Warning!
Khusus untuk dewasa. Bagi yang belum cukup umur, sok muna, alim atau tidak suka sex, jangan protes, silahkan tutup halaman ini sekarang juga. Tetapi bagi kamu yang gemar duduk-duduk menghabiskan waktu untuk melihat dunia yang asik-asik, silahkan dilanjuti...

Didi Namaku

Notes Catatan | Notes
  • Coy baca cerita seru jangan terlalu serius... inget harus kerja, entar si boss bisa ikut2an baca gimana?
Didi Namaku
Kategori: Setengah Baya , Author : batukeras
Rating: 8
Aku kembali ke kamar Tante Fifi yang berantakan oleh kami semalam, lalu dengan cekatan aku melepas semua sprei dan selimut penuh bercak itu. Kumasukkan ke mesin cuci. Tiga puluh menit kemudian kamar dan ruang kerja pak Kiayi kubuat rapi kembali. Siap untuk kami pakai main lagi."sialan..! Aku lupa sekolah.., ampuun gimana nih", Sejenak aku berpikir dan segera kutelepon Tante Fifi. Selamat pagi", suara operator."Ya Pagi.., Bu Fifi ada?"."Dari siap, pak?"."Bilang dari Sonny, anaknya.."."Oh Mas sonny"."Huh dasar sok akrab", umpatku dalam hati."Saya, Tante.

Didi bukan .."."Eh kamu sayang.., gimana" mau lagi" Sabar ya, tungguin tante.."."Bukan begitu tante.., tapi saya jadi telat bangun.., nggak bisa masuk sekolah"."Oooh gampang.., ntar tante yang telepon Pak Yogi, kepala sekolah kamu itu.., tante bilang kamu sakit yah?"."Nggak ah tante, ntar jadi sakit beneran.."."Tapi emang benar kan kamu sakit.., sakit.., sakit anu! Nah lo!"."aah, tante.., tapi bener nih tante tolong sekolah saya di telepon yah?"."Iya.., iya.., eh Di.., kamu kepingin lagi nggak.."."Tante genit"."Nggak mau" Awas lho Tante cari orang lain.."."Ah Tante, ya mau dong.., semalam nikmat yah, tante.."."Kamu hebat!"."Tante juga.., nanti pulang jam berapa?"."Tunggu aja.., sudah makan kamu?"."Belum, tante sudah?"."Sudah.., mm, kalau gitu kamu tunggu aja di rumah, tante pesan catering untuk kamu.., biar nanti kamu kuat lagi"."Tante bisa aja.., makasih tante.."."Sama-sama, sayang.., sampai nanti ya, daahh"."Daah, tante".

Tak sampai sepuluh menit seorang delivery service datang membawa makanan."Ini dari, Bu Sofi, Mas talong ditandatangan. Payment-nya sudah sama Bu Fifi"."Makasih, mang.."."Sama-sama, permisi..".

Aku langsung membawanya ke dalam dan menyantapnya di depan pesawat TV, sambil melanjutkan nonton film porno, untuk menambah pengalaman. Makanan kiriman Tante Fifi memang semua berprotein tinggi. Aku tahu benar maksudnya. Belum lagi minuman energi yang juga dipesannya untukku. Rupanya istri pak Kiayi itu benar-benar menikmati permainan seks kami semalam, eh aku juga lho.., kan baru pertama. Sambil terus makan dan menyaksikan film itu aku membayangkan tubuh dan wajah Tante Fifi bermain bersamaku. Penisku terasa pegal-pegal dibuatnya. Huh.., aku mematikan TV dan menuju kamarku."Lebih baik tidur dan menyiapkan tenaga..", aku bergumam sendiri dalam kamar.Sambil membaca buku pelajaran favorit, aku mencoba melupakan pikiran-pikiran tadi. Lama-kelamaan akupun tertidur. Jam menunjukkan pukul 12.45.

Sore harinya aku terbangun oleh kecupan bibir Tante Fifi yang ternyata sudah ada di sampingku."Huuaah.., jam berapa sekarang tante?"."Hmm.., jam lima, tante dari tadi juga sudah tidur di sini, sayang kamu tidur terlalu lelap. Tante sempat tidur kurang lebih dua jam sejak tante pulang tadi, gimana, kamu sudah pulih.."."Sudah dong tante, empat jam lebih tidur masa sih nggak seger..", kami saling berciuman mesra, "crup.., crup", lidah kami bermain di mulutnya. "Eh.., tante mau jajan dulu ah.., sambil minum teh, yuuk di taman. Tadi tante pesan di Dunkin.., ada donat kesukaan kamu", ia bangun dan ngeloyor keluar kamar."Uh.., Tante Fifi..", gumamku pelan melihat bahenolnya tubuh kini terbungkus terusan sutra transparan tanpa lengan. Bayangan CD dan BH-nya tampak jelas.

Aku masih senang bermalas-malasan di tempat tidur itu, pikiranku rasanya tak pernah bisa lepas dari bayangan tubuhnya. Beberapa saat saja penisku sudah tampak tegang dan berdiri, dasar pemula! Sejak sering tegang melihat tubuh Tante Fifi sebulan belakangan ini, aku memang jarang memakai celana dalam ketika di rumah agar penisku bisa lebih leluasa kalau berdiri seperti ini."Hmm, tante Fifi.., aahh Nyai yang cantik" desahku sambil menggenggam sendiri penisku, aneh.., aku membayangkan orang yang sudah jelas bisa kutiduri saat itu juga, tak tahulah.., rasanya aku gila!

Tanganku mengocok-ngocok sendiri hingga kini penis besar dan panjang itu benar-benar tegak dan tampak perkasa sekali. Aku terus membayangkan bagaimana semalam kepala penis ini menembus dan melesak keluar masuk vagina Tante Fifi. Kutengok ke sana ke mari."Tante..", panggilku."Di dapur, sayang", sahutnya setengah berteriak, aku bergegas ke situ, kulihat ia sedang menghangatkan donat di microwave. Dan.., uuhh, tubuh yang semalam kunikmati itu, dari arah belakang.., bayangan BH dan celana dalam putih di balik gaun sutranya yang tipis membuatku berkali-kali menelan ludah."uuhh tante.., sayang", tak sanggup lagi rasanya aku menahan birahiku, kupeluk ia dari belakang, sendok yang ada di tangannya terjatuh, penisku yang sudah tegang kutempelkan erat di belahan pantatnya.

"Aduuhh.., Didi nakal kamu ah.." ia melirikku dengan pandangan menggoda. Aku semakin berani, tangan kananku meraih buah dada Tante Fifi dari celah gaun di bawah ketiaknya. Lalu tangan kiriku merayap dari arah bawah, paha yang halus putih mulus itu terus ke arah gundukan kemaluannya yang masih berlapis celana dalam. Telunjuk dan jari tengahku langsung menekan, mengusap-usap dan mencubit kecil bibir kemaluannya.

"Ehhmm.., nngg.., aahh.., nakaal, Didi"."Tante.., tante, saya nggak tahan ngeliat tante.., saya bayangin tubuh tante terus dari tadi pagi" Tangan kiriku menarik ujung celana dalam itu turun, ia mengangkat kakinya satu persatu dan terlepaslah celana dalamnya yang putih. Kutarik cup BH-nya ke atas hingga tangan kananku kini bebas mengelus dan meremas buah dadanya. Dengan gerak cepat kulorotkan pula celana dalam yang kupakai lalu bergegas tangan kiriku menyingkap gaun sutranya ke atas. Kudorong tubuh isteri pak Kiayi itu sampai ia menunduk dan terlihatlah dengan jelas celah vaginanya yang masih tampak tertutup rapat. Aku berjongkok tepat di belakangnya.

"Idiihh, Didi. Tante mau diapain nih..", katanya genit. Lidahku menjulur ke arah vaginanya. Aroma daerah kemaluan itu merebak ke hidungku, semakin membuatku tak sabar dan.., "huuhh.., srup.., srup.., srup", sekali terkam bibir vagina sebelah bawah itu sudah tersedot habis dalam mulutku."aahh.., Didi.., enaakk..", jerit perempuan setengah baya itu, tangannya berpegang di pinggiran meja dapur."aawww.., gelii", kugigit pantatnya. Uuh, bongkahan pantat inilah yang paling mengundang birahiku saat melihatnya untuk pertama kali. Mulus dan putih, besar menggelembung dan montok.

Lima menit kemudian aku berdiri lagi setelah puas membasahi bibir vaginanya dengan lidahku. Kedua tanganku menahan gerakan pinggulnya dari belakang, gaun itu masih tersingkap ke atas, tertahan jari-jari tanganku yang mencengkeram pinggulnya. Dan hmm, kuhunjamkan penis besar dan tegang itu tepat dari arah belakang, "Sreep.., Bleess", langsung menggenjot keluar masuk vagina Tante Fifi."aahh.., Didi.., enaak.., huuhh tante senang yang ini oohh..?"Enak kan tante.., hmm.., oohh.., agak tegak tante biar susunya.., yaakk ooh enaakk"."Yaahh.., tusuk yang keras.., hmm.., tante nggak pernah gini sebelumnya.., oohh enaakk pintarnya kamu sayaang.., oohh enaak.., terus.., terus yah tarik dorong keeraass.., aahh.., kamu yang pertama giniin tante, Di.., oohh.., sshh..", hanya sekitar tiga menit ia bertahan dan, "Hoohh.., tante.., mauu.., keluar.., sekarang.., ooh hh.., sekarang Di, aahh..". Vaginanya menjepit keras, badannya tegang dengan kepala yang bergoyang keras ke kiri dan ke kanan.

Bersambung...

  • NARKOBA
    Hidup dah kagak ada artinya kalo lo jadi pecandu obat. So stay away from drugs!
    duniasex.com...
  • Hati-Hati!
    Komunitas ini dapat menyebabkan serangan jantung, kehamilan, dan Ireksi tegangan tinggi.
    duniasex.com...
  • Ingin Jadi Anggota?
    Menjadi anggota di DuniaSex selalu GRATIS!
    duniasex.com...
  • About Us | Advertisement | Feedback | FAQ