Warning!
Khusus untuk dewasa. Bagi yang belum cukup umur, sok muna, alim atau tidak suka sex, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang asik-asik, silahkan dilanjuti...

Desperado First

Notes Catatan | Notes
  • Coy baca cerita seru jangan terlalu serius... inget harus kerja, entar si boss bisa ikut2an baca gimana?
Desperado First
Kategori: Lesbian , Author : chads
Rating: 8
The For Story 2

“ TOLOOOOOONG !!!! “ Jerit-ku, namun si pendek itu meloncat kearah-ku, tangannya menutup mulut-ku, sedangkan pisau lipat yang digengamnya di arahkan ke leher-ku,..

“ Mau mati lu Hah !!! “ ancamnya
Aku menghentikan teriakan-ku, terkuasai oleh rasa takut yang menguasai diri-ku, orang itu mengikat-ku, sama dengan Cindy yang diikat oleh si jangkung,..

Sementara seseorang yang bertubuh kekar yang terlihat seperti pimpinan mereka itu mengacak-acak lemari-ku, sambil memasukan Ponsel dan barang-barang berharga-ku lainnya dalam tas-nya,.. si jangkung keluar dari kamar-ku, dan kembali dengan membawa barang-barang dari kamar Cindy,..

Semua yang mereka kira berharga dimasukan dalam tas mereka, aku dan Cindy hanya bisa diam, sementara Cindy mulai menangis ketakutan, aku masih berusaha tegar meski makin lama kian ketakutan melihat kebuas-an mereka,..

Puas menguras barang-barang dari kamar kami mereka tampak tersenyum-senyum, ada yang salah dengan tatapan mereka, bagaikan seekor binatang yang melihat mangsanya,..

“ Wah cakep-cakep ya boss,.. “
Si boss hanya menatap kami berdua sesaat,..
“ Mau lu orang ?? “
“ Boleh boss ?? “ tanya si Jangkung,..
“ Pake aja,.. tapi bagi gue satu,.. “ Si Boss terkekeh,..

Ucapan mereka begitu santai, seolah tak memikirkan kami sama sekali, bagaikan kami berdua adalah makanan yang bisa kapan saja mereka bagi,.. Namun aku tak memperdulikan kata-kata mereka, namun ketakutan akan apa yang akan mereka perbuat pada kami berdua,..

Mereka sibuk sendiri, sampai si boss menujuk kearah kami, bukan kea rah cindy sepertinya,.. karena kedua yang lain menuju kearah-ku,.. desir-desir ketakutan membuat-ku tak banyak melakukan perlawana, perlahan keduanya menyeret-ku ke dalam kamar mandi,..

Kedua perampok itu mengangkat tubuh-ku dengan kasar, perlahan mereka menarik-ku, namun cara mereka menarik-ku itu sukup kasar hingga meninggalkan bekas merah di pergelangan mereka menarik-ku hingga kedalam kamar mandi sebelum menutup pintu kamar mandi itu dengan kasar,.. sesaat
sebelum pintu kamar mandi itu terkunci, aku masih dapat melihat dengan jelas, tubuh Cindy yang mulai digumuli oleh Pimpinan Perampok itu,..

Dalam ketakutan seperti itu, aku berusaha mengumpulkan keberanian untuk kembali berteriak,. Namun lagi-lagi kalimat-kalimat ancaman mereka menghancurkan keberanian-ku, pisau yang mereka angkat itu membuat-ku ketakutan, sementara Si pendek kembali mengancam-ku dengan kasar,..

“ Heh, awas kalo lu berani teriak ya,.. “ Ancamnya sementara pisau ditangannya melingkar di leher-ku,.. aku menjawabnya dengan anggukan perlahan, tak ada lagi yang bisa kulakukan,..

Perampok itu mulai melepaskan ikatan-ku, namun belum sempat aku menikmati kebebasan-ku, tangan mereka telah menapak ditubuh-ku, aku mendesir ketakutan sementara entah tangan siapa di belakang sana tengah meremas bokong-ku,.. tawa mereka ditambah seringai yang mengerikan itu membuat-ku kian ketakutan, aku takut, aku takut kalau mereka benar-benar akan memperkosa-ku,..

“ Pak, tolong pak, tolong lepasin saya, saya masih punya uang tabungan,.. “ Aku memohon sekali lagi,..

“ Ah non, uang tuch bisa dicari, tapi kapan lagi bisa nikmatin yang kaya non gini,.. “ Si jangkung menjawab sambil mencium pipi-ku, aku kian ketakutan,..

“ Neng tau gak, dari saya masih bujangan sampe punya anak 3 tuch dah jadi mimpi saya nikmatin tubuh Mahasiswi kayak non gini,. “ Lanjut si Jangkung,..

“ Udah lu kelamaan, gak liat nich toket hahaha,.. “ Si Pendek meremas payudara-ku dari belakang, tak ada lagi yang bisa kulakukan, hanya rona-rona kepasrahan yang ada di kepala-ku,.. sementara tangan mereka kian berani menjamahi tubuh-ku,..

“ Pak tolong pak, jangan … “ Renggek-ku lagi

Namun tangan si Pendek malah menyela masuk dalam pakaian-ku, aku meringis ketakutan sementara perlahan tangan itu mulai meremas dada-ku, mencari puting-ku sambil menarik-nariknya dengan penuh nafsu, meremas payudara-ku dengan kasar yang membuat-ku meringis ketakutan,..

Si Jangkung menarik lepas baju-ku, sepasang payudara-ku menggantung lepas,.. dalam tawanya
Jangkung mencium payudara-ku, sambil menjilati daerah seputar putting-ku, aku menangis ketakutan, namun sentuhan lidahnya yang basah itu ditubuh-ku itu mulai membuat-ku merinding,..

Sementara si Pendek tampak mengalah dan mulai merenggangkan paha-ku,.. ia membuat-ku menyender di dinding, sementara tangannya kini mulai menempel di selangkangan-ku, tangannya menyela dalam celana-ku, sebelum kemudian tertawa lebar,..

“ Gila, gak pake celana dalem, lagi liat nich kung,.. “ Si pendek tertawa sambil memelorotkan celana-ku,..

“ Wah gila, mana jembutnya non,.. hahaha,… “ keduanya tertawa yang membuat telinga-ku terasa panas,..

Wajah-ku jelas memerah, saat mereka mengomentari seperti itu, aku tecekat saat sebuah jemari menempel di bibir vagina-ku itu, aku melihat jari-jari itu mulai menyelip diantara bibir kemaluan-ku itu, mengorek di dalam sana sesaat kemudian menyenuh clitoris-ku yang membuat ku kian merinding tak karuan,..

“ Enak Non ?? “ tanya si Pendek,..
Aku jelas enggan menjawabnya, meski tak memungkiri kenikmatan yang mulai menjalari tubuh-ku,..

“ Enak mana sama yang ini non?? “ Lidahnya keluar menyentuh bibir vagina-ku, aku merinding tak karuan dibuatnya,.. sementara kenikmatan itu mulai membuat-ku tak sadar dengan reaksi-ku sendiri, tak ada lagi perlawanan-ku untuk tak mendesah, aku memasrahkan diri-ku digumuli mereka, lidah si Pendek yang kian memangsa tubuh-ku dan si Jangkung yang tengah menjilati sampai menghisap payudara-ku,..

Jangkung yang meremas payudara-ku hingga mulai memerah, ditambah lagi lidah dan hisapannya di payudara-ku, meremas perlahan sebelum kemudian melumat payudara-ku,.
“Jangan pak ampun” Namun kata-kataku sama sekali tidak digubris mereka, Jangkung masih sibuk memainkan putingku yang kini sudah memerah dan mulai menegang menikmati permainan, birahi ku mulai naik, apa lagi Si Pendek yang mulai menjilati kemaluan ku, sambil sesekali mengigit dan menghisap clitorisku, aku tak menyangka perlahan kian lama kian melayang aku dibuat mereka,..

Perlahan aku mulai mendesah, aku tak kuasa lagin menekan keinginan yang seolah ingin melompat dari mulut-ku itu..Tubuhku begitu menikmati sensasi ini, sensasi yang begitu dahsyat yang seolah-olah belum pernah kurasakan sebeklumnya,..

Tangan-tangan kasar mereka yang menjamahiku, jilatan-jilatan lidah mereka, ataupun cemoohan mereka yang mulai terbiasa ditelinga-ku, justru membawa nafsu-ku kian dalam, kian melayang dibuatnya,..Perlahan suka atau tidak aku mulai terbiasa dengan keadaan ini,..

Si Jangkung yang sendari tadi berusaha mencium-ku kali ini sengaja kubiarkan mencium-ku, kubiarkan dia mencumbu-ku, lidahnya yang menyela masuk dalam mulut-ku, meski mulutnya yang bau itu begitu mengganggu, namun aku belajar untuk menikmati aroma itu,..

“ Masih bisa bilang ga mau non dah becek begini ” seru si Pendek, sambil mengangkat jemarinya yang sudah basah oleh cairan kemaluan-ku,..

Aku diam tak menjawab, aku benar-benar binggung dengan diri-ku sekarang terlebih aku pun masih berharap semua ini akan berakhir secepatnya,.. meski sesekali aku mengkawatirkan keadaan Cindy, namun aku sadar keadaan-ku sekarang pastilah sama terjepitnya dengan Cindy di depan sana,..
Dan semua itu terjadilah,.Si Jangkung yang sejak tadi sudah terlihat begitu tak sabar, segera membalikan tubuh ku, dia duduk diatas kloset dan segera menundukan tubuhku,memberikan akses pada si Pendek untuk melanjutkan aksinya dengan ganas dia menjilati putingku, sesekali dia mengigit putingku itu, menambah sensasi yang kurasakan..Terlebih Pendek mulai memasukan jemarinya dalam kemaluanku, dengan kasar dia mengaduk kemaluanku,..

“ Aaah, pak, aduh,..ah…” Tubuhku mulai memberontak, tubuhku mulai mengakui kenikmatan yang diebrikan oleh dua orang perampok ini,.,Sementara tubuh-ku mulai bergetar-getar aku dapat merasakan bagaimana lidah dan tangan mereka saling menyelip di dalam vagina-ku, ataupun lumatan tangan mereka yang meremas payudara-ku itu,..

Tubuhku kian menegang, dan mulai bergetar, tak lama.. aku mulai tak kuasa mengendalikan kenikmatan yang kurasakan, ada sesuatu yang seolah ingin meledak dalam diri-ku, aku mendesis menahan kenikmatan itu, berusaha bertahan sebelum kemudian kenikmatan itu tak lagi terbendung, tubuhku bergetar hebat,…

“ Uaghhhhh,… hmmmm “ aku mendesah hebat sementara tubuh-ku mengelepar, kurasakan dibawah sana, kemaluan-ku mulai meneteskan cairan cinta yang disambut tawa mereka…

” Nah apa gua bilang juga kung, cewe-cewe mahasiswi disini tuch perek semua..hahaha” Kata si pendek, yang seolah membakar telingaku,..Beribu penyesalan muncul dalam diriku, kenapa aku tidak ikut pulang saja tadi, tentu aku tak perlu mengalami ini, belum lagi rasa bersalahku pada Cindy, karena aku yang mengajaknya untuk tetap tinggal bersamaku selama liburan..Andai tidak, mungkin kejadian ini tak kan terjadi pada kami berdua,..

Jangkung dan pendek mulai membuka seluruh pakaian mereka, yang tersisa hanya topeng hitam yang mereka kenakan, menutupi wajah mereka,..aku yang terjongkok di lantai hanya bisa menatap penis-penis yang mengacung tepat dihadapanku, Penis-penis itu berukuran besar, aku tercekat menyaksikan sepasang penis yang akan segera merobek tubuh-ku nanti,..

” Heh, jangan bengong aja, ngapain kek lu ” Kata pendek sambil mengacungkan penisnya kehadapanku, dalam kebinggungan dan ancaman aku meraih penis itu sebelum perlahan aku mulai mengocok penis itu, urat-uratnya yang nyata tertampak pada batang kemaluannya itu menambah kesan perkasa pada penis itu, bulu kemaluan yang lebatpun mengelilingi penis itu,…

Aku pun mengocok penis itu dengan tangan kiriku, karena Jangkung meminta aku untuk mengocok penisnya, Penis Jangkung sama dengan tubuh pemilikinya jauh lebih panjang dari penis Pendek, namun tidak sekeras milik Pendek,..Tak terpuaskan oleh hanya sekedar kocokan tangan dari-ku, dengan paksa mereka mulai memintaku mengoral mereka, Pendek yang pertama memulai dengan menyodor-nyodorkan penis miliknya itu ke mulut-ku,.aku berusaha menolak merasakan jijik melihat sepasang penis mereka itu,.. namun mereka menahan mulut-ku, sementara Pendek menyodokan penisnya dalam mulu-ku,.. Bau itu yang pertama kurasakan sebelum rasa jijik menguasai diri-ku,.. merasakan rasa asin pada batang kemaluan itu,..

” Aduh mank beda ya kerjaan mahasiswi, bini gua aja ga mau ngemut ****** gua…” Ejek si Pendek, padahal mereka yang memaksa-ku tadi
” Kung lu cobain memeknya,..Wangi banget tuch..”
“ Yang bener lu??? ” Ujar Jangkung, dia segera mengangkat pantat-ku, dan menciumi vaginaku,..
” Iya, wangi banget, sempit lagi..hehehe ”…Jangkung melanjutkan kata-kata-nya…


Lidah Jangkung menyela, tak lagi dua penis yang harus kulayani, karena Jangkung merunduk sekarang, aku mengangkangi wajahnya sementara masih sibuk mengoral penis Pendek,. Kini aku mengoral dan di Oral oleh mereka, Desahan ku dan desahan si Pendek saling berganti, penis Pendek yang kekar dan di sunat itu merupakan pengalaman baru bagi-ku, terlebih saat lidah-ku memainkan kepala penisnya itu, kepala penisnya yang bagaikan helm itu terasa keras, namun juga berdenyut-denyut aneh yang membuat-ku, berulang kali menjilati kepala penisnya itu penasaran,.. namun jelas bagi orang-orang seperti mereka itu akan disalahartikan,..

“ Gila Kung,.. ketagihan ****** gue nich cewek hahaha,.. “ Memerah lah wajah-ku diledek seperti itu,..

Korekan di Vaginaku membuat aku semakin bernafsu mengoral penis Pendek makin ganas,..
Jilatan dari Jangkung pun makin ganas, seperti saat mencumbui ku, Dia terlihat sangat Lihai memainkan Lidahnya…Sambil mengorek vaginaku, dia terus menjilati dan menghisap clitorisku, Aku hanya bisa merem melek menikmatinya..Aku melampiaskan kenikmatan itu, dengan mengoral penis Pendek…

“ Ah pak….Aaaah.. ” untuk kedua kalinya aku berorgansme, kakiku, tak kuasa untuk menopang tubuhku lagi, sensasi itu begitu dahsyat, aku terjongkok di lantai yang basah oleh kemaluanku sendiri…Pendek yang sudah bernafsu, tak sabar untuk menungguku mengoral penisnya kembali, tanpa membiarkanku beristirahat sejenak, Dia segera memasukan penisnya ke mulutku dan mulai memompa penisnya dimulutku,..Dengan reaksi terlambat,aku kembali menggunakan tanganku untuk mencegahnya dengan brutal memperkosa mulutku yang menyebabkan-ku tidak bisa bernafas karena masuk terlalu dalam…Sambil sesekali menghisap penisnya,Akhirnya penis Pendek, Mulai mengeras seketika..sebelum kemudian meledak di mulutku,…terkejut tanpa sadar aku langsung memuntahkannya, dan sebuah tamparan melayang ke pipiku..

“ Goblok lu,..Jilat semua ” Perintah Pendek, karena takut aku segera menjilati pejunya yang menetes dilantai, aku sungguh muak melakukannya, namun aku berusaha menahan untuk tak memuntahkan itu semua, aku takut kembali harus menjilati semua muntahan-ku lagi nantinya,..

” Bagus sekarang jilatin punya gua ”, aku pun terpaksa kembali mengikuti perintah itu, aku menjilati penis yang sudah loyo itu sampai mengkilat kembali,,..

Tiba-tiba Jangkung segera mengangkat tubuhku, dia membuatku menumpukan tanganku di toilet untuk menopang tubuhku, Sambil mengoreki kemaluanku, Dia mulai memainkan penisnya di mulut kemaluanku, aku menutup mataku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya,,,

Aku memang bukan perawan lagi, namun penis ini rasanya begitu besar, Vaginaku berontak menghadapi penis yang menerobos masuk itu, namun tampaknya Jangkung buka orang yang mau mengerti itu,…
” Ampun pak, Pelan-pelan pak, saya mohon..” mohonku,
“ Ah tar juga enak Non ” Jawabnya santai, benar-benar tak perduli dengan keadaan-ku,,..

Sambil berusaha menekankan seluruh penisnya, sedikit demi sedikit penis itu mulai amblas dalam vaginaku, dengan satu sentakan kuat yang membuat ku menjerit, penis itu amblas seluruhnya,..

”Masuk kan Non,…Sempit banget sich, gila remesannya, titit yang pernah ******* sama non kecil-kecil ya?? Sempit ma seret banget non?? ” Aku diam saja, sambil menahan rasa sakit dan perih yang kurasakan di kemaluan-ku itu,..

Penis Si Jangkung yang panjang itu mulai menjejali vagina-ku, aku mendesis perlahan merasakan bagaimana penis itu mulai merobek tubuh-ku, aku menutup mata-ku berusaha untuk tak mendesaha sambil mengalihkan pikiran-ku dari pemerkosaan ini, aku takut, aku malu mengakui kalau aku mulai menikmatinya,..

Penis itu kian cepat menyetubuhi-ku sementara kenikmatan yang kureguk kian lama kian membuat ku tak mampu lagi bertahan, penis itu seolah membuat kesadaran-ku memudar bahkan ketika si pendek mencium bibir-ku, dengan mudahnya aku membalas ciuman itu, membiarkan mereka tertawa menghina-ku,..

“ Plak-plak,.. “ Si jangkung menampar bokong-ku yang membuat-ku mendesah tak karuan, kenikmatan yang

Ujang pun mulai memaju mundurkan penisnya, dengan kecepatan yang terus bertambah dia terus memompaku, aku hanya bisa mendesah dan menikmati permainanya,…Bahkan aku mulai menikmati permainanya, dan tanpa sadar memaju mundurkan pinggulku, aku tak sadar ketika Ujang berhenti memompakun Pendek dan Ujang kemudian tertawa menyaksikan aku yang mengenjot Penis Ujang,..Sadar aku pun sefera menghentikan Perbuatanku, namun terlambat,…

“ Enak ya non, mank perek si enon…Berapa semalem?? ”Hina Jangkung berulang-ulang,…
Aku hanya terdiam mendengar kata-katanya…Wajahku memerah karena malu..

” Dasar perek si enon,nich sepongin lagi donk “,…Kata Si Pendek, Tak ada yang bisa kulakukan untuk menolah perintah-nya itu,sementara penis-nya yang sudah mengerut tadi, sudah kembali keukurannya yang semula…

Jangkung terus memompaku, kian lama kian cepat, menyiksa-ku membuat pekerjaanku bertambah berat, aku tak bisa leluasa mengoral penis Pendek, aku tak sanggup menahan desahanku, yang membuat aku berhenti mengoral penis Pendek, dan itu membuat Pendek gusar,

Seketika ia melepaskan penisnya dari mulutku, membuat-ku sedikit leluasa,..

“ Dah lu entotin dulu dech puas-puas kung,.. “ Pendek tampak kesal, karena aku lebih banyak mendesah dibanding mengoral penisnya, aku benar-benar tak mampu melakukan dua pekerjaan itu sekaligus, sementara penis yang tengah menyetubuhi-ku itu saja terus membuat-ku melayang tak karuan lalu menyuruh Jangkung untuk menyetubuhiku, dalam posisi Tidur, Aku tak tahu apa yang akan mereka perbuat,,,..

Setelah berganti posisi, dan memasukan penisnya kembali, aku mulai mengerti bahwa dia ingin aku melakukan woman on top padanya, aku tak lagi dapat berfikir sementara, birahiku sudah begitu tinggi, membuat-ku tanpa di komando mengerakan tubuh-ku naik-turun, yang membuat dadaku terpental kesana-kemari…

Namun ternyata bukan itu maksud mereka , Pendek seketika mendorong tubuhku, hingga menabrak dada Jangkung, setelah menyudahi anusku dan mengoreknya Aku mengigil takut saat menyadari keinginan Pendek..


“ Pak jangan pak, saya isepin aja ya…Plisss pak…” Nada ketakutan tercetak jelas dalam kata-kataku itu,..Air mataku sama sekali tidak membuat Pendek menghentikan aksinya…

Dengan keras dia menyodokan Penis itu ke duburku, Duburku yang masih perawan itu tentu tak sanggup menampung sepanjang penisnya itu,..meski dubur-ku sudah basah oleh ludah Pendek namun tetap saja anusku itu hanya mampu menampung setengah sementara menahan penis itu setengah diluar,

Tak puas begitu saja Pendek kembali menyodokan Penis-nya, yang membuatku melolong semakin panjang dan keras, Namun itu tidak mengugah hatinya, kembali satu sentakan keras membuat seluruh tubuhku sakit tak kepalang, tangisku tak tertahan..Kini sentakan-nya yang terakhir membuat penis Pendek tertancap seutuhnya…Darah hangat mulai merambat keluar dari Anusku…

Sambil menangis aku harus melayani mereka berdua, Organsme demi organsme menyerangku, Sensasi dahsyat disertai rasa sakit yang tak tertahan membuatku tak mampu mengerakan tubuhku lagi,..Aku hanya bisa menikmati perlakuan mereka saja,…Pendek mencapai organsme terlebih dulu, Seluruh maninya ditembakanya ke dalam duburku, yang membuatku mengalami Organsme Dahsyat,..Setelah melepas Penisnya pendek kembali memintaku mengoral kemaluanya, kemaluan yang tercampur darahku itu, kujilati dengan terpaksa…

Tak lama mengerjai ku, Giliran Jangkung yang meledak…Dengan tergesa-gesa, dia mencabut penisnya dan menembak-kan spermanya keseluruh wajah-ku,kemudian dia kembali memintaku menghisap penisnya sampai bersih…

Tubuhku yang kelelahan hanya tergolek dilantai, Vagina dan anusku terasa sangat pedih,mataku terasa berat, aku berdoa agar semua ini hanya mimpi saja…Tak lama aku tertidur, namun tak lama tertidur, semprotan air dingin menyiramku,…

Lemah, aku tersadar sebelum kemudian Jangkung dan Pendek menyeretku keluar kamar mandi, Aku melihat tubuh kekar pemimpin rampok itu, masih dengan baju ditubuhnya namun tanpa celana yang memamerkan penisnya yang begitu besar,.. Aku tergeliat meliat penis itu, aku tak dpaat membayangkan bila penis itu menyetubuhi-ku,..

Tubuh Cindy tergeletak di dekat bandit itu sepertinya tak sadarkan diri, Seluruh tubuhnya berkeringat dan Ada sisa-sisa sperma di wajahnya,..Ketiga permapok itu tampak berbisik-bisik sementara kau berdiri mematung,a ku ingin melihat keadaan Cindy, namun aku takut untuk berekasi demikian, terlebih bila mereka bertiga nantinya akan memperkosa-ku,..

Namun beberapa saat kemudian Jangkung mengangkat tubuh Cindy keluar, aku berusaha memohon agar mereka tak membawa Cindy keluar,
“ Tolong pak, lepasin kami, tolong,.. “ Namun tak ada yang mendengar permohonan-ku itu,. Malahan Pendek mendorong tubuhku ke-ranjang,sebelum kemudian keluar menyusul Ujang,..

Tubuhku yang tergeletak di kasur didekati oleh Boss, dalam keadaan lemah aku tak kuasa menolak tangan-nya yang mulai menjelajahi seluruh tubuhku,…
“Cantik, terus katanya sepongan-nya jago ya non..” Aku hanya diam, sekaligus takut dengan apa yang akan dia lakukan pada-ku nanti,..

Belum sempat aku bertanya-tanya, Boss yang bersender pada dinding segera menarik tubuhku,..Tanganya yang gempal dan besar,mulai memainkan putingku,…Jilatan lidahnya di leher dan telingaku, mulai membangkitkan birahiku,…Tangan kanan-nya mulai diturunkan menjelajahi Vaginaku, aku dapat melihat dengan jelas tangannya menjelajahi kemaluanku…memainkan Clitorisku,dan sesekali memasukannya kedalam, tubuhnya yang besar membuatku merasa nyaman, aku benar-benar terbuai dibuatnya..

Bos mulai menjulurkan lidahnya kemulutku, tanpa pikir panjang aku pun menyambut ciumanya itu..Tangan-tangan kuatnya, terus mencengkram dadaku, tak luput juga vaginaku, tangannya yang besar mulai masuk kedalam, membuat tubuhku makin tenggelam dlam birahi…

Larut dalam keadaan ini tidak berjalan lama, Rasa nyaman tadi sontak menghilang ketika Boss, tiba-tiba menjejali Vaginaku dengan Jari telunjuknya, dan menghentaknya dengan kasar…Aku tak kuasa menahan perlakuanya, tangannya yang memelukku dengan kuat dari belakang membuatku tak kuasa melepaskan diri,…Kini aku mulai menyadari penis Boss yang besar dan sudah mengacung itu,…Besar sekali dan sangat kokoh seperti milik Pendek…


Dengan nafsu diburu, Bos mulai melepaskan pelukannya, aku tersandar di dinding sekarang,Bos mulai merambat turun, kini selain tanganya yang menancap diapun mulai menjilati kemaluanku…Terkadang

Bos menghisap klitorisku yang membuatku mengejang tak karuan..Penisnya yang mengantung dihadapanku, terlihat sangat menakutkan,

“ Isep gue pengen ngrasain, gimana sich enaknya,..” Tak mungkin aku menolak semua ini, terlebih tubuh ku sudah ditimpa oleh Boss, ia naik ke atas tubuh-ku sementara mencium-ku, sebelum kemudian ia menyodorkan penisnya ke depan mulut-ku, setengah menduduki dada-ku, penis-nya yang besar dan bau itu menggelepar dihadapan-ku, tak ada pilihan selain membuka mulut-ku mulai mencerna penis itu dalam mulut-ku,..

Baru aku mulai mengoral penis itu, jemari Boss kembali menyela di dalam bibir vagina-ku, menekan masuk ke dalam sana, sementara aku mendesah tak karuan, aku masih harus mengoral penis itu semampu-ku, kujejali penis itu dlama mulut-ku, semampunya, sementara tangan-ku ikut mengurut, ataupun mengocok penis itu perlahan, sesekali aku menghisap buah zakarnya sambil tetap mengocok penis itu,..

“ Ayo donk, masa cuma segini aja,.. “ Aku berharap ini semua segera selesai, sementara aku mulai teringat, apa yang akan Jangkung dan pendek lakukan pada Cindy di luar sana,..


Boss menjengut rambutku, menyadari lamunan-ku yang cuma sesaat,.. Ia menjejali vagina-ku dengan jemari-nya membuat-ku tercekat, menahan rasa sakit yang mendera,..
“ Oughhh, ampun pak ampun,,,, “
“ Isep makanya,.. “ Bentak-nya,.. aku kembali menghispa penis itu, namun ia belum juga melonggarkan jemarinya di vagina-ku, aku mengigil menahan sakit, namun jemari itu mulai mengurut clitoris-ku, smabil bergerak keluar masuk yang membuat-ku mendesah tak karuan, aku melampiaskan-nya pada penis di mulut-ku itu, aku mengoral penis itu, namun gelombang organsme lebih cepat menghantam tubuh-ku,..

Tubuh-ku bergetar hebat,.. AKu mengigil menahan laju organsme, sebelum kemudian aku melolong, smentara cairan vagina-ku meleleh dibawah sana,.. Boss mencabut jemarinya dari vagina-ku sebelum kemudian menyodorkannya ke mulut-ku,..

“ Nich jilatin, “ Suruhnya, kau pun mengeluarkan lidahku menjilati seluruh permukaan jarinya yang basah oleh cairan-ku sendiri,..

Setelah selesai Boss mengangkat dengkulku ke bahunya, Aku tahu apa yang akan dia lakukan, Aku lelah, aku benar-benar tak mampu kalau harus melayani satu orang lagi, terlebih dengan penis yang sebesar itu, aku berontak semampu-ku, sambil memohon,..

“ Pak jangan pak, saya sudah terlalu capek pak, pliz… ” Mohonku..
“ Ah, masa anak buah gua make lu bosnya kaga??? ” Sambil meludah ke wajahku,
Ia meludahi-ku, membuat-ku langsung ketakutan, tak ada sedikitpun keraguan dalam kata-katanya, ia kejam itu yang aku rasakan dari tingkah lakuanya dan cara dia berbicara,.

Aku pun tak berani lagi untuk berontak, aku merasakan penis itu mulai menyentuh bibir kemaluanku, dengan mata terpejam aku sudah pasrah menerima penis itu…

Perlahan penis itu mulai memasuki vaginaku, perih sekali, aku pun mulai mendesah tak karuan..Sedikit demi sedikit aku dapat merasakan penis itu terus memasuki-ku, kadang tertahan yang membuatnya mengeluarkan penisnya lagi, kemudian memasukannya kembali…Beberapa menit kemudian Penis itu amblas seluruhnya..Aku sendiri tak percaya aku mampu menampungnya..


“ Gila peret banget,.. sempit lebih enak dari temen lu, padahal udah lu dah dipake kan tadi,..,hahaha ”


Aku hanya mendesah mendengarnya, pikirkan ku hanya terhinggapi perasaan takut, namun perlahan birahi yang sempat hilang itu kembali naik..

“ Dah, dah siap kan sekarang,.. “ Aku merasakan penis besarnya itu membuat-ku harus melemaskan seluruh otot-otot vagina-ku perih, itu yang kurasakan, namun denyutan penis itu membuat ku merasa nyaman, rasanya cagina-ku mau sobek, tapi juga da rasa nikmat didalamnya,..


Pertanyaan itu tak membutuhkan jawaban, aku tahu itu,.., karena bandit ini sudah mulai memompaku, sebelum aku menjawabnya,..Penisnya yang terasa sangat hangat itu sungguh membuatku terhanyut dalam birahi,..Hentakannya yang kadang kasar kadang lembut, membuatku benar-benar melayang, dia sangat lihai memainkan momen..Meski sakit aku dibuatnya melayang kenikmatan..Aku terus mendesah dibuatnya,..

Sodokan-sodokan-nya membuatku tak bisa bertahan lama, tak lebih dari 10 menit , Organsme panjang seolah siap menderaku, Aku melolong panjang,,,..Namun jempol tangan boss, menempel di clitorisku, menekan-nekannya sambil menggeseknya,..membuat organsme-ku tertahan sesaat, namun membuat tubuhku ini bergetar tak terkendali,…

Tak lama, dlaam tawanya melihat tubuh-ku yang bergetar tak terkendali,.. Boss melepaska jempol-nya itu, Cairan yang tadi tertahan itu, kini meluber keluar…Nafasku tersengal-sengal, namun ia tak membiarkan-ku beristirahat panjang, sambil membalik tubuhku, kini dia menyetubuhiku dalam posisi doggy, tangan-nya tak pernah diam, Sesekali jemari-jemarinya,.mengurut Clitoris-ku, atau meremas payudara-ku, smabil memainkan putting payudara-ku yang sudah demikian keras..Aku benar-benar tak berdaya dibuatnya..

Aku tak percaya, penjahat macamnya mampu memperlakukan ku hingga sejauh ini, sensasi kenikmatan yang tak pernah kurasakan sebelumnya…Aku melengus kencang sebelum kembali dibuatnya berorgansme,…Ini sudah ketiga kalinya, sedangkan dia belum sekalipun,…hentakan-nya makin kuat, hingga akhirnya kurasakan penis-nya itu mengeras,..Boss melepaskan penis itu dan memasukan-nya kemulutku, aku pun segera mengoralnya,,sebelum kemudian penis itu meledak dan menyemprotkan sperma-nya ke wajah dan dadaku,..

Tak cukup puas, melihat wajah-ku yang penuh dengan sperma kental-nya yang banyak itu,..
“ Nich, gue bikin tampah cantik,. “ Dia memoleh wajah-ku dengan spermanya, aku menahan rasa marah, namun dikuasai rasa takut yang menghinggapi diri-ku, aku takut, namun air mata mengalir diwajah-ku, malu dan kesal dianggap rendah seperti ini,..

Tangannya masih tak henti mengerjai dada-ku, smeentara ku hanya bisa tergolek lemah diatas ranjang itu, aku menangis namun tak membuatnya menghentikan semua perbuatannya, kalimat hinaan masih saja meluncur di mulutnya,..

Sebelum kemudian aku tersadar,..Tangan Bos mulai mengorek orek duburku, sementara penisnya yang sudah kembali menegang aku tak dapat membayangkan bila penis itu menyodomiku..namun percuma merasa kuatir aku tahu bagaimana pun aku tak kan kuasa menolak keinginannya..

Kini Bos kembali menindih tubuhku, tanpa buang waktu dia membasahi duburku dengan ludahnya, dan sedikit cairan Vaginaku,..Aku mengigit ketakutan, kali ini begitu nyata penisnya yang mulai menekan di mulut dubur-ku,..

“ Awwwwh,.. “ Perih, itu yang kurasakan sementara perlahan, aku mengigit bibir-ku menahan sakit, penis itu terus ditekan masuk,.. aku ingin berteriak,..

“ Tooooloooongggg “

Bersambung...

  • NARKOBA
    Hidup dah kagak ada artinya kalo lo jadi pecandu obat. So stay away from drugs!
    duniasex.com...
  • Hati-Hati!
    Komunitas ini dapat menyebabkan serangan jantung, kehamilan, dan Ireksi tegangan tinggi.
    duniasex.com...
  • Ingin Jadi Anggota?
    Menjadi anggota di DuniaSex selalu GRATIS!
    duniasex.com...
  • About Us | Advertisement | Feedback | FAQ