blues-sky
24-09-2007, 01:03 PM
http://www.okezone.com/images/stories/lifestyle/travel/angkor.jpg
KAMBOJA - Sisi utara Candi yang popular di Kamboja ini banyak dipenuhi pengunjung yang ingin menguji diri. Apakah termasuk berhati mulia atau jahat? Anda berani melakukannya?
Cambodia atau yang lebih kita kenal dengan Kamboja adalah salah satu negara tetangga yang eksotis. Berpenduduk 11,2 juta jiwa, negeri yang sempat dilanda perang saudara ini sekarang sedang mengejar ketinggalannya di bidang pariwisata. Saya ingin menuliskan kesan dan hal-hal unik dari Kamboja.
Kata orang, kalau ke Kamboja, namun tidak ke Angkor Wat rasanya belum lengkap kunjungan kita, artinya belum ke Kamboja. Selain menggunakan penerbangan untuk tiba di Siem Reap, jalan sungai dan Danau Tonle Sap juga digunakan untuk mencapai kota ini. Siem Reap praktis melengkapi Angkor Wat, karena tidak mungkin memastikan bahwa kota atau kampung ini lebih penting dari Angkor Wat.
Udara bulan Desember sangat panas. Dan panas yang lembap cukup menyengsarakan juga kalau siang hari kita bergerak dari satu objek ke objek wisata yang lainnya. Di Siem Reap pada saat yang sama akan berlangsung sebuah konperensi tentang nyamuk malaria. Tentu petugas protokoler juga sangat sibuk menyambut utusan-utusan dan tamu-tamu yang datang.
Wat adalah berarti candi atau “kuil”. Sama seperti di Thailand atau Muangthai. Sebelum masuk ke kompleks Angkor Wat kami diajak ke Bayon, Angkor Tom. Tampak bekas-bekas hantaman peluru di sebagian badan Bayon ini. Sayang, ketika kami di Bayon ini sulit untuk mendapatkan sudut yang bagus untuk motret, karena posisi matahari yag kurang menguntungkan. Bau pesing yang tercium cukup menganggu di sebagian Angkor Tom. Bau ini dsebabkan di sebagian galerinya dihuni oleh kelelawar.
Di sisi barat terdapat kolam dan untuk masuk dibuatkan gerbang yang panjangnya lebih kurang 350 meter sebelum mencapai gerbang utama.
Bayangkan dari Angkor Wat yang dipantulkan air kola mini membuat para fotografer mendapatkan foto-foto yang sangat indah. Saya cukup kagum, apakah ide ini yang berada di balik pembuatan kolam yang terdapat di sisi barat ini?
Kuil hindu ini dibangun pada awal abad ke 12 atau antara 1113 dan 1150 Masehi pada masa pemerintahan Suryavarman. Bandingkan dengan Borobudur kita telah lebih dulu dibangun pada abad ke 9 saat dinasti Syailendra.
Relief Ramayana dan Mahabarata menghiasi sepanjang galeri yang terdapat di badan kuil dan juga cerita tentang pembuatan kuil ini. Cerita tentang Ramayana adalah cerita cinta klasik. Di salah satu kuil utama yang tingginya hampir mencapai 42 meter, sebagian pengunjung mencoba untuk naik ke ruang yang ada di kuil tersebut. Suatu usaha yang berani dan menjadi tontonan yang cukup mendebarkan. Bukan hanya yang sedang memanjat tetapi juga yang sedang menonton atraksi ini.
Kemungkinan ruangan di puncak ini adalah untuk meditasi karena kalau hanya digunakan untuk membaca buku-buku keagamaan, alangkah sengsaranya karena suatu perjuangan tersendiri untuk mencapai ruangan yang ada di ketinggian ini. Untuk turun dari ketinggian tersebut juga ada perjuangan lain yang sama beratnya ketika naik tadi. Yang sangat unik adalah kenyataan bahwa kuil ini menhadap ke Barat. Bandingkan dengan candi Prambanan kita, candi Hindu yang menghadap ke timur.
Ritual unik yang dilakukan pengunjung adalah apakah seseorang berhati mulia atau jahat. Untuk membuktikannya seseorang berhati mulia atau berhati jahat kami mendatangi salah satu galeri di sisi utara Wat. Saya tidak ingat lagi apa yang dilakukan untuk membuktiannya. Tapi hasilnya sungguh melegaka, saya termasuk orang berhati baik, he-he-he.
Berjalan di sepanjang museum nasionalnya kita akan melihat aneka arca yang cukup menarik dari zaman dinasti yang berbeda-beda. Termasuk zaman suryavarman II ketika Angkor Wat dibangun. Dan yang paling unik, di beberapa patung ini juga masih diberlakukannya sebagai saran ibadah bagi pengunjung komplit dengan sajen dan kembang plus hio dan setanggi.
Di salah satu bagian museum bahkan ada peramal yang praktek. Mau coba seberapa baikkah nasib Anda ke depan? Peramal ini dapat mengatakannya dengan pasti. Sepasti jumlah uang yang anda bayarkan ke si peramal untuk melakukan ramalannya terhadap nasib Anda. Saya tidak tergiur mencobanya.
Uniknya, sebagian jalan dinamai dengan nama-nama pemimpin dunia yang terkenal. Wisatawan juga dibawa untuk menyaksikan aneka lukisan dan benda-benda seni yang menjadi koleksi dari galeri seni. Kalau kita mengikuti tur keliling kota bahkan kantor pos, galeri seni juga toko buku menjadi tujuan yang dikunjungi.
Untuk kaum ibu yang berkunjung, ada ibu-ibu setengah baya yang menjajakan kembang melati yang dirangkai sedemikian indahnya sehingga selalu menggoda untuk memiliki rangkaian melati tadi. Sebagian menaruhnya sebagai sesajen di patung yang dipuja, sebagian menjadikannya sebagia gelang dan ada yang membawanya pulang ke hotel.
KAMBOJA - Sisi utara Candi yang popular di Kamboja ini banyak dipenuhi pengunjung yang ingin menguji diri. Apakah termasuk berhati mulia atau jahat? Anda berani melakukannya?
Cambodia atau yang lebih kita kenal dengan Kamboja adalah salah satu negara tetangga yang eksotis. Berpenduduk 11,2 juta jiwa, negeri yang sempat dilanda perang saudara ini sekarang sedang mengejar ketinggalannya di bidang pariwisata. Saya ingin menuliskan kesan dan hal-hal unik dari Kamboja.
Kata orang, kalau ke Kamboja, namun tidak ke Angkor Wat rasanya belum lengkap kunjungan kita, artinya belum ke Kamboja. Selain menggunakan penerbangan untuk tiba di Siem Reap, jalan sungai dan Danau Tonle Sap juga digunakan untuk mencapai kota ini. Siem Reap praktis melengkapi Angkor Wat, karena tidak mungkin memastikan bahwa kota atau kampung ini lebih penting dari Angkor Wat.
Udara bulan Desember sangat panas. Dan panas yang lembap cukup menyengsarakan juga kalau siang hari kita bergerak dari satu objek ke objek wisata yang lainnya. Di Siem Reap pada saat yang sama akan berlangsung sebuah konperensi tentang nyamuk malaria. Tentu petugas protokoler juga sangat sibuk menyambut utusan-utusan dan tamu-tamu yang datang.
Wat adalah berarti candi atau “kuil”. Sama seperti di Thailand atau Muangthai. Sebelum masuk ke kompleks Angkor Wat kami diajak ke Bayon, Angkor Tom. Tampak bekas-bekas hantaman peluru di sebagian badan Bayon ini. Sayang, ketika kami di Bayon ini sulit untuk mendapatkan sudut yang bagus untuk motret, karena posisi matahari yag kurang menguntungkan. Bau pesing yang tercium cukup menganggu di sebagian Angkor Tom. Bau ini dsebabkan di sebagian galerinya dihuni oleh kelelawar.
Di sisi barat terdapat kolam dan untuk masuk dibuatkan gerbang yang panjangnya lebih kurang 350 meter sebelum mencapai gerbang utama.
Bayangkan dari Angkor Wat yang dipantulkan air kola mini membuat para fotografer mendapatkan foto-foto yang sangat indah. Saya cukup kagum, apakah ide ini yang berada di balik pembuatan kolam yang terdapat di sisi barat ini?
Kuil hindu ini dibangun pada awal abad ke 12 atau antara 1113 dan 1150 Masehi pada masa pemerintahan Suryavarman. Bandingkan dengan Borobudur kita telah lebih dulu dibangun pada abad ke 9 saat dinasti Syailendra.
Relief Ramayana dan Mahabarata menghiasi sepanjang galeri yang terdapat di badan kuil dan juga cerita tentang pembuatan kuil ini. Cerita tentang Ramayana adalah cerita cinta klasik. Di salah satu kuil utama yang tingginya hampir mencapai 42 meter, sebagian pengunjung mencoba untuk naik ke ruang yang ada di kuil tersebut. Suatu usaha yang berani dan menjadi tontonan yang cukup mendebarkan. Bukan hanya yang sedang memanjat tetapi juga yang sedang menonton atraksi ini.
Kemungkinan ruangan di puncak ini adalah untuk meditasi karena kalau hanya digunakan untuk membaca buku-buku keagamaan, alangkah sengsaranya karena suatu perjuangan tersendiri untuk mencapai ruangan yang ada di ketinggian ini. Untuk turun dari ketinggian tersebut juga ada perjuangan lain yang sama beratnya ketika naik tadi. Yang sangat unik adalah kenyataan bahwa kuil ini menhadap ke Barat. Bandingkan dengan candi Prambanan kita, candi Hindu yang menghadap ke timur.
Ritual unik yang dilakukan pengunjung adalah apakah seseorang berhati mulia atau jahat. Untuk membuktikannya seseorang berhati mulia atau berhati jahat kami mendatangi salah satu galeri di sisi utara Wat. Saya tidak ingat lagi apa yang dilakukan untuk membuktiannya. Tapi hasilnya sungguh melegaka, saya termasuk orang berhati baik, he-he-he.
Berjalan di sepanjang museum nasionalnya kita akan melihat aneka arca yang cukup menarik dari zaman dinasti yang berbeda-beda. Termasuk zaman suryavarman II ketika Angkor Wat dibangun. Dan yang paling unik, di beberapa patung ini juga masih diberlakukannya sebagai saran ibadah bagi pengunjung komplit dengan sajen dan kembang plus hio dan setanggi.
Di salah satu bagian museum bahkan ada peramal yang praktek. Mau coba seberapa baikkah nasib Anda ke depan? Peramal ini dapat mengatakannya dengan pasti. Sepasti jumlah uang yang anda bayarkan ke si peramal untuk melakukan ramalannya terhadap nasib Anda. Saya tidak tergiur mencobanya.
Uniknya, sebagian jalan dinamai dengan nama-nama pemimpin dunia yang terkenal. Wisatawan juga dibawa untuk menyaksikan aneka lukisan dan benda-benda seni yang menjadi koleksi dari galeri seni. Kalau kita mengikuti tur keliling kota bahkan kantor pos, galeri seni juga toko buku menjadi tujuan yang dikunjungi.
Untuk kaum ibu yang berkunjung, ada ibu-ibu setengah baya yang menjajakan kembang melati yang dirangkai sedemikian indahnya sehingga selalu menggoda untuk memiliki rangkaian melati tadi. Sebagian menaruhnya sebagai sesajen di patung yang dipuja, sebagian menjadikannya sebagia gelang dan ada yang membawanya pulang ke hotel.