantisipasi keterlambatan pemain, pelatih asli Sragen itu melarang keras pemain asing keluar dari Indonesia. "Mungkin mereka akan tetap tinggal di mes. Tapi kalau mereka mau main, nggak masalah. Asalkan masih di dalam wilayah Indonesia," tukas Yudi tanpa basa-basi.

Pria yang pernah menukangi PSS Sleman itu menambahkan, tidak semua pemain memanfaatkan libur lebaran tahun ini untuk mudik. Menurutnya, pemain yang berencana mudik tak lebih dari separoh.


"Kalau mau mudik silakan saja.Tapi, Minggu (14/10) maksimal Senin (15/10) mereka sudah harus berkumpul di Jepara lagi untuk menjalani latihan," terangnya.

Ethuang
11-10-2007, 08:13 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Syam Restui Trio Macan


JAKARTA - Kabar gembira bagi pendukung Persija Jakarta. Bambang "Bepe" Pamungkas, Aliyudin, dan Atep yang dipanggil untuk mengikuti training centre (TC) Timnas Senior Indonesia dipastikan bisa membela tim berjuluk Macan Kemayoran itu saat bentrok kontra PSM Makassar dalam babak 16 besar Copa Indonesia. Pertandingan tersebut bakal dilaksanakan di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, 28 Oktober mendatang.

Hal itu diungkapkan pelatih yang saat ini menangani Timnas Senior Syamsudin Umar. Pria asal Makassar tersebut menegaskan, secara pribadi dia mengizinkan seluruh pemain untuk memperjuangkan timnya di ajang Copa. Syam -sapaan akrab Syamsudin Umar- mengatakan, tim yang berjuang di Copa Indonesia dipastikan memerlukan pemainnya. Menurut dia, sangat disayangkan jika saat diperlukan, pemain itu tidak bisa digunakan. Padahal, pengorbanan tim sangat besar untuk pemain tersebut.

"Untuk kebaikan mereka semua, selama tidak mengganggu sesi latihan, saya secara pribadi memberikan izin. Apalagi PSM dan Persija sedang dalam pertandingan yang sangat krusial. Agenda kedua tim di Copa Indonesia, menurut saya, tidak terlalu mengganggu latihan Timnas," jelas Syam ketika dihubungi di Makassar kemarin (10/10). Artinya, Syam merestui Trio Macan Kemayoran; Atep, Aliyudin, serta Bepe, dan PSM akan mendapatkan tenaga Syamsul Chaerudin yang juga dipanggil Timnas di Copa Indonesia nanti.

Namun, Syam mengaku harus berkoordinasi dengan Badan Tim Nasional (BTN). Sebab, selain para pemain belum dikumpulkan, masalah teknis peminjaman pemain ke klub harus dikoordinasikan dengan matang oleh jajaran pelatih maupun BTN.

Tapi, seperti diberitakan sebelumnya, Ketua BTN Rahim Soekasah membeberkan peraturan jika ada tiga pemain yang dipanggil Timnas, yang boleh dipinjamkan hanya satu. Peraturan itu gugur ketika pelatih Syam memutuskan memperbolehkan semua pemain memperkuat klubnya saat berjuang di Copa nanti. "Pokoknya, selama tidak mengganggu sesi latihan, saya pribadi mengizinkan semua untuk main. Karena bagaimanapun, mereka dari klub, namun kepentingan nasional tetap nomor satu," tegas Syam.

Kontan, restu Syam itu disambut gembira Persija Jakarta. Apalagi sebelumnya, Asisten Manajer Persija Barry Sihotang mengaku membutuhkan Bambang Pamungkas dan Aliyudin di Copa. "Jika memang pelatih Timnas mengizinkan semua pemain kami bisa main di Copa nanti, itu merupakan hal yang sangat menggembirakan buat kami. Namun, jika memang tidak boleh semua, kami berharap Bambang Pamungkas dan Aliyudin tetap bisa membela Persija melawan PSM nanti," tandas Barry.

Ethuang
11-10-2007, 08:13 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
PSM Target 6 Poin di Sulut


MAKASSAR - PSM menarget bisa meraih enam poin dalam dua lawatan ke Sulawesi Utara melawan Persibom Bolaang Mongondow dan Persma Manado pada 18 dan 21 Oktober mendatang. Performa tim yang terus membaik pada rangkaian uji coba di Jakarta menjadi modal meraih kemenangan di dua laga tersebut.

Mampukah PSM? "Sebenarnya tetap berat, mengingat tim lawan juga berambisi lolos ke zona Superliga. Mereka bisa saja melakukan berbagai cara, termasuk memanfaatkan kepemimpinan wasit. Tapi, kalau pertandingan tetap normal tanpa tekanan nonteknis, kami yakin bisa meraih poin penuh di sana," ungkap Asisten Manajer PSM Bidang Teknik Yopie Lumoindong kepada Fajar (Grup Jawa Pos) kemarin (10/10).

Kubu PSM akan mencoba memanfaatkan kurang kondunsifnya situasi internal tim Persibom. Tim berjuluk Fajar Bulawan itu baru memulai latihan awal Oktober lalu. Baru berjalan beberapa hari, latihan kembali diliburkan mulai 10 Oktober. Washiyatul Akmal dkk mendapat jatah libur Lebaran. Dengan persiapan lawan yang lebih minim, PSM cukup diuntungkan. Sebab, mereka telah melalui serangkaian tahap pembenahan tim, termasuk tur ke Jakarta.

Selain itu, konsentrasi anak-anak Persibom sedang terbagi. Sejumlah pemain mengaku belum menerima gaji. Bahkan, kendaraan dinas milik pelatih Iwan Setiawan sudah ditarik. Sebab, manajemen tim tersebut tak mampu lagi membayar.

Penampilan PSM sejak ditangani pelatih baru asal Bulgaria Radoy Hristov Minkovski memang sudah berbeda jika dibandingkan dengan putaran pertama lalu. Itu bisa terlihat dari raihan positif pada Tur Jakarta. Dari tiga laga yang dilalui, dua kemenangan direbut saat melawan Persitara Jakarta Utara dan Persita Tangerang. Di laga pembuka, Syamsul Chaeruddin dkk ditahan imbang tanpa gol oleh Afrika Selection.

"Kalau anak-anak mampu menjalankan skenario yang diterapkan Radoy dengan baik, kami yakin bisa menaklukkan Persibom dan Persma di kandangnya," lanjut Yopie.

Tapi, sepak bola Indonesia tetap sulit diprediksi. Faktor lain cukup berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Seperti, tekanan penonton dan kepemimpinan wasit. Karena banyaknya kepentingan, sisa kompetisi ke depan akan lebih sering diwarnai pengaruh nonteknis. Bahkan, kubu PSM mengaku kini lebih mewaspadai faktor nonteknis daripada kemampuan lawan di lapangan.

Ethuang
11-10-2007, 08:14 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Persita Terbentur Dana


TANGERANG - Keinginan Persita untuk lolos ke Superliga tidak bisa diubah lagi. Untuk itu, tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut terus berbenah. Namun, tentunya itu harus dibarengi dengan pembenahan Stadion Benteng agar layak menyelenggarakan Superliga musim depan.

"Jika Persita dipastikan lolos ke Superliga musim depan, tentunya langkah yang akan kami (Persita, Red) lakukan adalah segera merenovasi Stadion Benteng," ungkap Ketua Sekretariat Persita, Sofyan Watimena, kepada Indo Pos (Grup Jawa Pos) belum lama ini. Namun, hingga sekarang, dia menyatakan belum ada pembahasan resmi soal rencana perombakan stadion itu. "Baru sebatas omongan," tambahnya.

Padahal, lanjut Sofyan, banyak pekerjaan untuk melayakkan Stadion Benteng sebagai home base Persita musim depan di Superliga. "Kami akui banyak yang harus dirombak. Terutama, sarana penerangan stadion yang selama ini belum dimiliki Stadion Benteng," jelasnya. Padahal, Stadion Benteng dibangun sejak 1980.

Memang baru-baru ini Persita telah membangun sarana penerangan. Namun, itu diperuntukkan agar Firman Utina dkk bisa berlatih saat malam. Jadi, bukan untuk menghelat sebuah pertandingan. "Pemasangan enam tiang lampu stadion baru-baru ini jelas tidak layak dipakai untuk melaksanakan pertandingan," ungkap Sofyan.

Selain itu, kata Sofyan, perbaikan kapasitas bangku penonton selayaknya diperbarui kembali. "Sebenarnya, ada rencana untuk merombak dengan memasang sarana penerangan stadion yang layak serta perbaikan kapasitas bangku penonton. Namun, niat kami selama ini terbentur masalah dana. Sebab, ini pasti memakan dana miliaran rupiah," jelasnya.

Ethuang
11-10-2007, 08:16 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Persik Kediri
Optimistis Bawa Pulang Poin


KEDIRI - Optimisme menyembul dari markas Persik Kediri. Saat menutup latihan terakhir sebelum libur Lebaran, pelatih Daniel Roekito senang dengan kondisi timnya.

Dia pun yakin, timnya bisa memberikan yang terbaik saat melawat ke kandang Persita 17 Oktober nanti, yakni mencuri poin. Keyakinan Daniel itu berdasar kondisi Harianto dkk.

Menurut dia, para pemain telah memperlihatkan peningkatan kondisi yang bagus. Bahkan, kekhawatiran bahwa kondisi pemainnya bakal drop tak terbukti. Itu berganti dengan mulai bagusnya performa pemain saat latihan. Khususnya dalam soal kerja sama dan finishing touch (penyelesaian akhir).

"Saya suka permainan anak-anak," ujarnya setelah memimpin latihan game dua hari lalu.

Daniel mengatakan, dengan permainan seperti itu, peluang mencuri poin di Tangerang sangat terbuka. "Asalkan anak-anak konsisten mainnya, kami bisa membawa pulang poin," paparnya.

Setelah latihan terakhir sore kemarin (10/10), Harianto dkk hanya diberi libur empat hari. Para pemain Persik sudah harus berkumpul dan berlatih pada 14 Oktober. Khusus latihan saat Lebaran digelar sore hari. Kemudian, mereka bertolak ke Tangerang pada 15 Oktober.

Rencananya, Daniel membawa 17 pemain untuk away ke Tangerang. Tapi, nama-nama yang dibawa masih belum bisa ditentukan. Menurut Daniel, kepastian pemain yang akan masuk line-up melawan Persita tersebut baru bisa di-release setelah latihan pada 14 Oktober. Yang pasti, dia akan membawa yang paling siap tempur.

"Kami akan lihat dulu kondisi anak-anak sebelum berangkat. Kemudian, saya bisa putuskan siapa saja pemain yang akan saya bawa ke Tangerang," ujarnya.

Sedangkan, terkait dengan absennya libero Aris Indarto dan gelandang Danilo Fernando dalam pertandingan nanti, Daniel mengaku tengah merancang strategi yang pas untuk mengantisipasi. Terutama untuk mencari pemain pengganti yang sepadan.

"Ya semua pemain yang ada ini. Kami akan optimalkan mereka," tandasnya.

Ethuang
11-10-2007, 08:17 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Main Malam, Deltras Rugi


SIDOARJO - Sepanjang putaran II Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII sebelum jeda Ramadan, Delta Putra Sidoarjo (Deltras) selalu mendapat jatah siaran langsung saat bermain di kandang. Kondisi itu rupanya bakal berlanjut setelah jeda Ramadan.

Tim berjuluk The Lobster tersebut kembali ditunjuk BLI (Badan Liga Indonesia) untuk menjalani siaran langsung di partai kandang yang tersisa. Bahkan, itu bukan hanya di pentas Ligina. Tapi, Deltras juga menjalani siaran langsung di Copa Indonesia.

Namun, Deltras selalu kebagian pertandingan malam hari. Itu terjadi karena fasilitas lampu stadion yang dimiliki Gelora Delta, yang menjadi home base Deltras, memadai. Kondisi itu menjadi dilema bagi manajemen Deltras.

"Kami kembali kebagian bermain malam hari. Kalau pertandingan malam hari, panpel biasanya selalu merugi," papar Ketua Harian Deltras M. Rochani kemarin (10/10).

Dalam beberapa laga kandang sepanjang putaran II, hanya sekali Gelora Delta dipadati oleh penonton. Yakni, saat Deltras meladeni Persipura Jayapura, 12 Agustus lalu. Itu terjadi karena pertandingan tersebut merupakan pertandingan perdana Deltras di kandang.

Setelah itu, jumlah penonton terus menurun. Sehingga, stadion yang berkapasitas 35.000 penonton tersebut terlihat kosong, hanya terisi di tribun utama dan tribun di bawah papan skor. Para Deltamania lebih memilih menonton melalui televisi.

Pemasukan dari tiket berkurang dan kompesasi dari BLI sebesar Rp 20 juta belum cukup untuk menutupi biaya operasional saat bertanding malam. Sebab, panpel harus menyediakan genset untuk menyalakan lampu stadion.

"Sekarang, ada lampu rusak. Kalau terus dinyalakan, akan memperparah. Jadi, kami mungkin meminta pengurangan siaran langsung," beber Rochani.

Sepanjang melaksanakan siaran langsung di Gelora Delta, lampu stadion pernah sekali padam sebagian karena ngadatnya genset. Akibatnya, pertandingan antara Deltras melawan Persipura sempat terhenti beberapa menit.

Di sisi lain, para punggawa The Lobster justru sangat senang jika pertandingan dilangsungkan pada malam hari. Permainan mereka justru lebih berkembang daripada bermain sore hari. Buktinya, saat melakoni laga malam hari di kandang, Deltras selalu meraup poin absolut.

"Kalau main malam, tidak panas. Saya lebih suka karena tidak cepat lelah. Para pemain lain juga suka bermain malam," kata Claudio Damian Pronetto, gelandang Deltras asal Argentina.

Ethuang
11-10-2007, 08:19 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Persikabo v Persela
Tunjuk Stadion Atang Sanjaya


LAMONGAN - Persela Lamongan akhirnya bisa bernapas lega. Kemarin PSSI memberikan keputusan terkait tempat pelaksanaan pertandingan partai usiran antara tuan rumah Persikabo Kab Bogor melawan Persela.

Laga tanpa penonton itu diputuskan digelar di Stadion TNI-AU Atang Sanjaya, Bogor. "Informasi terbaru, lapangan alternatif untuk menggelar pertandingan usiran antara tim tuan rumah Persikabo melawan Persela ditempatkan di Stadion Atang Sanjaya," kata Asisten Manajer Persela Fadeli.

Menurut pria yang juga Sekkab Lamongan itu, keputusan tersebut berdasar Surat Penetapan BLI Nomor 1809/SEKR/BLI/X-07 tertanggal 10 Oktober 2007. Surat itu menyebutkan bahwa Stadion Atang Sanjaya sebagai lokasi pertandingan Persikabo versus Persela.

"Untung, kami juga belum booking hotel di Jakarta seperti rencana semula seandainya bermain di Lebak Bulus. Sekarang ini, kalau memang dipastikan di Bogor, tentu kami juga akan mencari penginapan pemain di Bogor," imbuh Suharto, pengurus Persela yang lain.

Keputusan itu sekaligus mengakhiri spekulasi yang berkembang selama ini. Sebelum ada penunjukan stadion tersebut, sempat berembus kabar bahwa pertandingan usiran akan digelar Cilodong. Selain itu, muncul nama Lapangan Persatuan Sepak Bola Bogor (PSB) dan Lapangan Krakatau Steel Cilegon sebagai lokasi alternatif.

Ethuang
11-10-2007, 08:21 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Arema Malang
Buru Mantan Anak Buah


MALANG - Warna PSM Makassar di Arema Malang sangat kental. Selain dibesut mantan pelatih Pasukan Ramang -julukan PSM Makassar- Miroslav Janu, Arema pun diperkuat beberapa mantan pemain tim kebanggaan kota yang dulunya pernah bernama Ujungpandang itu.

Pemain Arema yang pernah berbaju PSM, antara lain, Hendro Kartiko (kiper), Ortizan Sollosa (bek sayap), Alexander Pulalo (bek sayap), Ponaryo Astaman (gelandang), dan Akbar Rasyid (penyerang). Bahkan, dua asisten, Tony Ho dan Herman Kadiaman, juga berasal dari Makassar.

Tapi, itu masih kurang. Sebab, Singo Edan -julukan Arema- akan kembali menggaet mantan punggawa PSM. Pemain itu adalah Fernando Martin.

Dia berkebangsaan Argentina. Fernando menjadi tulang punggung pertahanan PSM Makassar saat dibesut Janu beberapa musim lalu.

Janu pun memburu mantan anak asuhnya itu untuk menutupi kebutuhan satu pemain asing di lini belakang. Sayang, untuk mendatangkan Fernando, Janu agak kesulitan.

Fernando sudah lama tidak di Indonesia. Kini, dia memperkuat Tim Divisi II Liga Argentina Atletico Real Arroyo Seco. "Yang ada di pikiran Janu saat ini adalah memburu mantan pemainnya. Yang paling diburu saat ini Fernando. Dia (Janu, Red) sudah menghubungi Fernando," kata sumber Radar Malang (Grup Jawa Pos) di Arema.

Janu ketika dikonfirmasi mengenai kebenaran kabar rencana pemanggilan Fernando tidak membenarkan ataupun membantah. "Saya sudah punya satu pemain yang sedang diburu. Tapi, saya tidak mau menyebutkan nama," ujar pelatih asal Republik Ceko itu.

Hanya, apakah pemain yang diburunya bisa menjadi milik Arema atau tidak bergantung sepenuhnya kepada manajemen Arema. "Pemain buruan sudah ada. Kini tinggal manajemen. Sebab, semuanya bergantung kepada uang. Ada uang, pemain bagus bisa didapat," ucap Janu.

Untuk mendatangkan Fernando, selain merogoh uang cukup banyak, Arema juga membutuhkan waktu yang relatif lama. Fernando masih perlu mengurus visa, international transfer certificate (ITC), kartu izin tinggal sementara (kitas), dan izin kerja andai direkrut Arema. Padahal, manajemen sangat berharap agar pemain asing baru bisa diturunkan saat melawan Persijap 18 Oktober nanti. Setidaknya, legiun asing yang dibeli Arema harus sudah didaftarkan dan disahkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) pada 30 Oktober. Tanggal tersebut merupakan batas akhir pendaftaran pemain asing bagi tim yang belum mencapai kuota pemain asing ataupun tim yang pemain asingnya didera cedera permanen.

Kabar bahwa Janu saat ini sedang melirik pemain-pemain asal Amerika Latin dibenarkan Muhammad Taufan, asisten manajer Arema.

"Janu menginginkan pemain dari Amerika Latin. Memang sudah ada yang direkomendasikan. Mengenai nama, nanti dulu," tuturnya.

Kendati Janu sudah mempunyai pemain yang direkomendasikan, Arema tetap membuka seleksi stoper asing. Saat ini masih ada nama stoper Michael Ndubuisi yang bertahan dalam seleksi. Walau pemain asal Nigeria tersebut bermain kurang maksimal saat uji coba melawan PSS Sleman pada 7 Oktober lalu di Stadion Maguwoharjo, Janu belum mencoretnya. Itu untuk berjaga-jaga jika pemain buruannya tidak berhasil digaet.

Sementara itu, kepastian tempat pertandingan untuk laga usiran antara tuan rumah Persijap dan Arema sudah ditentukan Komisi Banding (Komding) PSSI kemarin (10/10). Komding memutuskan venue laga pada 18 Oktober tersebut adalah Lapangan Akademi Angkatan Udara (AAU) Jogjakarta.

Ethuang
11-10-2007, 08:21 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Tanpa Nurdin, Raparnas Molor


JAKARTA - Satu agenda besar PSSI sudah menyongsong di depan mata. Acara itu adalah rapat paripurna nasional (Raparnas) yang dijadwalkan berlangsung di Bali pada pertengahan Oktober ini.

Tapi, hajatan tersebut bisa dipastikan molor dari tanggal yang telah ditentukan. "Mungkin, awal tahun depan baru kami langsungkan Raparnas tersebut," terang Sekjen PSSI Nugraha Besoes.

Sebelum masuk bui, Nurdin Halid, ketua umum PSSI, menjadwalkan Raparnas PSSI diadakan 18 hingga 22 Oktober mendatang. Namun, seiring dijebloskannya ketua umum otoritas sepak bola nasional itu ke dalam bui, ancaman bakal batalnya Raparnas mengemuka ke permukaan.

Prediksi itu pun benar-benar terjadi. Raparnas, yang direncanakan untuk membahas segala hal menyangkut program kompetisi musim depan, urung dilangsungkan pertengahan Oktober ini.

Batalnya Raparnas pada pertengahan Oktober ini pun bisa ditebak lebih karena faktor dijebloskannya Nurdin ke dalam penjara. Tanpa kehadiran Nurdin secara fisik dalam aktivitas di kantor PSSI dirasakan benar-benar mempengaruhi kelancaran kinerja induk semang organisasi sepak bola Indonesia tersebut.

"Kami masih merapatkan kembali masalah Raparnas. Masih banyak program-program yang harus dikerjakan terlebih dahulu. Setelah program-program itu selesai, kami baru akan menggelar Raparnas," bantah Nugraha.

PSSI boleh membantah. Tapi, itu sesungguhnya menunjukkan bahwa tanpa figur ketua umum secara fisik di tengah-tengah mereka roda organisasi PSSI jadi berjalan di luar kendali. Salah satu contoh konkretnya, keluarnya keputusan baru mengenai jumlah peserta kompetisi di masing-masing divisi pada musim depan.

PSSI membuat keputusan bahwa Superliga diisi 18 tim, Divisi Utama dihuni 34 tim, Divisi I diikuti 48 klub, serta Divisi II yang memberi kuota bagi 84 klub. Keputusan tersebut jelas menunjukkan "kepanikan" PSSI. Sebelumnya, Nurdin menegaskan bahwa semua hal yang menyangkut musim depan baru dibahas di Raparnas.

Bukti lainnya adalah penuturan Nugraha mengenai peserta Raparnas. "Dalam Raparnas nanti, pesertanya khusus bagi pengda," ujar Nugraha.

Nah, itu jelas bertolak belakang dengan pernyataan Nurdin sebelum berada di balik jeruji besi. Waktu itu, Nurdin mengatakan bahwa Raparnas nanti bakal diikuti oleh perwakilan pengda, pengcab, dan klub-klub.

Ethuang
11-10-2007, 08:22 AM
Kamis, 11 Okt 2007,
Mustaqim, Pelatih Medioker yang Antarkan Mitra Kukar ke Divisi Utama


Bersihkan Pemain dari Masalah, Otoriter 90 Menit
Mustaqim bakal dikenang pencinta sepak bola di Tenggarong. Pelatih asal Surabaya itu mengantarkan Mitra Kutai Kartanegara (Mitra Kukar) promosi ke Divisi Utama. Prestasi yang sebelumnya gagal dipersembahkan Ivan Kolev sekalipun.

Mustaqim dikenal sebagai pelatih medioker. Dia lebih banyak menangani tim yang berada di kasta kedua atau ketiga. Dia memang pernah melatih klub Divisi Utama Persela Lamongan. Namun, partisipasi klub kebanggaan Kota Soto itu sebatas meramaikan persaingan papan tengah.

Karena itu, posisi asisten pelatih Persebaya dianggap istimewa oleh pria yang akrab disapa Taqim tersebut. Dia turut mewarnai kiprah tim legendaris di Indonesia itu selama 1997-1999. Bersama Rusdi Bahalwan, mereka berhasil mengantarkan Green Force menjadi runner-up 1999.

Meski begitu, Taqim bukanlah pelatih kacangan.Dia sukses mengantarkan Persela naik kasta ke Divisi I pada 2000 dengan predikat jawara Divisi II. Dia pun sukses membawa Mitra Kukar naik kasta ke Divisi Utama dengan titel juara di grup IV musim ini.

Bukan sesuatu yang mudah bagi Taqim untuk meloloskan Mitra Kukar ke Divisi Utama. Mereka tergabung dengan lawan kuat Persisam Samarinda. Apalagi, kedatangan pelatih berusia 43 tahun itu ke Kalimantan sempat dipandang sebelah mata oleh tokoh-tokoh sepak bola di sana.

Publik Tenggarong merasa kedatangan Taqim tidak akan membuat banyak perubahan. Sebab, dalam beberapa tahun sebelumnya, upaya mendatangkan beberapa nama pelatih top ternyata tidak membuahkan prestasi yang memuaskan. Solekan (2004), Fata Matanu (2005), bahkan Ivan Kolev (2006) yang kini menangani Timnas Indonesia gagal membawa Mitra Kukar ke Divisi Utama.

"Saya menyadari apa yang menjadi kegelisahan masyarakat saat itu. Itu memicu saya berpikir keras. Saya pun meyakinkan diri bahwa harapan itu bisa diwujudkan," paparnya.

Berbekal keyakinan itu, pelatih yang pernah menjadi pemain termahal saat membela Mitra Surabaya tersebut mulai merancang strategi. Dia kemudian meminta kebebasan kepada manajemen Mitra Kukar untuk diberikan kebebasan mencari pemain. Dia menginginkan ada batasan manajemen tidak ikut campur dalam urusan kepelatihan.

Sayang, keinginan Taqim mendatangkan pemain-pemain berkualitas terbentur tembok tebal. Trauma dengan kegagalan musim-musim sebelumnya, pemilik klub "lebih pelit".

Taqim yang diberi kewenangan sepenuhnya untuk membentuk kerangka tim akhirnya memilih beberapa pemain kenyang pengalaman. Plus beberapa pemain yang dia besut di klub sebelumnya, Gresik United. Di antara mereka adalah Marzuki Badriawan dan kiper M. Sandi.

Taqim juga memberikan garis yang tegas kepada para pemain atas setiap persoalan di luar lapangan. Misalnya, dia tidak mau para pemain membahas masalah keuangan klub. "Intinya, saya tidak ingin kondisi di luar urusan teknis mengganggu konsentrasi tim. Saya kondisikan bahwa pelatih ke bawah harus bersih dari masalah," terangnya.

Ditopang karakter yang luwes dan mudah bergaul, Taqim mampu menjalankan kebijakannya dengan baik. Dia pun mampu membangun loyalitas dan soliditas tim di tengah pesimisme publik.

"Gaya melatih saya itu kekeluargaan. Kalau waktu senggang, saya sering memanfaatkan untuk berkomunikasi dengan pemain. Tapi, saya tegaskan kepada mereka bahwa dalam 90 menit pertandingan itu adalah milik saya," bebernya.

Taqim bersama Mitra Kukar telah membangun iklim sepak bola yang kondusif di Tenggarong. Stadion Rondong Demang, markas Mitra Kukar, kini makin dipadati Mitra Mania. Kelompok fans yang makin sportif dalam mendukung itu mengharapkan dia bertahan.

"Saya belum memutuskan ke mana akan melangkah. Saya telah meletakkan dasar-dasar yang baik di Kukar. Saya berharap bisa melanjutkan," tutur Taqim.

Ethuang
12-10-2007, 06:57 AM
Jumat, 12 Okt 2007,
Tambal Sulam di Tengah Putaran Kedua Liga Djarum


Dipicu Rengekan Permintaan Persebaya
PSSI tidak pernah sepi membuat kontroversi. Salah satu bentuk kontroversi itu adalah keputusan mereka membuka kembali pendaftaran pemain baru pada putaran II yang sebenarnya sudah tutup 18 Agustus 2007.

MEMBENTUK tim yang lebih kuat jadi tujuan klub-klub peserta Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII pada masa libur kompetisi di saat bulan puasa ini. Tujuannya sama, mampu menembus Superliga musim depan karena degradasi dihapus musim ini.

Untuk itu, para pemain tidak bisa berlama-lama menikmati libur Lebaran bersama keluarga. Beberapa klub sudah turun kembali ke lapangan tiga hari setelah hari raya umat Islam itu. Bahkan, saat Ramadan, para pemain pun tidak bisa bersantai. Tuntutan menembus Superliga, yang dilaksanakan tahun depan, harus bisa digapai.

Jika tidak, mereka memang tetap berada di Divisi Utama. Hanya, musim 2008, Divisi Utama jadi kompetisi strata II di Indonesia. Nah, kondisi ini membuat klub terus setel kenceng. Selain meningkatkan kemampuan pemain lokal, klub melakukan bongkar pasang pemain. Utamanya, amunisi asing.

Kebetulan, Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) mengeluarkan keputusan nomor 1789/SEKR/BLI/IX/2007 tertanggal 25 September 2007. Keputusan itu memperbolehkan setiap klub melakukan pergantian pemain asing di tengah-tengah putaran kedua ini.

"Jika terdapat pemain yang mengalami cedera permanen, klub masih diperbolehkan melakukan pergantian. Pun demikian bagi klub yang belum memenuhi kuota, juga masih bisa menambah pemain asing," terang Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

Tenggang waktu pergantian itu pun terbilang cukup panjang. Para klub diberi batas akhir untuk mendaftarkan pemain asing anyar hingga 30 Oktober mendatang. Jadi, terhitung ada kesempatan lima minggu bagi klub-klub untuk melakukan tambal sulam pemain asing.

Keluarnya keputusan tersebut jelas menimbulkan tanda tanya. Itu disebabkan batas akhir pendaftaran pemain baru untuk putaran kedua LDI XIII telah ditutup pada medio Agustus lalu. Tepatnya, 18 Agutus 2007.

Tapi, kenapa tiba-tiba pintu pendaftaran itu terbuka kembali? "Ada dua pemicu. Yang pertama adalah kasus Persma Manado dan Persikabo Bogor. Pemicu kedua yang sekaligus melandasi keluarnya keputusan pembukaan pendaftaran pemain itu tidak lain adalah permintaan Persebaya terhadap Ketua Umum PSSI (Nurdin Halid, Red)," beber Joko.

Persebaya jadi pemicu? Ya, begitulah kenyataannya. Kejadian tersebut berawal dari pil pahit yang harus ditelah oleh tim berjuluk Green Force itu. Setelah melawat ke kandang Persiter Ternate, Persebaya dihadapkan pada cedera ligamen yang mendera Pablo Rojas. Karena cedera itu, striker asal Cile tersebut divonis harus istirahat hingga akhir musim.

Kontan, Persebaya ketar-ketir menerima vonis itu. Hal ini tidak lain disebabkan selama LDI XIII Rojas merupakan mesin gol utama tim asal Kota Pahlawan tersebut. Tanpa Rojas, Persebaya jelas bakal dihadang masalah besar di sisa kompetisi. Green Force akan kesulitan merebut kemenangan tanpa mesin gol utamanya itu. "Kami harus melakukan pergantian pemain. Kami akan mengajukan surat permohonan kepada PSSI untuk diberi izin melakukan pergantian," tutur Lilik Suhartoyo, manajer Persebaya.

"Tanpa Rojas jelas sangat sulit bagi kami. Karena itu, kami butuh pengganti. Saya rasa, alasan kami cukup logis. Kami yakin, PSSI akan mengabulkan permohonan kami ini," imbuhnya.

Rengekan Persebaya tersebut pun berhasil. PSSI akhirnya mengabulkan permintaan mereka untuk melakukan pergantian pemain. "Tapi, keputusan kami ini tidak hanya berlaku buat Persebaya. Namun, berlaku bagi semua klub. Kami sudah mengirim surat keputusan pergantian pemain kepada seluruh manajer tim," terang Joko.

Nah, dengan keputusan anyar itu, klub-klub pun langsung membuka keran dalam melakukan pergantian amunisi asing. Tidak hanya Persebaya yang melakukannya. Ada beberapa klub lain yang juga bertindak sama.

Arema Malang, misalnya. Ditinggal Ambassa Guy yang kabur ke Hongkong, tim berjuluk Singo Edan tersebut langsung bergerak cepat mencari penggantinya. Seleksi pun terus digeber selama Ramadan ini. Demikian halnya dengan Persijap Jepara. Mereka juga serius mencari pengganti Paithoon Thiabma yang dihantam cedera.

Bagaimanapun klub-klub memang begitu menikmati kontroversi PSSI itu. Makanya, tidak mengherankan kalau mereka berlomba-lomba melakukan bongkar pasang pemain asing agar bisa mengejar target lolos ke Superliga 2008.

Ethuang
12-10-2007, 06:58 AM
Jumat, 12 Okt 2007,
Karena Intervensi Ketua Umum


DIPICU rengekan Persebaya Surabaya. Tapi juga kerena intervensi ketua umum (Ketum) PSSI Nurdin Halid. Seperti itulah latar belakang munculnya keputusan BLI yang membuka kembali kran pendaftaran pemain asing pada pertengahan putaran kedua LDI XIII.

Sebelumnya BLI sudah dengan tegas telah menutup pendaftaran pemain baru untuk putaran II 18 Agustus. Saat Persebaya memohon izin untuk diberi kelonggaran melakukan pergantian pemain ketika batas itu telah berakhir, BLI juga dengan tegas menolak untukmengabulkan.

Tapi, semua berubah ketika Nurdin Halid turut campur. "BLI mengeluarkan keputusan untuk menindaklanjuti instruksi Ketum PSSI," ungkap Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

Kebetulan, tambahnya, di Manual Liga Indonesia (MLI) 2007 tidak aka aturan melarang atau memperbolehkan melakukan pendaftaran pemain setelah batas akhir. Nah, dari situ, BLI memandang bahwa Ketum PSSI berpandangan kalau aturan tidak tercantum di MLI, maka Ketum boleh memutuskan.

"Saya tidak bisa katakan ini intervensi atau tidak. Tapi sepertinya Ketum berpendapat bahwa aturan di luar MLI boleh diputuskan Ketum. Mungkin dengan dasar itu Ketum mengeluarkan instruksi," kata Joko. Meski begitu, instruksi ketua umum tersebut tidak ditelan menatah-mentah oleh BLI. Menurut Joko, pihaknya masih harus menggodok lebih jauh dalam mengeluarkan keputusan sebagai bentuk tindak lanjut instruksi Nurdin.

BLI terus mencari formula agar keputusan yang diambil tidak sekedar untuk Persebaya. Sebab, BLI khawatir jika hanya diperuntukan bagi Persebaya, maka klub-klub lain iri dan bakal melakukan pendekatan terhadap Nurdin agar diberi dispensasi layaknya Green Force.

"Memperbolehkan bukan berarti lantas menguntungkan semua klub. Tapi, setidaknya dengan memutuskan bahwa semua klub boleh melakukan pergantian akan terasa adil. Karena itu, kami memutuskan tidak hanya untuk Persebaya, tapi juga berlaku bagi semua klub," papar Joko.

Ethuang
12-10-2007, 06:59 AM
Jumat, 12 Okt 2007,
Berburu Pemain di Detik-Detik Terakhir


Kualitas Dipertanyakan, Bukan Dewa Penyelamat
LIGA Djarum Indonesia XIII makin panas. Semua ingin menuju ke sana, meski sekarang ada yang tengah terseok-seok.

BETAPA bahagianya Persebaya Surabaya saat PSSI memberikan lampu hijau kepada klub untuk mengganti pemain asingnya di masa libur Ramadan. Green Force -julukan Persebaya- sudah lama ingin mengganti strikernya asal Cile, Pablo Rojas, yang mengalami cedera dan absen hingga akhir musim. Nama Varney Pas Boakai paling santer disebut-sebut sebagai kandidat pengganti Rojas. Bahkan, kabarnya, Lilik Suhartoyo langsung menyaksikan pemain asing asal Liberia itu ketika membela Persibo Bojonegoro dalam putaran final Divisi I di Solo.

Sayang, usaha itu tidak membuahkan hasil. Seorang pengurus Persibo mengatakan, kegagalan tersebut disebabkan tawaran yang diajukan Persebaya sangat rendah, yakni Rp 60 juta. Padahal, Persibo ingin Rp 200 juta untuk banderol Varney.

Kegagalan tersebut membuat manajemen Persebaya membuka keran bagi seleksi pemain asing. Tentunya, pemain itu nanti disesuaikan dengan kantong Persebaya yang "hanya" berani Rp 60 juta atau malah di bawahnya.

Wah..wah, di era kompetisi yang harga pemain terus menjulang, tentu bisa dibayangkan kualitas pemain seharga di bawah Rp 60 juta. Saya pun ingat dagelan abang becak yang membawa penumpangnya.

Sang penumpang tampak ketakutan ketika si tukang becak mengayuh pedal becaknya dengan kecepatan tinggi. "Bang-Bang, jangan ngebut. Saya takut," kata sang penumpang. "Bayar murah ingin selamat," jawab abang becak dengan entengnya.

Semoga dagelan itu tak menyinggung niat Persebaya yang ingin menambah ketajaman lini depan ketika merekrut Augustine Kettor dengan harga Rp 50 juta. Harus diakui, dengan tensi yang terus memanas, diperlukan strategi baru dan kejelian memanfaatkan kelengahan lawan.

Di pentas Divisi I, Kettor tergolong tajam. Dia mampu menyumbang 11 gol, tiga di antaranya di pentas Copa Indonesia. Tapi, harus diingat, persaingan di Divisi Utama lebih keras dan ketat dibandingkan Divisi I. Apalagi, sekarang memasuki masa-masa krusial. Pemain belakang di Divisi Utama tentu punya kualitas dan skill di atas para palang pintu level Divisi I.

Asa serupa tentu diusung Arema Malang dan Persijap Jepara ketika mengganti pemain asingnya. Kehadiran pemain asing memang masih menjadi tumpuan di klub-klub Liga Djarum Indonesia.

Sayang, dengan kualitas yang belum teruji di Divisi Utama, mereka tentu bukan dewa penyelamat untuk bisa membawa ke Superliga.

Ethuang
12-10-2007, 07:00 AM
Jumat, 12 Okt 2007,
Kesulitan Cari Pengganti


TIDAK semua klub memanfaatkan kesempatan yang diberikan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) untuk menambah atau mengganti pemain asing di jeda Ramadan. Salah satunya Delta Putra Sidoarjo (Deltras).

Mereka tetap mempertahankan lima pemain asingnya. Keputusan manajemen Deltras tersebut tidak lepas dari besarnya kontribusi pemain asingnya yang saat ini bercokol.

Punggawa asing itu adalah Christian Rene Martinez (Paraguay/stopper), Jose Sebastian Vasquez (Argentina/gelandang), Claudio Pronetto (Argentina/gelandang), Hilton Moreira (Brazil/penyerang), dan Sasa Branesac (Serbia/penyerang). Hingga jeda Ramadan lalu, Deltras masih bercokol di posisi ketiga klasemen sementara Divisi Utama Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII Wilayah Timur. Itu jadi prestasi terbaik dalam tiga musim terakhir karena sebelumnya terus terpuruk di papan bawah.

Keberhasilan bertengger di papan atas di musim ini tidak lepas dari besarnya peran pemain asing. Bahkan, 90 persen gol Deltras dilesakkan oleh para legiun asing tersebut.

"Mereka memang tampil cukup baik selama musim ini," papar Jaya Hartono, pelatih Deltras.

Sepanjang musim ini, tim berjuluk The Lobster tersebut hanya mencoret satu pemain asing, yakni Zoran Vuksanovic. Sebab, pemain asal Serbia itu hanya mencetak satu gol sepanjang putaran II. Itu pun di laga terakhir melawan Persis Solo.

Sepeninggal Zoran, Deltras merekrut penyerangnya musim lalu, Hilton Moreira. Sayang, kerja sama kurang terjalin antara Hilton dan Sasa. Permainan Sasa justru menurun dan Hilton terus menunjukkan performa meningkat.

Dalam beberapa laga di putaran II, Sasa kerap menyia-nyiakan peluang di depan gawang lawan. Performanya juga menurun drastis dibanding dengan putaran I. Tapi, manajemen tetap bersikukuh mempertahankan mantan pemain Pulau Pinang FC (Liga Malaysia).

"Di saat musim berjalan seperti ini, sangat sulit untuk mencari pemain asing yang lebih baik dari yang kami miliki saat ini. Jadi, lebih baik, kami pertahankan pemain yang ada," ujar Saiful Illah, manajer Deltras, beberapa waktu lalu.

Pada awal putaran II lalu, tim asal Kota Udang itu pernah melakukan seleksi pemain. Mereka dihadirkan untuk menggantikan posisi Hilton yang saat itu menderita cedera. Ternyata, kualitasnya berada di bawah standar yang dipatok Jaya.

"Prinsip kami, buat apa mencoret pemain kalau belum tentu mendapat pemain yang kualitasnya lebih baik. Kalau kualitasnya biasa-biasa saja, tentu kami rugi," papar Jaya.

Ethuang
12-10-2007, 07:05 AM
Jumat, 12 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Tunggu Tuah Hilton


SIDOARJO - Manajemen Delta Putra Sidoarjo (Deltras) boleh saja lebih memilih Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina) XIII sebagai prioritas utama. Namun, itu bukan berarti mereka akan melepas Copa Indonesia.

Karena itu, arsitek Deltras Jaya Hartono terus membenahi tim. Usai jeda Ramadan, pada 25 Oktober mendatang, Deltras bertandang ke PKT Bontang untuk menjalani leg pertama Babak 16 Besar Copa Indonesia. Itu bukan laga yang mudah untuk dimenangkan Claudio Pronetto dkk.

Dalam pertemuan terakhir kedua tim, pada 2 September lalu di Gelora Delta, Deltras memang berhasil membungkam PKT 1-0 melalui gol semata wayang penyerang Deltras Hilton Moreira. Namun, di delapan pertemuan sebelumnya, Deltras tak pernah menang.

Dengan begitu, tim asal Kota Udang tersebut tidak mudah untuk melewati PKT dan menembus babak delapan besar. Sebab, sekalipun menang di pertemuan terakhir, itu tidak didapat dengan mudah. Gol Deltras baru tercipta di injury time babak kedua.

"Kami masih punya waktu untuk terus meningkatkan performa tim di jeda Ramadan ini. Tentu, banyak pembenahan yang dilakukan sebelum melawan PKT," papar arsitek Deltras Jaya Hartono.

Menurut dia, salah satu prioritas pembenahan dalam tim asuhannya adalah meningkatkan ketajaman para penyerang. Sepanjang putaran kedua, koleksi gol Deltras memang menurun dibandingkan putaran pertama.

Dengan kehilangan satu amunisi di lini depan, yakni Airlangga Sucipto yang bergabung ke Timnas U-23, Deltras hanya menyisakan tiga penyerang. Mereka adalah Hilton Moreira, Sasa Branesac, dan Rully Padengke.

Menurunnya kinerja Sasa di putaran kedua membuat daya dobrak Deltras menurun. Penyerang lain, Rully, juga belum sempat menunjukkan ketajamannya karena jarang mendapat kesempatan.

Kondisi itu membuat Jaya hanya bisa berharap pada Hilton. Penyerang asal Brazil tersebut disiapkan menjadi tukang gedor andalan untuk membobol gawang PKT, seperti yang dilakukan pada pertemuan terakhir kedua tim.

Sayang, Hilton tidak sepenuhnya lepas dari masalah. Pemain kelahiran 27 Februari 1981 tersebut sering dilanda cedera. Karena itu, dia sering absen dalam beberapa latihan Deltras. Problem tersebut patut diwaspadai Jaya.


HEAD TO HEAD

01/4/07 (Ligina XIII) PKT v Deltras : 1-0
14/5/06 (Ligina XII) PKT v Deltras : 3-2
22/2/06 (Ligina XII) Deltras v PKT : 0-1
29/9/04 (Ligina X) PKT v Deltras : 3-0
05/5/04 (Ligina X) Deltras v PKT : 0-1
26/6/03 (Ligina IX) PKT v Deltras : 4-1
13/2/03 (Ligina IX) Deltras v PKT : 3-2

Ethuang
13-10-2007, 11:22 AM
Persikabo Hadapi Persela di Stadion Atang Sanjaya


Badan Liga Indonesia memutuskan memilih Stadion TNI AU Atang Sanjaya, Semplak, Kabupaten Bogor, sebagai tempat pertandingan antara Persikabo Kabupaten Bogor vs Persela Lamongan. Partai di kompetisi divisi utama Liga Indonesia 2007 itu merupakan partai usiran setelah Persikabo kena hukuman dari Komite Disiplin PSSI.


Persikabo Bogor bakal menjamu Persela Lamongan di Stadion TNI AU Atang Sanjaya, Semplak, Kabupaten Bogor. Pertandingan di lanjutan kompetisi divisi utama Liga Indonesia 2007 itu bakal digelar 21 Oktober mendatang.
Seharusnya Persikabo menggelar laga kontra Persela di kandang asli mereka di Stadion Persikabo di Cibinong, Kabupaten Bogor. Tapi karena partai ini adalah 'partai usiran', maka pertandingan harus dipindahkan ke tempat lain.
Hukuman dilarang menggelar partai kandang satu kali di Cibinong dijatuhkan Komite Disiplin PSSI sebagai hukuman atas kerusuhan yang dilakukan para pendukung Persikabo saat tim mereka menjamu Persitara Jakarta Utara, Agustus silam. Ketika itu terjadi kerusuhan akibat penonton yang masuk lapangan dan menyerang para pemain Persitara.
Semula Badan Liga Indonesia sempat berniat buat memilih Stadion Kostrad di Cilodong, Kabupaten Bogor, sebagai tempat partai usiran Persikabo vs Persela. Tapi belakangan rencana itu dibatalkan, dan akhirnya mereka memilih Stadion TNI AU Atang Sanjaya di Semplak.
Keputusan menunjuk Stadion TNI AU Atang Sanjaya sebagai tempat pertandingan Persikabo vs Persela dikeluarkan BLI lewat surat keputusan yang dibuat 10 Oktober 2007. Berarti sudah ada kepastian bagi Persela buat langsung bertolak ke Bogor sehari menjelang pertandingan partai usiran itu.

Ethuang
15-10-2007, 03:24 PM
Senin, 15 Okt 2007,
Persis Solo
Momen Hapus Kenangan Buruk


SOLO - Punggawa Persis Solo tak akan pernah melupakan momen 18 Maret 2007 di Stadion R. Soedrasono, Bangil. Saat itu, Laskar Samber Nyawa-julukan Persis- kalah dengan skor 2-4.

Padahal, tim yang saat itu masih ditangani Suharno tersebut sempat unggul 2-0. Sayang, kondisi itu gagal dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Nah, kesempatan mengubur kenangan buruk itu terbentang di depan mata. Persis, yang kini ditangani Eduard Tjong, akan menjamu Persis Solo pada Kamis, 18 Oktober, mendatang di Stadion Manahan.

Berlaga di kandang tentu jadi harga mati bagi Agung Setyabudi dkk. Tambahan tiga angka di kandang akan membuka jalan Persis menembus Superliga. Bekal itu pun sudah ada dengan menahan imbang Persebaya Surabaya di Gelora 10 Nopember, Surabaya, dan mengalahkan Persegi Bali FC di Stadion Dipta, Bali.

Hanya, dalam pertandingan melawan Persekabpas, Persis sedikit mengalami kekurangan. Dua legiun asingnya, Frank Seator dan Ebi Sukore belum dapat dipastikan turun akibat tindakan indisiplinernya terlambat kembali dari negaranya. Keadaan itu ditambah belum sembuhnya Saiful Bachri dari cedera.

"Kemenangan laga tandang menjadi modal buat Persis. Tapi sayang, formasi yang sebelumnya direncanakan terancam gagal," ucap Edu, sapaan karib Eduard Tjong.

Ethuang
15-10-2007, 03:24 PM
Senin, 15 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Bantu Pulihkan Penampilan Sasa


SIDOARJO - Kebangkitan Delta Putra Sidoarjo (Deltras) musim ini tak bisa dilepaskan dari kiprah para legiun asingnya. Para pemain impor itulah yang kerap menjadi pahlawan bagi tim asal Kota Udang tersebut.

Tidak heran, kontribusi para pemain lokal pun tampak tenggelam di bawah bayang-bayang Claudio Pronetto dkk. Tapi, bukan berarti para legiun asing itu tanpa cela. Masih ada beberapa kekurangan yang perlu dibenahi.

Pada putaran pertama lalu, daya serang Deltras selalu bertumpu pada lini tengah yang digalang dua gelandang Argentina, Claudio Pronetto dan Jose Sebastian. Sedangkan di depan, duet penyerang Serbia Sasa Branesac-Zoran Vuksanovic masih kurang memuaskan.

Akibatnya, Zoran pun tersingkir dari skuad Deltras karena gagal menjadi bomber tajam bagi Deltras. Pemain berkepala plontos itu hanya mencetak satu gol sepanjang putaran pertama Divisi Utama Liga Indonesia (Ligina).

Di putaran kedua, Deltras mendatangkan dua penyerang, yakni Hilton Moreira (Brazil) dan Rully Padengke. Arsitek Deltras Jaya Hartono berharap, kehadiran mereka berdua mampu meningkatkan daya dobrak Deltras.

"Dengan kualitas permainan seperti Hilton, kami harap lini depan makin tajam. Apalagi, Hilton bukanlah wajah asing bagi saya dan tim ini," ujar Jaya.

Sayang, saat kali pertama dimainkan, Hilton langsung mengalami cedera panjang. Dia baru bisa kembali dimainkan di saat putaran kedua sudah bergulir. Untunglah, dia mampu menunjukkan ketajamannya. Hilton telah mengoleksi tiga gol.

Di saat Hilton mulai kembali dengan performanya, justru Sasa yang terus menurun penampilannya. Pemain yang pernah memperkuat klub Malaysia Pulau Pinang FC itu kesulitan menjalin kerja sama dengan penyerang lainnya, seperti Hilton, Airlangga Sucipto, dan Rully.

Sasa belum mampu tampil sebaik ketika berduet dengan Zoran. "Kami sudah bicarakan masalah ini. Semua pemain sudah sepakat untuk membantu kembalinya performa Sasa," papar Jaya.

Kini, seiring dengan adanya regulasi baru tentang pergantian pemain, sebenarnya Deltras , tidak membuat manajemen Deltras goyah. Mereka tetap akan mempertahankan lima legiun asingnya. Apalagi, tiga legiun asing lainnya terus menunjukkan performa menawan.

Ya, hampir sepanjang musim, Jose Sebastian, Claudio Pronetto, dan Christian Martinez menjadi sosok tak tergantikan. Sehingga, kalau pun ada pemain yang yang patut dievaluasi, dia adalah Sasa.

Ethuang
16-10-2007, 07:28 AM
Selasa, 16 Okt 2007,
Persita Yakin Menang


TANGERANG - Bukan hanya Persik yang tidak bisa tampil full team dalam laga besok. Persita Tangerang juga dipastikan tidak bisa menampilkan skuad terbaiknya. Penyebabnya, stopper Kerry Yudiono harus absen karena kartu merah yang diterimanya saat bertengkar dengan pemain Persitara Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Namun, pelatih Persita Benny Dollo mengaku tak terlalu pusing dengan absennya Kerry. "Semua pemain punya kemampuan yang tak jauh beda. Jadi, tak masalah Kerry absen," katanya kepada Radar Tangerang (Grup Jawa Pos) kemarin (15/10).

Meski tak menyebutkan pengganti Kerry, sangat mungkin, stopper Zulfadli akan menjadi pilihan Bendol -sapaan akrab Benny Dollo. Sebab, kemampuan Zulfadli dianggap bagus.

Selain itu, dengan hanya satu pemain yang absen, kekuatan Persita diyakini tak akan terlalu tereduksi. Pemain-pemain yang lain, seperti Firman Utina, Siankam Ernest, dan Benson dikabarkan dalam kondisi on fire.

Untuk membuat pemain Persita bisa langsung in dalam laga nanti, Bendol benar-benar intensif melakukan persiapan. Kemarin, Firman dkk digenjot dengan latihan. Itu membuat kondisi pemain tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut siap menghadapi Persik besok.

Bendol mengatakan, anak asuhnya harus menang menghadapi Persik. Sebab, dengan kemenanganlah Pendekar Cisadane akan membuka kans lolos ke babak delapan besar. Saat ini, mereka masih tertahan di peringkat keenam klasemen sementara wilayah barat dengan nilai 40. "Kami harus mengamankan tiga poin di kandang," ujarnya.

Berbekal mental yang tinggi karena Persita mampu mempermalukan Persik di kandangnya, Bendol optimistis anak asuhnya akan bisa mengulangi lagi. Sehingga, target tiga poin yang dikumandangkan akan bisa terpenuhi.

Musim ini, Persita adalah satu-satunya tim yang bisa mengalahkan Persik ketika bermain di Stadion Brawijaya Kediri. Saat itu, di putaran pertama, Persik kalah tipis 0-1. Kekalahan tersebut sempat memukul kubu Persik karena diderita di hadapan pendukungnya.

Hal itulah yang membuat optimisme Bendol semakin meninggi. Apalagi, sebelum kembali memegang Persita sejak musim ini, tim yang dipegang Bendol tak pernah bisa mengalahkan Persik. Ketika melatih Arema, Bendol belum pernah membawa timnya bisa mengalahkan Persik. Dua kali berhadapan di fase delapan besar, dua kali pula tim yang dilatih Bendol menelan kekalahan. Bahkan, ketika memegang kendali Persita pada musim 2003-2004, Bendol pun kesulitan ketika menghadapi Persik. Kemenangan Persita di putaran pertama itu adalah kemenangan pertama Bendol terhadap Persik.

Ethuang
16-10-2007, 07:29 AM
Selasa, 16 Okt 2007,
Cemaskan Lini Tengah


Lawan Persita, Persik tanpa Danilo-Aris
KEDIRI - Pelatih Daniel Roekito harus memeras otak lebih keras lagi. Pasalnya, hingga menjelang keberangkatan ke Tangerang kemarin (15/10), Daniel mengaku belum menemukan pengganti gelandang Danilo Fernando yang pas. Akibatnya, lini tengah tim berjuluk Macan Putih tersebut akan terlihat pincang saat Persik dijamu Persita Tangerang besok.

"Sangat sulit mencari pemain yang punya naluri menyerang dan pergerakan yang bagus seperti Danilo," terang Daniel. Pelatih yang sukses mengantarkan Persik menjuarai Piala Gubernur 2006 dan juara Liga Indonesia XII itu mengatakan, dirinya akan berusaha mengoptimalkan pemain yang ada.

Harapannya, pemain yang akan diberi kepercayaan mengisi pos Danilo bisa menjalankan perannya dengan baik. "Kami berharap, kekuatan di lini tengah kami tidak jauh berkurang," harap dia.

Siapa pemain yang akan diplot mengisi pos Danilo tersebut? Pelatih berinisial DR itu enggan mengatakannya secara blak-blakan. Meski demikian, nama-nama seperti Jefri Dwi Hadi, Bertha Yuana Putra, Ahmad Fais dan Suswanto kemungkinan akan menjadi salah satu pilihan Daniel. "Pemain yang paling siap saja yang akan saya pilih," ujarnya.

Tentang kekuatan Persita, Daniel mengakui anak asuh Benny Dollo adalah lawan yang berat bagi Macan Putih. Secara kemampuan dan materi pemain, Firman Utina dkk dianggap seimbang dengan Christian Gonzales dkk. "Persita adalah tim yang bagus," pujinya. Selain itu, Pendekar Cisadane akan mendapatkan keuntungan nonteknis seperti dukungan penuh suporternya dan lebih mengenal Stadion Benteng, Tangerang.

Karena itulah, Daniel berharap agar anak asuhnya untuk tampil all out dalam laga nanti. Dengan demikian, keinginan mencuri minimal satu poin dari kandang Persita kesampaian. "Kami minta doa restu seluruh masyarakat Kediri agar kami bisa pulang dengan membawa poin," pungkasnya.

Menghadapi Persita besok, problem terbesar Daniel adalah absennya dua pemain kunci. Selain Danilo, pilar lini tengah Aris Indarto yang tak bisa dimainkan. Keduanya absen karena akumulasi kartu kuning.

Berbeda dengan kasus Danilo, absennya Aris tak terlalu memusingkan Daniel. Sebab, ada beberapa pemain belakang yang siap diplot menjadi libero. Peluang paling besar adalah menempatkan Zaenuri di belakang dua stopper asing, Fallah Johnson dan Pieter Lipede. Formulasi tersebut terbukti ampuh ketika Aris absen dalam pertandingan sebelumnya.

Pilihan kepada Zaenuri juga tidak terlepas dari kondisi stopper lain, Aris Budi Prasetyo, yang belum kelar dari cedera. Pemain yang disebut terakhir itu adalah libero saat masih memperkuat Arema Malang. Ketika pindah ke Persik, posisinya bergeser menjadi stopper karena pos libero sudah diisi Aris Indarto.

Ethuang
16-10-2007, 07:31 AM
Selasa, 16 Okt 2007,
Berangkat Dini ke Bontang


Deltras Berlatih Perdana Sore Nanti
SIDOARJO - Bukan misi yang mudah bagi Delta Putra Sidoarjo (Deltras) untuk mengamankan hasil imbang melawan PKT Bontang dalam leg pertama Babak 16 Besar Copa Indonesia, 24 Oktober mendatang. Apalagi, tim asal Kota Udang itu harus bertandang ke Stadion Mulawarman, Bontang.

Sepanjang pertemuan kedua tim di pentas Liga Indonesia, Deltras selalu kalah saat bertandang ke PKT. Bahkan, saat bermain di Gelora Delta, Deltras juga sulit menundukkan tim berjuluk Laskar Bukit Tursina tersebut.

Namun, Deltras punya modal motivasi tinggi, usai kemenangan yang diraih dalam pertemuan terakhir mereka di pentas Liga Indonesia, 2 September lalu. Kemenangan tipis 1-0 di Gelora Delta itu mematahkan mitos tak pernah menang Deltras atas PKT sejak 2003.

Sadar mengenai beratnya laga yang bakal dilalui, para punggawa The Lobster, julukan Deltras, rela jatah libur Lebaran-nya berkurang. Mulai sore nanti, Andri "Gepeng" Budianto dkk mulai menjalani latihan rutin.

Selain itu, meski baru bermain pada 24 Oktober, manajemen Deltras memutuskan memberangkatkan pasukannya lebih dini. Para pemain Deltras diberangkatkan ke Bontang pada 21 Oktober mendatang. "Biar punya waktu yang cukup untuk beradaptasi dan melakukan persiapan lain di sana," jelas Jaya Hartono, pelatih Deltras.

Menurut dia, dengan lawan yang tidak mudah dikalahkan serta harus melewati perjalanan darat sekitar tujuh jam dari Balikpapan, mereka harus melakukan persiapan lebih baik. Termasuk, merencanakan perjalanan lebih awal.

Saat menantang PKT nanti, Deltras tidak bisa diperkuat dua pemainnya yang masih dipanggil Timnas U-23, yakni Airlangga Sucipto dan Purwaka Yudhi. Tidak heran, sepanjang jeda Ramadan lalu, Jaya terus menjajal beberapa pemain untuk menggantikan peran keduanya.

Di lini belakang yang ditinggalkan Purwaka, Jaya sudah menyiapkan pemain anyar, Kukuh Adriyono. Stopper yang pernah memperkuat Persiba Balikpapan tersebut menjadi pemain alternatif setelah Waluyo dan Christian Martinez.

Kemudian, di lini depan, tempat yang ditinggalkan Airlangga bakal diisi Melky Pekey dan Rully Padengke sebagai striker alternatif. Bahkan, Melky sangat berpeluang menggusur posisi duet asing Sasa Branesac (Serbia)-Hilton Moreira (Brazil).

"Dengan penampilan yang ditunjukkan selama jeda Ramadan, bukan tidak mungkin Melky menjadi pilihan utama di depan. Apalagi, Melky dan Hilton sama-sama cepat serta agresif," ujar pelatih kelahiran Medan tersebut.

DORCE
17-10-2007, 02:22 AM
Lanjutan 16 Besar CDSS
SFC Menang WO
( Selasa, 16/10/2007 21:48 ) Perseman Manokwari menyatakan mundur dari penyelenggaraan Coppa Dji Sam Soe (CDSS) 2007 yang sudah memasuki babak 16 besar. Kendala finansial menjadi alaasan Perseman tidak melanjutkan pertandingan selanjutnya menghadapi Sriwijaya FC di Palembang, keputusan ini disambut kecewa oleh kubu Sriwijaya FC (SFC) yang telah menuyusun program latihan guna menghadapi Perseman.

Dengan mundurnya Perseman program latihan SFC menjadi berantakan dan harus menyusun ulang program latihan mereka, SFC juga menyayangkan keputusan Perseman yang mundur pada pertandingan kedua dan tidak dilakukan saat pertandingan pertama, karena SFC telah lebih dulu melakukan pertandingan tandang ke kandang Perseman dan berhasil meraih tiga poin penuh dengan skor 1-2, Kubu SFC merasa di rugikan dari segi finansial karena telah mengeluarkan dana yang tidak sedikit ketika melakukan partai tandang ke kandang Perseman.

Kubu SFC juga meminta kepada semua klub agar mempersiapkan segala sesuatunya sebelum mengikuti sebuah kompetisi, agar tidak terjadi kasus mengundurkan diri akibat masalah finansial.

Perseman sendiri sepertinya hanya mencari alasan karena pada pertandingan pertama di kandang mereka sudah menyerah 1-2 kepada SFC, Perseman mungkin akan ngotot bermain jika pada pertandingan pertama mereka bisa meriah poin penuh.

DORCE
17-10-2007, 02:26 AM
Si Burung Terbang
Bambang Pamungkas



http://ligaindonesia.com/modules/news/images/460909bf08e00.gif (http://ligaindonesia.com/index.php?action=news.detail&id_news=3966)
Bambang Pamungkas (lahir di Salatiga, Jawa Tengah pada 10 Juni 1980) adalah seorang pemain sepak bola Indonesia. Saat ini dia bermain untuk Persija Jakarta di Divisi Utama Liga Indonesia dan pernah mewakili negara dalam timnas sepak bola Indonesia. Dia biasa berposisi sebagai penyerang.

Meskipun tidak terlalu tinggi (170 cm), dia mempunyai lompatan yang tinggi dan tandukan yang akurat. Salah satu pemain yang dikaguminya adalah rekannya dalam tim nasional, Kurniawan Dwi Yulianto.

Saat masih bermain dalam tim remaja Jawa Tengah, ia pernah dinobatkan sebagai pemain terbaik Piala Haornas, sebuah kejuaraan tingkat remaja. Bambang juga pernah menjadi pencetak gol terbanyak untuk skuad Indonesia di Piala Asia U-19 Grup V, dengan 7 gol.

Penampilan pertama Bambang bersama timnas senior adalah pada 2 Juli 1999 dalam pertandingan persahabatan melawan Lituania. Bambang, yang saat itu baru berusia 18 tahun, berhasil mencipatakan sebuah gol dalam pertandingan yang berakhir seri 2-2.


Karir profesional

Di musim pertamanya bermain sebagai pemain Profesional, Bambang Pamungkas langsung menjaringkan 24 gol yang mengantarnya menjadi Top Skor di Liga Indonesia, sekaligus mencatatkan namanya menjadi pemain pertama yang langsung menjadi top skor di musim pertamanya sebagai pemain Profesional, walaupun tim yang diwakilinya Persija Jakarta gagal ke babak akhir. Saat musim tersebut berakhir, Bambang bergabung dengan sebuah tim divisi 3 Belanda, EHC Norad. Namun masalah keluarga dan kegagalan dalam menyesuaikan diri dengan cuaca sejuk Eropa menyebabkan beberapa bulan setelah itu, EHC Norad meminjamkan Bambang kembali kepada Persija sebelum kedua-dua pihak mengakhiri kontrak atas persetujuan bersama.

Setahun kemudian, Bambang menjadi top scorer dengan 8 gol sekaligus membantu Indonesia menjadi juara kedua Piala Tiger 2002.

Hingga penampilan terakhirnya untuk Indonesia pada kualifikasi Piala Dunia 2006 melawan Sri Lanka pada September 2004, Bambang telah menjaringkan 18 gol dalam 35 penampilan. Namun masalah kecederaan serta prestasi yang menurun (kali terakhir Bambang menjaringkan gol untuk Indonesia adalah pada 12 Februari 2004) menyebabkannya tersisih dari skuad Piala Tiger Indonesia 2004. Saat rekan-rekannya berjuang di Piala Tiger, Bambang menandatangani kontrak dengan Selangor FC. Hingga Juli 2005, ia adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya dengan 22 gol.

Musim 2007 ia kembali memperkuat Persija Jakarta di Liga Indonesia. Kini bersama Aliyudin dan Ruben Ceco, Bepe di harapkan mampu membawa Persija juara.

Ethuang
17-10-2007, 08:56 AM
Rabu, 17 Okt 2007,
Perang Mental


Persita v Persik
TANGERANG - Gong putaran kedua pascalibur Ramadan kembali ditabuh sore nanti. Persik Kediri sebagai juara bertahan Kompetisi Liga Djarum Indonesia XII akan menantang tuan rumah Persita Tangerang di Stadion Benteng.

Partai ini ibarat perang mental. Mengapa? Sebab, banyak yang menyebut laga perdana setelah jeda sebagai pertandingan yang sulit. Setiap tim yang berlaga akan diliputi beban mental. Karena itu, siapa yang paling siap dan memiliki mental baja mereka yang akan keluar sebagai pemenang.

Sadar dengan kondisi tersebut, pelatih Persik Daniel Roekito menegaskan telah menyiapkan timnya menghadapi situasi sulit seperti itu. Meskipun jarak pertandingan hanya tiga hari setelah Idul Fitri, Daniel menegaskan bahwa pasukannya telah siap menghadapi pertandingan tersebut. Mereka pun siap melakukan revans atas kekalahan di putaran pertama lalu.

"Anak-anak sudah membulatkan tekad untuk mencuri poin di sini (Tangerang, Red). Jadi, kami akan tampil all-out," janji Daniel. Motivasi tambahan juga menyala di dada pemain Persik Fallah Johnson. Sebab, pemain ini pada putaran I lalu masih berseragam Persita. Karena itu, menghadapi klub yang pernah ’membuangnya’ tentu ada keinginan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Daniel menegaskan akan berusaha mencuri angka di pertandingan nanti. Strategi matang sudah disiapkannya. Daniel mengaku akan menginstruksikan pemainnya sabar dalam menghadapi serangan Persita. Baru, kemudian melancarkan counterattack yang cepat. "Persita sebagai tuan rumah pasti akan tampil menyerang. Kami harus bisa memanfaatkan hal itu," katanya.

Soal kemampuan pemain Persita, pelatih gaek tersebut mengakui bahwa seluruh pemain Persita patut diwaspadai. Sebab, Siankam Ernest dkk punya kemampuan yang mumpuni. "Kami tak akan mengawal khusus salah seorang pemain Persita," imbuhnya.

Di lain pihak, kubu Persita juga tidak mau kecolongan di kandangnya. Target tiga poin dicanangkan dan harus dipenuhi oleh Pello Benson dkk. "Kami main di kandang. Jadi, kemenangan adalah harga mati yang tidak boleh ditawar lagi," tegas Benny Dollo, pelatih Persita.

Bendol -sapaan akrab Benny Dollo- mengatakan, untuk mendapatkan kemenangan, pemainnya diinstruksikan tampil menyerang sejak kickoff. Mengenai Persik, Bendol mengatakan tidak mau meremehkan. Sebab, juara bertahan Liga Indonesia dua kali itu punya materi pemain kelas satu.

Ethuang
17-10-2007, 08:57 AM
Perkiraan Pemain


Persita (4-4-2)
24-Mukti Ali Raja (g), 5-Andela Atangana, 17-Boby Satria, 3-Basri Badrus, 4-Zulfadli, 8-Pello Benson, 15-Firman Utina, 18-Steven Menoch, 19-I Putu Gede, 26- Slankam Ernest, 10-Ilham Jaya Kusuma

Cadangan: 21-Hendra Pandeynuwu (g), 22-Firman Basuki, 3-Leo Saputan, 27-Dwi Joko, 13-M. Andik, 7-I Made Adi, 9-Supaham
Pelatih: Benny Dollo


Persik (3-5-2)
27-Wahyudi (g), 5-Zaenuri, 32-Pieter Lipede, 14-Fallah Johnson, 25-Khusnul Yuli Kurniawan, 3-Erol Iba, 12-Harianto (k), 8-Jefri Dwi Hadi, 28-Ronald Fagundes, 10-Christian Gonzales, 13- Budi Sudarsono

Cadangan: 1- Kurnia Sandy (g), 15-Sulis Budi, 19-Suswanto, 7-Bertha Yuana Putra, 2-Yohanes Yuni Yantara, 22-Musikan,
Pelatih: Daniel Roekito
Stadion: Benteng Tangerang


Head to Head

Liga Indonesia 2007
Persik V Persita 0-1

Liga Indonesia 2004
Persita V Persik 4-1
Persik V Persita 2-1

Liga Indonesia 2003
Persik V Persita 1-1
Persita V Persik 1-1

Ethuang
17-10-2007, 09:01 AM
Rabu, 17 Okt 2007,
Lawan Persikabo, Persela Optimistis


LAMONGAN - Besok sore Persela Lamongan akan melakoni laga lanjutan putaran kedua Liga Djarum Indonesia (Ligina) XIII. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini akan dijamu Persikabo Bogor di Stadion Atang Sanjaya Bogor.

Pertandingan di stadion milik TNI AU pada matchday ke-26 itu berstatus usiran. Seharusnya, Persela memiliki keuntungan ketika menjalani laga away seperti itu. Sebab, satu kekuatan yang selama ini dimiliki Persikabo untuk memenangi laga di kandangnya sedikit berkurang.

Kesebelasan asuhan Suimin Diharja ini bertanding tanpa dukungan suporter fanatiknya. Selain itu, secara mental para pemain Persela juga lebih unggul. Sebab, bertanding tanpa disaksikan penonton bukan hanya sekali saat dijamu Persikabo ini.

Tim polesan M. Basri itu pernah menjalani laga away usiran saat dijamu Persija Jakarta. Pertandingan itu digelar di lapangan Cilodong. Persela juga pernah dihukum melakoni laga home usiran saat menjamu Persiraja Banda Aceh. Ketika itu Persela memilih Gelora Delta Sidoarjo sebagai tempat pertandingan yang netral. Sementara Persikabo, laga usiran besok sore merupakan pengalaman pertama bagi tim asal Kota Hujan tersebut. Bisa jadi mental pemain menurun karena mereka tak pernah merasakan laga usiran sebelumnya.

Ethuang
17-10-2007, 09:01 AM
Rabu, 17 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Jimmi Telat, Hilton Membaik


SIDOARJO - Ancaman arsitek Delta Putra Sidoarjo (Deltras) Jaya Hartono untuk memberikan sanksi kepada pemain yang telat bergabung diurungkan. Padahal, dalam latihan perdana kemarin, seorang pemain belum bergabung, yakni Jimmi Suparno.

Sebelum libur Lebaran lalu, Jaya sempat berkoar akan memberikan sanksi tegas kepada pemain yang telat bergabung pada sesi latihan perdana usai Lebaran. Bahkan, pemain yang telat akan didenda Rp 500 ribu per hari dan dihapus dari daftar pemain yang berangkat ke Bontang.

Namun, kemarin Jaya menegaskan hanya memberikan hukuman dalam latihan kepada mantan pemain Persijap Jepara tersebut. Itu terjadi karena keterlambatan Jimmi bergabung setelah kendaraan yang ditumpangi mogok.

"Tadi pagi (kemarin) dia (Jimmi) sudah menghubungi saya. Dan, dia juga sudah berangkat tepat waktu dari rumahnya. Hanya, ada halangan dengan kendaraannya," bela Jaya kemarin.

Dalam latihan perdana Ramadan lalu, Jimmi juga telat bergabung. Hanya, saat itu dia masih menjalani terapi usai mengalami cedera. "Ini kan bukan faktor kesengajaan," ujar Jaya.

Dalam latihan kemarin, Jaya langsung setel kenceng. Jose Sebastian dkk digenjot dengan beberapa variasi latihan, mulai latihan fisik, ketahanan, hingga game. Itu dilakukan agar pelatih kelahiran Medan tersebut mengetahui kondisi menyeluruh tim asuhnya.

Apalagi, pekan mendatang Deltras sudah harus menjalani laga tandang yang berat ke Bontang. Mereka akan menantang PKT Bontang pada leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia.

Jaya menyadari, lawan yang dihadapi tidak mudah untuk ditundukkan. Karena itu, mereka membutuhkan persiapan yang benar-benar baik. Dengan kehilangan dua pemain yang dipanggil Timnas U-23, yaitu Airlangga Sucipto dan Purwaka Yudhi, kekuatan tim asal Kota Udang itu berkurang.

Belum lagi, penyerang andalan mereka asal Brazil Hilton Moreira belum pulih seratus persen dari cedera lutut kiri. Sementara Sasa Branesac (Serbia) belum kembali ke performanya seperti putaran pertama lalu.

Dalam latihan sore kemarin, Hilton sudah bergabung dengan rekan-rekannya. Pemain yang sudah menyumbangkan tiga gol bagi Deltras di putaran II itu melahap semua porsi latihan seperti rekan-rekan yang lain. "Kondisi saya sudah baik. Sudah tidak sakit lagi," kata Hilton.

Ethuang
17-10-2007, 04:04 PM
Rabu, 17/10/2007
Mahesa Jenar Lempar Handuk?


TANGERANG – Bertandang ke Stadion Benteng, Tangerang markas Persikota, Kamis (18/10/2007) besok, jadi ajang pembuktian punggawa PSIS Semarang. Dalam kondisi finansial yang carut-marut, Julio Lopez dkk harus memikul beban mengamankan jalur Liga Super musim depan.
Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho menyatakan bahwa Liga Super masih menjadi target utama yang harus dicapai anak asuh Sartono Anwar itu. Meski diakuinya, dengan kondisi keuangan seperti sekarang ini, Manajemen Mahesa Jenar –julukan PSIS- tak berani menjamin tim kebanggaan Kota Lumpia itu bakal mengantongi tiket Liga Super.
“Target Liga Super terasa semakin berat ketika kami dihadapkan dengan situasi seperti ini. Yang bisa dilakukan sekarang adalah tetap melanjutkan kompetisi semampu kami. Kalau memang harus berhenti di tengah jalan, mau bagaimana lagi. Berarti, usaha yang kami lakukan sudah mentok,” beber Agung.
Menurut Arsitek PSIS Sartono Anwar, meski tak ada pemain yang mengungkapkan kegelisahannya secara langsung, namun cekaknya kocek PSIS, dipastikan bakal memengaruhi motivasi bertanding pemain.
“Pasti ada pengaruhnya, meski sejauh ini belum ada pemain yang mau ngomong. Tapi saya yakin, pengaruh itu tetap ada. Tapi, saya minta anak-anak tetap fokus pada pertandingan untuk meraih kemenangan,” cetus pelatih gaek itu.
Salah seorang punggawa PSIS, Harry Salisbury mengaku tak terlalu memusingkan masalah keuangan yang sedang membelit tim yang dibelanya. Menurutnya, masalah keuangan menjadi urusan manajemen. Sedangkan tugasnya sebagai pemain adalah memberikan yang terbaik.
“Pokoknya kami harus menang dulu. Masalah bonus dipikir belakangan. Masa kalau tim menang, tidak ada imbalan kepada pemain. Itu kan hasil keringat kami. Saya yakin manajemen telah memikirkannya,” papar Harry.
Kondisi ini bakal dimanfaatkan kubu tuan rumah Persikota untuk meraup poin penuh di hadapan publik sendiri. Mereka pasti juga ingin membalas kekalahan 0-2 di Putaran I lalu.
Sayangnya, salah seorang legiun asing andalan Bayi Ajaib –julukan Persikota- Epalla Jordan dipastikan absen. Itu menyusul akumulasi kartu kuning yang dikantonginya dalam pertandingan sebelumnya.
Namun juru racik Persikota, Solikhin mengaku, tak ada masalah dengan absennya Epalla. Karena selama ini dia menekankan kepada semua pemain agar tidak bergantung dengan seorang pemain saja.
“Diuntungkan 100 persen sih tidak. Karena saya yakin, pemain mereka pasti akan bersikap profesional. Kalau hanya masalah bonus saja yang dipangkas, saya rasa motivasi bertanding mereka masih cukup kuat. Tapi kalau sudah sampai gaji tidak dibayar, mungkin kondisinya akan lain lagi," sergah Solikhin.

Ethuang
17-10-2007, 04:05 PM
PERKIRAAN FORMASI PEMAIN


Persikota (3-5-2):
Rolly Yasin (k), Nanmi Hugues, Reswandi, Rolando Khoibur; Taryana Abdi, Esteban Gillen, Jumadi Abdi, Bamnjou Alverd, Zaenal Anwar; Bassile Esa Mvondo, Epalla Jordan

Pelatih: Solihin


PSIS (3-5-2):
Komang Putra (k), Didier Koutouzi, Maman Abdurrahman, Denny Rumba; Harry Salisbury, Khusnul Yakin, Joao Carlos, Zoubairoe, M. Ridwan; Igor Joksimovic, Julio Lopez

Pelatih: Sartono Anwar

ditzblack
17-10-2007, 10:10 PM
mana persibnya ene ???? ga ada . . .. .lagipula kapan kita mulai lagi ene liga indonesia yg penuh dengan lemparan botol2 plastik ?? :D

dipikir2 rindu juga nonton liga indonesia . . . .

walau banyak umpatan yg keluar, rusuh, botol2 minuman beterbangan . . . :D

Ethuang
18-10-2007, 08:33 AM
mana persibnya ene ???? ga ada . . .. .lagipula kapan kita mulai lagi ene liga indonesia yg penuh dengan lemparan botol2 plastik ?? :D

dipikir2 rindu juga nonton liga indonesia . . . .

walau banyak umpatan yg keluar, rusuh, botol2 minuman beterbangan . . . :D
persib en persebaya ada thread tersendiri bro ditz ;) !!

jd segala berita mengenai k2 tim tsb ga gw posting d sini,
tp lgsg d thread masing2 :)

Ethuang
18-10-2007, 08:35 AM
Kamis, 18 Okt 2007,
Kontrol Emosi, Rek


Persikabo v Persela
LAMONGAN - Tampil penuh semangat dan percaya diri, itulah tekad yang diusung Persela Lamongan saat menantang tuan rumah Persikabo Kabupaten Bogor dalam laga lanjutan putaran kedua Liga Djarum Indonesia (Ligina) XIII di Stadion Atang Sanjaya, Bogor, sore ini. Pelatih Persela M. Basri sangat berharap laga yang digelar tanpa penonton itu dapat dimaksimalkan anak asuhnya.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut ditarget pulang dari Bogor tidak dengan tangan hampa. Raihan poin dibutuhkan Persela untuk mengamankan posisi mereka di zona superliga klasemen sementara wilayah barat. Saat ini, tim yang dimanajeri H M. Masfuk tersebut nangkring di posisi ketujuh atau dua strip di atas batas zona superliga.

Meski bertekad mencuri poin, Basri tak mau gegabah. "Selaku pelatih, saya tetap mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan kedisiplinan. Itu harus tetap dijaga anak-anak," ujarnya. Menurut dia, apa artinya semangat pemain menggebu kalau tidak diimbangi dengan kontrol emosi dan disiplin dalam menempati posisinya di tim.

Pelatih kelahiran Makassar tersebut menyatakan, sering terjadi sebuah kesebelasan yang sempat memimpin pertandingan akhirnya harus kalah hanya karena lengah dalam sedetik. "Saya juga sering mengingatkan petuah manajer yang menyebutkan bahwa pemain harus konsentrasi penuh selama pertandingan berlangsung. Itu yang perlu dicamkan. Sebab, jika lengah, penyesalan yang nanti akan dirasakan," imbuhnya.

Menghadapi Persikabo, Basri tidak mau terlalu panjang mengumbar strategi. Menurutnya, strategi apa yang akan diterapkan di laga sore nanti masih dirahasiakan. Yang jelas, tutur Basri, seluruh pemainnya sekarang dalam kondisi fit dan siap bertanding. "Meskipun John Scarlet dan Charles Puttiray absen dalam pertandingan besok (nanti sore, Red), kami masih ada stok pemain yang siap diturunkan. Ada Taufiq untuk menggantikan posisi stopper dan Hermawan atau Junaidi sebagai pemain alternatif pengganti Charles," urai mantan pelatih Niac Mitra itu.

Adakah pemain lawan yang perlu diwaspadai secara ekstra? Menurut Basri, dirinya tidak akan menginstruksikan anak asuhnya untuk mengawal khusus pemain tertentu. Terpenting, kata dia, para pemain harus selalu waspada. "Semua lini kami siap. Belakang siap menghadang, tengah siap bertarung, dan di lini depan, semua striker kini sedang haus-hausnya," tandas Basri.

Ethuang
18-10-2007, 08:36 AM
Perkiraan Pemain


Persela (3-5-2): Khoirul Huda (g), Sunar Sulaiman, Ilham Zulkarnaen, Taufiq Kasrun, Ullian Souza, Amsyar Reza, Maximilliano, Hermawan, Yopie Rayar, Marcio Souza da Silva, Jeferson.

Cadangan: Deny Marshal, Zaenal Arifin, Jatmiko, Edy Subagyo, Purwanto, Junaidi.
Pelatih: M. Basri


Persikabo (3-5-2): Fauzi Toldo (g), David, Patrick, Hengky, Mardiansyah, Agus Susanto, Salamon, Nico, Alfan, Rogrigo Santoni, Roger Batoum.

Cadangan: Dedi Indra, Agung Widodo, Jarot, Rahmat Afandi, Novianto
Pelatih: Suimin Diharja

Ethuang
18-10-2007, 08:37 AM
Kamis, 18 Okt 2007,
Blunder Starter, Gagal Revans


4 Persita v Persik 3
TANGERANG - Lapis kedua Persik Kediri ternyata belum bisa diharapkan banyak. Diturunkan sebagai starter, mereka tak mampu memberikan yang terbaik untuk Persik. Bukti nyata adalah hasil yang dipetik tim berjuluk Macan Putih itu di Stadion Benteng kemarin (17/10).

Kekalahan tipis, 3-4 (1-2) dari Persita Tangerang tersebut juga disebabkan tidak mampunya para pemain lapis kedua menampilkan permainan prima. Menyimpan Erol Iba dan Budi Sudarsono justru menjadi bumerang bagi pelatih Daniel Roekito. Timnya tampil memble sepanjang babak pertama. Setidaknya hingga menit ke-36.

Gol pertama Persita di babak pertama dicetak oleh Siankam Ernest melalui penalti pada menit ke-24. Penalti itu diberikan wasit Dariyanto dari Jakarta setelah Fallah Johnson, stopper Persik, melanggar Ilham Jayakesuma. Sedangkan gol kedua Persita dicetak oleh tandukan Bobby Satria pada menit ke-34.

Nah, setelah tertinggal dua gol itulah, pelatih Daniel baru memasukkan Erol Iba yang menggantikan Suswanto pada menit ke-36. Serangan Persik semakin tajam. Hasilnya bisa dilihat pada menit ke-45. Persik mendapat hadiah tendangan penalti setelah Leo Saputan handsball di area terlarang. Hadiah itu bisa dimanfaatkan Christian Gonzales untuk menipiskan ketertinggalan timnya.

Memasuki babak kedua, Daniel kembali mengubah komposisi timnya. Pada menit ke-50, Budi Sudarsono masuk menggantikan Bertha Yuana Putra. Masuknya pemain berjuluk Budigol tersebut membuat perubahan besar. Serangan Persik semakin gencar. Pada menit ke-55, Budigol berhasil menyamakan kedudukan 2-2 lewat gol spektakulernya. Tendangan keras dari luar kotak penalti mampu bersarang ke pojok kiri gawang Persita tanpa mampu dijangkau kiper Mukti Ali Raja.

Asa Persik untuk melakukan revans atas kekalahan 0-1 dalam putaran pertama di Kediri (17/3) lalu sempat muncul ketika Gonzales membawa Persik unggul 3-2. Gol kedua Gonzales itu juga lewat eksekusi penalti. Sebab, Leo Saputan kembali handsball ketika mencoba menghadang umpan crossing Khusnul Yuli.

Sayang, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan hingga peluit panjang berbunyi. Persita mampu membalikkan kedudukan lewat dua gol yang dicetak oleh Pello Benson dan Mahouve Marcel pada menit ke-75 dan 86.

Mengapa Daniel berani membangkucadangkan Erol dan Budi? Daniel berdalih bahwa hal itu sebagai upaya menegakkan kedisiplinan pemain. Sebab, baik Budi maupun Erol dinilai Daniel indisipliner ketika tak datang pada latihan terakhir 14 Oktober lalu. Atau, sehari sebelum bertolak ke Tangerang. "Christian Gonzales dan Danilo Fernando juga pernah menerima sanksi semacam itu. Makanya, Erol dan Budi juga demikian. Sebab, saya tidak ingin pilih kasih," tegasnya.

Daniel pun menolak bila kekalahan kemarin disebabkan faktor Erol dan Budi. Bagi dia, kekalahan tersebut disebabkan beberapa pemain yang tidak bisa konsentrasi. "Lihat saja Pieter Lipede, terlihat sudah kelelahan," nilainya.

Meski kalah, Daniel malah mengaku bangga dengan permainan anak asuhnya. Sebab, Harianto dkk sudah berjuang maksimal dalam laga itu. "Secara permainan, saya cukup puas," terangnya.

Dengan kekalahan tersebut, Persik tertahan di peringkat kelima dengan nilai 43. Poin Persik itu sama dengan Persita. Namun, karena agregat gol Persik lebih baik dari Pendekar Cisadane, julukan Persita, Harianto dkk tetap boleh bertengger di posisi kelima.

Pelatih Persita Benny Dollo mengatakan, mepetnya jadwal dengan perayaan hari raya Idul Fitri membuat permainan kedua kesebelasan kurang memuaskan. "Terus terang, secara permainan kami kurang puas," pungkasnya.

Ethuang
18-10-2007, 08:37 AM
Kamis, 18 Okt 2007,
Pertaruhan Nasib Amaya


Persis v Persekabpas
SOLO - Laga superberat bakal dilakoni Persekabpas sore nanti. Tim berjuluk Laskar Sakera (The Lassak) itu akan menantang Persis Solo dalam lanjutan putaran kedua Liga Djarum Indonesia XIII di Stadion Manahan, Solo. (Siaran tunda ANTV, 18.00 WIB). Laga nanti sekaligus menjadi ajang pertaruhan jabatan sang pelatih, Jorge Enrique Amaya Villalobos. Lho, kok?

Ya, laga menghadapi Persis nanti merupakan laga penentuan bagi pelatih asal Cile tersebut. Pasalnya, manajemen Persekabpas telah memberikan warning kepada Amaya. Jika tim kebanggaan Arek-arek Pasuruan itu tidak mampu bangkit dari keterpurukan, manajemen bakal mendepaknya.

"Langkah ini kami lakukan setelah melihat prestasi tim yang tidak kunjung membaik. Jadi, kami harus segera membuat keputusan," ujar Udik Djanuantoro, asisten manajer Persekabpas, kepada Radar Bromo Sport (Grup Jawa Pos) di Solo kemarin (17/10).

Keputusan yang diambil manajemen The Lassak terkait dengan nasib Amaya itu sudah menjadi perjanjian kontrak antara manajemen dengan Amaya. Dalam perjanjian tersebut disebutkan, tugas Amaya adalah mengangkat Persekabpas dari zona merah. Namun, ternyata sampai saat ini, Heri Ismanto dkk masih terpuruk di dasar klasemen. "Kalau gagal di dua laga ini, dia (Amaya) akan kami depak," tegas Udik.

Pernyataan senada diungkapkan pemerhati Persekabpas Abubakar Assegaaf. Mantan penasehat teknis The Lassak tersebut menyatakan, Amaya harus segera dipulangkan. Sebab, dia dianggap tidak mampu memberikan kontribusi bagi tim.

"Gaya kepelatihan Amaya tidak cocok bagi Persekabpas. Jadi, manajemen harus segera mengambil sikap. Yakni, dengan memecatnya," tegas Bakar, sapaan akrabnya.

Lantas, bagaimana Amaya menanggapi permasalahan itu? Pelatih yang meneruskan tongkat kepelatihan Edi Simon Badawi tersebut menanggapi dingin hal tersebut. Bahkan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen The Lassak.

"Saya sampai sekarang belum diajak bicara tentang masalah ini. Kalau manajemen memberikan keputusan tersebut, ya nggak masalah," ujar Amaya diterjemahkan penerjemah barunya, Eladio Rojas, setelah memimpin pasukannya mencoba rumput di Stadion Manahan, Solo, kemarin pagi.

Hanya, pelatih yang terkenal kocak itu untuk sementara tidak memikirkan masalah tersebut. Saat ini, dia sedang berkonsentrasi bagaimana timnya bisa meraih hasil yang memuaskan saat menghadapi Persis sore nanti.

Bagaimana dengan Persis? Tim berjuluk Laskar Samber Nyawa itu tidak mau dipermalukan di depan ribuan pendukungnya. Apalagi, pada putaran pertama di Pogar lalu, Persis sebenarnya sempat leading 0-2 melalui gol Rudi Widodo. Namun, skor itu akhirnya mampu dibalikkan Persekabpas menjadi 4-2 melalui gol Ekene Ekenwa (2 gol), Andi Odang, dan Ruli Padengke, masing-masing satu gol. "Tentu kami harus dapat mengamankan poin. Selain itu, kami akan berusaha membalas kekalahan di Pasuruan lalu," kata Eduard Tjong, karteker pelatih Persis.

Ethuang
18-10-2007, 08:38 AM
Perkiraan Pemain


Persis (3-5-2): 1-Wahyu T. N. (g), 23-Irwan Karmelio, 21-Harry Saputra, 44-Okwy Diamondstar, 24-Anam Sahrul, 81-Firman Basuki, 18-Yuniarto Budi, 78-Moukwelle, 88-Ebi Sukore, 77-Frank Seator, 20-Greg Nwokolo.

Cadangan: 25-Agung Prasetya (g), 2-Nurcholis , 16-Agung Setya Budi, 2- Iswan , 26-Lubis Sukur, 10-Rudi Widodo, 8-Asmar Abu, 13-Wahyu Tanto.
Karteker Pelatih: Eduard Tjong
Warna kostum: merah


Persekabpas (4-4-2): 20- Rony Trisprasnanto (g), 27-Supriyadi, 23- Villasanti, 6-Heri Ismanto, 19-Kasan Sholeh, 17-Irfan Junaidi, 10- Alex, 24- Rollon, 4-Sukadana, 90- Andi Odang, 32-Moreira

Cadangan: 1- Agus P, 28- Efendi, 12-Panji, 2-Santo, 16-Nehimia.
Pelatih: Jorge Amaya
Warna Kostum: Putih

Ethuang
18-10-2007, 08:40 AM
Kamis, 18 Okt 2007,
Pembuktian Keseriusan


Persikota v PSIS
TANGERANG - Dihapusnya degradasi pada musim ini barangkali merupakan angin surga bagi tim-tim yang berada di zona bawah. Momen itu sekaligus ujian apakah mereka serius mengarungi laga sisa meski posisinya "aman". Ini yang bakal terlihat saat Persikota menjamu PSIS Semarang di Stadion Benteng sore nanti. (Siaran langsung antv, 15.30 WIB)

"Kami akan bermain semaksimal mungkin. Sebab, Persikota juga ingin menang untuk mewujudkan ambisi merangkak ke papan tengah," ungkap Pelatih Persikota Solihin kepada Indo.Pos (Grup Jawa Pos) di Lapangan Sukun, Tangerang, kemarin.

Ambisi Persikota itu memang ditunjang dengan siap turunnya seluruh pemain. Meski demikian, tim berjuluk Bayi Ajaib tersebut tetap waspada menghadapi tim sekelas PSIS. Sebab, tim tamu juga memastikan akan bermain dengan kekuatan penuh. "PSIS memang tim kuat. Mereka ditunjang para pemain yang punya kualitas yang tak diragukan lagi. Terutama Julio Lopez dan Joao Carlos," jelas Solihin.

Bahkan, Solihin bakal menekankan kepada para pemainnya untuk mewaspadai pergerakan Lopez. Dia mengintruksikan para pemain belakang, terutama stopper, untuk menjaga ketat Lopez dan Carlos. Menurut Solihin, kedua pemain itu mempunyai skill individu yang mumpuni. "Terutama Lopez. Saya melihat mobilitasnya di lapangan sangat tinggi. Ini tentunya berbahaya bila tidak segera diantisipasi," tegasnya.

Seperti biasa, Solihin tetap akan menurunkan Basile Essa Mvondo sebagai starter di lini depan. Meskipun, dia masih mandul gol selama di Persikota. "Saya yakin, dia akan mampu berbuat banyak dalam pertandingan melawan PSIS ini," ujarnya.

Di bagian lain, PSIS juga punya keyakinan penuh untuk meraih poin di Stadion Benteng. Itu jelas berhubungan dengan target mereka menuju Superliga. "Kami ingin mencuri poin. Kalau bisa, kami ingin meraih kemenangan saat melawan Persikota," tandas Pelatih PSIS Sartono Anwar kemarin.

Meskipun Essa masih mandul gol di Persikota, Sartono tetap mewaspadai dia. Menurut Sartono, Essa merupakan pemain yang mempunyai naluri gol yang baik. "Jadi, saya akan menugaskan pemain belakang untuk meredam permainannya," ungkapnya.

Ethuang
18-10-2007, 08:41 AM
Perkiraan Pemain


Persikota (3-5-2): 1-Rolli Yasin (g), 25-Rolando Koibur, 17-Julianhar Buyung, 15-Nanmi Hugues, 11-Zaenal Anwar, 14-Jumadi Abdi, 5-Esteban Gilien (k), 10-Bamnjo Willfred, 23-M Nasuha; 19-Essa Mvondo, 35-Epalla Jordan

Cadangan : 16-Herman Batak, 6-Joko Kuspito, 8-Ruben Karel, 4-Reswandi, 26-Yudi Ramanda, 23-Mustofa Aji
Pelatih: Solihin


PSIS (4-4-2): 12- I Komang (g/k), 23-Ridwan, 5-Maman, 26-Koutouzi, 17-Harry S; 21-Khusnul Yakin, 88-Joao Carlos, 24-Bangun, 4- Kahudi; 11- Igor, 10-Julio Lopez

Cadangan : 22-Agus Murod, 3-Idrus Gunawan, 13-Modestus, 7- Taufik Permadi, 99-Marthen Tao, 9-Indriyanto Nugroho.
Pelatih: Sartono Anwar


Head to head

Liga Indonesia XIII
PSIS vs Persikota 2-0
Liga Indonesia XII
Persikota vs PSIS 1-1
PSIS vs Persikota 2-0

Liga Indonesia XI
PSIS vs Persikota 3-2
Persikota vs PSIS 1-1

Liga Indonesia X
PSIS vs Persikota 2-0
Persikota vs PSIS 2-1

Ethuang
18-10-2007, 08:42 AM
Kamis, 18 Okt 2007,
Momen Tembus Empat Besar


Persijap v Arema
MALANG - Menghadapi Persijap Jepara di Sleman sore nanti akan dijadikan Arema untuk bangkit menembus posisi empat besar Wilayah Timur Liga Djarum Indonesia XIII. Ini karena Sejak 4 Maret lalu, Arema tidak pernah menikmati manisnya posisi empat besar. Padahal, di awal kompetisi, mereka sempat menduduki capolista selama empat pekan.

Posisi Arema terus melorot. Bahkan, pasukan Singo Edan -julukan Arema- sempat mengenyam zona degradasi sekitar lima pekan. Untungnya, Arema perlahan-lahan mampu bangkit kembali. Apalagi, manajemen menjatuhkan target finis di empat besar pada akhir putaran kedua. "Semua hasil uji coba sudah dievaluasi. Saya kira pemain akan bangkit," ujar Miroslav Janu, pelatih Arema.

Ethuang
18-10-2007, 09:19 AM
Partai Seru, Persita Kembali Tundukkan Persik


TANGERANG – Persik Kediri gagal mewujudkan impiannya untuk balas dendam kepada Persita Tangerang. Juara bertahan Liga Indonesia itu harus mengakui keunggulan tuan rumah Persita 4-3 di Stadioan Benteng, Rabu (17/10/2007) sore.
Dalam laga itu, sebenarnya Persik mampu menekan pertahanan Persita di babak pertama. Sementara itu, Persita hanya mengandalkan serangan balik saja.
Terbukti, peluang pertama dimiliki Persik pada menit pertama melalui Bertha Yuana. Sayangnya, tendangan pemain berposisi gelandang itu masih mampu diblok oleh kiper Persita yang dikawal Mukti Ali Raja.
Persita yang tertekan sepanjang pertandingan bukannya tanpa peluang. Bahkan, Siamkam Ernest membuat publik Benteng histeris setelah mencetak gol melalui titik penalti. Penalti diberikan usai Ilham Jaya Kusuma dilanggar pemain belakang Persik, Fallah Johson pada menit ke-26. Persita pun unggul 1-0.
Tertinggal 1-0 tak membuat gentar kubu Macan Putih. Pelatih Daniel Roekito pun memasukkan Erol Iba menggantikan Suswanto.
Namun, di menit ke-38 Bobby Satria justru kembali membawa Persita unggul 2-0. Gol tercipta setelah sundulan Bobby memanfaatkan umpan silang Stephen Menoch menghujam gawang Wahyudi.
Tapi, setelah mencetak gol Bobby harus ditarik keluar oleh Pelatih Benny Dollo untuk digantikan oleh Leo Soputan. Itu karena mantan pemain timnas U-23 itu mengalami cedera pada bahunya.
Christian Gonzalez dkk yang tertinggal 2-0 berusaha mengejar ketertinggalan dengan terus menekan pertahanan Persita. Akhirnya, usaha itu berbuah setelah wasit Daryono menunjuk titik penalti karena pemain belakang Persita, Dwi Joko melakukan handsball di menit ke-45.
El Loco –julukan Gonzalez- yang ditugaskan mengeksekusi penalti mampu menjalankan tugasnya dengan baik. Skor pun berubah menjadi 2-1 untuk keunggulan Persita dan bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Persita yang unggul 2-1 tak mengurangi tekanannya terhadap Persik. Persik yang tertinggal 2-1 juga berusaha mengejar ketertinggalan dengan memasukkan Budi Sudarsono menggantikan Yuana.
Langkah itu terbukti tepat, karena pada sentuhan pertamanya Budi langsung membuat gol dan membuat kedudukan berubah menjadi 1-1. Gol tercipta setelah tendangan anggota timnas Indonesia itu tak mampu dihadang oleh Mukti. Sejak saat itu, tempo pertandingan berubah menjadi lebih lambat karena kedua tim bermain lebih hati-hati.
El Loco sempat membawa Persik menang 3-2 dan mencetak gol ke-22 di musim ini. Gol itu tercipta setelah wasit Daryono untuk ketiga kalinya menunjuk titik putih karena Leo Soputan melakukan handsball pada menit ke-68.
Sayangnya, kemenangan Persik yang sudah di depan mata sirna setelah Menoch mampu membuat gol untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3 di menit ke-79.
Bahkan, Persita mampu memetik kemenangan 4-3 berkat gol Mahouve Marcel pada menit ke-87. Gol anak dari Roger Milla itu tercipta setelah membelokan tendangan keras Essiah Benson dari luar kotak penalti dan membuat kiper pengganti Kurnia Sandy tak berkutik.
Persik pun gagal membalaskan kekalahan 0-1 di kandang sendiri, Stadion Brawijaya, Maret lalu. Dengan hasil ini, maka La Viola naik ke posisi 5 Grup Barat dengan nilai 43 dari 25 pertandingan. Sementara itu, I Putu Gede dkk tetap bertahan di urutan 6 dengan nilai 42 dari 27 pertandingan.

Ethuang
18-10-2007, 10:50 PM
Kamis, 18/10/2007
PSIS Paksa Persikota Bermain Imbang


TANGERANG – Persikota Tangerang gagal memetik poin penuh di kandang sendiri. Tuan rumah ditahan imbang 1-1 oleh PSIS Semarang dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia 2007, Kamis (18/10/2007) sore.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Benteng Tangerang itu, Persikota tak mau membuang kesempatan untuk memetik poin penuh dengan terus menekan pertahanan Tim Mahesa Jenar –sebutan PSIS.
Namun, PSIS sempat membahayakan gawang Persikota yang dikawal Herman Batak lewat aksi Julio ‘J-Lo’ Lopez. Sayang, tendangan keras J-Lo masih menyamping dari gawang Herman.
Bayi Ajaib –julukan Persikota- yang tidak mau dipermalukan oleh PSIS, mencoba membalas serangan melalui aksi individu Essa Mvondo Basile. Sayang, tendangan mantan penyerang Arema Malang itu masih mampu ditepis kiper PSIS yang dikawal I Komang Putra (IKP).

Usaha keras anak-anak Tangerang akhirnya membuahkan hasil setelah Essa menjebol gawang IKP pada menit ke-36.
Gol tercipta setelah sundulan penyerang berkulit hitam itu yang menerima umpan silang dari Esteban Gillien tak mampu dihadang pemain belakang PSIS. Kedudukan pun berubah menjadi 1-0, Bayi Ajaib memimpin.
Tertinggal 1-0 membuat semangat J-Lo dkk untuk menyamakan kedudukan meledak. Tapi, usaha itu belum juga membuahkan hasil dan skor 1-0 bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Mahesa Jenar yang tertinggal 1-0 berusaha menyamakan kedudukan dengan meningkatkan intensitas serangan. Peluang sempat dimiliki PSIS melalui aksi Igor Joksimovic. Sayang, tendangan pemain asal Serbia itu dari dalam kotak penalti pada menit ke-47 masih membentur tiang gawang Herman.
Persikota juga sempat memiliki peluang untuk memperlebar keunggulan melalui Zaenal Anwar. Tapi, peluang itu terbuang percuma setelah sundulan Anwar masih melambung dari gawang IKP.
Akhirnya, usaha Tim Mahesa Jenar untuk menekan pertahanan Persikota membuahkan hasil setelah J-Lo menjebol gawang Herman. Gol balasan itu tercipta setelah penyerang asal Chile itu meneruskan umpan silang mendatar Igor. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1.
PSIS yang ingin mengambil tiket ke Liga Super 2008 mendatang, coba melakukan perubahan dengan memasukkan Marthen Tao, menggantikan Khusnul Yuli. Serangan PSIS pun berubah tajam.
Sementara itu, pertandingan semakin seru karena Persikota yang tak ingin dipermalukan juga tak mengurangi tekanannya ke gawang IKP. Namun, skor 1-1 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.
Hasil ini tidak merubah posisi Bayi Ajaib di urutan 15 setelah hanya mampu mengumpulkan nilai 23. Sementara Tim Mahesa Jenar naik ke posisi 9 dengan nilai 37 dari 26 pertandingan.

Ethuang
18-10-2007, 10:51 PM
Kamis, 18/10/2007
Awal Manis Persis


SOLO – Tuan rumah Persis Solo sukses mendulang poin penuh dalam laga perdana pasca-Lebaran di Stadion Manahan, Kamis (18/10/2007). Greg Nwokolo dkk berhasil memecundangi tamunya Persekabpas Pasuruan dengan skor telak 3-0.
Legiun asing Persis asal Prancis, Moukwele Ebwanga menyumbangkan dua gol bagi kemenangan timnya. Masing-masing pada menit ke-61 dan 83.
Di babak pertama, kedua tim tampil kurang gereget. Serangan yang dibangun anak-anak Laskar Sambernyawa –julukan Persis- selalu dikandaskan barisan belakang Persekabpas yang digalang Heri Ismanto dkk.
Ball position pun lebih banyak dikuasai tim tamu yang tampil tanpa dua pilarnya, Nahemia Salosa dan Francisco Rotuno yang tidak dibawa dalam tur kali ini.
Untuk memecah kebuntuan, pada menit ke-53 Arsitek Persis, Eduard Tjong terpaksa memasukkan Rudi Widodo menggantikan Ebi Sukore. Padahal, sebelumnya, mantan striker Persiter Ternate itu dikabarkan bakal absen lantaran cedera engkel kanan.
Keputusan Edu –sapaan akrab Eduard Tjong itu ternyata tepat. Pemain jebolan Persiku Kudus itu ikut andil dalam pesta gol Persis dengan menyumbang satu gol pada menit ke-90. Rudi memanfaatkan umpang silang Greg Nwokolo dari sisi kanan pertahanan Laskar Sakera –julukan Persekabpas.
"Sebenarnya cederanya sudah pulih, hanya saja belum 100 persen. Tapi, saya tak punya pilihan lain selain memasukannya. Ternyata tidak ada masalah, dan justru dia berhasil mencetak satu gol. Ini sangat luar biasa," ujar Edu usai pertandingan.
Sayang, pesta kemenangan tim kebanggan Kota Bengawan tersebut harus dibayar mahal. Sebab, saat menghadapi Arema Malang dalam pertandingan berikutnya, Rudi dipastikan bakal absen.
Pemain bernomor punggung 10 tersebut terkena akumulasi kartu kuning menyusul hadiah kartu wasit Jimmy Napitupulu. Selain Rudi, libero andalan Persis, Anam Syahrul pun terancam tak bisa diturunkan saat menjamu Singo Edan –julukan Arema-, Minggu (21/10/2007), menyusul cedera engkel yang dideritanya dalam pertandingan ini.
“Absennya Rudi jelas sangat berpengaruh terhadap lini depan kami. Karena bagaimanapun, dia merupakan salah satu striker paling tajam yang dimiliki Persis. Ini akan menjadi tugas Bang Edu berikutnya,” tukas Sekretaris Manajer Persis, Abraham E.W.T.
Sementara itu, Asisten Pelatih Persekabpas, Abdul Muntolib mengakui keunggulan tuan rumah. Menurutnya, kunci kemenangan Persis ada pada Rudi.
“Masuknya pemain nomor 10 (Rudi) sangat terasa sekali pengaruhnya. Serangan Persis jadi lebih tajam dibanding babak pertama,” ujar Abdul Muntolib.
Terkait nasib Jorge Amaya, Sekretaris Persekabpas, Arif Masyudi belum bisa memberikan keterangan. "Kami belum bisa memberikan keputusan sekarang. Karena sebentar lagi, kami harus menghadapi Persijap (Jepara). Mungkin setelah dari Jepara kami baru melakukan evaluasi.”

Ethuang
18-10-2007, 10:52 PM
Kamis, 18/10/2007
Dua Gol Persiter Hempaskan PKT


TERNATE - Tren positif kembali ditorehkan Persiter Ternate. Usai menjalani libur puasa, tim berjuluk Laskar Kieraha tersebut berhasil memetik kemenangan pertamanya menyusul hasil buruk dalam dua laga sebelumnya.
Dalam lanjutan kompetisi Liga Indonesia 2007, anak-anak asuhan Jacksen F. Tiago itu berhasil memukul PKT Bontang dengan skor 2-0. Dua gol Persiter dibukukan M. Sholeh di menit ke-8 dan Fabiano Santos di menit ke-21.
Bermain di hadapan ribuan pendukung sendiri di Stadion Gelora Kieraha, Muhlis Sahrun dkk langsung tampil menekan sejak kick off dibunyikan wasit Suwartono. Berbagai gempuran tuan rumah merepotkan lini belakang PKT yang digalang Victor da Silva cs.
Percobaan pertama datang dari Wilson Carvalho. Sayangnya, tendangan gelandang asal Brasil tersebut masih tipis di sisi kanan gawang Iswan Karim yang merupakan putra kelahiran Ternate itu.
Berikutnya datang dari Rahmat Rivai yang berhasil melakukan penetrasi dan melewati dua pemain belakang. Namun, saat tinggal berhadapan dengan Iswan, tendangan Rahmat hanya mengenai paha Iswan sehingga masih bisa dihalau lawan.
Namun, di menit ke-8, publik tuan rumah akhirnya bersorak saat stopper M. Sholeh berhasil menundukkan Iswan lewat sundulan kepala meneruskan umpan silang hasil freekick Irwan M. Djen dari sisi kanan PKT.
Hadirnya gol ini tentu menambah semangat Persiter untuk terus menggempur tim tamu. Berbagai serangan bergelombang dibangun, namun baru menuai hasil 13 menit kemudian lewat kaki Fabiano Santos.
Gol itu berawal dari kreasi Rahmat Rivai yang sukses memperdaya Victor sebelum melakukan penetrasi ke dalam kotak 16 PKT. Sadar dalam bahaya, Victor mencoba untuk menekel eks pemain Timnas Piala Asia 2007 itu.
Saat terjatuh, Rahmat masih sempat melepaskan tendangan ke arah Iswan namun masih bisa diblok.
Fabiano yang berdiri bebas tanpa kawalan pun berhasil memanfaatkan bola rebound tersebut untuk memperbesar keunggulan Persiter menjadi 2-0. Gol ini juga jadi yang pertama buat Fabiano sejak bergabung di paruh musim lalu.
Hasil 2-0 ini bertahan hingga turun minum.
Usai jeda, kendali permainan justru berada di tangan PKT. Masuknya Camara Fode membuat permainan tim asal Kaltim itu makin berkembang. Lini belakang Persiter pun terpaksa dibuat bekerja keras menahan serbuan para pemain asuhan Danurwindo itu.
Bahkan, kapten tim sekaligus penjaga gawang Persiter dipaksa jatuh bangun menyelamatkan gawangnya hingga membuat ribuan penonton menahan napas. Persiter sendiri sepertinya ingin mencari aman dengan tetap menerapkan pola bertahan setelah memasukkan Anwar untuk menggantikan Wilson Carvalho, sambil sesekali melakukan serangan balik.
Namun, hingga akhir pertandingan, tak ada satupun gol lagi yang tercipta. Hasil ini mendongkrak Persiter yang sebelumnya nangkring di posisi 7, naik dua strip ke posisi 5 dengan torehan 41 poin dari 25 partai yang sudah dilakoninya.

Ethuang
18-10-2007, 10:53 PM
Kamis, 18/10/2007
Arema Gebuk Persijap


SLEMAN - Partai usiran antara Persijap Jepara dengan Arema Malang yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Depok, Sleman, Kamis (18/10/2007) berlangsung seru. Arema memetik kemenangan 5-3 atas Persijap.
Bintang lapangan pada pertandingan ini layak disematkan kepada pemain Arema, Emilie Mbamba. Sebab, dari kakinya empat gol berhasil dilesatkan ke gawang Persijap yang dijaga oleh Fance Haryanto, pada menit ke-7, 34, 35, serta 79. Sedangkan satu gol lagi dilesatkan oleh Elie Aiboy pada menit ke-57.
Mbamba mengawali kemenangan Arema ketika pertandingan baru berjalan tujuh menit. Berawal dari sepak pojok, dia berhasil memanfaatkan bola untuk disarangkan ke gawang Persijap. Kedudukan pun berubah 1-0 untuk Arema.
Persijap baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-20 melalui pemain Udensi Cristopher. Bahkan, pada menit ke-28 Persijap berbalik unggul setelah Amarildo Souza berhasil menyarangkan bola ke gawang Arema yang dijaga Hendro Kartiko.
Namun keunggulan Persijap ini tidak berlangsung lama. Lewat serangan balik Arema, kiper Persijap Fance Haryanto memegang kaki Patricio Morales saat tinggal berhadapan dengan dirinya di menit ke-34. Akibatnya, Morales terjatuh dan wasit Aeng S langsung menunjuk titik putih.
Emilie Mbamba yang menjadi algojo sukses menyarangkan bola ke sudut kanan gawang Fance. Kedudukan pun berubah menjadi 2-2.
Bahkan, selang satu menit kemudian, atau menit ke-35, melalui serangan balik yang cepat, Mbamba kembali membawa Arema unggul 3-2 atas Persijap.
Persijap berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-43. Kerjasama antara Anton Hermawan dan Komang Andyana di sebelah kanan pertahanan Arema berhasil diselesaikan dengan manis oleh Komang Adnyana. Kedudukan pun berubah menjadi imbang 3-3 hingga jeda babak pertama.
Memasuki babak kedua, Arema langsung meningkatkan tempo serangan. Melalui sentuhan satu-dua pemain akhirnya pada menit ke-57 Elie Aiboy berhasil membuat Arema unggul 4-3 atas Persijap.
Sejak ketinggalan ini, pemain Persijap mulai kehilangan konsentrasi. Sehingga banyak bola-bola hilang dan tanpa target serangan yang pasti. Justru sebaliknya Arema tampil semakin bagus.
Dan, akhirnya pada menit ke-79 lagi-lagi Mbamba menjadi momok bagi gawang Fance dengan golnya kembali.
Seusai pertandingan, Pelatih Persijap, Yudi Suryata menyebut bahwa permainan anak asuhnya menurun dan kehilangan konsentrasi. Terutama setelah kecolongan gol. Hal ini juga dipengaruhi belum padunya permainan anak-anak Persijap.
Sementara itu, dari kubu Arema tidak mau berkomentar berkaitan dengan pertandingan ini. Baik pelatih maupun ofisialnya.

DORCE
19-10-2007, 12:58 AM
Indonesia yah ? Saya Kira Liga Italy ... pantes gak ada berita INTER :P

Ethuang
19-10-2007, 08:04 AM
Jumat, 19 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Hilton-Melky Kian Padu


SIDOARJO - Kekhawatiran Jaya Hartono, pelatih Delta Putra Sidoarjo (Deltras), terhadap penurunan fisik pemain selama liburan akhirnya tidak terjadi. Hal itu terbukti saat Deltras menjajal Tim PON Jatim. Andri "Gepeng" Budianto dkk unggul 5-1 (1-0) dalam laga di Gelora Delta, Sidoarjo, kemarin (18/10) malam.

Gol Deltras, di antaranya, dicetak Hilton Moreira pada menit ke-26 dan 58 serta Melky Pekey pada menit ke-67 dan 70. Satu gol lainnya dipersembahkan Jose Sebastian Vasques pada menit ke-77. Gol tim PON Jatim dicetak Dedi Hugo pada menit ke-52.

Kemenangan ini bagi Deltras sebenarnya bukan ukuran kekuatan mereka menjelang tampil di babak 16 besar Copa Indonesia dan lanjutan Liga Djarum Indonesia XIII. Namun, hasil itu cukup menjadi modal untuk menambah kepercayaan diri guna menghadapi dua even tersebut.

"Kondisi anak-anak sudah mencapai 50-60 persen. Setelah menjalani latihan selama dua hari, kondisi itu sudah cukup baik. Kami akan tingkatkan terus sebelum berangkat ke Bontang, Minggu (21/10) depan," kata Jaya setelah pertandingan.

Memang, Rabu (24/10) mendatang, tim berjuluk The Lobster tersebut sudah harus menjalani laga tandang yang berat ke Bontang. Mereka akan menantang PKT Bontang pada leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia. Kebutuhan mendesak yang harus dipikirkan Jaya dalam melawat ke PKT adalah bagaimana menemukan striker yang bisa mengemban misi mencuri nilai di leg pertama Copa Indonesia. Itu harus dilakukan menyusul dipanggilnya Airlangga Sucipto dan Purwaka ke Timnas U-23.

Untuk itu, melalui lima kali laga uji coba selama jeda kompetisi, termasuk menjajal Tim PON Jatim tadi malam, Jaya sedikit menemukan titik terang. "Saya melihat, Melky punya kesempatan," ujar Jaya.

Selama ini, pemain asal Papua tersebut merupakan spesialis pengganti gelandang serang. Namun, dalam beberapa kali uji coba, si kepala plontos itu selalu dipasang sebagai starter, menempati posisi striker bersama Hilton. Dengan hasil malam itu, Jaya bisa sedikit tersenyum menjelang lawatannya ke PKT.

Kemantapan menduetkan Hilton-Melky didukung membaiknya kondisi Hilton pascacedera yang dideritanya. "Secara fisik, mereka tidak terlalu jauh. Namun, saya melihat, duet ini belum memiliki sentuhan yang saya inginkan," paparnya.

Terlepas dari penampilan mereka tadi malam, secara kualitas, dua pemain tersebut menunjukkan peningkatan, baik dari fisik maupun kecepatan. "Sebagai pemain profesional, saya selalu siap ditempatkan di mana saja. Kalau pelatih meminta saya sebagai striker, saya akan tunjukkan semua kemampuan saya," kata Melky. Menurutnya, posisi starter di setiap laga uji coba selama jeda belum cukup membuktikan bahwa dirinya pantas menempati posisi ujung tombak. "Pelatih yang lebih tahu," tambahnya.

Sementara itu, Aji Santoso, pelatih Tim PON Jatim, mengaku puas dengan hasil uji coba tersebut. "Kami sangat terbantu dengan laga ini, setidaknya mental anak-anak bisa terasah. Untuk hasil pertandingan malam ini (kemarin malam, Red), dengan satu gol yang diciptakan Dedi Hugo, saya tidak berkomentar banyak. Alasannya, persiapan kami sangat sempit," katanya.

Memang, Tim PON Jatim terus mengasah mental pemainnya. Sebelumnya, tim seleksi Jatim tersebut juga menjajal Timnas U-19 di Gelora 10 November dengan kedudukan 3-1. "Untuk itu, kami akan terus melakukan TC (training center) sampai 1 November mendatang," jelas mantan kapten Timnas PSSI tersebut.

Ethuang
19-10-2007, 08:05 AM
Jumat, 19 Okt 2007,
Poin Sementara Penilaian Fair Play Award


Wilayah Timur Masih Mendominasi
Perjalanan Kompetisi Divisi Utama Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII 2007 tinggal tiga bulan lagi. Program JPNN (Jawa Pos News Network) menggeber Liga Djarum Fair Play Award juga mendekati akhir. Penghitungan yang dimulai sejak awal kompetisi juga telah menunjukkan ranking dari yang terbaik hingga yang terburuk untuk kriteria pemain, klub, pelatih, dan wasit.

ANOMALI memang sudah terjadi dalam LDI XIII. PSSI Pusat secara mengejutkan memutuskan tidak ada degradasi bagi tim terbawah. Kekhawatiran pun bermunculan mengingat ruh persaingan sudah hilang.

Dengan kondisi itu, program Fair Play Award yang digagas Jawa Pos Group dan Djarum menjadi kesempatan seluruh tim untuk menjadi yang terbaik secara moral. Acuan program tersebut adalah untuk turut aktif memajukan dan menyemarakkan kompetisi sepak bola Indonesia dengan semangat fair play para pelakunya di lapangan maupun para penonton yang hadir di stadion. Upaya itu tidak gampang memang, karena membutuhkan peran yang besar dari banyak pihak termasuk media massa.

Itu disebabkan mayoritas publik masih menganggap sepak bola Indonesia identik dengan kerusuhan. Kompetisi tanah air juga belum menyajikan pertandingan yang menjunjung tinggi fair play. Kebijakan dari PSSI maupun regulasi yang dicanangkan Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) juga belum sepenuhnya memberi kesadaran para pelaku sepak bola negeri ini.

Untuk mengubah itu, dibutuhkan torobosan baru dengan ketelitian dalam pengamatan serta dalam lingkup yang luas untuk menentukan pemain, pelatih, klub, dan wasit terbaik. JPNN melakukannya dengan penghitungan yang dilakukan wartawan yang tersebar di seluruh Indonesia sejak dimulainya pertandingan perdana. Berpegang dengan fakta itu, dapat dipastikan tak satu pun laga yang luput dari pengamatan JPNN.

"Metode penilaian menggunakan standar FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional). Kami sudah melakukan penilaian secara detail sejak matchday pertama," kata Khoiron Fadil, project officer Liga Djarum Fair Play Award (Jawa Pos Group).

Hingga laga terakhir menjelang Ramadan pada awal September lalu, seluruh penilaian dari JPNN telah terkumpul. Masih sementara memang, tapi sudah ada gambaran nominator yang bakal memperoleh program penghargaan yang baru pertama digelar itu.

Untuk klasemen klub terbaik, tim-tim dari Wilayah Timur menempatkan wakil terbanyak di peringkat sepuluh besar dari 36 tim peserta kompetisi. Ada tujuh klub dari wilayah timur, yakni Persmin Minahasa, Persma Manado, Persibom Bolaang Mongondow, Persiter Ternate, Persipura Jayapura, Persijap Jepara, dan PSM Makasar.

Sedangkan Wilayah Barat hanya menempatkan tiga wakil. Mereka adalah Persik Kediri, PSS Sleman, dan Persela Lamongan. Pemuncak klasemen sementara adalah Persmin Minahasa yang mendapat penilaian tertinggi yang meliputi enam kriteria, yakni unsur kartu kuning dan kartu merah, unsur permainan positif, unsur menghormati pemain lawan, patuh pada wasit, perilaku ofisial di lapangan, dan perilaku fans atau suporter.

Persmin unggul dengan poin 1.142 dari 24 laga yang telah dijalani. Kalau dirata-rata, tim asal luar Jawa mendapat penilaian 47,58 per pertandingan. Persmin unggul karena lebih sedikit dalam melakoni pertandingan ketimbang Persma Manado yang menguntit di posisi kedua dengan 26 pertandingan. Persma sendiri unggul poin di setiap kriteria. Hanya pada kriteria unsur kartu kuning dan kartu merah yang lepas. Klub dengan poin tertinggi di kriteria itu adalah Pelita Jaya Purwakarta.

Sementara, di kategori yang lain, yakni pelatih dan pemain paling fair play, baik Wilayah Timur maupun barat menempatkan wakil yang tidak terlalu beda jauh alias berimbang. Untuk kategori pemain, pemain dari klub Wilayah Barat menempatkan empat wakil dengan Suwita Pata asal Persib Bandung yang berhasil menjadi pemuncak klasemen sementara dengan total poin 452,5 dari 25 laga.

Sedangkan dari Wilayah Timur ada enam pemain yang meramaikan bursa. Secara berurutan mulai dari peringkat kedua diduduki Zah Rahan (Sriwijaya FC), Edward Ivakdalam (Persipura Jayapura), Mardiansyah (Persikabo Kab Bandung), Rahmat Rivai (Persiter), Phaytoon Tiabma (Persijap Jepara), Herman Rutini (Persiwa Wamena), Seto Nurdiantoro (PSIM Jogjakarta), Ferly La’ala (Persiba Balikpapan), dan Erick Saputra (PSSB Bireun).

Untuk kategori pelatih, ada enam wakil dari klub-klub Wilyah Timur. Sedangkan dari Wilayah Barat menempatkan empat wakil. Pemuncak klasemen sementara dipegang Yudhi Suryata dari Persijap Jepara dengan perolehan poin 838 dari 26 laga. Di urutan berikutnya ada M. Basri (Persela Lamongan), Rudi Keltjes (PSS Sleman), Arcan Iurri (Persib Bandung), Ivan Bhakti (Persipura Jayapura), Sofyan Hadi (PSIM Jogjakarta), Suimin Diharja (Persikabo Bogor), Djoko Susilo (Persiwa Wamena), Jackson F Tiago (Persiter Ternate), dan Heri Kiswanto (Persmin Minahasa).

Meski begitu, persaingan menjadi tim, pemain, dan pelatih yang paling fair play masih sengit. Dengan rata-rata tim yang baru menyelesaikan 25 pertandingan serta jarak perolehan poin yang tidak terlalu jauh, sangat mungkin bakal terjadi pergeseran di puncak klasemen.

Ethuang
19-10-2007, 08:06 AM
Jumat, 19 Okt 2007,
Pelatih Klub Kecil Lebih Baik


HANYA sedikit klub yang memiliki catatan sejarah prestasi tinggi dalam kacah persepakbolaan nasional. Mereka adalah Persebaya Surabaya, Arema Malang, Persik Kediri, Persib Bandung, Persija Jakarta, PSM Makasar, PSMS Medan, dan Persipura Jayapura.

Paling tidak, nama-nama itu yang dalam lima tahun terakhir ini menjadi tim papan atas. Tapi, itu tidak berlaku bagi semua hal.

Salah satunya adalah dalam penilaian JPNN untuk kategori pelatih paling fair play.

Arsitek-arsitek dari tim kecil justru yang mendominasi di urutan klasemen sementara di peringkat sepuluh besar. Penilaian itu berdasar pada empat kriteria, yakni unsur kepemimpinan, unsur menghormati lawan, unsur patuh pada wasit, dan unsur menghargai wartawan.

Di peringkat itu hanya ada dua klub besar yang menempatkan wakilnya, yakni Persib Bandung yang dilatih Arcan Iuri dan Persipura Jayapura yang dibesut Ivan Bhakti. Selebihnya, terlempar diurutan belasan bahkan puluhan.

Seperti arsitek Persija Jakarta Sergei Dubrovin yang sangat pelit dalam berkomentar berada di urutan ke-31. Sisanya, dihuni pelatih-pelatih dari klub kecil. Mereka adalah Yudi Suryata yang mengarsiteki Persijap Jepara, kemudian M. Basri (Persela Lamongan), Rudi Keltjes (PSS Sleman), Sofyan Hadi (PSIM Jogjakarta), Suimin Diharja (Persikabo Bogor), Djoko Susilo (Persiwa Wamena), Jackson F Tiago (Persiter Ternate), dan Heri Kiswanto (Persmin Minahasa).

Banyaknya pelatih-pelatih dari klub-klub yang masuk menjadi nominator, berdasar penilaian wartawan JPNN, memperlihatkan bahwa kepribadian mereka lebih baik ketimbang pelatih yang menangani klub besar.

Kondisi itu juga bisa menjadi gambaran bahwa memegang klub besar berpengaruh terhadap karakter pelatih. Entah dikarenakan tekanan publik atupun terbuai nama besar.

Empat kriteria yang menjadi dasar penilaian terhadap pelatih tersebut disusun adalah khusus terkait di dunia sepak bola sehingga tidak berarti sikap di luar konteks sepak bola seperti itu. Namun, karena arena pelatih adalah salah satu elemen yang tak terpisahkan dalam dunia sepak bola, maka dibutuhkan sikap-sikap yang mengarah pada profesionalisme kerja.

Ethuang
19-10-2007, 08:10 AM
Jumat, 19 Okt 2007,
Arema Malang
Amukan Singo Edan


Satu-satunya Tim Tamu yang Menang
JAKARTA - Sembilan pertarungan tersaji dalam lanjutan putaran kedua Liga Indonesia (Ligina) XIII kemarin (18/10) sore. Dominasi tuan rumah masih jelas terasa. Sebab, tujuh kemenangan sukses dibukukan tim tuan rumah. Hanya satu tim tamu yang berhasil mencuri kemenangan, yakni Arema Malang.

Satu laga lain berakhir seri. Hasil seri itu terjadi di Stadion Benteng, Tangerang. Persikota Tangerang dipaksa berbagi angka oleh PSIS Semarang usai mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1 (1-0).

Menjadi satu-satunya tim tamu merengkuh poin tiga, Arema sukses menggapainya dengan torehan luar biasa. Betapa tidak, tim berjuluk Singo Edan itu mampu membenamkan Persijap Jepara 5-3 (3-3) di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Emilie Mbamba menjadi aktor utama kemenangan Arema. Tukang gedor asal Kamerun tersebut mampu menyumbang empat di antara lima gol yang diceploskan Arema. Gol-gol Mbamba tercipta pada menit ketujuh, 34, 36, serta 79. Sebiji gol Arema yang lain dilesatkan Elie Aiboy ketika babak kedua berjalan 12 menit.

Sementara itu, tiga gol pelipur lara Persijap dicetak masing-masing oleh Udensi Christoper pada menit ke-20, Amarildo Souza (27’), dan Komang Adnyana dua menit menjelang turun minum. "Sangat disayangkan, kami bisa menahan Arema di Malang, tapi justru kalah saat jadi tuan rumah," sesal Yudi Suryata, arsitek Persijap.

"Semua pemain bekerja dan bermain dengan sangat disiplin. Untuk Mbamba, dia telah menunjukkan permainan yang sangat bagus," puji Miroslav Janu, pelatih Arema Malang.

Dengan tambahan tiga poin, Arema kini bertengger di posisi keempat Wilayah Timur dengan donasi 42 poin. Tim kebanggaan Aremania itu menggusur Persijap ke posisi kelima yang sebenarnya juga mengantongi 42 poin.

Di tengah kejutan dan amuk Arema, dominasi tuan rumah yang masih kental kemarin sore juga dibumbui kemenangan mencolok. Apa yang terjadi di Stadion Manahan Solo jadi buktinya. Persis Solo berhasil membuat Persekabpas Pasuruan meninggalkan stadion dengan membawa kekalahan telak 0-3.

Sajian lebih dahsyat terjadi di Wilayah Barat, tepatnya di Stadion Baharudin Siregar, Lubuk Pakam. PSDS Deli Serdang yang bertindak sebagai tuan rumah sukses menggelontor gawang PSSB Biereun enam gol tanpa balas. Edgar Anazco memborong tiga gol PSDS yang dicetak pada menit 24, 79, dan 86. Tiga gol tim berjuluk Traktor Kuning yang lain dihasilkan Ari Yuganda (19’), Osas Marvelous (24’), dan Imam Paisal (67’).

Ethuang
19-10-2007, 08:11 AM
Jumat, 19 Okt 2007,
Persekabpas
Amaya di Ujung Tanduk


MANAJEMEN Persekabpas Pasuruan kehabisan kesabaran. Kekalahan 0-3 dari Persis Solo dianggap menjadi pemicu. Hasil buruk tersebut dipandang sebagai kegagalan pelatih Jorge Amaya dalam meracik strategi.

Pengelola klub berjuluk The Lassak itu kemarin (18/10) memberikan peringatan keras kepada pelatih asal Cile tersebut. Bahkan, beberapa petinggi klub menyatakan bahwa kiprah Amaya akan segera berakhir.

"Pelatih harus bertanggung jawab dengan kondisi ini. Sebab, keputusan pelatih dalam pertandingan tadi (kemarin, Red) benar-benar merugikan tim," ujar Udik Djanuantoro kepada Radar Bromo (Grup Jawa Pos) setelah pertandingan kemarin.

Menurut Udik, kesalahan fatal yang dilakukan suksesor Edi Simon itu adalah kebijakannya yang membuat kondisi fisik para pemain Persekabpas tidak sebagus sebelumnya. "Kondisi fisik para pemain sangat jelek. Padahal, sebelumnya kondisi para pemain tidak seperti ini. Untuk itu, kami akan meminta pertanggungjawaban pelatih," tegas Udik.

Pertanggungjawaban yang dimaksud adalah peningkatan prestasi. Persekabpas akan memberikan kesempatan kepada Amaya untuk mempersembahkan kemenangan. Kalau tidak mampu, tidak ada pilihan lain, kecuali pemecatan.

"Kami masih akan membahasnya dalam evaluasi malam nanti (tadi malam, Red). Yang jelas, kami dari manajemen meminta dia (Amaya, Red) bertanggung jawab atas kondisi ini," tandasnya.

Ethuang
19-10-2007, 08:12 AM
Liga Djarum Indonesia XIII


Kamis, 18 Oktober 2007

Persijap Jepara: 3
Pencetak gol: Udensi Christopher (20’), Amarildo Souza (28’), Komang Adnyana (43’)
Kartu Kuning: Muhammad Fakhrudin (63’)
Pemain: Fance Haryanto (g), Sofyan Morhan/ Keita Bacary (75’), Danan Puspito, Evaldo Silva, Kasiadi ©, Dony Siregar, Amarildo Souza, Komang Adnyana/Leandro Braga (46’), Udensi Christopher, M Fakhrudin, Anton Hermawan.
Pelatih: Yudi Suryata

Arema Malang: 5
Pencetak Gol: Emilie Mbamba (7’, 34’pen, 35’, 79’), Elie Aiboy (57’)
Kartu Kuning: Tarikh Al Janabi (82’)
Pemain: Hendro Kartiko (g), Bruno, Suroso, Alex Pulalo ©, Ponaryo Astaman, Ronny Firmansyah/Jaenal Ichwan (60’), Sutaji, Patricio Morales, Elie Aiboy/Agung Yudha (88’), Emilie Mbamba, Tarikh Al Janabi/Akbar Rosyad (90’)

Stadion: Maguwoharjo, Sleman, Wasit: Aeng S (Bandung), Penonton: - ,Cuaca: Berawan. (ayu/jpnn)


Persikabo Kab Bogor: 2
Pencetak Gol: Nico Susanto,(75’) dan Boutom Roger (79’)
Kartu kuning: Pagbe David (35’), Affan Lubis (37’)

Pemain: Fauzi Toldo (g), Agung Widodo/Slamet Riadi (83’), Hengky Ardiles, Pagbe David, Nopianto, Affan Lubis, Rahmat Afandi/Andrian Mardiansyah (62’), Nico Susanto, Sairan, Mardiansyah (c), Batoum Roger.
Pelatih: Suimin Diharja

Persela Lamongan: 1
Pencetak Gol: Marchio Souza da Silva (87’ pen)
Pemain: Deny Marsel (g), Hermawan, Jopie Rayar, Sunar Sulaiman, Nyeck Nyobe, Ilham Zulkarnain, Iulian Souza/Jatmiko (79’), Bona Simanjuntak/Amshar Reza (52’), Maximiliano/Miro Baldo Bento (69’), Jeferson, Marcio Sousa (c).
Pelatih: M. Basri

Stadion: Atang Sanjaya, Kompleks AURI Bogor, Wasit: Yesayas (Jakarta), Penonton: - , Cuaca: Cerah. (jpnn)


Persiter Ternate: 2 (2)
Pencetak Gol: M. Soleh (8’), Fabiano Santos (20’)
Pemain: 20-Muhlis Sahrun (g/c), 15-Julio Cesar da Costa, 21-M. Soleh, 33-Irwan M. Djen, 22-Firdaus Nyong, 6-Muhammad Hamzah/7-Rizal Tomagola (80’), 18-Roni Prowanda, 19-Ahmad Sembiring/17-Gantar Kan (36’), 26-Wilson Carvalho/24-Anwar (70’), 10-Fabiano Santos, 9-Rachmat Rivai.
Pelatih: Jacksen F. Tiago

PKT Bontang: 0
Kartu Kuning: Iswan Karim (72’)
Pemain: 20-Iswan Karim (g), 2-Jossiah Seton, 4-Victor da Silva, 6-Zulkifli, 7-Fauzi Lamarauna, 16-Rusdiansyah, 19-Ardiansyah ©, 23-Satria Fery, 24-Ricardo Silva, 25-Tutug Widodo/9-Camara Fode (31’), 29-Rahmat Wahyudi/17-Domertho Thesia (56’)
Pelatih: Danurwindo

Stadion: Gelora Kie Raha, Ternate, Wasit: Suwartono (Mojokerto, Jatim), Penonton: 8 ribu, Cuaca: Mendung. (ryo/jpnn)


Persibom-Bolmong: 1
Pencetak Gol: Arnaldo Benitez (4’)
Kartu Kuning: Yudas Ugu (35’), Arnaldo Benitez (39’), Glend Poluakan (55’)
Pemain: 30-Agussalim Takwin (g), 27-Leo Saputra, 23-Antonio Claudio (c), 15-Syahroni, 26-Glend Poluakan, 88-Safruddin Rasyid /11-Ilham Hasan (41’), 22-Sugiatno, 16-Rachmadani/12-Wasiatul Akmal (89’), 5-Yugas Ugu, 99-Arnaldo Benitez/9-Dani Damangge (87’).
Pelatih: Iwan Setiawan

PSM-Makassar: (0)
Kartu Kuning: Iqbal Samad (19’), Aldo Baretto (39’), Hamdy Hamzah (80’)
Pemain: 1-Syamsidar (g), 29-Hamdy Hamzah, 32-Oudja Lantame, 19-Iqbal Samad, 14-Fathur Rahman, 34-Ali Kadhafi, 8-Syamsul B (c), 3-Irsyad Aras/Buyung (79’), 27-Sardianata /25-Diva Tarkas (70’), 9-Aldo Baretto, 35-Saibu Sakibau /18-Amiruddin (51’).
Pelatih: Radoy Hristov Minkovski

Stadion: Gelora Ambang, Kotamobagu; Wasit: Subandi (Sidoarjo, Jatim); Penonton: 6 ribu; Cuaca: Mendung. (jpnn)


Persma Manado: 2
Pencetak Gol: Edi Musriza (20’), Christian Carasco (85’-pen)
Pemain: 21-Jois Sorongan (g), 7-Arifin Faruq, 17-Arifin Adrian, 16-Djet Donald La Ala, 24-Leonardo Guiteres, 28-Edy Musriza (c), 5-Rully Soputan/ 15-Danni Ananda (59’), 14-Rodrigo Caceres/ 6-Ade Manaf (90’), 27-Felix Timbowo/30-Nova Zaenal (46’), 8-Juan Pablo Bazan, 9- Christian Carasco.
Pelatih: Manuel Vega

Perseman Manokwari: 1
Pencetak Gol: Reginaldo (34’)
Kartu Kuning: Yance Aronggear (39’), Joseph Fakdawer (58’)
Pemain: 22-Elisa Andery (g), 26- Yance Aronggear, 21-Rodrigo Mendoza, 5-Izaac Wanggay, 16-Aris Nanto, 18-Vidal Cabrera, 3-Dodi Wahyudi/6-Arwin (89’), 2-Ade Abdullah/ 7-Isakh Mansawan (77’), 19-Joseph Fakdawer, 31-Alberto Comes/ 12-Marwan Lestaluhu, 10-Reginaldo.
Pelatih: Erick Williams

Stadion: Klabat, Manado, Wasit:Agus Winardi (Malang), Penonton: 5 ribu; Cuaca: Hujan (jpnn)


Persis Solo: 3
Pencetak Gol: Moekwelle ’61, ’83, Rudi Widodo ’90
Kartu Kuning: Rudi Widodo
Pemain: Wahyu Tri Nugroho (g), Agung Setyabudi, Nurcholis Madjid/Irwan Karmelio, Anam Sahrul/Firman Basuki, Okwy, Harry Sahputra, Moekwelle, Ebi Sukore/Rudi Widodo, Yuniarto Budi, Frank Seator, Greg Nwokollo.
Karteker Pelatih: Eduard Tjong

Persekabpas Kab Pasuruan: 0
Kartu Kuning: Roni Trisprasnanto, Rodrigo Moreira
Pemain: Roni Triprasnanto (g), Heri Ismanto, Arturo Vilansanti, Supriadi, M Kasan Soleh, I Gede Sukadana, Irfan Junaidi/Abdurrahman Effendi, Edgar Rolon/Edi Sibung, Alex Robinson/Panji Setyo, Andi Oddang, Rodrigo Moreira.
Pelatih: Jorge Amaya

Stadion: Manahan (Solo), Wasit: Jimmy Napitupulu (Jakarta), Penonton: 20 ribu, Cuaca: Cerah. (jpnn)


Persiraja Banda Aceh: 1
Pencetak Gol: M Kwateh (83’)
Kartu Kuning: Mashuda, Fernando
Pemain: Zoel Bahra (g), Claudio, Daniel, Samsul Bahri, Khairul Mashuda, Fernando, Robson Changirana, M Nasir, Abdul Musawir, R Kwateh dan Suheri Daud/Yance.
Pelatih: Salman

PSMS Medan: 0
Kartu Kuning: Supardi dan Mbom-Mbom Julien

Pemain: Markus Ririhena (g), Supardi, Murphy Komunple, Usep Munandar, Masperi Kasim, Legimin Raharjo ©, Mbom-Mbom Julien, Gustavo Chena, James Koko Lomel, Saktiawan Sinaga, Fermento Andres/Boy Jati Asmara.
Pelatih: Freddy Muli

Stadion: Lampineung, Banda Aceh, Wasit: HM Olehadi (Tangerang), Penonton: 5 ribu, Cuaca: Mendung. (jpnn)


PSDS Deliserdang: 6
Pencetak Gol : Ari Yuganda (19’), Edgar Anazco (24’, 79’, 86’), Osas Marvelous Saha (43’), Imam Faisal (67’),
Pemain: Freddy Herlambang (g), Denni Russi, Mahop Guy Harve, Christian Riffo/Markus Siahaan (82’), Ari Yuganda, Ilham Ramadhona, Ansyari lubis (c), M Rizal/Rusdianto (71’), Imam Faisal, Osas Marvelous Saha, Edgar Anazco
Pelatih: Tumpak Uli Sihite

PSSB Bireuen: 0
Kartu Kuning: Ichsan Sania (68’)
Pemain: Firmasyah (g), Aris Susanto, Nouah Romuald (c),Dodok Anang/Alif Imam (45’), Eric Saputra, Imron Nahumamuri/Mamah (52’), Antoni Placide, Muklis, Ichsan Sania, Kharul Huda/ Roberto (45’), Victor Ilhami.
Pelatih: Halilintar Gunawan

Stadion: Baharoeddin Siregar Lubukpakam, Wasit: Alil Rinenggo (Semarang), Penonton: 2.500, Cuaca: Cerah


Persikota Tangerang: 1 (1)
Pencetak gol : Basile Essa Mvondo (34’)
Kartu Kuning: Esteban Gillian (39’), Firdaus Ramadhan (63’), Nanmi Hugues (71’)
Pemain : 16-Herman Batak (g); 18-Firdaus Ramadhan / 04-Reswandi (68’), 25-Rolando Koibur, 15-Nanmi Hugues; 12-Taryana Sopandi, 17-Julianhar Buyung/22-Mustofa Aji (64’), 11-Zaenal Anwar, 14-Jumadi Abdi, 5-Esteban Gillian; 10-Bamnjo Wilfred, 19-Basile Essa Mvondo
Pelatih: Solihin

PSIS Semarang: 1 (0)
Pencetak gol: Julio Lopez (58’)
Kartu kuning: Maman Abdulrahman (41’)
Pemain: 12-I Komang Putra (g); 5-Maman Abdulrahman, 27-Zou Bairoe, 16-Deny Rumba, 17-Hary Salisbury/4-Kahudi Wahyu (77’); 23-M Ridwan, 50-Didier Koutouzi, 88-Joao Carlos/9-Indriyanto Nugroho (86’), 21-Khusnul Yakin/91-Mathen Tao (62’); 30-Igor J, 10-Julio Lopez
Pelatih: Sartono Anwar

Stadion: Benteng, Tangerang; Wasit: Anang Sunarya (Jakarta Utara); Penonton: 3 ribu; Cuaca : Cerah

Ethuang
19-10-2007, 08:18 AM
Klasemen Sementara


Grup Satu (BARAT)

Superliga
1. Sriwijaya FC 25 14 6 5 41-21 48
2. Persija 27 14 5 8 37-29 47
3. Persib 25 13 7 5 35-19 46
4. PSMS 25 13 4 8 32-18 43
5. Persik 25 13 4 8 43-36 43
6. Persita 27 12 7 8 29-29 43
7. Persela 26 11 6 9 28-26 39
8.(12) PSDS 27 11 5 11 32-26 38
9. PSIS 26 10 7 9 34-25 37

Papan Tengah
10.(8) Pelita Jaya 26 10 7 9 31-24 37
11.(10) Persitara 25 10 6 9 24-25 36
12.(11) Persema 24 11 3 10 25-30 36
13. PSS 25 9 7 9 26-27 34
14. Persikabo 25 7 10 8 28-28 31

Papan Bawah
15. Persikota 25 5 8 12 16-27 23
16. Semen Padang 27 5 5 17 16-33 20
17.(18) Persiraja 27 5 5 17 15-47 20
18.(17) PSSB 25 4 6 15 19-41 18


Grup Dua (Timur)

Superliga
1. Persipura 25 12 7 6 40-21 43
2. Persiwa 25 13 4 8 37-23 43
3. Deltras 27 12 7 8 33-24 43
4.(6) Arema 25 11 9 5 34-22 42
5.(4) Persijap 27 12 6 9 30-29 42
6.(7) Persiter 25 12 5 8 23-19 41
7.(5) PSM 25 12 4 9 28-22 40
8.(10) Persis 27 11 5 11 38-34 38
9.(8) Persiba 25 10 7 8 32-26 37

Papan Tengah
10.(9) Persmin 24 10 7 7 27-21 37
11. Persibom 27 10 7 10 33-36 37
12. PKT 26 9 7 10 23-25 34
13. Persma 27 8 10 9 28-32 34
14. Persebaya 25 9 2 14 28-39 29

Papan Bawah
15. PSIM 26 7 5 14 21-31 26
16. Persegi 25 5 9 11 20-30 24
17. Perseman 25 6 6 13 19-44 24
18. Persekabpas 25 5 7 13 24-39 22

Ethuang
19-10-2007, 08:19 AM
Daftar Pencetak Gol


22 gol: Christian Gonzalez 8-pen (Persik)

14 gol: Julio Lopez 4-pen (PSIS)

13 gol: Edgar Anazco 1-pen (PSDS), Greg Nwokolo (Persis), Boaz Salossa 2-pen (Persipura)

12 gol: Sunday M Seah 2-pen (Persiwa), Bambang Pamungkas 2-pen (Persija), Julio Pedro Javier (Persibom)

11 gol: Siankam Ernest 5 -pen (Persita), Christian Lenglolo (Sriwijaya), Claudio Pronetto 1-pen (Deltras) Albeto (Persipura), James Koko Lomell 1 pen (PSMS) Christian Bekamenga (Persib), Pablo Rojas 2-pen (Persebaya), Franco Hita 3-pen (Persema)

10 gol: Marcio De Souza 3-pen (Persela), Aliyudin (Persija), Leandro Braga 4-pen (Persijap), Adrian Trinidad 5-pen (Persiba)

9 gol: Rudy Widodo, Ebi Sukore/8 gol PSIS (Persis), Jossia Seaton (PKT), Kurniawan DJ 1-pen (Persitara), Osvaldo Moreno (Persmin),

8 gol: Emile Mbamba 2-pen (Arema) Essa Mvondo-4 Pen/ 7 gol arema (Persikota) Sasa Branesac (Deltras), Pieter Rumaropen 2-pen (Persiwa), Saktiawan Sinaga (PSMS), Rahmat Rivai 2-pen (Persiter), Aldo Baretto (PSM)

7 gol: Frank Seator/3 gol PSMS (Persis), Keith Gums Kayamba, Anoure Obiora (Sriwijaya), Gaston Castano (PSS), Jose Sebastian Vasques (Deltras) Cristiano Lopez 1-pen (Pelita Jaya), Ekene Ekenwa 2-pen (Persekabpas),

6 gol: Roger Batoum/1 gol di Persikota (Persikabo), Reginaldo Aparecido/3-gol di Persiter (Perseman), Pello Benson (Persita), Ferry Setiawan, Niane Mamadou/3 gol di Semen Pdg (PSS) Boakai Eddy Foday (Persiwa), Zainal Arief 1-pen (Persib), TA Musafry (Persiba), Komang Adnyana 3-pen (Persegi Bali)

5 gol: Elie Aiboy, Patricio Morales (Arema), Maoukwele (Persis) Ari Yuganda, Osas Marvelous Saha (PSDS), Arnaldo Benitez, Ilham Hasan (Persibom) Budi Sudarsono (Persik), Indriyanto Nugroho (PSIS), Belibi Celestine Didier (Persegi), Zah Rahan (Sriwijaya) Mario Rumero (Persmin), Seme Pierre Patrick (Persikabo), Redouane Barkoui, Leo Chitescu 2-pen/4 gol di PSM (Persib) Stephen Mennoch (Persita) Christopher Wreh (Perseman), Mardiansyah 2-pen (Persikabo), Jardel Santana, Nyom-Nyom Aloys 1-pen (Persma), Purwanto (Persela), M Ivan Jerkovic, Alseny Diawara, Lamin Conteh 1-pen (Pelita Jaya)

4 gol: Fakhrudin (Persijap), Edy Muzriza, Juan Pablo Bazan (Persma), Imam Faisal 1-pen (PSDS) Seto Nurdiantoro (PSIM), Andi Odang (Persekabpas), Abdulaye Djibriel (Semen Padang), Erenst Jeremiah (Persipura), Lorenzo Cabanas 1-pen (Persib), Diego Mendieta, Muchlis (PSSB), Jibby Wuwungan (Persmin), Chimela Worgu (Persikabo), Anthony Juma Ballah/ 3 gol di Arema (Persebaya), Jallaludin Ma’in (Pelita), Kingsley Chioma (Persibom) Roberto Kwateh/3 gol di Persiwa (Persiraja), Danilo Fernando, Aris Budi Prasetyo (Persik), Ahmad Amirudin (PSM) Fernando G Fages (Persiraja), Rully Padengke, Ahmad Junaidi-1 pen (Persekabpas)

3 gol: Christian Carasco 1-pen, Kenmegne Kamsi Joel (Persma), Miro Baldo Bento/ 1 gol di Persiba (Persela), Sergio Fernandez 1-pen (Persema), Anang Ma’ruf (Persebaya), Gendut Doni - 1 pen (Persitara), Nova Arianto (Persib), Robie Gaspar (Persiba), Ronald Fagundez (Persik), Wislon Carvalho 1-pen (Persiter), Carlos Renato Elias 1 pen (Sriwijaya), Khusnul Yakin (PSIS), Ricardo Silva, Victor Da Silva 1-pen (PKT), Carlos Gomes 1-pen, Boston Browne (Perseman), Abanda Herman, Javier Rocha 1-pen (Persija), Evaldo Silva, Mathias Santiago, Noorhadi (Persijap), Gustavo 1-pen (Persela), Alcidio Fleitas/2 gol di Persmin (Semen Padang), Jaime Sandoval, Ranu Tri Sasongko (PSIM), Kornelis Kaimu (Persipura), Alvin Kie (Persis)

2 gol: Udensi Christopher, Amarildo Souza (Persijap), Jeferson, Yopie Rayar (Persela), Juan Vallejos (Persebaya), Liu Sangelo, Julio Cesar (Persiba), Nur Cholis, Arif Ariyanto (Persebaya), Mariano Oscar (Persiwa), Dodit Fitrio Efendi, Hector Velasquez (Persema), Dony Siregar, Phaytoon Tiabmah (Persijap), Syamsul Chaerudin (PSM), Eduard Ivakdalam, Tinus Pae, Bio Paulin (Persipura), Ishak Mansawan (Perseman) Nico Susanto, Rodrigo Santoni (Persikabo), Antonio Claudio (Persibom), Ansyari Lubis (PSDS), Hilton Moreira, Christian Rene Martinez (Deltras) M. Ridwan, Harri Salisburi (PSIS) John Tarkpor, Ebenje Rudolf, Yahya Sosomar, Jorge Toledo, Ricardo Dos Santos (Persitara), Antonio Telles 1-pen (Persiraja), Eka Ramdani (Persib), Harianto (Persik), Siswanto, Fabiano (Persmin) Bamnjou Wilfred, Epala Jordan, Esteban Gillian, Ari Priatna, Dani Damengga, Bruno Zandonadi (Persikota), Boubacar Keita (Pelita) Carlos Alberto (PSM), I Komang Mariawan, Camara Fode (PKT), Andres Miquel Formento, Boy Jati Asmara (PSMS), Jack Jone, Imral Usman, Wawan Sucahyo (PSIM), M Rizal (PSDS), Agus Indra, Ismed Sofyan (Persija), Benben Berlian, Firmansyah (Sriwijaya), Eric Syaputra, Ireneo Roberto Acosta 1-pen, Antoni Placide, Charles FX Mani (PSSB), Oscar AravenaI 1-pen, I Wayan Kartadnya, N Kono Christian Desire (Persegi Bali), Gbeneme Friday, Budi Kurnia (Semen Padang), M.Soleh, Quwetly Alweni, Fandy Mochtar (Persiter) Anderson da Silva, Oyedepo George (PSS)

1 gol: Fabiano Santos, Julio Cesar Da Costa, Roni Prowando (Persiter), Bobby Satria, Mahouve Marcel, Ilham Jayakesuma, Kery Yudiono, Supaham (Persita), Igor Joksinovic (PSIS), Khusnul Yuli, Berta Juwana Putra, Erol FX Iba (Persik), Carlos Pablo, Wilfrido Galeano Genes (PSIM), Emeka Okaye, Rahman Lestaluhu, Imam Agustian, Ricardo Diaz, Ryan Townsen, Julian Hontong, Paharudin (Persiba) Ruben Cecco, Robertino Pagliara, Ismed Sofyan, Hamka Hamzah, Jordi Kartiko, Samuel Tayo (Persija), Soulaeymane, Francis Mbounjo, Fajar Listiantoro, Rahel Tuasalamoni, Agus Purwoko, Slamet Nurcahyo (PSS), Suroso, Ortisan Salossa, Rasmoyo, Agung Yudha, Arif Suyono, Jainal Ichwan (Arema),Nehemia Salossa, Supriyadi, Alex Robinson, Panji Setyo, Bessala Barthelemy (Persekabpas), Marco Etougo, Marcus (Persegi Bali), Husaini, Patricio, Ade Chandra Kirana (Semen Padang), Ardan Aras (Pelita), Saibou Bandarou, Oudja Lantame Sakibou, Yusuf Hamzah, Irsyad Aras, Nomo Teh Marco, Sardinata (PSM), Bakri Umarela, Zoran Vuksanovic, Airlangga (Deltras), Ikhsan Sania, Noac Romuald, Dian Rusdianto (PSSB), Amsyar Reza, Edy Subagyo, Luiz Fabiano, Frederico (Persela), Ndoummi Pascal, Ahmad Marzuki (Persitara), Aulia Tri Hartanto, Batang Ba Issom, Arif Aryanto, Nurcholis, Andi Supendi, Raymond Nsangue (Persebaya), Zulkifli, M. Alhadji Adamou, Wawan Widiantoro, Tutug Widodo (PKT), Korinus Fingkrew, Eki Nurhakim, Oktavianus, Okba Allouhi (Sriwijaya), M. Kwateh, Abdul Musawir, D Yance, Robson Changirana, Claudio Nur de Souza, Ruben Cecco, Suheri Daud (Persiraja), Yuniarto Budi, Esteban Horacio (Persis), Patricio Jimenez (Persib), Gustavo Chena, Legemin Raharjo, Putut Waringan Jati, Mbom Mbom Julien, Ndongo Mpessa, Murphe Kumonple (PSMS), Bima Sakti, Caue Benicio, M. Kamri, Alfredo Raul Reyes, Sri Wahono, Nurul Huda, Olivares Lopez (Persema), Mousa Keita, Sugiatno (Persibom), Bachtiar, Ian Kabes, David da Rocha (Persipura), Rodrigo Caceres, M Rudy Hermawan, Nova Zaenal, Nur Afik (Persma), Herman Rontini, Tariq Caqui, Febrian Sofiandi, KO Jhon, Wandikmbo, Ayka Rifyanto (Persiwa), Yohanes Kareth, Rodrigo Mendoza, Dody Mulyadi (Perseman), , Jumadi Abdi, Mustafa Aji, Yudi Ramanda, M. Ilham (Persikota), Jarot, P Pagbe David, Edu Juanda

Ethuang
20-10-2007, 08:48 AM
Sabtu, 20 Okt 2007,
Andalkan Kebugaran Fisik


Persita v Persema
JAKARTA - Modal berharga dikantongi Persita Tangerang jelang bentrok lawan Persema Malang di Stadion Benteng, Tangerang, nanti sore. Modal itu tidak lain adalah kemenangan 4-3 yang ditorehkan tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut kala menjamu juara bertahan Persik Kediri Rabu (17/10) lalu.

"Kami harus terus melaju di atas rel kemenangan. Tidak terkecuali saat melawan Persema. Tidak ada kata lain selain mengamankan kemenangan," tegas Benny Dolo, pelatih Persita, kemarin (19/10).

Ambisi yang tidak berlebihan. Sebab, selain telah mengantongi modal berharga, Persita ditopang spirit yang tidak kalah besarnya, apalagi kalau bukan ambisi menembus zona empat besar. Lagipula, peluang ke arah sana terbilang cukup besar.

Hal itu disebabkan Putu Gede dkk kini telah mengumpulkan 43 poin yang sebenarnya sama dengan pencapaian PSMS Medan yang bertengger di posisi keempat. Nah, jika sore nanti Persita sukses meraup kemenangan, mereka tentunya bakal menggusur PSMS.

Cuma sayangnya, ambisi Persita itu bakal tidak mudah terwujud. Pasalnya, sang tamu, Persema, tidak sekadar hadir ke Tangerang. Tim berjuluk Laskar Ken Arok tersebut berambisi besar meruntuhkan keangkeran Stadion Benteng dengan menekuk Persita.

"Peluang kami untuk menang di Stadion Benteng cukup terbuka. Sebab, kami punya keuntungan dari sisi kebugaran pemain. Untuk menang, kuncinya adalah kami tentu harus sabar dalam memainkan tempo permainan," koar Rohanda, juru racik strategi Persema.

Ya, Persema memang punya keuntungan dari sisi kebugaran fisik. Sebab, saat Persita sudah berkeringat dan menguras tenaga saat bentrok lawan Persik, Persema justru mendapat penundaan jadwal laga lawan Pelita Jaya Purwakarta.

Selain masalah kebugaraan fisik, tim asal Kota Produsen Apel tersebut diuntungkan dengan absennya beberapa pilar Persita. Sebut saja Bobby Satria, Basri Badussalam, dan Dwi Joko. "Kami akan optimalkan semua celah di kubu Persita untuk merengkuh kemenangan," tutur Rohanda.

"Tidak ada masalah bagi kami dengan absennya beberapa pemain. Lagipula, saya juga sudah tahu dengan karakter permainan Malang," timpal Bendol, sapaan akrab Benny Dolo.

Ethuang
20-10-2007, 09:13 AM
Sabtu, 20 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Jaya Asah Algojo Penalti


SIDOARJO - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) menyiapkan segala bekal untuk menantang tuan rumah PKT Bontang dalam leg pertama babak 16 besar Copa Indonesia, Rabu (24/10) depan. Salah satunya, menyiapkan algojo penalti. Dalam latihan kemarin (19/10) sore di Gelora Delta, Sidoarjo, Hilton Moreira, Claudio Pronetto, Jose Sebastian Vasques, Melkey Pekey, Andri "Gepeng" Budianto, dan Sumardi dilatih mengeksekusi penalti.

"Mulai hari ini, saya sudah instruksikan kepada pemain untuk fokus pada pengaturan strategi menghadapi PKT. Masih ada sedikit perbaikan setelah uji coba dengan Tim PON Jatim, Kamis (18/10) malam lalu," kata Jaya Hartono, pelatih Deltras, kemarin.

Jaya menilai, pertandingan melawan PKT tersebut merupakan laga krusial. Alasannya, dari beberapa lawatan ke kandang PKT, tak sekali pun Deltras menorehkan kemenangan. Indikasi itu terlihat dari catatan negatif dalam dua pertemuan dua tim di ajang uji coba pramusim kompetisi maupun dalam kompetisi. "Lawatan ini bagi kami sekaligus bertujuan memecahkan mitos itu," ujarnya.

Selain menyiapkan algojo, dalam latihan kemarin, Jaya memberikan latihan taktik permainan kepada Andri "Gepeng" Budianto dkk. Mereka dilatih melakukan man to man marking (penjagaan satu lawan satu) dipadu dengan kecepatan pemain dalam merangsek lawan begitu kehilangan bola.

Pola tersebut diharapkan bisa menghambat permainan PKT. Permainan itu bakal dikombinasikan dengan pergerakan dan akselerasi pemain depan dan tengah. Itu diinstruksikan Jaya untuk membombardir lini belakang lawan. Tujuannya, pemain depan Deltras mampu mencetak gol sebanyak mungkin dengan mudah. "Dengan demikian, bukan tidak mungkin kami bisa mencuri angka di kandang PKT," tegas mantan bek kiri Timnas PSSI tersebut.

Dalam pertandingan nanti, Jaya bakal membawa 18 pemain terbaiknya untuk mengemban misi itu. "Kalau disetujui manajemen, saya mengusulkan agar diperbolehkan membawa 20 pemain," tuturnya.

Jangan lupa, pemanggilan Airlangga Sucipto dan Purwaka ke Pelatnas Timnas U-23 mau tak mau menjadi batu sandungan bagi skuad Deltras untuk mewujudkan ambisi tersebut. Alasannya, racikan pemain yang dilakukan Jaya belum seratus persen pas. "Kami akan bekerja keras untuk membuktikan ketangguhan Deltras," tandasnya.

Dalam Copa Indonesia, selisih gol menjadi harga mati bagi suatu tim untuk bisa lolos ke babak berikutnya. Itu yang kini tengah dipersiapkan mantan pelatih Persik Kediri tersebut lebih dini.

Ethuang
21-10-2007, 08:59 AM
Minggu, 21 Okt 2007,
Gagal Menang, Masih Bayar Rp 15 Juta


PSS 1 v 1 Persib
SLEMAN - Nova Ariyanto membuyarkan kemenangan PSS Sleman. Tandukan stopper Persib Bandung itu pada menit ke-81 membuat timnya menahan imbang tuan rumah PSS Sleman dengan skor 1-1 (0-1) dalam laga lanjutan Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (20/10).

PSS sempat unggul setelah Souleymane Traore menjebol gawang PSS yang dikawal Tema Mursadat pada menit ke-36. Sebenarnya, kans Elang Jawa -julukan PSS- meraih tiga angka terbuka lebar. Sayangnya, banyak peluang emas yang disia-siakan pasukan Rudy William Keltjes itu.

Penyerang Niane Mamadou yang sudah berhadapan dengan Tema Mursadat pada menit ke-76 gagal menyarangkan bola ke gawang tim berjuluk Maung Bandung itu. Tendangannya tepat mengarah ke Tema.

Mamo -sapaan karib Niane Mamadou- mengaku kurang sabar saat mendapat peluang emas itu. Dia merasa sial karena kakinya menyentuh tanah sebelum mengenai bola. "Kaki saya kena tanah dulu saat menendang. Jadinya, ya tendangan lamban," ungkapnya.

Bukan hanya itu. Nasib apes juga dialami Ferry Setiawan. Masuk menggantikan Castano pada menit ke-67, sebuah shooting pemain yang telah mengoleksi enam gol itu membentur tiang kanan gawang Persib.

Tapi, perjuangan George Oyedepo dkk untuk mencapai kemenangan patut diacungi jempol. Kalah materi pemain, tim pujaan Slemania tersebut mampu menguasai permainan pada babak pertama. Tekanan lawan pun mampu dibendung anak-anak Sleman.

Alhasil, pada menit ke-36, bermula dari lemparan ke dalam Andre Yoga, bola mampu disundul Gaston Castano. Bola pun meluncur ke kaki Souley yang dengan mudah menaklukkan Tema. Gol itu disambut pesta kembang api dari tribun pendukung PSS.

Pada babak kedua, keadaan berbalik. Tim asuhan Arcan Iurie semakin meningkatkan serangan. Suwita Pata dkk lebih berani beradu fisik. Tak sia-sia, fisik pasukan PSS pun keteteran.

Beberapa kali gawang Galih Sudaryono terancam para bomber Persib. Sembilan menit menjelang bubar, Nova berhasil menyodok bola ke gawang PSS hasil umpan Salim Alaydrus dari tendangan pojok.

Matchday ke-26 kemarin, wasit asal Jakarta Yandri royal mengeluarkan kartu kuning. Kubu tuan rumah mendapat lima kartu kuning. Manajemen PSS pun wajib mengeluarkan uang Rp 15 juta untuk dibayarkan ke PSSI sebagai kewajiban atas kelima kartu kuning tersebut. Mengingat, sebuah kartu kuning seharga Rp 3 juta. Kubu Persib diganjar dua kartu kuning.

"Mengapa wasit selalu jahat kepada kami (PSS)? Mamo yang dijatuhkan kiper Persib itu juga pelanggaran. Mamo tak akan pernah memukul kalau tidak dipukul dulu. Mengapa hanya dia yang dikartu?" ujar Rudy mengomentari insiden Mamo dengan Patricio Jimenez yang berbuah kartu kuning untuk Mamo.

Ethuang
21-10-2007, 09:04 AM
Minggu, 21 Okt 2007,
Berkat Strategi Tadah Hujan


Tahan Pendekar Cisadane di Stadion Benteng
JAKARTA - Sesumbar Persema Malang meruntuhkan keangkeran Stadion Benteng, Tangerang, akhirnya terwujud. Memang, bukan kemenangan yang direngkuh tim berjuluk Laskar Ken Arok itu.

Tapi, Persema hanya mampu menahan imbang tuan rumah Persita Tangerang dengan skor 1-1 (0-1) kemarin sore. Meski begitu, tim besutan Rohanda itu tetap berbesar hati.

Dengan hasil seri tersebut, mereka sudah mampu membuat pemain Pendekar Cisadane -julukan Persita-dan suporternya tertunduk lesu saat meninggalkan stadion. Apalagi, sebelumnya, Persema juga sempat membuat publik Benteng terdiam saat Raul Reyes berhasil mengoyak jala Persita yang dikawal Mukti Ali Raja pada menit ke-16. Untung, Mahouve Marcel mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-51. Gol itu membuat Persita dapat menghindarkan diri dari rasa malu yang lebih besar.

"Kami sengaja bermain bertahan. Begitulah instruksi dari pelatih (Rohanda, Red). Pemain ternyata mampu menerjemahkan dengan baik di atas lapangan. Hasilnya, kami pun bisa membawa pulang poin," beber Asmuri, asisten manajer Persema, mengungkapkan kunci keberhasilan Laskar Ken Arok mencuri poin dari Persita.

Ya, satu poin yang dibawa pulang Raul Reyes dkk dari Tangerang memang tidak terlepas dari strategi bertahan yang mereka terapkan. Betapa tidak, dalam laga kemarin sore, Persema memang tampil dengan pola superdefensif. Kondisi itu terlihat jelas dengan diturunkannya empat stopper sekaligus oleh Rohanda sejak menit pertama.

Empat stopper itu Raul Reyes, F.X. Yanuar, Rustanto Sri W., dan Eggie Nirwan. Kandut- sapaan akrab Rohanda- juga memainkan Bima Sakti di posisi libero. Seperti diketahui, posisi asli Bima Sakti adalah gelandang bertahan. Dengan komposisi pemain seperti itu, Persema pun baik memainkan strategi tadah hujan dalam menghadapi derasnya arus serangan Persita.

Aroma permainan bertahan Persema semakin kental seiring dikartumerahnya gelandang Persita Firman Utina pada menit ke-64. Firman terpaksa diusir keluar lapangan karena mengantongi dua kartu kuning.

Meski unggul pemain, ternyata Persema tidak bernafsu menyerang. Mereka tetap menerapkan strategi bertahan. Itu terlihat dengan adanya pergerakan tiga pemain saja yang memasuki pertahanan Persita ketika Laskar Ken Arok menyerang. Apalagi, saat Eggie Nirwan diganjar kartu merah (78’) karena telah mendapat dua kartu kuning, anak-anak Malang makin asyik berada di daerah sendiri.

"Dalam pertandingan tadi (kemarin, Red), kami mengalami masalah dengan kondisi fisik pemain. Mereka sudah memainkan dua pertandingan usai Lebaran, sedangkan lawan (Persema, Red) baru kali ini bertandingan," ujar Komarudin, manajer Persita.

"Sekain itu, cara main lawan juga sangat menyulitkan kami, sekaligus mudah menyulut emosi pemain kami," tambah Elly Idris, asisten pelatih Persita.

Ethuang
21-10-2007, 09:07 AM
Minggu, 21 Okt 2007,
Persis v Arema
Kans Jadi Penguasa


Tuan Rumah Pincang
SOLO - Hasil cukup mentereng ditorehkan Arema pada putaran II. Singo Edan -julukan Arema- belum terkalahkan selama delapan laga putaran II.

Sukses itu semakin lengkap dengan pecahnya tradisi tidak pernah menang di luar kandang yang terbentang saat mengalahkan Persijap dengan skor 5-3 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis lalu.

Ukiran prestasi itu membuat Ponaryo Astaman dkk kembali ke khitahnya sebagai salah satu tim unggulan. Kini Arema nangkring di peringkat empat besar, posisi yang tidak pernah mereka nikmati selama 6,5 bulan.

Terakhir, Arema berada di posisi empat besar pada 4 Maret lalu. Setelah itu, tim berlogo kepala singa tersebut terseok-seok di papan tengah. Bahkan, mereka sempat menikmati zona degradasi sekitar lima pekan.

Sukses menembus empat besar dan mengalahkan Persijap sangat mengangkat moral tanding Arema ketika menantang tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan malam ini (siaran langsung antv pukul 18.30 WIB). Dalam laga tersebut, Arema mempunyai kesempatan untuk kembali mengambil alih capolista (puncak klasemen sementara) dari tangan Persipura. Syaratnya, Arema harus mampu mengukir kemenangan away kedua atau dengan kata lain mencuri tiga poin dari Persis.

Bila berhasil merebut puncak klasemen, Arema berarti mampu "membalas dendam" terhadap Persipura yang mengudeta Arema pada putaran I lalu. Awal kompetisi, tepatnya delapan bulan lalu, Arema sempat menikmati capolista sembilan hari, mulai 11-20 Februari. Namun, posisi terhormat itu diambil alih Persipura keesokannya.

Hanya, tidak mudah bagi Arema untuk menundukkan Laskar Sambernyawa -julukan Persis- di kandang. Apalagi, saat ini Persis mulai berada pada tren menanjak. Itu dibuktikan dengan kemenangan telak Agung Setyabudi dkk ketika melindas tamunya, Persekabpas, dengan skor 3-0 di Manahan Kamis lalu. Bukan itu saja. Persis memendam ambisi tinggi untuk revans atas kekalahan telak 0-3 di kandang Arema (Stadion Kanjuruhan) pada 5 April lalu.

Kekuatan Arema juga tereduksi karena absennya gelandang energik Tarikh El Janaby yang terkena akumulasi kartu kuning. Padahal, peranan pemain asal Maroko itu cukup krusial bagi Arema selama ini. Sejak Tarikh bergabung pada putaran kedua, Arema belum tersentuh kekalahan.

Namun, bagaimanapun sulitnya mengalahkan Persis di hadapan puluhan ribu Pasoepati -kelompok suporter Persis-, kemenangan harus diusahakan. Apalagi, Manahan bukanlah stadion yang benar-benar angker bagi tim lawan. Persijap (tim yang ditundukkan Arema Kamis lalu) pernah mengenyam kemenangan 2-1 atas Persis di Manahan 1 September lalu. Arema juga punya keuntungan nonteknis lantaran ribuan Aremania siap memberikan dukungan langsung.

Janu optimistis, Arema mampu mewujudkan kemenangan di Solo asalkan permainan konsisten seperti saat menghadapi Persijap. "Saya kira Arema bisa menang. Tapi, pemain harus tampil maksimal dan disiplin," kata pelatih berkebangsaan Republik Ceko itu.

Apalagi, Persis tak bisa diperkuat tiga pilarnya, Rudi Widodo, Ebi Sukore, dan Anam Sahrul. Rudi, yang jadi mesin gol Persis, terkena akumulasi, Ebi (gelandang) absen karena sakit, dan Anam masih dihantam cedera. Namun, hal itu tak membuat tuan rumah menyerah sebelum bertanding.

Ethuang
21-10-2007, 09:08 AM
Perkiraan Pemain


Persis (4-4-2) : 1-Wahyu Tri Nugroho (g), 16-Agung Setyabudi (k), 44-Okwy Okonkwo Diamondstar, 21-Hary Syahputra, 3-Nurcholis Madjid, 78-Silvain Moukwelle Ebwanga, 8-Asmar Abu, 18-Yuniarto Budi Brahmanto, 26-Lubis Syukur, 77-Frank Jaen Seator, 20-Greg Nwokolo

Pelatih : Eduard Tjong
Cadangan : 25-Agung Prasetyo (g), 2-Irwan Karmelio, 81-Firman Basuki, 13-Wahyu Tanto, 7-Syaiful Bahri


Arema (4-4-2): 34-Hendro Kartiko (g), 2-Alexander Pulalo (k), 4-Bruno Coutou, , 6-Suroso, 26-Ortizans Salossa27-Sutaji, 11-Ponaryo Astaman, 8-Elie Aiboy, 18-Ronny Firmansyah, 21-Patricio Morales, 22-Emile Bertrand Mbamba

Pelatih : Miroslav Janu
Cadangan : 31-Ahmad Kurniawan (g), 24-Richi Pravita Hari, 28-Agung Yudha Kurniawan, 16-Rasmoyo, 13-Jaenal Ichwan, 71-Akbar Rasyid, 29-Andriansyah
Stadion Manahan Solo



KONDISI TIM

Persis
TAMPIL di depan pendukung sendiri dan motivasi meninggi setelah mengalahkan Persekabpas, menjadi nilai plus bagi Persis. Namun, sejumlah pilar mereka harus absent melawan Arema. Itu diprediksi mempengaruhi kekuatan Laskar Sambernyawa. Motivasi untuk balas dendam kekalahan bisa menjadi kekuaran tambahan mengejar kemenangan.

Arema
KEMENANGAN dalam laga tandang melawan Persijap Jepara menjadi modal kuat bagi Arema meraih hasil positif di Solo. Saat ini Arema juga nyaris tak dibelit masalah cedera pemain. Anak asuh Miroslav Janu hanya perlu menjaga agar kemenangan di putaran pertama tak membuat terlena dan menjadi bumerang.

Ethuang
21-10-2007, 09:11 AM
Minggu, 21 Okt 2007,
Pasoepati-Aremania Berhadapan Langsung


PERSAINGAN Persis melawan Arema di Stadion Manahan, Solo, malam ini tak hanya melibatkan pelatih dan pemain. Barisan suporter kedua tim juga dipastikan bakal adu gengsi.

Prediksi itu mencuat setelah Aremania, kelompok suporter fanatik Arema, dipastikan mendapat jatah lima ribu lembar tiket. Aremania dan Pasoepati, kelompok suporter Persis, sering kali dipersaingkan. Selain fanatismenya, dua kelompok suporter tersebut dikenal sering menampilkan atraksi menarik sepanjang pertandingan.

"Besok (malam ini, Red) adalah kesempatan untuk menunjukkan bahwa Pasoepati adalah suporter paling atraktif di Indonesia. Selama ini, ada anggapan bahwa Aremania lebih atraktif. Kami akan menunjukkan siapa yang lebih baik," kata Dirijen Pasoepati Maryadi Gondrong kepada koran ini kemarin (20/10).

Gondrong -sapaan karibnya- mengakui, anggapan bahwa Aremania lebih atraktif sering membuat "panas" kubunya. Agar persaingan suporter lebih menarik, Gondrong meminta panitia pelaksana pertandingan menempatkan Aremania di belakang gawang sisi utara. Dengan posisi itu, lanjut Gondrong, Pasoepati dan Aremania akan saling berhadapan.

"Kami tidak ingin kedatangan Aremania menurunkan mental pemain Persis. Kalau mereka (Aremania, Red) ditempatkan di sisi timur lapangan, itu akan membahayakan Persis. Mereka bisa memberikan tekanan lebih maksimal," ungkapnya. Panitia merespons positif permintaan Pasoepati.

Ethuang
21-10-2007, 09:12 AM
Minggu, 21 Okt 2007,
Asah Tendangan Jarak Jauh


Persiter v Persiba
TERNATE - Persiba Balikpapan akan melakoni laga berat pada pertandingan lanjutan Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII 2007 Minggu (21/10) sore ini. Tuan rumah Persiter Ternate sudah menunggu di Stadion Gelora Kie Raha untuk membalas hasil buruk (0-1) yang diterima ketika bersua di Balikpapan pada putaran pertama 21 Maret lalu.

Meski tim besutan Jacksen F. Tiago tersebut sedang dalam grafik meningkat usai menekuk tim Borneo lainnya, PKT Bontang, dua gol tanpa balas dan memperpanjang rekor tak pernah kalah di kandang sendiri, Persiba tetap tidak gentar. Bahkan, Ferly La’ala dkk semakin bersemangat untuk kembali mengulangi hasil bagus seperti di Balikpapan.

"Kami ke sini (Ternate, Red) untuk mencari poin. Tidak ada yang lain," tegas pelatih Persiba Peter Butler kepada Post Metro Balikpapan (Grup Jawa Pos) kemarin.

Butler menjelaskan, tidak pernah memikirkan kekuatan tim lain, termasuk Persiter, meski selalu tampil bagus di kandang. Apalagi, Persiter akan didukung pendukung fanatiknya.

"Saya selalu respek kepada semua tim yang dihadapi Persiba. Tetapi, tim ini sangat bagus jika bermain di luar kandang," ucapnya.

Bukti ketidakgentaran Butler, yang selalu optimis itu, ketika di sesi latihan dan uji Lapangan Stadion Gelora Kie Raha lebih memokuskan pola menyerang. Pada sesi terakhir latihan, Butler didampingi asisten pelatih Junaidi menambah porsi latihan untuk para gelandang dan penyerang. Empat bomber Persiba -Julio Rodrigues, Emeka Okoye, Abdul Aziz, dan T.A. Musafri- dimantapkan. Mereka diintruksikan untuk lebih banyak melakukan tendangan jarak jauh maupun di kotak penalti dan ingin insting gol dengan finishing yang baik dalam laga nanti.

Pola ofensif, tampaknya, akan disajikan Butler bersama pasukan Beruang Madu untuk meladeni tipe Persiter yang bermain dengan pola permainan cepat dan keras.

"Saya selalu optimis jika tim ini bermain ofensif. Dan, tidak takut untuk perlihatkan itu di lapangan nanti," paparnya.

Ethuang
21-10-2007, 09:14 AM
Perkiraan Pemain


Persiter: 20- Muchlis Sahrun (pg), 15- Julio Cesar da Costa, 21- M Soleh, 33- Irwan M Djen, 22- Firdaus Nyong, 6- Muhammad Hamzah, 18- Roni Prowanda, 19- Ahmad Sembiring, 26- Wilson Carvalho, 10- Fabiano Santos, 9-Rachmad Rivai.

Cadangan: 25- Timotius Mote (pg), 24- Anwar, 16- Sahjuan Doa, 17- Gantar Khan, 27- Emerson, 7- Rizal Tomagola, 35- Colly Misrun.
Pelatih: Jacksen F Tiago
Manajer: Drs Iqbal Ruray


Persiba: 15-Made Wirawan (pg), 14-Ferly La’ala, 26-Jufri Samad, 24-Ryan Townsend, 6- Achmad Taufik, 19-Fabricio Bastos, 21-Asep Gunawan, 33-Rahman Lestaluhu, 29-TA Musafri, 9-Emeka Okoye, 99-Julio Cesar Rodrigues.

Cadangan: 27-Effendi, 34-Ronald Pangkali, 28-Muhammadan, 4-Angga Febrianto 22-Julian Hontong, 16-Yogi Alfian 17-Abdul Aziz.
Pelatih: Peter James Butler
Manajer: Eddy Sunardi SE

Ethuang
21-10-2007, 09:16 AM
Minggu, 21 Okt 2007,
Tak Ingin Gagal Lagi


Persikota v Persela
TANGERANG - Setelah gagal menuai hasil maksimal saat menjamu PSIS Semarang, Persikota tak punya pilihan selain menang saat menghadapi Persela Lamongan dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia XIII. Poin penuh merupakan harga mati bagi pasukan Solihin yang kini masih tertatih-tatih di papan bawah itu.

Namun, laga di Stadion Benteng, Tangerang, petang ini bukan perkara mudah. Apalagi, untuk sementara, tim yang diarsiteki M. Basri tersebut berada di zona Superliga, yakni di peringkat ketujuh dengan 39 poin. Keadaan itu jelas membuat pihak Persela mengincar kemenangan untuk mengamankan posisi.

"Kami datang ke Stadion Benteng tentunya untuk menang. Jadi, saya dan rekan-rekan setim akan berusaha untuk bermain semaksimal mungkin," tegas Taufik Kasrun, salah seorang pemain Persela, kemarin (20/10).

Tetapi, Persikota cukup yakin bahwa para punggawanya mampu menunjukkan permainan positif seperti saat bermain seri 1-1 melawan PSIS. "Tidak ada jalan lain. Kegagalan merebut kemenangan atas PSIS sudah kami jadikan pelajaran berharga. Kali ini, kami tidak ingin gagal. Kemenangan harus kami dapatkan," tandas Solihin saat ditemui Indo Pos (grup Jawa Pos) di Tangerang kemarin.

Maklum, meski tidak lagi dikejar-kejar degradasi, Persikota kini punya target baru, berada di papan tengah klasemen. Keyakinan Solihin cukup beralasan. Mantan pelatih Persita Tangerang tersebut menilai, para pemainnya saat ini mampu memperlihatkan permainan positif.

Namun, diakuinya, kemajuan permainan timnya kerap kali tidak dibarengi dengan kemenangan. Sayang, persiapan Persikota sedikit terhambat. Sebab, dua pilarnya tidak bisa diturunkan saat menjamu Persela. Yakni, sang kapten Esteban Gillian serta pemain belakang Nanmi Hugues. Kehilangan dua pemain tersebut jelas merupakan kerugian bagi Persikota.

Akan tetapi, Solihin sudah menyiapkan amunisi cadangan untuk menambal posisi yang ditinggalkan dua pemain asingnya itu. "Untuk posisi Esteban, masih ada Epalla Jordan. Untuk posisi Nanmi, sangat mungkin saya akan mengandalkan tenaga para pemain lokal," jelasnya.

Ethuang
21-10-2007, 09:17 AM
PERKIRAAN PEMAIN


Persikota (3-5-2): 1-Rolli Yasin, 25-Rolando Koibur, 4-Reswandi, 6-Joko Kuspito; 11-Zaenal Anwar, 17-Julianhar Buyung, 35-Epalla Jordan, 14-Jumadi Abdi, 12-Taryana Sopandi; 10-Bamnjo Willfred, 19-Basile Essa Mvondo,

Cadangan : 16-Herman Batak, 8-Ruben Karel, 26-Yudi Ramanda, 23-Mustofa Aji
Pelatih : Solihin


Persela (4-4-2): 1-Deni Marcel (g); 23-Yopie Rayar, 28-Taufik Kasrun, 5-Sunar Sulaiman, 2-Nyeck Nyobe; 8-John Scarlet, 22-Ilham Zulkarnaen, 11-Maximilliano, 7-Ullian Souza; 99-Jeferson, 10-Marcio Souza da Silva.

Cadangan :1-Khoirul Huda, 14-Deny Tarkas, 22-Edy Subagyo, 13-Hermawan, 21-Amsyar Reza, 9-Purwanto, 20-Miro Baldo Bento, 12-Charles Puttiray
Pelatih: M. Basri

Ethuang
22-10-2007, 09:20 AM
Senin, 22 Okt 2007,
Delta Putra Sidoarjo
Sesuaikan Jadwal Penerbangan ke Samarinda


SIDOARJO - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) tak mau main-main dalam upaya mengalahkan PKT Bontang di babak 16 Besar Copa Indonesia 2007. Selain mengasah penendang, tim berjuluk The Lobster tersebut juga mempunyai strategi lain.

Apa itu? Mulai kemarin, Andri "Gepeng" Budianto dkk ternyata telah berada di Kalimantan. Itu dilakukan agar mereka bisa adaptasi dengan cuaca Bontang, tempat laga Deltras versus PKT pada Rabu (24/10) lusa.

Selain itu, perjalanan ke kandang PKT Bontang memakan waktu dan tenaga. Berbeda dengan lawatan ke daerah lain, ke Persiwa Wamena misalnya. Meski jauh, markas tim asuhan Djoko Susilo tersebut berada di tempat yang mudah dijangkau.

"Saya melihat, pemain memerlukan waktu adaptasi lebih lama di Bontang. Ini dilakukan agar pemain tidak terlalu lelah saat menghadapi pertandingan nanti," kata Jaya Hartono, pelatih Deltras, ketika dihubungi kemarin masih berada di Samarinda.

Apalagi, Stadion Mulawarman, kandang PKT, cukup angker bagi tim tamu. Di tempat tersebut, tim tamu sulit mampu membawa pulang poin penuh.

Namun, kabar keberangkatan awal ke Bontang untuk melakukan adaptasi tak seratus persen benar. Sumber dekat Deltras yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, keberangkatan Deltras yang terkesan mendahului jadwal itu disebabkan jadwal penerbangan dengan tujuan Samarinda hanya tersedia Minggu. Itu yang memaksa Deltras segera berangakat ke Bontang.

Terlepas dari keberangkatan Deltras lebih dini, pertandingan Deltras kontra PKT Bontang tersebut merupakan laga yang berat bagi Deltras.

"Kami ingin menjadi tim kedua yang berhasil menumbangkan PKT di kandangnya sendiri," pungkasnya. Sebelumnya, tim yang pernah mengalahkan PKT di kandang adalah Persikabo Kab. Bogor beberapa musim lalu.

Ethuang
23-10-2007, 10:28 AM
Selasa, 23 Okt 2007,
SBY Datang, Persik v Persib Terancam Ditunda


KEDIRI - Pertandingan Persik melawan Persib Bandung yang rencananya diadakan besok (24/10) di Stadion Brawijaya terancam ditunda. Penyebabnya, pada hari itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan datang ke Kediri untuk mengunjungi para pengungsi Kelud.

Karena kedatangan SBY itu, konsentrasi keamanan terfokus untuk kegiatan tersebut. Sehingga, jaminan keamanan untuk pertandingan Persik versus Persib tak bisa diberikan.

"Semua personel dari jajaran Polwil Kediri akan berkonsentrasi mengamankan kedatangan SBY," kata Bambang Sumarjono, ketua panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persik, tadi malam.

Keputusan pengunduran pertandingan Persik melawan Persib diputuskan panpel tadi malam. Itu setelah mereka rapat di ruang Kilisuci, gedung pemkot. Surat resmi pengunduran tersebut akan dikirimkan ke BLI (Badan Liga Sepak Bola Indonesia) hari ini dengan disertai surat protokoler kenegaraan dan surat Polresta Kediri.

Menurut Bambang, tadi malam, pihaknya sudah mengontak Direktur Kompetisi BLI Joko Driyono. Dan, pada prinsipnya, Joko mengaku tak mempermasalahkan. Namun, keputusan pengunduran pertandingan nanti masih menunggu keputusan resmi BLI yang rencananya akan turun setelah surat dari panpel diterima.

Bambang menyatakan, pengamanan presiden dan tujuh menteri yang akan datang ke Kediri lebih penting daripada pertandingan sepak bola. "Kalau ada urusan kenegaraan semacam itu, kami harus maklum," imbuhnya.

Nasib partai Persik melawan Persib menjadi belum jelas. Sebab, pada 27 Oktober, Persik harus menghadapi PSS Sleman. Sedangkan, Persib menghadapi Persema pada 28 Oktober. Kedua pertandingan tersebut rencananya tak berubah.

Asisten pelatih Persib Jajang Nurjaman mengaku belum mengetahui soal pengunduran pertandingan itu. "Kalau ditunda, ada untung dan ruginya," ujarnya.

Keuntungan yang didapat adalah waktu recovery Persib bisa lebih panjang. Mereka punya istirahat lebih lama sebelum menghadapi Persema. Sedangkan, kerugiannya adalah Persib sudah telanjur datang ke Kediri dan menginap di Lotus Garden Hotel and Restaurant. Sehingga, biaya yang dikeluarkan cukup besar.

"Kalau memang untuk urusan kenegaraan, kami terima saja," pungkasnya.

Ethuang
25-10-2007, 07:54 AM
Kamis, 25 Okt 2007,
Firman Bikin Percaya Diri


Persita v Persis
TANGERANG - Persita Tangerang tak mau buang peluang. Tampil di kandang sendiri, Stadion Benteng, tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut percaya diri bisa mengalahkan tamunya, Persis Solo, pada babak 16 Besar Copa Indonesia sore ini (siaran langsung lativi mulai pukul 15.00 WIB). Kemenangan akan membawa Persita menembus babak delapan besar.

"Kami yakin dapat menang melawan Persis. Sebab, kami sudah tahu permainan mereka dari pertemuan beberapa waktu lalu," ungkap pelatih Persita Benny Dolo kemarin (24/10).

Optimisme itu semakin bertambah seiring dengan bisa bergabungnya Firman Utina. Sebenarnya, gelandang andalan Persita itu tengah menjalani pemusatan latihan Timnas Pra-Piala Dunia (PPD) 2010 di Solo. Bergabungnya Firman membuat lini tengah tuan rumah semakin solid. Kolaborasi Firman dan I Putu Gede bakal jadi roh permainan Persita.

"Firman bisa kami mainkan. Jadi, lini tengah kami tidak akan bermasalah," ujar pelatih yang akrab dipanggil Bendol itu. Keyakinan juga datang dari para pemain. "Kami jelas yakin menang melawan Persis. Apalagi, kami akan bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter," jelas I Putu Gede.

Sementara itu, meski hanya datang dengan 16 pemain, kubu Persis tetap yakin akan lolos dari hadangan tuan rumah. Akan tetapi, skuad Persis sempat direpotkan dengan masalah transportasi ke Tangerang. Tidak heran, mereka baru datang sehari sebelum laga.

"Mau tidak mau, kami tidak sempat menguji lapangan. Kami sebenarnya dapat kabar bahwa jadwal diundur Minggu (27/10), tapi ternyata tidak. Karena itu, kami kesulitan untuk mendapatkan tiket pesawat. Jadi, agar para pemain tidak kelelahan, kami nekat naik bus ke Jogjakarta. Dari situ kami mendapatkan pesawat ke Jakarta," ungkap asisten manajer Persis Abraham Turangan.

Kabarnya, Persis pun sudah menyiapkan algojo penalti. Itu dilakukan jika pertandingan tetap berakhir imbang 0-0. Namun, hasil imbang 1-1 sudah cukup membawa anak asuh Eduard Tjong tersebut lolos ke babak perempat final.

Ethuang
25-10-2007, 08:39 AM
Kamis, 25/10/2007
Copa Indonesia 2007
Moreira Bawa Deltras Atasi PKT


BONTANG – Hilton Moreira menjadi pahlawan kemenangan bagi Deltras Sidoardjo saat memetik kemenangan atas Pupuk Kaltim (PKT) Bontang. Dua gol Moreira membawa Deltras menang 3-1 atas PKT dalam pertemuan pertama 16 besar Copa Dji Sam Soe.
Bertanding di Stadion Mulawarman, Bontang, Rabu (24/10/2007) malam WITA, Deltras yang bertandang justur tampil menggila.
The Lobster –julukan Deltras- mampu mendominasi jalannya pertandingan sejak awal babak pertama. Usaha untuk mencetak gol akhirnya membuahkan hasil, setelah Moreira mencetak gol di menit ke-19. Skor 1-0 ini bertahan hingga pertandingan babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, The Lobster kembali menunjukkan dominasinya atas PKT. Hasilnya, tim asal Surabaya, Jawa Timur itu mampu menggandakan kedudukan pada menit ke-60 melalui tandem Moreira, Melky Pelkey. Akhirnya, Moreira menjadi bintang bagi The Lobster dengan mencetak gol kedua di menit ke-84.
Tim tuan rumah baru bisa mendapatkan gol hiburan dan memperkecil ketinggalan di penghujung pertandingan lewat Josiah Seton.
Dengan hasil ini, maka tim asuhan Jaya Hartono itu tinggal selangkah lagi lolos ke babak perempatfinal Copa Dji Sam Soe. Pasalnya, Moreira dkk akan menjamu PKT pada Senin (29/10/20070 mendatang.

Ethuang
25-10-2007, 08:40 AM
Kamis, 25/10/2007
Preview Persita vs Persis
1-1 Sudah Cukup!


SOLO – Tak ada target khusus yang diemban Persis Solo saat bertandang ke Stadion Benteng, Tangerang, markas Persita, Kamis (25/10/2007) sore ini di ajang Copa Indonesia 2007. Bahkan, Rabu (24/10/2007) siang kemarin, Laskar Sambernyawa –julukan Persis- baru bertolak menuju Tangerang. Praktis, Greg Nwokolo dkk pun tak sempat lagi menjajal "kerasnya" rumput Stadion Benteng.
Sekretaris Manajer Persis, Abraham E.W.T mengatakan bahwa kendala reservasi tiket pesawat melupakan masalah utama mepetnya keberangkatan mereka. “Untuk mendapatkan tiket pesawat dengan jadwal keberangkatan, Selasa (23/10/2007), sangat sulit. Sebenarnya sih ada, tapi tidak seluruh pemain bisa terangkut. Paling hanya 8-9 orang. Terus yang lain mau pakai apa?" ujar Bram, demikian dia akrab disapa.
Menahan imbang pasukan Benny Dollo pun menjadi target realistis yang diusung tim kebanggaan Kota Bengawan itu. "Skor imbang 1-1 sudah cukup. Apalagi, persiapan yang kami lakukan sangat mepet sekali. Sedikit banyak, kondisi ini pasti akan memengaruhi stamina pemain. Jadi, target itu saya rasa sudah cukup wajar," cetus pria asal Makassar itu.
Hal senada diungkapkan Arsitek Persis, Eduard Tjong. Namun menurut Edu –sapaan akrab Edward Tjong-, bermain di hadapan publik Benteng Viola –kelompok suporter Persita- target menahan imbang 1-1 tuan rumah bukan perkara mudah.
Masuknya Ernest Siankam Emako dan Ilham Jaya Kusuma di barisan depan Pendekar Cisadane –julukan Persita- menjadi catatan tersendiri bagi Edu.
“Waktu main di Solo kedua pemain ini tidak bisa diturunkan. Saat itu, Ernest kena akumulasi kartu kuning, sedangkan Ilham masih cedera. Tapi kini, kedua pemain ini bisa diturunkan. Apalagi kali ini, mereka pasti tak ingin gagal lagi di kandang. Karena sebelumnya, mereka ditahan imbang Persema Malang 1-1 (di ajang Liga Indonesia),” tukas Edu.
Permainan defensive merupakan strategi yang bakal diterapkan Greg dkk untuk meredam agresifitas I Putu Gede dkk. “Kami akan bertahan mulai dari garis tengah. Selain lini belakang menjadi lebih rapat, pemain pun lebih bisa mengatur staminanya. Karena seperti kami tahu, Persita memiliki permainan cepat dan keras. Persita juga punya masa recovery lebih panjang dibanding kami," bebernya.

Ethuang
25-10-2007, 08:41 AM
PERKIRAAN FORMASI


Persis (3-5-2): Agung Prasetyo (g), Harry Saputra, Agung Setyabudi, Firman Basuki; Yuniarto Budi, Moukwelle Ebwanga Sylvain, Ebi Sukore, Nurcholis Majied, Greg Nwokolo; Frank Seator, Rudi Widodo.

Pelatih: Eduard Tjong


Persita (4-4-2): Mukti Ali Raja (g), Bobby Satria, Leonard Saputan, Basri, Zulfaaly, I Putu Gede, Firman Utina, Esiah Pello Benson, Stephen Mennoh, Ilham J.K, Ernest.

Pelatih: Benny Dollo.

Ethuang
25-10-2007, 09:06 AM
Kamis, 25/10/2007
Hari Ini, Snex dan Panser Biru Gerudug Gedung DPRD


SEMARANG – Polemik seputar masalah keuangan yang terjadi di tubuh PSIS Semarang kian meruncing. Bahkan, himbauan Ketum PSIS Sukawi Sutarip agar Snex dan Panser Biru –kelompok supporter pendukung PSIS- tidak melakukan demo besar-besaran tak digubris sama sekali.
Rencananya, hari ini Snex dan Panser Biru yang tergabung dalam aliansi suporter Semarang bakal mendatangi gedung DPRD Kota Semarang guna meminta klarifikasi anggota dewan seputar penolakan pengajuan tambahan dana yang dilakukan Manajemen Mahesa Jenar –julukan PSIS-.
Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua Snex, Edi Abimanyu. “Kami sebagai supporter, hanya ingin PSIS tetap melanjutkan kompetisi bagaimanapun kondisinya. Oleh sebab itu pula, besok (hari ini) kami akan menemui DPRD untuk minta penjelasan. Karena kami merasa prihatin melihat kondisi yang menimpa PSIS sekarang ini,” ujar Edi.
Ditambahkan Edi, jumlah anggota Snex yang hari ini bakal gerudug ke gedung DPRD tidak terlalu banyak, hanya berkisar 500 sampai 1000 orang.
Namun Edi mengultimatum, jika DPRD tetap tak menyetujui pengajuan tambahan dana yang dilakukan Manajemen PSIS. Bukan tidak mungkin, mereka bakal melakukan demo secara besar-besaran.
“Bagaimana bisa dipenggak. Ini adalah suara hati supporter. Jadi, wajar jika mereka kecewa karena tim kesayangannya tak bisa tampil di Liga Indonesia. Karena bagi kami, sepak bola adalah sebagai sebuah hiburan. Kami juga akan melakukan koordinasi dengan Panser Biru terkait rencana besok (hari ini),” cetusnya.
Hal senada diungkapkan Sekum Panser Biru Amrul H. Dia menyatakan, rencana untuk mempertanyakan masalah tersebut kepada anggota dewan sudah dipersiapkannya. Namun, Amrul belum bisa memberikan keterangan secara pasti kapan hari dan tanggalnya.
“Sore ini kami baru akan rapat membahas rencana itu. Mungkin kami juga akan berkoordinasi dengan Snex. Karena ini bukan lagi masalah kelompok, tapi sudah menyangkut masalah masyarakat Semarang. Tapi saya yakin, bagaimanapun juga manajemen pasti akan tetap melanjutkan kompetisi. Karena kalau mundur, sanksinya justru akan semakin berat,” timpal Amrul.

Ethuang
25-10-2007, 04:29 PM
Kamis, 25/10/2007
Krisis Keuangan PSIS Semarang
Pemain Resah, Manajemen Optimis


SEMARANG – Krisis finansial yang mendera PSIS Semarang ini berpengaruh besar terhadap kondisi pemain. Buktinya, sejak pengajuan dana tambahan yang dilakukan Manajemen Mahesa Jenar –julukan PSIS- ditolak mentah-mentah oleh DPRD Kota Semarang, performa Julio Lopez dkk terus melorot.
Setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 dengan Persikota Tangerang, tim kebanggaan Kota Lumpia itu dihajar habis Persikabo Kabupaten Bogor dengan skor telak 1-4. Ini membuktikan, masalah keuangan memiliki pengaruh besar terhadap motivasi pemain.
Salah satunya seperti yang diungkapkan bek sayap Harry Salisbury. Menurutnya, pengaruh terbesar bagi pemain adalah semangat bertanding yang berkurang. Biasa bermain dengan iming-iming bonus dan sekarang tak ada lagi, menurut Harry memberikan atmosfer beda.
“Kalau sampai ada pemain yang bilang kondisi ini tidak ada pengaruhnya, dia pasti bohong. Saya lihat, pengurus pun sepertinya pasrah dengan kondisi seperti ini. Tapi, kami masih punya komitmen menyelesaikan pertandingan sampai akhir kompetisi,” aku Harry.
Hal senada diungkapkan Khusnul Yakin. Namun, dia melihat situasi keuangan PSIS sekarang ini lebih sebagai sebuah risiko pekerjaan.
Meski diakuinya, kondisi ada dan tidak ada bonus pasti memiliki perbedaan. Sebagai pemain, Khusnul hanya berharap situasi ini dapat segera teratasi. Sehingga tak ada lagi kekhawatiran di hati pemain dalam setiap pertandingan.
“Dalam kondisi ini yang penting kami bisa melanjutkan sampai akhir kompetisi. Soal target Liga Super, asalkan manajemen terus berusaha mencukupi kebutuhan tim, saya rasa itu bisa tercapai. Karena target Liga Super sudah menjadi tujuan kami sejak awal kompetisi,” timpal Khusnul.
Terpisah, Manajer PSIS, Yoyok Sukawi optimis mampu menutup kekurangan dana yang sedang terjadi. Alasannya, dalam pertemuan terakhir, dia merasa jajaran pengurus PSIS masih cukup kompak dalam mencari solusi terbaik guna mengatasi krisis tersebut. Sehingga, dia menggaransi tak akan ada lagi kekhawatiran PSIS tak mampu menyelesaikan kompetisi tahun ini.
“Saya yakin kondisi ini akan segera membaik. Apalagi, sebelumnya kami sudah pernah mengalami situasi yang hampir sama. Dan Alhamdulillah, masalah itu bisa kami atasi dengan baik. Dalam beberapa hari ini, manajemen dan pengurus juga banting-tulang mencari tambahan dana,” tukas Yoyok penuh rasa optimis.

Ethuang
25-10-2007, 10:23 PM
Kamis, 25/10/2007
Krisis Keuangan PSIS Semarang
DPRD Kunker, Rencana ASS Tertunda


SEMARANG - Rencana kelompok suporter PSIS Semarang: Snex dan Panser Biru menyerbu gedung DPRD Kota Semarang batal. Sebab, sebagian besar anggota dewan sedang melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Cina.
Alhasil, rencana kedua kelompok suporter yang tergabung dalam Aliansi Suporter Semarang (ASS) untuk minta klarifikasi DPRD terkait penolakan dana tambahan yang diajukan Manajemen PSIS pun tertunda. Hal itu diungkapkan langsung Ketua Snex Edi Abimanyu.
“Rencana awal sih hari ini. Tapi, karena sebagian besar anggota DPRD sedang Kunker ke Cina. Jadi, rencana mendatangi DPRD pun kami tunda," beber Edi.
Namun, kegagalan mendengarkan penjelasan DPRD terkait polemik keuangan yang membelit Mahesa Jenar -julukan PSIS- kali ini tak menyurutkan niat mereka. Edi menyatakan, jadwal ulang untuk menemui wakil rakyat Kota Semarang pun telah disiapkannya.
“Terpaksa rencana mendatangi DPRD kami undur sampai pekan depan. Semoga saja tidak ada halangan lagi,” harap Edi menambahkan.

Ethuang
26-10-2007, 07:47 AM
Jumat, 26 Okt 2007,
Maguwoharjo Layak Jadi Rujukan


STADION Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, nama itulah yang hingga saat ini tercatat sebagai stadion terbaik di Indonesia. Tapi, untuk menyebut stadion yang layak dijadikan rujukan dalam membangun atau membenahi stadion, GBK bukan satu-satunya.

Ada nama stadion lain yang tidak kalah menterengnya untuk dijadikan contoh. Nama tersebut adalah Stadion Maguwoharjo, Sleman, yang merupakan home base PSS Sleman.

"Kalau bicara stadion kelas A di Indonesia dinilai dari faktor kualitas rumput, Stadion di Sleman (Maguwoharjo, Red) menjadi bagian terdepan," kata Daniel Roekito, arsitek Persik Kediri.

Dia tentu tidak asal menilai. Maklum, mantan pelatih PSS Sleman tersebut sudah menyambangi seluruh stadion-stadion ternama di negeri ini.

Karena itu, Daniel paham betul stadion mana saja di Indonesia yang memang berkualitas. Tidak hanya dari sisi bangunan, namun juga dari kualitas rumputnya. Karena faktor rumput inilah, BLI memutuskan Stadion Maguwoharjo masuk kategori I.

Padahal, stadion yang kabarnya dibangun dengan biaya Rp 90 miliar tersebut belum rampung seratus persen. Ya, hingga saat ini, Stadion Maguwoharjo memang belum dilengkapi fasilitas lampu stadion.

"Stadion Maguwaharjo memang belum selesai dan mungkin baru rampung Maret nanti. Tapi, stadion ini layak jadi prototipe untuk Superliga. Mereka paling bagus," tarang Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

"Jika dibandingkan dengan GBK, rumput dan sistem drainase Stadion Maguwoharjo jauh lebih bagus. Karena itu, Stadion Maguwaharjo layak dijadikan contoh. Permasalahan utama yang membelit stadion-stadion di Indonesia kan masalah kualitas rumput," puji Joko.

Ethuang
26-10-2007, 07:48 AM
Jumat, 26 Okt 2007,
Manahan Harus Dirombak Total


STADION Manahan jadi kontroversi. Menyandang status sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia, ternyata, stadion kebangaan wong Solo itu tergenang air dalam dua kali laga penting. Yakni, ketika Persik Kediri menjamu Sydney FC pada pentas Piala Champions Asia 2007 dan Persis Solo melawan Arema Malang dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia (LDI) XIII Wilayah Timur.

Semua mata insan sepak bola di tanah air bisa menyaksikan betapa tak kuasanya Manahan menampung air hujan. Sebab, kedua laga itu, kebetulan, disiarkan langsung oleh televisi.

Kenapa bisa terjadi? Sistem drainase stadion pada saat hujan turun ternyata sudah rusak total sehingga aliran air tidak berjalan dan mengendap di permukaan lapangan. Pemandangan yang semula sebuah stadion dengan rumput indah berubah menjadi sebuah rawa.

Stadion Manahan dibangun pada 1989 dan diresmikan pada 1998. "Stadion Manahan merupakan salah satu Stadion di Indonesia yang menggunakan pembuatan teknik modern. Sehingga, segala sesuatu telah direncanakan dengan menggunakan sistem dan perencanaan yang tetap," ujar Agus Sudarman, kepala pengelola Stadion Manahan.

Tetapi, siapa sangka, segala sesuatu yang modern tersebut hanya tampak fisik. Bahan-bahan dan pengelolaannya kurang baik sehingga sistem modern yang diterapkan menjadi rusak dan tidak dapat berfungsi. "Sistem drainase sendiri dibuat dari dasar suatu plastik dan di atasnya diberi pipa-pipa yang berlubang sebagai pengalir air di saat air hujan. Namun, sepanjang perjalannya, dari tahun 1989-sekarang, pipa tersebut tersumbat dan tidak bisa mengalirkan air lagi. Air yang meresap ke bawah pun tertahan di plastik dan akhirnya tidak mengalir. Kemdian menggenang," tuturnya.

Selain pipa-pipa yang telah tersumbat dan tidak mengalirkan air, masih ada hal yang mempengaruhi peresapan."Rumput stadion Manahan yang sekarang tidak seperti rumput yang dahulu. Rumput yang dahulu lebih cenderung banyak akar sehingga untuk peresapan baik. Sedangkan sekarang, rumput tersebut telah didominasi oleh rumput lokal. Rumput itu akarnya tidak banyak dan daya resapnya kurang," jelasnya.

Sebenarnya, pengelola sudah melakukan banyak sekali perbaikan untuk mengatasi drainase tersebut, tapi hasilnya nol. "Pipa-pipa yang telah tersumbat tadi sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Air tidak bisa meresap ke bawah dan mengalir melalui saluran. Kalau tak ada perombakan total, hasilnya juga sama saja," ujarnya.

Ethuang
26-10-2007, 07:48 AM
Jumat, 26 Okt 2007,
PON Dipercepat Beri Dampak


INDONESIA minim stadion berkualitas, baik dari segi bangunan maupun kualitas rumput. Karena itu, bukan sesuatu yang aneh jika Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) hanya menyebut delapan stadion yang masuk kategori I. Itu pun masih diliputi tanda tanya.

Sebuah kenyataan yang jelas ironis. Superliga sudah berada di ambang mata. Dengan kondisi seperti saat ini, jelas besar kemungkinan Superliga musim depan tidaklah seistimewa yang didengung-dengungkan.

Tampaknya, tidak akan ada beda Superliga dengan kompetisi Divisi Utama musim depan. Lebih-lebih jika itu kembali dipersinggungkan dengan perihal stadion.

"Karena itu, kami berani bilang bahwa sepak bola Indonesia membutuhkan figur pemimpin layaknya Pak Ibnu (Subiyanto, ketua umum PSS sekaligus bupati Sleman, Red)," aku Joko Driyono, direktur kompetisi BLI.

Mengapa begitu? Menurut Joko, sosok Ibnu merupakan pimpinan yang mempunyai visi dalam mengembangkan sepak bola. Berkat pandangan cerdas Ibnu, Sleman, yang hanya daerah kecil, ternyata mampu membangun stadion bertaraf internasional.

"Itulah yang sensasional. Apalagi, Pak Ibnu memandang sepak bola bukan sekadar menang atau kalah. Tapi, dia juga punya persepsi untuk mengembangkan sepak bola sebagai aset daerah. Bukti konkretnya jelas dengan dibangunnya Stadion Maguwoharjo," tutur Joko.

"Pak Ibnu seharusnya menjadi virus bagi pemimpin daerah yang lain. Tentu virus yang menyebarkan pandangan-pandangan positif dalam membangun sepak bola nasional," jelasnya.

Selain membutuhkan figur pemimpin layaknya Ibnu, tambah Joko, sepak bola Indonesia rupanya butuh perhelatan PON dipercepat. Tentunya tidak lagi tiap empat tahun, namun bisa dua tahun sekali. Selain dipercepat, PON harus disebar ke seluruh wilayah di Indonesia.

"Kalau kita lihat ke belakang, stadion-stadion bagus di daerah terbangun karena PON. Sidoarjo, Palembang, dan Samarinda menjadi contoh. Agar cepat terbangun stadion bagus, tampaknya, PON perlu diperpendek intervalnya," usul Joko.

Ethuang
26-10-2007, 07:49 AM
Jumat, 26 Okt 2007,
Mencermati Penilaian BLI mengenai Kelayakan Stadion


Sepertinya Harus Dikaji Ulang
Superliga sudah di ambang mata. Untuk memasukinya, bukan sekadar prestasi sebagai prasyaratnya. Tapi, juga kelayakan stadion. Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI) telah melansir daftar stadion yang layak untuk Superliga.


DELAPAN nama stadion telah diumumkan BLI sebagai stadion berketegori satu yang sekaligus paling layak untuk menyelenggarakan Superliga. Tiga di antaranya merupakan stadion-stadion milik tim-tim yang musim ini berkompetisi di Divisi I.

Ada nama Stadion Petrokimia, Gresik, yang merupakan markas Gresik United (GU). Terdapat juga nama Stadion Jalak Harupat, Soreang, Bandung, yang menjadi kandang Persikab Kabupaten Bandung. Satu lagi adalah home base Persisam Samarinda, Stadion Sempeja, Samarinda.

Lima stadion lainnya adalah Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, milik Sriwijaya FC; Maguwoharjo (PSS Sleman); Manahan (Persis Solo); Gelora Delta (Deltras Sidoarjo), dan Mulawarman (PKT Bontang).

"Kami tidak bicara layak atau tidak. Tapi, dari hasil penilaian kami menyangkut beberapa aspek, delapan stadion itulah yang masuk kategori satu. " ujar Joko Driyono, direktur kompetisi BLI, beberapa waktu lalu.

Tapi, sudah tepatkah penilaian BLI tersebut? Tidak tertutup kemungkinan, ada keputusan BLI yang meleset. Lihat, di antara delapan nama tersebut, tidak tercantum nama Stadion Gajayana, Malang. Padahal, kandang Persema Malang itu awal tahun lalu telah dinyatakan layak oleh AFC (Federasi Sepak Bola Asia) untuk mengadakan pertandingan tingkat Asia.

Itu dibuktikan dengan digunakannya Stadion Gajayana oleh Arema Malang dalam menjamu rival-rival di babak penyisihan Liga Champions Asia 2007. Bukan hanya tidak tercantumnya nama Stadion Gajayana yang membuat penilaian BLI masih mengundang tanya. Tapi, masuknya nama Stadion Manahan, Solo, dalam daftar kategori I juga meninggalkan catatan.

Ingat, stadion kebanggaan publik Kota Bengawan itu sering dilanda banjir. Fakta tersebut tergambar ketika Persik Kediri menjamu Sdyney FC dalam babak penyisihan grup Liga Champions Asia 2007. Kala itu, pertandingan harus terhenti karena lapangan banjir dan baru dilanjutkan kembali esok harinya. Contoh terbaru tentu saja saat banjir melanda Mahanan di tengah-tengah laga Persis kontra Arema (21/10).

"Kalau hujan deras, hampir semua stadion di Indonesia akan seperti itu (kebanjiran, Red)," dalih Joko.

Penilaian BLI sudah tepat. Tapi, mereka hendaknya tidak sekedar memperhatikan kemegahan bangunan. Justru yang lebih utama adalah kelayakan rumput. "Seperti Manahan, secara bangunan memang bagus, tapi rumputnya masih kurang. Karena itu, BLI perlu mengkaji ulang keputusannya," kritik Daniel Roekito, pelatih Persik Kediri.

Kritik senada disuarakan M. Taufan. Penilaian BLI, terang dia, tidak serta merta bisa dianggap tepat. Masih perlu pembuktian nyata untuk bisa menyatakan bahwa penilaian BLI sudah layak jadi acuan.

"Ya, nanti kita lihat lagilah hasil penilaian terbaru kami pada Februari mendatang. Apakah nanti Solo tetap masuk kategori satu atau tidak. Yang jelas, untuk saat ini, kami masih memberikan kesempatan kepada Solo dan juga stadion-stadion lain untuk terus berbenah," ujar Joko.

Ethuang
26-10-2007, 08:11 AM
Jumat, 26 Okt 2007,
Prestasi Ganda Persita


TANGERANG - Akhirnya Persita mampu meraih satu tiket menuju babak delapan besar Copa Indonesia 2007. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut mampu menghentikan perlawanan Persis Solo dengan skor 2-1 pada leg kedua babak 16 besar di Stadion Benteng, kemarin.

Luapan kegembiraan kubu Persita kian bertambah. Sebab unggul atas skuad Laskar Samber Nyawa ini otomatis membawa kemenangan ganda bagi mereka. Masuk delapan besar bagi skuad Persita juga merupakan prestasi tersendiri. Ini prestasi terbaik semenjak Copa mulai digulirkan kali pertama pada tahun 2005 lalu.

Dua gol kemenangan Persita diborong oleh bomber Siankam Ernest pada menit ke-11, dan 68 melalui tendangan penalti. "Dua pertandingan Persita terakhir, saya memang bermain tidak maksimal. Tetapi kini terbayar dengan dua gol di Copa ini. Kedua gol itu saya persembahkan untuk seluruh suporter Persita," ungkap Ernest sehabis laga.

Namun hasil ini tidak didapatkan Persita dengan mudah. Pasalnya, Persis yang diarsiteki Eduard Tjong tersebut sempat merepotkan Persita. Ini terlihat saat Hari Saputra mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-64 setelah mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Persita.

Menanggapi hasil positif ini jajaran pelatih mengaku puas. Hanya memang ada beberapa peluang Persita yang terbuang percuma. Termasuk beberapa peluang matang yang didapatkan penyerang Persita Ilham Jayakesuma.

"Memang ada beberapa peluang yang tidak dapat diselesaikan dengan baik oleh Ilham. Akan tetapi saya rasa Ilham hanya kurang beruntung menghadapi laga ini. Jadi, ini berarti bukan karena ia tidak bermain maksimal," terang Asisten Pelatih Persita Elly Idris setelah pertandingan.

Di pihak lain, rasa sedikit kecewa sedikit memayungi kubu Persis. Terutama berkaitan dengan keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti bagi tuan rumah. "Kami rasa kepemimpinan wasit saat pertandingan masih imbang 1-1 terbilang baik. Namun setelah itu, tidak lagi," ungkap Asisten Manajer Persis Abraham Turangan. Di luar masalah itu, Abraham mengatakan salut kepada para pemainnya yang telah bermain maksimal.

Ethuang
26-10-2007, 08:12 AM
Jumat, 26 Okt 2007,
Terancam tanpa Budigol


Persik Jamu PSS Besok
KEDIRI- Kabar buruk bagi Persik. Salah satu striker mereka, Budi Sudarsono, tengah didera cedera. Akibatnya, kecil kemungkinannya Budi bisa dimainkan ketika menghadapi PSS Sleman besok.

Cedera lutut kanan yang membuat Budi bakal absen tersebut didapat ketika menghadapi Persita Tangerang beberapa waktu lalu. Bahkan, akibat cedera tersebut Budi dikabarkan juga absen dalam latihan timnas. Walaupun sudah bergabung dengan TC yang digelar di Solo tersebut, Budi belum ikut berlatih. Kabarnya, pemain tersebut masih melakukan terapi untuk penyembuhan.

Padahal, kalaupun tak dibelit cedera, peluang Budi memperkuat Persik besok juga tak besar. Sebab, mereka terbentur dengan agenda timnas senior. Bila ingin memanfaatkan tenaga Budi Persik masih harus mengajukan surat izin peminjaman. Dan apakah bakal diizinkan atau tidak juga belum pasti.

Walaupun demikian, kubu Persik tetap berencana akan memanggil pemain berjuluk Budigol tersebut. Menurut Daniel Roekito, Budi diharapkan sudah sembuh saat pertandingan besok.

"Duet Budi dan Gonzales yang paling ideal bagi kami," kata Daniel Roekito.

Jika ternyata kondisi Budi belum memungkinkan untuk tampil, Daniel sudah menyiapkan alternatif. Yakni memaksimalkan pemain yang ada saat ini. Sebagai pengganti Budi, ada dua striker murni. Yaitu Musikan dan Imam Maulana. Hanya, kedua pemain tersebut belum pernah merumput sekalipun di musim ini.

Sedangkan untuk pilihan lain, Daniel bisa saja mengoptimalkan Danilo Fernando. Bila terpaksa posisi Danilo bisa didorong lebih ke depan mendampingi Gonzales. Beberapa kali pilihan ini diambil Daniel sebagai solusi minimnya striker yang dimiliki Persik.

"Apapun yang terjadi, kami harus menang melawan PSS Sleman. Karena hanya dengan kemenanganlah peluang lolos ke babak delapan besar akan terbuka," ujar pelatih Kelahiran Rembang ini.

Sementara itu hingga kemarin, Budigol masih belum bisa dihubungi. Beberapa kali dikontak, handphonenya tidak aktif.

Ethuang
27-10-2007, 08:04 AM
Sabtu, 27 Okt 2007,
Persik v PSS
Uji Konsistensi


Macan Putih tanpa Budi Sudarsono
KEDIRI - Musim ini Persik tampil angin-anginan. Macan Putih -julukan Persik- akan tampil bagus jika menghadapi tim kuat. Semua kemampuan terbaik yang dimiliki bakal keluar.

Sebaliknya, jika melawan tim yang kualitasnya di bawah Persik, mereka sering tampil loyo. Nah, ujian bagi konsistensi penampilan Persik akan terjadi sore ini di Stadion Brawijaya saat Persik melawan PSS (siaran langsung antv mulai pukul 15.30 WIB). Secara kualitas, PSS masih di bawah tuan rumah.

Dengan dasar itulah, pelatih Persik Daniel Roekito mengingatkan anak buahnya agar berhati-hati dalam pertandingan nanti. "Anak-anak tidak boleh menganggap enteng PSS. Mereka pasti akan tampil ngotot," ingat Daniel.

Untuk mengamankan tiga poin, Macan Putih harus tampil lebih daripada lawannya. Jika PSS tampil dengan fighting spirit tinggi, Persik harus melebihinya.

"Kami harus lebih disiplin dan lebih berkonsentrasi 90 menit untuk mengalahkan PSS," ujarnya.

Bagi Daniel, kekuatan Elang Jawa- julukan PSS- tak boleh diremehkan. Pengalaman pernah menukangi tim tersebut membuat Daniel tahu karakternya. Mereka bermodal semangat tanding tinggi.

"Kami akan tampil menyerang agar PSS tak bisa mengembangkan permainan," ungkapnya.

Target menang juga dicanangkan para pemain Persik. Harianto, kapten kesebelasan, menganggap kemenangan adalah harga mati. Hanya dengan kemenangan, kans Persik babak delapan besar tetap terbuka.

"Materi pemain PSS, baik lokal dan asing, itu merata. Kami akan mewaspadai semuanya," ujarnya.

Meski di putaran I di Stadion Maguwoharjo Persik menang dengan skor 2-0, menurut Harianto, hal itu tidak bisa dijadikan patokan. Masuknya pelatih Rudy William Keltjes menggantikan Horacio Montes membawa banyak perubahan.

"Secara permainan, PSS sekarang ini lebih baik karena Pak Rudy pandai memotivasi pemain. Jadi, kami harus mewaspadainya," kata mantan anak didik Rudy di Mitra Surabaya itu.

Di pihak lain, kubu PSS tak mau kalah gertak dengan Persik. "Kasta kami sama dengan Persik. Hanya peringkat yang berbeda. Jadi, kami akan tampil menyerang untuk meraih kemenangan," ancam Rudy Keltjes.

Mantan pemain Niac Mitra tersebut mengatakan, semua pemain Persik akan diwaspadai. Meski striker Budi Sudarsono dipastikan absen karena cedera, pihaknya tetap harus berhati-hati. "Saya rasa Persik itu salah satu tim bagus di Indonesia. Jadi, kami harus waspada," tegasnya.

Ethuang
27-10-2007, 08:05 AM
Perkiraan Pemain


Persik (3-5-2): ungu
27-Wahyudi (g), 4-Aris Indarto, 14-Fallah Johnson, 6-Zaenuri, 25-Khusnul Yuli Kurniawan12-Harianto, 8-Jefri Dwi Hadi, 28-Ronald Fagundes, , 3-Erol Iba, 88-Danilo Fernando, 10-Christian Gonzales

Cadangan : 1-Kurnia Sandy (g), 32-Pieter Lipede, 15-Sulis Budi, 2-Yohanes Yuni Yantara, 17-Dwi Priyo Utomo, 24-Ahmad Fais, 22-Musikan
Pelatih : Daniel Roekito


PSS (3-5-2)
20-Galih Sudaryono (g), 4- George Oyedepo, 26- Muhammad Anderson da Silva, 2- Aang Suparman, 23- Agus Purwoko, 5- Souleymane Traore, 11- Slamet Nurcahyo, 15- Imam Rochmawan, 14- Andre Yoga, 7- Gaston Castano, 29- Niane Mamadou

Cadangan : 21- Dwi Adi Nugroho (g), 3-Busari, 6-M Sobran, 27-
Fajar Listiyantara, 25-Rahel Tuasalamony, 33-Ferry Setiawan
Pelatih : Rudy William Keltjes


Stadion : Brawijaya Kediri


KONDISI TIM

PERSIK
BERMAIN di kandang membuat Macan Putih lebih diunggulkan. Apalagi, selama ini, Persik sulit dikalahkan di Stadion Brawijaya. Penampilan terakhir saat melawan Persita Tangerang di Stadion Benteng cukup memikat, meski akhirnya kalah.

PSS
Kegagalan meraih poin penuh saat menjamu Persib Bandung pekan lalu cukup merugikan. Beban berat harus disandang Elang Jawa. Bermain di Stadion Brawijaya sulit bagi mereka untuk bisa memetik poin

Ethuang
27-10-2007, 10:28 PM
Persis Solo
Seator Dilego Rp 600 Juta


SOLO – Satu dari lima legiun asing yang kini dimiliki Persis Solo dipastikan bakal dilego. Adalah Frank Seator yang rencananya akan dijual kepada salah satu klub anggota Liga Malaysia.

Manajer Laskar Samber nyawa –julukan Persis- Waseso mengakui jika bomber asal Liberia itu bakal dilego kepada salah satu klub anggota Liga Malaysia. Hanya sayangnya, Waseso masih enggan membeberkan nama klub yang meminati pemain dengan nomor punggung 77 itu.

Saat ini, lanjut Waseso, Manajemen Persis masih melakukan negosiasi dengan klub yang dimaksud, terkait besaran nilai transfer untuk seorang Seator.

“Mumpung sekarang ada klub Malaysia yang meminatinya, kenapa tidak kami lepas. Asalkan harganya cocok, nggak masalah. Tapi itu juga tergantung pengurus, saya sebagai manajer hanya sebagai eksekutor saja. Sekarang sedang dilakukan negosiasi,” terang Waseso.

Lantas, berapa harga yang dibandrol Manajemen Persis untuk melepas Seator ? Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai kontraktor itu mengaku bakal melepas Seator dengan harga Rp 600 juta.

Terpisah, Arsitek Persis Edward Tjong mengaku, manut atas apa yang menjadi putusan manajemen. Toh selama ini, kontribusinya terhadap tim tidak maksimal.

“Ya, kalau saya sih ngikut aja apa putusan dari manajemen. Karena mau bagaimana lagi, saya sudah berusaha maksimal tapi hasilnya ya masih seperti ini. Istilahnya, usaha saya untuk memperbaikinya sudah mentok,” jelas Edu –demikian dia akrab disapa-.

Ethuang
27-10-2007, 10:29 PM
Sabtu, 27/10/2007
Persik Habisi PSS 6-2


KEDIRI – Persik Kediri mulai bangkit dari keterpurukuannya di kompetisi Liga Indonesia (Ligina) musim 2007 ini. Itu setelah Persik sukses menghabisi PSS Sleman dengan skor 6-2 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/10/2007) sore dini hari WIB.
Kemenangan Tim Macan Putih –julukan Persik- sudah terlihat sejak awal babak pertama. Pasalnya, Christian Gonzalez dkk terus menekan pertahanan PSS sejak babak awal pertama hingga akhir pertandingan.
Meskipun begitu, Elang Jawa –julukan PSS- bukannya tanpa peluang. Terbukti, peluang pertama dimiliki oleh PSS melalui George Oyedepo pada menit kedua. Sayang, sundulan pemain berposisi bek itu masih mampu ditangkap dengan baik oleh kiper Persik yang dikawal Kurnia Sandy.
PSS kembali memiliki peluang emas untuk mencetak gol melalui Mamadou Niane. Sayang, tendangan Niane masih mampu dihalau oleh Sandy.
Tertekan terus menerus tak membuat kubu Persik panik. Bahkan, Macan Putih sudah unggul melalui gol Joko Haryanto di menit ke-12. Gol tercipta setelah sundulan sang kapten, memanfaatkan umpan Ronald Fagundez tak mampu dihalau George dan kiper PSS Galih Sudaryono. 1-0 Persik memimpin.
Sementara itu, PSS yang tertinggal berusaha menyamakan kedudukan. Peluang kembali tercipta melalui Fajar Listyantoro. Sayang, tendangan Fajar masih mampu ditepis oleh Sandy yang sore ini bermain sangat gembilang.
Akan tetapi, keasyikan menyerang membuat lini pertahanan Elang Jawa lengah. Tim asuhan Rudy Keltjes itu pun kembali harus kebobolan pada menit ke-17 melalui gol pemain belakangan Persik Peter Lipede. Gol tercipta setelah tendangan keras Peter tak mampu dihalau Galih yang merupakan mantan kiper timnas U-23 itu.
Bahkan, El Loco -julukan Gonzalez- kembali memaksa Galih memunggut gawangnya untuk ketiga kalinya melalui titik penalti di menit ke-26. Penalti itu diberikan wasit Jajat Sudrajat setelah Anderson da Silva menjatuhkan Danilo Fernando di kotak terlarang.
Usaha George dkk untuk memperkecil ketinggalan, kandas oleh kokohnya pertahanan Persik. Skor 3-0 ini pun bertahan hingga babak pertama usai.
Memasuki babak kedua, Macan Putih yang berambisi menghapus kekalahan memalukan 4-3 dari Persita Tangerang belum lama ini kembali menekan pertahanan PSS.
Beberapa peluang pun tercipta, melalui Ronald Fagundez, Danilo Fernando dan El Loco. Sementara itu PSS yang tertekan, tak mampu berbuat banyak dan hanya bisa mengancam melalui serangan balik.
El Loco memperlebar kemenangan Persik menjadi 4-0 pada menit ke-57. Gol tercipta setelah pemain asal Chili ini memanfaatkan bola muntah, hasil tendangan Fernando.
El Loco kembali menambah keunggulan Macan Putih menjadi 5-0 Macan Putih melalui hatricknya di menit ke-64. Gol tercipta setelah dia memanfaatkan umpan mendatar dari Danilo yang berlari dari sebalah kiri pertahanan PSS. Bagi El Loco, ini merupakan golnya yang ke-27 di musim ini.
Pemain pengganti Musikan melengkapi pesta gol Persik ke gawang Galih pada menit ke-72. Gol itu terjadi setelah Musikan memanfaatkan umpan menyilang yang dilepaskan oleh Danilo.
Pelatih Rudy Keltjes yang berusaha mencari gol, memutuskan untuk memasukkan Gaston Catano menggantikkan Fajar.
Langkah itu tepat, karena Castano akhirnya memberikan gol hiburan bagi timnya melalui sebuah tendangan bebas di menit ke-82. Sebelum akhirnya Niane mencetak gol, yang juga melalui tendangan bebas untuk memperkecil kedudukan menjadi 6-2 di menit ke-90.
Dengan hasil ini, membuat posisi tim asuhan Daniel Roekito itu meloncat ke peringkat enam dengan nilai 46 dari 26 pertandingan. Sementara PSS, hasil memalukan ini membuat mereka masih bertahan di urutan ke-13 dengan nilai 36 dari 27 pertandingan.

Ethuang
28-10-2007, 08:12 AM
Minggu, 28 Okt 2007,
Kembali Empat Besar


6 Persik v PSS 2
KEDIRI - Persik Kediri akhirnya bisa kembali merasakan berada di jalur empat besar Wilayah Barat Kompetisi Liga Djarum Indonesia XIII. Itu terjadi setelah mereka mengalahkan tamunya, yakni PSS Sleman, dengan skor telak 6-2 (3-0) di Stadion Brawijaya kemarin (27/10).

Walaupun masih belum aman benar, keberhasilan tersebut tetap saja dianggap sebagai sukses besar. Menurut Manajer Persik Achmad Maschut, keberhasilan kemarin itu layak disyukuri. "Anak-anak tampil penuh semangat sehingga bisa menang besar," ucapnya.

Wajar bila Maschut merasa gembira dengan keberhasilan tersebut. Selain peluang menembus delapan besar kembali terbuka, sudah lama Persik tak merasakan posisi empat besar. Terakhir mereka berada di posisi itu terjadi pada 27 Februari lalu. Artinya, sudah delapan bulan Persik terlempar dari empat besar!

Selain faktor fighting spirit yang tinggi, Maschut mengatakan bahwa perubahan posisi Danilo Fernando pun menjadi sebab. Dijadikan striker, Danilo ternyata membuat lini depan Persik menjadi tajam. Walaupun gelandang serang tersebut kemarin tak mencetak gol, pergerakannya membuat pertahanan lawan jadi kerepotan. Bahkan, satu assist berhasil menjadi gol. Itu terjadi ketika dia memberi umpan untuk Musikan pada menit ke-73. "Pergerakan Danilo yang cepat dan menusuk ke pertahanan lawan itulah yang merepotkan," imbuhnya.

Kubu PSS sangat kecewa dengan hasil kemarin. Pelatih Rudy William Keltjes dalam jumpa pers menuding mental pemainnya yang drop akibat gol Harianto pada menit ke-10. Tapi, dia mengakui kualitas tuan rumah. "Kami memang kalah kelas dari Persik," ujar dia.

Selain itu, Rudy mengakui bahwa timnya memang lambat panas. Elang Jawa baru menemukan bentuk permainan pada menit-menit akhir. Buktinya, mereka berhasil menjebol gawang Kurnia Sandy dua kali melalui Gaston Castano pada menit ke-80 dan Souleymane pada menit ke-89. Menariknya, dua gol tersebut terjadi dari eksekusi tendangan bebas.

Macan Putih membuka kemenangan lewat tandukan Harianto pada menit ke-10 dengan memanfaatkan umpan Ronald Fagundes dari sayap kiri pertahanan PSS. Libero PSS George Oyedepo yang berusaha menghalau bola justru semakin membuat bola menghunjam keras ke gawang sendiri.

Gol kedua dicetak Pieter Lipede pada menit ke-17. Lalu, Christian Gonzales menggenapi jumlah gol menjadi tiga pada menit ke-27 melalui titik penalti. Hukuman 12 pas itu diberikan wasit Jajat Sudrajat asal Bandung setelah Gonzales dilanggar Anderson da Silva.

Memasuki babak kedua, Macan Putih tak mengendurkan serangannya. Gonzales mencetak hat-trick setelah menambah dua gol pada menit ke-54 dan ke-63. Sedangkan satu gol lagi dipersembahkan Musikan pada menit ke-72.

Ethuang
28-10-2007, 08:18 AM
Minggu, 28 Okt 2007,
Jaya Bingung Tentukan Asing


Deltras Jelang Lawan PKT Besok Malam
SIDOARJO - Regulasi tiga pemain asing yang bisa diturunkan pada Babak 16 Besar Copa Indonesia menimbulkan riak kecil di tubuh Delta Putra Sidoarjo (Deltras). Sebab, lima pemain asing yang dimiliki tim asal Kota Udang itu berkeinginan untuk tampil.

Namun, Arsitek Deltras Jaya Hartono tidak punya pilihan selain mengistirahatkan dua legiun asingnya. Pada leg pertama, pelatih asal Medan tersebut menyimpan Sasa Branesac (penyerang/Serbia) dan Claudio Pronetto (gelandang/Argentina).

Kemudian, pada second leg besok malam di Gelora Delta, Jaya berencana mempertahankan komposisi pemain yang diturunkan saat bertandang ke Stadion Mulawarman, Bontang, 24 Oktober lalu. Dengan komposisi itu, Deltras menekuk tuan rumah PKT Bontang dengan skor 3-1.

"Kami tidak punya banyak waktu untuk mengubah komposisi dan cara bermain. Saya tetap pertahankan komposisi yang ada," kata Jaya Hartono kemarin (27/10).

Sebenarnya, pada leg pertama lalu, Jaya sengaja memperkuat pertahanan di lapangan tengah karena hanya pasang target imbang. Hal tersebut dilakukan dengan mengistirahatkan Pronetto untuk persiapan second leg. Selain itu, Pronetto kurang lihai dalam bertahan.

Sebagai pengganti Pronetto, Jaya memasang Hilton Moreira yang biasanya berposisi penyerang. Pemain asal Brazil tersebut pada leg pertama diplot sebagai gelandang. Sedangkan di lini depan dihuni duet lokal Melky Pekey-Rully Padengke.

Ternyata, komposisi yang diturunkan untuk lebih bertahan pada leg partama justru bermain bagus dan efektif. Mereka pun memecahkan rekor tidak pernah menang di Stadion Mulawarman. Akhirnya, Jaya pun bimbang untuk mengubah komposisi yang ada.

Setelah latihan kemarin sore, Jaya tampak terlibat percakapan serius dengan kapten Deltras Jose Sebastian dan Pronetto. Sekitar 30 menit mereka habiskan di ruang ganti untuk mendiskusikan pemain asing yang diturunkan besok.

"Ini hanya ngobrol biasa. Tidak ada masalah. Yang pasti, semua pemain siap untuk diturunkan," kilah mantan pelatih Persik Kediri tersebut.

Di sisi lain, pemain asal Brazil Hilton Moreira mengaku tidak masalah baginya untuk dimainkan atau tidak. "Saya dalam kondisi fit. Tapi, kalau soal bermain atau tidak, itu keputusan pelatih," papar pemain yang mencetak dua gol ke gawang PKT pada leg pertama lalu.

Ethuang
29-10-2007, 07:55 AM
Senin, 29 Okt 2007,
Evaluasi Total setelah Menang Besar


Persik Ditunggu Dua Lawan Tangguh
KEDIRI- Kemenangan besar 6-2 atas PSS Sleman harus segera dilupakan para punggawa Macan Putih Persik Kediri. Sebab, dua lawan tangguh telah menanti mereka, yaitu tuan rumah Pelita Jaya Purwakarta pada 1 November dan Persib Bandung yang akan berkunjung ke Stadion Brawijaya pada 12 November.

Pelita Jaya dan Persib merupakan tim yang sulit dikalahkan Macan Putih. Di pertemuan pertama Pelita Jaya berhasil menahan imbang Macan Putih dengan skor 2-2 di Stadion Brawijaya. Persib malah menang 2-0 atas Persikdi Stadion Siliwangi Bandung. Karena itulah Persik harus waspada dan memperbaiki peformanya jika ingin meraih poin dari dua laga tersebut.

Menurut pelatih Persik Daniel Roekito, pihaknya akan melakukan evaluasi total setelah menang atas PSS. Sebab, meski menang besar, tetapi celah di lini belakang masih ada. "Kami akan perbaiki semuanya," janjinya.

Selain itu, lini depan Macan Putih yang dihuni Danilo Fernando dan Christian Gonzales harus terus diasah. Sebab, striker Budi Sudarsono kemungkinan besar belum bisa dimainkan lawan Pelita Jaya karena masih dalam proses penyembuhan cedera betis kirinya.

Agar persiapan tim bisa matang, Daniel hanya memberi libur pemainnya selama sehari saja. Sore ini dijadwalkan Harianto dkk akan mulai berlatih untuk persiapan menghadapi Pelita Jaya.

Sementara itu secara terpisah, kapten Harianto mengatakan, Persik harus bisa mencuri poin di kandang Pelita Jaya. Karena hanya dengan terus mendulang poin demi poin posisi empat besar yang saat ini dikangkangi Macan Putih bisa dipertahankan. "Kami harus maksimalkan semua laga tersisa," katanya.

Harianto menandaskan, untuk bisa mencuri poin di kandang Pelita Jaya, jelas perlu perjuangan ekstrakeras. Sebab, meski secara materi pemain Persik unggul, tetapi kekompakkan dan kolektivitas permainan anak asuh Fandi Ahmad sangat bagus.

Ethuang
29-10-2007, 08:14 AM
Senin, 29 Okt 2007,
Persitara Bertekad Revans


Persitara v Sriwijaya FC
JAKARTA - Donasi tim Persitara Jakarta Utara usai jeda kompetisi libur lebaran, bakal diuji dua hari lagi. Ya, sang tamu Sriwijaya FC akan menjajal Laskar si Pitung dalam lanjutan Liga Djarum Indonesia XIII di Stadion Kamal Muara Jakarta Utara, Rabu lusa.

Asal tahu saja, pada putaran I yang lalu, kendati dihiasai nama-nama pemain mentereng, tim besutan Rahmad Darmawan itu tidak begitu saja mudah menekuk Persitara. Gol semata wayang tim Wong Kito itu pun dihasilkan dari titik penalti oleh Christian Lenglolo.

" Pertandingan ini punya motivasi berbeda, mengejar rel superliga yang sudah dekat ini menjadi motivasi kami yang lain, selain itu dalam persiapan ini anak-anak sangat mengalami perubahan drastis, terutama secara teknis dan semangat,"kata Hary Ruswanto asisten manajer Persija kemarin.

Ya, dari 9 pertandingan sisa (5 kandang dan 4 tandang) Persitara memang harus ngotot. Jika ingin revans dan lolos zona superliga 2008, tim besutan Abdulrahman Gurning harus bisa menyapu bersih laga kandang di Stadion Kamal Muara. "Salah satunya lawan Sriwijaya, apapun ceritanya tiga poin kalau dikandang harus dapat,"tegas pelatih asal Medan itu.

Membaca kekuatan lawan, mantan pelatih PS Palembang itu mengaku silau dengan komposisi pemain Sriwijaya. Tim tersebut, imbuh Gurning, bukan saja dominasi Zah Rahan yang harus diwaspadai, namun Firmansyah dkk itu memiliki komposisi pemain merata di setiap lini." Mereka merupakan tim yang memiliki materi lengkap, namun bukan berarti tidak bisa dikalahkan. Anak-anak juga sepakat dengan saya,"ujarnya.

Kendati dipastikan minus tiga pemain inti, Ndoumi Pascal (Hukuman kartu merah), Hariman Siregar dan Ebenje Rudolf (akumulasi kartu kuning) Gurning percaya timnya akan memberikan perlawanan sengit. " Dalam sesi latihan terakhir-terakhir ini mereka sudah memperlihatkan kekompakannya, hanya tinggal semangat dan konsentrasi saja,"tegas pelatih yang selalu memakai topi itu.

Terpisah, pelatih Sriwijaya FC Rahmad Darmawan mengaku tidak akan menganggap sepele kekuatan calon lawannya tersebut. Kendati mantan pelatih Persija Jakarta itu sadar untuk merealisasikan targetnya lolos babak delapan besar salah satunya harus juga melumat Kurniawan Dwi Julianto dkk. " Siapa bilang mereka tim jelek, putaran I yang lalu saja kami sulit mengalahkan mereka dan mereka bermain sangat bagus, artinya kita tetap akan bermain maksimal. Kekuatan penuh akan kami turunkan melawan mereka,"kata Rahmad kemarin.

Ethuang
29-10-2007, 08:15 AM
Senin, 29 Okt 2007,
Bakal Tak Mudah


Pelita Jaya v Persijap
JEPARA - Kemenangan 1-0 di kandang pada leg pertama Copa Indonesia III lalu akan menjadi modal berharga Persijap Jepara menghadapi leg kedua di kandang Pelita Jaya Purwakarta. Persijap hanya butuh seri untuk bisa lolos ke babak delapan besar dalam pertandingan di Stadion Purnawarman sore nanti. (jika tidak ada kendala akan disiarkan Lativi, 15.30 WIB)

Bagi Persijap, pertandingan ini menjadi partai hidup mati, karena jika sampai kalah lebih dari dua bola maka akan tersingkir, sebaliknya jika bisa menahan imbang Pelita, mereka akan lolos ke babak delapan besar.

"Ada kesempatan bisa lolos ke babak berikutnya ya kita manfaatkan. Tapi target kita tidak muluk-muluk yaitu bagaimana bisa bermain sebaik-baiknya," kata pelatih Persijap Yudi Suryata diplomatis.

Segala kemungkinan menurutnya bisa terjadi. Karena itu dirinya berharap Kasiadi dan kawan-kawan bisa berkonsentrasi penuh dalam pertandingan menentukan tersebut. Yang terpenting tidak meremehkan lawan meski pada pertandingan leg pertama Persijap telah unggul.

Yudi tidak mengetahui persis kekuatan Pelita. Meski pernah bertemu pada leg pertama dan menang, tapi hal itu tidak bisa dijadikan ukuran bahwa dalam pertandingan Senin sore nanti Persijap bisa mengalahkan Pelita dengan mudah.

Cristhoper Udensi tetap menjadi andalan Persijap di lini depan untuk merobek jala lawan. Hal itu tidak terlepas makin membaiknya performa pemain asing ini dalam beberapa pertandingan terakhir. "Komunikasi dan koordinasi dengan pemain lainnya sudah cukup baik," jelasnya.

Di lini tengah sendiri pergerakan Persijap bakal tetap stabil dengan kehadiran Amarildo Souza. Suplai-suplai bola serta alur serangan maupun bertahan selama ini banyak terbantu dari pemain Brazil tersebut. Diharapkan dalam pertandingan nanti, peran Amarildo makin optimal.

Untuk lini belakang Kasiadi dan Sofyan Morhan kemungkinan tetap diberi mandat penuh oleh Yudi Suryata. Sementara untuk posisi belakang lainnya hingga kemarin belum ada kepastian apakah Evaldo bakal diturunkan atau tidak. Tapi jika tidak ada pemain Brazil tersebut, AM Bahtiar akan menggantikannya.

Sementara itu Pelita Jaya sudah siap revans. "Kami wajib menang besar jika ingin lolos ke babak 8 Besar. Ini menjadi tugas bagi para pemain apakah siap mencetak gol sebanyak mungkin," kata Fandi Ahmad, pelatih Pelita Jaya.

Hanya, Pelita dihadapkan dengan absennya sebagian pemain karena memperkuat tim nasional. Tercatat, Andik Ardiansyah dan Ardan Aras tengah menjalani pelatnas Timnas U-23 di Argentina. Sedangkan Riski Novriansyah dan Egi Melgiansyah dipanggil Timnas U-19.

Namun, pelatih asal Singapura ini tak mempermasalahkan absennya beberapa pemain. Menurutnya, ia memiliki skuad yang bisa saling melapis. Ketika satu pemain absen, yang lain bisa menggantikannya.

Fandi juga tak meremehkan kekuatan Persijap. Kegagalan timnya menembus pertahanan lawan di pertandingan pertama menunjukkan Persijap memiliki barisan belakang yang tangguh. Tak hanya itu, karakter dan strategi pelatih Persijap Yudi Suryata yang diam-diam menyengat membuat ia harus waspada.

"Persijap bukan tim kecil. Karena itu, semua pemain wajib waspada," kata Fandi yang terakhir kali menangani Young Lions Singapura (tim yang disiapkan sebagai tulang punggung Singapura U-23 yang ikut Liga Singapura).

Ethuang
29-10-2007, 08:18 AM
Perkiraan Pemain


Pelita Jaya Purwakarta (3-5-2): Dian Agus (g), Agustiar Batubara, Baou Bakar, Firli Afriansyah, Jefri Prasetyo, Ivan Jerkovic, Yusmadi, Louis Vagner, Jalaluddin Main, Cristiano Lopez, Adolfo Souza

Pelatih: Fandi Ahmad


Persijap (3-5-2): Fance Haryanto (g), AM Bahtiar, Sofyan Morhan, Kasiadi, Danan Puspito, Amarildo Souza, Doni Siregar, Fakrudin, Komang Adnyana, Anton Hermawan, Cristhoper Udensi

Pelatih: Yudi Suryata